KUMPULAN DOA MENYAMBUT BULAN RAMADHAN
---
Di Tulis Oleh Fakhri
KAJIAN NIDA AL-ISLAM
---
DAFTAR ISI :
- PEMBAHASAN PERTAMA : DO’A PENYAMBUTAN RAMADHAN YANG MA’TSUR DARI NABI ﷺ:
- PEMBAHASAN KEDUA : TANYA JAWAB :
- Bolehkah pengucapan doa : “Ya Allah, sampaikan kami sampai bulan Ramadhan tanpa ada kehilangan dan tanpa ada yang hilang”?.
- PEMBAHASAN KETIGA: 51 DOA PENYAMBUTAN RAMADHAN YANG BANYAK TERSEBAR
***
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ
PEMBAHASAN PERTAMA:
DO’A PENYAMBUTAN RAMADHAN YANG MA’TSUR
DARI NABI ﷺ:
***
HADITS KE SATU: HADITS UBADAH BIN SHOMIT
Dari ‘Ubadah bin Shamit radhiyallahu ‘anhu,
ia berkata:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعَلِّمُنَا هَؤُلَاءِ الْكَلِمَاتِ إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ أَنْ يَقُولَ أَحَدُنَا:
«اللَّهُمَّ سَلِّمْنِي مِنْ رَمَضَانَ، وَسَلِّمْ
رَمَضَانَ لِي، وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي مُتَقَبَّلًا»
Rasulullah ﷺ mengajarkan kami doa-doa ini
ketika datang bulan Ramadhan:
"Allahumma sallimnii liramadhan, wa
sallim Ramadhan lii, wa tasallamhu minni mutaqabbalan"
(Artinya: “Ya Allah, selamatkan aku untuk
menyambut Ramadhan, selamatkan Ramadhan untukku, dan terimalah Ramadhan dariku
dengan diterima.”)
Takhrij hadits:
Hadits ini diriwayatkan oleh ath-Thabarani dalam
ad-Du’aa hal. 284 no. 912 dan ad-Dailami Musnad al-Firdaws 1/471 no. 1919.
Kalimat “سَلِّمْنِي
مِنْ رَمَضَانَ” juga diriwayatkan dengan redaksi “اللَّهُمَّ
سَلِّمْنِي لِرَمَضَانَ”, sebagaimana disebutkan oleh adz-Dzahabi dalam kitab Siyar al-A’lam
an-Nubala (19/51).
Status sanad hadits :
Imam as-Suyuthi berkata dalam Jami’ al-Ahadits 35/276, nomor
38198:
الطُّبَرَانِيُّ
فِي الدُّعَاءِ، وَالدِّيلَمِيُّ وَسَنَدُهُ حَسَنٌ
(Ath-Thabarani meriwayatkannya dalam kitab
doa. Dan sanadnya adalah hasan).
Demikian pula dikatakan oleh al-Muttaqi dalam Kanz al-‘Ummal, nomor 24277.
Lihat juga Jam’u al-Jawami’ oleh as-Suyuthi,
20/479.
Namun Adz-Dzahabi dalam Siyar al-A’lam
an-Nubala 19/51 berkata:
غَرِيْب، وَرَوَاهُ
أَبُو زُرْعَةَ الرَّازِيُّ عَنْ خَلَف بن الوَلِيْدِ، وَتَفَرَّد بِهِ خَلَف
“Ghorib, dan diriwayatkan oleh Abu Zur’ah
ar-Razi dari Khalaf bin al-Walid, dan Khalaf meriwayatkannya sendirian”.
Dan Syu’aib al-Arna’ut berkata dalam *Tahqiq
Siyar al-A‘lam an-Nubala* 19/51:
إِسْنَادُهُ ضَعِيفٌ
لِضَعْفِ أَبِي جَعْفَرِ الرَّازِيِّ، وَاسْمُهُ عِيسَى بْنُ مَاهَانَ، قَالَ ابْنُ
الْمَدِينِيِّ: كَانَ يَخْلِطُ، وَقَالَ يَحْيَى: كَانَ يَخْطِئُ، وَقَالَ أَحْمَدُ:
لَيْسَ بِالْقَوِيِّ فِي الْحَدِيثِ، وَقَالَ أَبُو زُرْعَةَ: كَانَ يَهِمُّ كَثِيرًا،
وَقَالَ ابْنُ حِبَّانَ: كَانَ يَنْفَرِدُ بِالْمُنَاكِرِ عَنِ الْمَشَاهِيرِ.
“Isnadnya lemah karena kelemahan Abu Ja‘far ar-Razi, yang
bernama ‘Isa bin Mahan.
Ibnu al-Madini berkata: dia sering mencampur
(riwayat).
Yahya berkata: dia sering salah. Ahmad
berkata: dia tidak kuat dalam hadis.
Abu Zur‘ah berkata: dia sering lalai.
Ibnu Hibban berkata: dia berdiri sendiri
dalam meriwayatkan perawi-perawi munkar dari para perawi yang terkenal.”
Saya Katakan:
Tidak semua para ahli hadits menilai dho’if
terhadap Abu Ja’far ar-Razi. Berikut ini pernyataan para ulama hadits lainnya tentang
ar-Razy ini:
Pendapat Imam Ahmad Tentang Abu Jakfar Ar Razi.
Ada dua riwayat:
Pertama : Diriwayatkan
Hanbal dari Ahmad bin Hanbal: ”Sholeh hadits” (haditsnya layak).
Kedua: dari
Abdullah, putra imam Ahmad: ”Laisa bi qowiy (tidak kuat).
Al-Hazimi dalam Nashih wa Manshuh mengatakan:
وَالرِّوَايَةُ الْأُولَى عَنْ الإِمَامِ
أَحْمَدَ أَوْلَى وَيُؤَكِّدُهَا إِخْرَاجُهُ حَدِيثَهُ فِي "مُسْنَدِهِ".
“Riwayat pertama dari Imam Ahmad lebih utama. Dan
itu diperkuat dengan periwayatan haditsnya di dalam kitab Musnadnya ".
(Al-I’tibar, 256).
Lihat pula: Mizaanul I’tidal 3/319, Tarikh Baghdad
11/146, Tahdzibut Tahdzib 12/57 dan al-Badrul Muniir
Pendapat Yahya bin Ma`in:
Adapun penilaian Yahya bin Ma’in, ada beberapa
riwayat:
1]. dari Isa bin Manshur: “Tsiqoh”.
2]. dari Ibnu Abi Maryam: “Haditstnya ditulis, tapi
ia sering salah”.
3]. diriwayatkan Ibnu Abi Khaitsamah: ”sholih”.
4]. diriwayatkan oleh Mughirah,”tsiqoh” dan
ia salah ketika meriwayatkan dari Mughirah. diriwayatkan As Saji “Shoduq wa
laisa bimutqin (jujur tapi hafalanya tidak meyakinkan)”.
Periwayatan dari Yahya bin Ma’in lebih banyak
ta’dilnya daripada tajrihnya. (lihat, Al-Badr Al-Munir, 3/623)
Lihat juga: Mizaanul I’tidal 3/319, Tarikh Baghdad
11/146, Tahdzibut Tahdzib 12/57, al-Al-Badr Al-Munir, 3/623.
Pendapat Ali bin Al Madini:
Ali bin Al Madini: Ada dua riwayat darinya tentang
Abu Ja’far.
1] Salah satu riwayat mengatakan: ”Ia seperti Musa
bin Ubaidah, haditsnya bercampur aduk, ketika meriwayatkan dari Mughirah dan
yang semisalnya.
2] Dalam riwayat yang berasal dari anak Ibnu Al
Madini, Muhammad bin Utsman bin Ibnu Syaibah: “Bagi kami ia tsiqoh”.
Ibnu Al Mulaqqin mengatakan: ”lebih utama riwayat
dari anaknya (anak Ibnu Al Madini). (lihat, al-Al-Badr Al-Munir, 3/623).
Pendapat Para Huffadz:
1]. Muhammad Bin Abdullah Al-Muushiliy mengatakan:
”Tsiqoh”.
2]. Bin Ali Al Falash mengatakan: ”Shoduq, dan dia
termasuk orang-orang yang jujur, tapi hafalannya kurang baik”.
3]. Abu Zur’ah mengatakan: ”شيخ يهم كثيرا (syeikh yang banyak wahm).
4] Abu Hatim mengatakan: ثِقَة
صَدُوق صَالح الحَدِيث [Tsiqoh,
shoduq, sholih hadits].
5] Abnu Harraasy: ”Hafalannya tidak bagus, shoduq
(jujur)”.
6] Ibnu ‘Adiy berkata :
لَهُ أَحَادِيث صَالِحَة، وَقد
رَوَى عَنهُ النَّاس، وَأَحَادِيثه عامتها مُسْتَقِيمَة، وَأَرْجُو أَنه لَا بَأْس
بِهِ
”Dia memiliki hadits-hadits yang sholeh (layak),
dan orang-orang meriwayatkan darinya. Kebanyakan haditsanya mustaqiim (lurus),
dan aku mengharap ia la ba’sa bih (tidak masalah).
7] Muhammad bin Sa’ad: ”Dia tsiqoh”, ketika di Baghdad para
ulama mendengar darinya”.
8] Al-Hakim dalam Al-Mustadrak di Bab Shalat
al-Kusuuf berkata :
البُخَارِيّ وَمُسْلِمٌ قَدْ
هَجَرَا أَبَا جَعْفَر الرَّازِيّ وَلَمْ يُخْرِجَا عَنهُ، وحَاله عِنْد سَائِر
الْأَئِمَّة أَحْسَنَ الْحَالِ. وَقَالَ مرّة: ثِقَة
”Bukhari dan Muslim menghindarinya, namun posisi
Abu Ja'far di hadapan seluruh para imam, adalah sebaik-baik keadaan”. Di tempat
lain ia mengatakan: ”tsiqoh”.
9] Ibnu Abdi Al-Barr dalam Al Istighna:
هُوَ عِنْدَهُمْ ثِقَةٌ عَالِمٌ
بِتَفْسِيرِ الْقُرْآنِ
”Ia (Abu Ja`far) bagi mereka (para ulama) tsiqoh,
alim dalam masalah tafsir Al Qur’an ".
10] Ibnu Syaahin menyebutnya dalam kitab “Tsiqoot
nya" [kitab kumpulan para perawi yang dipercaya] ”.
11] Al-Hazimi dalam an-Nasikh dan al-Mansukh: ”Ini
Haditst Shahih, dan Abu Ja'far tsiqoh”.
12] Taqiyuddin Ibnu Daqiq Al Ied dalam Al Ilmam,
setelah menyebutkan hadits, ia mengatakan:
(فِي) إِسْنَاده أَبُو جَعْفَر الرَّازِيّ
وَقد وَثَّقَهُ غير وَاحِد
”Dalam isnadnya Abu Ja'far Ar Razi. Dan ia ditsiqohkan,
oleh lebih dari satu ulama.
13] Nasaa’i mengatakan: ”Laisa bil Qowiyy” (ia tidak kuat
hafalannya).
14] Ibnu ash-Sholah berkata:
" هَذَا حَدِيثٌ
قَدْ حُكِمَ بِصِحَّتِهِ غَيْرُ وَاحِدٍ مِنْ حُفَّاظِ الْحَدِيثِ ".
“Hadits ini telah dinilai shahih bukan hanya
oleh satu huffaadz al-hadits saja ".
Demikianlah paparan Al-Hafidz Ibnu Al
Mulaqqin mengenai
perkataan ulama jarh wa ta’dil mengenai Abu Ja’far Ar Razi.
(Lihat: Al-Badr Al-Munir karya Al-Hafidz Ibnu Al
Mulaqqin 3/623. Lihat juga: Mizaanul I’tidal 3/319, Tarikh Baghdad 11/146,
Tahdzibut Tahdzib 12/57)
===
RIWAYAT MURSAL
KE 1 :
Riwayat ini juga dinukil dari al-Hasan
al-Bashri secara mursal.
