MUKJIZAT ILMIYAH HADITS
JIKA ANJING
MENJILAT BEJANA MAKA CUCILAH 7 KALI SALAH SATUNYA DENGAN DEBU
===
Oleh Abu
Haitsam Fakhri
KAJIAN NIDA
AL-ISLAM
*****
===
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
===***===
HADITS-HADITS
PERINTAH MENCUCI BEKAS JILATAN ANJING
DAN HADITS-HADITS LARANGAN
MEMELIHARA ANJING:
===
HADITS KE 1:
Dari Abu
Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah ﷺ sabda,
طَهُورُ إِنَاءِ أَحَدِكُمْ إِذَا وَلَغَ
فِيهِ الْكَلْبُ أَنْ يَغْسِلَهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ أُولَاهُنَّ بِالتُّرَابِ
Dari Abi
Hurairah radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,`Sucinya wadah (bejana)
kalian jika ada anjing meminum [dengan cara menjilat] di dalamnya adalah dengan
mencucinya tujuh kali, yang pertama dengan debu .” (HR. Muslim 420 dan Ahmad
2/427).
Dan dalam
riwayat at Tirmidziy [Dalam sunannya no. 91]:
«أُخْرَاهُنَّ
أَوْ أُولَاهُنَّ بِالتُّرَاب »
“ Yang
terakhir atau yang pertama dengan menggunakan debu’’
====
HADITS KE 2:
Dan dalam
lafadz riwayat lainnya:
إِذَا وَلَغَ الْكَلْبُ فِي إِنَاءِ
أَحَدِكُمْ فَلْيُرِقْهُ ثُمَّ لِيَغْسِلْهُ سَبْعَ مِرَارٍ
Bila seekor
anjing minum [dengan cara menjilat] dari wadah (bejana) milik kalian, maka
tumpahkanlah lalu cucilah tujuh kali. (HR Bukhari no 418, Muslim no. 422).
Makna lafadz-lafadz
Musykil:
- [وَلَغَ]: Minum dengan menggunakan lidah atau
memasukkan lidah ke dalam bejana lalu menggerakkannya
- [الكَلْبُ]: Anjing. Maksudnya adalah semua
anjing. "Al" di sini memiliki makna umum.
===
HADITS KE 3:
Dari [Abu
Hurairah radliallahu 'anhu] berkata; Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ أَمْسَكَ كَلْبًا فَإِنَّهُ يَنْقُصُ
كُلَّ يَوْمٍ مِنْ عَمَلِهِ قِيرَاطٌ إِلَّا كَلْبَ حَرْثٍ أَوْ مَاشِيَةٍ
"Siapa
yang memelihara anjing berarti sepanjang hari itu dia telah menghapus amalnya
sebanyak satu qirath kecuali memelihara anjing penjaga ladang atau penjaga
ternak ".
Berkata,
[Ibnu Sirin] dan [Abu Shalih] dari [Abu Hurairah radliallahu 'anhu] dari Nabi ﷺ:
إِلَّا كَلْبَ غَنَمٍ أَوْ حَرْثٍ أَوْ
صَيْدٍ
"Kecuali
anjing untuk mengembalakan kambing atau untuk menjaga ladang atau anjing
pemburu".
Dan
berkata, [Abu Hazim] dari [Abu Hurairah radliallahu 'anhu] dari Nabi ﷺ:
كَلْبَ صَيْدٍ أَوْ مَاشِيَةٍ
"Anjing
pemburu atau anjing untuk menjaga ternak ".[HR. Bukhori no. 2154 , 2322]
Dalam
riwayat Muslim: Dari Abu Hurairah radhuyallahu 'anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
(مَنْ اقْتَنَى
كَلْبًا لَيْسَ بِكَلْبِ صَيْدٍ وَلا مَاشِيَةٍ وَلا أَرْضٍ فَإِنَّهُ يَنْقُصُ
مِنْ أَجْرِهِ قِيرَاطَانِ كُلَّ يَوْمٍ) .
‘Siapa saja
yang memelihara anjing bukan anjing pemburu, penjaga ternak, atau penjaga
kebun, maka pahalanya akan berkurang sebanyak dua qirath setiap hari.’” [ HR.
