AL-QUR'AN
& HADITS TENTANG GUGUSAN GALAKSI BAGAIKAN CINCIN BERTEBARAN DAN BARTHAWAF
DI ALAM SEMESTA
----
Di Susun
Oleh Abu Haitsam Fakhri
KAJIAN NIDA AL-ISLAM
*****
-----
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
===***===
PERINTAH MEMPELAJARI DAN MENELITI ALAM SEMESTA:
Allah SWT memerinthakan para
hambanya untuk mempelajari , meneliti dan mengamati alam semesta , sebagaimana
dalam Firman-Nya:
﴿ قُلْ سِيْرُوْا
فِى الْاَرْضِ فَانْظُرُوْا كَيْفَ بَدَاَ الْخَلْقَ ثُمَّ اللّٰهُ يُنْشِئُ
النَّشْاَةَ الْاٰخِرَةَ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ۚ ﴾
“Katakanlah [hai Muhammad]:
Berjalanlah kalian di bumi, maka perhatikanlah bagaimana (Allah) memulai
penciptaan (makhluk), kemudian Allah menjadikan kejadian yang akhir. Sungguh,
Allah Mahakuasa atas segala sesuatu ". (QS. Al-'Ankabut: 20)
Dan Allah Ta’ala berfirman:
﴿ إِنَّ فِي
خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ
لِأُولِي الْأَلْبَابِ . الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا
وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ
رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ﴾
“Sesungguhnya dalam penciptaan
langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda
bagi orang-orang yang berakal.
(yaitu) orang-orang
yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan
mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata):
"Ya Tuhan kami, tiadalah
Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami
dari siksa neraka”. (QS. Ali Imran: 190-191)
Makna: ALBAAB (أَلْبَابُ)
, itu bentuk jamak dari kata LUBB (لُبٌّ) artinya: inti sari , bagian terbaik atau
terpenting atau akal yang mendalam cerdasnya.
LABIIB (لَبِيْبٌ): yang akalnya cerdik dan pandai.
===****===
GUGUSAN GALAKSI BAGAIKAN CINCIN BERTEBARAN DI ALAM SEMESTA
****
PENGERTIAN GALAKSI:
Galaksi adalah kumpulan bintang
yang terdapat dalam alam semesta. Galaksi dikekalkan bersama oleh satu tarikan
gravitasi dan komponen galaksi mengorbit satu pusat.
Telah diakui secara ilmiah bahwa
galaksi kita yang disebut Bima Sakti mengandung miliaran bintang seperti
matahari kita yang cerah, lebih kecil dan jutaan kali lebih besar. Dan bahwa
alam semesta mengandung miliaran galaksi seperti galaksi kita.
Di dalam galaksi Bimasakti itu
sendiri mempunyai sekitar milyaran matahari. Matahari kita tidak berada di
pusat Bima Sakti namun berada agak di tepi, dengan jarak antara Matahari dan
pusat galaksi sekitar 27.700 tahun cahaya. Dugaan kuat, di pusat galaksi
bersemayam lubang hitam supermasif (SUPERMASSIVE BLACK HOLE). Titik tempat
lubang hitam itu berada disebut sebagai Sagitarius A* (dibaca: Sagittarius
A-star), suatu objek yang memancarkan gelombang radio yang sangat kuat.
Gambar: Galaksi Bima Sakti. Mengelilingi
Black Hole. Posisi matahari di tepi.
Selain itu, di alam jagad raya
ini, tidak hanya ada satu galaksi saja yaitu galaksi Bimasakti. Akan tetapi
terdapat begitu banyak galaksi galaksi yang lainnya lagi. Dan kesemuanya itu
membentuk kluster galaksi.
Selanjutnya sistem kluster
galaksi yang terdiri atas milyaran benda-benda angkasa seperti matahari,
planet, bulan, meteor, asteroid, dan lain-lain juga berputar (thawaf)
mengelilingi pusat galaksi, yang oleh NASA disebut ”MONSTER BLACK HOLE” karena
ukurannya yang jauh lebih besar dibandingkan black hole dalam galaksi
bimasakti.
GAMBAR: MONSTER BLACK HOLE
Tabrakan spasial dua lubang
hitam menciptakan lubang hitam baru yang 142 kali lebih besar dari Matahari di
tata surya kita.
Allah SWT berfirman:
﴿وَالسَّمَاۤءِ
ذَاتِ الْبُرُوْجِۙ﴾
"Demi langit yang mempunyai
gugusan bintang (Galaksi)". [QS. al-Buruuj: 1]
Dan Allah SWT berfirman:
﴿وَالسَّمَاءِ
ذَاتِ الْحُبُكِ﴾
“Dan demi langit yang mempunyai
jalan-jalan”. [QS. adz-Dzaariyat: 7]
(Yang dimaksud
jalan-jalan dalam ayat ini adalah orbit bintang-bintang dan planet-planet)
Dan Allah SWT berfirman:
﴿اَللّٰهُ
الَّذِيْ خَلَقَ سَبْعَ سَمٰوٰتٍ وَّمِنَ الْاَرْضِ مِثْلَهُنَّۗ يَتَنَزَّلُ
الْاَمْرُ بَيْنَهُنَّ لِتَعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
ەۙ وَّاَنَّ اللّٰهَ قَدْ اَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا﴾
“Allah yang menciptakan tujuh
langit. Dan dari (penciptaan) bumi juga serupa dengan-nya. Perintah Allah turun
berlaku diantara semuanya, agar kalian mengetahui bahwa Allah Mahakuasa atas
segala sesuatu, dan ilmu Allah benar-benar meliputi segala sesuatu". [QS.