Diriwayatkan oleh Abu Bakr asy-Syafi‘i dalam
kitab al-Ghailaniyyat (185). Ia berkata: Abdullah menceritakan kepada kami, ia
berkata: Zuhair bin Abi Zuhair menceritakan kepada kami, ia berkata: Musa bin
Ayyub menceritakan kepada kami, ia berkata: Hammad bin Salamah menceritakan
kepada kami, dari Humaid, dari al-Hasan, ia berkata:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ شَهْرُ رَمَضَانَ قَالَ:
«اللَّهُمَّ
سَلِّمْهُ لَنَا، وَسَلِّمْهُ مِنَّا»
Rasulullah ﷺ apabila masuk bulan Ramadhan, beliau berdoa:
“Ya Allah, selamatkanlah Ramadhan untuk kami, dan selamatkanlah
kami di dalamnya.”
KE 2:
Diriwayatkan oleh Ibnu Abi ad-Dunya dalam
kitab Fadha’il Ramadhan hal. 46 no. (20).
Ia berkata: Abdurrahman bin Waqid
menceritakan kepada kami, ia berkata: Dhamrah bin Rabi‘ah menceritakan kepada
kami, ia berkata: Bisyr bin Ishaq menceritakan kepada kami, dari Jabir bin
Yazid, dari Abu Ja‘far, ia berkata:
كَانَ النَّبِيُّ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اسْتَهَلَّ هِلَالُ شَهْرِ رَمَضَانَ أَقْبَلَ
عَلَى النَّاسِ بِوَجْهِهِ، ثُمَّ قَالَ:
«اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ،
وَالْإِيمَانِ، وَالسَّلَامَةِ، وَالْإِسْلَامِ، وَالْعَافِيَةِ الْمُجَلِّلَةِ، وَرَفْعِ
الْأَسْقَامِ، وَالْعَوْنِ عَلَى الصِّيَامِ وَالصَّلَاةِ وَتِلَاوَةِ الْقُرْآنِ،
اللَّهُمَّ سَلِّمْنَا لِرَمَضَانَ، وَسَلِّمْهُ لَنَا، وَتَسَلَّمْهُ مِنَّا حَتَّى
يَخْرُجَ رَمَضَانُ وَقَدْ غَفَرْتَ لَنَا، وَرَحِمْتَنَا، وَعَفَوْتَ عَنَّا».
ثُمَّ يُقْبِلُ عَلَى النَّاسِ بِوَجْهِهِ فَيَقُولُ:
«أَيُّهَا النَّاسُ، إِنَّ هَذَا شَهْرُ رَمَضَانَ،
غُلَّتْ فِيهِ الشَّيَاطِينُ، وَغُلِّقَتْ فِيهِ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ، وَفُتِحَتْ فِيهِ
أَبْوَابُ الْجِنَّانِ، وَنَادَى مُنَادٍ كُلَّ لَيْلَةٍ: هَلْ مِنْ سَائِلٍ فَيُعْطَى،
هَلْ مِنْ مُسْتَغْفِرٍ فَأَغْفِرَ لَهُ، اللَّهُمَّ أَعْطِ كُلَّ مُنْفِقٍ خَلَفًا،
وَعَجِّلْ لِكُلِّ مُمْسِكٍ تَلَفًا، حَتَّى إِذَا كَانَ يَوْمُ الْفِطْرِ نَادَى مُنَادٍ
مِنَ السَّمَاءِ، الْيَوْمُ يَوْمُ الْجَائِزَةِ، فَاغْدُوا فَبَادِرُوا خُذُوا جَوَائِزَكُمْ»
قَالَ أَبُو جَعْفَرٍ:
جَوَائِزُ لَا تُشْبِهُ جَوَائِزَ الْأُمَرَاءِ.
Nabi ﷺ apabila terlihat hilal bulan
Ramadhan, beliau menghadap kepada orang-orang dengan wajah beliau ﷺ, lalu bersabda:
“Ya Allah, tampakkanlah bulan ini kepada kami
dengan keamanan, keimanan, keselamatan, Islam, kesehatan yang menyeluruh,
terangkatnya berbagai penyakit, serta pertolongan untuk berpuasa, salat, dan
membaca Al-Qur’an. Ya Allah, selamatkanlah kami hingga memasuki Ramadhan,
selamatkanlah Ramadhan untuk kami, dan terimalah ia dari kami hingga Ramadhan
berakhir, sementara Engkau telah mengampuni kami, merahmati kami, dan memaafkan
kami.”
Kemudian beliau ﷺ kembali menghadap kepada orang-orang dengan
wajah beliau seraya bersabda:
“Wahai manusia, sesungguhnya ini adalah bulan
Ramadhan. Pada bulan ini setan-setan dibelenggu, pintu-pintu Jahanam ditutup,
dan pintu-pintu surga dibuka. Setiap malam ada penyeru yang berseru: adakah
orang yang meminta maka akan diberi, adakah orang yang memohon ampun maka akan
diampuni. Ya Allah, berikanlah pengganti kepada setiap orang yang berinfak, dan
segerakanlah kebinasaan bagi setiap orang yang menahan harta. Hingga apabila
tiba hari Idulfitri, ada penyeru dari langit yang berseru: hari ini adalah hari
pemberian ganjaran, maka berangkatlah kalian dan segeralah mengambil ganjaran
kalian.”
Abu Ja‘far berkata: ganjaran tersebut
tidaklah serupa dengan ganjaran para penguasa.
[Selesai]
Status sanad:
Dalam sanad riwayat ini terdapat Bisyr bin
Ishaq dari Jabir bin Yazid. Bisyr tidak ditemukan biografinya.
Riwayat ini juga disebutkan oleh Ibnu ‘Asakir
dengan nama yang berbeda, sebagaimana dalam Tarikh Dimasyq (51/186), dari
Dhamrah, dari Bakr bin Ishaq, dari Fairuz, dari Jabir, dari Abu Ja‘far Muhammad
bin ‘Ali. Namun, tidak diketahui siapa Bakr bin Ishaq dan Fairuz.
Jabir bin Yazid yang meriwayatkan dari Abu
Ja‘far ada dua orang: yang pertama lemah, yaitu Jabir al-Ju‘fi; dan yang kedua
terpercaya (shaduq), yaitu Jabir al-‘Ajli. Selain itu, sanad riwayat ini juga
berstatus mursal.
Akan tetapi, doa dengan redaksi semakna
diriwayatkan dari sejumlah para ulama salaf.
===
RIWAYAT MAWQUF DARI MAKHUL:
Diriwayatkan oleh At-Tabrani dalam kitab
Ad-Du‘ā halaman 284, nomor 913, dengan sanadnya dari An-Nu‘mān bin Al-Mundzir, dari Makhul:
أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ إِذَا دَخَلَ رَمَضَانُ:
«اللَّهُمَّ سَلِّمْنِي لِرَمَضَانَ، وَسَلِّمْ رَمَضَانَ
لِي، وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي مُتَقَبَّلًا»
Bahwa ia biasa berkata ketika masuk bulan Ramadhan:
“Ya Allah, selamatkanlah aku untuk Ramadhan, selamatkanlah Ramadhan untukku,
dan terimalah dari aku (amalanku) dalam keadaan diterima.”
Syeikh al-Munajjid dalam Islamqa no. 337058
berkata:
رَوَاهُ الطَّبَرَانِيُّ
بِإِسْنَادٍ ظَاهِرُهُ الْحَسَنُ، عَنْ مَكْحُولٍ؛ حَيْثُ رَوَى فِي «الدُّعَاءِ»
(٩١٣)
“Diriwayatkan oleh ath-Thabrani dengan sanad
yang secara lahir tampak hasan, dari Mak-hul; sebagaimana ia meriwayatkannya
dalam kitab “ad-Du‘a” (nomor 913)”.
===
RIWAYAT MAWQUF DARI YAHYA BIN KATSIR
Dan diriwayatkan pula oleh Abu Nu‘aim dalam
*Hilyat al-Auliya’* (3/69) sebagai perkataan Yahya bin Abi Katsir.
Ia berkata: Ahmad bin Ishaq telah
menceritakan kepada kami, ia berkata: Abdullah bin Sulaiman bin al-Asy‘ats
telah menceritakan kepada kami, ia berkata: ‘Amr bin ‘Utsman telah menceritakan
kepada kami, ia berkata: al-Walid bin Muslim telah menceritakan kepada kami
dari Abu ‘Amr al-Auza‘i, ia berkata:
كَانَ يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ يَدْعُو حَضْرَةَ شَهْرِ رَمَضَانَ:
«اللَّهُمَّ سَلِّمْنِي لِرَمَضَانَ،
وَسَلِّمْ لِي رَمَضَانَ، وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي مُتَقَبَّلًا»
Yahya bin Abi Katsir biasa berdoa ketika
telah dekat datangnya bulan Ramadhan:
“Ya Allah, selamatkanlah aku untuk Ramadhan,
selamatkanlah Ramadhan untukku, dan terimalah Ramadhan dariku dengan penerimaan
yang baik.”
===
RIWAYAT MAWQUF DARI IBNU ABI RAWAD
Ath-Thabarani meriwayatkan dalam kitab
*ad-Du‘a* hal. 284 no. 914 dari ‘Abdul ‘Aziz bin Abi Rawwad, ia berkata:
" كَانَ الْمُسْلِمُونَ يَدْعُونَ عِنْدَ حَضْرَةِ شَهْرِ رَمَضَانَ:
«اللَّهُمَّ أَظَلَّ شَهْرُ رَمَضَانَ وَحَضَرَ، فَسَلِّمْهُ لِي، وَسَلِّمْنِي فِيهِ، وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي، اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي صِيَامَهُ وَقِيَامَهُ، صَبْرًا وَاحْتِسَابًا، وَارْزُقْنِي فِيهِ الْجِدَّ وَالِاجْتِهَادَ وَالْقُوَّةَ وَالنَّشَاطَ، وَأَعِذْنِي فِيهِ مِنَ السَّآمَةِ وَالْفَتْرَةِ وَالْكَسَلِ وَالنُّعَاسِ، وَوَفِّقْنِي فِيهِ لِلَيْلَةِ الْقَدْرِ، وَاجْعَلْهَا خَيْرًا لِي مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ»
“Kaum muslimin biasa berdoa ketika menjelang
datangnya bulan Ramadhan:
‘Ya Allah, bulan Ramadhan telah menaungi dan
telah datang, maka selamatkanlah Ramadhan untukku, selamatkanlah aku di
dalamnya, dan terimalah ia dariku. Ya Allah, karuniakan kepadaku kemampuan
berpuasa dan melaksanakan qiyam di dalamnya dengan kesabaran dan penuh
pengharapan pahala. Karuniakan pula kepadaku di dalamnya kesungguhan,
keseriusan, kekuatan, dan semangat. Lindungilah aku di dalamnya dari rasa jemu,
kelemahan, kemalasan, dan rasa mengantuk. Taufikilah aku di dalamnya untuk
mendapatkan Lailatul Qadar, dan jadikanlah ia lebih baik bagiku daripada seribu
bulan.’”
===
RIWAYAT MAWQUF DARI AL-JURAIRY
Muhammad bin Nashr al-Marwazi berkata dalam
kitab *Qiyam Ramadhan* (Mukhtashor Qiyamul Lail wa Qiyamu Ramadhan hal. 235):
وَقَالَ الْجُرَيْرِيُّ: كَانُوا إِذَا حَضَرَ شَهْرُ رَمَضَانَ يَقُولُونَ:
«اللَّهُمَّ سَلِّمْنَا لِرَمَضَانَ
وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لَنَا ، وَسَلِّمْ مِنَّا شَهْرَ رَمَضَانَ وَتَقَبَّلْهُ مِنَّا»
“Al-Jariri berkata: mereka apabila telah datang bulan Ramadhan, mereka mengucapkan doa:
‘Ya Allah, selamatkanlah kami
untuk memasuki Ramadhan, selamatkanlah Ramadhan bagi kami, dan selamatkanlah
dari kami bulan Ramadhan serta terimalah ia dari kami.’”
