MUKJIZAT AL-QURAN TENTANG ADANYA API DALAM LAUTAN
SESUAI FAKTA ILMIYAH
Di Susun Oleh Abu Haitsam Fakhry
KAJIAN NIDA AL-ISLAM
DAFTAR ISI:
- PENDAHULUAN
- DALIL SYAR’I YANG MENUNJUKKAN ADANYA API DALAM LAUTAN
- KUTIPAN DARI TAFSIR
IBNU JARIR ATH-THOBARY :
- MUNCULNYA FENOMENA ALAM YANG TAK TERDUGA
- BUKTI PENEMUAN ILMIAH ADANYA API DI BAWAH DASAR LAUTAN
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
===***===
PENDAHULUAN
Seiring dengan
pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, berbagai fenomena alam
yang sebelumnya dianggap mustahil kini berhasil dijelaskan melalui penelitian
ilmiah. Salah satu di antaranya adalah fenomena adanya api dan aliran lava di
dasar laut.
Jika ditinjau secara
sepintas, fenomena ini tampak bertentangan dengan logika karena melibatkan dua
unsur yang saling berlawanan, yaitu api dan air. Air dikenal sebagai unsur yang
dapat memadamkan api, sehingga keberadaan aktivitas vulkanik di dasar laut
sering kali menimbulkan tanda tanya.
Namun, penelitian
geologi modern membuktikan bahwa aktivitas vulkanik di bawah permukaan laut
merupakan fenomena yang nyata. Di berbagai kawasan dasar samudra terdapat
retakan kerak bumi yang menjadi jalur keluarnya magma dari lapisan mantel bumi.
Magma tersebut mengalir dalam bentuk lava bersuhu sangat tinggi meskipun berada
di lingkungan yang dikelilingi oleh air laut. Kondisi ini terjadi karena suhu
lava jauh lebih tinggi daripada kemampuan air laut untuk mendinginkannya secara
seketika.
Sebagaimana
dilaporkan oleh Detikinet.com, ahli geologi asal Rusia, Anatol Sbagovich,
bersama ilmuwan asal Amerika Serikat, Yuri Bagdanov, melakukan penelitian
terhadap kerak bumi dan patahan geologi di dasar laut lepas pantai Miami. Dalam
penelitian tersebut, mereka menemukan adanya api dan aliran lava cair
yang disertai abu vulkanik dengan suhu mencapai sekitar 231 derajat Celsius.
Temuan ini semakin memperkuat bukti ilmiah bahwa aktivitas api vulkanik di
dasar laut benar-benar terjadi dan merupakan bagian dari dinamika geologi bumi
(Detikinet.com, 21 April 2021).
===***===
DALIL SYAR’I YANG MENUNJUKKAN ADANYA API DALAM LAUTAN
Adapun dalil yang
menunjukan adanya nyala api dalam lautan, adalah sbb :
Pertama :
Allah SWT
berfirman:
﴿وَالطُّوْرِۙ . وَكِتٰبٍ مَّسْطُوْرٍۙ . فِيْ
رَقٍّ مَّنْشُوْرٍۙ . وَّالْبَيْتِ الْمَعْمُوْرِۙ . وَالسَّقْفِ الْمَرْفُوْعِۙ .
وَالْبَحْرِ الْمَسْجُوْرِۙ﴾
"(1). Demi gunung
(Sinai), (2). dan kitab yang ditulis, (3). pada lembaran terbuka, (4). demi Baitul Ma'mur
(Kakbah), (5). demi atap yang ditinggikan (langit), (6) dan demi laut yang di
dasarnya ada nyala api." [QS At-Tur Ayat 1–6].
Makna : سَجَرَ – يَسْجُر – سَجْرا : menyalakan , mengisi , memenuhi , meluap , menuangkan dan
mengirimkan ".
Begitu pula makna : سَجَّرَ – تَسْجِيْراً : menyalakan . Contoh : سَجَّرَ التَّنُّوْر : menyalakan tungku api.