Muslim no. 1575 ]
*****
PANDANGAN
SAINS DAN ILMU KEDOKTERAN
TENTANG HADITS-HADITS DIATAS:
====
PANDANGAN SAINS PADA HADITS YANG PERTAMA:
Para Dokter
telah mengkonfirmasi betapa daruratnya menggunakan tanah atau debu dalam proses
mencuci bejana yang dijilat anjing, dan mereka menjelaskan alasannya,
sebagaimana rincian berikut:
KE 1:
Para Dokter
menjelaskan rahasia menggunakan tanah secara eksklusif dalam sebuah artikel (للصِّحَّةِ العَامَّةِ /untuk kesehatan masyarakat) yang
menyatakan:
الحِكْمَةُ فِي الغُسْلِ سَبْعَ مَرَّاتٍ أُولاهُنَّ
بِالتُّرَابِ: أَنَّ فِيرُوسَ الكَلْبِ دَقِيقٌ مُتَناهٍ فِي الصِّغَرِ، وَمِنَ المَعْرُوفِ
أَنَّهُ كُلَّمَا صَغُرَ حَجْمُ المِيكْرُوبِ كُلَّمَا زَادَتْ فَعَالِيَّةُ سَطْحِهِ
لِلتَّعَلُّقِ بِجِدَارِ الإِنَاءِ وَالتِصَاقِهِ بِهِ، وَلُعَابُ الكَلْبِ المُحْتَوِي
عَلَى الفِيرُوسِ يَكُونُ عَلَى هَيْئَةِ شَرِيطٍ لُعَابِيٍّ سَائِلٍ، وَدَوْرُ التُّرَابِ
هُنَا هُوَ امْتِصَاصُ المِيكْرُوبِ – بِالِالْتِصَاقِ السَّطْحِيِّ – مِنَ الإِنَاءِ
عَلَى سَطْحِ دَقَائِقِهِ.
“Hikmah
dalam mencuci tujuh kali, yang pertama dengan tanah: bahwa virus anjing
benar-benar ukurannya sangat kecil, tipis dan halus .
Dan sudah
maklum bahwa semakin kecil ukuran mikroba maka akan semakin efektif
permukaannya untuk menempel pada dinding wadah [bejana] dan menempel padanya,
dan air liur anjing yang mengandung virus tersebut berbentuk cairan pita ludah
.
Dan peran
tanah di sini adalah untuk menyerap mikroba - dengan adhesi superfisial - dari
wadah ke permukaan partikel-partikelnya.
[ Sumber:
The International Arab Encyclopedia / الموسوعة العربية العالمية:
Sekelompok ilmuwan, doktor dan profesor, Yayasan Bisnis Ensiklopedia untuk
Penerbitan dan Distribusi - Riyadh - Edisi (2): (1419 H - 1999 M)].
KE 2:
Dan telah
dibuktikan secara ilmiah bahwa tanah mengandung dua bahan yang membunuh kuman,
seperti:
أَثْبَتَ العِلْمُ الحَدِيثُ أَنَّ التُّرَابَ
يَحْتَوِي عَلَى مَادَّتَيْنِ (تِتْرَاكْسِلِين) وَ(التِّتَارَالِيت)، وَتُسْتَعْمَلَانِ
فِي عَمَلِيَّاتِ التَّعْقِيمِ ضِدَّ بَعْضِ الجَرَاثِيمِ.
“Ilmu
pengetahuan modern telah membuktikan bahwa tanah mengandung dua bahan
(tetraxylene) dan (tetralate) dan keduanya digunakan dalam operasi sterilisasi
terhadap beberapa kuman.”
[Sumber:
المَضَارُّ الصِّحِّيَّةُ لِاقْتِنَاءِ الكِلَابِ [Bahaya Kesehatan Memiliki Anjing], oleh
Hisham Ibrahim Al-Khatib . Cet. الوَعْيُ الإِسْلَامِيُّ
- Maret 1986 M ].
KE 3:
تَوَقَّعَ بَعْضُ الأَطِبَّاءِ البَاحِثِينَ
أَنْ يَجِدُوا فِي تُرَابِ المَقَابِرِ جَرَاثِيمَ مُعَيَّنَةً بِسَبَبِ جُثَثِ المَوْتَى،
لَكِنِ التَّجَارِبُ وَالتَّحَالِيلُ أَظْهَرَتْ أَنَّ التُّرَابَ عُنْصُرٌ فَعَّالٌ
فِي قَتْلِ الجَرَاثِيمِ...
وَهَذَا مَا أَعْلَنَهُ مَجْمُوعَةٌ مِنَ الأَطِبَّاءِ
بِقَوْلِهِمْ: "قَامَ العُلَمَاءُ فِي العَصْرِ الحَدِيثِ بِتَحْلِيلِ تُرَابِ
المَقَابِرِ لِيَعْرِفُوا مَا فِيهِ مِنَ الجَرَاثِيمِ، وَكَانُوا يَتَوَقَّعُونَ أَنْ
يَجِدُوا فِيهِ كَثِيرًا مِنَ الجَرَاثِيمِ الضَّارَّةِ، وَذَلِكَ لِأَنَّ كَثِيرًا
مِنَ البَشَرِ يَمُوتُونَ بِالأَمْرَاضِ الإِنْتَانِيَّةِ الجَرْثُومِيَّةِ، وَلَكِنَّهُمْ
لَمْ يَجِدُوا فِي التُّرَابِ أَثَرًا لِتِلْكَ الجَرَاثِيمِ الضَّارَّةِ المُؤْذِيَةِ...