****
HADITS KE DUA : HADITS IBNU UMAR
Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhu, dia
berkata:
كَانَ رَسُولُ الله
صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَأَى الْهِلَالَ قَالَ:
«اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا
بِالْأَمْنِ وَالْإِيمَانِ، وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ، وَالتَّوْفِيقِ لِمَا
يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى، رَبُّنَا وَرَبُّكَ اللَّهُ»
Rasulullah ﷺ apabila melihat hilal (awal
bulan Ramadhan), beliau ﷺ mengucapkan do’a:
“Allah Maha Besar, ya Allah jadikanlah
(bulan) ini datang kepada kami dengan keamanan dan iman, keselamatan dan Islam,
serta dengan taufik untuk melakukan apa yang dicintai dan diridhai oleh Tuhan
kami. Tuhan kami dan Tuhanmu adalah Allah.”
Takhrij hadits:
Diriwayatkan oleh Ad-Darimi dalam Al-Musnad
2/1050 nomor 1729, dan oleh Ibnu Hibban sebagaimana dalam Al-Ihsan fi Taqrib
Sahih Ibnu Hibban 3/171 nomor 888, serta Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir
12/356 nomor 13330.
Status Hadits:
Al-Haitsami berkata dalam Al-Majma’
10/139 nomor 17148:
رَوَاهُ الطَّبَرَانِيُّ، وَفِيهِ عُثْمَانُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْحَاطِبِيُّ،
وَفِيهِ ضَعْفٌ، وَبَقِيَّةُ رِجَالِهِ ثِقَاتٌ
“Diriwayatkan oleh Ath-Thabrani, di dalamnya
terdapat ‘Utsman bin Ibrahim Al-Hathibi, dan di dalamnya ada kelemahan, tetapi
sisa perawinya terpercaya.”
Namun Ibnu Hajar al-Haitami
menyebutkan dalam kitab *Ithaf Ahli al-Islam bi Khushushiyyat Ramadhan* halaman
73, bahwa Ibnu Hibban meriwayatkannya dalam kitab *Shahih*-nya dengan sanad
yang sahih.
Sedangkan Husain Ad-Darani, pentahqiq Musnad
ad-Darimi, berkata: “Sanadnya lemah.”
Dan Syu’aib Al-Arna’ut dalam Takhrij Al-Ihsan
fi Taqrib Sahih Ibnu Hibban 3/171 nomor 888 berkata:
حَدِيثٌ صَحِيحٌ
لِغَيْرِهِ، عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عُثْمَانَ: قَالَ الذَّهَبِيُّ: مَقَلٌّ، ضَعَفَهُ
أَبُو حَاتِمٍ الرَّازِيُّ، وَأَمَّا ابْنُ حِبَّانَ، فَذَكَرَهُ فِي الثِّقَاتِ، وَأَبُوهُ
عُثْمَانُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ رَوَى عَنْهُ غَيْرُ وَاحِدٍ، وَوَثَّقَهُ الْمُؤَلِّفُ،
وَقَالَ أَبُو حَاتِمٍ: شَيْخٌ يَكْتُبُ حَدِيثَهُ، رَوَى عَنْهُ ابْنُهُ أَحَادِيثَ
مُنْكَرَةً، وَبَاقِي رِجَالِهِ ثِقَاتٌ
“Hadits ini shahih menurut perawi lain, yaitu
Abdurrahman bin ‘Utsman. Adz-Dzahabi berkata: Hadits ini jarang, Abu Hatim
Ar-Razi menilainya lemah. Sedangkan Ibnu Hibban menyebutnya dalam kitab para
terpercaya, dan ayahnya, ‘Utsman bin Ibrahim, diriwayatkan darinya lebih dari
satu orang, dan penulisnya menilai beliau terpercaya.
Abu Hatim berkata:
“Beliau seorang syekh yang menulis hadisnya
sendiri, putranya meriwayatkan darinya hadis-Hadits yang diragukan, tetapi sisa
perawinya terpercaya.” [Selesai]
****
HADITS KE TIGA: HADITS THALHAH
Dari Thalhah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata:
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَأَى الْهِلَالَ قَالَ:
«اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيمَانِ، وَالسَّلَامَةِ
وَالْإِسْلَامِ، رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ»
Nabi ﷺ apabila melihat hilal, beliau berkata:
“Ya Allah, jadikanlah (bulan) ini datang kepada kami dengan
keamanan dan iman, keselamatan dan Islam. Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah.”
Takhrij Hadits:
Diriwayatkan oleh Ad-Darimi dalam Al-Musnad
2/1050 nomor 1730, dan oleh Ibnu Abi ‘Asim dalam As-Sunnah 1/165 nomor 376,
serta oleh Ahmad 1/162, dan At-Tirmidzi (3451) dan Al-Hakim 4/317 nomor 7767,
Abu Ya’la 1/191, Ibnu As-Sunni (641), Al-Darimi 2/4, Ibnu Abi ‘Asim dalam
As-Sunnah (376), dan Al-Baghawi (1335).
Status Hadits:
At-Tirmidzi (3451) berkata:
«هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ»
“Ini adalah Hadits hasan gharib.”
Dan dinilai shahih oleh al-Albani dalam
Shahih at-Tirmidzi, sebagaimana di kutip oleh Ahmad Syakir dalam Tahqiq
at-Tirmidzy 5/504.
Namun Husain Ad-Darani, pentahqiq Musnad
ad-Darimi berkata: “Sanadnya lemah karena kelemahan Sulaiman bin Sufyan”.
Syaikh Jami’ Al-Zahrani, pentahqiq Musnad ad-Darimi
1/547 nomor 1711 berkata:
“Di dalamnya terdapat Sulaiman bin Sufyan
yang lemah, dan Bilal bin Yahya yang lemah. Dikeluarkan oleh At-Tirmidzi Hadits
(3451) dan beliau berkata: hasan gharib. Saya katakan: ini adalah doa
yang hasan dan tidak masalah untuk diamalkan.”
Syeikh Al-Albani dalam Dzilal Al-Jannah 1/165 berkata:
حَدِيثٌ حَسَنٌ
وَإِسْنَادُهُ ضَعِيفٌ مِنْ أَجْلِ سُلَيْمَانَ بْنِ سُفْيَانَ وَبِلَالِ بْنِ يَحْيَى
فَإِنَّهُمَا ضَعِيفَانِ لَكِنْ لَهُ شَاهِدٌ مِنْ حَدِيثِ ابْنِ عُمَرَ صَحَّحَهُ
ابْنُ حِبَّانَ وَلِذَلِكَ أَوْرَدْتُ الْحَدِيثَ فِي "الصَّحِيحَةِ"
1816 لَكِنْ لَيْسَ عِنْدَ أَحَدٍ مِنْ مُخْرِجِيهِ وَلَا فِي شَيْءٍ مِنْ شَوَاهِدِهِ
وَطُرُقِهِ الْأُخْرَى الْكَثِيرَةِ
“Hadits ini hasan, dan sanadnya lemah karena
Sulaiman bin Sufyan dan Bilal bin Yahya, karena keduanya lemah, tetapi Hadits ini
memiliki syahid dari Hadits Ibnu Umar yang disahihkan oleh Ibnu Hibban. Oleh
karena itu, saya masukkan Hadits ini dalam ‘Ash-Shahihah nomor 1816, meskipun
tidak terdapat pada salah satu perawinya dan tidak dalam syawahid atau jalur
lain yang banyak.”
Syu’aib Al-Arna’ut dalam “Takhrij Al-Ihsan fi Taqrib Sahih Ibnu
Hibban” 3/171 nomor 888 berkata:
وَسَنَادُهُ ضَعِيفٌ،
لَكِنَّهُ حَسَنٌ فِي الشَّوَاهِدِ
وَآخَرُ مِنْ حَدِيثِ
قَتَادَةَ عِنْدَ أَبِي دَاوُدَ (5092) فِي الأَدَبِ: بَابُ مَا يَقُولُ الرَّجُلُ
إِذَا رَأَى الْهِلاَلَ، وَالْبَغَوِيُّ (1336).
وَثَالِثٌ مِنْ
حَدِيثِ رَافِعٍ عِنْدَ الطَّبْرَانِيِّ، وَإِسْنَادُهُ حَسَنٌ
وَرَابِعٌ مِنْ
حَدِيثِ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ عِنْدَ الطَّبْرَانِيِّ.
وَخَامِسٌ مِنْ
حَدِيثِ أَنَسٍ عِنْدَ الطَّبْرَانِيِّ فِي الْأَوْسَطِ، فَالْحَدِيثُ صَحِيحٌ
“Sanadnya lemah, tetapi Hadits ini hasan
dalam syawahid.”
Ada juga penguat (syahid) dari Hadits Qatadah
pada Abu Dawud (5092) dalam Al-Adab: Bab Apa yang Dikatakan Seseorang Ketika
Melihat Hilal, dan Al-Baghawi (1336).
Penguat (syahid) ketiga dari Hadits Rafi’
pada Ath-Thabrani, sanadnya shahih.
Penguat (syahid) keempat dari Hadits ‘Ubadah
bin Ash-Shamit pada Ath-Thabrani.
Penguat (syahid) kelima dari Hadits Anas pada
Ath-Thabrani dalam Al-Awsath.
Maka Hadits ini shahih”. [SELESAI]
Lihat Majma’ Az-Zawa’id 10/139 dan lihat
Musannaf Ibnu Abi Syaibah 10/401.
****
HADITS KE EMPAT: HADITS JA'FAR BIN ALI
Al-Muttaqi al-Hindi meriwayatkan dalam Kanz
al-‘Ummal 8/589 nomor 24288: dari Abu Ja‘far bin ‘Ali bin Abu Tholib, ia
berkata:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اسْتَهَلَّ شَهْرُ رَمَضَانَ اسْتَقْبَلَهُ
بِوَجْهِهِ، ثُمَّ يَقُولُ:
«اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ
عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيمَانِ وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ وَالْعَافِيَةِ
الْمُجَلَّلَةِ وَدِفَاعِ الْأَسْقَامِ، وَالْعَوْنِ عَلَى الصَّلَاةِ وَالصِّيَامِ
وَتِلَاوَةِ الْقُرْآنِ، اللَّهُمَّ سَلِّمْنَا لِرَمَضَانَ، وَسَلِّمْهُ لَنَا، وَسَلِّمْهُ»
Rasulullah ﷺ apabila hilal bulan Ramadhan
telah terlihat, beliau menghadapinya dengan wajah beliau, kemudian bersabda:
“Ya Allah, hadirkanlah bulan ini kepada
kami dengan keamanan, keimanan, keselamatan, Islam, kesehatan yang menyeluruh,
perlindungan dari berbagai penyakit, serta pertolongan untuk mendirikan salat,
berpuasa, dan membaca Al-Qur’an. Ya Allah, selamatkanlah kami untuk menghadapi Ramadhan,
dan selamatkanlah Ramadhan untuk kami.”
Takhrij :
Hadis ini juga disebutkan oleh as-Suyuthi
dalam Jami‘ al-Ahadits 40/386 nomor 43958, dan oleh ‘Abdurrahman bin Muhammad
al-Hanbali an-Najdi dalam Wazha’if Ramadhan halaman 12.
