MUKJIZAT ILMIYAH TENTANG SISTEM KEKEBALAN TUBUH MANUSIA
Di Tulis
Oleh Kang Oji
KAJIAN
NIDA AL-ISLAM
CUPLIKAN
singkat ARTIKEL:
Syeikh Doktor
Moh. Ratib an-Nabulsiy menjelaskan sbb:
Sistem
Kekebalan Tubuh
جِهَازُ الْمَنَاعَةِ
Sistem kekebalan tubuh adaptif merupakan suatu
sistem yang sangat menakjubkan. Bahkan, tanpa berlebihan dapat dikatakan bahwa
sistem ini benar-benar menyerupai sebuah pasukan militer dalam arti yang
sesungguhnya, yaitu pasukan yang bertugas mempertahankan manusia, melindungi
jaringan-jaringan serta organ-organ tubuhnya.
(Divisi-Divisi
Pasukan Sistem Kekebalan Tubuh ketika Bakteri Memasuki Tubuh).
Pasukan militer Sistem Kekebalan Tubuh ini
terdiri atas lima divisi.
[1] Divisi pertama adalah divisi pengintai.
Tugasnya semata-mata mengumpulkan informasi.
Ketika ada bakteri yang memasuki tubuh, divisi ini segera mendatanginya untuk
mengambil "kode kimia" yang dimilikinya, mengenali titik-titik
kelemahannya, kemudian kembali ke pusat pembuatan senjata. Selanjutnya divisi
ini menyampaikan laporan mengenai karakteristik bakteri tersebut, susunan
kimianya, serta berbagai kelemahannya.
[2] Divisi kedua bertugas memproduksi serum
atau antibodi yang melawan bakteri.
Divisi ini dapat diibaratkan sebagai pabrik
persenjataan.
Dengan demikian, divisi pertama berfungsi
sebagai unit intelijen dan pengintaian yang bertugas mengumpulkan informasi.
Mereka mendekati bakteri, mengenali kode-kode kimianya, mengetahui titik-titik
kelemahannya beserta karakteristiknya, kemudian membawa informasi tersebut ke
kelenjar getah bening, yaitu tempat diproduksinya antibodi. Setelah itu, divisi
kedua mulai memproduksi senjata.
Hal yang paling menakjubkan dari divisi ini
adalah kemampuannya menyimpan memori yang luar biasa. Misalnya, apabila seorang
anak terserang suatu penyakit, anggota divisi pertama akan mengumpulkan seluruh
informasi mengenai bakteri penyebab penyakit tersebut, kemudian menyerahkannya
kepada kelenjar getah bening sebagai tempat pembuatan antibodi. Selanjutnya
diproduksilah senjata khusus untuk melawannya, atau dalam istilah kedokteran
disebut antibodi.
Divisi pembuat senjata ini memiliki daya ingat
yang sangat menakjubkan. Apabila anak tersebut telah sembuh, kemudian penyakit
yang sama datang kembali setelah tujuh puluh tahun atau bahkan lebih, seluruh
data mengenai bakteri tersebut masih tersimpan dalam memori divisi ini. Karena
itu, mereka tidak perlu lagi mengumpulkan informasi baru, tetapi langsung
menggunakan data yang telah tersimpan untuk memproduksi antibodi yang sesuai.
Seandainya memori yang luar biasa ini tidak
ada, tentu vaksinasi tidak akan memberikan manfaat sama sekali. Hikmah dari
vaksinasi adalah memberikan bakteri yang telah dilemahkan kepada tubuh sehingga
sistem kekebalan adaptif memproduksi antibodi terhadapnya. Apabila suatu saat
bakteri yang sebenarnya masuk ke dalam tubuh, antibodi tersebut telah siap
digunakan untuk segera melawannya.
[3] Adapun divisi ketiga adalah divisi
infanteri.
Mereka membawa senjata dan menggunakannya
untuk bertempur. Semua anggota divisi ini merupakan sel darah putih, namun
masing-masing memiliki spesialisasi yang berbeda. Sebagian bertugas sebagai
intelijen, sebagian memproduksi antibodi, dan sebagian lagi bertugas sebagai
pasukan tempur.
[4] Masih ada divisi keempat, yaitu
divisi layanan atau satuan zeni.
Tugasnya membangun "jembatan",
membersihkan medan pertempuran dari bangkai sel, sisa-sisa darah, dan berbagai
kotoran yang tertinggal setelah pertempuran. Inilah divisi layanan, yaitu
divisi keempat.
[5] Pada tahun 1967 ditemukan divisi kelima
yang merupakan salah satu divisi paling penting dan paling berbahaya dalam arti
strategis.
Divisi ini dikenal sebagai pasukan komando
atau pasukan khusus (komando).
Seandainya divisi ini tidak ada, niscaya
kanker akan menjadi penyakit yang umum diderita oleh seluruh manusia. Kini
telah terbukti secara ilmiah bahwa di dalam tubuh setiap manusia terdapat
sel-sel kanker. Akan tetapi, terdapat mekanisme penekan yang mencegah sel-sel
tersebut berkembang dan menimbulkan kerusakan.
Tugas divisi komando ini adalah mendeteksi
sel-sel kanker sejak tahap yang sangat dini, kemudian segera menghancurkannya.
Oleh karena itu, apabila sistem kekebalan
tubuh adaptif mengalami kerusakan akibat penyakit AIDS, apa yang akan terjadi?
Kanker pun mulai bermunculan. Sekitar sembilan puluh persen penderita AIDS juga
menderita penyakit-penyakit ganas, karena pasukan komando yang bertugas
menghancurkan sel-sel kanker tidak lagi mampu menjalankan fungsinya.
[Di kutip dari Mausu'ah Al-I'jaz Al-'Ilmi fi
Al-Qur'an wa As-Sunnah (Al-Maktabah Asy-Syamilah, 2/11)]
(Cuplikan selesai)
======
DAFTAR ISI:
- CUPLIKAN singkat ARTIKEL:
- PENDAHULUAN
- ANJURAN AL-QUR’AN UNTUK MEMPELAJARI ILMU PENGETAHUAN
- MUKJIZAT ILMIYAH SISTEM KEKEBALAN TUBUH MANUSIA.
- TANYA JAWAB ANTARA PENYIAR RADIO DENGAN DR. MOH. RATIB AN-NABULSI
****
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
===***====
PENDAHULUAN
Sistem kekebalan tubuh menunjukkan betapa
agungnya kekuasaan Allah SWT dalam menciptakan manusia. Ia merupakan salah satu tanda
kebesaran Allah yang mengajak kita untuk senantiasa merenung, berpikir, mengamati dan mempelajari.
Allah Ta'ala berfirman:
﴿وَفِي أَنْفُسِكُمْ أَفَلَا تُبْصِرُونَ﴾
"Dan pada dirimu sendiri, maka apakah
kamu tidak memperhatikan?" (QS. Adz-Dzariyat: 21).
Setiap sel yang ada di dalam tubuh kita merupakan bukti akan kekuasaan Allah dan kesempurnaan hikmah-Nya. Setiap kali kita memperhatikan bagaimana sistem kekebalan tubuh melindungi jasad kita, semakin kita menyadari betapa berharganya nikmat kesehatan, sehingga kita terdorong untuk semakin bersyukur kepada Allah atas karunia yang sangat besar ini.
Sistem kekebalan tubuh merupakan salah satu
sistem paling kompleks dalam tubuh manusia. Ia bagaikan "pasukan"
internal yang dilengkapi dengan mekanisme pengenalan, penyerangan, dan
pertahanan yang sangat menakjubkan untuk melawan berbagai penyebab penyakit.
Di dalamnya tampak tanda-tanda kebesaran dan
kekuasaan Allah melalui kemampuannya membedakan secara sangat akurat antara
sel-sel asli tubuh dan benda-benda asing, serta menyimpan "memori"
terhadap mikroorganisme penyebab penyakit sehingga dapat mencegah terjadinya
infeksi yang sama di kemudian hari.
ANJURAN AL-QUR’AN UNTUK MEMPELAJARI ILMU PENGETAHUAN
[1] Ayat
perintah mentadabburi seluruh kandungan al-Qur’an:
Allah SWT berfirman:
﴿أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَىٰ
قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا﴾
“Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al
Quran ataukah hati mereka terkunci?”. [QS. Muhammad: 24]
Dan Allah SWT juga berfirman:
﴿أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ ۚ وَلَوْ
كَانَ مِنْ عِندِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلَافًا كَثِيرًا﴾
“Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al
Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka
mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya”. [QS. An-Nisa: 82]
[2] Manusia
yang tidak menggunakan akalnya, lebih hina dari pada binatang.