Untuk memperkuat
makna al-Masjuur adalah api yang menyala , Allah SWT berfirman dalam surat
Ghofir tentang adzab bagi para penghuni Neraka :
﴿فِي الْحَمِيمِ ثُمَّ فِي النَّارِ
يُسْجَرُونَ﴾
"Ke dalam air yang
sangat panas, kemudian mereka dibakar dalam api". [ QS. Ghofir : 72]
Dan Rokok dalam bahasa
arabnya adalah : السِّيْجَارَة
Kedua :
Firman Allah SWT
:
﴿ وَإِذَا الْبِحَارُ سُجِّرَتْ ﴾
Artinya : " dan apabila lautan dijadikannya menyala". [
QS. At-Takwiir : 6]
Ketiga :
Firman-Nya :
﴿ وَإِذَا الْبِحَارُ فُجِّرَتْ ﴾
Artinya : " dan apabila lautan dijadikannya meletus [ QS. Al-Infitar:
3 ]
Makna : " فَجَّرَ
– يُفَجِّر – تَفْجِيْرا " : menjadi meluap,
menyembur, menyemprot, meletus, meledak, menghancurkan .
Keempat :
Ada sebuah hadits, namun secara
sanad tidak shahih, yaitu : Hadits Abdullah bin 'Amr,
bahwa Nabi ﷺ bersabda :
«إِنَّ تَحْتَ الْبَحْرِ نَارًا، وَتَحْتَ النَّارِ
بَحْرًا».
" Sesungguhnya di bawah laut ada api, dan di bawah api ada
laut".
[HR. Bukhori dalam
at-Taarikh al-Kabiir 2/104 , sebagaimana
di sebutkan al-Baihaqi dalam as-Sunan al-Kubro 4/337 , an-Nawawi dalam
al-Majmu' 7/85 dan Ibnu al-Mulaqqin dalam al-Badrul Munir 6/30 .
Dan Mereka sepakat
bahwa hadits tersebut tidak shahih .
KUTIPAN DARI TAFSIR IBNU JARIR ATH-THOBARY :
Al-Imam Ibnu Jariir
ath-Thobari dalam Tafsirnya menafsiri firman Allah :
﴿وَالْبَحْرِ الْمَسْجُورِ﴾
" Dan demi laut yang di dasarnya ada nyala api."
Ibnu Jariir
rahimahullah berkata :
اخْتَلَفَ أَهْل التَّأْوِيل فِي
مَعْنَى الْبَحْر الْمَسْجُور ، فَقَالَ بَعْضهمْ الْمُوقَد وَتَأَوَّلَ ذَلِكَ :
وَالْبَحْر الْمُوقَد الْمُحْمَى.
ذِكْرُ مَنْ قَالَ ذَلِكَ :
Para ahli takwil
[tafsir] berbeda pendapat tentang makna "الْبَحْرِ
الْمَسْجُورِ" : Dan sebagian dari mereka
mengatakan : laut yang terdapat perapian, dan menafsirkannya bahwa: dan laut
yang terdapat perapian yang memanaskan .
Berikut ini
penyebutan siapa saja orang yang mengatakannya :
25012 - حَدَّثَنِي يَعْقُوب , قَالَ : ثنا
ابْن عُلَيَّة , عَنْ دَاوُدَ , عَنْ سَعِيد بْن الْمُسَيِّب , قَالَ : قَالَ
عَلِيّ رَضِيَ اللَّه عَنْهُ لِرَجُلٍ مِنَ الْيَهُود : أَيْنَ جَهَنَّم ؟ فَقَالَ
: الْبَحْر , فَقَالَ : مَا أَرَاهُ إِلَّا صَادِقًا ، ﴿وَالْبَحْر الْمَسْجُور ﴾ ﴿وَإِذَا
الْبِحَار سُجِرَتْ﴾ مُخَفَّفَة .
25012 : Ya'qub memberi
tahu saya, dia berkata: Ibn Aliyah meriwayatkan kepada kami, dari Dawud, dari
Sa'iid bin Al-Musayyib, dia berkata:
Ali bin Abu Thalib radhiyallau
'anhu berkata kepada seorang pria Yahudi : " Di manakah neraka Jahannam ?".
Maka dia berkata : "Laut".
Lalu dia [ Ali] berkata
: " Aku tidak melihatnya kecuali dia adalah orang yang jujur , [ karena
Allah berfirman ] : ﴿
وَالْبَحْر الْمَسْجُور ﴾ artinya : dan laut yang
di dalam dasarnya ada api". Dan Allah berfirman : ﴿
وَإِذَا الْبِحَار سُجِرَتْ ﴾ artinya : " dan
ketika lautan dinyalakan api ". Di baca tanpa taysdid".
