Ticker

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

FATWA ULAMA TENTANG HUKUM NIFAS WANITA HAMIL KEGUGURAN

FATWA ULAMA TENTANG HUKUM NIFAS WANITA HAMIL KEGUGURAN

Di Susun oleh Abu Haitsam Fakhry

KAJIAN NIDA AL-ISLAM

----

----

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

====

FATWA ULAMA TENTANG HUKUM NIFAS WANITA HAMIL KEGUGURAN

----

PERTAMA: FATWA AL-LAJNAH AD-DAIMAH - KSA

Fatwa para Para ulama dari Komite Tetap (عُلَمَاءُ اللَّجْنَةِ الدَّائِمَةِ) Arab Saudi  mengatakan:

إِذَا كَانَ الْجَنِينُ قَدْ تَخَلَّقَ، بِأَنْ ظَهَرَتْ فِيهِ أَعْضَاؤُهُ مِنْ يَدٍ أَوْ رِجْلٍ أَوْ رَأْسٍ، حَرُمَ عَلَيْهِ جِمَاعُهَا مَا دَامَ الدَّمُ نَازِلًا إِلَى أَرْبَعِينَ يَوْمًا، وَيَجُوزُ أَنْ يُجَامِعَهَا فِي فَتَرَاتِ انْقِطَاعِهِ أَثْنَاءَ الْأَرْبَعِينَ بَعْدَ أَنْ تَغْتَسِلَ، أَمَّا إِذَا لَمْ تَظْهَرْ أَعْضَاؤُهُ فِي خَلْقِهِ فَيَجُوزُ لَهُ أَنْ يُجَامِعَهَا وَلَوْ حِينَ نُزُولِهِ، لِأَنَّهُ لَا يُعْتَبَرُ دَمَ نِفَاسٍ، إِنَّمَا هُوَ دَمٌ فَاسِدٌ تُصَلِّي مَعَهُ وَتَصُومُ.

Jika janin telah terbentuk / tercipta, dengan nampak organ-organnya dari tangan, kaki atau kepala, maka diharamkan bagi suami untuk melakukan hubungan suami istri dengannya selama darah mengalir selama empat puluh hari ( Nifas ) . Tapi itu diperbolehkan bagi suami bersetubuh dengannya dalam masa-masa terputus darahnya selama empat puluh hari setelah dia mandi.

Tetapi jika organ tubuh Janin nya masih belum nampak pada ciptaannya, maka diperbolehkan bagi suami untuk berhubungan dengannya meskipun baru saja terjadi keguguran , karena itu adalah tidak dianggap darah nifas ( bukan darah pasca persalinan ) , melainkan darah faasid / buruk , yang dengannya wanita tsb tetap wajib sholat dan berpuasa.

[ "فَتَاوَى اللَّجْنَةِ الدَّائِمَةِ " (5/422, 423)]

----

KEDUA : FATWA SYEIKH BIN BAZ

Syekh Abdul Aziz bin Baz – rahimahullah- berkata:

إِذَا أَسْقَطَتِ الْمَرْأَةُ مَا تَبَيَّنَ فِيهِ خَلْقُ الْإِنْسَانِ مِنْ رَأْسٍ أَوْ يَدٍ أَوْ رِجْلٍ أَوْ غَيْرِ ذٰلِكَ فَهِيَ نُفَسَاءُ لَهَا أَحْكَامُ النِّفَاسِ، فَلَا تُصَلِّي وَلَا تَصُومُ وَلَا يَحِلُّ لِزَوْجِهَا جِمَاعُهَا حَتَّى تَطْهُرَ أَوْ تُكْمِلَ أَرْبَعِينَ يَوْمًا، وَمَتَى طَهُرَتْ لِأَقَلَّ مِنْ أَرْبَعِينَ وَجَبَ عَلَيْهَا الْغُسْلُ وَالصَّلَاةُ وَالصَّوْمُ فِي رَمَضَانَ، حَلَّ لِزَوْجِهَا جِمَاعُهَا...