Dalam hal ini Allah SWT berfirman:
﴿لَهُمْ قُلُوبٌ لَّا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ
أَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَّا يَسْمَعُونَ بِهَا ۚ أُولَٰئِكَ
كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ﴾
“... mereka mempunyai hati, tetapi tidak
dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata
(tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan
mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar
(ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih
sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai”. [QS. Al-Araf: 179]
Dan Allah SWT berfirman:
﴿أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَتَكُونَ
لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا أَوْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا ۖ فَإِنَّهَا لَا
تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَٰكِن تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ﴾
Maka apakah mereka tidak berjalan di muka
bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka berakal atau mempunyai
telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah
mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada. [QS. al-Hajj:
46]
Dan Allah SWT berfirman:
﴿وَمَثَلُ الَّذِينَ كَفَرُوا كَمَثَلِ الَّذِي
يَنْعِقُ بِمَا لَا يَسْمَعُ إِلَّا دُعَاءً وَنِدَاءً ۚ صُمٌّ بُكْمٌ عُمْيٌ فَهُمْ
لَا يَعْقِلُونَ﴾
“Dan perumpamaan (orang-orang yang menyeru)
orang-orang kafir adalah seperti penggembala yang memanggil binatang yang tidak
mendengar selain panggilan dan seruan saja. Mereka tuli, bisu dan buta, maka
(oleh sebab itu) mereka tidak mengerti. [QS. Al-Baqarah: 171]
[2] Anjuran
mempelajari ilmu astronomi, kedokteran dan lainnya.
Al-Quran al-Karim memerintahkan kita untuk mengamati,
mempelajari dan meneliti tentang penciptaan alam semesta (astronomi),
penciptaan manusia (termasuk ilmu kedokteran) dan lainnya.
Allah SWT berfirman:
﴿سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الْآفَاقِ وَفِي أَنفُسِهِمْ
حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ ۗ أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ
عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ﴾
“Kami akan memperlihatkan kepada mereka
tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka
sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar.
Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu
menjadi saksi atas segala sesuatu?” [QS. Fussilat: 53]
Syeikh Muhammad Sholeh al-Munajjid berkata:
وَمَعْنَى الْآيَةِ الْكَرِيمَةِ: أَنَّ
هَذَا وَعْدٌ مِنَ اللَّهِ تَعَالَى أَنَّهُ سَيَكْشِفُ لِلنَّاسِ عَنْ آيَاتِهِ فِي
نَوَاحِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَهُمْ
وَيَثِقُوا أَنَّ الْقُرْآنَ حَقٌّ أَنْزَلَهُ اللَّهُ تَعَالَى.
“Makna ayat yang mulia ini adalah bahwa Allah
Ta'ala menjanjikan akan memperlihatkan kepada manusia tanda-tanda kebesaran-Nya
di berbagai penjuru langit dan bumi, serta pada diri mereka sendiri, hingga
menjadi jelas bagi mereka dan mereka meyakini dengan penuh keyakinan bahwa
Al-Qur'an adalah benar dan diturunkan oleh Allah Ta'ala”. [Islamqa no. 217157].
Dan Allah Ta'ala berfirman:
﴿ وَفِي الْأَرْضِ آيَاتٌ لِّلْمُوقِنِينَ.
وَفِي أَنْفُسِكُمْ أَفَلَا تُبْصِرُونَ﴾
" Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda
(kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin. Dan pada dirimu sendiri, maka apakah kamu
tidak memperhatikan?" (QS. Adz-Dzariyat: 20-21).
Dan Allah Ta'ala berfirman:
﴿إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ
وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا
يَنفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِن مَّاءٍ فَأَحْيَا بِهِ
الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِن كُلِّ دَابَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ
وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ﴾
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan
bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa
apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa
air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia
sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang
dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan
dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan”. [QS. Al-Baqarah: 164]
Dan Allah Ta'ala berfirman:
﴿إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ
وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِّأُولِي الْأَلْبَابِ. الَّذِينَ يَذْكُرُونَ
اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ
وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ﴾
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi,
dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang
berakal.
(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah
sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan
tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami,
tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka
peliharalah kami dari siksa neraka”. [QS. Al-Imran: 191]
[3] ANJURAN AL-QUR’AN UNTUK MEMPELAJARI ILMU ANATOMI
Ilmu urai tubuh manusia, yang lebih dikenal
dengan istilah anatomi, adalah cabang ilmu yang mempelajari struktur dan
susunan tubuh manusia, baik bagian luar maupun bagian dalam, serta hubungan
antara organ-organ dan bagian-bagian tubuh tersebut.
Ilmu anatomi merupakan salah satu fondasi
utama dalam bidang kedokteran dan ilmu kesehatan, karena memberikan pemahaman
yang mendalam mengenai bentuk, letak, dan hubungan setiap bagian tubuh manusia.
Cabang-cabang utama ilmu anatomi meliputi:
1. Anatomi makroskopis
Anatomi makroskopis mempelajari struktur tubuh
yang dapat dilihat secara langsung dengan mata telanjang. Kajiannya biasanya
dilakukan melalui pembedahan (diseksi) atau pemeriksaan visual terhadap organ
dan bagian tubuh.
2. Anatomi mikroskopis
Anatomi mikroskopis mempelajari struktur tubuh
yang berukuran sangat kecil sehingga hanya dapat diamati menggunakan mikroskop.
Cabang ini mencakup ilmu tentang sel (sitologi) dan jaringan (histologi).
Setiap kali manusia memperhatikan, mengamati,
merenungkan dan meneliti tubuhnya, maka ia akan menyadari akan keagungan Sang
Pencipta dalam merancang dan menyempurnakan setiap organ yang ada di dalamnya.
Di antara sistem yang paling menakjubkan dan
paling kompleks dalam tubuh manusia adalah sistem kekebalan tubuh, yang berdiri
laksana pasukan yang kokoh, senantiasa berjaga untuk melindungi kita dari
berbagai ancaman. Sistem ini, dengan seluruh rincian dan mekanismenya yang
sangat teliti, merupakan bukti nyata akan keagungan Allah dan kekuasaan-Nya
dalam menciptakan makhluk.
Allah Ta'ala berfirman dalam Kitab-Nya yang
mulia:
﴿وَفِي أَنْفُسِكُمْ أَفَلَا تُبْصِرُونَ﴾
"Dan pada dirimu sendiri, maka apakah
kamu tidak memperhatikan?" (QS. Adz-Dzariyat: 21).
Dan Allah SWT berfirman:
﴿سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الْآفَاقِ وَفِي أَنفُسِهِمْ
حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ﴾
“Kami akan memperlihatkan kepada mereka
tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka
sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar.” [QS. Fussilat:
53]
Sebagai contoh dalam pembahasan ini, saya akan
mengupas dua pembahasan: tentang sistem kekebalan tubuh.
MUKJIZAT ILMIYAH TENTANG SISTEM KEKEBALAN TUBUH MANUSIA.
Sistem kekebalan tubuh adalah salah satu dalil
yang menunjukkan keagungan Allah, serta melihat bagaimana Allah Subhanahu wa
Ta'ala menyusun setiap komponen sistem ini dengan ketelitian yang luar biasa
demi menjaga dan melindungi manusia.
===
Pengertian Sistem Kekebalan Tubuh dan Pentingnya
Sistem kekebalan tubuh berfungsi sebagai
perisai pertahanan yang sangat menakjubkan, melindungi tubuh dari berbagai
penyakit, kuman, dan virus yang terus-menerus menyerang manusia.
Allah telah menciptakan sistem ini dengan
kesempurnaan yang luar biasa, sehingga mampu mengenali setiap benda asing yang
berusaha memasuki tubuh, kemudian menyerang dan menghancurkannya. Allah Ta'ala
berfirman:
﴿الَّذِي أَحْسَنَ كُلَّ شَيْءٍ خَلَقَهُ﴾
"(Allah) yang memperindah segala sesuatu
yang Dia ciptakan." (QS. As-Sajdah: 7).
Tidak diragukan lagi bahwa kesempurnaan
ciptaan Allah tampak jelas pada sistem ini, yang bekerja dengan efisiensi yang
mengagumkan tanpa kita sadari.
====
Sistem Kekebalan Tubuh : Sel Darah Merah
Tidak ada seorang laki-laki maupun perempuan,
tidak pula anak kecil ataupun orang dewasa, melainkan di dalam arteri dan
pembuluh darahnya mengalir darah. Namun, sering kali manusia tidak mengetahui
hakikat darah tersebut.
Apa sebenarnya darah itu? Bagaimana
susunannya? Berapa volumenya? Dan apa saja rahasia yang terkandung di dalamnya?
Apabila seseorang mengetahui sebagian dari
hakikat darah yang mengalir di dalam tubuhnya, niscaya hatinya akan dipenuhi
rasa tunduk, lalu ia akan bersujud kepada Allah.