25013 - حَدَّثَنِي ابْن حُمَيْد , قَالَ : ثنا
يَعْقُوب , عَنْ حَفْص بْن حُمَيْد , عَنْ شِمْر بْن عَطِيَّة , فِي قَوْله : ﴿وَالْبَحْر
الْمَسْجُور﴾ قَالَ
: بِمَنْزِلَةِ التَّنُّور الْمَسْجُور
25013 - Ibnu Humaid
memberi tahu saya, dia berkata: Ya'qub meriwayatkan kepada kami, dari Hafs bin
Humaid, dari Syimr bin Athiyyah , tentang firman-Nya: ﴿
وَالْبَحْر الْمَسْجُور﴾ ,
dia berkata : sama kedudukannya dengan dapur api yang dinyalakan ".
25014 - حَدَّثَنِي مُحَمَّد بْن عَمْرو ,
قَالَ : ثنا أَبُو عَاصِم , قَالَ : ثنا عِيسَى ; وَحَدَّثَنِي الْحَارِث . قَالَ
: ثنا الْحَسَن , قَالَ : ثنا وَرْقَاء جَمِيعًا , عَنِ ابْن أَبِي نَجِيح , عَنْ
مُجَاهِد ﴿ وَالْبَحْر الْمَسْجُور ﴾ قَالَ : الْمُوقَد .
25014 - Muhammad bin Amr
memberi tahu saya, dia berkata: Abu Ashim memberi tahu kami, dia berkata: Issa
memberi tahu kami; Al-Harith memberitahuku. Dia berkata: Al-Hassan
meriwayatkannya, dia berkata: Warqaa meriwayatkan semuanya, dari Ibn Abi Najih,
dari Mujahid :
Tentang makna ﴿ وَالْبَحْر الْمَسْجُور ﴾ dia
berkata : " Yang dinyalakan api ".
25015 - حَدَّثَنِي يُونُس , قَالَ :
أَخْبَرَنَا ابْن وَهْب , قَالَ : قَالَ ابْن زَيْد , فِي قَوْله : ﴿ وَالْبَحْر
الْمَسْجُور ﴾ . قَالَ : الْمُوقَد , وَقَرَأَ قَوْل اللَّه تَعَالَى : ﴿ وَإِذَا
الْبِحَار سُجِّرَتْ ﴾ قَالَ : أُوقِدَتْ
.
25015 - Yunus memberi tahu
saya, dia berkata: Ibn Wahb memberi tahu kami, dia berkata: Ibn Zaid berkata, tentang
firman-Nya : ﴿ وَالْبَحْر الْمَسْجُور ﴾ , dia berkata : yang dinyalakan api. Dan
dia membacakan firman Allah Ta'ala : ﴿
وَإِذَا الْبِحَار سُجِّرَتْ ﴾ Dia berkata: artinya
" Dan ketika lautan dinyalakan"".
Selesai kutipan dari Ibnu Jariir ath-Thobari dalam Tafsirnya
[21/569]
MUNCULNYA FENOMENA ALAM YANG TAK TERDUGA
Tidak heran jika
Al-Quran menjadi sumber dari segala sumber pengetahuan. Sebab di dalamnya
terdapat hal-hal yang istimewa dan menakjubkan. Bahkan penemuan-penemuan hebat
yang sekarang ini digalakkan para ilmuwan modern sejatinya telah disinggung
dalam Al-Quran.
Salah satu contohnya
fenomena api yang terdapat di dalam lautan. Di dalam Al-Quran disebutkan
terkait hal tersebut, meski sebagian mufasir memaknainya dengan peristiwa yang
akan terjadi pada hari kiamat. Namun sebagian yang lain menganggap fenomena itu
terdapat di lautan bumi sebagaimana disebutkan dalam Tafsir Kementerian Agama.
Benar saja, hal tersebut terbukti dengan penemuan yang ada
bahwa di dasar laut yang dalam juga terdapat api dan ditemukan lava cair yang
mengalir disertai abu vulkanik yang suhunya mencapai 231 derajat celcius.
