MUKJIZAT ILMIYAH TENTANG SISTEM KEKEBALAN TUBUH MANUSIA

---- 

Di Tulis Oleh Kang Oji

KAJIAN NIDA AL-ISLAM

 ---

----

CUPLIKAN singkat ARTIKEL:

Syeikh Doktor Moh. Ratib an-Nabulsiy menjelaskan sbb:  

Sistem Kekebalan Tubuh

جِهَازُ الْمَنَاعَةِ

Sistem kekebalan tubuh adaptif merupakan suatu sistem yang sangat menakjubkan. Bahkan, tanpa berlebihan dapat dikatakan bahwa sistem ini benar-benar menyerupai sebuah pasukan militer dalam arti yang sesungguhnya, yaitu pasukan yang bertugas mempertahankan manusia, melindungi jaringan-jaringan serta organ-organ tubuhnya.

(Divisi-Divisi Pasukan Sistem Kekebalan Tubuh ketika Bakteri Memasuki Tubuh).

Pasukan militer Sistem Kekebalan Tubuh ini terdiri atas lima divisi.

[1] Divisi pertama adalah divisi pengintai.

Tugasnya semata-mata mengumpulkan informasi. Ketika ada bakteri yang memasuki tubuh, divisi ini segera mendatanginya untuk mengambil "kode kimia" yang dimilikinya, mengenali titik-titik kelemahannya, kemudian kembali ke pusat pembuatan senjata. Selanjutnya divisi ini menyampaikan laporan mengenai karakteristik bakteri tersebut, susunan kimianya, serta berbagai kelemahannya.

[2] Divisi kedua bertugas memproduksi serum atau antibodi yang melawan bakteri.

Divisi ini dapat diibaratkan sebagai pabrik persenjataan.

Dengan demikian, divisi pertama berfungsi sebagai unit intelijen dan pengintaian yang bertugas mengumpulkan informasi. Mereka mendekati bakteri, mengenali kode-kode kimianya, mengetahui titik-titik kelemahannya beserta karakteristiknya, kemudian membawa informasi tersebut ke kelenjar getah bening, yaitu tempat diproduksinya antibodi. Setelah itu, divisi kedua mulai memproduksi senjata.

Hal yang paling menakjubkan dari divisi ini adalah kemampuannya menyimpan memori yang luar biasa. Misalnya, apabila seorang anak terserang suatu penyakit, anggota divisi pertama akan mengumpulkan seluruh informasi mengenai bakteri penyebab penyakit tersebut, kemudian menyerahkannya kepada kelenjar getah bening sebagai tempat pembuatan antibodi. Selanjutnya diproduksilah senjata khusus untuk melawannya, atau dalam istilah kedokteran disebut antibodi.

Divisi pembuat senjata ini memiliki daya ingat yang sangat menakjubkan. Apabila anak tersebut telah sembuh, kemudian penyakit yang sama datang kembali setelah tujuh puluh tahun atau bahkan lebih, seluruh data mengenai bakteri tersebut masih tersimpan dalam memori divisi ini. Karena itu, mereka tidak perlu lagi mengumpulkan informasi baru, tetapi langsung menggunakan data yang telah tersimpan untuk memproduksi antibodi yang sesuai.

Seandainya memori yang luar biasa ini tidak ada, tentu vaksinasi tidak akan memberikan manfaat sama sekali. Hikmah dari vaksinasi adalah memberikan bakteri yang telah dilemahkan kepada tubuh sehingga sistem kekebalan adaptif memproduksi antibodi terhadapnya. Apabila suatu saat bakteri yang sebenarnya masuk ke dalam tubuh, antibodi tersebut telah siap digunakan untuk segera melawannya.

[3] Adapun divisi ketiga adalah divisi infanteri.

Mereka membawa senjata dan menggunakannya untuk bertempur. Semua anggota divisi ini merupakan sel darah putih, namun masing-masing memiliki spesialisasi yang berbeda. Sebagian bertugas sebagai intelijen, sebagian memproduksi antibodi, dan sebagian lagi bertugas sebagai pasukan tempur.

[4] Masih ada divisi keempat, yaitu divisi layanan atau satuan zeni.

Tugasnya membangun "jembatan", membersihkan medan pertempuran dari bangkai sel, sisa-sisa darah, dan berbagai kotoran yang tertinggal setelah pertempuran. Inilah divisi layanan, yaitu divisi keempat.

[5] Pada tahun 1967 ditemukan divisi kelima yang merupakan salah satu divisi paling penting dan paling berbahaya dalam arti strategis.

Divisi ini dikenal sebagai pasukan komando atau pasukan khusus (komando).

Seandainya divisi ini tidak ada, niscaya kanker akan menjadi penyakit yang umum diderita oleh seluruh manusia. Kini telah terbukti secara ilmiah bahwa di dalam tubuh setiap manusia terdapat sel-sel kanker. Akan tetapi, terdapat mekanisme penekan yang mencegah sel-sel tersebut berkembang dan menimbulkan kerusakan.

Tugas divisi komando ini adalah mendeteksi sel-sel kanker sejak tahap yang sangat dini, kemudian segera menghancurkannya.

Oleh karena itu, apabila sistem kekebalan tubuh adaptif mengalami kerusakan akibat penyakit AIDS, apa yang akan terjadi? Kanker pun mulai bermunculan. Sekitar sembilan puluh persen penderita AIDS juga menderita penyakit-penyakit ganas, karena pasukan komando yang bertugas menghancurkan sel-sel kanker tidak lagi mampu menjalankan fungsinya.

[Di kutip dari Mausu'ah Al-I'jaz Al-'Ilmi fi Al-Qur'an wa As-Sunnah (Al-Maktabah Asy-Syamilah, 2/11)]

(Cuplikan selesai)

======

DAFTAR ISI:

  • CUPLIKAN singkat ARTIKEL:
  • PENDAHULUAN
  • ANJURAN AL-QUR’AN UNTUK MEMPELAJARI ILMU PENGETAHUAN
  • MUKJIZAT ILMIYAH SISTEM KEKEBALAN TUBUH MANUSIA.
  • TANYA JAWAB ANTARA PENYIAR RADIO DENGAN DR. MOH. RATIB AN-NABULSI

 ****

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

===***====

PENDAHULUAN

Sistem kekebalan tubuh menunjukkan betapa agungnya kekuasaan Allah SWT dalam menciptakan manusia. Ia merupakan salah satu tanda kebesaran Allah yang mengajak kita untuk senantiasa merenung, berpikir, mengamati dan mempelajari.

