KEAJAIBAN AL-QUR'AN TENTANG BLACK HOLE LUBANG HITAM YANG TERBENAM
DAN BEREDAR DENGAN CEPAT
----
Di Susun Oleh Abu Haitsam Fakhri
KAJIAN NIDA AL-ISLAM
----
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ
الرَّحِيمِ
===***===
PENDAHULUAN
Allah SWT berfirman:
﴿ فَلَآ اُقْسِمُ بِالْخُنَّسِ ۙ.
الْجَوَارِ الْكُنَّسِ ۙ﴾
‘Maka aku bersumpah dengan al-Khunnas
[nama bintang yang tersembunyi PEN], yang beredar dengan cepat lagi menyapu’.
(QS. At-Takwir: 15-16)
Para ilmuwan baru-baru ini menemukan
keberadaan bintang yang mereka sebut dengan “BLACK HOLE” (LUBANG HITAM) yang
ditandai dengan tiga sifat:
- PERTAMA:
Tidak terlihat.
- Maksudnya:
Black Hole adalah bintang yang berat massanya dan tersembunyi sehingga
tidak bisa dilihat.
- KEDUA:
Berada pada kecepatan yang tinggi.
- Maksudnya:
Black Hole ini berjalan dengan kecepatan mencapai puluhan ribu kilometer
per detik.
- KETIGA:
Menarik atau menyapu segala sesuatu.
- Maksudnya:
Black Hole menarik, menekan, dan membersihkan setiap sesuatu yang
ditemuinya dalam perjalanannya.
Seolah-olah menyapu halaman langit
sehingga para ilmuwan menamainya:
“KOSMIS RAKSASA PENYEDOT”
(karena merupakan pemusatan massa
yang cukup besar sehingga menghasilkan gaya gravitasi yang sangat besar).
Sungguh mengagumkan bahwa ketiga
sifat ini adalah yang diberitahukan kepada kita melalui tiga kata dalam
Al-Quran:
﴿ فَلَآ اُقْسِمُ بِالْخُنَّسِ ۙ.
الْجَوَارِ الْكُنَّسِ ۙ ﴾
“Sungguh Aku bersumpah demi
al-Khunnas [jenis bintang]. Yang beredar lagi menyapu (QS. At-Takwir: 15-16)
- Kata الْخُنَّسِ makna asalnya adalah
yang tidak terlihat.
- Kataالْجَوَارِ berarti yang beredar.
- Dan
kata الْكُنَّسِ makna asalnya
adalah yang menyapu, yang dengan gaya gravitasinya yang luar
biasa menarik segala sesuatu.
Tidakkah ayat dalam Al-Quran ini
telah mengisyaratkan jauh-jauh hari tentang “LUBANG HITAM [BLACK HOLE]” yang
ditemukan para ilmu Barat beberapa abad kemudian?
Sementara badan antariksa USA NASA
mengakui bahwa pengetahuan manusia mengenai alam semesta hingga sekarang ini
kira-kira baru sebesar 3% saja.
===***===
URAIAN SINGKAT TENTANG BLACK HOLE [LUBANG HITAM]:
Bintang merupakan entitas yang
melewati fase pembentukan, kemudian ia membesar dan berkembang hingga sampai
fase kematian. Black Hole itu berada pada fase terakhir.
Black Hole adalah suatu area di ruang
angkasa dimana gaya gravitasi begitu kuatnya sehingga tidak ada satupun materi
di sekitarnya yang dapat lolos dari tarikannya.
Ketika volume bintang itu berkembang
dengan skala yang besar, maka gravitasinya meningkat hingga batas-batas yang
sangat besar, sehingga ia menarik segala sesuatu, hingga cahaya tidak bisa
terlepas dari gravitasnya yang besar.
Itulah mengapa Black Hole tidak dapat
dilihat karena sebuah obyek dikatakan visible atau dapat dilihat jika obyek
tersebut memantulkan cahaya yang dapat ditangkap oleh syaraf penglihatan.
Karena itu, kita tidak mungkin
melihat benda ini selama-lamanya karena ia sangat tersembunyi. Dan karena
itulah ia disebut Black Hole.
Para ilmuwan menyatakan bahwa benda
ini berjalan di alam semesta dengan kecepatan yang tinggi dan menarik setiap
benda yang mendekatinya. Seandainya kita meminta para astronom untuk
mendefinisikan mahluk yang menakjubkan ini secara ilmiah dan sesuai dengan
penemuan mereka yang paling baru, maka mereka akan mengatakan:
- Black
Hole adalah bintang yang berat massanya dan tersembunyi sehingga tidak
bisa dilihat.
- Makhluk
ini berjalan dengan kecepatan mencapai puluhan ribu kilometer per detik.
- Black
Hole menarik, menekan, dan membersihkan setiap sesuatu yang ditemuinya dalam
perjalanannya.
Al-Qur’an telah mengisyaratkan
tentang benda tersebut. Allah berfirman yang makna harfiahnya sebagai berikut:
﴿ فَلَآ اُقْسِمُ بِالْخُنَّسِ ۙ.
الْجَوَارِ الْكُنَّسِ ۙ﴾
‘Maka aku bersumpah dengan al-Khunnas
[nama bintang yang tersembunyi PEN], yang beredar dengan cepat lagi menyapu.’
(at-Takwir: 15-16)
Mari kita cermati maknanya dan sejauh
mana kesesuaiannya dengan data-data sain modern.
Kata al-Khunnas [الخُنَّسُ]: berarti sesuatu yang
tidak terlihat selama-lamanya. Kata ini terbentuk dari kata khanasa yang
berarti tersembunyi. Karena itu, setan dalam surat an-Naas disebut khannas
karena ia tidak terlihat.
Kata al-jawari [الْجَوَارِ] berarti yang berjalan
atau berlari atau beredar dengan cepat.
Dan kata al-Kunnas [الكُنَّسُ] terambil dari kata
kanasa yang berarti menarik sesuatu yang dekat dan menghimpun kepada dirinya
dengan kuat.
Dan inilah yang benar-benar terjadi
pada Black Hole, tepat seperti yang dibicarakan al-Qur’an.
===***===
BLACK HOLE PERNAH DIANGGAP MONSTER SEBELUM ABAD KE 20:
Semenjak diisyaratkan pada tahun
1780-an, petunjuk tentang Black Hole (lubang hitam) belum bisa diungkap
sepenuhnya. Bagian dari ruang dan waktu ini telah menyedot perhatian ilmiah
sejak awal penggagasan idenya; dan Albert Einstein pun sudah memprediksinya
dalam teori relativitas umumnya.
Pengetahuan manusia terhadap lubang
hitam memang gelap, hampir tanpa cahaya penjelasan, dan minim sekali petunjuk
yang diketahui pada lampau. Sehingga wajar jika dahulu lubang hitam pernah
dianggap hanya sekadar keingintahuan matematis. Sempat pula, objek tersebut
dikira "monster" aneh yang menjejalkan sekumpulan materi ke dalam
jurang yang sangat padat.
Pelan-pelan, para astronom mulai bisa
menghitung bukti keberadaan lubang hitam, kendati mereka masih bingung di mana
"raksasa" ini tinggal dan bagaimana mereka bisa menelan materi.
Konsep benda yang akan menjebak
cahaya, sehingga tidak terlihat oleh seluruh alam semesta ini pertama kali
dipertimbangkan oleh filsuf alam John Michell dan kemudian Pierre-Simon Laplace
pada abad ke-18. Mereka menggunakan hukum gravitasi Isaac Newton untuk
menghitung kecepatan lepas sebuah partikel cahaya dari suatu benda; dan
memprediksi keberadaan bintang yang begitu padat sehingga cahaya tidak bisa
lepas darinya. Kala itu, Michell menyebutnya sebagai "bintang gelap".
Butuh sekitar 115 tahun kemudian
untuk memahami bagaimana cahaya dalam bentuk gelombang akan berperilaku di
bawah pengaruh medan gravitasi, sebagaimana dipaparkan oleh teori relativitas
umum dari Albert Einstein pada tahun 1915.
Ilustrasi Black Hole terbaru beserta penjelasan setiap bagiannya
oleh NASA | Wikimedia Commons.
NASA mengakui bahwa pengetahuan
manusia mengenai alam semesta hingga sekarang ini kira-kira baru sebesar 3%
saja.
===***===
AWAL PENEMUAN DAN PENAMAAN BLACK HOLE:
Teori lubang hitam dikemukakan oleh
Ilmuwan lebih dua ratus tahun lalu. Pada 1783, ilmuwan Barat, John Michell
mencetuskan teori mengenai kemungkinan wujudnya sebuah lubang hitam setelah
beliau meneliti dan mengkaji teori gravitasi Isaac Newton.
Beliau berpendapat, jika objek yang
dilemparkan tegak lurus ke atas, maka ia akan terlepas dari pengaruh gravitasi
Bumi setelah mencapai kecepatan lebih dari 11 kilometer perdetik, maka tentu
ada planet atau bintang lain yang memiliki gravitasi lebih besar daripada Bumi.
Istilah ‘lubang hitam’ pertama kali
digunakan oleh ahli fisika Amerika Serikat, John Archibald Wheeler pada 1968.
Wheeler memberi nama demikian karena lubang hitam tidak dapat dilihat, karena
cahaya turut tertarik ke dalamnya sehingga kawasan disekitarnya menjadi gelap.
Menurut teori evolusi bintang, lubang
hitam berasal dari sejenis bintang biru yang memiliki suhu permukaan lebih dari
25,000 derajat celcius. Ketika pembakaran hidrogen di bintang biru yang memakan
waktu kira-kira 10 juta tahun selesai, ia menjadi bintang biru raksasa.
Kemudian, bintang itu menjadi dingin
dan menjadi bintang merah raksasa. Dalam fase itulah, akibat tarikan
gravitasi-nya sendiri, bintang merah raksasa mengalami ledakan dahsyat atau
disebut dengan Supernova dan menghasilkan dua jenis bintang yaitu bintang
Neutron dan lubang hitam.
Berdasarkan pengamatan ahli-ahli
astronomi dari Max Planck Institute for Extraterrestrial Physics, Jerman,
pernah menyaksikan sebuah bintang yang mendekati lubang hitam raksasa dan
akhirnya lenyap ditelan.