Redaksi as-Suyuthi dalam Jam’u al-Jawami‘
24/219 nomor 717 adalah: dari Abu Ja‘far bin Muhammad bin ‘Ali, ia berkata:
كَانَ النَّبِىُّ ﷺ إِذَا اسْتَهَلَّ هِلَالُ شهر رَمَضَانَ اسْتَقْبَلَهُ بِوَجْهِهِ
ثُمَّ يَقُولُ:
«اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيمَانِ، وَالسَّلَامَةِ
وَالْإِسْلَامِ وَالْعَافِيَةِ الْمُجَلِّلَةِ، وَدِفَاعِ الْأَسْقَامِ، وَالْعَوْنِ
عَلَى الصَّلَاةِ، وَالصِّيَامِ، وَتِلَاوَةِ الْقُرْآنِ، اللَّهُمَّ سَلِّمْنَا لِرَمَضَانَ،
وَسَلِّمْهُ لَنَا، وَسَلِّمْهُ مِنَّا حَتَّى يَخْرُجَ رَمَضَانُ وَقَدْ غَفَرْتَ
لَنَا، وَرَحِمْتَنَا، وَعَفَوْتَ عَنَّا»
Nabi ﷺ apabila hilal bulan Ramadhan
telah tampak, beliau menghadapinya dengan wajah beliau, kemudian bersabda:
“Ya Allah, hadirkanlah ia kepada kami dengan
keamanan dan keimanan, keselamatan dan Islam, kesehatan yang menyeluruh,
perlindungan dari berbagai penyakit, serta pertolongan untuk salat, puasa, dan
membaca Al-Qur’an. Ya Allah, selamatkanlah kami untuk Ramadhan, selamatkanlah Ramadhan
untuk kami, dan terimalah ia dari kami hingga Ramadhan berlalu sementara Engkau
telah mengampuni kami, merahmati kami, dan memaafkan kami.”
Ibnu al-Jauzi dalam at-Tabshiroh 2/69 berkata:
Telah mengabarkan kepada kami Abu Nashr Ahmad
bin Manshur al-Huna’i dengan sanadnya dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu,
ia berkata:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اسْتَهَلَّ شَهْرُ رَمَضَانَ اسْتَقْبَلَ
الْقِبْلَةَ بِوَجْهِهِ ثُمَّ قَالَ:
«اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالأَمْنِ وَالإِيمَانِ
وَالسَّلامَةِ وَالإِسْلامِ وَالْعَافِيَةِ وَالْمُحَلَّلَةِ وَالرِّزْقِ الْحَسَنِ
وَدِفَاعِ الأَسْقَامِ وَالْعَوْنِ عَلَى الصَّلاةِ وَالصِّيَامِ وَتِلاوَةِ الْقُرْآنِ،
اللَّهُمَّ سَلِّمْنَا لِرَمَضَانَ وَسَلِّمْهُ مِنَّا حَتَّى يَنْقَضِيَ وَقَدْ
غَفَرْتَ لَنَا وَرَحِمْتَنَا وَعَفَوْتَ عَنَّا».
Rasulullah ﷺ apabila telah tampak awal
bulan Ramadhan, beliau menghadap kiblat dengan wajahnya, kemudian berdoa:
“Ya Allah, hadirkanlah bulan ini kepada kami
dengan keamanan, keimanan, keselamatan, Islam, kesehatan, rezeki yang halal dan
baik, perlindungan dari berbagai penyakit, serta pertolongan untuk melaksanakan
salat, puasa, dan membaca Al-Qur’an. Ya Allah, selamatkanlah kami hingga
memasuki Ramadhan dan terimalah Ramadhan dari kami sampai bulan itu berakhir,
sementara Engkau telah mengampuni kami, merahmati kami, dan memaafkan kami”.
****
HADITS KE LIMA: UMAR BIN KHATHTHAB
Dari Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, ia
berkata:
كَانَ النَّبِيُّ
ﷺ إِذَا أُنْزِلَ عَلَيْهِ الوَحْيُ سُمِعَ عِنْدَ وَجْهِهِ كَدَوِيِّ النَّحْلِ فَأُنْزِلَ
عَلَيْهِ يَوْمًا فَمَكَثْنَا سَاعَةً فَسُرِّيَ عَنْهُ فَاسْتَقْبَلَ القِبْلَةَ وَرَفَعَ
يَدَيْهِ وَقَالَ:
«اللَّهُمَّ زِدْنَا وَلَا تَنْقُصْنَا، وَأَكْرِمْنَا
وَلَا تُهِنَّا، وَأَعْطِنَا وَلَا تَحْرِمْنَا، وَآثِرْنَا وَلَا تُؤْثِرْ
عَلَيْنَا، وَارْضِنَا وَارْضَ عَنَّا»
ثُمَّ قَالَ ﷺ:
«أُنْزِلَ عَلَيَّ عَشْرُ آيَاتٍ، مَنْ أَقَامَهُنَّ دَخَلَ الجَنَّةَ»، ثُمَّ قَرَأَ:
﴿قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ﴾ [المؤمنون: 1] حَتَّى خَتَمَ عَشْرَ آيَاتٍ
“Rasulullah ﷺ apabila diturunkan wahyu
kepadanya, terdengar di wajah beliau seperti dengungan lebah. Suatu hari
diturunkan wahyu kepadanya, dan kami menunggu selama satu jam, kemudian beliau
merasa gembira, lalu menghadap kiblat, mengangkat kedua tangannya, dan berkata:
“Ya Allah, tambahkanlah untuk kami dan jangan
kurangi, muliakanlah kami dan jangan hinakan, berilah kami dan jangan enggan
memberi, utamakanlah kami dan jangan utamakan atas kami, ridailah kami dan
ridailah kami.”
Kemudian Rasulullah ﷺ berkata:
“Telah diturunkan kepadaku sepuluh ayat,
barangsiapa menegakkan ayat-ayat ini, ia akan masuk surga.”
Lalu beliau membaca:
"Telah beruntung orang-orang yang
beriman" [Al-Mu’minun: 1] hingga
menutup sepuluh ayat. [Selesai]
Takhrij Hadits:
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam
Al-Musnad (1/34 nomor 223), At-Tirmidzi dalam Jami‘nya (3173) dari jalur
Muhammad bin Aban, Al-Bazzar dalam Musnadnya (301) dari jalur Zuhair bin
Muhammad bin Qumair dan Al-Husain bin Mahdi,
An-Nasa’i dalam Al-Kubra (1439), Ath-Thahawi
dalam Syarh Mushkil Al-Atsar (4100-4102), Al-‘Uqaili dalam Adh-Dh’afaa’
(4/460), Al-Hakim dalam Al-Mustadrak (1/535 dan 2/392) dari jalur Ishaq bin
Ibrahim Ad-Dabbari,
Ibnu ‘Adi dalam Al-Kamil (7/175) dari jalur
Muhanna bin Yahya,
Al-Baihaqi dalam Dala’il An-Nubuwwah
(7/54-55), Ath-Thalabi dalam Tafsirnya (7/41), Al-Baghawi dalam Syarh As-Sunnah
(1376), dan Al-Mizzi dalam Tahdzib Al-Kamal (32/509) dari jalur Muhammad bin
Hammad, semuanya dari ‘Abdur-Razzaq.
Sanadnya disahihkan oleh Al-Hakim dan oleh Ahmad
Syakir dalam Tahqiq Musnad Imam Ahmad 1/263 no. 223.
Dan Al-Muqraizi dalam Rasa’ilnya hal.
314 berkata:
«وَهُوَ حَدِيثٌ صَحِيحُ الإِسْنَادِ»
“Dan ini Hadits yang sanadnya shahih.”
At-Tirmidzi dalam Sunan nomor 3173 berkata:
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبَانَ قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، عَنْ
يُونُسَ بْنِ سُلَيْمٍ، عَنْ يُونُسَ بْنِ يَزِيدَ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، بِهَذَا الإِسْنَادِ
نَحْوَهُ بِمَعْنَاهُ «وَهَذَا أَصَحُّ مِنَ الحَدِيثِ الأَوَّلِ»
“Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin
Aban, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami ‘Abdur-Razzaq dari Yunus bin
Sulaim, dari Yunus bin Yazid, dari Az-Zuhri dengan sanad ini, sebagaimana
maknanya. Dan ini lebih shahih daripada Hadits yang pertama.”
Dikeluarkan juga oleh Ibnu Jarir (18/3),
Sa’id bin Manshur, dan Al-Baihaqi (Fath Al-Qadir: 3/475) dari Ibnu Sirin secara
mursal, dan sanadnya shahih.
===***===
PEMBAHASAN KEDUA: TANYA JAWAB :
Bolehkah Baca Doa : “Ya Allah, sampaikan
kami pada bulan Ramadhan tanpa ada kehilangan dan tanpa ada yang hilang”?
Apa hukum menyambut Ramadahan dengan baca doa
:
«اللَّهُمَّ بَلِّغْنَا
رَمَضَانَ لَا فَاقِدِينَ وَلَا مَفْقُودِينَ»
“Ya Allah, sampaikan kami pada bulan Ramadhan
tanpa kehilangan dan tanpa yang hilang”
Makna-nya: “semoga kita tidak kehilangan
orang yang kita cintai sebelum datangnya Ramadhan, dan semoga orang yang kita
cintai tidak kehilangan kita”.
Jawabannya sbb :
Fatwa Islam Web. No. 256861
فَالْأَصْلُ فِي
الدُّعَاءِ أَنَّهُ مَشْرُوعٌ مَا لَمْ يَشْتَمِلْ عَلَى إِثْمٍ أَوْ تَعَدٍّ، وَظَاهِرُ
الدُّعَاءِ الْمَذْكُورِ أَنَّ مَعْنَاهُ: أَلَّا نَفْقِدَ قَبْلَ وُرُودِ رَمَضَانَ
حَبِيبًا وَلَا يَفْقِدَنَا حَبِيبٌ، وَهَذَا لَا حَرَجَ فِيهِ، وَإِنْ كَانَ الْأَوْلَى
تَرْكُهُ،
فَفِي مَوْقِعِ
الْفِقْهِ الْإِسْلَامِيِّ بِالرِّيَاضِ فِي لِقَاءِ مَعَ سَمَاحَةِ الشَّيْخِ عَبْدِ
الْعَزِيزِ آلِ الشَّيْخِ سُؤَالٌ:
هَلْ عِبَارَةُ:
اللَّهُمَّ بَلِّغْنَا رَمَضَانَ لَا فَاقِدِينَ وَلَا مَفْقُودِينَ ـ فِيهِ تَعَدٍّ
بِالدُّعَاءِ عَلَى اللَّهِ؟
فَأَجَابَ سَمَاحَتُهُ:
الدُّعَاءُ بِبُلُوغِ رَمَضَانَ لَيْسَ فِيهِ شَيْءٌ، وَكَانَ الصَّلَفُ الصَّالِحُ
يَدْعُونَ بِذَلِكَ، وَأَمَّا: لَا فَاقِدِينَ وَلَا مَفْقُودِينَ ـ فَتَرْكُهُ أَحْسَنُ
Islam Web:
“Pada dasarnya, doa itu diperbolehkan selama
tidak mengandung dosa atau menentang ketentuan Allah. Makna yang tampak dari doa
yang disebutkan adalah: semoga kita tidak kehilangan orang yang kita cintai
sebelum datangnya Ramadhan, dan semoga orang yang kita cintai tidak kehilangan
kita. Hal ini tidak bermasalah, meskipun yang lebih utama adalah
meninggalkannya.
Di situs Fiqh Islam di Riyadh, dalam sebuah
wawancara dengan Syaikh Abdul Aziz Al-Syaikh, ada pertanyaan:
Apakah ungkapan “Ya Allah, sampaikan kami
sampai Ramadhan tanpa kehilangan dan tanpa yang hilang” mengandung makna
menentang ketentuan Allah?
Beliau menjawab: Doa agar sampai Ramadhan
tidak mengandung masalah, dan para salaf shaleh pun biasa berdoa demikian.
Adapun bagian “tanpa kehilangan dan tanpa yang hilang”, maka meninggalkannya
adalah lebih utama”.