Allah Ta'ala berfirman:

﴿وَفِي أَنْفُسِكُمْ أَفَلَا تُبْصِرُونَ﴾

"Dan pada dirimu sendiri, maka apakah kamu tidak memperhatikan?" (QS. Adz-Dzariyat: 21).

Setiap sel yang ada di dalam tubuh kita merupakan bukti akan kekuasaan Allah dan kesempurnaan hikmah-Nya. Setiap kali kita memperhatikan bagaimana sistem kekebalan tubuh melindungi jasad kita, semakin kita menyadari betapa berharganya nikmat kesehatan, sehingga kita terdorong untuk semakin bersyukur kepada Allah atas karunia yang sangat besar ini.

Sistem kekebalan tubuh merupakan salah satu sistem paling kompleks dalam tubuh manusia. Ia bagaikan "pasukan" internal yang dilengkapi dengan mekanisme pengenalan, penyerangan, dan pertahanan yang sangat menakjubkan untuk melawan berbagai penyebab penyakit.

Di dalamnya tampak tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah melalui kemampuannya membedakan secara sangat akurat antara sel-sel asli tubuh dan benda-benda asing, serta menyimpan "memori" terhadap mikroorganisme penyebab penyakit sehingga dapat mencegah terjadinya infeksi yang sama di kemudian hari.

===***=== 

ANJURAN AL-QUR’AN UNTUK MEMPELAJARI ILMU PENGETAHUAN

[1] Ayat perintah mentadabburi seluruh kandungan al-Qur’an:

Allah SWT berfirman:

﴿أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا﴾

“Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran ataukah hati mereka terkunci?”. [QS. Muhammad: 24]

Dan Allah SWT juga berfirman:

﴿أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ ۚ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِندِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلَافًا كَثِيرًا﴾

“Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya”. [QS. An-Nisa: 82]

[2] Manusia yang tidak menggunakan akalnya, lebih hina dari pada binatang.

Dalam hal ini Allah SWT berfirman:

﴿لَهُمْ قُلُوبٌ لَّا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَّا يَسْمَعُونَ بِهَا ۚ أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ﴾

“... mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai”. [QS. Al-Araf: 179]

Dan Allah SWT berfirman:

﴿أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا أَوْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا ۖ فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَٰكِن تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ﴾

Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka berakal atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada. [QS. al-Hajj: 46]

Dan Allah SWT berfirman:

﴿وَمَثَلُ الَّذِينَ كَفَرُوا كَمَثَلِ الَّذِي يَنْعِقُ بِمَا لَا يَسْمَعُ إِلَّا دُعَاءً وَنِدَاءً ۚ صُمٌّ بُكْمٌ عُمْيٌ فَهُمْ لَا يَعْقِلُونَ﴾

“Dan perumpamaan (orang-orang yang menyeru) orang-orang kafir adalah seperti penggembala yang memanggil binatang yang tidak mendengar selain panggilan dan seruan saja. Mereka tuli, bisu dan buta, maka (oleh sebab itu) mereka tidak mengerti. [QS. Al-Baqarah: 171]

[2] Anjuran mempelajari ilmu astronomi, kedokteran dan lainnya.

Al-Quran al-Karim memerintahkan kita untuk mengamati, mempelajari dan meneliti tentang penciptaan alam semesta (astronomi), penciptaan manusia (termasuk ilmu kedokteran) dan lainnya.

Allah SWT berfirman:

﴿سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الْآفَاقِ وَفِي أَنفُسِهِمْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ ۗ أَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ﴾

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar.

Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?” [QS. Fussilat: 53]

Syeikh Muhammad Sholeh al-Munajjid berkata:

وَمَعْنَى الْآيَةِ الْكَرِيمَةِ: أَنَّ هَذَا وَعْدٌ مِنَ اللَّهِ تَعَالَى أَنَّهُ سَيَكْشِفُ لِلنَّاسِ عَنْ آيَاتِهِ فِي نَوَاحِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَهُمْ وَيَثِقُوا أَنَّ الْقُرْآنَ حَقٌّ أَنْزَلَهُ اللَّهُ تَعَالَى.

“Makna ayat yang mulia ini adalah bahwa Allah Ta'ala menjanjikan akan memperlihatkan kepada manusia tanda-tanda kebesaran-Nya di berbagai penjuru langit dan bumi, serta pada diri mereka sendiri, hingga menjadi jelas bagi mereka dan mereka meyakini dengan penuh keyakinan bahwa Al-Qur'an adalah benar dan diturunkan oleh Allah Ta'ala”. [Islamqa no. 217157].

Dan Allah Ta'ala berfirman:

﴿ وَفِي الْأَرْضِ آيَاتٌ لِّلْمُوقِنِينَ. وَفِي أَنْفُسِكُمْ أَفَلَا تُبْصِرُونَ﴾

" Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin.  Dan pada dirimu sendiri, maka apakah kamu tidak memperhatikan?" (QS. Adz-Dzariyat: 20-21).

Dan Allah Ta'ala berfirman:

﴿إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِن مَّاءٍ فَأَحْيَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِن كُلِّ دَابَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ﴾

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan”. [QS. Al-Baqarah: 164]

Dan Allah Ta'ala berfirman:

﴿إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِّأُولِي الْأَلْبَابِ. الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ﴾

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.

(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”. [QS. Al-Imran: 191]

[3] ANJURAN AL-QUR’AN UNTUK MEMPELAJARI ILMU ANATOMI

Ilmu urai tubuh manusia, yang lebih dikenal dengan istilah anatomi, adalah cabang ilmu yang mempelajari struktur dan susunan tubuh manusia, baik bagian luar maupun bagian dalam, serta hubungan antara organ-organ dan bagian-bagian tubuh tersebut.