Lubang hitam raksasa yang berhasil
disaksikan tersebut berada di pusat galaksi RX J1242-11 yang berjarak 700 juta
tahun cahaya dari Bumi. Bintang itu memiliki ukuran sebesar Matahari sistem
tata surya kita.
Bintang tersebut hancur sedikit demi
sedikit dan ditarik ke dalam lubang selama beberapa hari. Pada tahap awal, ia
kehilangan gas-gas yang berada di sekelilingnya.
Setelah itu, bintang tersebut menjadi
lebih panas jutaan darajat celcius dan ahirnya hilang ditelan lubang hitam.
Dalam proses itu, ia melepaskan tenaga yang sangat kuat yaitu setara dengan
tenaga yang dihasilkan pada ledakan Supernova.
===***===
CARA ILMUWAN MENEMUKAN ADANYA BLACK HOLE
Bagaimana ilmuwan bisa dilihat
sedangkan ia tidak mengeluarkan pancaran cahaya?
Muncul pemikiran dari seorang
peneliti bahwa Black Hole itu memiliki ukuran tertentu, dan ia berjalan di
ruang angkasa. Ia pasti akan lewat di depan sebuah bintang sehingga cahayanya
tertutup dari kita, seperti kejadian gerhana matahari. Setelah ide itu
dilaksanakan dan terbukti benar, maka para ilmuwan sepakat bahwa cahaya bintang
tersebut tertutup karena lewatnya Black Hole, sehingga mengakibatkan
tertutupnya pancaran cahaya yang bersumber dari bintang tersebut. Hal itu
terjadi selama jangka waktu tertentu, kemudian bintang tersebut kembali menunjukkan
sinarnya.
Para ilmuwan selama ini mendeteksi
adanya sebuah Black Hole dengan mengamati perilaku bintang-bintang yang berada
di sekitarnya. Bintang-bintang yang berada di sekitar sebuah Black Hole
memiliki perilaku yang berbeda dengan bintang-bintang lainnya! Mereka mengamati
perilaku bintang-bintang itu dengan bantuan teleskop luar angkasa khusus.
Ahli astronomi dapat memperkirakan
kedudukan lubang hitam dengan cara memperhatikan cahaya di sekitar bintang
ataupun gas di angkasa.
Apabila suatu tempat di angkasa luar
tidak ditemui cahaya tetapi di sekitarnya terdapat banyak objek-objek angkasa
menuju ke satu titik dengan kecepatan tinggi sebelum ahirnya menghilang, maka
titik tersebut tidak lain adalah lubang hitam.
Ketika sebuah bintang berada dekat
sebuah Black Hole maka akan terjadi suatu energi cahaya tinggi. Sebuah energi
tentu tidak dapat dilihat, begitu juga dengan energi cahaya ini. Energi ini
hanya dapat dideteksi dengan teleskop luar angkasa khusus.
AL-QUR'AN MENGUNGGULI PARA ASTRONOM
Sain menyebut benda ini dengan Black
Hole, tetapi penamaan ini tidak tepat. Karena istilah ‘Hole’ berarti kosong,
dan itu sama sekali berlawanan dengan bintang-bintang yang memiliki massa yang
berat sekali. Dan kata ‘Black’ juga tidak tepat secara ilmiah, karena benda ini
tidak memiliki warna, karena ia tidak mengeluarkan suatu cahaya yang bisa
dilihat.
Karena itu, kata al-khunnas [الخُنَّسُ] adalah kata yang
mendeskripsikan hakikat makhluk tersebut secara tepat.
Dan kata khunnas [الخُنَّسُ] yang berarti menyapu
itu kita temukan di akhir artikel-artikel ilmiah tentang makhluk ini. Bahkan
para ilmuwan menyatakan: ‘BENDA ITU MENYAPU RUANG ANGKASA.’
Gambar di atas menunjukkan letupan
suatu bintang karena kehabisan seluruh bahan bakarnya, dan ia mulai membentuk
Black Hole (khunnas / الخُنَّسُ), karena energi pada
bintang ini tidak lagi cukup baginya untuk eksis sebagai bintang. Inilah yang
mengakibatkan bintang itu memudar dan meningkat gravitasinya. Dan karena itu
al-Qur’an menyebut benda ini dengan kata al-jawari al-khunnas ﴿ الْجَوَارِ الْكُنَّسِ ۙ﴾ yang berarti yang berjalan dan
berlari [melesat].
===***===
FAKTA DAN ANGKA
Mengenai bobotnya, Black Hole seberat
bumi itu diameternya kurang dari satu sentimeter saja! Dan Black Hole seberat
matahari itu diamenternya hanya 3 km. Subhanallah!
Black Hole ukuran sedang itu beratnya
10.000.000.000.000.000.000.000.000.000.000 kilogram, atau 10 pangkat 31, dengan
diameter 30 km saja. Ada banyak Black Hole di pusat galaksi kita dan
galaksi-galaksi lain, dan satunya memiliki berat jutaan kali berat matahari.
===***====
UKURAN BLACK HOLE
Black hole ternyata terdiri dari
berbagai macam ukuran; Kecil, sedan, dan besar. Menurut para ilmuwan, Black
Hole yang kecil hanya terdiri dari satu buah atom. Walaupun hanya terdiri dari
sebuah atom, sebuah Black Hole yang terkecilpun memiliki massa yang sangat
besar, yang tidak sebanding dengan ukurannya. Sebagai analogi, bayangkan satu
buah atom Black Hole memiliki massa sebesar gunung! Kebanyakan black hole tidak
berukuran kecil. Sebagian besar Black Hole disebut dengan “Bintang Black Hole”.
Sebuah Bintang Black Hole dapat
memiliki massa yang sebanding dengan 20 kali lebih banyak massa matahari. Dalam
sebuah galaksi kemungkinan terdapat banyak Black Hole, mengingat satu galaksi
saja terdiri dari ratusan milyar bintang.
Video Black Hole
===***===
LUBANG
HITAM RAKSASA [SUPERMASIF BLACK HOLE]
Lubang hitam yang berukuran raksasa
disebut dengan Supermasif. Sebuah Supermasif dapat memiliki massa yang
sebanding dengan lebih dari 1 juta massa matahari!
Sementara massa matahari adalah dua
nonillion kilogram atau kira-kira sebesar 332.946 cali massa bumi.
Jadi sebuah Supermasif dapat memiliki
kira-kira 330 juta kali massa bumi.
Dan berkaitan dengan Supermasif, para
astronom dari seluruh dunia telah melaporkan bahwa setiap galaksi besar
setidaknya memiliki Supermasif di pusatnya. Supermasif di galaksi kita, Bima
Sakti, bernama Sagitarius A memiliki massa yang setara dengan 4 juta matahari
dan ukuran sebesar “bola” yang mampu menampung jutaan bumi.
***
BAGAIMANA TERBENTUKNYA?
Para astronom berpendapat bahwa Black
Hole terkecil terbentuk bersamaan dengan terbentuknya alam semesta. Hal ini
tidak lepas dari apa yang disebut dengan “Ketidak seimbangan Hidrosatis”.
Lawan dari ke keseimbangan
hidrostatis adalah keseimbangan hidrostatis dan hal ini didefinisikan sebagai
tekanan menahan energi bintang ke luar yang setara dengan tekanan gravitasi
bintang ke dalam. Ketidak seimbangan hidrostatis terjadi ketika bahan bakar
hidrogen bintang telah habis sehingga reaksi termonuklir (reaksi yang mengubah
hidrogen menjadi helium) terhenti. Reaksi termonuklir terhenti berarti energi
bintang terhenti pula sedangkan tekanan gravitasi tetap ada.
Akibatnya massa bintang akan tersedot
terus ke pusat bintang sehingga inti bintang akan menjadi sangat padat.
Mengapa sangat padat? Karena seluruh
materi bintang berkumpul di sana. Maka suatu saat pusat bintang tidak akan
sanggup menahan tekanan massa bintang yang terus terjadi dan bintang akan
meledak.
Dan dapat dianalogikan dengan jika
anda terus menaikkan balon hingga melebihi batas maksimal. Apakah yang akan
terjadi? Pasti meledak bukan? Maka itu juga terjadi ketika sebuah bintang
mengalami tekanan massa yang terus menerus pada intinya.
****
KETIKA SEBUAH BINTANG MELEDAK:
Ketika sebuah bintang mati atau tidak
menghasilkan energi termonuklir lagi, reaksi yang terjadi sangat tergantung
pada massa bintang itu semula. Sebuah bintang berukuran kecil seperti matahari
kita jika meledak akan berubah menjadi bintang neutron.
Perlu diketahui, setiap massa atom
memiliki volume yang sebagian besar terdiri dari awan elektron.
Maka jika sebuah bintang kecil
menjadi bintang neutron, maka volumenya akan menyusut menjadi seukuran planet biasa.
Bagaimanapun akan terjadi keseimbangan antara gaya gravitasi inti bintang
dengan gaya awan elektron yang akan mencegah pemampatan berikutnya. Hasilnya
adalah semacam bintang kerdil putih yang memiliki massa yang sangat padat.
Kita tahu bahwa di alam semesta
terdapat banyak sekali bintang yang lebih besar dari matahari. Untuk
bintang-bintang yang volumenya jauh lebih besar dari matahari, gaya gravitasi
yang dihasilkan akan sangat besar sehingga mengalahkan gaya awan elektron
setiap atomnya. Gaya awan elektron tidak akan mampu menahan gaya gravitasi inti
bintang sehingga pemampatan terus terjadi dan suatu saat materi bintang akan
rusak dan lama kelamaan akan meledak.
Ketika meledak, bintang-bintang
raksasa tidak akan berubah menjadi bintang neutron melainkan menjadi sebuah
titik teoritis yang tidak dapat dilukiskan. Titik masuk tidak dapat dilihat dan
hanya meninggalkan gravitasi dan lubang hitam yang menutupi dimana bintang
semula berada. Inilah yang dinamakan dengan Black Hole, sebuah area yang memiliki
gravitasi begitu kuatnya sehingga tidak ada satupun yang lolos di sekitarnya,
termasuk cahaya!
===****===
AKANKAH
BUMI KITA DITELAN BLACK HOLE?
Terdapat banyak lubang hitam di
seluruh semesta ini, malah ada teori yang mengatakan di galaksi Bima Sakti juga
terdapat sebuah lubang hitam!