Siapakah di antara kita yang menyangka bahwa
di dalam tubuh setiap manusia terdapat lebih dari dua puluh lima juta miliar
sel darah merah sebagai komponen utama darah, yang terus mengalir melalui
arteri dan pembuluh darah? Bahkan jumlah sel darah merah dalam setiap milimeter
kubik darah tidak kurang dari lima juta sel.
Para ilmuwan menggambarkan sel darah merah
sebagai "pengangkut" yang tidak pernah mengenal lelah. Sel ini
membawa oksigen ke seluruh sel, jaringan, sistem organ, organ tubuh, dan ke
setiap bagian tubuh manusia. Setelah itu, sel darah merah kembali dengan
membawa hasil pembakaran metabolisme, lalu membuang gas karbon dioksida. Ia
adalah pengangkut yang tidak pernah mengenal lelah, tidak pernah merasa letih
ataupun bosan. Sel-sel darah merah ini berkeliling ke seluruh tubuh sekitar
seribu lima ratus kali dalam satu hari.
Usia satu sel darah merah mencapai lebih dari
seratus dua puluh hari. Setelah itu, sel tersebut akan mati. Selama masa
hidupnya, ia menempuh perjalanan lebih dari seribu seratus lima puluh kilometer
di dalam tubuh manusia serta mengangkut lebih dari enam ratus liter oksigen.
Padahal diameter satu sel darah merah tidak lebih dari tujuh mikron.
[Kitab Mausū'ah Al-I'jāz Al-'Ilmī fi Al-Qur'an wa As-Sunnah, Muhammad Ratib An-Nabulsi, 1/187,
Al-Maktabah Asy-Syamilah.]
====
Komponen-Komponen Utama Sistem Kekebalan Tubuh
الْمُكَوِّنَاتُ الْأَسَاسِيَّةُ لِلنِّظَامِ
الْمَنَاعِيِّ
"Pasukan (جَيْشٌ)" sistem kekebalan tubuh ini terdiri atas beberapa
komponen, yang masing-masing memiliki peran penting dalam melindungi tubuh.
Allah telah menciptakannya dengan keseimbangan yang sangat teliti.
[1]. Sel darah putih (الْخَلَايَا
الْبَيْضَاءُ).
Sel darah putih bagaikan para prajurit yang
selalu berjaga di seluruh bagian tubuh. Sel-sel ini terdiri dari berbagai jenis
dengan tugas yang berbeda-beda. Mahasuci Allah yang telah menciptakan sel-sel
tersebut dan menjadikannya mampu mengenali benda-benda berbahaya serta
menghancurkannya.
[2]. Kelenjar getah bening (الْغُدَدُ اللِّمْفَاوِيَّةُ).
Kelenjar-kelenjar ini ibarat benteng-benteng
yang kokoh yang tersebar di seluruh tubuh. Fungsinya sebagai pusat berkumpul
dan koordinasi sel-sel kekebalan tubuh, sehingga selalu siap menghadapi setiap
ancaman yang datang.
[3]. Sumsum tulang (النُّخَاعُ
الْعَظْمِيُّ).
Sumsum tulang merupakan pabrik utama
pembentukan sel darah putih. Di tempat inilah dihasilkan berbagai jenis sel
darah putih untuk menjalankan beragam tugas pertahanan tubuh. Kemampuan
menghasilkan sel-sel khusus dengan fungsi yang berbeda-beda ini merupakan salah
satu bukti keajaiban ciptaan Allah pada manusia.
Allah Ta'ala berfirman:
﴿هَذَا خَلْقُ اللَّهِ فَأَرُونِي مَاذَا خَلَقَ
الَّذِينَ مِنْ دُونِهِ﴾
"Inilah ciptaan Allah, maka
perlihatkanlah kepadaku apa yang telah diciptakan oleh sembahan-sembahan
selain-Nya." (QS. Luqman: 11).
Ayat ini mendorong manusia untuk merenungkan
keagungan ciptaan Allah dan pengaturan-Nya terhadap setiap rincian kehidupan
kita.
Macam-Macam
Kekebalan Tubuh:
Bukti
Hikmah dalam Rancangan Penciptaan
أَنْوَاعُ الْمَنَاعَةِ: دَلِيلٌ عَلَى
الْحِكْمَةِ فِي التَّصْمِيمِ
Dalam penciptaan sistem kekebalan tubuh, Allah
menjadikan dua jenis kekebalan, yaitu kekebalan bawaan dan kekebalan yang
diperoleh. Masing-masing memiliki fungsi yang berbeda dan saling melengkapi
sebagai bagian dari hikmah Allah dalam menciptakan keseimbangan sistem ini.
[•] Kekebalan
bawaan (الْمَنَاعَةُ الْفِطْرِيَّةُ):
Kekebalan bawaan adalah sistem kekebalan yang
telah dimiliki manusia sejak lahir. Sistem ini merupakan bagian dari rancangan
alami tubuh. Cara kerjanya bersifat umum tanpa membedakan jenis penyebab
penyakit, sehingga akan menyerang setiap benda asing yang masuk untuk
melindungi tubuh secara langsung.
[•]
Kekebalan yang diperoleh (الْمَنَاعَةُ الْمُكْتَسَبَةُ):
Kekebalan ini terbentuk setelah tubuh terpapar
oleh penyebab penyakit. Sistem ini memiliki "memori", sehingga mampu
mengenali kembali mikroorganisme yang pernah menyerang tubuh. Ketika
mikroorganisme tersebut masuk kembali, sistem kekebalan akan segera
mengingatnya dan menghancurkannya dengan lebih cepat.
Keberagaman sistem kekebalan ini merupakan
salah satu tanda kebesaran Allah. Allah Ta'ala berfirman:
﴿صُنْعَ اللَّهِ الَّذِي أَتْقَنَ كُلَّ شَيْءٍ﴾
"(Itulah) ciptaan Allah yang
menyempurnakan segala sesuatu." (QS. An-Naml: 88).
Mahasuci Allah yang telah menyempurnakan
ciptaan-Nya dengan menjadikan setiap jenis sistem kekebalan saling melengkapi
sehingga memberikan perlindungan yang menyeluruh bagi manusia.
===
Mengenali
Benda Asing:
Sebuah
Keajaiban yang Sangat Teliti
التَّعَرُّفُ عَلَى الْأَجْسَامِ الْغَرِيبَةِ:
مُعْجِزَةٌ دَقِيقَةٌ
Di antara bukti kekuasaan Allah Subhanahu wa
Ta'ala adalah Dia menganugerahkan kepada sistem kekebalan tubuh kemampuan untuk
membedakan antara sel-sel yang sehat dan unsur-unsur yang berbahaya. Ketika ada
benda asing yang memasuki tubuh, sistem kekebalan akan mengenalinya, kemudian
mulai menyerangnya melalui mekanisme yang dikenal dengan "antigen («الْمُسْتَضَدَّاتِ»)", yaitu penanda yang berfungsi sebagai kunci untuk
mengenali benda-benda asing. Setelah itu, sel-sel kekebalan mengarahkan
serangan secara menyeluruh untuk menghancurkannya.
Allah Ta'ala berfirman:
﴿وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهُ تَقْدِيرًا﴾
"Dia menciptakan segala sesuatu, lalu
menetapkan takdirnya (kadar ukurannya) dengan ketetapan yang sempurna."
(QS. Al-Furqan: 2).
Dalam ayat ini Allah mengingatkan bahwa setiap makhluk dan setiap bagian dari alam semesta diciptakan dengan takdir (ukuran, ketentuan, dan pengaturan) yang sangat teliti . Hal tersebut tampak jelas pada cara sel-sel kekebalan mengenali berbagai penyebab penyakit melalui mekanisme yang bahkan melampaui kecanggihan sistem pengenalan buatan manusia yang paling rumit sekalipun.
===
Koordinasi dalam Respons Sistem Kekebalan Tubuh
التَّنْسِيقُ فِي اسْتِجَابَةِ الْجِهَازِ
الْمَنَاعِيِّ
Ketika tubuh mendeteksi adanya ancaman,
sel-sel pertahanan segera mengaktifkan respons yang cepat dengan melepaskan
sinyal-sinyal kimia yang menarik lebih banyak sel pertahanan menuju lokasi
ancaman. Koordinasi yang sangat teliti ini menyerupai sistem peringatan dini
yang bekerja dengan sangat cepat. Setiap sel mengetahui tugasnya masing-masing
dan bekerja dalam koordinasi yang sempurna. Allah Ta'ala berfirman:
﴿وَمَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ﴾
"Dan mereka tidak mengagungkan Allah
dengan pengagungan yang semestinya." (QS. Al-Hajj: 74).
Seandainya kita merenungkan koordinasi yang
terjadi di antara sel-sel sistem kekebalan tubuh ini, niscaya kita akan
menyaksikan salah satu bukti kekuasaan Allah dalam mengatur dan mengendalikan
setiap detail terkecil dari ciptaan-Nya.