Ath-Thalaq: 12]
===
Sebagai contoh galaksi adalah: Galaksi BIMA SAKTI:
Dikutip dari buku Fakta Paling
Top: Alam Semesta yang ditulis oleh Brian William:
Galaksi Bimasakti adalah galaksi
spiral. Dan matahari adalah salah satu bintang di antara jutaan bintang di
salah satu lengannya, yang dikenal sebagai lengan Orion.
Galaksi Bimasakti adalah galaksi
berbentuk lensa cembung. Matahari sebagai pusat tata surya memiliki jarak
sekitar 30.000 tahun cahaya untuk menuju pusat galaksi Bimasakti.
Galaksi Bimasakti sering juga
disebut dengan galaksi Milky Way. Kata milky way sendiri berasal dari bahasa
Latin, yakni via lactea dengan kata dasar lactea yang berarti susu.
Bimasakti disebut sebagai
galaksi Milky Way karena visual dari galaksi ini terlihat seperti susu yang
berbentuk cakram lonjong. Dalam bahasa Indonesia, galaksi ini disebut sebagai
galaksi Bimasakti.
Matahari dan bumi merupakan
bagian dari galaksi Bimasakti (Milky Way). Sementara itu, galaksi Bimasakti pun
ternyata hanya sebuah galaksi dari jutaan galaksi yang ada di alam semesta ini.
Bumi, yakni tempat tinggal
manusia hanyalah sebuah benda kecil di alam semesta yang disebut planet
bergerak mengelilingi matahari. Sementara itu, matahari adalah hanya sebuah
bintang dalam gugusan jutaan bintang yang disebut galaksi.
----
Ciri-Ciri Galaksi Bimasakti
Galaksi Bimasakti memiliki
sejumlah karakteristik atau ciri-ciri yang membedakan galaksi ini dengan
galaksi lainnya. Berikut ciri-ciri galaksi Bimasakti:
1] Bentuk galaksi Bimasakti
seperti DUA BUAH PIRING CEKUNG dengan bagian tengah tebal dan semakin ke tepi
semakin pipih.
2] Galaksi Bimasakti merupakan
jenis galaksi spiral.
3] Memiliki satelit galaksi,
yaitu Awan Magellan Besar yang berjarak 160.000 tahun cahaya.
4] Galaksi Bimasakti merupakan
anggota sebuah gugus galaksi yang disebut Grup Lokal, yang terdiri atas sekitar
54 galaksi lainnya.
5] Memiliki sistem yang disebut
dengan tata surya.
6] Garis tengah atau diameter
galaksi berkisar 100.000 tahun cahaya.
7] Pusat dari galaksi memiliki
diameter 3,26 tahun cahaya.
Salah satu ciri galaksi Bimasakti adalah
memiliki satelit bernama Awan Magellan Besar. Foto: Wikipedia Commons.
===******===
HADITS-HADITS NABI ﷺ
TENTANG BENTUK GUGUSAN
GALAKSI DI LANGIT
Pada kesempatan ini Penulis akan
membahas tentang sabda-sabda Nabi ﷺ yang menggambarkan alam semesta sebagaimana yang Allah SWT
perlihatkan kepadanya dalam berbagai bentuk dan dimensi, seribu empat ratus
tahun yang lalu, ketika baik manusia maupun jin tidak dapat mencapainya , baik
dengan pikirannya maupun dengan pengetahuannya , baik faktanya maupun
deskripsinya:
---------
PERTAMA: SEPERTI
CINCIN-CINCIN YANG DI TEBARKAN DI PADANG SAHARA:
Pertama-tama kita akan
menyebutkan deskripsi Nabi ﷺ tentang
dimensi benda langit dan ukurannya dalam kaitannya dengan apa yang ada di
atasnya.
Dalam hal ini Rasulullah ﷺ
yang mengisyaratkan bahwa
penampakan alam semesta itu bundar melingkar seperti CINCIN sebagaimana dalam
hadits Abi Dzar.
Sahabat yang mulia Abu Dzar
Al-Ghafari radhiyallahu 'anhu berkata: bahwa Nabi ﷺ bersabda:
“مَا
السَّمَاوَاتُ السَّبعُ فِي الْكُرْسِيِّ إِلَّا كَحَلْقَةٍ مُلْقَاةٍ بِأَرْضِ
فَلَاةٍ، وَفَضْلُ الْعَرْشِ عَلَى الْكُرْسِيِّ كَفَضْلِ تِلْكَ الْفَلَاةِ عَلَى
تِلْكَ الْحَلْقَةِ".
“Perumpamaan langit yang
tujuh dibandingkan dengan Kursi seperti cincin yang
dilemparkan di padang sahara yang luas, dan keunggulan ‘Arsy atas
Kursi seperti keunggulan padang sahara yang luas itu atas cincin tersebut.”
[HR. Muhammad bin Abi
Syaibah dalam Kitaabul ‘Arsy no. 58 , Ibnu Hibban n0. 361 , al-Baihaqi dalam
al-Asmaa wa ash-Shifaat no. 861 dan Abu Naim dalam ((Hilyat Al-Awliya’) (1/167)
secara panjang lebar dari Sahabat Abu Dzarr al-Ghifari t.
Dishahihkan oleh Ibnu al-Qoyyim
dan dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam Silsilatul Ahaadiits ash-Shahiihah
(I/223 no. 109) dan التَّعْلِيقُ عَلَى الطَّحَاوِيَّةِ no. 36.
Dan dalam riwayat lain dari Abu
Dzar al-Ghifari bahwa Rosulullah ﷺ bersabda:
ما الكُرْسيُّ في العرشِ إلَّا كحَلْقةٍ مِن
حديدٍ أُلقِيَت بينَ ظَهْرَيْ فَلاةٍ مِن الأرضِ.
Tidaklah al-Kursi dibandingkan
dengan al-'Arasy itu kecuali seperti cincin besi yang dilemparkan di antara dua
hamparan padang sahara di bumi.