Ilmu anatomi merupakan salah satu fondasi utama dalam bidang kedokteran dan ilmu kesehatan, karena memberikan pemahaman yang mendalam mengenai bentuk, letak, dan hubungan setiap bagian tubuh manusia.

Cabang-cabang utama ilmu anatomi meliputi:

1. Anatomi makroskopis

Anatomi makroskopis mempelajari struktur tubuh yang dapat dilihat secara langsung dengan mata telanjang. Kajiannya biasanya dilakukan melalui pembedahan (diseksi) atau pemeriksaan visual terhadap organ dan bagian tubuh.

2. Anatomi mikroskopis

Anatomi mikroskopis mempelajari struktur tubuh yang berukuran sangat kecil sehingga hanya dapat diamati menggunakan mikroskop. Cabang ini mencakup ilmu tentang sel (sitologi) dan jaringan (histologi).

Setiap kali manusia memperhatikan, mengamati, merenungkan dan meneliti tubuhnya, maka ia akan menyadari akan keagungan Sang Pencipta dalam merancang dan menyempurnakan setiap organ yang ada di dalamnya.

Di antara sistem yang paling menakjubkan dan paling kompleks dalam tubuh manusia adalah sistem kekebalan tubuh, yang berdiri laksana pasukan yang kokoh, senantiasa berjaga untuk melindungi kita dari berbagai ancaman. Sistem ini, dengan seluruh rincian dan mekanismenya yang sangat teliti, merupakan bukti nyata akan keagungan Allah dan kekuasaan-Nya dalam menciptakan makhluk.

Allah Ta'ala berfirman dalam Kitab-Nya yang mulia:

﴿وَفِي أَنْفُسِكُمْ أَفَلَا تُبْصِرُونَ﴾

"Dan pada dirimu sendiri, maka apakah kamu tidak memperhatikan?" (QS. Adz-Dzariyat: 21).

Dan Allah SWT berfirman:

﴿سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الْآفَاقِ وَفِي أَنفُسِهِمْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُ الْحَقُّ﴾

“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar.” [QS. Fussilat: 53]

Sebagai contoh dalam pembahasan ini, saya akan mengupas dua pembahasan: tentang sistem kekebalan tubuh.

===***==== 

MUKJIZAT ILMIYAH TENTANG SISTEM KEKEBALAN TUBUH MANUSIA.

Sistem kekebalan tubuh adalah salah satu dalil yang menunjukkan keagungan Allah, serta melihat bagaimana Allah Subhanahu wa Ta'ala menyusun setiap komponen sistem ini dengan ketelitian yang luar biasa demi menjaga dan melindungi manusia.

===

Pengertian Sistem Kekebalan Tubuh dan Pentingnya

Sistem kekebalan tubuh berfungsi sebagai perisai pertahanan yang sangat menakjubkan, melindungi tubuh dari berbagai penyakit, kuman, dan virus yang terus-menerus menyerang manusia.

Allah telah menciptakan sistem ini dengan kesempurnaan yang luar biasa, sehingga mampu mengenali setiap benda asing yang berusaha memasuki tubuh, kemudian menyerang dan menghancurkannya. Allah Ta'ala berfirman:

﴿الَّذِي أَحْسَنَ كُلَّ شَيْءٍ خَلَقَهُ﴾

"(Allah) yang memperindah segala sesuatu yang Dia ciptakan." (QS. As-Sajdah: 7).

Tidak diragukan lagi bahwa kesempurnaan ciptaan Allah tampak jelas pada sistem ini, yang bekerja dengan efisiensi yang mengagumkan tanpa kita sadari.

====

Sistem Kekebalan Tubuh : Sel Darah Merah

Tidak ada seorang laki-laki maupun perempuan, tidak pula anak kecil ataupun orang dewasa, melainkan di dalam arteri dan pembuluh darahnya mengalir darah. Namun, sering kali manusia tidak mengetahui hakikat darah tersebut.

Apa sebenarnya darah itu? Bagaimana susunannya? Berapa volumenya? Dan apa saja rahasia yang terkandung di dalamnya?

Apabila seseorang mengetahui sebagian dari hakikat darah yang mengalir di dalam tubuhnya, niscaya hatinya akan dipenuhi rasa tunduk, lalu ia akan bersujud kepada Allah.

Siapakah di antara kita yang menyangka bahwa di dalam tubuh setiap manusia terdapat lebih dari dua puluh lima juta miliar sel darah merah sebagai komponen utama darah, yang terus mengalir melalui arteri dan pembuluh darah? Bahkan jumlah sel darah merah dalam setiap milimeter kubik darah tidak kurang dari lima juta sel.

Para ilmuwan menggambarkan sel darah merah sebagai "pengangkut" yang tidak pernah mengenal lelah. Sel ini membawa oksigen ke seluruh sel, jaringan, sistem organ, organ tubuh, dan ke setiap bagian tubuh manusia. Setelah itu, sel darah merah kembali dengan membawa hasil pembakaran metabolisme, lalu membuang gas karbon dioksida. Ia adalah pengangkut yang tidak pernah mengenal lelah, tidak pernah merasa letih ataupun bosan. Sel-sel darah merah ini berkeliling ke seluruh tubuh sekitar seribu lima ratus kali dalam satu hari.

Usia satu sel darah merah mencapai lebih dari seratus dua puluh hari. Setelah itu, sel tersebut akan mati. Selama masa hidupnya, ia menempuh perjalanan lebih dari seribu seratus lima puluh kilometer di dalam tubuh manusia serta mengangkut lebih dari enam ratus liter oksigen. Padahal diameter satu sel darah merah tidak lebih dari tujuh mikron.

[Kitab Mausū'ah Al-I'jāz Al-'Ilmī fi Al-Qur'an wa As-Sunnah, Muhammad Ratib An-Nabulsi, 1/187, Al-Maktabah Asy-Syamilah.]