Lalu adakah kemungkinan jika nantinya
matahari beserta planet-planet yang mengelilinginya termasuk bumi akan tertelan
oleh lubang hitam tersebut?
Saat ini, ahli astronomi memberikan
jawaban, tidak! Karenarana dibandingkan dengan Lubang hitam pada galaksi
lain-nya, sifat lubang hitam di Galaksi Bima Sakti dikatakan sedang dalam
keadaan tenang.
Matahari, Karena Ukurannya, tidak
akan berubah menjadi Black Hole. Oleh Karena itu bumi dan planet-planet lain di
tata surya tidak akan jatuh ke dalam Black Hole. Jika Matahari menjadi Black
Hole, dia juga tidak akan kuat menarik planet-planet tata surya ke dalamnya.
Ini sangat terkait dengan ukuran asli matahari.
Black Hole adalah sebuah fenomena
luar angkasa yang sangat menarik dan menimbulkan banyak kebakaran, salah
satunya apakah sebuah Black Hole mampu menjadi jalan untuk ke dimensi luar
angkasa biasa. Sekarang, berbagai badan luar angkasa, yang dipelopori NASA,
tengah menyelidiki lebih lanjut mengenai fenomena Black Hole. Dengan kemajuan
teknologi luar angkasa, mungkin manusia dapat memahami hakikat lain di balik
keberadaan sebuah Lubang Hitam.
Referensi:
- http://hubblesite.org/reference_desk/faq/all.php.cat=exotic
- Hawking,
Stephen. A Brief History of Time, Bantam Publishing, 1996.
- At
the heart of every galaxy lurks a black hole, astronomers believe,
www.chron.com, Jan. 14, 1997.
- No
Escape: The Truth About Black Holes, www.amazing-space.stsci.edu
- Boslough,
John. Stephen Hawking's Universe. Morrow Publishing, 1985.
- الْجَوَارِ
الْكُنَّسِ
oleh Abdud Daim al-Kaheel. www.kaheel7.com/id
*****
PEMBAHASAN BLACK HOLEH YANG LEBIH RINCI:
====
DOKTOR
ZAGHLOUL AN-NAJJAAR
DAN ARTIKELNYA TENTANG BLACK HOLE DALAM AL-QURAN
Prof. DR. Zaghloul Ragheb Muhammad
Al-Najjar dari Mesir – Pakar Ilmu Geologi Lulusan dari University of Wales,
Inggris - dalam pembahasannya tentang mukjizat ilmiyah ayat 15-16 Surat
at-Takwiir :
﴿ فَلَآ اُقْسِمُ بِالْخُنَّسِ ۙ.
الْجَوَارِ الْكُنَّسِ ۙ﴾.
Prof. DR. Zaghloul menjelaskannya
dengan rinci sebagai mana dalam artikel berikut ini:
Jaghloul
an-Najjaar berkata [di terjemahkan Abu Haitsam]:
----
“MAKNA AL-KHUNNAS AL-JAWAARI AL-KUNNAS DALAM BAHASA ARAB:
----
Dalam مُعْجَم مَقَايِيْسِ اللُّغَة [Dictionary of Language Measures] karya Ibnu Faris (meninggal
tahun 395 H), diedit oleh Abdus-Salam Harun (Jilid V, Cet. Ke2 Thn 1972 M, hal.
141 dan hal. 223) dan juga dalam kamus-kamus arab lainnya disebutkan tentang:
DEFINISI LINGUISTIK dari kata al-Khunnas
dan al-Kunnas.
Maka ada baiknya mengambil rujukannya
dari kamus-kamus tersebut dalam memahami makna " الْخُنَّسِ الْجَوَارِ الْكُنَّسِ
" yang termuat dalam dua ayat Surat At-Takwir, yaitu sebagai berikut:
---
PERTAMA: AL-KHUNNAS [الْخُنَّسِ]
Khunnas : satu
asal yang menunjukkan pada makna :
اسْتِخْفِاء وتَسَتُّر
[ketidak nampakkan dan
ketersembunyian].
Mereka berkata :
الخُنَّسُ: الذَّهَابُ في خُفْيَةٍ، يُقالُ: خَنَسْتُ عنه،
وأَخْنَسْتُ عنه حَقَّهُ.
Dan al-Khunnas
juga bermakna :
النُّجُومُ تَخْنِسُ في المَغِيبِ
Sebagian
orang-orang berkata:
سُمِّيَتْ بِذَلِكَ لِأَنَّهَا تَخْفِي نَهَارًا وَتَطْلُعُ
لَيْلًا، وَالخَنَّاسُ في صِفَةِ الشَّيْطَانِ، لِأَنَّهُ يَخْنِسُ إِذَا ذُكِرَ
اللَّهُ تَعَالَى.
Dinamakan
demikian karena ia bersembunyi di siang hari dan muncul di malam hari . Dan
al-Khonnaas juga ada dalam sifat Syaithan ; karena menghilang ketika di sebut
nama Allah Ta'aala.
Dan dari BAB
ini di katakan pula :
الخُنَسُ في الأَنْفِ انْحِطَاطُ القَصَبَةِ، وَالبَقَرُ كُلُّهَا
خُنُسٌ.
Al-Khuns
di hidung adalah turunnya batang hidung , dan semua sapi jantan adalah khunus
[liar].
Yang dimaksud
dari itu adalah bahwa al-khunnas adalah bentuk jamak dari khoonis [خَانِسٌ] , artinya
tersembunyi dari pandangan mata , dan kata kerjanya adalah khonasa [خَنَسَ] artinya اسْتَخْفَي وتَسَتَّرَ [tersembunyi dan
tertutup].
Di katakan :
خَنَسَ الظَّبْيُ إذَا اخْتَفَي وتَسَتَّر عَنْ أَعْيُنِ
المُرَاقِبِيْن
Dan al-khonnuus [الخَنُوْس] juga hadir dengan
makna tertunda atau terlambat, sebagaimana ia hadir dengan makna kontraksi [الانْقِبَاض] dan tersembunyi [الاسْتِخْفَاء].
Dan dikatakan: خَنَسَ بِفُلاَنٍ
وَتَخَنَّسَ بِهِ
yakni: " غَابَ بِهِ" [raib atau
menghilang bersamanya].
Dan dikatakan: أَخْنَسَهٌ, yakni: خَلَّفَهُ وَمَضَي عَنْهُ [yang menempatkannya di
belakang sebagai pengganti dan melanjutkan darinya].
---
KEDUA: AL-JAWAARI [الجَوَار]:
الجَوَارِ: أَيِ الجَارِيَةِ [فِي أَفْلَاكِهَا] وَهِيَ جَمْعُ
جَارِيَةٍ، مِنَ الجَرْيِ وَهُوَ المَرُّ السَّرِيعُ..
Al-Jawaari [الجَوَار],
yaitu yang berlari [pada orbitnya], dan itu adalah bentuk jamak dari jaariyah,
dari al-Jaryu, yang artinya melintas cepat
---
KETIGA: AL-KUNNAS [الكُنَّسُ]:
Al-Kunnas [الكُنَّسُ]
memiliki dua asal makna otentik:
Salah satunya: menunjukkan pada arti
menyapu sesuatu dari permukaan sesuatu, yaitu melenyapkannya. Dan asal makna
lainnya: menunjukkan pada ketersembunyian.
Yang pertama adalah menyapu rumah,
yaitu membuang kotoran dari permukaan tanahnya. Dan miknasah [مِكْنَسَه] adalah alat menyapu.
Dan Kunaasah [كُنَاسَة] adalah sesuatu yang di
sapu [alias sampah].
Asal makna yang lainnya: كِنَاس [Kinaas] adalah:
kandang kijang. Dan كَانِسٌ [Kaanis]: adalah kijang
memasuki kandangnya. Dan Al-Kunnas [الكُنَّسُ]:
artinya adalah planet-planet تَكْنِسُ [bersembunyi] pada
konstelasinya seperti kijang memasuki kandangnya.
Abu Ubaidah berkata: ia تَكْنِسُ [bersembunyi] saat
matahari terbenam.
Dan dikatakan bahwa Al-Kunnas [الكُنَّسُ] adalah jamak dari كَانِسٌ [Kaanis] (artinya:
orang yang melakukan tindakan bersembunyi) atau menghilang dari kata: كَنَسَ الظَّبْيُ, yakni ia memasuki
kandangnya, yaitu rumahnya yang terbikin dari cabang-cabang pepohonan. Dan
disebut demikian karena dia memasuki pasir hingga mencapainya.
Al-Kunnas [الكُنَّسُ]
adalah bentuk jamak [صِيْغَةُ
مُنْتَهَى الجُمُوْع]
dari kata Kaanis [كَانِسٌ], yaitu yang melakukan
proses penyapuan, dan jamaknya adalah كَانِسُوْن
[Kaanisuun], atau kata كَنَّاس [penyapu] dan jamaknya
adalah كَنَّاسُوْن para penyapu,
Al-Kaanis [Penyapu] dan al-Kannaas
[penyapu] adalah orang-orang yang melakukan proses penyapuan (yakni
menghilangkan satu benda dari muka benda lain, dan membuangnya), karena tidak
terbayangkan makna yang dimaksud dalam ayat mulia kata al-Kunnas adalah
pengasingan yang tersembunyi.
Dan makna ini telah dipenuhi oleh
kata al-Khunnnas, akan tetapi mengambil dua istilah dengan arti yang sama
mendorong mayoritas para ahli tafsir untuk mengatakan bahwa di antara makna ﴿ فَلَآ اُقْسِمُ بِالْخُنَّسِ ۙ.
الْجَوَارِ الْكُنَّسِ ۙ﴾ adalah:
“Saya bersumpah demi bintang-bintang
bercahaya yang menghilang di siang hari dan muncul di malam hari, yang
merupakan arti dari al-Khunnas, dan yang berjalan di orbitnya untuk menghilang
dan bersembunyi saat matahari terbenam, seperti rusa-rusa bersembunyi dalam كِنَاسٌ [kandang nya], yaitu di
gua-nya, yang berarti ﴿ الْجَوَارِ الْكُنَّسِ ۙ﴾".