[HR. Ath-Thobari
meriwayatkan dalam “Al-Tafsir” (5/399) melalui Yunus]. Ibnu Katsiir mengatakan
dalam “al-Bidayah wa an-Nihayah ” (1/14):
«أَوَّلُ الْحَدِيثِ
مُرْسَلٌ، وَعَنْ أَبِي ذَرٍّ مُنْقَطِعٌ». ا. هـ.
“Awal dari hadits adalah mursal
dan yang dari Abu Dzar, dan itu sanadnya terputus”.
Dan di Dhaifkan oleh Syu'aib
al-Arna'uuth dalam Syarah Aqidah ath-Thahawiyah hal. 370]
Muhammad bin Hajjaj berkata:
قُلْتُ: «وَرِجَالُهُ ثِقَاتٌ، وَهُوَ أَصَحُّ
مَا فِي الْبَابِ، وَالْحَدِيثُ بِمَجْمُوعِ الطُّرُقِ حَسَنٌ لِغَيْرِهِ، وَفِيهِ
دَلِيلٌ عَلَى الْفَرْقِ بَيْنَ الْكُرْسِيِّ وَالْعَرْشِ، فَتَنَبَّهْ، وَاللَّهُ
أَعْلَمُ».
“Saya berkata: Dan
orang-orangnya dapat dipercaya, dan itu adalah yang paling shahih dari apa yang
ada di bab ini. Dan hadits ini dengan sejumlah jalur-jalurnya adalah HASAN
LIGHOIRIHI. Dan hadits ini berisi dalil perbedaan antara al-Kursi dan al-'Arasy
, maka perhatikan itu , wallaahu a'lam ". [Baca: Arsip Multaqoo Ahlil
Hadits 69/85]
Dan yang sudah maklum adanya
bahwa:
أَنَّ الرَّقْمَ سَبْعَةَ عِنْدَ الْعَرَبِ
يُفِيدُ الْكَثْرَةَ، وَلَا يَتَحَدَّدُ فَقَطْ بِالسَّبْعَةِ عَدَدًا.
"ANGKA TUJUH di
kalangan orang Arab menunjukkan banyak melimpah dan tidak terbatas pada tujuh
angka saja". [Lihat: مُقَارَنَةٌ بَيْنَ الْوَصْفِ النَّبَوِيِّ وَتَصَوُّرِ عُلَمَاءِ
الْفَضَاءِ لِلْكَوْنِ oleh: Prof. DR. Mohammad Farsyoukh].
Dan telah diakui secara ilmiah
bahwa galaksi kita yang disebut Bima Sakti mengandung miliaran bintang seperti
matahari kita yang cerah, lebih kecil dan jutaan kali lebih besar. Dan bahwa
alam semesta mengandung miliaran galaksi seperti galaksi kita.
Hadis-hadis diatas menggambarkan
alam semesta dengan berbagai gambaran, disesuaikan dengan batas pemahaman
orang-orang pada zaman itu dan kemampuan daya cerna akal mereka saat.
Dan Begitu pula penjelasan dari
sebagian para sahabat dan Tabi'in. Diantaranya:
Ibnu Abbas berkata:
إِنَّمَا سُمِّيَ الْعَرْشُ عَرْشًا
لِارْتِفَاعِهِ.
Arsy dinamai karena tingginya.
[Lihat Tafsir Ibnu Katsir , tafsir surat Huud: 7-8]
Ibnu Abi Hatim dan Abu Al-Sheikh
meriwayatkan bahwa Ibnu Abbas berkata:
«مَا يُقَدِّرُ قَدْرَ الْعَرْش إِلَّا
الَّذِي خَلَقَه وَإِن السَّمَوَات فِي خَلْقِ الْعَرْش مثل قُبَّةٍ فِي
صَحْرَاء»
Tidak ada yang bisa mengukur
Arasy kecuali Dia yang menciptakannya, dan bahwa langit dalam penciptaan Arasy
itu seperti kubah di padang pasir [Lihat: Tafsir ad-Duror al-Mantsur karya
as-Sayuuthi 4/335 dan Asroor al-Kaun karya as-Sayuti 1/1]
Dan Sa'iid bin Mansour dan Abu
Al-Sheikh meriwayatkan bahwa Mujahid berkata:
«مَا أَخَذَت
السَّمواتُ والأرضُ مِنَ العَرْشِ إلا كَما تَأخُذُ الحَلقةُ مِن أرضِ الفَلاَةِ»
“Langit dan bumi tidak diambil
dari Arsy kecuali seperti sebuah cincin diambil dari tanah padang sahara.”
[Lihat: Asroor al-Kaun karya as-Sayuti 1/1]
Dari Mujahid rahimahullah , dia
berkata:
«مَا
السَّمَاوَاتُ السَّبعُ فِي الْكُرْسِيِّ إِلَّا كَحَلْقَةٍ مُلْقَاةٍ بِأَرْضِ
فَلَاةٍ، وَفَضْلُ الْعَرْشِ عَلَى الْكُرْسِيِّ كَفَضْلِ تِلْكَ الْفَلَاةِ عَلَى
تِلْكَ الْحَلْقَةِ».
“Perumpamaan langit yang
tujuh dibandingkan dengan Kursi seperti cincin yang
dilemparkan di padang sahara yang luas, dan keunggulan ‘Arsy atas
Kursi seperti keunggulan padang sahara yang luas itu atas cincin tersebut.”
[Diriwayatkan
secara mauquf pada Mujahid dengan sanad yang di shahihkan oleh Ibnu Hajar dalam
“Al-Fath” (13/411)].