Dari waktu ke waktu
api itu naik ke atas laut yang tampak pada waktu gempa dan pada waktu gunung
berapi meletus; seperti gunung berapi Visofius yang meletus di Italia pada
tahun 1909 M yang telah menelan kota Mozaina, dan gempa ini yang telah terjadi
di Jepang pada tahun 1952 M yang memusnahkan kota-kotanya sekaligus. Menurut
Jumhur bahwa yang dimaksud dalam ayat ini ialah laut bumi.
===****====
BUKTI PENEMUAN ILMIAH ADANYA API DI BAWAH DASAR LAUTAN
===
PERTAMA
DR. Husni Hamdan Ad-Dasuqi
dalam artikel "الْبَحْرُ
الْمَسْجُورُ إِعْجَازٌ عِلْمِيٌّ لِلْقُرْآنِ الْكَرِيمِ"
menjelaskan :
" Sejak awal
tahun enam puluhan abad kedua puluh sains mengetahui bahwa dasar laut tertutup
lahar (dengan api). Hal yang menakjubkan adalah penyebutan Al-Qur'an
tentang karakter yang tidak terpisahkan dari lautan, yaitu perapian yang menyala .
Al-Qur’an adalah
satu-satunya referensi yang memperkenalkan tentang samudera lautan sejak lebih
dari 1400 tahun yang lalu bahwa ia adalah lautan yang terdapat api yang menyala,
artinya siap untuk menyala.
Dan jika Al-Qur'an
telah menggambarkan kondisi lautan di akhirat bahwa ia akan diletuskan ﴿ وَإِذَا الْبِحَارُ فُجِّرَتْ ﴾ artinya : " dan apabila lautan dijadikan meletus "
[Al-Infitar: 3], lalu ia akan menyala-nyala ﴿ وَإِذَا
الْبِحَارُ سُجِّرَتْ ﴾ artinya
: "Dan apabila lautan dijadikan menyala" [ Al-Takwir: 6].
Akan tetapi gambaran
lautan samudera di dunia bahwa di dalam nya api menyala , maka itu hanya terdapat
dalam sumpah Qur'aani , yaitu dalam firman-Nya: ﴿ وَالْبَحْرِ
الْمَسْجُورِ ﴾ artinya: Demi lautan yang
terdapat nyala api".
Ini benar-benar
sumpah Al-Qur'an yang agung dan luar biasa. Jika para ahli tafsir berbeda
dalam memahami makna ayat tersebut, maka dapat dipastikan untuk saat ini mereka
akan menyatakan bahwa ayat tersebut dikhususkan untuk lautan alam dunia.
Dan Laut Mediterania
bukanlah samudera jika dibandingkan dengan Laut Merah yang ia merupakan samudera.
Dan juga laut merah adalah samudera yang terlahir melekat dengan lembah yang longsor
menenggelamkan segala sesuatu yang ada diatasnya di Afrika Timur.
Allah SWT berfirman
:
﴿وَالطُّوْرِۙ . وَكِتٰبٍ مَّسْطُوْرٍۙ . فِيْ
رَقٍّ مَّنْشُوْرٍۙ . وَّالْبَيْتِ الْمَعْمُوْرِۙ . وَالسَّقْفِ الْمَرْفُوْعِۙ .
وَالْبَحْرِ الْمَسْجُوْرِۙ﴾
"(1). Demi gunung
(Sinai), (2). dan kitab yang ditulis, (3). pada lembaran terbuka, (4). demi Baitul Ma'mur
(Kakbah), (5). demi atap yang ditinggikan (langit), (6) dan demi laut yang di
dasarnya ada nyala api." [QS At-Tur Ayat 1–6].
Ilmu
pengetahuan telah membuktikan sejak tahun 1962 M bahwa dasar laut itu mengembang
dari tengahnya, dan pemuaian laut merupakan ciri yang lazim menyertai lautan
dunia saat ini. Dan samudera yang paling baru terbentuk adalah Laut Merah, yang
disebut samudera baru lahir ( BABY SAMUDERA = BABY OCEAN ).