أَمَّا إِذَا كَانَ الْخَارِجُ مِنَ الْمَرْأَةِ لَمْ يَتَبَيَّنْ فِيهِ خَلْقُ الْإِنْسَانِ بِأَنْ كَانَ لَحْمَةً وَلَا تَخْطِيطَ فِيهِ أَوْ كَانَ دَمًا: فَإِنَّهَا بِذٰلِكَ تَكُونُ لَهَا حُكْمُ الْمُسْتَحَاضَةِ لَا حُكْمَ النِّفَاسِ وَلَا حُكْمَ الْحَائِضِ، وَعَلَيْهَا أَنْ تُصَلِّيَ وَتَصُومَ فِي رَمَضَانَ وَتَحِلُّ لِزَوْجِهَا... لِأَنَّهَا فِي حُكْمِ الْمُسْتَحَاضَةِ عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ.

“Jika seorang wanita terjadi keguguran , keluar sesuatu yang tampak dalam bentuk manusia seperti kepala, tangan, laki-laki, dll, maka dia dalam keadaan nifas dan memiliki ketentuan nifas, dia tidak boleh shalat atau puasa dan tidak halal bagi suaminya untuk berhubungan badan dengan dia sampai dia suci atau menyelesaikan empat puluh hari .

Dan ketika dia suci kurang dari empat puluh, maka dia harus mandi, sholat dan puasa di bulan Ramadhan . Suaminya melakukan hubungan jimak ...

Tetapi jika janin yang luar dari wanita itu tidak menunjukkan bentuk manusia, seperti keluar daging yang tidak ada garis-garis yang membentuk di dalamnya, atau itu tidak ada darah, maka baginya terkena hukum Istihaadhah, bukan hukum pendarahan nifas atau dan bukum yang sedang haid. Dan dia harus shalat dan puasa di bulan Ramadhan dan itu dibolehkan bagi suaminya untuk melakukan hubungan ... karena dia dalam hukum wanita yang sedang istihadhah menurut pendapat para ulama” .

[“فَتَاوَى إِسْلَامِيَّةٌ” (1/243)].

---

KETIGA : FATWA SYEIKH AL-UTSAIMIN

Syekh Ibnu Utsaimin – rhimahullah- berkata:

قَالَ أَهْلُ الْعِلْمِ: إِنْ خَرَجَ وَقَدْ تَبَيَّنَ فِيهِ خَلْقُ إِنْسَانٍ، فَإِنَّ دَمَهَا بَعْدَ خُرُوجِهِ يُعَدُّ نِفَاسًا، تَتْرُكُ فِيهِ الصَّلَاةَ وَالصَّوْمَ، وَيَتَجَنَّبُهَا زَوْجُهَا حَتَّى تَطْهُرَ، وَإِنْ خَرَجَ وَهُوَ غَيْرُ مُخَلَّقٍ، فَإِنَّهُ لَا يُعْتَبَرُ دَمَ نِفَاسٍ، بَلْ هُوَ دَمُ فَسَادٍ لَا يَمْنَعُهَا مِنَ الصَّلَاةِ وَلَا مِنَ الصِّيَامِ وَلَا مِنْ غَيْرِهِمَا.

قَالَ أَهْلُ الْعِلْمِ: وَأَقَلُّ زَمَنٍ يَتَبَيَّنُ فِيهِ التَّخْطِيطُ وَاحِدٌ وَثَمَانُونَ يَوْمًا...

“Para ahli ilmu berkata: Jika keluar dan terlihat bentuk manusia di dalamnya, maka darahnya setelah keluarnya dianggap nifas, di mana dia harus meninggalkan shalat dan puasa dan suaminya harus menghindarinya sampai dia menjadi suci.

Jika keluarnya dalam keadaan belum terbentuk, maka itu tidak dianggap darah nifas, melainkan darah fasad / rusak yang tidak menghalanginya untuk shalat, puasa, atau yang lainnya.

Orang-orang berilmu berkata: Minimal Waktu yang membuat janin nampak jelas terbentuk adalah delapan puluh satu hari...

[“فَتَاوَى الْمَرْأَةِ الْمُسْلِمَةِ” (1/304, 305)].

Wallahu a’lam

  

Posting Komentar

0 Komentar