===
Peran
Sel T dan Sel B:
Pasukan
Khusus dalam Sistem Kekebalan
دَوْرُ الْخَلَايَا التَّائِيَّةِ وَالْبَائِيَّةِ:
الْجُنُودُ الْمُتَخَصِّصُونَ
Di dalam sistem kekebalan tubuh terdapat sel T
(T-cells) dan sel B (B-cells). Keduanya bekerja secara terpadu dalam sebuah
sistem pertahanan yang tersusun dengan sangat rapi.
• Sel T
Sel T berperan sebagai pasukan penyerang.
Tugasnya adalah menyerang secara langsung sel-sel yang telah terinfeksi serta
menghancurkan setiap sel yang dianggap mencurigakan.
• Sel B
Sel B bertugas menghasilkan antibodi, yaitu protein
yang akan melekat pada penyebab penyakit sehingga memudahkan sel T dan sel-sel
kekebalan lainnya untuk mengenali serta menghancurkannya.
Setiap sel dalam sistem kekebalan tubuh
mengetahui tugasnya dengan sangat tepat. Mahasuci Allah yang telah menciptakan
sel-sel tersebut dan menjadikannya mampu melindungi tubuh dengan mekanisme yang
sangat teliti.
===
Sistem Kekebalan Tubuh dan Perlindungannya terhadap Penyakit
النِّظَامُ الْمَنَاعِيُّ وَحِمَايَةُ
الْجِسْمِ مِنَ الْأَمْرَاضِ
Allah Yang Mahamulia telah menjadikan sistem
kekebalan tubuh mampu menghadapi berbagai macam penyakit, mulai dari penyakit
yang ringan seperti influenza hingga penyakit yang sangat kompleks seperti
tumor. Meskipun penyebab penyakit sangat beragam, sistem kekebalan tubuh mampu
menyesuaikan diri dengan fleksibilitas yang luar biasa. Sebagaimana firman
Allah Ta'ala:
﴿إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ﴾
"Sesungguhnya Kami menciptakan segala
sesuatu menurut ukuran." (QS. Al-Qamar: 49).
Setiap sel dan setiap komponen dalam tubuh
bekerja sesuai dengan ketentuan Allah dan hikmah-Nya yang sempurna.
====
Menjaga
Keseimbangan:
Hikmah
Ilahi dalam Sistem Kekebalan Tubuh
الْحِفَاظُ عَلَى التَّوَازُنِ: حِكْمَةٌ
إِلَهِيَّةٌ فِي النِّظَامِ الْمَنَاعِيِّ
Sistem kekebalan tubuh bekerja dengan
keseimbangan yang sangat teliti antara menyerang dan mempertahankan.
Namun, apa yang terjadi apabila keseimbangan
ini terganggu?
Terdapat beberapa kondisi yang dikenal sebagai
penyakit autoimun, yaitu ketika sistem kekebalan tubuh justru menyerang sel-sel
tubuh yang sehat karena kekeliruan dalam mengenalinya. Sebaliknya, pada kondisi
tertentu sistem kekebalan tubuh dapat menjadi lemah sehingga tidak mampu
melawan sebagian penyakit dengan baik. Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa
Allah telah menciptakan segala sesuatu dengan keseimbangan yang sempurna. Oleh
karena itu Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
﴿وَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهُ بِمِقْدَارٍ﴾
"Dan segala sesuatu di sisi-Nya ada kadar
ukurannya." (QS. Ar-Ra'd: 8).
===
Keajaiban
dalam Rancangan:
Bukti
Agung atas Kekuasaan Sang Pencipta
الْإِعْجَازُ فِي التَّصْمِيمِ: آيَةٌ
عَظِيمَةٌ عَلَى قُدْرَةِ الْخَالِقِ
Apabila kita merenungkan sistem kekebalan
tubuh, kita akan menemukan tanda-tanda yang sangat jelas tentang keagungan
ciptaan Allah pada diri manusia. Setiap bagian bekerja dengan ketelitian dan
keterpaduan untuk mencapai tujuan yang sama. Sistem yang luar biasa ini tidak
mungkin muncul secara kebetulan, tetapi merupakan bukti yang nyata adanya Sang
Pencipta Yang Mahamengetahui, Mahabijaksana, dan Mahakuasa yang menciptakan
alam semesta ini. Allah Ta'ala berfirman:
﴿هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ﴾
"Dialah Allah Yang Maha Pencipta, Yang
Mengadakan, Yang Membentuk Rupa." (QS. Al-Hasyr: 24).
Kekuasaan-Nya tampak jelas pada penciptaan sistem yang sangat teliti ini, yang terus-menerus menjaga tubuh kita tanpa henti.
TANYA
JAWAB
ANTARA
PENYIAR RADIO DENGAN DR. MOH. RATIB AN-NABULSI
----
[Sumber:
Mukjizat Ilmiah – Seminar: 05 – Penciptaan Manusia – Sistem Kekebalan Tubuh
Seminar
Radio / Program 011: Mukjizat Ilmiah dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah – Dar
Al-Fatwa]
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
----
Pendahuluan
Penyiar Radio berkata:
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha
Penyayang. Ya Allah, limpahkanlah shalawat, salam, dan keberkahan kepada
junjungan kami Nabi Muhammad ﷺ, beserta keluarga dan seluruh sahabat beliau.
Saudara-saudara kaum mukminin dan kaum
muslimin, semoga keselamatan, rahmat Allah Ta'ala, dan keberkahan-Nya
senantiasa tercurah kepada Anda semua. Kembali kita berjumpa dalam episode baru
Program Mukjizat Ilmiah dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah. Bersama kita hadir Dr.
Muhammad Ratib An-Nabulsi, dosen Fakultas Tarbiyah Universitas Damaskus, khatib
sekaligus pengajar agama di berbagai masjid di Damaskus. Selamat datang, kami
ucapkan kepada beliau.
Setiap peneliti di bidang ilmu pengetahuan
akan semakin yakin, dan setiap orang yang merenungkan alam semesta akan semakin
merasakan, ketika membaca ayat-ayat Al-Qur'an yang berbicara tentang penciptaan
alam semesta dan manusia. Ia akan semakin yakin dan merasakan, dengan setiap
sel di dalam tubuhnya dan setiap tetes darah yang mengalir dalam dirinya, bahwa
Al-Qur'an ini adalah firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ.....
Pada pertemuan kali ini, kita ingin membahas
dan memulai pembicaraan tentang manusia. Segala sesuatu yang kita saksikan pada
diri manusia menunjukkan keagungan Sang Pencipta dalam menciptakan manusia.
====
Penciptaan manusia:
Al-Ustadz Doktor Muhammad Ratib an-Nabulsi
berkata:
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ،
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا
مُحَمَّدٍ الصَّادِقِ الْوَعْدِ الْأَمِينِ.
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha
Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam
semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, sosok
yang benar dalam setiap janji dan terpercaya.
Dalam firman Allah Ta'ala:
﴿سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الْآفَاقِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ﴾
"Kelak Kami akan memperlihatkan kepada
mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap penjuru alam dan pada diri
mereka sendiri." (QS. Fussilat: 53).
Sebagaimana manusia diperintahkan untuk
melakukan perjalanan dan penjelajahan di berbagai penjuru alam semesta, ia juga
diperintahkan untuk melakukan penjelajahan yang mendalam terhadap rincian
penciptaan dirinya sendiri. Bahkan tanda-tanda kebesaran Allah yang terdapat
pada dirinya adalah yang paling dekat dengannya. Inilah makna firman Allah
Ta'ala:
﴿سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الْآفَاقِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ﴾
"Kelak Kami akan memperlihatkan kepada
mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap penjuru alam dan pada diri
mereka sendiri." (QS. Fussilat: 53).
Dalam kehidupan setiap orang di antara kita
terdapat tanda-tanda kebesaran Allah yang sangat menakjubkan dan begitu nyata,
yang menunjukkan keagungan Allah Azza wa Jalla. Di antara tanda-tanda tersebut
adalah tubuh kita sendiri, yang merupakan sesuatu yang paling dekat dengan diri
kita.
Di kepala setiap orang terdapat sekitar tiga
ratus ribu helai rambut. Setiap helai rambut memiliki akar rambut, pembuluh
vena, pembuluh arteri, otot, saraf, kelenjar minyak, dan kelenjar pigmen.
(Rambut
dan semua unsur didalamnya terdapat tanda keagungan Allah SWT)
Pada retina mata terdapat sepuluh lapisan.
Pada lapisan paling akhir terdapat seratus empat puluh juta reseptor cahaya,
yang terdiri atas sel kerucut dan sel batang. Dari mata menuju otak keluar
saraf optik yang mengandung lima ratus ribu serabut saraf.