فَاسْتَنْتَجُوا مِنْ ذَلِكَ أَنَّ لِلتُّرَابِ
خَاصِّيَّةَ قَتْلِ الجَرَاثِيمِ الضَّارَّةِ، وَلَوْلَا ذَلِكَ لَانْتَشَرَ خَطَرُهَا
وَاسْتَفْحَلَ أَمْرُهَا، وَقَدْ سَبَقَهُمُ النَّبِيُّ ﷺ إِلَى تَقْرِيرِ هَذِهِ الحَقِيقَةِ
بِهَذِهِ الأَحَادِيثِ النَّبَوِيَّةِ الشَّرِيفَةِ".
Beberapa
dokter peneliti sempat memprediksikan bahwa mereka akan menemukan kuman-kuman
tertentu di tanah kuburan yang disebabkan oleh jasad-jasad mayat, akan tetapi
hasil uji coba dan analisis menunjukkan bahwa tanah merupakan unsur yang sangat
efektif dalam membunuh kuman-kuman mayat ...
Dan hasil
riset ini diumumkan oleh sejumlah para dokter peniliti , dengan mengatakan:
“Para
ilmuwan di era modern telah menganalisis tanah kuburan untuk mengetahui kuman
apa yang ada di dalamnya, dan mereka berharap menemukan banyak kuman berbahaya
di dalamnya, karena banyak orang meninggal karena infeksi bakteri. , akan
tetapi mereka tidak menemukan dalam tanah tersebut adanya jejak kuman berbahaya
di tanah kuburan ...
Maka mereka
menyimpulkan bahwa debu memiliki karakter khusus membunuh kuman berbahaya, dan
jika bukan karena itu, bahayanya akan menyebar dan urusannya akan semakin gawat
, genting dan serius . Dan Nabi ﷺ mendahului
mereka. dalam menyatakan fakta ini dengan hadits-hadits kenabian yang mulia
ini.”
[SUMBER:
"الكَلْبُ وَالجَرَاثِيمُ وَالتُّرَابُ / Anjing, Kuman, dan Debu" , oleh
Abdul Hamid Mahmoud Tahmaz , Al-Arbaeen Al-Alamiyyah - Majalah Budaya Al-Nahdi
- Dar Al-Qalam (2003-2004).
KE 4:
Allah SWT
berfirman:
{وَٱلأَرْضِ
ذَاتِ ٱلصَّدْعِ}
" Demi
bumi yang memiliki kemampuan mengurai ".
Pengertian ٱلصَّدْعِ [ash-Shod'u ] dalam bahasa arab adalah:
pembelahan , peretakan , pemecahan, perobekan atau penguraian
Dikatakan: تَصَدَّع القَوم artinya تَفَرَّقُوا: bercerai berai .
Dan
dikatakan pula: تَصَدَّع الشَّيء وانْصَدَع artinya انْشَقَّ terbelah , retak , robek dan pecah .
Kata الصَّدِيْع artinya: kain yang di sobek . Dan juga
berarti: waktu shubuh .
Kata الصُّدَاع: Pusing atau sakit kepala
Dan المَصْدُوع: Yang Pusing Sakit Kepala .
Dalam Kamus
Lisan al-Arab:
الصَّدْعُ: الشَّقُّ فِي الشَّيْءِ الصُّلْبِ
كَالزُّجَاجَةِ وَالحَائِطِ وَغَيْرِهِمَا، ....
[Ash-Shod'u
]: pembelahan , peretakan , pemecahan , perobekan atau penguraian pada benda
padat, seperti botol, dinding dan lainnya ..
Ada yang
mengatakan:
صَدَّعَهُ: شَقَّهُ وَلَمْ يَفْتَرِقْ
Shodda'ahu
artinya: Dia merobeknya namun tidak terpisah .
Dalam Kamus
ash-Shihaah fi al-Lughot:
الصَّدْعُ: الشَّقُّ. يُقَالُ: صَدَعْتُهُ
فَانْصَدَعَ هُوَ، أَيْ انْشَقَّ
[Ash-Shod'u
] adalah: pembelahan , peretakan , pemecahan , perobekan atau penguraian .
Dikatakan:
Saya meretakannya, maka dia menjadi retak , yakni: menjadi pecah dan belah .