Al-Imam al-Qurthubi berkata:
.... هِيَ النُّجُومُ تَخْنِسُ بِالنَّهَارِ،
وَتَظْهَرُ بِاللَّيْلِ، وَتَكْنِسُ وَقْتَ غُرُوبِهَا أَيْ تَسْتَتِرُ كَمَا تَكْنِسُ
الظِّبَاءُ فِي الْمَغَارِ وَهُوَ الْكِنَاسُ، وَقَالَ مَخْلُوفٌ: أَقْسَمَ اللَّهُ
تَعَالَى بِالنُّجُومِ الَّتِي تَخْنِسُ بِالنَّهَارِ أَيْ يَغِيبُ ضَوْؤُهَا فِيهِ
عَنِ الْأَبْصَارِ مَعَ كَوْنِهَا فَوْقَ الْأُفُقِ، وَتَظْهَرُ بِاللَّيْلِ، وَتَكْنِسُ
أَيْ تَسْتَتِرُ وَقْتَ غُرُوبِهَا أَيْ نُزُولِهَا تَحْتَ الْأُفُقِ كَمَا تَكْنِسُ
الظِّبَاءُ فِي كُنُسِهَا...
Ia adalah bintang yang bersembunyi di
siang hari, muncul di malam hari.
Dan ia bersembunyi [تَكْنِسُ] saat matahari
terbenam, yakni bersembunyi seperti rusa-rusa bersembunyi [تَكْنِسُ] dalam gua, yaitu dalam
كِنَاسٌ [kandang rusa].
Dan sebagian para ahli Tafsir dari
kalangan mutaakhiriin berkata:
هِيَ الْكَوَاكِبُ الَّتِي تَخْنِسُ أَيْ تَرْجِعُ فِي دَوْرَتِهَا الْفَلَكِيَّةِ،
وَتَجْرِي فِي أَفْلَاكِهَا وَتَخْتَفِي.
Ia [الخُنَّسُ]
adalah planet-planet yang menghilang, yaitu, mereka kembali ke siklus
astronominya, berjalan di orbitnya, dan menghilang.
Terlepas dari kebolehan semua makna
ini, namun saya melihat gambarannya dalam dua ayat yang mulia ini ﴿ فَلَآ اُقْسِمُ بِالْخُنَّسِ ۙ.
الْجَوَارِ الْكُنَّسِ ۙ﴾ Ini sepenuhnya tepat dan berlaku untuk fakta kosmik yang
mengesankan yang mewakili tahapan berbahaya dari tahapan-tahapan kehidupan
bintang, yang oleh para astronom sekarang disebut lubang hitam [BLACK HOLE]
****
TERUNGKAPNYA KEBENARAN BLACK HOLE:
Hakikat Kebenaran ini belum ditemukan
hingga akhir dekade abad ke-20, namun telah disebutkan dalam Al-Qur'an yang
Mulia, yang diturunkan seribu empat ratus tahun yang lalu dengan ekspresi
ilmiah yang tepat ini kepada seorang Nabi yang buta huruf (sallallahu alaihi
wasallam), di negeri yang mayoritas penduduknya buta huruf.
Ini adalah saksi kebenaran terhadap Al-Qur'an
bahwa ia adalah firman Allah, Sang Pencipta yang menciptakan alam semesta ini
dengan ilmu-Nya, hikmah-Nya, dan kekuasaan-Nya. Dan bahwa junjungan kita Nabi
Muhammad bin Abdullah dihubungkan dengan wahyu, yang diajarkan oleh Sang
Pencipta tentang langit dan bumi, dan bahwa beliau SAW tidak berbicara dari
hawa nafsu, melainkan wahyu yang diwahyukan pada nya
﴿ الْخُنَّسِ ۙ. الْجَوَارِ الْكُنَّسِ ۙ﴾
"Al-Khunnas [nama bintang yang
tersembunyi PEN], yang beredar dengan cepat lagi menyapu". (QS. At-Takwir:
15-16)
Dalam pandangan sebagian astronom
Muslim kontemporer, maka mereka melihat dalam deskripsi Al-Qur’an adalah:
﴿ الْخُنَّسِ ۙ. الْجَوَارِ الْكُنَّسِ ۙ﴾
"Al-Khunnas, yang beredar dengan
cepat lagi menyapu". (QS. At-Takwir: 15-16)
Ini adalah deskripsi komet, yang
merupakan benda langit bermassa kecil (massanya hampir mencapai sepersejuta
massa Bumi), tetapi mereka memanjang dengan ekornya yang dapat mencapai 150
juta km, menjadikannya benda terbesar dalam kelompok. tenaga surya, di mana ia
bergerak dalam orbit mengelilingi matahari, matahari terletak di salah satu
ujungnya, dan kita melihatnya saat mendekati matahari. Orbit ini tidak secara
ketat mengikuti hukum gravitasi, dan dicirikan oleh tingkat desentralisasi dan
kemiringan yang lebih besar pada tingkat orbit Bumi, yang membuat komet muncul
dan menghilang secara berkala pada periode yang lebih lama dan lebih pendek.
Komet sebagian besar terdiri dari
campuran salju dan debu, dan komet memiliki kepala dan ekor, dan kepala
memiliki inti dengan diameter beberapa kilometer, yang merupakan bola salju dan
debu yang dikelilingi oleh lingkaran [هَالَة]
gas dan debu. Lingkran [هَالَة] itu dikelilingi oleh
awan gas hidrogen yang diameternya bisa mencapai satu juta kilometer.
[[Contoh lain dari [هَالَة]: lingkaran cahaya
disekitar bulan]].
Debu yang membentuk komet memiliki
komposisi kimia dan mineral yang mirip dengan beberapa meteorit, sedangkan
salju merupakan campuran air, karbon dioksida, amonia, dan metsin.
Dan dengan interaksi bersama sinar
matahari dan angin matahari, ekor gas, uap, dan debu meletus dari kepala komet,
yang panjangnya bisa mencapai 150 juta kilometer, oleh karena itu dinamai
komet. Dan bagi kebanyakan komet memiliki dua ekor, salah satunya berdebu dan
tampak kuning di bawah sinar matahari, dan yang lainnya terdiri dari gas
terionisasi dalam keadaan plasma (elektron dan ion), dan tampak biru di bawah
sinar matahari. Dan Komet gas didorong oleh angin matahari dalam garis lurus di
belakang kepala komet, sedangkan ekornya yang berdebu dengan lembut ditekuk ke
atas di belakang kepala komet.
Dan Kedua komet ini mungkin ada
bersama-sama, atau salah satunya ada dalam satu komet, berlawanan arah sinar
matahari dengan sedikit penyimpangan akibat perputaran inti kepala komet (yang
bermassa antara seratus juta dan sepuluh juta juta ton). Dan Komet memiliki
medan magnet yang konstan sepanjang kepanjangnya..
Dan sisi kemiripan yang dijadikan
sandaran oleh kelompok astronom Muslim kontemporer antara komet dan deskripsi
al-Qur’an tentang ﴿ الْخُنَّسِ ۙ. الْجَوَارِ الْكُنَّسِ ۙ﴾ adalah bahwa komet menghabiskan
periode mulai dari beberapa hari hingga beberapa bulan berdekatan dengan
matahari dalam kunjungan singkat. Maka Tampak bagi kita dengan jelas dan
terang, akan tetapi menghabiskan sebagian besar periode rotasinya jauh dari
matahari, sehingga menghilang sepenuhnya dari kita dan menjadi tersembunyi.
Maka Jika ia mendekati matahari, ia
tampak pada kami dan muncul, tetapi segera ia menutup kembali hingga benar-benar
hilang dari pandangan, dan mereka menganggap itu sebagai al-Khunnas [الْخُنَّسِ], tetapi deskripsi
Al-Qur'an tentang الْخُنَّسِ, berarti lenyap sama
sekali, dan tidak berarti: muncul dan kemudian menghilang. Yang dikenal: (The
Missing Mass in the universe = Massa yang hilang di alam semesta)
----
APA ITU LUBANG HITAM [BLACK HOLE]?
Lubang hitam dikenal sebagai salah
satu benda di langit yang dicirikan oleh kerapatan super dan gravitasinya yang
kuat, sehingga baik materi maupun berbagai bentuk energi, termasuk cahaya,
tidak dapat lepas dari penangkarannya. Dan Lubang hitam berbatasan dengan
permukaan yang dikenal sebagai (The Event Horizon = Cakrawala Peristiwa), dan
segala sesuatu yang berada di dalam cakrawala ini tidak dapat keluar darinya,
atau mengirimkan sinyal apa pun melintasi perbatasannya.
Perhitungan teoretis pada sepertiga
pertama abad ke-20 telah menunjukkan kemungkinan adanya benda langit dengan
kepadatan super dan gravitasi yang kuat [Carl Schwarz Child 1916 AD, Robert
Oppenhaer 1934 (Karl schwars child, 1916 Robert oppenheimer, 1934].
Akan tetapi baru ditemukan pada tahun
1971, empat tahun setelah penemuan bintang neutron. Maka pada musim gugur tahun
1967 M, astronom Inggris Tony Hewish dan Jocelyn Bell mengumumkan hasil
penemuannya tentang benda langit kecil (dengan diameter dalam jarak 16
kilometer) yang berputar mengelilingi porosnya dengan kecepatan sangat tinggi.
Di mana siklusnya berlangsung dalam
kurun waktu mulai dari beberapa detik hingga bagian yang hampir tidak terlihat
dari satu detik, dan memancarkan gelombang radio biasa, yang menegaskan bahwa
benda tersebut adalah bintang neutron dengan kepadatan super satu miliar ton
per centimeter kubik.
Pada tahun 1971 M, para astronom
menemukan bahwa sebagian bintang-bintang yang biasa [yang standar] memancarkan
rentetan sinar-X, dan mereka para astronom tidak menemukan penjelasan ilmiah
untuk ini kecuali bahwa ia jatuh di bawah pengaruh benda langit yang tak
terlihat yang memiliki kepadatan luar biasa dan medan gravitasi intensitas
tinggi.
Dan itu karena bintang-bintang yang
biasa [standar] tidak dapat memancarkan sinar-X dari dirinya sendiri, dan
bintang-bintang tersembunyi itu disebut dengan nama lubang hitam [BLACK HOLE].
Itu disebut lubang karena
kemampuannya yang unggul untuk menelan segala sesuatu yang melewatinya atau
yang memasuki medan gravitasinya dalam berbagai bentuk materi dan energi,
seperti debu kosmik, gas, dan berbagai benda langit.