(Di
dalam mata terdapat tanda kegungan Allah)
Di dalam telinga juga terdapat suatu sistem
yang menyerupai retina mata. Di sana terdapat tiga puluh ribu sel pendengaran
yang berfungsi menghantarkan suara-suara yang paling halus. Di dalam otak
terdapat suatu sistem yang mengukur perbedaan waktu tibanya suara ke
masing-masing telinga. Perbedaan waktu ini kurang dari satu per seribu enam
ratus detik, namun dengannya manusia dapat mengetahui arah datangnya suara.
(Perbedaan
Waktu Tibanya Suara Melalui Kedua Telinga merupakan Tanda yang Menunjukkan
Keagungan Allah)
Pada permukaan lidah terdapat sembilan ribu
tonjolan pengecap yang berfungsi mengenali berbagai rasa, seperti manis, asam,
pahit, dan asin.
Setiap huruf yang diucapkan manusia melibatkan
tujuh belas otot dalam pembentukannya. Maka, berapa banyak otot yang bekerja
ketika seseorang menyampaikan sebuah ceramah selama satu jam? Setiap huruf yang
diucapkan melibatkan tujuh belas otot.
Rasa
pada lidah adalah tanda keagungan Allah
Sepanjang usia rata-rata manusia, jantung
memompa darah dalam jumlah yang dapat memenuhi gedung pencakar langit terbesar
di dunia.
(Jantung
Bekerja Layaknya Pompa yang Mampu Memompa Darah Sebanyak Volume Gedung Pencakar
Langit Terbesar di Dunia, sebagai Tanda yang Menunjukkan Keagungan Allah).
Di dalam otak manusia terdapat empat belas
miliar sel korteks dan seratus miliar sel penunjang yang hingga kini fungsinya
belum diketahui secara pasti. Bahkan, otak manusia merupakan organ yang paling
rumit di dalam tubuh, namun tetap saja ia belum mampu memahami dirinya sendiri
secara sempurna.
(Otak Manusia merupakan Organ yang Paling Rumit dalam Tubuh, dan Banyak Fungsinya yang Hingga Kini Belum Diketahui. Dan ini sebagai Tanda yang Menunjukkan Keagungan Allah).
Pada dinding lambung terdapat satu miliar sel
yang menghasilkan asam klorida dengan jumlah lebih dari beberapa liter setiap
hari. Para ilmuwan telah berupaya keras memecahkan teka-teki mengapa lambung
tidak mencerna dirinya sendiri. Bukankah lambung merupakan sebuah keajaiban?
Di dalam usus terdapat tiga ribu enam ratus
jonjot usus pada setiap sentimeter persegi yang berfungsi menyerap zat-zat
makanan. Jonjot-jonjot ini mengalami pembaruan secara menyeluruh setiap empat puluh
delapan jam.
(Dinding
Lambung beserta Jonjot-Jonjot yang Terdapat di Dalamnya merupakan Tanda yang
Menunjukkan Keagungan Allah).
Di bawah permukaan kulit terdapat enam belas
juta pengatur suhu tubuh, yaitu kelenjar-kelenjar keringat.
Di dalam hati terdapat tiga ratus miliar sel
yang mampu memperbarui dirinya secara sempurna dalam waktu empat bulan. Fungsi
hati sangat penting, sangat besar, dan sangat menakjubkan. Manusia tidak dapat
bertahan hidup tanpa hati lebih dari tiga jam.
Di dalam kedua ginjal terdapat dua juta unit
penyaring. Jika seluruh saluran penyaring tersebut disambungkan, panjangnya
mencapai seratus kilometer. Darah melewati saluran-saluran ini sebanyak lima
kali setiap hari.
Inilah tubuh kita yang selalu menyertai
kehidupan kita. Inilah sesuatu yang paling dekat dengan diri kita. Semua fakta
ini merupakan fakta ilmiah yang telah diketahui oleh para dokter sejak puluhan
tahun yang lalu dan sama sekali tidak lagi menjadi bahan perdebatan.
Allah Ta'ala berfirman:
﴿ سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الْآفَاقِ وَفِي
أَنْفُسِهِمْ ﴾
"Kelak Kami akan memperlihatkan kepada
mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap penjuru alam dan pada diri
mereka sendiri." (QS. Fussilat: 53).
----
Penyiar Radio:
Dr. Muhammad Ratib An-Nabulsi yang kami
hormati, Anda telah menjelaskan bahwa setiap manusia memiliki jumlah sel
tertentu, baik di otak, mata, maupun organ-organ tubuh lainnya. Akan tetapi,
kita melihat adanya perbedaan di antara manusia. Ada yang berkulit kuning, ada
yang berkulit hitam, dan ada pula perbedaan-perbedaan lainnya. Di sinilah letak
keajaiban yang sedang kita bahas.
Ustadz DR. Moh. an-Nabulsi:
Manusia adalah makhluk yang dimuliakan oleh
Allah. Karena kemuliaan yang Allah berikan kepadanya, Dia menganugerahkan kepada
manusia sebagian sifat yang mencerminkan keistimewaan tersebut. Allah Azza wa
Jalla Maha Esa, sedangkan setiap manusia adalah individu yang unik. Ini
merupakan pembahasan ilmiah yang sangat menarik.
Kini telah diketahui bahwa setiap manusia
memiliki tipe jaringan tubuh (tissue type) yang khas. Tidak mungkin ada dua
orang di muka bumi yang memiliki tipe jaringan yang sama persis. Dari sekitar
enam miliar manusia, setiap orang memiliki tipe jaringan tubuhnya sendiri.
Kini juga telah ditemukan bahwa iris mata
seseorang tidak mungkin sama dengan iris mata orang lain. Beberapa bulan yang
lalu bahkan telah diterbitkan kebijakan untuk mencantumkan data iris mata pada
paspor. Apabila seseorang memasuki sebuah negara di Eropa, iris kedua matanya
akan dipindai dan dibandingkan dengan data yang tersimpan. Jika tidak cocok,
berarti paspor tersebut palsu.
Di Amerika bahkan telah dibuat sistem kunci
yang menggunakan iris mata. Seseorang cukup mengarahkan matanya ke alat
pemindai, maka pintu akan terbuka. Tidak seorang pun selain dirinya yang dapat
membukanya. Iris mata merupakan ciri khas yang dimiliki secara unik oleh setiap
manusia. Demikian pula aroma kulit seseorang. Seandainya setiap orang tidak
memiliki aroma kulit yang berbeda, tentu anjing pelacak tidak akan memiliki
manfaat dalam tugasnya.
(Setiap
Manusia Memiliki Iris Mata yang Tidak Mungkin Sama dengan Iris Mata Manusia
Lain).
Sidik jari juga demikian. Sidik jari
mengandung sekitar seratus titik karakteristik. Apabila tujuh titik saja sama
dengan milik orang lain, maka keduanya dianggap berasal dari orang yang sama.
Bahkan sebagian penjahat di Amerika pernah berusaha menghilangkan identitas
mereka dengan mengupas kulit ujung jari dan menggantinya dengan kulit dari
bagian kaki. Namun, setelah beberapa waktu, pola sidik jari asli muncul kembali
pada kulit baru tersebut. Sidik jari benar-benar merupakan identitas seseorang.
(Setiap
Manusia Memiliki Sidik Jari yang Tidak Mungkin Sama dengan Sidik Jari Manusia
Lain).
Karena kemuliaan manusia di sisi Allah, Dia
menjadikan setiap orang memiliki tipe jaringan tubuh yang khas, iris mata yang
khas, aroma kulit yang khas, komposisi darah yang khas, serta sidik jari yang
khas. Bahkan nada suara setiap orang pun berbeda. Tidak mungkin ada dua manusia
yang memiliki nada suara yang benar-benar sama. Semua keunikan yang dimiliki
setiap manusia ini menegaskan bahwa setiap orang adalah individu yang unik.
Keunikan individu merupakan salah satu bentuk kemuliaan yang Allah anugerahkan
kepada manusia.
(Ketunggalan
merupakan salah satu sifat Allah Azza wa Jalla, dan sebagai bentuk kemuliaan
yang Allah anugerahkan kepada manusia, Dia memberikan kepadanya sifat ketunggalan
tersebut).
Ada hal lain yang juga menarik. Allah adalah
Dzat Yang Maha Pencipta dan Maha Mengadakan hal-hal baru. Karena kemuliaan
manusia di sisi-Nya, melalui penciptaan, gen, dan faktor-faktor keturunan yang
Allah tetapkan, Dia memberikan manusia kemampuan untuk berkreasi dan
berinovasi. Manusia mampu mengembangkan bunga mawar hingga menghasilkan mawar
berwarna hitam. Manusia juga mampu mengembangkan pohon-pohon besar sehingga
menjadi berukuran kecil. Demikian pula berbagai jenis sayuran dan buah-buahan
dapat dikembangkan melalui persilangan antara dua varietas. Bahkan pada masa
kini, industri benih menjadi salah satu bidang yang sangat penting di dunia.