KE 5:
Muhammad
Kamil Abdush-Shomad mengatakan:
وَقَدْ تَبَيَّنَ الإِعْجَازُ العِلْمِيُّ
فِي الحَثِّ عَلَى اسْتِعْمَالِ التُّرَابِ فِي إِحْدَى المَرَّاتِ السَّبْعِ؛ فَقَدْ
ثَبَتَ أَنَّ التُّرَابَ عَامِلٌ كَبِيرٌ عَلَى إِزَالَةِ البُوَيْضَاتِ وَالجَرَاثِيمِ،
وَذَلِكَ لِأَنَّ ذَرَّاتِ التُّرَابِ تَنْدَمِجُ مَعَهَا فَتُسَهِّلُ إِزَالَتَهَا
جَمِيعًا.. كَمَا قَدْ يَحْتَوِي التُّرَابُ عَلَى مَوَادَّ قَاتِلَةٍ لِهَذِهِ البُوَيْضَاتِ..
“Keajaiban
ilmiah telah terungkap dalam perintah penggunaan debu di salah satu dari tujuh
kali [4]; telah terbukti bahwa debu merupakan faktor yang hebat dalam
menghilangkan telur-telur bakteri dan kuman, dan itu adalah karena atom-atom
debu menyatu dengannya, sehingga lebih mudah untuk menghilangkan semuanya..
Sama halnya debu mungkin juga mengandung zat yang membunuh sel-sel kuman ini.
[
Baca: الإعجاز العلمي في الإسلام - السنة النبوية hal. 51 . Dan baca pula الشرح الممتع على زاد المستقنع karya syeikh Ibnu Utsaimin – cet. مطبعة الرّياض (1407 H - 1997 M)].
Para dokter
menjelaskan dalam penelitian mereka tentang sebab dan alasan menggunakan tanah
. Dan air saja tidak cukup untuk itu, maka mereka berkata:
... أَمَّا لِمَاذَا
الغَسْلُ بِالتُّرَابِ؟ ... إِنَّ الحُمَّةَ المُسَبِّبَةَ لِلْمَرَضِ مُتَنَاهِيَةٌ
فِي الصِّغَرِ، وَكُلَّمَا قَلَّ حَجْمُ الحُمَّةِ ازْدَادَ خَطَرُهَا، لِازْدِيَادِ
إِمْكَانِيَّةِ تَعَلُّقِهَا بِجِدَارِ الإِنَاءِ، وَالْتِصَاقِهَا بِهِ، وَالغَسْلُ
بِالتُّرَابِ أَقْوَى مِنَ الغَسْلِ بِالمَاءِ، لِأَنَّ التُّرَابَ يَسْحَبُ اللُّعَابَ
وَالفِيرُوسَاتِ المَوْجُودَةَ فِيهِ بِقُوَّةٍ أَكْثَرَ مِنْ إِمْرَارِ المَاءِ، أَوِ
اليَدِ عَلَى جِدَارِ الإِنَاءِ، وَذَلِكَ بِسَبَبِ الفَرْقِ فِي الضَّغْطِ الحُلُولِيِّ
بَيْنَ السَّائِلِ (لُعَابِ الكَلْبِ)، وَبَيْنَ التُّرَابِ، وَكَمِثَالٍ عَلَى هَذِهِ
الحَقِيقَةِ الفِيزِيَائِيَّةِ إِمْرَارُ الطَّبَاشِيرِ عَلَى نُقْطَةِ حِبْرٍ.
“... Adapun
kenapa mencucinya dengan tanah? ... Nevus [sejenis bakteri beracun] yang menyebabkan
penyakit ukurannya sangat kecil sekali , dan semakin kecil ukuran nevus,
semakin berbahaya, karena semakin besar kemungkinan menempel ke dinding bejana
dan melekat padanya, dan mencucinya dengan tanah lebih kuat dari pada
mencucinya dengan air. Karena tanah itu daya menarik ludah dan virus yang ada
di dalamnya lebih kuat daripada air yang dikucurkan, atau usapan tangan pada
dinding bejana . Ini karena perbedaan tekanan litik antara cairan (air liur
anjing) dan tanah Contoh untuk fakta fisika ini adalah menggelindingkan kapur
barus [kapur untuk menulis] di atas tetesan tinta.
[
Referensi: Syabakah Yahoooh Ats-Tsaqafiyyah - Silsilah Al-I'jaz - Idza Syariba
Al-Kalb fi Ina'i Ahadikum (2003)]
Dan lihat
pula: Ash-Shihhah wa Ath-Thibb oleh Ibnu Sina.