(Persentase-presentase hadits
dan atsar diatas ini bisa ditunjukkan pada gambar 1, 2 dan 3 berikut ini):
Gambar No. 1 - Ukuran
Bumi dalam hubungannya dengan planet-planet lain di tata surya
Gambar No. 2 - Ukuran Bumi dalam
kaitannya dengan ukuran Matahari
Gambar No. 3 - Ukuran matahari kecil
dibandingkan dengan ukuran bintang lainnya
Tidaklah mungkin di sini untuk
menyampaikan masalah proporsi, dimensi, dan ukuran ; tanpa memperhatikan frasa
"cincin" yang disebutkan dalam semua hadits dan riwayat yang
menggambarkan alam semesta dan ruang angkasa , dan tidaklah mungkin pula tanpa
mengagumi keakuratan deskripsi galaksi-galaksi , meski tidak digambarkannya seperti:
bola, permukaan datar, atau lainnya. Melainkan semua itu hanya digambarkan
dengan gambaran seperti cincin-cincin.
Dan saya berharap bidang ini
dapat diperluas untuk menyajikan penelitian baru oleh para astronom terkenal
yang menekankan bahwa alam semesta seluruhnya adalah cincin-cincin. Dan bahwa
cincin memiliki kemampuan kohesi, daya tarik, dan keseimbangan, yang tidak
diketemukan pada selainnya dari bentuk- bentuk.
Cincin itu adalah ekspresi
spasial yang akurat , sebagaimna dalam gambar di bawah ini.
Gambar No. 4 - Sebuah galaksi dengan
satu miliar bintang dalam sebuah cincin.
[Sumber: 1-Space rings make
the universe go around: www.news.cm.av. 2 –Earth &
universe:Ring galaxies: universe-earth.blogspot.com]
-----------
KEDUA: SEPERTI COIN-COIN DIRHAM YANG BERTEBARAN DI GURUN SAHARA:
Kemudian Nabi ﷺ
menggambarkan sebagian dari apa
yang dilihatnya di langit dalam bentuk COIN-COIN DIRHAM yang tersebar di gurun
sahara:
Dari Abu Dzar radhiyallahu 'anhu
, bahwa Nabi ﷺ bersabda:
«مَا السموات السَّبْعُ
وَالْأَرَضُونَ السَّبْعُ فِي الْكُرْسِيِّ إِلَّا كَدَرَاهِمَ أُلْقِيَتْ فِي
فَلَاةٍ مِنَ الْأَرْضِ وَمَا الْكُرْسِيُّ فِي الْعَرْشِ إِلَّا كَحَلْقَةٍ
أُلْقِيَتْ فِي فَلَاةٍ مِنَ الْأَرْضِ»
“Perumpamaan langit yang
tujuh dibandingkan dengan Kursi seperti DIRHAM-DIRHAM yang
dilemparkan di padang sahara yang luas. Dan Kursi dibandingkan Arasy itu tiada
lain seperti cincin yang dilemparkan ke padang sahara di bumi ".
[Di sebutkan oleh
Ath-Thobari dalam Tafsirnya 4/204 , al-Qurthuby dalam Tafsirnya surat Ali Imran
ayat 133, ats-Tsa'aalaby dalam Tafsirnya 2/107 dan Az-Zuhaily dalam at-Tafsiir
al-Muniir 4/91].
Siapa pun yang melihat (Gambar
No. 5) di bawah ini , yang dilampirkan pada penelitian dan diambil oleh
TELESKOP HUBBLE, dari salah satu galaksi, akan menemukan bahwa itu sangat mirip
dengan sepotong koin seperti dirham atau dinar. Mungkin pembatasan deskripsi
dalam dirham hanya untuk mendekatkan pada benak manusia sekitar tentang bentuk
galaksi dan ukurannya yang kecil dibandingkan ruang angkasa yang mengitarinya.
Gambar No. 5 - Galaksi yang
bintang-bintangnya berkumpul dalam bentuk dirham atau dinar
-----------
KETIGA: SEPERTI COIN-COIN DIRHAM YANG DI HAMPARKAN DIATAS PERISAI:
Gambaran yang paling penting
dari Nabi ﷺ
dari kelompok galaksi adalah
ketika beliau menggambarkan semua itu dalam ruang yang lapang.
Dari Zaid bin Aslam , bahwa
Rosulullah ﷺ
bersabda:
«مَا
السَّمَاوَاتُ السّبْعُ في الكُرْسي إلاَّ كَدَرَاهِمَ سَبْعة أُلقِيَتْ في تُرس».
“Tidaklah Tujuh langit dibanding
dengan al-Kursi melainkan seperti tujuh dirham yang dilemparkan ke dalam
perisai.”
[HR. Ibnu Jarir
dalam Tafsir nya. al-Imam adz-Dzahabi dalam العُلُو hal. 117 berkata: " Hadits Mursal.
Dan Abdurrahman Dho'iif ". Lihat pula al-Biayah wa an-Nihayah karya Ibnu
Katsir 11/1.
Ath-Thobari meriwayatkan dalam
“Al-Tafsir” (5/399) melalui Yunus, dia berkata: Ibnu Wahb memberi tahu kami,
dia berkata: Ibnu Zaid mengatakannya dengan kata-kata:
«مَا السَّمَاوَاتُ
السَّبْعُ فِي الْكُرْسِيِّ إِلَّا كَدَرَاهِمَ سَبْعَةٍ أُلْقِيَتْ فِي تُرْسٍ».
قَالَ: «وَقَالَ أَبُو ذَرٍّ: سَمِعْتُ رَسُولَ
اللَّهِ ﷺ يَقُولُ: مَا الْكُرْسِيُّ فِي الْعَرْشِ إِلَّا كَحَلْقَةٍ مِنْ حَدِيدٍ
أُلْقِيَتْ بَيْنَ ظَهْرَي فَلَاةٍ مِنَ الْأَرْضِ».