Karena kemuliaan manusia di sisi Allah, Dia menganugerahinya kemampuan untuk
berinovasi.
Demikian pula, karena sebagian nash syariat
memiliki kemungkinan penafsiran yang beragam, Allah memuliakan manusia dengan
memberinya ruang untuk berijtihad dalam menetapkan hukum. Allah menerima ibadah
kita berdasarkan hasil ijtihad para ulama. Dengan demikian, manusia diberi
kemampuan untuk berijtihad, berkreasi, dan tampil sebagai pribadi yang unik.
(Allah
adalah Dzat Yang Maha Pencipta dan Maha Pencipta hal-hal baru. Namun, sebagai
bentuk kemuliaan yang Allah anugerahkan kepada manusia, Dia memberikan
kepadanya kemampuan untuk berkreasi dan berinovasi).
Selain itu, karena kemuliaannya di sisi Allah,
manusia dijadikan sebagai makhluk yang memiliki kehendak dan pilihan. Engkau
diberi kebebasan untuk memilih, sedangkan makhluk-makhluk lainnya berjalan
sesuai ketetapan yang telah Allah tentukan bagi mereka.
----
Penyiar Radio:
Perbedaan di antara setiap individu ini memang
merupakan suatu keajaiban. Sidik jari setiap orang berbeda dengan orang lain,
demikian pula iris mata sebagaimana telah kita bahas. Akan tetapi, Dr. Muhammad
Ratib An-Nabulsi yang kami hormati, perbedaan itu tidak hanya terjadi pada
tingkat individu, tetapi juga pada tingkat bangsa dan suku, seperti perbedaan
warna kulit, bahasa, dan sebagainya. Kita melihat bahwa setiap bangsa memiliki
ciri khas tertentu yang membedakannya dari bangsa lain, bukan hanya perbedaan
antarindividu.
Ustadz DR. Moh. an-Nabulsi:
Di balik fenomena ini terdapat suatu hakikat
ilmiah yang sangat menakjubkan. Gen-gen yang membentuk janin terbagi menjadi
dua kelompok. Kelompok pertama berperan dalam membentuk janin itu sendiri,
sedangkan kelompok kedua disimpan dalam sistem reproduksi janin.
Hal ini menyebabkan setiap bangsa memiliki
karakteristik umum yang sama, baik dalam warna kulit, bentuk fisik, maupun
ciri-ciri keturunannya. Sebagai contoh, orang-orang Tiongkok memiliki
karakteristik yang khas. Ketika Anda melihat seseorang dari Tiongkok, Anda
biasanya dapat mengenali bahwa ia berasal dari bangsa tersebut.
Hal ini terjadi karena gen-gen yang berperan
dalam pembentukan janin terbagi menjadi dua bagian. Sebagian membentuk tubuh
janin, sedangkan sebagian lainnya disimpan dalam sistem reproduksinya agar
kelak anak memiliki kemiripan dengan ayahnya, sehingga setiap bangsa tetap
mempertahankan ciri-ciri khas yang relatif seragam. Ini juga merupakan salah
satu bukti keagungan Allah Azza wa Jalla.
(Allah
memberikan kesempatan kepada manusia untuk berijtihad dalam menetapkan hukum
pada nash-nash yang memiliki makna zhanni (tidak pasti penunjukannya).
----
Penyiar Radio:
Dr. Muhammad Ratib An-Nabulsi yang kami
hormati, seiring berjalannya waktu kita menyaksikan semakin banyak penyakit
baru bermunculan dan berbagai gangguan yang menimpa manusia. Salah satunya
adalah gangguan pada sistem kekebalan tubuh. Lalu, di manakah letak
kemukjizatan dalam hal tersebut?
Ustadz DR. Moh. an-Nabulsi:
جِهَازُ الْمَنَاعَةِ الْمُكْتَسَبِ جِهَازٌ
عَجِيبٌ، هَذَا الْجِهَازُ ـ وَلَا أُبَالِغُ ـ هُوَ يُشْبِهُ جَيْشًا بِكُلِّ مَا
فِي هَذِهِ الْكَلِمَةِ مِنْ مَعْنًى! جَيْشٌ يُدَافِعُ عَنِ الْإِنْسَانِ، عَنْ أَنْسِجَتِهِ،
وَأَعْضَائِهِ.
هَذَا الْجَيْشُ مُؤَلَّفٌ مِنْ خَمْسِ
فِرَقٍ.
الْفِرْقَةُ الْأُولَى فِرْقَةُ الِاسْتِطْلَاعِ،
هَذِهِ مُهِمَّتُهَا مَعْلُومَاتِيَّةٌ فَقَطْ، لَوْ دَخَلَ إِلَى الْجِسْمِ جُرْثُومٌ
انْتَقَلَتْ إِلَيْهِ لِتَأْخُذَ شِفْرَتَهُ الْكِيمَاوِيَّةَ، وَتَأْخُذَ نِقَاطَ
ضَعْفِهِ، وَتَعُودَ إِلَى مَعَامِلِ تَصْنِيعِ السِّلَاحِ، وَتُعْطِيَ تَقْرِيرًا
عَنْ نَتَائِجِ هَذَا الْجُرْثُومِ، وَعَنْ خَصَائِصِهِ، وَتَرْكِيبِهِ، وَنِقَاطِ
ضَعْفِهِ.
هُنَاكَ فِرْقَةٌ ثَانِيَةٌ مُهِمَّتُهَا
تَصْنِيعُ الْمُصُولِ الْمُضَادَّةِ لِلْجَرَاثِيمِ، وَهِيَ بِمَنْزِلَةِ مَعَامِلِ
الْأَسْلِحَةِ.
فَالْفِرْقَةُ الْأُولَى اسْتِخْبَارِيَّةٌ
اسْتِطْلَاعِيَّةٌ، مُهِمَّتُهَا نَقْلُ الْمَعْلُومَاتِ، تَنْطَلِقُ إِلَى الْجُرْثُومِ،
وَتَأْخُذُ شِفْرَاتِهِ الْكِيمَاوِيَّةَ، وَتَأْخُذُ نِقَاطَ ضَعْفِهِ وَخَصَائِصَهُ،
وَتَعُودُ إِلَى الْعُقَدِ اللِّمْفَاوِيَّةِ، وَهِيَ مَكَانُ تَصْنِيعِ الْمُصُولِ،
وَالْفِرْقَةُ الثَّانِيَةُ تَصْنَعُ السِّلَاحَ.
أَعْجَبُ مَا فِي هَذِهِ الْفِرْقَةِ
أَنَّهَا تَتَمَتَّعُ بِذَاكِرَةٍ عَجِيبَةٍ، لَوْ أَنَّ طِفْلًا أَصَابَهُ مَرَضٌ،
ثُمَّ أَخَذَ أَفْرَادُ الْفِرْقَةِ الْأُولَى الْمَعْلُومَاتِ الدَّقِيقَةَ عَنْ هَذَا
الْجُرْثُومِ، أَعْطَوْهَا لِلْعُقَدِ اللِّمْفَاوِيَّةِ، مَكَانِ تَصْنِيعِ السِّلَاحِ،
فَصَنَعَتْ سِلَاحًا مُضَادًّا لِهَذَا الْجُرْثُومِ، أَوْ بِالتَّعْبِيرِ الطِّبِّيِّ:
مَصْلًا مُضَادًّا. هَذِهِ الْفِرْقَةُ، فِرْقَةُ تَصْنِيعِ السِّلَاحِ، تَتَمَتَّعُ
بِذَاكِرَةٍ عَجِيبَةٍ، فَلَوْ أَنَّ هَذَا الْمَرَضَ شُفِيَ مِنْهُ هَذَا الطِّفْلُ،
وَعَادَ إِلَيْهِ بَعْدَ سَبْعِينَ عَامًا أَوْ أَكْثَرَ، فَإِنَّ مَلَفَّ هَذَا الْجُرْثُومِ
مَحْفُوظٌ فِي ذَاكِرَةِ هَذِهِ الْفِرْقَةِ، فَلَا يَضْطَرُّ إِلَى أَخْذِ مَعْلُومَاتٍ
جَدِيدَةٍ، بَلْ يَسْتَخْدِمُ مَعْلُومَاتِ هَذَا الْمَلَفِّ فِي تَصْنِيعِ مَوَادَّ
مُضَادَّةٍ لِهَذَا الْجُرْثُومِ. وَلَوْلَا هَذِهِ الذَّاكِرَةُ الْعَجِيبَةُ لَمَا
كَانَ هُنَاكَ مِنْ فَائِدَةٍ إِطْلَاقًا، وَلَأُلْغِيَ التَّلْقِيحُ. فَفَائِدَةُ
التَّلْقِيحِ أَنْ يُعْطَى الْإِنْسَانُ جُرْثُومًا مُضَعَّفًا، فَيَصْنَعُ جِهَازُ
الْمَنَاعَةِ الْمُكْتَسَبِ مَصْلًا مُضَادًّا لَهُ، فَفِي أَيِّ وَقْتٍ عَادَ الْجُرْثُومُ،
فَالْمَصْلُ جَاهِزٌ، وَيُكَافَحُ بِهِ الْجُرْثُومُ مُبَاشَرَةً.