****
PENDANGAN
SAINS DAN MEDIS
TERHADAP HADITS KEDUA DAN KE
TIGA:
Yakni
hadits berikut ini:
HADITS KE 1:
Dari Abu
Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah ﷺ sabda :
إِذَا وَلَغَ الْكَلْبُ فِي إِنَاءِ
أَحَدِكُمْ فَلْيُرِقْهُ ثُمَّ لِيَغْسِلْهُ سَبْعَ مِرَارٍ
Bila seekor
anjing minum [dengan cara menjilat] dari wadah (bejana) milik kalian, maka
tumpahkanlah lalu cucilah tujuh kali. (HR Bukhari no 418, Muslim no. 422).
Makan [وَلَغَ]: Minum dengan menggunakan lidah atau
memasukkan lidah ke dalam bejana lalu menggerakkannya
HADITS
KE 2:
Dari [Abu
Hurairah radliallahu 'anhu] berkata; Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ أَمْسَكَ كَلْبًا فَإِنَّهُ يَنْقُصُ
كُلَّ يَوْمٍ مِنْ عَمَلِهِ قِيرَاطٌ إِلَّا كَلْبَ حَرْثٍ أَوْ مَاشِيَةٍ
"Siapa
yang memelihara anjing berarti sepanjang hari itu dia telah menghapus amalnya
sebanyak satu qirath kecuali memelihara anjing penjaga ladang atau penjaga
ternak ".
Dalam
riwayat Muslim: Dari Abu Hurairah radhuyallahu 'anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
(مَنْ اقْتَنَى
كَلْبًا لَيْسَ بِكَلْبِ صَيْدٍ وَلا مَاشِيَةٍ وَلا أَرْضٍ فَإِنَّهُ يَنْقُصُ
مِنْ أَجْرِهِ قِيرَاطَانِ كُلَّ يَوْمٍ).
‘Siapa saja
yang memelihara anjing bukan anjing pemburu, penjaga ternak, atau penjaga
kebun, maka pahalanya akan berkurang sebanyak dua qirath setiap hari.’” [ HR.
Muslim no. 1575 ]
Kedua hadits
tsb mengisyaratkan pada perintah untuk menumpahkan air bejana bekas anjing
minum dengan cara menjilat di dalamnya , dan dilarang memelihara anjing tanpa
adanya kebutuhan yang darurat .
Ilmu
pengetahuan dan Sains telah menemukan fakta-fakta menakjubkan tentang kenajisan
anjing.
Berikut ini
adalah beberapa pernyataan dari beberapa pakar dan spesialis:
Al-Isma'lawi
Al-Muhajir berkata:
أَكَّدَ كَشْفٌ طِبِّيٌّ جَدِيدٌ حَقِيقَةَ
مَا أَوْصَى بِهِ نَبِيُّ الإِسْلَامِ مُحَمَّدٌ ﷺ عِنْدَمَا حَذَّرَ الأَطِبَّاءُ
مِنْ أَنَّ لَمْسَ الكِلَابِ وَمُدَاعَبَتَهَا وَالتَّعَرُّضَ لِفَضَلَاتِهَا أَوْ
لُعَابِهَا يَزِيدُ خَطَرَ الإِصَابَةِ بِالعَمَى، فَقَدْ وَجَدَ الأَطِبَّاءُ البَيْطَرِيُّونَ
المُخْتَصُّونَ أَنَّ تَرْبِيَةَ الكِلَابِ وَالتَّعَرُّضَ لِفَضَلَاتِهَا مِنْ بُرَازٍ
وَبَوْلٍ وَغَيْرِهَا، يَنْقُلُ دِيدَانًا طُفَيْلِيَّةً تُعْرَفُ بِاسْمِ "تُوكْسُوكَارَا
كَانِيس" الَّتِي تُسَبِّبُ فَقْدَ البَصَرِ وَالعَمَى لِأَيِّ إِنْسَانٍ،
وَلَاحَظَ الدُّكْتُورُ إِيَانْ رَايْتُ -
أَخِصَّائِيُّ الطِّبِّ البَيْطَرِيِّ فِي سُومِرْ سِيتْ - بَعْدَ فَحْصِ 60 كَلْبًا،
أَنَّ رُبْعَ الحَيَوَانَاتِ تَحْمِلُ بُيُوضَ تِلْكَ الدُّودَةِ فِي فَرَائِسِهَا،
حَيْثُ اكْتَشَفَ وُجُودَ 180 بُوَيْضَةً فِي الغِرَامِ الوَاحِدِ مِنْ شَعْرِهَا،
وَهِيَ كَمِّيَّةٌ أَعْلَى بِكَثِيرٍ مِمَّا هُوَ مَوْجُودٌ فِي عَيِّنَاتِ التُّرْبَةِ،
كَمَا حَمَلَ رُبْعُهَا الآخَرُ 71 بُوَيْضَةً