Sejak awal
pertumbuhannya, bagian bawah Laut Merah mengembang terus menerus. Dan laju
pemuaian tahunannya saat ini adalah 4-6 cm. Yang diketahui dari pengamatan
adalah bahwa lahar naik dari bawah laut, dari tempat laut mengembang, mendingin
dan membentuk dasar laut.
Laut Merah dahulunya
tidak ada, dan tanah bangsa Arab dan tanah Afrika dulunya merupakan satu
kesatuan yang membentuk daratan yang disebut Tanah Arab Nubia [الأرْضُ العَرَبِيَّةُ النُّوْبِيَّة], kemudian tanah tersebut tergerus melalui garis yang memanjang
bersejajar dengan tengah arus Laut Merah yang sekarang .
Lalu bumi meluas
dari tempat ini, dan retak, lalu longsor mulai membesar sedikit demi sedikit,
dan itu disertai dengan penurunan tanah, dan cekungannya terhubung ke
permukaannya, dan lahar naik dari bagian dalam bumi, dan lahar mendingin
menjadi bagian pertama dari dasar laut, dan momen itu menjadi saksi lahirnya
lautan.
Sejak saat itu, laut
terus mengembang dari tengahnya, dan sejak saat itu lahar tidak berhenti, dan dalam
dasar laut terdapat api yang menyala dari tengahnya.
Perlu dicatat bahwa
Al-Qur'an mendahului sains modern dalam membedakan antara laut dan samudera,
yang airnya asin. Maka Lautan Samudera tentu saja dengan pasti merupakan
lautan yang terdapat api di bawah dasarnya yang membentang dari
tengahnya.
Dengan demikian,
Laut Merah adalah samudera yang paling akhir terbentuk dari dua samudera di
bumi . Karena di laut merah terdapat api yang menyala di bawah dasarnya,
sedangkan Laut Tengah, misalnya, bukanlah samudera karena tidak membentang dari
tengahnya.
Dan demikianlah ,
sebuah pintu terus-menerus terbuka selama pertumbuhan dasar laut masih menghubungkan bagian dalam bumi dengan
permukaannya, dan pintu itu tidak lain adalah celah belahan di tengah laut
(Gbr. 1-26).
Sejak terciptanya
lautan, celah belahan itu telah mengembang dan meluas dengan kadar tertentu,
dan pintu itu tidak akan tertutup kecuali jika kedua tepi celah belahan itu telah
saling berdekatan .
Oleh karena itu, Ali
bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu mendahului para ulama saat ini ketika beliau membenarkan
jawaban orang Yahudi yang mengatakan : " Neraka Jahanam adalah laut".
Dan Laut tidak akan
meluas kecuali jika ada api menyala di tengah dasar nya.
Situasi dan kondisi
lautan adalah apa yang digambarkan oleh para pakar tafsir bahwa ia didalamnya terdapat
nyala api yang memanaskan dengan cara yang sama seperti halnya dapur / tungku api
yang menyala.
Dan susunan bebatuan
di dasar lautan itu , pembangunnanya mirip seperti kedua telapak tangan yang terbentang
saling berjauhan dengan terus-menerus. Dan jarak antara kedua telapak tangan
yang berjauhan itu menggambarkan sebuah lokasi di dasar laut yang terus-menerus
mengembang.
Dan awal mula
penemuan perluasan bumi dari dasar laut ke sekitarnya , itu dari hasil dari hipotesis
yang diasumsikan oleh Vine-Matthews pada tahun 1963 ( Vine-Matthews
Hypothesis, 1963 ) atas dasar pembentukan dasar laut dari pita-pita
magnet tua yang saling polar dan sama umurnya di kedua sisi tengah lautan, maka
pemuaian dasar laut di tengah-tengahnya merupakan fakta yang pasti dan
meyakinkan .
Gambar 1-26: Hipotesis Finn Matthews pada tahun 1963, yang menjadi
kenyataan, tentang perluasan bumi dari tengah samudera dan merupakan punggung
bukit di tengah samudera
Referensi ilmiah
tentang lautan yang terdapat nyala api di bawah dasarnya ini sungguh akan
menjadi jelas dalam sumpah Qur'aani tentang celah retakan bumi.