أَمَّا الْفِرْقَةُ الثَّالِثَةُ فَهِيَ
فِرْقَةُ الْمُشَاةِ، تَحْمِلُ السِّلَاحَ، وَتُقَاتِلُ بِهِ. هَذِهِ كُلُّهَا كُرَيَّاتٌ
بَيْضَاءُ، لَكِنَّهَا مُتَمَايِزَةٌ، بَعْضُهَا اسْتِخْبَارِيَّةٌ، وَبَعْضُهَا لِتَصْنِيعِ
السِّلَاحِ، وَبَعْضُهَا مُقَاتِلَةٌ.
بَقِيَتْ هُنَاكَ فِرْقَةٌ أُخْرَى، فِرْقَةُ
خَدَمَاتِ سِلَاحِ الْمُهَنْدِسِينَ، مَدُّ الْجُسُورِ، وَتَنْظِيفُ أَرْضِ الْمَعْرَكَةِ
مِنَ الْجُثَثِ وَآثَارِ الدِّمَاءِ، هَذِهِ فِرْقَةُ الْخَدَمَاتِ، وَهِيَ الْفِرْقَةُ
الرَّابِعَةُ.
فِي عَامِ أَلْفٍ وَتِسْعِمِئَةٍ وَسَبْعَةٍ
وَسِتِّينَ اكْتُشِفَتْ فِرْقَةٌ خَامِسَةٌ مِنْ أَخْطَرِ هَذِهِ الْفِرَقِ، اسْمُهَا
فِرْقَةُ الْمُغَاوِيرِ، وَبِالتَّعْبِيرِ الْأَجْنَبِيِّ: الْكُومَنْدُوسُ. هَذِهِ
الْفِرْقَةُ لَوْلَاهَا لَكَانَ السَّرَطَانُ شَائِعًا فِي كُلِّ النَّاسِ. ثَبَتَ
الْآنَ عِلْمِيًّا أَنَّ فِي كُلِّ إِنْسَانٍ خَلَايَا سَرَطَانِيَّةً، لَكِنَّ عَلَيْهَا
قَامِعًا يَمْنَعُهَا مِنْ أَنْ تَفْعَلَ فِعْلَهَا الْمُؤْذِيَ، وَهَذِهِ الْفِرْقَةُ
تَكْتَشِفُ الْخَلَايَا السَّرَطَانِيَّةَ فِي وَقْتٍ مُبَكِّرٍ جِدًّا، وَتَقْضِي
عَلَيْهَا.
لِذَلِكَ حِينَمَا يُصَابُ جِهَازُ الْمَنَاعَةِ
الْمُكْتَسَبُ عَنْ طَرِيقِ مَرَضِ الْإِيدْزِ، مَاذَا يَحْصُلُ؟ يَظْهَرُ السَّرَطَانُ،
وَتِسْعُونَ بِالْمِئَةِ مِنَ الْمُصَابِينَ بِمَرَضِ الْإِيدْزِ مُصَابُونَ بِالْأَمْرَاضِ
الْخَبِيثَةِ؛ لِأَنَّ فِرْقَةَ الْمُغَاوِيرِ تَعَطَّلَتْ عَنِ الْتِهَامِ خَلِيَّةٍ
سَرَطَانِيَّةٍ.
Sistem kekebalan tubuh adaptif merupakan suatu
sistem yang sangat menakjubkan. Bahkan, tanpa berlebihan dapat dikatakan bahwa
sistem ini benar-benar menyerupai sebuah pasukan militer dalam arti yang
sesungguhnya, yaitu pasukan yang bertugas mempertahankan manusia, melindungi
jaringan-jaringan serta organ-organ tubuhnya.
Pasukan militer Sistem Kekebalan Tubuh ini
terdiri atas lima divisi.
[1] Divisi pertama adalah divisi pengintai.
Tugasnya semata-mata mengumpulkan informasi.
Ketika ada bakteri yang memasuki tubuh, divisi ini segera mendatanginya untuk
mengambil "kode kimia" yang dimilikinya, mengenali titik-titik
kelemahannya, kemudian kembali ke pusat pembuatan senjata. Selanjutnya divisi
ini menyampaikan laporan mengenai karakteristik bakteri tersebut, susunan
kimianya, serta berbagai kelemahannya.
[2] Divisi kedua bertugas memproduksi serum
atau antibodi yang melawan bakteri.
Divisi ini dapat diibaratkan sebagai pabrik
persenjataan.
Dengan demikian, divisi pertama berfungsi
sebagai unit intelijen dan pengintaian yang bertugas mengumpulkan informasi.
Mereka mendekati bakteri, mengenali kode-kode kimianya, mengetahui titik-titik
kelemahannya beserta karakteristiknya, kemudian membawa informasi tersebut ke
kelenjar getah bening, yaitu tempat diproduksinya antibodi. Setelah itu, divisi
kedua mulai memproduksi senjata.
Hal yang paling menakjubkan dari divisi ini
adalah kemampuannya menyimpan memori yang luar biasa. Misalnya, apabila seorang
anak terserang suatu penyakit, anggota divisi pertama akan mengumpulkan seluruh
informasi mengenai bakteri penyebab penyakit tersebut, kemudian menyerahkannya
kepada kelenjar getah bening sebagai tempat pembuatan antibodi. Selanjutnya
diproduksilah senjata khusus untuk melawannya, atau dalam istilah kedokteran
disebut antibodi.
Divisi pembuat senjata ini memiliki daya ingat
yang sangat menakjubkan. Apabila anak tersebut telah sembuh, kemudian penyakit
yang sama datang kembali setelah tujuh puluh tahun atau bahkan lebih, seluruh
data mengenai bakteri tersebut masih tersimpan dalam memori divisi ini. Karena
itu, mereka tidak perlu lagi mengumpulkan informasi baru, tetapi langsung
menggunakan data yang telah tersimpan untuk memproduksi antibodi yang sesuai.
Seandainya memori yang luar biasa ini tidak
ada, tentu vaksinasi tidak akan memberikan manfaat sama sekali. Hikmah dari
vaksinasi adalah memberikan bakteri yang telah dilemahkan kepada tubuh sehingga
sistem kekebalan adaptif memproduksi antibodi terhadapnya. Apabila suatu saat
bakteri yang sebenarnya masuk ke dalam tubuh, antibodi tersebut telah siap
digunakan untuk segera melawannya.
[3] Adapun divisi ketiga adalah divisi
infanteri.
Mereka membawa senjata dan menggunakannya
untuk bertempur. Semua anggota divisi ini merupakan sel darah putih, namun
masing-masing memiliki spesialisasi yang berbeda. Sebagian bertugas sebagai
intelijen, sebagian memproduksi antibodi, dan sebagian lagi bertugas sebagai
pasukan tempur.
[4] Masih ada divisi lain (keempat), yaitu
divisi layanan atau satuan zeni.
Tugasnya membangun "jembatan",
membersihkan medan pertempuran dari bangkai sel, sisa-sisa darah, dan berbagai
kotoran yang tertinggal setelah pertempuran. Inilah divisi layanan, yaitu
divisi keempat.
[5] Pada tahun 1967 ditemukan divisi kelima
yang merupakan salah satu divisi paling penting dan paling berbahaya dalam arti
strategis.
Divisi ini dikenal sebagai pasukan komando
atau pasukan khusus (komando).
Seandainya divisi ini tidak ada, niscaya
kanker akan menjadi penyakit yang umum diderita oleh seluruh manusia. Kini
telah terbukti secara ilmiah bahwa di dalam tubuh setiap manusia terdapat
sel-sel kanker. Akan tetapi, terdapat mekanisme penekan yang mencegah sel-sel
tersebut berkembang dan menimbulkan kerusakan.
Tugas divisi komando ini adalah mendeteksi
sel-sel kanker sejak tahap yang sangat dini, kemudian segera menghancurkannya.
Oleh karena itu, apabila sistem kekebalan
tubuh adaptif mengalami kerusakan akibat penyakit AIDS, apa yang akan terjadi?
Kanker pun mulai bermunculan. Sekitar sembilan puluh persen penderita AIDS juga
menderita penyakit-penyakit ganas, karena pasukan komando yang bertugas
menghancurkan sel-sel kanker tidak lagi mampu menjalankan fungsinya.