“Tujuh langit dibanding kursi
tidak lain seperti tujuh dirham yang dilemparkan ke dalam perisai.”
Dia berkata: "Abu Dzar
berkata: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: al-Kursi dibandingkan al-'Arasy itu seperti cincin
besi yang dilemparkan di antara dua hamparan padang sahara di bumi."
Ibnu Katsiir mengatakan dalam
“al-Bidayah wa an-Nihayah ” (1/14):
«أَوَّلُ الْحَدِيثِ
مُرْسَلٌ، وَعَنْ أَبِي ذَرٍّ مُنْقَطِعٌ». ا. هـ.
“Awal dari hadits adalah mursal
dan yang dari Abu Dzar, dan itu sanadnya terputus”.
Dan di Dhaifkan oleh Syu'aib
al-Arna'uuth dalam Syarah Aqidah ath-Thahawiyah hal. 370.
Muhammad bin Hajjaj berkata:
قُلْتُ: وَرِجَالُهُ ثِقَاتٌ، وَهُوَ أَصَحُّ
مَا فِي الْبَابِ، وَالْحَدِيثُ بِمَجْمُوعِ الطُّرُقِ حَسَنٌ لِغَيْرِهِ، وَفِيهِ
دَلِيلٌ عَلَى الْفَرْقِ بَيْنَ الْكُرْسِيِّ وَالْعَرْشِ، فَتَنَبَّهْ، وَاللَّهُ
أَعْلَمُ.
“Saya berkata: Dan orang-orangnya
dapat dipercaya, dan itu adalah yang paling shahih dari apa yang ada di bab
ini. Dan hadits ini dengan sejumlah jalur-jalurnya adalah HASAN LIGHOIRIHI. Dan
hadits ini berisi dalil perbedaan antara al-Kursi dan al-'Arasy , maka
perhatikan itu , wallaahu a'lam ". [Baca: Arsip Multaqoo Ahlil Hadits
69/85]
Dan yang sudah maklum adanya
bahwa:
أَنَّ الرَّقْمَ سَبْعَةَ عِنْدَ الْعَرَبِ
يُفِيدُ الْكَثْرَةَ، وَلَا يَتَحَدَّدُ فَقَطْ بِالسَّبْعَةِ عَدَدًا.
"Angka tujuh di kalangan
orang Arab menunjukkan banyak melimpah dan tidak terbatas pada tujuh angka
saja".
Dan jika kita melihat persepsi
para ilmuwan tentang alam semesta dari keberadaannya hingga saat ini, kita akan
terkejut bahwa apa yang mereka bayangkan tidak jauh dari apa yang dijelaskan
oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Yaitu seperti dirham dalam
perisai atau cangkir. (Gambar No. 6).
Gambar No. 6 - Kesamaan bagaimana para
ilmuwan membayangkan bentuk alam semesta dan bagaimana Nabi ﷺ
melihatnya
Dan bagi mereka yang diliputi rasa
takjub atau keheranan , lalu mereka bertanya dari mana Nabi ﷺ
ini mendapatkan informasi atau
pengamatan ini ?
Kami katakan kepadanya: bahwa
Allah SWT telah memperlihkannya kepada Nabi SAW:
Allah SWT berfirman:
﴿وَلَقَدْ رَآهُ
نَزْلَةً أُخْرَى (١٣) عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهَى (١٤) عِنْدَهَا جَنَّةُ
الْمَأْوَى (١٥) إِذْ يَغْشَى السِّدْرَةَ مَا يَغْشَى (١٦) مَا زَاغَ الْبَصَرُ
وَمَا طَغَى (١٧) لَقَدْ رَأَى مِنْ آيَاتِ رَبِّهِ الْكُبْرَى (١٨)﴾
"Dan sesungguhnya Muhammad
telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu)
di Sidratil Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal, (Muhammad melihat
Jibril) ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya.
Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak
(pula) melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebagian tanda-tanda
(kekuasaan) Tuhannya yang paling besar." (QS an-Najm ayat 13–18)
Dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu
ahuma, ia berkata: “Rasulullah ﷺ bersabda:
«أَتَانِي اللَّيْلَةَ
رَبِّي تَبَارَكَ وَتَعَالَى فِي أَحْسَنِ صُورَةٍ» قَالَ: أَحْسَبُهُ قَالَ: «فِي
الْمَنَامِ»، فَقَالَ: «يَا مُحَمَّدُ، هَلْ تَدْرِي فِيمَ يَخْتَصِمُ الْمَلَأُ الْأَعْلَى؟» قَالَ: قُلْتُ: لَا.
قَالَ: «فَوَضَعَ يَدَهُ بَيْنَ كَتِفَيَّ
حَتَّى وَجَدْتُ بَرْدَهَا بَيْنَ ثَدْيَيَّ» أَوْ قَالَ: «فِي نَحْرِي»، «فَعَلِمْتُ
مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ».
قَالَ: «يَا مُحَمَّدُ، هَلْ تَدْرِي فِيمَ
يَخْتَصِمُ الْمَلَأُ الْأَعْلَى؟» قُلْتُ: نَعَمْ.
قَالَ: «فِي الْكَفَّارَاتِ، وَالْكَفَّارَاتُ
الْمَكْثُ فِي الْمَسَاجِدِ بَعْدَ الصَّلَوَاتِ، وَالْمَشْيُ عَلَى الْأَقْدَامِ إِلَى
الْجَمَاعَاتِ، وَإِسْبَاغُ الْوُضُوءِ فِي الْمَكَارِهِ، وَمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ عَاشَ
بِخَيْرٍ، وَمَاتَ بِخَيْرٍ، وَكَانَ مِنْ خَطِيئَتِهِ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ».