====

Komponen-Komponen Utama Sistem Kekebalan Tubuh

الْمُكَوِّنَاتُ الْأَسَاسِيَّةُ لِلنِّظَامِ الْمَنَاعِيِّ

"Pasukan (جَيْشٌ)" sistem kekebalan tubuh ini terdiri atas beberapa komponen, yang masing-masing memiliki peran penting dalam melindungi tubuh. Allah telah menciptakannya dengan keseimbangan yang sangat teliti.

[1]. Sel darah putih (الْخَلَايَا الْبَيْضَاءُ).

Sel darah putih bagaikan para prajurit yang selalu berjaga di seluruh bagian tubuh. Sel-sel ini terdiri dari berbagai jenis dengan tugas yang berbeda-beda. Mahasuci Allah yang telah menciptakan sel-sel tersebut dan menjadikannya mampu mengenali benda-benda berbahaya serta menghancurkannya.

[2]. Kelenjar getah bening (الْغُدَدُ اللِّمْفَاوِيَّةُ).

Kelenjar-kelenjar ini ibarat benteng-benteng yang kokoh yang tersebar di seluruh tubuh. Fungsinya sebagai pusat berkumpul dan koordinasi sel-sel kekebalan tubuh, sehingga selalu siap menghadapi setiap ancaman yang datang.

[3]. Sumsum tulang (النُّخَاعُ الْعَظْمِيُّ).

Sumsum tulang merupakan pabrik utama pembentukan sel darah putih. Di tempat inilah dihasilkan berbagai jenis sel darah putih untuk menjalankan beragam tugas pertahanan tubuh. Kemampuan menghasilkan sel-sel khusus dengan fungsi yang berbeda-beda ini merupakan salah satu bukti keajaiban ciptaan Allah pada manusia.

Allah Ta'ala berfirman:

﴿هَذَا خَلْقُ اللَّهِ فَأَرُونِي مَاذَا خَلَقَ الَّذِينَ مِنْ دُونِهِ﴾

"Inilah ciptaan Allah, maka perlihatkanlah kepadaku apa yang telah diciptakan oleh sembahan-sembahan selain-Nya." (QS. Luqman: 11).

Ayat ini mendorong manusia untuk merenungkan keagungan ciptaan Allah dan pengaturan-Nya terhadap setiap rincian kehidupan kita.

 ===

Macam-Macam Kekebalan Tubuh:
Bukti Hikmah dalam Rancangan Penciptaan

أَنْوَاعُ الْمَنَاعَةِ: دَلِيلٌ عَلَى الْحِكْمَةِ فِي التَّصْمِيمِ

Dalam penciptaan sistem kekebalan tubuh, Allah menjadikan dua jenis kekebalan, yaitu kekebalan bawaan dan kekebalan yang diperoleh. Masing-masing memiliki fungsi yang berbeda dan saling melengkapi sebagai bagian dari hikmah Allah dalam menciptakan keseimbangan sistem ini.

[•] Kekebalan bawaan (الْمَنَاعَةُ الْفِطْرِيَّةُ):

Kekebalan bawaan adalah sistem kekebalan yang telah dimiliki manusia sejak lahir. Sistem ini merupakan bagian dari rancangan alami tubuh. Cara kerjanya bersifat umum tanpa membedakan jenis penyebab penyakit, sehingga akan menyerang setiap benda asing yang masuk untuk melindungi tubuh secara langsung.

[•] Kekebalan yang diperoleh (الْمَنَاعَةُ الْمُكْتَسَبَةُ):

Kekebalan ini terbentuk setelah tubuh terpapar oleh penyebab penyakit. Sistem ini memiliki "memori", sehingga mampu mengenali kembali mikroorganisme yang pernah menyerang tubuh. Ketika mikroorganisme tersebut masuk kembali, sistem kekebalan akan segera mengingatnya dan menghancurkannya dengan lebih cepat.

Keberagaman sistem kekebalan ini merupakan salah satu tanda kebesaran Allah. Allah Ta'ala berfirman:

﴿صُنْعَ اللَّهِ الَّذِي أَتْقَنَ كُلَّ شَيْءٍ﴾

"(Itulah) ciptaan Allah yang menyempurnakan segala sesuatu." (QS. An-Naml: 88).

Mahasuci Allah yang telah menyempurnakan ciptaan-Nya dengan menjadikan setiap jenis sistem kekebalan saling melengkapi sehingga memberikan perlindungan yang menyeluruh bagi manusia.

===

Mengenali Benda Asing:
Sebuah Keajaiban yang Sangat Teliti

التَّعَرُّفُ عَلَى الْأَجْسَامِ الْغَرِيبَةِ: مُعْجِزَةٌ دَقِيقَةٌ

Di antara bukti kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta'ala adalah Dia menganugerahkan kepada sistem kekebalan tubuh kemampuan untuk membedakan antara sel-sel yang sehat dan unsur-unsur yang berbahaya. Ketika ada benda asing yang memasuki tubuh, sistem kekebalan akan mengenalinya, kemudian mulai menyerangnya melalui mekanisme yang dikenal dengan "antigen («الْمُسْتَضَدَّاتِ»)", yaitu penanda yang berfungsi sebagai kunci untuk mengenali benda-benda asing. Setelah itu, sel-sel kekebalan mengarahkan serangan secara menyeluruh untuk menghancurkannya.

Allah Ta'ala berfirman:

﴿وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهُ تَقْدِيرًا﴾

"Dia menciptakan segala sesuatu, lalu menetapkan takdirnya (kadar ukurannya) dengan ketetapan yang sempurna." (QS. Al-Furqan: 2).

Dalam ayat ini Allah mengingatkan bahwa setiap makhluk dan setiap bagian dari alam semesta diciptakan dengan takdir (ukuran, ketentuan, dan pengaturan) yang sangat teliti . Hal tersebut tampak jelas pada cara sel-sel kekebalan mengenali berbagai penyebab penyakit melalui mekanisme yang bahkan melampaui kecanggihan sistem pengenalan buatan manusia yang paling rumit sekalipun.