Dan dideskripsikan sebagai hitam
karena gelap gulita karena cahaya tidak dapat lepas dari medan gravitasinya,
meskipun kecepatannya diperkirakan sekitar tiga ratus ribu kilometer per detik
(299.792.458 km/ts).
Dan Lubang hitam dianggap sebagai
tahap penuaan dalam kehidupan bintang, yang merupakan tahap yang mungkin
mendahului ledakan mereka dan kembalinya materi mereka ke asap nebula, dan para
ilmuwan sampai saat ini tidak dapat mengetahui bagaimana ini terjadi.
----
BAGAIMANA BLACK HOLE [LUBANG HITAM] TERBENTUK?:
Lubang hitam, seperti yang kami
sebutkan sebelumnya, adalah tahap penuaan dalam kehidupan bintang, dan untuk
memahami bagaimana mereka terbentuk, kita harus mengetahui tahap sebelumnya
dalam kehidupan bintang tersebut.
Bintang adalah benda langit yang
komposisinya sebagian besar gas, sangat panas, menyala, dan bercahaya dengan
sendirinya, komposisinya didominasi oleh gas hidrogen, yang merupakan lebih
dari 74% materi alam semesta yang nampak.
Atom-atomnya bersatu satu sama lain
di dalam bintang dalam proses yang dikenal sebagai Fusi Nuklir, melepaskan
energi yang sangat besar dan membentuk unsur-unsur yang lebih berat atomnya
daripada hidrogen. (Ini adalah unsur paling ringan yang kita kenal dan paling
sederhana dalam hal struktur atom, dan oleh karena itu ditempatkan di angka
satu dalam tabel periodik unsur-unsur yang 105 unsurnya diketahui saat ini)
Bintang diciptakan mulai dari debu
kosmik (asap) yang membentuk nebula, dan menyebar melintasi langit untuk
mengisinya.
Dan Bintang terbentuk di dalam nebula
sebagai akibat dari pusaran kuat yang menyebabkan gaya tarik gravitasi materi
dan kondensasi pada dirinya sendiri hingga massa yang diperlukan untuk
penciptaan bintang berkumpul, dan proses fusi Nuklir dimulai di dalamnya
Energi memancar darinya dan cahaya
dipancarkan. Setelah kelahirannya, bintang-bintang melewati tahap-tahap
berturut-turut dari masa kanak-kanak, lalu remaja, lalu tua, dan tua renta
dalam bentuk lubang hitam, diyakini bahwa perjalanan akhirnya adalah meledak
dan berubah menjadi asap lagi, meskipun kita tidak tahu sampai saat ini
bagaimana ini terjadi.
Di antara tahapan yang kita ketahui
dalam siklus hidup bintang adalah apa yang dikenal sebagai bintang deret utama
(Main Sequence Stars), raksasa merah (Red Giants), katai putih (White Dwarfs),
katai hitam (Black Dwarfs), Bintang Neutron (Neutron Stars), dan Lubang-Lubang
Hitam (Black Holes).
Ketika jumlah hidrogen di dalam
bintang mulai berkurang akibat proses fusi nuklir, dan jumlah helium yang
dihasilkan dari proses tersebut mulai meningkat, maka energi bintang mulai
menurun secara bertahap.
Suhu inti bintang naik hingga sepuluh
juta derajat Kelvin (nol Celcius sama dengan 273 derajat Kelvin), yang mengarah
ke dimulainya siklus baru fusi nuklir dan emisi lebih banyak energi yang
menyebabkan penggandaan ukuran bintang ratusan kali lipat.
Lalu itu disebut Raksasa Merah (Red
Giant), dan sebagai hasil dari proses fusi nuklir, bintang tersebut
menghabiskan energinya tanpa kemungkinan menghasilkan lebih banyak, yang
menyebabkan penyusutan ukurannya dan keruntuhannya menjadi katai putih (White
Dwarf) atau menjadi Bintang Neutron (Neutron Star) atau ke lubang hitam (Black
Hole) menurut massa aslinya tempat ia memulai keberadaannya
Maka jika massa awal bintang kurang
dari massa matahari, maka elektron-elektron dalam substansi bintang awalnya
menolak proses penyusutannya, kemudian tahanan ini runtuh dan bintang mulai
menyusut hingga mencapai ukuran yang sedikit lebih kecil dari ukuran bumi,
berubah menjadi katai putih.
Tahap kehidupan bintang-bintang ini
dapat terkena sejumlah ledakan nuklir masif yang diakibatkan oleh peningkatan
tekanan di dalam bintang, dan tahap ini disebut bintang baru atau bintang yang
muncul (Novae).
Jika akumulasi tekanan di dalam katai
putih meningkat, ia meledak sepenuhnya, menyebabkan cahaya di langit yang dekat
dengan cahaya satu miliar matahari seperti matahari kita, dan tahap ini disebut
nama bintang supernova.
Tahap ini disebut dengan nama bintang
supernova, setelah itu katai putih memusnahkan dan materinya berubah menjadi
asap. Dan fenomena ini terjadi sekali dalam setiap abad waktu untuk hampir
setiap galaksi, tetapi dengan sejumlah besar galaksi di bagian alam semesta
yang kita kenal, fenomena ini terjadi di alam semesta yang dapat diamati hampir
setiap detik.
Adapun jika massa awal bintang lebih
besar dari massa matahari, maka ia akan runtuh ketika energinya habis, berubah
menjadi bintang neutron, di mana proton dan elektron bersatu untuk menghasilkan
neutron.
Dan Bintang neutron ini berdenyut
dalam batas tiga puluh pulsa per detik, oleh karena itu dikenal sebagai bintang
berdenyut ( Pulsating Star ) atau pulsar.
Dan disana ada bintang neutron yang
tidak berdenyut [Non-Pulsating Neutron Star], dan bintang neutron ini dapat
terus runtuh hingga mencapai tahap lubang hitam jika massa awalnya
memungkinkan.
Maka jika massa awal bintang lebih
dari satu setengah kali massa matahari (1,4 kali massa matahari), tetapi kurang
dari lima kali massa matahari, maka proses penyusutan berakhir dengan bintang
neutron yang diameternya kira-kira tidak melebihi sepuluh kilometer. Dan
disebut dengan nama ini karena perlawanan terhadap kontraksi gravitasi
(Gravitational Contraction) dilakukan oleh neutron, karena elektron dalam massa
bintang tidak mampu melakukannya.
Adapun jika massa awal bintang lebih
dari lima kali massa matahari, maka tidak ada satupun elektron atau neutron
yang dapat menahan proses kontraksi gravitasi bintang tersebut, sehingga terus
berlanjut hingga bintang tersebut mencapai tahap lubang hitam. Dan Tahap ini
tidak dapat dilihat secara langsung, tetapi lokasinya dapat ditentukan oleh
sejumlah pengamatan yang tidak langsung, seperti pancaran gelombang intens sinar-X
dari benda-benda yang berada di bawah pengaruhnya, dan lenyapnya semua benda
langit segera setelah mereka mendekati medan gravitasi mereka.
Dan dengan penemuan kita akan
berakhirnya kehidupan bintang dengan meledak dalam bentuk supernova atau
bintang supernova, atau dengan kehilangan lapisan luarnya dan mengubahnya
menjadi materi yang sangat padat dan sangat gravitasi seperti bintang neutron
atau lubang hitam, Namun, sifat lubang hitam ini dan metode pemusnahannya tetap
menjadi dilema utama bagi para astronom dan alam astronomi. Menurut hukum
fisika tradisional, lubang hitam tidak dapat kehilangan massanya berapa pun,
betapapun kecilnya.
Tetapi menurut hukum fisika kuantum,
ia dapat memancar dan kehilangan baik energi maupun massa, yang merupakan
aturan Allah atas semua ciptaan-Nya. Namun, bagaimana materi lubang hitam
menguap masih belum terjawab, dan massa, ukuran, kerapatan, sifat materi dan
energi di dalamnya, intensitas gerakan sudutnya, serta muatan listrik dan
magnetnya tetap menjadi rahasia yang diperjuangkan para ilmuwan sampai hari ini
untuk terus digali.
Maha Suci Allah yang menciptakan
bintang-bintang dan menentukan untuk mereka tahapan kehidupan mereka...
Maha Suci Allah yang membawa
bintang-bintang ke tahap lubang hitam, dan menjadikannya salah satu rahasia
alam semesta yang mempesona...
Maha Suci Allah yang bersumpah demi
bintang-bintang yang tersembunyi tersebut, yang gelap gulita, yang tenggelam
dalam kegelapan... Dan Dia menjadikannya fenomena yang membantu manusia untuk
menyadari keberadaannya, meskipun tersembunyi dan menghilang…
Maha Suci Allah yang memberikan
kemampuan padanya untuk menyapu materi langit, menelannya dan menimbunnya.
Kemudian Allah menggambarkannya
kepada kita sebelum kita menemukannya selama berabad-abad, dengan penjelasan
Al-Qur’an yang ajaib ini. Allah azza wa jalla berfirman:
﴿ فَلَآ اُقْسِمُ بِالْخُنَّسِ ۙ. الْجَوَارِ الْكُنَّسِ ۙ﴾
‘Maka aku bersumpah dengan
al-Khunnas [nama bintang yang tersembunyi PEN], yang beredar dengan cepat lagi
menyapu’. (QS. At-Takwir: 15-16)
Saya tidak menemukan gambaran tentang
tahap kehidupan bintang yang dikenal sebagai lubang hitam yang lebih informatif
selain daripada gambaran yang Allah Sang Pencipta (Subhaanahu wa Ta'aalaa )
gambarkan untuk itu dengan الخُنًّس
الكُنَّس
[al-Khunnas al-Kunnas] ; maka ia adalah Khoonisah, yakni yang senantiasa
tersembunyi dan tertutup dengan dirinya sendiri. Dan ia adalah Kaanisah, yakni
Ia menyapu permukaan langit, menelan semua materi yang dilewatinya di antara
bintang-bintang, dan segala sesuatu yang termasuk dalam lingkup gravitasi
benda-benda langit, dan ia bergerak dalam orbitnya yang ditentukan untuknya.
Maka ia adalah خُنَّسِ جَوَارِ كُنَّسِ yang merupakan ekspresi
yang jauh lebih fasih daripada ekspresi lubang hitam, yang telah menjadi
terkenal dan menyebar di antara mereka yang bergelut di bidang astronomi..