‘Malam tadi Rabb-ku datang
kepadaku dalam bentuk yang paling indah - Dia berkata: aku mengira nya bahwa
beliau ﷺ
bersabda -: itu terjadi di dalam
mimpi. Kemudian Dia SWT berfirman kepadaku: ‘Wahai Muhammad, apakah engkau tahu
apa yang menjadi bahan pembicaraan para Malaikat ?’
Aku menjawab, ‘Aku tidak tahu.’
Lalu Allah meletakkan tangan-Nya
di antara kedua pundakku, sehingga aku merasakan dingin di dada atau di dekat
tenggorokan, maka aku tahu apa yang ada di langit dan bumi.
[Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi
(3233) dan Ahmad (3484). Syaikh al-Albani berkata: “Hadits ini shahih.”
(Shahiih Sunan at-Tirmidzi 2/ 98 dan Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib 1/194)]
Dalam lafadz riwayat Mu'adz bin
Jabal , Rosulullah ﷺ bersabda:
«إِنِّي قُمْتُ مِنَ
اللَّيْلِ فَتَوَضَّأْتُ فَصَلَّيْتُ مَا قُدِّرَ لِي، فَنَعَسْتُ فِي صَلَاتِي فَاسْتَثْقَلْتُ،
فَإِذَا أَنَا بِرَبِّي تَبَارَكَ وَتَعَالَى فِي أَحْسَنِ صُورَةٍ، فَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ».
قُلْتُ: «رَبِّ لَبَّيْكَ».
قَالَ: «فِيمَ يَخْتَصِمُ الْمَلَأُ الْأَعْلَى؟»
قُلْتُ: «لَا أَدْرِي رَبِّ». قَالَهَا ثَلَاثًا.
قَالَ: «فَرَأَيْتُهُ وَضَعَ كَفَّهُ بَيْنَ
كَتِفَيَّ حَتَّى وَجَدْتُ بَرْدَ أَنَامِلِهِ بَيْنَ ثَدْيَيَّ، فَتَجَلَّى لِي كُلُّ
شَيْءٍ وَعَرَفْتُ».
“Sesungguhnya semalam aku bangun
dan melakukan shalat sesuai kemampuanku, lalu aku mengantuk dalam shalatku,
hingga aku merasa semakin berat rasa kantuk ku. Tiba-tiba aku berjumpa
Rabb-ku dalam sebaik-baik bentuk, lalu Dia berfirman:
‘Wahai Muhammad,
apakah engkau tahu tentang apa yang diperbantahkan oleh Al-Malaul-A’laa ?’.
Aku menjawab: ‘Aku tidak tahu,
wahai Rabb-ku’ - Beliau mengulanginya sebanyak tiga kali- Lalu aku
melihat Dia meletakkan telapak tangan-Nya di antara dua pundakku, hingga aku
merasakan dinginnya jari-jemari-Nya di antara dadaku. Lalu tampaklah
bagiku segala sesuatu dan aku mengenalnya.
Diriwayatkan oleh Al-Tirmidzi
(3235) dan Ahmad (22162). Di shahihkan oleh Ahmad Syakir dalam عمدة التفسير (1/790)dan oleh al-Albaani dalam Shahih
at-Tirmidzi no. 3235.
Dari [Ibnu Abbas] bahwa
nabi ﷺ
bersabda:
«أَتَانِي رَبِّي
فِي أَحْسَنِ صُورَةٍ، فَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ». قُلْتُ: «لَبَّيْكَ رَبِّ وَسَعْدَيْكَ».
قَالَ: «فِيمَ يَخْتَصِمُ الْمَلَأُ الْأَعْلَى؟» قُلْتُ: «رَبِّ لَا أَدْرِي».
«فَوَضَعَ يَدَهُ
بَيْنَ كَتِفَيَّ، فَوَجَدْتُ بَرْدَهَا بَيْنَ ثَدْيَيَّ، فَعَلِمْتُ مَا بَيْنَ الْمَشْرِقِ
وَالْمَغْرِبِ».
"Rabbiku mendatangiku dalam
wujud yang paling indah lalu berfirman: 'Hai Muhammad, ' aku menjawab: Baik, Rabb.
Ia bertanya: 'Tahukah kamu apa yang diperdebatkan malaikat tertinggi? ' Beliau
menjawab: Rabb aku tidak tahu.' Lalu Ia meletakkan tanganNya di atas pundakku
hingga aku merasakan dinginnya diantara dadaku lalu aku mengetahui yang ada
ditimur dan dibarat.
[HR. At-Tirmidzi
no. 3234 dan Ahmad 1/368 , Abu Ya’la (4/475), dan Ibnu Khuzaimah dalam
((Al-Tauhid)) (293)
Al-Tirmidzi berkata: Ini adalah
hadits hasan gharib dari jalur ini. Ahmad Syakir berkata dalam ((Musnad Ahmad))
(5/162): "Sanadnya Shahih". Al-Albani berkata dalam ((Sahih Sunan
Al-Tirmidzi)): "Shahih".
Ini adalah salah satu tanda
kenabian Nabi Muhammad ﷺ. Dan beliau ﷺ adalah
orang yang Allah SWT perlihatkan padanya ruang angkasa yang luas, lalu beliau ﷺ
menggambarkan tentang langit
kepada kita dengan akurasi ini.
Tidak aneh lagi bagi kita untuk
mempercayainya dalam hal yang berkaitan dengan informasi tentang bumi. Semua
ini untuk menenteramkan hati akan kebenaran agama dan kebenaran keyakinan,
sesuai dengan firman Allah Yang Maha Esa.