تَحْتَوِي عَلَى أَجِنَّةٍ نَامِيَةٍ، وَكَانَتْ ثَلَاثَةٌ مِنْهَا نَاضِجَةً تَكْفِي
لِإِصَابَةِ البَشَرِ، وَأَوْضَحَ الخُبَرَاءُ فِي تَقْرِيرِهِمُ الَّذِي نَشَرَتْهُ
صَحِيفَةُ "دَيْلِي مِيرُور" البِرِيطَانِيَّةُ، أَنَّ بُوَيْضَاتِ هَذِهِ
الدُّودَةِ لَزِجَةٌ جِدًّا وَيَبْلُغُ طُولُهَا مِلِّيمِتْرًا وَاحِدًا، وَيُمْكِنُ
أَنْ تَنْتَقِلَ بِسُهُولَةٍ عِنْدَ مُلَامَسَةِ الكِلَابِ أَوْ مُدَاعَبَتِهَا، لِتَنْمُوَ
وَتَتَرَعْرَعَ فِي المِنْطِقَةِ الوَاقِعَةِ خَلْفَ العَيْنِ،
وَلِلْوِقَايَةِ مِنْ ذَلِكَ، يَنْصَحُ الأَطِبَّاءُ
بِغَسْلِ اليَدَيْنِ جَيِّدًا قَبْلَ تَنَاوُلِ الطَّعَامِ وَبَعْدَ مُدَاعَبَةِ الكِلَابِ،
خُصُوصًا بَعْدَ أَنْ قَدَّرَتِ الإِحْصَاءَاتُ ظُهُورَ 10 آلَافِ إِصَابَةٍ بِتِلْكَ
الدِّيدَانِ فِي الوِلَايَاتِ المُتَّحِدَةِ سَنَوِيًّا، يَقَعُ مُعْظَمُهَا بَيْنَ
الأَطْفَالِ،
وَقَدْ أَوْصَى نَبِيُّ الإِسْلَامِ مُحَمَّدٌ
ﷺ مُنْذُ أَكْثَرَ مِنْ 1400 سَنَةٍ، بِعَدَمِ مُلَامَسَةِ الكِلَابِ وَلُعَابِهَا،
لِأَنَّ الكَلْبَ يَلْحَسُ فَرْوَهُ أَوْ جِلْدَهُ عِدَّةَ مَرَّاتٍ فِي اليَوْمِ،
الأَمْرُ الَّذِي يَنْقُلُ الجَرَاثِيمَ إِلَى الجِلْدِ وَالفَمِ وَاللُّعَابِ فَيُصْبِحُ
مُؤْذِيًا لِلصِّحَّةِ.
"
Sebuah penemuan medis baru menegaskan kebenaran dari apa yang direkomendasikan
oleh Nabi Islam, Muhammad ﷺ ketika para dokter memperingatkan bahwa
menyentuh anjing, mengelusnya, dan terkena kotoran atau air liurnya bisa
meningkatkan risiko kebutaan.
Para dokter
hewan spesialis menemukan bahwa pemeliharaan anjing dan terkena kotorannya,
seperti tinja, air kencing, dan lainnya bisa menularkan cacing parasit yang
dikenal sebagai "Toxocara canis", yang menyebabkan hilangnya
penglihatan dan kebutaan pada siapa pun.
Dan Dr. Ian
Wright - seorang spesialis hewan di Somerset - setelah memeriksa 60 anjing, dia
menemukan bahwa seperempat dari hewan-hewan tsb mengantarkan telur cacing ini
pada mangsanya, dimana dia menemukan adanya 180 telur dalam satu gram rambut
anjing-anjing tsb , yang mana itu adalah jumlah yang jauh lebih tinggi dari apa
yang ditemukan dalam sampel-sampel tanah [debu].
Seperempat
lainnya membawa 71 telur yang mengandung embrio yang sedang berkembang, dan
tiga di antaranya cukup matang untuk menginfeksi manusia.
Dalam
laporannya yang diterbitkan oleh koran British Daily Mirror, para ahli
menjelaskan bahwa telur cacing ini sangat lengket dan memiliki panjang satu
milimeter.
Dan dapat
menular dengan mudah saat menyentuh atau mengelus anjing, agar tumbuh subur di
area belakang mata,
Untuk
mencegah hal ini, para dokter menganjurkan untuk mencuci tangan dengan baik
sebelum makan dan setelah mengelus anjing, terutama setelah statistik
memperkirakan bahwa 10.000 infeksi cacing ini muncul di Amerika Serikat setiap
tahun, yang sebagian besar terjadi pada anak-anak.