Allah SWT berfirman:
﴿وَمَنْ أَصْدَقُ مِنَ اللَّهِ قِيلًا﴾
"Dan siapakah yang lebih benar
perkataannya dari pada Allah?" [QS. An-Nisaa: 122]
Dan Allah SWT berfirman:
﴿وَمَنْ اَصْدَقُ مِنَ اللّٰهِ حَدِيْثًا﴾
“Siapakah yang lebih benar
perkataan(nya) daripada Allah?" [QS. An-Nisaa: 87]
Sungguh aneh bahwa para ilmuwan Barat
menyebut lubang hitam ini sebagai nama metaforis yang aneh ketika mereka
menyebutnya sapu raksasa yang menelan (atau menyedot) segala sesuatu yang
mendekatinya ke dalamnya (Giant Vaccum Cleanersthat Suckineverythinginsight =
Pembersih Vakum Raksasa yang Menyedot Segala Sesuatunya)
BLACK HOLES jika digambarkan dalam
gambar yang diperkecil untuk JISIM BENDA PERTAMA di mana materi alam semesta
terhimpun di dalamnya, kemudian meledak lalu berubah menjadi awan asap, maka
dari asap inilah langit dan bumi diciptakan.
Dan hari ini proses ini berulang di
depan mata para pengamat astronom, karena bintang-bintang utama tercipta dari
konsentrasi materi di dalam nebula melalui pusaran Akresi (Accretion whirls)
atau Vertigo Akresi ( Accretion Vertigos ):
Dan diantaranya adalah bintang utama
(Bintang Urutan Utama = Main Sequeence Stars), yang dapat meledak menurut
massanya menjadi raksasa merah (Red Giants) atau novae atau supernova.
Dan ledakan raksasa merah dapat
menyebabkan pembentukan nebula planet (Planetary Nebulae), yang berakhir dengan
pembentukan katai putih (White Dwarfs), yang terus mendingin hingga berakhir
pada apa yang dikenal sebagai katai hitam (Black Dwarfs), yang mana ia termasuk
di antara bintang-bintang yang berjatuhan. Sama seperti halnya Ledakan
supernova dapat menyebabkan pembentukan bintang neutron atau pulsar yang tidak
berdenyut atau berdenyut (Non-Pulsating or Pulsating Neutron Stars or Pulsars),
atau lubang hitam (Black Holes), tergantung pada massa awalnya.
Dan Lubang hitam dapat kehilangan
massanya menjadi asap langit dengan cara menguapkan materi tersebut dalam
bentuk bintang semu yang mengirimkan gelombang radio melalui beberapa tahap
peralihan.
Kemudian ini hancur untuk kembali
lagi ke asap langit secara langsung atau melalui bentuk seperti bentuk nebula,
hingga anda bersaksi kepada Allah Sang Pencipta dengan Qudrat yang Maha Tinggi:
"Bahwa sesungguhnya Dia sendirian yang memulai penciptaan dan kemudian
mengulanginya, dan bahwa Dia sendiri yang berkuasa atas segala sesuatu.
[Allah SWT berfirman:
﴿وَهُوَ ٱلَّذِى يَبْدَؤُا۟ ٱلْخَلْقَ ثُمَّ
يُعِيدُهُۥ وَهُوَ أَهْوَنُ عَلَيْهِ ۚ وَلَهُ ٱلْمَثَلُ ٱلْأَعْلَىٰ فِى
ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ﴾
Artinya: Dan Dialah yang memulai
penciptaan, kemudian Dia mengulanginya kembali, dan itu adalah lebih mudah
bagi-Nya. Dan bagi-Nya-lah sifat yang Maha Tinggi di langit dan di bumi; dan
Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. ( QS. ar-Ruum: 27 ) PEN]
Dan sebagian yang sangat mengesankan
adalah bahwa para astronom bersaksi bahwa 90% materi alam semesta yang terlihat
(yang diwakili oleh materi galaksi biasa) adalah materi tersembunyi yang tidak
dapat dilihat manusia secara langsung, dan di antara materi tersembunyi ini
adalah:
Lubang-lubang hitam, Katai Coklat
yang Tidak Terdeteksi (Undetected Brown Dwarfs), Materi Gelap (Dark
Matter), Partikel Subatomik (Subatomic
Particles), dan lainnya, dan bahwa massa bagian alam semesta yang dapat diamati
diperkirakan lebih dari seratus kali massa yang terlihat..
Adapun bagian selanjutnya dalam surah
ini, di mana Al-Haqq Allah Tabaaroka wa Ta'aala berfirman:
﴿وَاللَّيْلِ إِذَا عَسْعَسَ (17)
وَالصُّبْحِ إِذَا تَنَفَّسَ﴾
“demi malam apabila telah menyamarkan
[hampir meninggalkan gelapnya], dan demi subuh apabila fajarnya bernafas [mulai
menyingsing] " [QS. at-Takwiir: 17-18]
maka ini adalah dua hal yang tidak
kaitannya dengan ﴿ الْخُنَّسِ الْجَوَارِ الْكُنَّسِ ۙ﴾ dan kami akan mempresentasikannya,
insya Allah, di tempat lain.
وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين.
وصلي الله وسلم وبارك علي سيدنا محمد وعلي آله وصحبه ومن تبع هداه
ودعا بدعوته إلي يوم الدين
KUTIPAN SELESAI
SUMBER:
Artikel ﴿ فَلَآ اُقْسِمُ بِالْخُنَّسِ ۙ. الْجَوَارِ الْكُنَّسِ ۙ﴾ karya DR. Zaglul
an-Najjaar. Yang diterbitkan di surat kabar Al-Ahram di bawah kolom "من أسرار القرآن" pada 6 Agustus
2001 dalam seri “ من
الآيات الكونية في القرآن الكريم
/ Dari Ayat-Ayat Kosmis dalam Al-Qur’an”.
Diterjemahkan oleh Abu Haitsam
Fakhry.
Dan berikut ini texs asli berbahasa arabnya:
﴿ فَلَآ اُقْسِمُ بِالْخُنَّسِ ۙ. الْجَوَارِ
الْكُنَّسِ ۙ﴾
بقلم الدكتور/ زغلول النجار
نشر في جريدة الأهرام تحت عمود "من أسرار القرآن" بتاريخ 6
أغسطس 2001 ضمن سلسلة "من الآيات الكونية في القرآن الكريم"
فلا أقسم بالخنس* الجوار الكنس
الخنس الجوار الكنس في اللغة العربية
جاء في معجم مقاييس اللغة لابن فارس( المتوفي سنة395 هـ),
تحقيق عبدالسلام هارون( الجزء الخامس، الطبعة الثانية1972 م، ص141,
ص223) وفي غيره من معاجم اللغة تعريف لغوي للفظي الخنس والكنس يحسن الاستهداء به
في فهم مدلول الخنس الجوار الكنس كما جاءا في آيتي سورة التكوير علي النحو
التالي:
أولا: الخنس:
خنس: الخاء والنون والسين أصل واحد يدل علي استخفاء وتستر،
قالوا: الخنس الذهاب في خفيه، يقال خنست عنه، وأخنست عنه حقه.
والخنس: النجوم تخنس في المغيب، وقال قوم: سميت بذلك لأنها تخفي
نهارا وتطلع ليلا، والخناس في صفة الشيطان، لأنه يخنس إذا ذكر الله تعالي، ومن
هذا الباب الخنس في الأنف انحطاط القصبة، والبقر كلها خنس.
ومعني ذلك أن الخنس جمع خانس أي مختف عن البصر، والفعل خنس بمعني
استخفي وتستر، يقال خنس الظبي إذا اختفي وتستر عن أعين المراقبين.
والخنوس يأتي أيضا بمعني التأخر، كما يأتي بمعني الانقباض
والاستخفاء. وخنس بفلان وتخنس به أي غاب به، وأخنسه أي خلفه ومضي عنه.
ثانيا: الجوار:
أي الجارية.( في أفلاكها) وهي جمع جارية، من الجري وهو المر
السريع.
ثالثا: الكنس:
( كنس) الكاف والنون والسين تشكل أصلين صحيحين، أحدهما يدل علي
سفر شئ عن وجه شئ وهو كشفه والأصل الآخر يدل علي استخفاء، فالأول كنس البيت، وهو
سفر التراب عن وجه أرضه، والمكنسه آلة الكنس، والكناسة مايكنس.
والأصل الآخر: الكناس: بيت الظبي، والكانس: الظبي يدخل
كناسه، والكنس: الكواكب تكنس في بروجها كما تدخل الظباء في كناسها، قال أبو
عبيدة: تكنس في المغيب.
وقيل الكنس جمع كانس( أي قائم بالكنس) أو مختف من كنس الظبي أي
دخل كناسه وهو بيته الذي يتخذه من أغصان الشجر، وسمي كذلك لأنه يكنس الرمل حتي
يصل إليه. وعندي أن الكنس هي صيغة منتهي الجموع للفظة كانس أي قائم بعملية
الكنس، وجمعها كانسون، أو للفظة كناس وجمعها كناسون، والكانس والكناس هو الذي
يقوم بعملية الكنس( أي سفر شيء عن وجه شيء آخر، وإزالته), لأنه لا يعقل أن
يكون المعني المقصود في الآية الكريمة للفظة الكنس هي المنزوية المختفية وقد
استوفي هذا المعني باللفظ الخنس، ولكن أخذ اللفظتين بنفس المعني دفع بجمهور
المفسرين إلي القول بأن من معاني فلا أقسم بالخنس* الجوار الكنس*: أقسم قسما
مؤكدا بالنجوم المضيئة التي تختفي بالنهار وتظهر بالليل وهو معني الخنس، والتي
تجري في أفلاكها لتختفي وتستتر وقت غروبها كما تستتر الظباء في كناسها( أي
مغاراتها) وهو معني الجوار الكنس، قال القرطبي:
....هي النجوم تخنس بالنهار، وتظهر بالليل، وتكنس وقت غروبها أي
تستتر كما تكنس الظباء في المغار وهو الكناس، وقال مخلوف: أقسم الله تعالي
بالنجوم التي تخنس بالنهار أي يغيب ضوؤها فيه عن الأبصار مع كونها فوق الأفق،
وتظهر بالليل، وتكنس أي تستتر وقت غروبها أي نزولها تحت الأفق كما تكنس الظباء في
كنسها.. وقال بعض المتأخرين من المفسرين:
هي الكواكب التي تخنس أي ترجع في دورتها الفلكية، وتجري في أفلاكها
وتختفي.