Benar apa yang
dikatakan Ahli Tafsir makna Al-Qur'an ketika dia mentakwil kata "
Al -Masjuur " dengan cara yang menunjukkan perluasan dan
pengembangan dalam firman Allah:
﴿ وَالْبَحْرِ الْمَسْجُورِ ﴾
And by the Ocean filled with swell = Dan
di tepi Samudera yang dipenuhi gelombang besar.
Oleh karena itu,
penjelasan yang paling akurat tentang lautan adalah apa yang ada di dalam
Al-Qur'an, yaitu laut yang terdapat api yang menyala .
Fakta yang
terkonfirmasi adalah bahwa di dasar laut itu terdapat api yang menyala. Dan dalilnya
adalah bubungan [benjolan seperti punggung bukit] di tengah dasar samudera (Gambar.
1-28).
Kisah penemuan BUBUNGAN
atau tepian di tengah lautan berawal dari periode pasca-Perang Dunia II, ketika
para ahli kelautan dapat membaca peta topografi dasar laut, dan betapa kagumnya
para ilmuwan serta mengejutkannya ketika mereka menemukannya rantaian
pegunungan yang membentang dari utara ke selatan Samudera Atlantik bersejajar di
sepanjang tengah lautan.
Penemuan rantaian
itu adalah hal yang aneh, sementara diperkirakan bahwa dasarnya akan lebih
dalam dari tengah dasar laut, akan tetapi kita menemukan bahwa dasarnya miring
dari penurunan dan naik membentuk sesuatu seperti perisai .
Dan Hal yang sangat
menarik adalah keberadaan rantai gunung itu di semua samudera di dunia. Dan
analogi terdekat baginya, itu adalah "benjolan" yang memanjang di
tengah-tengah dasar lautan, mengelilingi bola dunia . Dan panjangnya rantaian
itu lebih dari 80.000 km, dan lebarnya lebih dari 1.500 km . Dan dasar samudera
meninggi setinggi dua atau tiga meter, dan menutupi sekitar 20% permukaan bumi
di dasar laut saat ini (Gambar. 1-29).
Betapa bagusnya apa
yang dilakukan para ahli Tafsir ! Ini dia , al-Imam Al-Qurtubi dalam
Al-Jami' li'Ulum Al-Qur'an tentang Bubungan . Ketika menafsirkan Surah ((Qaaf))
dia mengatakan:
"وَاخْتَلَفَ الْمُفَسِّرُونَ فِي مَعْنَى
﴿ق﴾ مَا هُوَ؟ فَقَالَ ابْنُ زَيْدٍ، وَعِكْرِمَةُ، وَالضَّحَّاكُ: هُوَ جَبَلٌ مُحِيطٌ
بِالْأَرْضِ مِنْ زُمُرُّدَةٍ خَضْرَاءَ، اخْضَرَّتِ السَّمَاءُ مِنْهُ، وَعَلَيْهِ
طَرَفَا السَّمَاءِ، وَالسَّمَاءُ عَلَيْهِ مُقَبَّبَةٌ، وَمَا أَصَابَ النَّاسَ مِنْ
زُمُرُّدٍ كَانَ مِمَّا تَسَاقَطَ مِنْ ذَلِكَ الْجَبَلِ. وَرَوَاهُ أَبُو الْجَوْزَاءِ
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ".
[Dan para penafsir berbeda
pendapat tentang makna ((Qaaf)) apa itu?
Ibnu Zaid, Ikrimah
dan Ad-Dahhak mengatakan: Ini adalah gunung yang mengelilingi bumi dari zamrud
hijau, dan langit menjadi hijau darinya, dan di atasnya ada dua ujung langit
dan langit ada di atasnya. Dan apa yang orang-orang dapatkan dari zamrud , itu berasal
dari apa yang jatuh dari gunung-gunung itu . Dan itu diriwayatkan oleh Abu
Al-Jawza dari Abdullah bin Abbas].
Yang benar adalah
bahwa Bubungan [punggung bebukitan] di tengah lautan benar-benar mengelilingi
bumi dan terbentuk dari tumpukan bebatuan basal [صُخُورُ
الْبَازَلْت] yang dalam yang komposisinya didominasi
oleh mineral piroksen yang berwarna hijau.
Gambar 1-27: Punggung Tengah Atlantik
Hal yang paling menakjubkan
adalah rantaian ini dibelah oleh lembah longsoran kecil cekung yang dalam bentuk
parit-parit sedalam 1-2 km dan lebar beberapa kilometer.