---
Fatwa Syaikh Ibnu ‘Utsaimin:
Syaikh Ibnu ‘Utsaimin berkata:
عِبَارَةُ لَا فَاقِدِينَ وَلَا مَفْقُودِينَ لَا تَجُوزُ لأَنَّ فِيهَا تَعَدِّيًا
عَلَى حُكْمِ اللَّهِ وَالْمَوْتُ حَقٌّ عَلَى الْعِبَادِ وَهِيَ عِبَارَةٌ مَا سَمِعْنَا
بِهَا عِنْدَ الصَّلَفِ وَلَا فِي الْأَثَرِ وَكَأَنَّ الْإِنْسَانَ يَرْفُضُ أَنْ
يَمُوتَ أَوْ يَمُوتَ أَحَدٌ يُحِبُّهُ
Ungkapan “tanpa kehilangan dan tanpa yang
hilang” tidak diperbolehkan karena mengandung makna menentang ketentuan Allah,
dan kematian adalah hak atas hamba-Nya. Ungkapan ini tidak pernah kami dengar
dari para salaf maupun dalam riwayat. Seolah-olah manusia menolak mati atau
menolak kematian orang yang dicintainya”. [Majmu’ Al-Fatawa (20)].
---
Fatwa Syaikh Muhammad Rajab:
Pertanyaan:
هَلْ يَجُوزُ الدُّعَاءُ: "اللَّهُمَّ بَلِّغْنَا رَمَضَانَ لَا فَاقِدِينَ
وَلَا مَفْقُودِينَ"؟ قَرَأْتُ أَنَّ الشَّيْخَ الْحُوَيْنِيَّ - لَمْ أَتَحَرَّ
الصِّحَّةَ - قَالَ (إِنَّهَا لَا تَجُوزُ حَيْثُ إِنَّ فِيهَا تَعَدِّيًا عَلَى حُكْمِ
اللَّهِ؛ فَالْمَوْتُ حَقٌّ)؛ لَكِنْ عِنْدَ دُعَائِي بِهِ لَا أَقْصِدُ بِهَا ذَلِكَ
بَلْ أَقْصِدُ أَنْ يُطِيلَ اللَّهُ عُمْرَنَا لِرَمَضَانَ مِثْلَ دُعَائِي بِأَنْ
يُطِيلَ اللَّهُ عُمْرَ أَهْلِي.
Apakah diperbolehkan berdoa: "Ya Allah,
sampaikan kami sampai bulan Ramadhan tanpa kehilangan dan tanpa yang
hilang"? Saya membaca bahwa Syaikh Al-Huwaini - saya belum meneliti
keabsahannya - mengatakan doa ini tidak diperbolehkan karena mengandung makna
menentang ketentuan Allah; kematian adalah hak. Namun ketika saya berdoa dengan
kalimat ini, saya tidak bermaksud demikian, tetapi bermaksud agar Allah
memanjangkan umur kami sampai Ramadhan, seperti doa saya agar Allah memanjangkan
umur keluarga saya.
Jawaban:
Syaikh Muhammad Rajab rahimahullah berkata:
الْحَمْدُ لِلَّهِ وَحْدَهُ. ثُمَّ لَا بَأْسَ بِالدُّعَاءِ بِمَا ذُكِرَ فِي
السُّؤَالِ؛ فَالْأَصْلُ فِي الدُّعَاءِ عَدَمُ التَّوْقِيفِ، بَلِ الإِبَاحَةُ وَالتَّوْسِيعُ
فِي طَلَبِ خَيْرِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، مَا لَمْ يَكُنْ إِثْمًا أَوْ تَعَدِّيًا.
وَالْدُّعَاءُ الْمَذْكُورُ سُؤَالٌ بِطُولِ الأَجَلِ وَحُصُولِ الْبَقَاءِ
لِلْدَّاعِي وَمَنْ يُحِبُّ؛ لِبُلُوغِ مَوْسِمِ الْمَغْفِرَةِ وَالرَّحْمَةِ فِي رَمَضَانَ،
وَلَيْسَ فِيهِ رَدٌّ لِلْقَضَاءِ، وَلَا تَعَدٍّ عَلَى الْحُكْمِ. نَعَمْ؛ الْأَوْلَى
الْتِمَاسُ الْأَدْعِيَةِ الْمَأْثُورَةِ، كَمَا فِي الدُّعَاءِ: "اللَّهُمَّ
سَلِّمْنَا لِرَمَضَانَ...". وَاللَّهُ تَعَالَى أَعْلَمُ.
Segala puji bagi Allah. Tidak apa-apa berdoa
dengan ungkapan yang disebutkan dalam pertanyaan; pada dasarnya, doa tidak
dibatasi, bahkan diperbolehkan dan diperluas dalam memohon kebaikan dunia dan
akhirat, selama tidak mengandung dosa atau menentang hukum Allah.
Doa ini adalah doa memohon umur panjang dan
kelangsungan bagi orang yang berdoa dan orang yang dicintainya agar dapat
mencapai musim ampunan dan rahmat di bulan Ramadhan. Tidak ada makna menolak
takdir atau menentang ketentuan Allah. Memang, yang lebih utama adalah memohon
doa-doa yang diajarkan dari riwayat, seperti doa: "Ya Allah, selamatkan
kami sampai bulan Ramadhan..."
Dan Allah lebih mengetahui.
[Sumber: قُطُوفُ
عَلِّمُوا النَّاسَ الْخَيْرَ]
===***===
PEMBAHASAN KETIGA:
51 DOA PENYAMBUTAN RAMADHAN YANG
BANYAK TERSEBAR
“Doa-doa Ramadhan yang banyak tersebar”,
termasuk kata-kata yang paling banyak dicari terkait bulan suci, dan berikut
beberapa doa yang ditulis:
[1]
اَللّهُمَّ أَعِنِّي
عَلَى صِيَامِهِ وَقِيَامِهِ بِتَوْفِيقِكَ يَا هَادِيَ الْمُضِلِّينَ، وَقَرِّبْنِي
إِلَيْكَ بِرَحْمَةِ الْأَيْتَامِ، وَإِطْعَامِ الطَّعَامِ، وَإِفْشَاءَ السَّلَامِ،
وَصُحْبَةَ الْكِرَامِ.
Ya Allah, bantulah aku dalam berpuasa dan
beribadah malamnya dengan taufik-Mu, wahai Pemberi petunjuk bagi yang sesat,
dan dekatkanlah aku kepada-Mu dengan menyayangi anak-anak yatim, memberi makan,
menyebarkan salam, dan berkawan dengan orang-orang mulia.
[2]
اَللّهُمَّ حَبِّبْ
إِلَيَّ الْإِحْسَانَ، وَكَرِّهْ إِلَيَّ الْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ، وَحَرِّمْ عَلَيَّ
سَخَطَكَ وَالنِّيرَانَ بِعَوْنِكَ يَا غِيَاثَ الْمُسْتَغِيثِينَ.
* Ya Allah, jadikanlah kebaikan itu dicintai
olehku, dan benci dosa dan maksiat padaku, dan haramkanlah atasku kemurkaan-Mu
dan api neraka dengan pertolongan-Mu, wahai Penolong orang-orang yang memohon
pertolongan.
[3]
اَللّهُمَّ طَهِّرْنِي
فِيهِ مِنَ الدَّنَسِ وَالْأَقْذَارِ، وَصَبِّرْنِي فِيهِ عَلَى كَائِنَاتِ الْأَقْدَارِ،
وَزَيِّنِّي وَاسْتُرْنِي فِيهِ بِالسِّتْرِ وَالْعَفَافِ، وَاحْمِلْنِي فِيهِ عَلَى
الْعَدْلِ وَالْإِنْصَافِ، وَآمِنِّي فِيهِ مِنْ كُلِّ مَا أَخَافُ، بِعِصْمَتِكَ يَا
عِصْمَةَ الْخَائِفِينَ.
* Ya Allah, sucikanlah aku di dalamnya dari
kotoran dan najis, bersabarlah aku di dalamnya terhadap ketentuan yang ada,
perindahlah aku dan lindungilah aku di dalamnya dengan kehormatan dan kesucian,
tuntunlah aku di dalamnya untuk berlaku adil dan bijaksana, dan amanahkan aku
di dalamnya dari segala yang aku takutkan, dengan perlindungan-Mu, wahai
Pelindung orang-orang yang takut.
[4]
اَللّهُمَّ لَا
تُؤَاخِذْنِي فِيهِ بِالْعَثَرَاتِ، وَأَقِلْنِي فِيهِ مِنَ الْخَطَايَا وَالْهَفَوَاتِ،
وَلَا تَجْعَلْنِي فِيهِ غَرَضًا لِلْبَلَايَا وَالآفَاتِ، وَاشْرَحْ وَأَمِّنْ بِهِ
صَدْرِي بِأَمَانِكَ يَا أَمَانَ الْخَائِفِينَ.
* Ya Allah, janganlah Engkau hukum aku di
dalamnya karena kesalahan, kurangi aku di dalamnya dari dosa dan kesalahan, dan
jangan jadikan aku sebagai sasaran bencana dan malapetaka, dan lapangkanlah
dadaku dengan keamanan-Mu, wahai Aman bagi orang-orang yang takut.
[5]
اَللّهُمَّ وَفِّقْنِي
فِيهِ لِمُوَافَقَةِ الْأَبْرَارِ، وَجَنِّبْنِي فِيهِ مُرَافَقَةَ الْأَشْرَارِ، وَآوِنِي
فِيهِ بِرَحْمَتِكَ إِلَى دَارِ الْقَرَارِ، وَاهْدِنِي فِيهِ لِصَالِحِ الْأَعْمَالِ،
وَاقْضِ لِي الْحَوَائِجَ وَالْآمَالَ.
* Ya Allah, berilah aku taufik di dalamnya
untuk meneladani orang-orang saleh, jauhkanlah aku di dalamnya dari berkawan
dengan orang-orang jahat, dan tempatkanlah aku di dalamnya dengan rahmat-Mu ke
tempat yang kekal, tunjukilah aku di dalamnya untuk amal-amal yang baik, dan
penuhi bagiku segala kebutuhan dan harapan.
[6]
اللَّهُمَّ بَلِّغْنَا
رَمَضَانَ لَا فَاقِدِينَ وَلَا مَفْقُودِينَ، اللَّهُمَّ سَلِّمْنِي إِلَى رَمَضَانَ
وَسَلِّمْ لِي رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي، رَبَّنَا أَعِنَّا فِيهِ عَلَى الصِّيَامِ
وَالْقِيَامِ وَتَقَبَّلْ مِنَّا أَعْمَالَنَا وَأَنْتَ رَاضٍ عَنَّا يَا كَرِيمُ.
“Ya Allah, sampaikan kami sampai bulan
Ramadhan tanpa kehilangan dan tanpa yang hilang. Ya Allah, selamatkan aku
sampai Ramadhan, selamatkan Ramadhan untukku, dan terimalah dariku. Ya Tuhan
kami, bantulah kami di dalamnya untuk berpuasa dan beribadah malam, dan
terimalah amal-amal kami sementara Engkau ridha kepada kami, wahai Yang Maha
Mulia.”
[7]
اللَّهُمَّ بَلِّغْنَا
رَمَضَانَ وَنَحْنُ عَلَى أَحْسَنِ حَالٍ، رَبَّنَا لَا تُفْجِعْنَا فِيمَنْ نُحِبُّ،
وَاحْفَظْنَا وَاحْفَظْ جَمِيعَ الْمُسْلِمِينَ، وَأَعِنَّا فِيهِ عَلَى الصِّيَامِ
وَالْقِيَامِ وَغَضِّ الْبَصَرِ وَحِفْظِ اللِّسَانِ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.
“Ya Allah, sampaikan kami sampai Ramadhan
dalam keadaan terbaik. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau membinasakan kami karena
orang yang kami cintai, lindungilah kami dan lindungilah seluruh kaum Muslimin,
dan bantulah kami di dalamnya untuk berpuasa, beribadah malam, menundukkan
pandangan, dan menjaga lisan, wahai Yang Maha Penyayang dari segala penyayang.”