ومع جواز هذه المعاني كلها إلا أني أري الوصف في هاتين الآيتين
الكريمتين: فلا أقسم بالخنس* الجوار الكنس*. ينطبق انطباقا كاملا مع حقيقة
كونية مبهرة تمثل مرحلة خطيرة من مراحل حياة النجوم يسميها علماء الفلك اليوم باسم
الثقوب السود ( Black
Holes).
وهذه الحقيقة لم تكتشف إلا في العقود المتأخرة من القرن العشرين،
وورودها في القرآن الكريم الذي أنزل قبل ألف وأربعمائة سنة بهذه التعبيرات العلمية
الدقيقة علي نبي أمي( صلي الله عليه وسلم), في أمة كانت غالبيتها الساحقة من
الأميين، هي شهادة صدق علي أن القرآن الكريم هو كلام الله الخالق الذي أبدع هذا
الكون بعلمه وحكمته وقدرته، وعلي أن سيدنا محمدا بن عبدالله كان موصولا بالوحي،
معلما من قبل خالق السماوات والأرض، وأنه( صلي الله عليه وسلم) ما كان ينطق
عن الهوي، إن هو إلا وحي يوحي.
الخنس الجوار الكنس في نظر بعض الفلكيين المسلمين المعاصرين يري بعض
الفلكيين المسلمين المعاصرين في الوصف القرآني: الخنس الجواري الكنس أنه وصف للمذنبات
(Comets), وهي أجرام سماوية ضئيلة الكتلة( لا
تكاد تصل كتلتها إلي واحد من المليون من كتلة الأرض) ولكنها مستطيلة بذنبها إلي
ما قد يصل إلي150 مليون كيلو متر مما يجعلها أكبر أجرام المجموعة الشمسية، حيث
تتحرك في مدارات حول الشمس، بيضاوية تقع الشمس في أحد طرفيها ونحن نراها كلما
اقتربت من الشمس، وهذه المدارات لا تتبع قوانين الجاذبية بدقة، وتتميز بشئ من
اللامركزية، وبميل أكبر علي مستوي مدار الأرض، مما يجعل المذنبات تظهر وتختفي
بصورة دورية علي فترات تطول وتقصر.
والمذنبات تتكون أساسا من خليط من الثلج والغبار، وللمذنب رأس
وذنب، وللرأس نواة يبلغ قطرها عدة كيلو مترات قليلة عبارة عن كرة من الثلج
والغبار تحيط بها هالة من الغازات والغبار، وتحيط بالهالة سحابة من غاز
الإيدروجين قد يصل قطرها إلي مليون كيلو متر.
والغبار المكون للمذنبات شبيه في تركيبه الكيميائي والمعدني بتركيب
بعض النيازك، وأما الثلج فهو خليط من ثلج كل من الماء، وثاني أكسيد الكربون،
والأمونيا، والميثين.
وبالتفاعل مع كل من أشعة الشمس والرياح الشمسية يندفع من رأس المذنب
ذيل من الغازات والأبخرة والغبار قد يصل طوله إلي150 مليون كيلو متر، ومن هنا
كانت التسمية بالمذنبات، وللكثير من المذنبات ذيلان أحدهما ترابي ويبدو أصفر
اللون في أشعة الشمس، والآخر مكون من غازات متأينة في حالة البلازما(
أليكترونات وأيونات) ويبدو أزرق اللون في أشعة الشمس، والذنب الغازي يندفع بفعل
الرياح الشمسية في خط مستقيم خلف رأس المذنب بينما ينعقف منثني الذنب الترابي بلطف
خلف رأس المذنب إلي أعلي، وهذان الذنبان قد يتواجدان معا أو يتواجد أحدهما في
المذنب الواحد، في عكس اتجاه أشعة الشمس بانحراف قليل نظرا لدوران نواة رأس
المذنب( التي تتراوح كتلتها بين مائة مليون، وعشرة مليون مليون طن) وللمذنب
مجال مغناطيسي ثابت علي طوله.
ووجه الشبه الذي استند إليه هذا النفر من الفلكيين المسلمين
المعاصرين بين المذنبات والوصف القرآني الخنس الجواري الكنس هو أن المذنب يقضي
فترة تتراوح بين عدة أيام وعدة شهور مجاورا للشمس في زيارة خاطفة، فيظهر لنا
بوضوح وجلاء ولكنه يقضي معظم فترة دورانه بعيدا عن الشمس فيختفي عنا تماما
ويستتر، فإذا ما اقترب من الشمس ظهر لنا وبان، ولكن سرعان ما يقفل راجعا حتي
يختفي تماما عن الأنظار، واعتبروا ذلك هو الخنوس، ولكن الوصف القرآني بالخنس
يعني الاختفاء الكامل، ولا يعني الظهور ثم الاختفاء.
(The
Missing Mass in the universe)
ما هي الثقوب السود ؟:
يعرف الثقب الاسود بأنه أحد أجرام السماء التي تتميز بكثافتها
الفائقة وجاذبيتها الشديدة بحيث لا يمكن للمادة ولا لمختلف صور الطاقة ومنها الضوء
أن تفلت من اسرها، ويحد الثقب الاسود سطحا يعرف باسم أفق الحدث (The Event Horizon), وكل ما يسقط داخل هذا الأفق لا يمكنه
الخروج منه، أو إرسال أية إشارة عبر حدوده.
وقد أفادت الحسابات النظرية في الثلث الاول من القرن العشرين إلي
إمكانية وجود مثل هذه الأجرام السماوية ذات الكثافات الفائقة والجاذبية
الشديدة[كارل شفارز تشايلد1916 م، روبرت أوبنهاير
1934(Karl
schwars child,1916 Robert oppenheimer,1934) إلا أنها لم تكتشف إلا في سنة1971, بعد اكتشاف النجوم
النيوترونية بأربع سنوات ففي خريف سنة1967 م أعلن الفلكيان البريطانيان توني
هيويش (Tony
Hewish) وجوسلين بل (Jocelyn Bell) عن اكتشافهما لأجرام سماوية صغيرة الحجم( بأقطار في حدود16
كيلو متر) تدور حول محورها بسرعات مذهلة بحيث تتم دورتها في فترة زمنية تتراوح
بين عدد قليل من الثواني إلي اجزاء لاتكاد تدرك من الثانية الواحدة وتصدر موجات
راديوية منتظمة أكدت أن تلك الأجرام هي نجوم نيوترونية (Neutron Stars) ذات كثافة فائقة تبلغ بليون طن للسنتيمتر المكعب.
وفي سنة1971 م اكتشف علماء الفلك أن بعض النجوم العادية تصدر وابلا
من الاشعة السينية، ولم يجدوا تفسيرا علميا لذلك إلا وقوعها تحت تأثير أجرام
سماوية غير مرئية ذات كثافات خارقة للعادة، ومجالات جاذبية عالية الشدة، وذلك
لأن النجوم العادية ليس في مقدورها إصدار الأشعة السينية من ذاتها، وقد سميت تلك
النجوم الخفية باسم الثقوب السود (Black Holes), وقد سميت بالثقوب لقدرتها الفائقة علي ابتلاع كل ما تمر به أو
يدخل في نطاق جاذبيتها من مختلف صور المادة والطاقة من مثل الغبار الكوني والغازات
والاجرام السماوية المختلفة، ووصفت بالسواد لأنها معتمة تماما لعدم قدرة الضوء
علي الإفلات من مجال جاذبيتها علي الرغم من سرعته الفائقة المقدرة بحوالي
الثلاثمائة ألف كيلو متر في الثانية(299792,458 كم/ ث) وقد اعتبرت الثقوب
السود مرحلة الشيخوخة في حياة النجوم وهي المرحلة التي قد تسبق انفجارها وعودة
مادتها الي دخان السدم دون ان يستطيع العلماء حتي هذه اللحظة معرفة كيفية حدوث
ذلك.
كيف تتكون الثقوب السود؟
تعتبر الثقوب السود كما ذكرنا من قبل مرحلة الشيخوخة في حياة
النجوم، ولكي نفهم كيفية تكونها لابد لنا من معرفة المراحل السابقة في حياة تلك
النجوم.
والنجوم هي أجرام سماوية غازية التركيب في غالبيتها، شديدة
الحرارة، ملتهبة، مضيئة بذاتها، يغلب علي تركيبها غاز الايدروجين الذي يكون
أكثر من74% من مادة الكون المنظور، والذي تتحد ذراته مع بعضها البعض في داخل
النجوم بعملية تعرف باسم الاندماج النووي (Nuclear Fusion) مطلقة الطاقة الهائلة ومكونة عناصر أعلي في وزنها الذري من
الأيدورجين( أخف العناصر المعروفة لنا علي الإطلاق وأبسطها من ناحية البناء
الذري ولذلك يوضع في الخانة رقم واحد في الجدول الدوري للعناصر التي يعرف منها
اليوم105 عنصرا) والنجوم تتخلق ابتداء من الغبار( الدخان) الكوني الذي
يكون السدم، وينتشر في فسحة السماء ليملأها وتتكون النجوم في داخل السدم بفعل
دوامات عاتية تؤدي الي تجاذب المادة تثاقليا وتكثفها علي ذاتها حتي تتجمع الكتلة
اللازمة لتخليق النجم، وتبدأ عملية الاندماج النووي فيه، وتنطلق منه الطاقة
وينبعث الضوء، وبعد الميلاد تمر النجوم بمراحل متتابعة من الطفولة فالشباب
فالشيخوخة والهرم علي هيئة ثقب أسود يعتقد ان مصيره النهائي هو الانفجار والتحول
الي الدخان مرة أخري، وإن كنا لا ندري حتي هذه اللحظة كيفية حدوث ذلك، ومن
المراحل المعروفة لنا في دورة حياة النجوم ما يعرف باسم نجوم النسق العادي (Main Sequence Stars) والعمالقة الحمر (Red Giants), والأقزام البيض (White Dwarfs), والأقزام السود (Black Dwarfs) والنجوم النيوترونية (Neutron Stars), والثقوب السود (Black Holes) فعندما تبدأ كمية الإيدروجين بداخل النجم في التناقص نتيجة
لعملية الاندماج النووي، وتبدأ كمية الهيليوم الناتجة عن تلك العملية في التزايد
تبدأ طاقة النجم في الاضمحلال تدريجيا وترتفع درجة حرارة قلب النجم إلي عشرة
ملايين درجة كلفن( الصفر المئوي يساوي273 درجة كلفن) مؤديا بذلك إلي بدء
دورة جديدة من عملية الاندماج النووي وإلي انبعاث المزيد من الطاقة التي تؤدي الي
مضاعفة حجم النجم الي مئات الأضعاف فيطلق عليه اسم العملاق الاحمر (Red Giant), وبتوالي عملية الاندماج النووي يأخذ النجم في استهلاك طاقته
دون إمكانية انتاج المزيد منها مما يؤدي الي تقلصه في الحجم وانهياره اما الي قزم
أبيض (White
Dwarf) أو إلي نجم نيوتروني (Neutron Star) أو الي ثقب أسود (Black Hole) حسب كتلته الأصلية التي بدأ تواجده بها.