===

Koordinasi dalam Respons Sistem Kekebalan Tubuh

التَّنْسِيقُ فِي اسْتِجَابَةِ الْجِهَازِ الْمَنَاعِيِّ

Ketika tubuh mendeteksi adanya ancaman, sel-sel pertahanan segera mengaktifkan respons yang cepat dengan melepaskan sinyal-sinyal kimia yang menarik lebih banyak sel pertahanan menuju lokasi ancaman. Koordinasi yang sangat teliti ini menyerupai sistem peringatan dini yang bekerja dengan sangat cepat. Setiap sel mengetahui tugasnya masing-masing dan bekerja dalam koordinasi yang sempurna. Allah Ta'ala berfirman:

﴿وَمَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ﴾

"Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya." (QS. Al-Hajj: 74).

Seandainya kita merenungkan koordinasi yang terjadi di antara sel-sel sistem kekebalan tubuh ini, niscaya kita akan menyaksikan salah satu bukti kekuasaan Allah dalam mengatur dan mengendalikan setiap detail terkecil dari ciptaan-Nya.

===

Peran Sel T dan Sel B:
Pasukan Khusus dalam Sistem Kekebalan

دَوْرُ الْخَلَايَا التَّائِيَّةِ وَالْبَائِيَّةِ: الْجُنُودُ الْمُتَخَصِّصُونَ

Di dalam sistem kekebalan tubuh terdapat sel T (T-cells) dan sel B (B-cells). Keduanya bekerja secara terpadu dalam sebuah sistem pertahanan yang tersusun dengan sangat rapi.

• Sel T

Sel T berperan sebagai pasukan penyerang. Tugasnya adalah menyerang secara langsung sel-sel yang telah terinfeksi serta menghancurkan setiap sel yang dianggap mencurigakan.

• Sel B

Sel B bertugas menghasilkan antibodi, yaitu protein yang akan melekat pada penyebab penyakit sehingga memudahkan sel T dan sel-sel kekebalan lainnya untuk mengenali serta menghancurkannya.

Setiap sel dalam sistem kekebalan tubuh mengetahui tugasnya dengan sangat tepat. Mahasuci Allah yang telah menciptakan sel-sel tersebut dan menjadikannya mampu melindungi tubuh dengan mekanisme yang sangat teliti.

===

Sistem Kekebalan Tubuh dan Perlindungannya terhadap Penyakit

النِّظَامُ الْمَنَاعِيُّ وَحِمَايَةُ الْجِسْمِ مِنَ الْأَمْرَاضِ

Allah Yang Mahamulia telah menjadikan sistem kekebalan tubuh mampu menghadapi berbagai macam penyakit, mulai dari penyakit yang ringan seperti influenza hingga penyakit yang sangat kompleks seperti tumor. Meskipun penyebab penyakit sangat beragam, sistem kekebalan tubuh mampu menyesuaikan diri dengan fleksibilitas yang luar biasa. Sebagaimana firman Allah Ta'ala:

﴿إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ﴾

"Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran." (QS. Al-Qamar: 49).

Setiap sel dan setiap komponen dalam tubuh bekerja sesuai dengan ketentuan Allah dan hikmah-Nya yang sempurna.

====

Menjaga Keseimbangan:
Hikmah Ilahi dalam Sistem Kekebalan Tubuh

الْحِفَاظُ عَلَى التَّوَازُنِ: حِكْمَةٌ إِلَهِيَّةٌ فِي النِّظَامِ الْمَنَاعِيِّ

Sistem kekebalan tubuh bekerja dengan keseimbangan yang sangat teliti antara menyerang dan mempertahankan.

Namun, apa yang terjadi apabila keseimbangan ini terganggu?

Terdapat beberapa kondisi yang dikenal sebagai penyakit autoimun, yaitu ketika sistem kekebalan tubuh justru menyerang sel-sel tubuh yang sehat karena kekeliruan dalam mengenalinya. Sebaliknya, pada kondisi tertentu sistem kekebalan tubuh dapat menjadi lemah sehingga tidak mampu melawan sebagian penyakit dengan baik. Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa Allah telah menciptakan segala sesuatu dengan keseimbangan yang sempurna. Oleh karena itu Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

﴿وَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهُ بِمِقْدَارٍ﴾

"Dan segala sesuatu di sisi-Nya ada kadar ukurannya." (QS. Ar-Ra'd: 8).

===

Keajaiban dalam Rancangan:
Bukti Agung atas Kekuasaan Sang Pencipta

الْإِعْجَازُ فِي التَّصْمِيمِ: آيَةٌ عَظِيمَةٌ عَلَى قُدْرَةِ الْخَالِقِ

Apabila kita merenungkan sistem kekebalan tubuh, kita akan menemukan tanda-tanda yang sangat jelas tentang keagungan ciptaan Allah pada diri manusia. Setiap bagian bekerja dengan ketelitian dan keterpaduan untuk mencapai tujuan yang sama. Sistem yang luar biasa ini tidak mungkin muncul secara kebetulan, tetapi merupakan bukti yang nyata adanya Sang Pencipta Yang Mahamengetahui, Mahabijaksana, dan Mahakuasa yang menciptakan alam semesta ini. Allah Ta'ala berfirman:

﴿هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ﴾

"Dialah Allah Yang Maha Pencipta, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa." (QS. Al-Hasyr: 24).

Kekuasaan-Nya tampak jelas pada penciptaan sistem yang sangat teliti ini, yang terus-menerus menjaga tubuh kita tanpa henti.

 ===***===

TANYA JAWAB
ANTARA PENYIAR RADIO DENGAN DR. MOH. RATIB AN-NABULSI

----

[Sumber: Mukjizat Ilmiah – Seminar: 05 – Penciptaan Manusia – Sistem Kekebalan Tubuh

Seminar Radio / Program 011: Mukjizat Ilmiah dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah – Dar Al-Fatwa]

 ===

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

----

Pendahuluan

Penyiar Radio berkata:

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah, limpahkanlah shalawat, salam, dan keberkahan kepada junjungan kami Nabi Muhammad , beserta keluarga dan seluruh sahabat beliau.