[8]
اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي
صِيَامَهُ وَقِيَامَهُ صَبْرًا وَاحْتِسَابًا، وَارْزُقْنِي فِيهِ الْجِدَّ وَالِاجْتِهَادَ
وَالْقُوَّةَ وَالنَّشَاطَ، وَأَعْذِنِي فِيهِ مِنَ السَّآمَةِ وَالْفُتْرَةِ وَالْكَسَلِ
وَالنَّعَاسِ، وَوَفِّقْنِي فِيهِ لِلَّيْلَةِ الْقَدْرِ، وَاجْعَلْهَا خَيْرًا لِي
مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ.
“Ya Allah, karuniakanlah kepadaku puasa dan
ibadah malamnya dengan kesabaran dan penuh pengharapan pahala. Karuniakanlah
padaku di dalamnya ketekunan, usaha, kekuatan, dan semangat. Lindungilah aku di
dalamnya dari kejenuhan, kemalasan, dan kantuk, dan berilah taufik kepadaku
untuk meraih Lailatul Qadar, serta jadikanlah malam itu lebih baik bagiku
daripada seribu bulan”.
[9]
اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ
عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيمَانِ وَالسَّلَامَةِ وَالسَّلَامِ وَالْإِسْلَامِ،
رَبِّي وَرَبُّكَ اللَّهُ.
“Ya Allah, sambutlah Ramadhan untuk kami
dengan keamanan, iman, keselamatan, salam, dan Islam. Tuhan kami dan Tuhanmu
adalah Allah.”
[10]
اللَّهُمَّ إِنِّي
أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ، وَقَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَدُعَاءٍ لَا يُسْمَعُ،
وَنَفْسٍ لَا تَشْبَعُ.
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu
yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyuk, dari doa yang tidak
didengar, dan dari jiwa yang tidak pernah puas.”
[11]
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا
مِمَّنْ تُدْرِكُهُمُ الرَّحْمَةُ ثُمَّ الْمَغْفِرَةُ ثُمَّ الْعِتْقُ مِنَ النَّارِ،
أَسْأَلُ اللَّهَ أَنْ تَكُونَ ثَلَاثِينَ لَيْلَةً مِنَ الْجَبْرِ وَالْمَغْفِرَةِ
وَالْسِّتْرِ وَالطُّمَأْنِينَةِ وَالسَّعَادَةِ.
“Ya Allah, jadikanlah kami termasuk
orang-orang yang diraih rahmat-Nya, kemudian ampunan-Nya, kemudian pembebasan
dari api neraka. Aku memohon kepada Allah agar malam-malamnya menjadi tiga
puluh malam penuh penghiburan, ampunan, perlindungan, ketenangan, dan
kebahagiaan.”
[12]
اللَّهُمَّ إِنِّي
أَسْأَلُكَ فِيهِ يَا اللَّهُ، الْأَحَدُ الصَّمَدُ، الَّذِي لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ،
وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ، أَنْ تَغْفِرَ لِي ذُنُوبِي؛ إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ
الرَّحِيمُ.
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu di dalamnya,
ya Allah, Yang Maha Esa, Yang Kekal, yang tidak beranak dan tidak diperanakkan,
dan tidak ada yang setara dengan-Nya, agar Engkau mengampuni dosaku.
Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
[13]
اللَّهُمَّ إِنِّي
أَسْأَلُكَ عَيْشَةً هَنِيَّةً وَمَوْتَةً سَوِيَّةً وَمَرَادًا غَيْرَ مُخْزٍ وَلَا
فَاضِحٍ.
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kehidupan
yang bahagia, kematian yang baik, dan keinginan yang tidak memalukan dan tidak
mempermalukan.”
[14]
اللَّهُمَّ إِيَّاكَ
نَعْبُدُ وَلَكَ نُصَلِّي وَنَسْجُدُ وَإِلَيْكَ نَسْعَى، نَرْجُو رَحْمَتَكَ وَنَخْشَى
عَذَابَكَ إِنَّ عَذَابَكَ بِالْكُفَّارِ مُلْحِقٌ.
“Ya Allah, hanya kepada-Mu kami beribadah,
hanya kepada-Mu kami shalat dan sujud, dan hanya kepada-Mu kami berusaha. Kami
berharap rahmat-Mu dan takut akan azab-Mu, sesungguhnya azab-Mu menimpa
orang-orang kafir.”
[15]
يَا رَبّ أَعِنَّا
وَلَا تُعِنَّ عَلَيْنَا، وَانْصُرْنَا وَلَا تَنْصُرْ عَلَيْنَا، وَاهْدِنَا وَيَسِّرِ
الْهُدَى لَنَا، وَانْصُرْنَا عَلَى مَنْ بَغَى عَلَيْنَا.
“Ya Rabb, tolonglah kami dan jangan Engkau
tolongkan kami dalam keburukan, menangkanlah kami dan jangan menangkan
orang-orang yang menindas kami, tunjukilah kami dan mudahkanlah petunjuk bagi
kami, dan menangkanlah kami atas orang-orang yang menentang kami.”
[16]
اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ
تَوْبَتَنَا وَاغْسِلْ وَثَبِّتْ حُجَّتَنَا، وَاهْدِ قُلُوبَنَا وَسَدِّدْ أَلْسِنَتَنَا
وَاسْلُلْ سَخِيمَةَ قُلُوبِنَا.
“Ya Allah, terimalah taubat kami, sucikanlah,
teguhkan hujjah kami, beri petunjuk hati kami, luruskan lidah kami, dan jauhkan
keburukan hati kami.”
[17]
رَبِّي نَسْأَلُكَ
مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ
وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بَرٍّ وَالْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ
يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ نَسْتَغِيثُ.
“Ya Rabb, kami memohon kepada-Mu segala yang
mendatangkan rahmat-Mu, keputusan yang mengundang ampunan-Mu, keselamatan dari
setiap dosa, keuntungan dari setiap kebaikan, kemenangan di surga, dan selamat
dari neraka. Wahai Yang Maha Hidup, Yang Maha Kekal, dengan rahmat-Mu kami
memohon pertolongan.”
[18]
اللَّهُمَّ حَبِّبْ
إِلَيَّ فِيهِ الْإِحْسَانَ، وَكَرِّهْ فِيهِ الْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ، وَحَرِّمْ
عَلَيَّ فِيهِ السَّخَطَ وَالنِّيرَانَ بِعَوْنِكَ يَا مُغِيثَ الْمُسْتَغِيثِينَ.
“Ya Allah, jadikanlah kebaikan dicintai
padaku di dalamnya, benci dosa dan maksiat di dalamnya, dan haramkanlah atasku
kemurkaan-Mu dan api neraka dengan pertolongan-Mu, wahai Penolong orang-orang
yang memohon pertolongan.”
[19]
اللَّهُمَّ أَعِنَّا
عَلَى الصِّيَامِ وَالْقِيَامِ، وَغَضَّ الْبَصَرَ وَحِفْظَ اللِّسَانِ، وَلَا تَجْعَلْنَا
يَا رَبِّ مِنَ الَّذِينَ لَا يُنَالُونَ مِنْ رَمَضَانَ إِلَّا الْعَطَشَ وَالْجُوعَ.
Ya Allah, bantulah kami dalam berpuasa dan
beribadah malam, menundukkan pandangan, dan menjaga lisan, dan jangan jadikan
kami, ya Rabb, termasuk orang-orang yang dari Ramadhan hanya memperoleh rasa
haus dan lapar.
[20]
اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا
فِي رَمَضَانَ إِخْلَاصَ النِّيَّةِ، وَالْعِبَادَةَ وَالطَّاعَةَ الْمَقْبُولَةَ،
وَالْأَجْرَ الْعَظِيمَ وَالْحَسَنَاتِ الْكَثِيرَةَ.
Ya Allah, karuniakanlah kepada kami di bulan
Ramadhan ketulusan niat, ibadah dan ketaatan yang diterima, pahala yang besar,
dan amal-amal kebaikan yang banyak.
[21]
اللَّهُمَّ لَا
تُخْرِجْنَا مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ إِلَّا وَقَدِ اعْتَقْتَنَا مِنْ نَارِ جَهَنَّمَ
وَعَذَابِهَا، وَقَدْ غَفَرْتَ لَنَا ذُنُوبَنَا جَمِيعَهَا، يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
Ya Allah, jangan keluarkan kami dari bulan
Ramadhan kecuali setelah Engkau membebaskan kami dari api neraka Jahannam dan
siksaannya, dan Engkau telah mengampuni semua dosa kami, ya Rabb semesta alam.
[22]
اللَّهُمَّ أَبْعِدْنَا
عَنْ كُلِّ مَعْصِيَةٍ وَكُلِّ ذَنْبٍ وَإِثْمٍ، وَأَعِنَّا عَلَى تَحَرِّي سُبُلِ
طَاعَتِكَ وَعِبَادَتِكَ.
Ya Allah, jauhkanlah kami dari setiap
maksiat, setiap dosa dan kesalahan, dan bantulah kami dalam menempuh jalan
ketaatan dan ibadah-Mu.
[23]
اللَّهُمَّ ارْضَ
عَنَّا فِي هَذَا الشَّهْرِ الْمُبَارَكِ، وَارْحَمْ مُوتَانَا، وَاشْفِ مَرْضَانَا،
وَارْفَعِ الْوَبَاءَ عَنِ الْأُمَّةِ الْإِسْلَامِيَّةِ.
Ya Allah, ridhailah kami di bulan yang mulia
ini, rahmatilah orang-orang yang telah meninggal dari kami, sembuhkanlah
orang-orang sakit di antara kami, dan angkatlah wabah dari umat Islam.
[24]
اللَّهُمَّ أَغْنِ
كُلَّ فَقِيرٍ، وَأَجْبِرْ كُلَّ مَكْسُورٍ، وَعَافِ كُلَّ مَرِيضٍ، وَانْصُرِ الْحَقَّ
عَلَى الْبَاطِلِ، وَارْحَمِ الضُّعَفَاءَ وَالْمَسَاكِينَ.
Ya Allah, kayakanlah setiap orang miskin,
perbaikilah keadaan setiap orang yang tertimpa kesulitan, sembuhkanlah setiap
orang sakit, menangkanlah kebenaran atas kebatilan, dan rahmatilah orang-orang
lemah dan yang miskin.
[25]
اللَّهُمَّ أَظَلَّ
شَهْرُ رَمَضَانَ وَحَضَرَ، فَسَلِّمْهُ لِي، وَسَلِّمْنِي فِيهِ، وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي.
اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي صِيَامَهُ وَقِيَامَهُ صَبْرًا وَاحْتِسَابًا، وَارْزُقْنِي
فِيهِ الْجِدَّ وَالِاجْتِهَادَ وَالْقُوَّةَ وَالنَّشَاطَ، وَأَعِذْنِي فِيهِ مِنَ
السَّآمَةِ وَالْفَتْرَةِ وَالْكَسَلِ وَالنُّعَاسِ، وَوَفِّقْنِي فِيهِ لِلَيْلَةِ
الْقَدْرِ، وَاجْعَلْهَا خَيْرًا لِي مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ.
Ya Allah, lindungilah aku di bulan Ramadhan
dan hadirlah di dalamnya, serahkanlah bulan itu kepadaku, amankanlah aku di
dalamnya, dan terimalah dariku. Ya Allah, karuniakanlah kepadaku puasa dan
ibadah malamnya dengan kesabaran dan penuh pengharapan pahala, karuniakanlah
kepadaku dalam bulan ini ketekunan, semangat, kekuatan, dan aktivitas, dan
lindungilah aku dari rasa jenuh, kemalasan, dan kantuk, dan berilah aku taufik
untuk malam Lailatul Qadar, serta jadikanlah malam itu lebih baik bagiku dari
seribu bulan.
[26]
اللَّهُمَّ اهْدِنِي
فِيهِ لِصَالِحِ الْأَعْمَالِ، وَاقْضِ لِي فِيهِ الْحَوَائِجَ وَالْآمَالَ، يَا مَنْ
لَا يَحْتَاجُ إِلَى التَّفْسِيرِ وَالسُّؤَالِ، يَا عَالِمًا بِمَا فِي صُدُورِ الْعَالَمِينَ.