﴿ فَتَوَكَّلْ
عَلَى اللَّهِ إِنَّكَ عَلَى الْحَقِّ الْمُبِينِ ﴾
Sebab itu bertakwalah kepada
Allah, sesungguhnya kamu berada di atas kebenaran yang nyata. [QS. an-Naml: 79]
Maha Suci Allah yang telah
mendukung dan membela Nabi-Nya yang buta huruf dengan kemenangan dan
pengetahuannya, dan segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.
******
ALAM SEMESTA BERTHAWAF
******
Thawaf adalah hukum kosmis [Undang-Undang Alam Semesta]. Setiap benda di alam semesta selalu bergerak berputar untuk menjaga keseimbangan. Semua benda langit dan planet-planet, bahkan matahari, semuanya bergerak berputar dari kiri ke kanan melawan arah jarum jam.
Begitu juga dengan berputar
galaxy, dan perputaran elektron satuan atom yang mengandung listrik. Semuanya
bergerak berputar dari kiri ke kanan.
Begitu halnya dengan peredaran
sirkulasi darah dalam tubuh manusia. Sirkulasi darah dimulai dari jantung yang
kemudian memompanya dan mengalirkannya ke semua sisi tubuh dari arah berlawanan
dengan arah jarum jam.
ALAM MICRO BERTHAWAF:
Di alam mikro, pada bagian terkecil dari setiap benda yang disebut atom, disamping melakukan putaran rotasi dengan arah berlawanan dengan jarum jam seperti perputaran (rotasi) bumi, elektron-elektron juga akan selalu berputar mengelilingi inti (pusat) atom.
Dan beliau juga menyampaikan bahwa
penemuan-penemuan ilmiah membuktikan kita hidup di alam semesta yang tergantung
pada revolusi bumi mengitari matahari sekali dalam setahun, bulan mengelilingi
bumi secara teratur, demikian halnya dengan satelit planet lain.
Hukum revolusi juga berlaku pada
atom, satuan terkecil benda yang bisa dilihat dengan mikroskop. Atom terdiri
atas sebuah inti atom dan beberapa elektron. Seluruh elektron di dalam atom
bergerak mengelilingi inti atom persis seperti thawaf mengelilingi Ka’bah.
Beliau menambahkan bahwa Ka'bah
adalah pusat spiritual dari orang-orang beriman. Mengacu pada ikatan seorang
hamba dengan Tuhannya. Tidak hanya ketika berhaji, pemeluk Islam juga shalat
menghadap Ka'bah setidaknya lima kali dalam sehari. Umat Islam dari segala
penjuru dunia menghadap ke satu titik. Untuk menjaga keseimbangannya, setiap
benda di alam semesta ini selalu bergerak berputar.
ALAM MACRO BERTTHAWAF:
Di alam makro, bumi bersama
planet-planet yang lain akan senantiasa berputar mengelilingi matahari
(berevolusi). Sementara itu matahari bersama bumi, planet-planet lainnya, dan
puluhan bulan juga berputar mengelilingi Pusat Galaksi Bimasakti [Black Hole].
Allah SWT berfirman:
﴿وَالسَّمَاۤءِ
ذَاتِ الْبُرُوْجِۙ﴾
"Demi langit yang mempunyai
gugusan bintang (Galaksi)". [QS. al-Buruuj: 1]
Dan Allah SWT berfirman:
﴿ وَالسَّمَاءِ
ذَاتِ الْحُبُكِ ﴾
“Dan demi langit yang mempunyai
jalan-jalan”. [QS. adz-Dzaariyat: 7]
(Yang dimaksud
jalan-jalan dalam ayat ini adalah orbit bintang-bintang dan planet-planet)
Dan perjalanan matahari juga
telah telah dijelaskan dalam Al Qur’an 1400 tahun yang lalu sebagaimana Firman
Allah SWT yang artinya:
﴿وَالشَّمْسُ
تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَهَا ۚ ذَٰلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ () وَالْقَمَرَ
قَدَّرْنَاهُ مَنَازِلَ حَتَّىٰ عَادَ كَالْعُرْجُونِ الْقَدِيمِ () لَا الشَّمْسُ
يَنْبَغِي لَهَا أَنْ تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلَا اللَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ ۚ
وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ﴾
“Dan Matahari berjalan di tempat
peredarannya untuk masa yang telah ditentukan baginya. Itulah ketetapan dari
Yang Maha Kuasa lagi Maha mengetahui. Dan bagi bulan telah Kami tetapkan
manzilah-manzilah, sehingga dia kembali sebagai bentuk tandan yang tua.
Tidaklah mungkin matahari menyusul bulan dan tidak mungkin malam mendahului
siang karena semua beredar pada garis orbitnya” (QS. Yasiin: 38-40)
Perjalanan matahari mengelilingi
pusat galaksi bimasakti (yang disebut BLACK HOLE) baru diketahui oleh para
ilmuwan modern pada akhir abad ke 20.
Gambar: Galaksi Bima Sakti. Mengelilingi
Black Hole. Posisi matahari di tepi.
Di dalam galaksi Bimasakti itu
sendiri mempunyai sekitar milyaran matahari. Matahari kita tidak berada di
pusat Bima Sakti namun berada agak di tepi, dengan jarak antara Matahari dan
pusat galaksi sekitar 27.700 tahun cahaya. Dugaan kuat, di pusat galaksi
bersemayam lubang hitam supermasif (SUPERMASSIVE BLACK HOLE). Titik tempat
lubang hitam itu berada disebut sebagai Sagitarius A* (dibaca: Sagittarius
A-star), suatu objek yang memancarkan gelombang radio yang sangat kuat.
Selain itu, di alam jagad raya
ini, tidak hanya ada satu galaksi saja yaitu galaksi Bimasakti. Akan tetapi
terdapat begitu banyak galaksi galaksi yang lainnya lagi. Dan kesemuanya itu
membentuk kluster galaksi.