Tercatat ada retakan-retakan
di dasar lembah yang cekung , yang darinya basal [الْبَازَلْت] mengalir dan memenuhi isi dasar lembah.
Lembah yang cekung
menggambarkan tepian yang menjauhkan antara dua potong [seperti lembaran papan]
dari potongan-potongan pembungkus batu besar . Di lokasi yang dihasilkan dari
divergensi dua bagian yang berdekatan, adalah dasar laut terdapat nyala api
(lava). Laut bukanlah laut kecuali jika kondisinya terdapat api yang
menyala .
Mahasuci Allah, yang
telah bersumpah dengan laut, yang menggambarkannya sambil bersumpah :
﴿ وَالْبَحْرِ الْمَسْجُورِ ﴾
“Demi
Laut yang terdapat api menyala di bawah dasarnya”
Dan belum ada
penemuan bahwa dasar laut terbelah di tengahnya dari para ilmuwan Prancis dan
Amerika kecuali pada tahun 1974 M , dengan menggunakan kapal selam , dalam penelitian
kecil itu mereka mampu menyelam bersama di lembah yang pernah longsor tenggelam
di Samudera Atlantik.
Dan sungguh lautan benar-benar
akan ada api yang menyala dan meletus , seperti yang telah kabarkan Al-Qur'an
tentang lautan menjelang datang Hari Kiamat :
﴿ وَإِذَا الْبِحَارُ سُجِّرَتْ ﴾
Artinya : " dan apabila lautan dijadikannya menyala". [
QS. At-Takwiir : 6]
Dan Firman-Nya :
﴿ وَإِذَا الْبِحَارُ فُجِّرَتْ﴾
Artinya : " dan
apabila lautan dijadikannya meletus". [ QS. Al-Infitar: 3 ]
Pada saat itu bumi
akan menjulurkan gelombang dari tengah dasar laut, dan lahar akan naik muncul
darinya, maka laut akan terpenuhi dengan api, dan pada saat itu laut nampak
menyala, dan laut akan terbentang dari tengah-tengahnya, dan beban-beban dalam
bumi akan keluar, dan pada saat itu lautan akan meledak.
Dan sungguh firman
Yang Maha Tinggi benar-benar terbukti :
﴿وَإِذَا الْأَرْضُ مُدَّتْ (3) وَأَلْقَتْ
مَا فِيهَا وَتَخَلَّتْ (4) وَأَذِنَتْ لِرَبِّهَا وَحُقَّتْ (5)﴾
Artinya : “Dan apabila bumi
diratakan, dan memuntahkan apa yang ada di dalamnya dan menjadi kosong, dan
patuh kepada Tuhannya, dan sudah semestinya bumi itu patuh, (pada waktu itu
manusia akan mengetahui akibat perbuatannya)”. [ Al-Insyiqoq:
3-5].
Gambar-8:
Bentangan Tanah Timbul dari bagian tengah dasar laut
Gambar
(1-28): Tanah timbul yang membentang terus menerus dari tengah dasar laut
adalah laut yang ada nyala api di bawahnya .
[Sumber : الْبَحْرُ
الْمَسْجُورُ إِعْجَازٌ عِلْمِيٌّ لِلْقُرْآنِ الْكَرِيمِ
Karya Dr. Husni Hamdan Ad-Dasuqi Hamaamah . Diterjemahkan oleh Abu Haitsam
Fakhri ]
KEDUA :
Kutipan dari
" FAKTA ILMIAH TENTANG API DALAM AL-QUR'AN SURAH AT-THUR AYAT 6"
Karya Fahmi Randa Siregar :
" Laut Merah
misalnya, merupakan laut terbuka yang banyak mengalami guncangan gunung berapi
secara keras sehingga sedimen dasar laut ini pun kaya dengan beragam jenis
barang tambang. Atas dasar pemikiran ini, dilakukanlah proyek bersama
antara Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia, Sudan, dan salah satu negara Eropa
untuk mengeksploitasi beberapa kekayaan tambang yang menggumpal di dasar Laut
Merah.