Ya Allah, tunjukkanlah aku di bulan ini
kepada amal-amal yang saleh, dan penuhi bagiku di dalamnya segala kebutuhan dan
harapan, wahai Dzat yang tidak membutuhkan penjelasan dan pertanyaan, wahai
yang Maha Mengetahui apa yang ada di dalam hati seluruh makhluk.
[27]
اللَّهُمَّ إِنِّي
أَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا
لَمْ أَعْلَمْ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ مَا عَلِمْتُ
مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ. اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ
عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا عَاذَ بِهِ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ
عَمَلٍ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ،
وَأَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ كُلَّ قَضَاءٍ قَضَيْتَهُ لِي خَيْرًا.
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu segala
kebaikan, baik yang segera maupun yang tertunda, yang aku ketahui maupun yang
tidak aku ketahui, dan aku berlindung kepada-Mu dari segala keburukan, baik
yang segera maupun yang tertunda, yang aku ketahui maupun yang tidak aku
ketahui. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan sebagaimana hamba-Mu dan
Nabi-Mu memohon kepada-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan
sebagaimana hamba-Mu dan Nabi-Mu berlindung kepada-Mu. Ya Allah, aku memohon
kepada-Mu surga dan segala yang mendekatkan kepadanya melalui ucapan atau
perbuatan, dan aku berlindung kepada-Mu dari neraka dan segala yang
mendekatkannya melalui ucapan atau perbuatan, dan aku memohon agar setiap
ketetapan-Mu untukku menjadi kebaikan.
[28]
اللَّهُمَّ اجْعَلْ
صِيَامِي فِيهِ صِيَامَ الصَّائِمِينَ، وَقِيَامِي فِيهِ قِيَامَ الْقَائِمِينَ، وَنَبِّهْنِي
فِيهِ عَنْ نَوْمَةِ الْغَافِلِينَ، وَهَبْ لِي جُرْمِي فِيهِ يَا إِلَهَ الْعَالَمِينَ،
وَاعْفُ عَنِّي يَا عَافِيًا عَنِ الْمُجْرِمِينَ.
Ya Allah, jadikanlah puasaku di bulan ini
seperti puasa orang-orang yang berpuasa, dan ibadah malamku seperti ibadah
orang-orang yang shalat malam, dan bangunkanlah aku dari tidur orang-orang yang
lalai, berilah aku ampunan di dalamnya, wahai Tuhan semesta alam, dan
maafkanlah aku, wahai Yang Maha Pemaaf bagi para pelaku dosa.
[29]
اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي
فِيهِ مِنَ الْمُتَوَكِّلِينَ عَلَيْكَ، وَاجْعَلْنِي فِيهِ مِنَ الْفَائِزِينَ لَدَيْكَ،
وَاجْعَلْنِي فِيهِ مِنَ الْمُقَرَّبِينَ إِلَيْكَ بِإِحْسَانِكَ يَا غَايَةَ الطَّالِبِينَ.
Ya Allah, jadikanlah aku di bulan ini
termasuk orang-orang yang bertawakkal kepada-Mu, jadikanlah aku termasuk
orang-orang yang berhasil di sisi-Mu, dan jadikanlah aku termasuk orang-orang
yang dekat kepada-Mu dengan kebaikan-Mu, wahai tujuan tertinggi para pencari.
[30]
اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي
فِيهِ مِنَ الْمُسْتَغْفِرِينَ، وَاجْعَلْنِي فِيهِ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ الْقَانِتِينَ،
وَاجْعَلْنِي فِيهِ مِنْ أَوْلِيَائِكَ الْمُقَرَّبِينَ، بِرَأْفَتِكَ يَا أَرْحَمَ
الرَّاحِمِينَ.
Ya Allah, jadikanlah aku di bulan ini termasuk
orang-orang yang bertaubat dan memohon ampunan, jadikanlah aku termasuk
hamba-Mu yang saleh dan taat, dan jadikanlah aku termasuk wali-Mu yang dekat,
dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Penyayang dari segala yang penyayang.
[31]
اللَّهُمَّ بِعِلْمِكَ
الْغَيْبَ، وَقُدْرَتِكَ عَلَى الْخَلْقِ، أَحْيِنِي مَا عَلِمْتَ الْحَيَاةَ خَيْرًا
لِي، وَتَوَفَّنِي إِذَا عَلِمْتَ الْوَفَاةَ خَيْرًا لِي. اللَّهُمَّ وَأَسْأَلُكَ
خَشْيَتَكَ فِي الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ، وَأَسْأَلُكَ كَلِمَةَ الْحَقِّ فِي الرِّضَا
وَالْغَضَبِ، وَأَسْأَلُكَ الْقَصْدَ فِي الْفَقْرِ وَالْغِنَى، وَأَسْأَلُكَ نَعِيمًا
لَا يَنْفَدُ، وَأَسْأَلُكَ قُرَّةَ عَيْنٍ لَا تَنْقَطِعُ، وَأَسْأَلُكَ الرِّضَا
بَعْدَ الْقَضَاءِ، وَأَسْأَلُكَ بَرْدَ الْعَيْشِ بَعْدَ الْمَوْتِ، وَأَسْأَلُكَ
لَذَّةَ النَّظَرِ إِلَى وَجْهِكَ وَالشَّوْقَ إِلَى لِقَائِكَ فِي غَيْرِ ضَرَّاءَ
مُضِرَّةٍ، وَلَا فِتْنَةٍ مُضِلَّةٍ. اللَّهُمَّ زَيِّنَّا بِزِينَةِ الْإِيمَانِ،
وَاجْعَلْنَا هُدَاةً مُهْتَدِينَ.
Ya Allah, dengan ilmu-Mu yang ghaib dan
kekuasaan-Mu atas ciptaan, hidupkanlah aku selama Engkau mengetahui hidup itu
adalah kebaikan bagiku, dan wafatkanlah aku jika Engkau mengetahui kematian itu
adalah kebaikan bagiku. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu rasa takut-Mu di saat
tersembunyi maupun terang, aku memohon kata-kata yang benar dalam keridhaan dan
kemarahan, aku memohon sikap adil dalam miskin dan kaya, aku memohon kenikmatan
yang tidak habis, aku memohon kebahagiaan yang tidak putus, aku memohon
keridhaan setelah ketetapan-Mu, aku memohon kehidupan yang sejuk setelah
kematian, aku memohon kenikmatan melihat wajah-Mu dan kerinduan untuk bertemu
dengan-Mu tanpa kesulitan yang merugikan dan tanpa fitnah yang menyesatkan.
Ya Allah, perindahlah kami dengan perhiasan
iman, dan jadikanlah kami sebagai orang-orang yang mendapat petunjuk dan
memberi petunjuk.
[32]
اللَّهُمَّ مَعَ
دُخُولِنَا فِي شَهْرِ رَمَضَانَ الْمُبَارَكِ نَسْأَلُكَ التَّوْفِيقَ فِيهِ لِمُرَافَقَةِ
الصَّالِحِينَ وَالأَبْرَارِ، وَاصْرِفْ عَنَّا يَا رَبَّنَا صُحْبَةَ الْأَشْرَارِ،
إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ وَبِالْإِجَابَةِ جَدِيرٌ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
Ya Allah, dengan masuknya kami ke bulan
Ramadhan yang mulia, kami memohon kepada-Mu agar Engkau beri kami keberuntungan
untuk menempuh kebersamaan dengan orang-orang saleh dan para dermawan, dan
jauhkan dari kami, ya Tuhan kami, pergaulan dengan orang-orang jahat.
Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu dan Maha Layak untuk
mengabulkan doa, ya Tuhan seluruh alam.
[33]
إِلَهَنَا نَسْأَلُكَ
بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ أَنْ تَجْعَلَ قُدُومَ شَهْرِ رَمَضَانَ الْمُبَارَكِ قُدُومَ
سُرُورٍ وَبَهْجَةٍ وَبَرَكَةٍ، فَبَلِّغْنَا إِيَّاهُ وَأَحِبَّتَنَا بِأَحْسَنِ حَالٍ،
اللَّهُمَّ وَاغْفِرْ لَنَا الذُّنُوبَ وَالآثَامَ وَارْحَمْ شَقَاوَتَنَا أَجْمَعِينَ
يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
Tuhan kami, kami memohon kepada-Mu dengan
setiap nama yang adalah milik-Mu agar kedatangan bulan Ramadhan yang mulia ini
menjadi kedatangan penuh kegembiraan, kebahagiaan, dan berkah. Sampailah bulan
ini kepada kami dan orang-orang yang kami cintai dalam keadaan terbaik. Ya
Allah, ampunilah dosa-dosa dan kesalahan kami, dan rahmatilah seluruh kesulitan
kami, ya Tuhan seluruh alam.
[34]
اللَّهُمَّ إِنَّ
شَهْرَ رَمَضَانَ الْمُبَارَكَ قَدْ أَقْبَلَ عَلَيْنَا بِفَضْلٍ مِنْكَ، فَأَهِلَّهُ
عَلَيْنَا بِأَمْنِكَ وَسَلَامِكَ، وَاجْعَلْنَا فِيهِ بِأَوْطَانِنَا مِنَ الآمِنِينَ
الْمُطْمَئِنِّينَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
Ya Allah, sesungguhnya bulan Ramadhan yang
mulia telah datang kepada kami dengan karunia-Mu, maka sambutlah bulan itu atas
kami dengan keamanan dan keselamatan-Mu, dan jadikanlah kami di tempat tinggal
kami termasuk orang-orang yang aman dan tenteram, ya Tuhan seluruh alam.
[35]
اللَّهُمَّ بَلِّغْنَا
رَمَضَانَ وَأَعِنَّا عَلَى الصِّيَامِ وَالصَّلَاةِ وَالْقِيَامِ وَقِرَاءَةِ الْقُرْآنِ.
Ya Allah, sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan
dan bantulah kami dalam berpuasa, shalat, qiyam, dan membaca Al-Qur’an.
[36]
اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ
عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيمَانِ وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ، وَالْمُسَارَعَةِ
إِلَى مَا تُحِبُّ وَتَرْضَى، وَالْعَافِيَةِ الْمُجَلَّلَةِ، وَالرِّزْقِ الْوَاسِعِ،
وَدَفْعِ الْأَسْقَامِ.
Ya Allah, sambutlah bulan ini atas kami
dengan keamanan, keimanan, keselamatan, dan Islam, serta doronglah kami untuk
berlomba dalam ketaatan yang Engkau cintai dan ridai, karunia kesehatan yang
sempurna, rezeki yang luas, dan menjauhkan kami dari segala penyakit.
[37]
يَا رَبِّ ارْزُقْنِي
صِيَامَهُ وَقِيَامَهُ وَتِلَاوَةَ الْقُرْآنِ فِيهِ، اللَّهُمَّ سَلِّمْهُ لَنَا وَتَسَلَّمْهُ
مِنَّا وَسَلِّمْنَا فِيهِ وَقَدْ عَفَوْتَ عَنَّا وَغَفَرْتَ لَنَا وَرَحِمْتَنَا.
Ya Tuhan, berilah aku rezeki untuk berpuasa,
shalat malam, dan membaca Al-Qur’an di dalamnya, Ya Allah, sampaikanlah bulan
itu kepada kami, terimalah dari kami, lindungilah kami di dalamnya, dan
ampunilah serta rahmatilah kami.
[38]
اللَّهُمَّ بَلِّغْنَا
رَمَضَانَ وَاجْعَلْ لَنَا نَصِيبًا مِنْ كُلِّ خَيْرٍ تُنَزَّلُ فِيهِ، بِجُودِكَ
الْأَجُودِينَ وَأَذِقْنِي فِيهِ حَلَاوَةَ ذِكْرِكَ، وَأَدَاءَ شُكْرِكَ وَاحْفَظْنَا
فِيهِ بِحِفْظِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.