Selanjutnya sistem kluster
galaksi yang terdiri atas milyaran benda-benda angkasa seperti matahari,
planet, bulan, meteor, asteroid, dan lain-lain juga berputar (tawaf)
mengelilingi pusat galaksi, yang oleh NASA disebut ”MONSTER BLACK HOLE” karena
ukurannya yang jauh lebih besar dibandingkan black hole dalam galaksi
bimasakti.
GAMBAR: MONSTER BLACK HOLE
Subhanallah, ternyata kluster
galaksi yang berisi trilyunan benda-benda angkasa itu tidak hanya satu, tapi
masih ada milyaran lagi di sana, dan semuanya berputar (tawaf) mengelilingi
pusat yang entah berada di mana karena hingga saat ini belum ada teleskop
tercanggih yang berhasil memotretnya.
NASA sendiri mengakui bahwa
pengetahuan manusia mengenai alam semesta hingga sekarang ini kira-kira baru
sebesar 3 % saja dibandingkan dengan apapun yang telah Allah jadikan di muka
bumi ini.
Semua benda langit yang
senantiasa berputar (tawaf) itu selalu dalam keadaan keseimbangan, sebagaimana
Allah menjelaskan dalam Al Qur’an yang artinya:
﴿ٱلَّذِى خَلَقَ
سَبْعَ سَمَٰوَٰتٍۢ طِبَاقًا ۖ مَّا تَرَىٰ فِى خَلْقِ ٱلرَّحْمَٰنِ مِن
تَفَٰوُتٍۢ ۖ فَٱرْجِعِ ٱلْبَصَرَ هَلْ تَرَىٰ مِن فُطُورٍۢ﴾
“Yang telah menciptakan tujuh
langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat ciptaan Tuhan Yang Maha
Pemurah yang tidak seimbang. Lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu
yang tidak seimbang?” (QS. Al Mulk: 3)
Kita semua setiap saat selalu
dalam keadaan sedang berthawaf , namun thawafnya thawaf terpaksa karena
mengikuti pergerakan thawafnya Bumi dan alam semesta.
Allah SWT berfirman:
﴿وَلَهٗٓ
اَسْلَمَ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ طَوْعًا وَّكَرْهًا وَّاِلَيْهِ
يُرْجَعُوْنَ﴾
“Dan siapa saja yang di langit
dan di bumi patuh tunduk dan berserah diri kepada-Nya, (baik) dengan suka
maupun terpaksa, dan hanya kepada-Nya mereka dikembalikan?". (QS. Ali
'Imran: 83)
"Ritual tawaf
adalah simbol ketaatan alam semesta kepada Sang Pencipta, yaitu senantiasa
melakukan gerak berputar," jelas Profesor Riset Lembaga Penerbangan dan
Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin.
Tawaf, menurut dia, sama halnya
dengan gerak Bumi berputar pada porosnya yang mengitari Matahari, Bulan
mengitari Bumi, seperti bagaimana Bumi dan planet lain mengitari Sang Surya
dalam kesatuan galaksi. Seperti planet lain di luar tata surya mengitari bintangnya.
Dengan segala keteraturannya.
Doktor lulusan Department of
Astronomy, Kyoto University, Jepang itu menambahkan, jumlah tawaf sebanyak
tujuh kali juga menjadi simbol tak terhingga dari simulasi gerak alam semesta.
"Mengapa tujuh? Simbol tujuh itu juga berarti alam semesta ini bergerak
secara terus-menerus, tanpa henti," kata dia.
Senada, Prof. Dr. Ahmad Fouad
Pasha dari Kairo University berpendapat, tawaf adalah hukum kosmis.
"Penemuan-penemuan ilmiah membuktikan kita hidup di alam semesta yang tergantung
pada revolusi: Bumi mengitari Matahari sekali dalam setahun, Bulan mengelilingi
Bumi secara teratur, demikian halnya dengan satelit planet lain," kata dia
seperti dimuat situs Quran & Science.
Ketika kita berthawaf
mengelilingi Ka’bah, bulan juga berthawaf mengelilingi bumi yang mengakibatkan
terjadinya pergantian waktu bulan. Bumi juga berthawaf mengelilingi matahari
yang mengakibatkan terjadinya pergantian tahun.
Bumi berthawaf, berputar pada
porosnya dengan kecepatan 1600 km/jam. Bumi juga berputar mengelilingi matahari
dengan kecepatan 107.000 km/jam. Sungguh suatu kecepatan yang luar biasa, jauh
lebih cepat daripada pesawat angkasa ulang-alik paling canggih berkecepatan
20.000 km/jam.
Demikianlah Allah yang Maha
Kuasa mengaturnya, agar keseimbangan alam terjaga terus menerus dengan
pergantian waktu yang tepat.
Dengan thawafnya bumi, bulan,
dan matahari yang demikian cepat, waktu berlalu dengan cepat, waktu selalu maju
tak pernah berulang kebelakang. Maka dari itu waktu yang masih kita miliki
untuk hidup jangan sampai disia-siakan. Kita harus berpacu dengan waktu untuk
mengumpulkan amal kebaikan sebanyak-banyaknya.
Thawaf merupakan salah satu
rangkaian ibadah Haji dan Umroh yang mengasah komitmen dan integritas kita
kepada Allah. Bahkan di luar rangkaian ibadah Haji dan Umroh , kita
diperintahkan untuk berthawaf mengelilingi Ka'bah , seperti Thawaf Tahiyyatul
Masjid atau Thawaf Sunnah.
Dalam thawaf kita melakukan
pembangunan mental untuk selalu menjadikan Allah sebagai tujuan, komitmen,
prinsip, serta memegang teguh ketulusan dan kejujuran dalam beribadah.
Wallahu a'lam bishawab
0 Komentar