Saudara-saudara kaum mukminin dan kaum muslimin, semoga keselamatan, rahmat Allah Ta'ala, dan keberkahan-Nya senantiasa tercurah kepada Anda semua. Kembali kita berjumpa dalam episode baru Program Mukjizat Ilmiah dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah. Bersama kita hadir Dr. Muhammad Ratib An-Nabulsi, dosen Fakultas Tarbiyah Universitas Damaskus, khatib sekaligus pengajar agama di berbagai masjid di Damaskus. Selamat datang, kami ucapkan kepada beliau.

Setiap peneliti di bidang ilmu pengetahuan akan semakin yakin, dan setiap orang yang merenungkan alam semesta akan semakin merasakan, ketika membaca ayat-ayat Al-Qur'an yang berbicara tentang penciptaan alam semesta dan manusia. Ia akan semakin yakin dan merasakan, dengan setiap sel di dalam tubuhnya dan setiap tetes darah yang mengalir dalam dirinya, bahwa Al-Qur'an ini adalah firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad .....

Pada pertemuan kali ini, kita ingin membahas dan memulai pembicaraan tentang manusia. Segala sesuatu yang kita saksikan pada diri manusia menunjukkan keagungan Sang Pencipta dalam menciptakan manusia.

====

Penciptaan manusia:

Al-Ustadz Doktor Muhammad Ratib an-Nabulsi berkata:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الصَّادِقِ الْوَعْدِ الْأَمِينِ.

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad , sosok yang benar dalam setiap janji dan terpercaya.

Dalam firman Allah Ta'ala:

﴿سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الْآفَاقِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ﴾

"Kelak Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap penjuru alam dan pada diri mereka sendiri." (QS. Fussilat: 53).

Sebagaimana manusia diperintahkan untuk melakukan perjalanan dan penjelajahan di berbagai penjuru alam semesta, ia juga diperintahkan untuk melakukan penjelajahan yang mendalam terhadap rincian penciptaan dirinya sendiri. Bahkan tanda-tanda kebesaran Allah yang terdapat pada dirinya adalah yang paling dekat dengannya. Inilah makna firman Allah Ta'ala:

﴿سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الْآفَاقِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ﴾

"Kelak Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap penjuru alam dan pada diri mereka sendiri." (QS. Fussilat: 53).

Dalam kehidupan setiap orang di antara kita terdapat tanda-tanda kebesaran Allah yang sangat menakjubkan dan begitu nyata, yang menunjukkan keagungan Allah Azza wa Jalla. Di antara tanda-tanda tersebut adalah tubuh kita sendiri, yang merupakan sesuatu yang paling dekat dengan diri kita.

Di kepala setiap orang terdapat sekitar tiga ratus ribu helai rambut. Setiap helai rambut memiliki akar rambut, pembuluh vena, pembuluh arteri, otot, saraf, kelenjar minyak, dan kelenjar pigmen.

(Rambut dan semua unsur didalamnya terdapat tanda keagungan Allah SWT)

Pada retina mata terdapat sepuluh lapisan. Pada lapisan paling akhir terdapat seratus empat puluh juta reseptor cahaya, yang terdiri atas sel kerucut dan sel batang. Dari mata menuju otak keluar saraf optik yang mengandung lima ratus ribu serabut saraf.

(Di dalam mata terdapat tanda kegungan Allah)

Di dalam telinga juga terdapat suatu sistem yang menyerupai retina mata. Di sana terdapat tiga puluh ribu sel pendengaran yang berfungsi menghantarkan suara-suara yang paling halus. Di dalam otak terdapat suatu sistem yang mengukur perbedaan waktu tibanya suara ke masing-masing telinga. Perbedaan waktu ini kurang dari satu per seribu enam ratus detik, namun dengannya manusia dapat mengetahui arah datangnya suara.

(Perbedaan Waktu Tibanya Suara Melalui Kedua Telinga merupakan Tanda yang Menunjukkan Keagungan Allah)

Pada permukaan lidah terdapat sembilan ribu tonjolan pengecap yang berfungsi mengenali berbagai rasa, seperti manis, asam, pahit, dan asin.

Setiap huruf yang diucapkan manusia melibatkan tujuh belas otot dalam pembentukannya. Maka, berapa banyak otot yang bekerja ketika seseorang menyampaikan sebuah ceramah selama satu jam? Setiap huruf yang diucapkan melibatkan tujuh belas otot.

Rasa pada lidah adalah tanda keagungan Allah

Sepanjang usia rata-rata manusia, jantung memompa darah dalam jumlah yang dapat memenuhi gedung pencakar langit terbesar di dunia.

(Jantung Bekerja Layaknya Pompa yang Mampu Memompa Darah Sebanyak Volume Gedung Pencakar Langit Terbesar di Dunia, sebagai Tanda yang Menunjukkan Keagungan Allah).

Di dalam otak manusia terdapat empat belas miliar sel korteks dan seratus miliar sel penunjang yang hingga kini fungsinya belum diketahui secara pasti. Bahkan, otak manusia merupakan organ yang paling rumit di dalam tubuh, namun tetap saja ia belum mampu memahami dirinya sendiri secara sempurna.


(Otak Manusia merupakan Organ yang Paling Rumit dalam Tubuh, dan Banyak Fungsinya yang Hingga Kini Belum Diketahui. Dan ini sebagai Tanda yang Menunjukkan Keagungan Allah).

Pada dinding lambung terdapat satu miliar sel yang menghasilkan asam klorida dengan jumlah lebih dari beberapa liter setiap hari. Para ilmuwan telah berupaya keras memecahkan teka-teki mengapa lambung tidak mencerna dirinya sendiri. Bukankah lambung merupakan sebuah keajaiban?

Di dalam usus terdapat tiga ribu enam ratus jonjot usus pada setiap sentimeter persegi yang berfungsi menyerap zat-zat makanan. Jonjot-jonjot ini mengalami pembaruan secara menyeluruh setiap empat puluh delapan jam.

(Dinding Lambung beserta Jonjot-Jonjot yang Terdapat di Dalamnya merupakan Tanda yang Menunjukkan Keagungan Allah).