Dan Nabi
Islam, Muhammad ﷺ lebih dari 1400 tahun yang lalu,
menganjurkan untuk tidak menyentuh anjing dan air liurnya, karena anjing
menjilati bulu atau kulitnya beberapa kali sehari, yang memindahkan kuman ke
kulit, mulut dan air liur, dan menjadi berbahaya bagi kesehatan.
[ Lihat:
Makalah berjudul Kasyfun Thibbi Yu’akkidu At-Tahdziir An-Nabawi Min Lamsil
Kilab (Ismaily.Online.htm). Dan lihat juga: Al-Qamus Ath-Thibbi li Majmu’ah min
Al-‘Ulama’ Al-Athibba hal. 354 ]
Dan Dr.
Abdel-Hamid Mahmud Thohmaaz berkata:
ثَبَتَ عِلْمِيًّا أَنَّ الكَلْبَ نَاقِلٌ
لِبَعْضِ الأَمْرَاضِ الخَطِرَةِ، إِذْ تَعِيشُ فِي أَمْعَائِهِ دُودَةٌ تُدْعَى المُكَوَّرَةُ
تَخْرُجُ بُيُوضُهَا مَعَ بُرَازِهِ، وَعِنْدَمَا يَلْحَسُ دُبُرَهُ بِلِسَانِهِ تَنْتَقِلُ
هَذِهِ البُيُوضُ إِلَيْهِ، ثُمَّ تَنْتَقِلُ مِنْهُ إِلَى الآوَانِي وَالصُّحُونِ
وَأَيْدِي أَصْحَابِهِ، وَمِنْهَا تَدْخُلُ إِلَى مَعِدَتِهِمْ فَأَمْعَائِهِمْ، فَتَنْحَلُّ
قِشْرَةُ البُيُوضِ وَتَخْرُجُ مِنْهَا الأَجِنَّةُ الَّتِي تَتَسَرَّبُ إِلَى الدَّمِ
وَالبَلْغَمِ، وَتَنْتَقِلُ بِهِمَا إِلَى جَمِيعِ أَنْحَاءِ الجِسْمِ، وَبِخَاصَّةٍ
إِلَى الكَبِدِ لِأَنَّهُ المُصَفَّاةُ الرَّئِيسِيَّةُ فِي الجِسْمِ... ثُمَّ تَنْمُو
فِي العُضْوِ الَّذِي تَدْخُلُ إِلَيْهِ وَتُشَكِّلُ كِيسًا مَمْلُوءًا بِالأَجِنَّةِ
الأَبْنَاءِ، وَبِسَائِلٍ صَافٍ كَمَاءِ اليَنْبُوعِ، وَقَدْ يَكْبُرُ الكِيسُ حَتَّى
يُصْبِحَ بِحَجْمِ رَأْسِ الجَنِينِ، وَيُسَمَّى المَرَضُ: دَاءُ الكِيسِ المَائِيَّةِ،
وَتَكُونُ أَعْرَاضُهُ عَلَى حَسَبِ العُضْوِ الَّذِي تَتَبَعَّضُ فِيهِ، وَأَخْطَرُهَا
مَا كَانَ فِي الدِّمَاغِ أَوْ فِي عَضَلَةِ القَلْبِ، وَلَمْ يَكُنْ لَهُ عِلَاجٌ...
سِوَى العَمَلِيَّةِ الجِرَاحِيَّةِ.
“Telah
dibuktikan secara ilmiah bahwa anjing adalah pembawa beberapa penyakit
berbahaya, karena cacing yang disebut "CoccoBacillus" hidup di
ususnya dan mengeluarkan telurnya dengan kotorannya, dan ketika dia menjilati
anus [dubur] dengan lidahnya, telur-telur ini ditransmisikan kepadanya.
Kemudian
berpindah darinya ke bejana-bejana , wadah-wadah , piring-piring , dan tangan
teman-temannya, dan dari sana ia masuk ke perut mereka lalu usus mereka,
sehingga cangkang telur larut dan keluar embrio, yang meresap ke dalam darah
dan dahak.
Dan itu menyebar
bersama itu semua ke seluruh bagian tubuh, terutama ke hati ; karena hati itu
adalah filter utama dalam tubuh...
Kemudian
tumbuh di organ tempat ia masuk dan membentuk sejenis kantung berisi janin dari
keturunannya, dan dengan cairan bening seperti air dari mata air.
Kantung
tersebut dapat membesar hingga seukuran kepala janin, dan penyakitnya disebut:
penyakit hidrokel, dan gejalanya tergantung pada organ tempatnya berovulasi.