-----
Penyiar Radio:
Karena itu, sel-sel tersebut menjadi lemah
sehingga sel-sel kanker mulai berkembang.
Ustadz DR. Moh. an-Nabulsi:
Suatu ketika saya berada di Amerika. Salah
seorang murid saya, semoga Allah membalasnya dengan kebaikan, adalah seorang
spesialis penyakit kelenjar endokrin. Ia menyampaikan kepada saya sebuah fakta
yang sangat bermanfaat, yaitu bahwa setiap sel kanker memiliki mekanisme
penghambat yang mencegahnya menjadi aktif.
Lalu, apa yang dapat menghilangkan mekanisme
penghambat tersebut?
Salah satunya adalah zat-zat yang berasal dari
minyak bumi. Oleh karena itu, orang yang bekerja memperbaiki kendaraan
bermotor, apabila makan ketika masih ada sisa bensin atau bahan-bahan petroleum
di tangannya, maka risiko terkena kanker menjadi sangat besar. Sebab, senyawa-senyawa
petroleum dapat menghilangkan mekanisme penghambat pada sel kanker.
Hal kedua adalah plastik. Apabila plastik
terkena panas sehingga sebagian komponennya meleleh, misalnya minum teh panas
menggunakan gelas plastik, maka hal itu sangat berbahaya. Demikian pula jika
plastik bersentuhan dengan bahan yang bersifat asam, misalnya salad yang
ditempatkan dalam wadah plastik. Zat asam dapat melarutkan sebagian komponen
wadah tersebut. Begitu pula ketika kita mengikis atau mengerok kantong plastik
berisi yoghurt atau susu menggunakan pisau, tanpa disadari serpihan-serpihan
kecil plastik dapat ikut tercampur. Oleh karena itu, plastik tidak boleh
digunakan untuk makanan atau minuman panas, makanan yang bersifat asam, ataupun
mengalami gesekan mekanis yang dapat melepaskan partikel-partikelnya. Semua hal
tersebut dapat menyebabkan hilangnya mekanisme penghambat pada sel kanker.
(Plastik
yang Terkena Panas dapat Menyebabkan Kanker).
Selain itu, radiasi nuklir juga berhubungan
dengan hilangnya mekanisme penghambat tersebut. Setiap tempat yang masih
mengandung sisa-sisa radiasi dapat memengaruhi tubuh manusia sehingga
meningkatkan risiko terkena kanker.
Akan tetapi, faktor yang paling kuat adalah
tekanan psikologis, seperti rasa takut dan kecemasan. Kondisi-kondisi tersebut
dapat menjadi penyebab timbulnya kanker karena rasa takut dan kecemasan
melemahkan sistem kekebalan tubuh adaptif.
(Tekanan
Psikologis berupa Rasa Takut dan Kecemasan Melemahkan Sistem Kekebalan Tubuh).
Oleh sebab itu, tauhid membawa kesehatan,
sedangkan syirik membawa kelemahan. Syirik menjadikan seseorang selalu takut
kepada sesama manusia, takut terhadap ancaman atau gangguan dari orang lain.
Apabila rasa takut itu terus-menerus berlangsung, maka sistem kekebalan tubuh
akan melemah.
Sebaliknya, apabila seseorang mentauhidkan
Allah dan meyakini bahwa seluruh urusan berada di tangan Allah semata, serta
yakin bahwa Allah tidak akan menyerahkannya kepada makhluk yang jahat, karena
segala urusannya berada di tangan-Nya, maka Allah Azza wa Jalla berfirman:
﴿ وَإِلَيْهِ يُرْجَعُ الْأَمْرُ كُلُّهُ فَاعْبُدْهُ
وَتَوَكَّلْ عَلَيْهِ ﴾
"Maka hanya kepada-Nya segala urusan
dikembalikan. Maka sembahlah Dia dan bertawakallah kepada-Nya." (QS. Hud:
123).
Keyakinan inilah yang memenuhi hati manusia
dengan ketenangan, sehingga kesehatannya pun berada dalam kondisi yang stabil.
Kini telah terbukti bahwa orang yang seimbang
jiwanya, dekat dengan Allah Azza wa Jalla, meyakini janji Allah tentang
perlindungan dan pemeliharaan-Nya, serta memahami firman Allah:
﴿ فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ
وَلَا يَشْقَى ﴾
"Maka barang siapa mengikuti petunjuk-Ku,
ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka." (QS. Thaha: 123),
dan juga membaca firman-Nya:
﴿ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوْا ﴾
"Sesungguhnya Allah bersama orang-orang
yang bertakwa." (QS. An-Nahl: 128),
kata "bersama" di sini bermakna
bahwa Allah menyertainya dengan penjagaan, pertolongan, dan taufik-Nya.
Nilai-nilai keimanan seperti ini akan melahirkan optimisme dan kesehatan.
Lalu, apa yang menguatkan sistem kekebalan
tubuh adaptif?
Yaitu kasih sayang, cinta, dan perasaan aman.
Allah Ta'ala berfirman:
﴿ فَأَيُّ الْفَرِيقَيْنِ أَحَقُّ
بِالْأَمْنِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ ﴾
"Maka siapakah di antara kedua golongan
itu yang lebih berhak memperoleh rasa aman, jika kamu mengetahui?" (QS.
Al-An'am: 81).
Hanya orang-orang yang beriman yang
benar-benar menikmati nikmat rasa aman. Nikmat ini merupakan salah satu
konsekuensi dari keimanan. Adapun orang yang tidak beriman, sekalipun ia
menjadi orang yang paling kuat di muka bumi, Allah tetap menanamkan rasa takut
ke dalam hatinya karena kesyirikannya. Oleh sebab itu, tidak ada nikmat yang
dapat menyamai nikmat rasa aman. Nikmat ini merupakan karunia khusus bagi
orang-orang yang beriman.
﴿ فَأَيُّ الْفَرِيقَيْنِ أَحَقُّ
بِالْأَمْنِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ * الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا
إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ ﴾
"Manakah di antara kedua golongan itu
yang lebih berhak memperoleh rasa aman jika kamu mengetahui? Orang-orang yang
beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (kesyirikan),
mereka itulah yang memperoleh rasa aman dan mereka itulah orang-orang yang
mendapat petunjuk." (QS. Al-An'am: 81–82).
(Tauhid
Memenuhi Jiwa Manusia dengan Ketenangan dan Kesehatan).
----
Penyiar Radio:
Nikmat iman bukan hanya merupakan nikmat
spiritual, tetapi juga membawa manfaat bagi kesehatan jasmani. Iman menguatkan
sistem kekebalan tubuh, bukan melemahkannya. Oleh karena itu Allah berfirman:
﴿ أَلاَ بِذِكْرِ اللهِ تَطْمَئِنُّ
الْقُلُوبُ ﴾
"Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah
hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra'd: 28).
Apabila hati seorang muslim dan mukmin menjadi
tenteram karena keimanan, maka tubuhnya pun akan ikut merasakan ketenteraman.
Ustadz DR. Moh. an-Nabulsi:
Sebagian dokter mengatakan bahwa kehidupan generasi salaf dahulu bersifat sederhana dan penuh kerja fisik, namun mereka menikmati ketenangan jiwa. Ketenangan jiwa dan aktivitas fisik merupakan dua faktor utama yang menunjang kesehatan.
Adapun pada masa sekarang, hampir segala
sesuatu dilakukan hanya dengan menekan tombol: ada lift, kendaraan, mesin cuci,
dan berbagai peralatan lainnya. Akibatnya aktivitas fisik menjadi sangat
sedikit, sementara tekanan psikologis justru semakin besar. Sebagian besar penyakit
muncul karena minimnya aktivitas fisik dan olahraga, sementara pada saat yang
sama manusia dipenuhi rasa takut, cemas, tertekan, iri hati, ghibah, adu domba,
serta berbagai ancaman.
Inilah persoalan besar yang dihadapi manusia
modern. Ketika seseorang beriman kepada Allah, Allah akan menanamkan ketenangan
ke dalam hatinya, sehingga ia akan menikmati kesehatan jasmani yang sangat
baik.
===
PENUTUP
Penyiar Radio:
Saudara-saudara sekalian, kita telah bersama
Dr. Muhammad Ratib An-Nabulsi. Kami mengucapkan terima kasih atas kelapangan
hati beliau serta berbagai pelajaran yang telah menguatkan dan membuka wawasan
kita, agar kita merenungkannya dan mengambil manfaat darinya.
Sampai berjumpa pada episode berikutnya dalam
Program Mukjizat Ilmiah dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah. Kami titipkan Anda semua
kepada penjagaan Allah. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
[Mausu'ah Al-I'jaz Al-'Ilmi fi Al-Qur'an wa
As-Sunnah (Al-Maktabah Asy-Syamilah, 2/11)]
0 Komentar