Ya Allah, sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan
dan jadikanlah kami mendapatkan bagian dari setiap kebaikan yang diturunkan di
dalamnya dengan kemurahan-Mu yang paling mulia, rasakanlah bagiku manisnya
mengingat-Mu, melaksanakan syukur-Mu, dan lindungilah kami di dalamnya dengan
penjagaan-Mu, wahai Yang Maha Penyayang di antara para penyayang.
[39]
“اللَّهُمَّ بَلِّغْنَا
رَمَضَانَ، يَا رَحْمَنُ يَا رَحِيمُ أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ
شَيْءٍ أَنْ تَغْفِرَ لَنَا وَتَرْحَمَنَا وَتَعْفُوَ عَنَّا اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ
عَلَيْنَا رَمَضَانَ بِالْعَفْوِ”.
“Ya Allah, sampaikan kami hingga Ramadhan, wahai Yang Maha
Pengasih lagi Maha Penyayang, aku memohon kepada-Mu dengan rahmat-Mu yang
meliputi segala sesuatu agar Engkau mengampuni kami, merahmati kami, dan
memaafkan kami. Ya Allah, sambutlah Ramadhan bagi kami dengan ampunan-Mu.”
[40]
“اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا تَبَقَّى مِنْ
شَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ، اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا صِيَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا
وَاحْتِسَابًا يَا كَرِيمُ”.
“Ya Allah, berkahilah bagi kami sisa-sisa
bulan Sya’ban dan sampaikanlah kami hingga Ramadhan. Ya Allah, karuniakanlah
kepada kami puasa Ramadhan dengan keimanan dan untuk mengharap pahala, wahai
Yang Maha Mulia.”
[41]
“يَا رَبِّ بَلِّغْنَا رَمَضَانَ وَاجْعَلْنَا
فِيهِ مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ الْقَانِتِينَ الْمُسْتَغْفِرِينَ الْمُقَرَّبِينَ،
وَاجْعَلْنَا فِيهِ مِنَ الْمُتَوَكِّلِينَ عَلَيْكَ الْفَائِزِينَ لَدَيْكَ الْمُقَرَّبِينَ
إِلَيْكَ وَزَحْزِحْنِي فِيهِ عَنْ مُوجِبَاتِ سَخَطِكَ”.
“Ya Rabb, sampaikanlah kami hingga Ramadhan
dan jadikanlah kami di dalamnya termasuk hamba-Mu yang saleh, taat, bertaubat,
dan dekat kepada-Mu. Jadikanlah kami termasuk yang bertawakal kepada-Mu,
memperoleh kemenangan di sisi-Mu, dan dekat kepada-Mu, serta jauhkanlah kami
dari sebab-sebab kemurkaan-Mu.”
[42]
“رَبِّي بَلِّغْنَا رَمَضَانَ أَيَّامًا عَدِيدَةً
وَأَعْوَامًا مُدِيدَةً، وَصَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى
آلِ بَيْتِهِ الطَّاهِرِينَ”.
“Ya Rabb, sampaikanlah kami hingga Ramadhan
dalam hari-hari yang banyak dan tahun-tahun yang panjang. Limpahkanlah
shalawat, salam, dan berkah kepada Nabi kami Muhammad dan kepada keluarga
beliau yang suci.”
[43]
“اغْفِرْ لَنَا يَا مَنَّانُ يَا رَحِيمُ وَتَقَبَّلْ
دُعَاءَنَا يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، اللَّهُمَّ اجْمَعْ عَلَى الْهُدَى
أَمْرَنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا”.
“Ampunilah kami, wahai Yang Maha Pemberi dan
Maha Penyayang, dan terimalah doa kami, wahai Yang Maha Mulia lagi Maha Mulia.
Ya Allah, satukanlah urusan kami dalam hidayah, perbaikilah hubungan di antara
kami, dan satukanlah hati-hati kami.”
[44]
“اللَّهُمَّ اجْعَلْ قُلُوبَنَا كَقُلُوبِ خِيَارِنَا،
وَاهْدِنَا سَوَاءَ السَّبِيلِ، وَأَخْرِجْنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ، وَاصْرِفْ
عَنَّا الْفَوَاحِشَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ”.
“Ya Allah, jadikanlah hati kami seperti hati
orang-orang pilihan-Mu, tuntunlah kami di jalan yang lurus, keluarkanlah kami
dari kegelapan menuju cahaya, dan jauhkanlah dari kami segala kemaksiatan, baik
yang tampak maupun yang tersembunyi.”
[45]
“يَا رَبِّ اُنْفَعْنِي فِيهِ بِمَا عَلَّمْتَنِي،
وَعَلِّمْنِي مَا يَنْفَعُنِي، وَزِدْنِي عِلْمًا، اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيهِ وَسَدِّدْنِي،
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ فِيهِ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ، عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ،
مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ، عَاجِلِهِ
وَآجِلِهِ، مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ”.
“Ya Rabb, manfaatkanlah aku di dalamnya
dengan apa yang Engkau ajarkan kepadaku, ajarkanlah aku apa yang bermanfaat
bagiku, dan tambahkanlah ilmuku. Ya Allah, tunjukilah aku di dalamnya dan
bimbinglah aku. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu di dalamnya segala kebaikan,
baik yang segera maupun yang akan datang, yang aku ketahui maupun yang tidak
aku ketahui, dan aku berlindung kepada-Mu dari segala kejahatan, baik yang
segera maupun yang akan datang, yang aku ketahui maupun yang tidak aku
ketahui.”
[46]
يا رَبِّ فِي خَيْرِ
شَهْرِ رَمَضَانَ وَخَيْرِ أَيَّامِ رَمَضَانَ تَفَضَّلْتَ فِيهَا عَلَى عِبَادِكَ،
إِن تَهْدِينِي هِدَايَةً لَا ضَلَالَ مِنْ بَعْدِهَا، وَإِن تُثَبِّتْنِي عَلَى الطَّاعَةِ
وَتَكْفِينِي بِعِزَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ الَّتِي لَا تَنْضَبُ وَلَا تَحْرِمُ مِنْهَا
أَحَدًا شَرَّ أَرْبَعٍ مُغْرِيَاتٍ لِلنُّفُوسِ: الدُّنْيَا وَالْهَوَى وَالشَّيْطَانِ
وَالنَّفْسِ، اللّهُمَّ ارْزُقْنِي حُسْنَ الْعَوْدِ.
Ya Rabb, pada bulan Ramadhan yang penuh
kebaikan dan hari-hari Ramadhan yang mulia, Engkau telah memuliakan
hamba-hamba-Mu, anugerahkanlah kepadaku petunjuk yang tidak menyesatkan
setelahnya, teguhkanlah aku dalam ketaatan, dan lindungilah aku dengan
kemuliaan dan kekuatan-Mu yang tidak pernah habis dan tidak Engkau halangi dari
siapapun, dari keempat godaan yang menimpa jiwa: dunia, hawa nafsu, setan, dan
diri sendiri. Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku kembali dengan baik.
[47]
اللّهُمَّ فِي شَهْرِكَ
الْكَرِيمِ وَسَائِرِ جَمِيعِ الْأَشْهُرِ ارْزُقْنَا إِطْعَامَ الْمَسَاكِينِ وَرَحْمَةَ
الْيَتِيمِ وَالْعَطْفَ عَلَى الْمَسَاكِينِ، وَاكْفِنَا بِعِزِّكَ الْغَلَاءِ وَالْوَبَاءِ
وَالْأَعْرَاضِ عَنْ طَاعَتِكَ، سُبْحَانَكَ أَنْتَ الْحَقُّ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ وَأَنْبِيَاؤُكَ
حَقٌّ وَجَنَّتُكَ حَقٌّ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ.
Ya Allah, pada bulan-Mu yang mulia dan semua
bulan lainnya, berikanlah kami kemampuan untuk memberi makan orang miskin,
rahmat bagi anak yatim, belas kasih bagi orang miskin, dan cukupkanlah kami
dengan kemuliaan-Mu dari kemahalan, wabah, dan segala yang menjauhkan kami dari
ketaatan-Mu. Maha Suci Engkau, Engkaulah yang benar, firman-Mu benar, para
nabi-Mu benar, dan surga-Mu benar; tiada Tuhan selain Engkau.
[47]
اللّهُمَّ بَلِّغْنَا
رَمَضَانَ، وَأَعِنَّا فِيهِ عَلَى الصِّيَامِ وَالْقِيَامِ وَفِعْلِ الْخَيْرَاتِ
وَاجْتِنَابِ الْمُحَرَّمَاتِ.
Ya Allah, sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan,
dan bantulah kami di dalamnya untuk berpuasa, shalat, melakukan kebaikan, dan
menjauhi yang haram.
[48]
اللّهُمَّ أَهِلَّهُ
عَلَيْنَا فِي أَتَمِّ الصِّحَّةِ وَالْعَافِيَةِ وَالسَّعَادَةِ وَالرِّضَا نَحْنُ
وَجَمِيعُ أَهْلِينَا وَجَمِيعُ الْمُسْلِمِينَ. اللّهُمَّ بَلِّغْنَا رَمَضَانَ، وَارْزُقْنَا
فِيهِ تِلَاوَةَ الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ وَتَدَبُّرَهُ، وَأَعِنَّا عَلَى فَهْمِهِ وَتَطْبِيقِهِ.
اللّهُمَّ بَلِّغْنَا إِيَّاهُ بُلُوغًا يُغَيِّرُ حَالَنَا إِلَى الْأَفْضَلِ، وَيُطَهِّرُ
أَنْفُسَنَا مِنَ الدَّاخِلِ.
Ya Allah, sambutlah bulan itu atas kami dalam
keadaan sehat, sejahtera, bahagia, dan ridha, bagi kami, keluarga kami, dan
semua kaum Muslimin. Ya Allah, sampaikanlah kami kepada Ramadhan, dan
anugerahkanlah kepada kami di dalamnya kemampuan membaca Al-Qur’an yang agung
dan merenungkannya, serta bantulah kami untuk memahaminya dan mengamalkannya.
Ya Allah, sampaikanlah kami kepadanya dengan cara yang mengubah keadaan kami
menjadi lebih baik dan membersihkan jiwa kami dari dalam.
[49]
اللّهُمَّ بَلِّغْنَا
إِيَّاهُ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الَّذِينَ صَامُوهُ وَقَامُوهُ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا.
اللّهُمَّ اجْعَلْهُ شَهْرَ عِزٍّ لِلْإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِينَ.
Ya Allah, sampaikanlah kami kepadanya, dan
jadikanlah kami termasuk orang yang berpuasa dan qiyam dengan iman dan
mengharap pahala-Mu. Ya Allah, jadikanlah bulan itu sebagai bulan kemuliaan
bagi Islam dan kaum Muslimin.
[50]
اللّهُمَّ اجْعَلْهُ
شَهْرًا تَسْتَقِيمُ فِيهِ حَيَاتُنَا، وَتَنْصَلِحُ فِيهِ أُمُورُنَا، وَتَرْزُقُنَا
فِيهِ كُلَّ خَيْرٍ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ.
Ya Allah, jadikanlah bulan itu bulan di mana
hidup kami tertata dengan baik, urusan kami diperbaiki, dan Engkau anugerahkan
kepada kami segala kebaikan di dunia dan akhirat.
[51]
اللّهُمَّ اجْعَلْهُ
شَهْرًا يَعُمُّ فِيهِ الْفَرَحُ وَالْأَمْنُ وَالْأَمَانُ وَصَلَاحُ الْحَالِ عَلَى
أُمَّةِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.
Ya Allah, jadikanlah bulan itu bulan di mana
kegembiraan, keamanan, keselamatan, dan kebaikan menyeluruh tercurah bagi umat
Nabi Muhammad ﷺ.
0 Komentar