Kapal-kapal proyek
ini melempar barang tambang stapler untuk mengumpulkan sampel tanah dasar Laut
Merah tersebut. Stapler pengeruk sampel tanah itu diangkat dalam batang
air yang ketebalannya mencapai 3.000 m. Dan jika stapler sampai ke
permukaan kapal, tidak ada yang berani mendekat karena sangat
panasnya. Begitu dibuka, maka keluarlah tanah dan uap air panas yang
suhunya mencapai 3.000 derajat Celcius. Dengan demikian, sudah terbukti
secara nyata di kalangan ilmuwan kontemporer, bahwa ledakan gunung berapi di
atas dasar setiap samudera dan dasar sejumlah lautan jauh melebihi ledakan
vulkanik serupa yang terjadi di daratan.
Terbukti pula dengan
beragam dalil dan bukti bahwa semua udara yang ada di bumi dikeluarkan oleh
Allah SWT dari dalam bumi melalui ledakan-ledakan vulkanik dari setiap moncong
gunung api.
Kemudian terbukti
pula dengan beragam dalil dan bukti bahwa semua udara yang ada di bumi
dikeluarkan oleh Allah SWT dari dalam bumi melalui ledakan-ledakan vulkanik
dari setiap moncong gunung api. Pecahan-pecahan lapisan batu bumi menembus
lapisan ini hingga kedalaman tertentu mampu mencapai lapisan lunak
bumi. Di dalam lapisan lunak bumi dan lapisan bawahnya, magma vulkanik
menyimpan udara yang puluhan kali lipat lebih banyak dibandingkan debit air
yang ada di permukaan bumi.
Dari sini
tampaklah kehebatan hadits Nabi ﷺ ini yang menetapkan sejumlah
fakta-fakta bumi yang mencengangkan dengan sabda: "Sesungguhnya di
bawah lautan ada api dan di bawah api ada lautan." [ SELESAI ]
====
KETIGA :
Berikut ini kutipan dari TRIBUN-TIMUR.COM – :
" Sebuah video
unik baru saja didapatkan oleh pakar teknik kelautan Brennan Phillips bersama
timnya yang melakukan ekspedisi pada tahun 2015 ini.
Ketika Brennan
Philips mengirim instrumen kameranya ke kedalaman 45 meter di bawah Laut
Kavachi, mereka terkejut dengan dengan adanya jenis Sleeper Shark yang
berenang di area gunung api.
Keterkejutan
Phillips dan tim, hiu itu bisa hidup dan bersantai di lingkungan yang jauh
lebih panas dan asam.
"Hewan-hewan
besar itu hidup di lingkungan yang jauh lebih panas dan asam, dan mereka
bersantai-santai di sana," ungkap Phillips seperti
dikutip Kompas dari National Geographic, Kamis (9/7/2015).
Kavachi merupakan
gunung berapi yang ada di perairan dangkal dekat Pulau Vanungu. Gunung yang
juga dikenal sebagai Rejo te Kvachi atau Oven Kavachi itu merupakan salah satu
gunung api paling aktif di pasifik.
Gunung api seperti
Kavachi inilah yang membuktikan kebenaran Alquran, ketika 14 abad yang lalu
telah menyebutkan adanya api di bawah laut.
﴿وَالْبَحْرِ الْمَسْجُورِ﴾
"Dan Demi laut, yang di dalam tanahnya ada api."
(QS: At-Thuur: 6)
Selama berabad-abad,
banyak yang mengira tidak mungkin ada api di dalam laut karena api pasti akan
padam terkena air laut.
Namun ternyata sains
menemukan adanya gunung-gunung api di bawah laut.
Pada video yang
lain, secara jelas terlihat pijaran api di bawah laut.
Misalnya pada 1.750
kilometer di lepas pantai Miami.
Dua ahli geologi
berkebangsaan Rusia, Anatol Sbagovich dan Yuri Bagdanov bersama rekannya
ilmuwan Amerika Serikat (AS), Rona Clint mendapati di dasar laut terdapat
aliran lava vulkanis layaknya gunung api di daratan.
Dan kemudian mereka
menemukan lebih banyak lagi gunung api aktif di bawah laut, yang tersebar di
seluruh lautan.
(kompas.com/nationalgeographic.com/bersamadakwah.net)
SEMOGA BERMANFAAT .
0 Komentar