Di bawah permukaan kulit terdapat enam belas juta pengatur suhu tubuh, yaitu kelenjar-kelenjar keringat.

Di dalam hati terdapat tiga ratus miliar sel yang mampu memperbarui dirinya secara sempurna dalam waktu empat bulan. Fungsi hati sangat penting, sangat besar, dan sangat menakjubkan. Manusia tidak dapat bertahan hidup tanpa hati lebih dari tiga jam.

Di dalam kedua ginjal terdapat dua juta unit penyaring. Jika seluruh saluran penyaring tersebut disambungkan, panjangnya mencapai seratus kilometer. Darah melewati saluran-saluran ini sebanyak lima kali setiap hari.

Inilah tubuh kita yang selalu menyertai kehidupan kita. Inilah sesuatu yang paling dekat dengan diri kita. Semua fakta ini merupakan fakta ilmiah yang telah diketahui oleh para dokter sejak puluhan tahun yang lalu dan sama sekali tidak lagi menjadi bahan perdebatan.

Allah Ta'ala berfirman:

﴿ سَنُرِيهِمْ آيَاتِنَا فِي الْآفَاقِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ ﴾

"Kelak Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap penjuru alam dan pada diri mereka sendiri." (QS. Fussilat: 53).

----

Penyiar Radio:

Dr. Muhammad Ratib An-Nabulsi yang kami hormati, Anda telah menjelaskan bahwa setiap manusia memiliki jumlah sel tertentu, baik di otak, mata, maupun organ-organ tubuh lainnya. Akan tetapi, kita melihat adanya perbedaan di antara manusia. Ada yang berkulit kuning, ada yang berkulit hitam, dan ada pula perbedaan-perbedaan lainnya. Di sinilah letak keajaiban yang sedang kita bahas.

Ustadz DR. Moh. an-Nabulsi:

Manusia adalah makhluk yang dimuliakan oleh Allah. Karena kemuliaan yang Allah berikan kepadanya, Dia menganugerahkan kepada manusia sebagian sifat yang mencerminkan keistimewaan tersebut. Allah Azza wa Jalla Maha Esa, sedangkan setiap manusia adalah individu yang unik. Ini merupakan pembahasan ilmiah yang sangat menarik.

Kini telah diketahui bahwa setiap manusia memiliki tipe jaringan tubuh (tissue type) yang khas. Tidak mungkin ada dua orang di muka bumi yang memiliki tipe jaringan yang sama persis. Dari sekitar enam miliar manusia, setiap orang memiliki tipe jaringan tubuhnya sendiri.

Kini juga telah ditemukan bahwa iris mata seseorang tidak mungkin sama dengan iris mata orang lain. Beberapa bulan yang lalu bahkan telah diterbitkan kebijakan untuk mencantumkan data iris mata pada paspor. Apabila seseorang memasuki sebuah negara di Eropa, iris kedua matanya akan dipindai dan dibandingkan dengan data yang tersimpan. Jika tidak cocok, berarti paspor tersebut palsu.

Di Amerika bahkan telah dibuat sistem kunci yang menggunakan iris mata. Seseorang cukup mengarahkan matanya ke alat pemindai, maka pintu akan terbuka. Tidak seorang pun selain dirinya yang dapat membukanya. Iris mata merupakan ciri khas yang dimiliki secara unik oleh setiap manusia. Demikian pula aroma kulit seseorang. Seandainya setiap orang tidak memiliki aroma kulit yang berbeda, tentu anjing pelacak tidak akan memiliki manfaat dalam tugasnya.

(Setiap Manusia Memiliki Iris Mata yang Tidak Mungkin Sama dengan Iris Mata Manusia Lain).

Sidik jari juga demikian. Sidik jari mengandung sekitar seratus titik karakteristik. Apabila tujuh titik saja sama dengan milik orang lain, maka keduanya dianggap berasal dari orang yang sama. Bahkan sebagian penjahat di Amerika pernah berusaha menghilangkan identitas mereka dengan mengupas kulit ujung jari dan menggantinya dengan kulit dari bagian kaki. Namun, setelah beberapa waktu, pola sidik jari asli muncul kembali pada kulit baru tersebut. Sidik jari benar-benar merupakan identitas seseorang.

 

(Setiap Manusia Memiliki Sidik Jari yang Tidak Mungkin Sama dengan Sidik Jari Manusia Lain).

Karena kemuliaan manusia di sisi Allah, Dia menjadikan setiap orang memiliki tipe jaringan tubuh yang khas, iris mata yang khas, aroma kulit yang khas, komposisi darah yang khas, serta sidik jari yang khas. Bahkan nada suara setiap orang pun berbeda. Tidak mungkin ada dua manusia yang memiliki nada suara yang benar-benar sama. Semua keunikan yang dimiliki setiap manusia ini menegaskan bahwa setiap orang adalah individu yang unik. Keunikan individu merupakan salah satu bentuk kemuliaan yang Allah anugerahkan kepada manusia.

(Ketunggalan merupakan salah satu sifat Allah Azza wa Jalla, dan sebagai bentuk kemuliaan yang Allah anugerahkan kepada manusia, Dia memberikan kepadanya sifat ketunggalan tersebut).

Ada hal lain yang juga menarik. Allah adalah Dzat Yang Maha Pencipta dan Maha Mengadakan hal-hal baru. Karena kemuliaan manusia di sisi-Nya, melalui penciptaan, gen, dan faktor-faktor keturunan yang Allah tetapkan, Dia memberikan manusia kemampuan untuk berkreasi dan berinovasi. Manusia mampu mengembangkan bunga mawar hingga menghasilkan mawar berwarna hitam. Manusia juga mampu mengembangkan pohon-pohon besar sehingga menjadi berukuran kecil. Demikian pula berbagai jenis sayuran dan buah-buahan dapat dikembangkan melalui persilangan antara dua varietas. Bahkan pada masa kini, industri benih menjadi salah satu bidang yang sangat penting di dunia. Karena kemuliaan manusia di sisi Allah, Dia menganugerahinya kemampuan untuk berinovasi.