Dan yang
paling berbahaya adalah jika ada dalam otak atau dalam otot jantung, dan itu
tidak ada pengobatan untuk itu... kecuali dioperasi bedah .
[ Lihat
makalah: Al-Kalbu wal-Jaratsim wat-Turab, Al-Arba’un Al-‘Ilmiyyah Cet. Dar
al-Qalam.
Dan lihat
pula: Al-Qamus Ath-Thibbi li Majmu’ah min Al-Athibba hal. 858]
Para dokter
mengkofirmasi dan menganggap serius akan bahayanya cacing ini dan
racun air liurnya yang berenang di dalamnya , sehingga mereka memutuskan bahwa:
المَرَضُ يَنْتَقِلُ فِي غَالِبِ الأَحْيَانِ
إِلَى الإِنْسَانِ أَوِ الحَيَوَانِ عَنْ طَرِيقِ دُخُولِ اللُّعَابِ الحَامِلِ لِلْفِيرُوسِ
... إِثْرَ عَضَّةٍ أَوْ تَلَوُّثِ جُرْحٍ بِلُعَابِهِ.
“Penyakit
ini paling sering ditularkan ke manusia atau hewan melalui masuknya air liur
pembawa virus… akibat gigitan atau terkontaminasi luka oleh ludahnya.”
[
Baca: Ash-Shihhah wa Ath-Thibb oleh Ibnu Sina (htm.Maghrebmd.article
veterinaire)
Dan lihat:
(Al-Mausu’ah Al-‘Arabiyyah Al-‘Alamiyyah) 20/12-13 ].
Dan
sekelompok para dokter menjelaskan tempat mengendap cacing ini dari organ tubuh
manusia setelah sampai ke tubuh melalui air liur anjing. Mereka menyebutkan
bahwa:
... الرِّئَةُ تُصَابُ
بِالدُّودَةِ الأَكِينُوكُوكِيَّةِ Echinococcosis، فَتُؤَدِّي الدُّودَةُ
الأَكِينُوكُوكِيَّةُ الَّتِي تَسْتَقِرُّ فِي الرِّئَةِ، وَأَحْيَانًا فِي الكَبِدِ
وَبَعْضِ الأَعْضَاءِ الدَّاخِلِيَّةِ الأُخْرَى إِلَى نُشُوءِ كِيسٍ مَمْلُوءٍ بِالسَّائِلِ
وَمُحَاطٍ مِنَ الخَارِجِ بِكَبْسُولَةٍ مِنْ طَبَقَتَيْنِ، وَقَدْ يَصِلُ حَجْمُ الكِيسِ
أَحْيَانًا إِلَى حَجْمِ رَأْسِ الوَلِيدِ، وَيَتَطَوَّرُ المَرَضُ بِشَكْلٍ بَطِيءٍ
وَتَحْتَفِظُ الدُّودَةُ الأَكِينُوكُوكِيَّةُ بِالنُّمُوِّ دَاخِلَ الكِيسِ لِعِدَّةِ
سَنَوَاتٍ، وَيَتِمُّ انْتِقَالُ العَدْوَى إِلَى الإِنْسَانِ مِنَ الكِلَابِ.
“...
paru-paru yang terinfeksi cacing "Echinococcosis", maka cacing
echinococcosis yang menetap di paru-paru dan terkadang di hati dan beberapa
organ jeroan lainnya menyebabkan munculnya kista berisi cairan yang dikelilingi
dari luar oleh kapsul dua lapis
Dan ukuran
kantung tersebut terkadang bisa mencapai ukuran kepala bayi yang baru lahir,
dan penyakit berkembang perlahan dan cacing Akinokoki terus tumbuh di dalam
kantung selama beberapa tahun, dan infeksi ditularkan ke manusia dari
anjing".
[ Baca:
Majmu’ah min Al-Athibba’ wal-‘Ulama’: The Medical Encyclopedia (1961/11, 1962)
Dan lihat:
“Al-Lu’ab Al-Qatil, Majallah Manar Al-Islam” Mr. Salamah Al-Saqa (Maret 1986)
].
Lihat Pula:
Rangkuman ceramah yang disampaikan oleh Mr. Najib Buhunaik pada Seventh
Conference on Scientific Miracles in the Qur’an and Sunnah di Dubai 2004, yang
berjudul:
وُلُوغُ الكَلْبِ بَيْنَ اسْتِنْبَاطَاتِ الفُقَهَاءِ وَاكْتِشَافَاتِ الأَطِبَّاءِ
Penetrasi anjing antara kesimpulan ahli hukum dan penemuan dokter
0 Komentar