فإذا كانت الكتلة الابتدائية للنجم أقل من كتلة الشمس فإن
الإليكترونات في مادة النجم تقاوم عملية تقلصه ابتداء ثم تنهار هذه المقاومة ويبدأ
النجم في التقلص حتي يصل الي حجم أقل قليلا من حجم الارض، متحولا إلي قزم أبيض،
وهذه المرحلة من مراحل حياة النجوم قد تتعرض لعدد من الانفجارات النووية الهائلة
والتي تنتج عن تزايد الضغط في داخل النجم، وتسمي هذه المرحلة باسم النجوم الجديدة
أو النجوم المستجدة (Novae) فإذا زاد تراكم الضغط في
داخل القزم الابيض فإنه ينفجر انفجارا كاملا محدثا نورا في السماء يقارب نور بليون
شمس كشمسنا، وتسمي هذه المرحلة باسم النجم المستعر الأعظم
(Supernova) يفني علي إثرها القزم الابيض وتتحول مادته
الي دخان، وتحدث هذه الظاهرة مرة واحدة في كل قرن من الزمان لكل مجرة تقريبا،
ولكن مع الأعداد الهائلة للمجرات في الجزء المدرك لنا من الكون فإن هذه الظاهرة
تحدث في الكون المدرك مرة كل ثانية تقريبا.
أما إذا كانت الكتلة الابتدائية للنجم أكبر من كتلة الشمس فإنه ينهار
عند استهلاك طاقته متحولا الي نجم نيوتروني وفيه تتحد البروتونات والأليكترونات
منتجة النيوترونات، وهذا النجم النيوتروني ينبض في حدود ثلاثين نبضة في الثانية
الواحدة ومن هنا يعرف باسم النجم النابض (Pulsating Star أو النابض (Pulsar).
وهناك من النجوم النيوترونية ما هو غير نابض (Non-Pulsating Neutron Star) وقد يستمر هذا النجم النيوتروني في
الانهيار حتي يصل الي مرحلة الثقب الأسود إذا كانت كتلته الابتدائية تسمح بذلك
فإذا كانت الكتلة الابتدائية للنجم تزيد علي كتلة الشمس بمرة ونصف المرة
تقريبا(1,4 قدر كتلة الشمس) ولكنها تقل عن خمسة أضعاف كتلة الشمس فإن عملية التقلص
تنتهي به إلي نجم نيوتروني لا يزيد قطره علي عشرة كيلو مترات تقريبا، ويسمي بهذا
الاسم لأن الذي يقوم بعملية مقاومة التقلص التثاقلي (Gravitational Contraction) فيه هي النيوترونات لأن الإليكترونات في
داخل كتلة النجم تعجز عن ذلك.
أما إذا زادت الكتلة الابتدائية للنجم علي خمسة أضعاف كتلة الشمس فلا
يتمكن أي من الإليكترونات أو النيوترونات من مقاومة عملية التقلص التثاقلي للنجم
فتستمرحتي يصل النجم إلي مرحلة الثقب الأسود، وهذه المرحلة لا يمكن إدراكها بصورة
مباشرة، ولكن يمكن تحديد مواقعها بعدد من الملاحظات غير المباشرة من مثل صدور
موجات شديدة من الأشعة السينية من الأجرام الواقعة تحت تأثيرها، واختفاء كل
الأجرام السماوية بمجرد الاقتراب من مجال جاذبيتها.
ومع إدراكنا لانتهاء حياة النجوم بالانفجار علي هيئة نجم مستعر أو
نجم مستعر أعظم، أو بفقدانه للطبقات الخارجية منه وتحوله إلي مادة عظيمة الكثافة
شديدة الجاذبية مثل النجوم النيوترونية أو الثقوب السود، إلا أن طبيعة تلك الثقوب
السود وطريقة فنائها تبقي معضلة كبري أمام كل من علماء الفلك والطبيعة الفلكية،
فحسب قوانين الفيزياء التقليدية لا يستطيع الثقب الأسود فقد أي قدر من كتلته مهما
تضاءل، ولكن حسب قوانين فيزياء الكم فإنه يتمكن من الإشعاع وفقدان كل من الطاقة
والكتلة وهي سنة الله الحاكمة في جميع خلقه، ولكن تبقي كيفية تبخر مادة الثقب
الأسود بغير جواب، وتبقي كتلته، وحجمه، وكثافته، وطبيعة كل من المادة والطاقة
فيه، وشدة حركته الزاوية، وشحناته الكهربية والمغناطيسية من الأسرار التي يكافح
العلماء إلي يومنا هذا من أجل استجلائها.
فسبحان الذي خلق النجوم وقدر لها مراحل حياتها... وسبحان الذي
أوصلها إلي مرحلة الثقب الأسود، وجعله من أسرارالكون المبهرة... وسبحان الذي
أقسم بتلك النجوم المستترة، الحالكة السواد، الغارقة بالظلمة... وجعل لها من
الظواهر مايعين الإنسان علي إدراك وجودها علي الرغم من تسترها واختفائها، وسبحان
الذي مكنها من كنس مادة السماء وابتلاعها وتكديسها، ثم وصفها لنا من قبل أن
نكتشفها بقرون متطاولة بهذا الوصف القرآني المعجز فقال( عز من قائل) فلا أقسم
بالخنس* الجوار الكنس.
ولا أجد وصفا لتلك المرحلة من حياة النجوم المعروفة باسم الثقوب
السود أبلغ من وصف الخالق( سبحانه وتعالي) لها بالخنس الكنس فهي خانسة أي
دائمة الاختفاء والاستتار بذاتها، وهي كانسة لصفحة السماء، تبتلع كل ما تمربه من
المادة المنتشرة بين النجوم، وكل ما يدخل في نطاق جاذبيتها من أجرام السماء، وهي
جارية في أفلاكها المحددة لها، فهي خنس جوار كنس وهو تعبير أبلغ بكثيرمن تعبير
الثقوب السود الذي اشتهر وذاع بين المشتغلين بعلم الفلك..
ومن أصدق من الله قيلا (النساء:122)
ومن العجيب أن العلماء الغربيين يسمون هذه الثقوب السود تسمية مجازية
عجيبة حين يسمونها بالمكانس العملاقة التي تبتلع( أو تشفط) كل شيء يقترب منها
إلي داخلها:
(Giant
Vaccum Cleanersthat Suckineverythinginsight) وتبقي الثقوب السود صورة مصغرة للجرم الأول الذي تجمعت فيه مادة
الكون ثم انفجر ليتحول إلي سحابة من الدخان، وأن من هذا الدخان خلقت السموات
والأرض، وتتكرر العملية اليوم أمام أنظار المراقبين من الفلكيين حيث تتخلق النجوم
الابتدائية من تركز المادة في داخــل السـدم عبر دوامات تركيز المادة (Accretionwhirls) أو (Accretion Vertigos) ومنها تتكون النجوم
الرئيسية (Main
Sequeence Stars) والتي قد تنفجر حسب
كتلتها إلي عمالقة حمر (Red Giants) أو نجوم مستعرة (Novae) أو فوق مستعرة (Supernovae), وقد يؤدي انفجار العمالقة الحمر إلي تكون سدم كوكبية (Planetary Nebulae) والتي تنتهي إلي تكون الأقزام البيض (White Dwarfs) والتي تستمر في التبرد حتي تنتهي إلي مايعرف باسم الأقزام السود
Black
Dwarfs) وهي من النجوم
المنكدرة، كما قد يؤدي انفجار فوق المستعرات الي تكون نجوم نيوترونية نابضة أو
غير نابضة (Non-Pulsating
or Pulsating Neutron Stars or Pulsars) أو ثقوب سود (Black Holes) حسب كتلتها الابتدائية، وقد تفقد الثقوب السود كتلتها إلي دخان
السماء عن طريق تبخر تلك المادة علي هيئة أشباه النجوم المرسلة لموجات راديوية عبر
مراحل متوسطة عديدة ثم تتفكك هذه لتعود مرة أخري إلي دخان السماء مباشرة أو عبر
هيئة كهيئة السدم حتي تشهد لله الخالق بالقدرة الفائقة علي أنه وحده الذي يبدأ الخلق
ثم يعيده، وأنه وحده علي كل شيء قدير. ومن المبهر حقا أن يشهد علماء الفلك
بأن90% من مادة الكون المنظور( ممثلة بمادة المجرات العادية) هي مواد خفية
لا يمكن للإنسان رؤيتها بطريقة مباشرة، وأن من هذه المواد الخفية:
الثقوب السود، والأقزام البنية غير المدركة (Undetected Brown Dwarfs), والمادة الداكنة (Dark Matter) واللبنات الأولية للمادة (Subatomic Particles) وغيرها، وأن كتلة الجزء المدرك من الكون
تقدر بأكثر من مائة ضعف الكتلة الظاهرة.
أما عن القسم التالي في السورة والذي يقول فيه الحق( تبارك
وتعالي): والليل إذا عسعس والصبح إذا تنفس فهما قضيتان مستقلتان عن الخنس الجوار
الكنس سنعرض لهما إن شاء الله تعالي في مقام آخر وأخر دعوانا أن الحمد لله رب
العالمين.
وصلي الله وسلم وبارك علي سيدنا محمد وعلي آله وصحبه ومن تبع هداه
ودعا بدعوته إلي يوم الدين.
0 Komentar