Demikian pula, karena sebagian nash syariat memiliki kemungkinan penafsiran yang beragam, Allah memuliakan manusia dengan memberinya ruang untuk berijtihad dalam menetapkan hukum. Allah menerima ibadah kita berdasarkan hasil ijtihad para ulama. Dengan demikian, manusia diberi kemampuan untuk berijtihad, berkreasi, dan tampil sebagai pribadi yang unik.

(Allah adalah Dzat Yang Maha Pencipta dan Maha Pencipta hal-hal baru. Namun, sebagai bentuk kemuliaan yang Allah anugerahkan kepada manusia, Dia memberikan kepadanya kemampuan untuk berkreasi dan berinovasi).

Selain itu, karena kemuliaannya di sisi Allah, manusia dijadikan sebagai makhluk yang memiliki kehendak dan pilihan. Engkau diberi kebebasan untuk memilih, sedangkan makhluk-makhluk lainnya berjalan sesuai ketetapan yang telah Allah tentukan bagi mereka.

----

Penyiar Radio:

Perbedaan di antara setiap individu ini memang merupakan suatu keajaiban. Sidik jari setiap orang berbeda dengan orang lain, demikian pula iris mata sebagaimana telah kita bahas. Akan tetapi, Dr. Muhammad Ratib An-Nabulsi yang kami hormati, perbedaan itu tidak hanya terjadi pada tingkat individu, tetapi juga pada tingkat bangsa dan suku, seperti perbedaan warna kulit, bahasa, dan sebagainya. Kita melihat bahwa setiap bangsa memiliki ciri khas tertentu yang membedakannya dari bangsa lain, bukan hanya perbedaan antarindividu.

Ustadz DR. Moh. an-Nabulsi:

Di balik fenomena ini terdapat suatu hakikat ilmiah yang sangat menakjubkan. Gen-gen yang membentuk janin terbagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama berperan dalam membentuk janin itu sendiri, sedangkan kelompok kedua disimpan dalam sistem reproduksi janin.

Hal ini menyebabkan setiap bangsa memiliki karakteristik umum yang sama, baik dalam warna kulit, bentuk fisik, maupun ciri-ciri keturunannya. Sebagai contoh, orang-orang Tiongkok memiliki karakteristik yang khas. Ketika Anda melihat seseorang dari Tiongkok, Anda biasanya dapat mengenali bahwa ia berasal dari bangsa tersebut.

Hal ini terjadi karena gen-gen yang berperan dalam pembentukan janin terbagi menjadi dua bagian. Sebagian membentuk tubuh janin, sedangkan sebagian lainnya disimpan dalam sistem reproduksinya agar kelak anak memiliki kemiripan dengan ayahnya, sehingga setiap bangsa tetap mempertahankan ciri-ciri khas yang relatif seragam. Ini juga merupakan salah satu bukti keagungan Allah Azza wa Jalla.

(Allah memberikan kesempatan kepada manusia untuk berijtihad dalam menetapkan hukum pada nash-nash yang memiliki makna zhanni (tidak pasti penunjukannya).

----

Penyiar Radio:

Dr. Muhammad Ratib An-Nabulsi yang kami hormati, seiring berjalannya waktu kita menyaksikan semakin banyak penyakit baru bermunculan dan berbagai gangguan yang menimpa manusia. Salah satunya adalah gangguan pada sistem kekebalan tubuh. Lalu, di manakah letak kemukjizatan dalam hal tersebut?

Ustadz DR. Moh. an-Nabulsi:

جِهَازُ الْمَنَاعَةِ الْمُكْتَسَبِ جِهَازٌ عَجِيبٌ، هَذَا الْجِهَازُ ـ وَلَا أُبَالِغُ ـ هُوَ يُشْبِهُ جَيْشًا بِكُلِّ مَا فِي هَذِهِ الْكَلِمَةِ مِنْ مَعْنًى! جَيْشٌ يُدَافِعُ عَنِ الْإِنْسَانِ، عَنْ أَنْسِجَتِهِ، وَأَعْضَائِهِ.

هَذَا الْجَيْشُ مُؤَلَّفٌ مِنْ خَمْسِ فِرَقٍ.

الْفِرْقَةُ الْأُولَى فِرْقَةُ الِاسْتِطْلَاعِ، هَذِهِ مُهِمَّتُهَا مَعْلُومَاتِيَّةٌ فَقَطْ، لَوْ دَخَلَ إِلَى الْجِسْمِ جُرْثُومٌ انْتَقَلَتْ إِلَيْهِ لِتَأْخُذَ شِفْرَتَهُ الْكِيمَاوِيَّةَ، وَتَأْخُذَ نِقَاطَ ضَعْفِهِ، وَتَعُودَ إِلَى مَعَامِلِ تَصْنِيعِ السِّلَاحِ، وَتُعْطِيَ تَقْرِيرًا عَنْ نَتَائِجِ هَذَا الْجُرْثُومِ، وَعَنْ خَصَائِصِهِ، وَتَرْكِيبِهِ، وَنِقَاطِ ضَعْفِهِ.

هُنَاكَ فِرْقَةٌ ثَانِيَةٌ مُهِمَّتُهَا تَصْنِيعُ الْمُصُولِ الْمُضَادَّةِ لِلْجَرَاثِيمِ، وَهِيَ بِمَنْزِلَةِ مَعَامِلِ الْأَسْلِحَةِ.

فَالْفِرْقَةُ الْأُولَى اسْتِخْبَارِيَّةٌ اسْتِطْلَاعِيَّةٌ، مُهِمَّتُهَا نَقْلُ الْمَعْلُومَاتِ، تَنْطَلِقُ إِلَى الْجُرْثُومِ، وَتَأْخُذُ شِفْرَاتِهِ الْكِيمَاوِيَّةَ، وَتَأْخُذُ نِقَاطَ ضَعْفِهِ وَخَصَائِصَهُ، وَتَعُودُ إِلَى الْعُقَدِ اللِّمْفَاوِيَّةِ، وَهِيَ مَكَانُ تَصْنِيعِ الْمُصُولِ، وَالْفِرْقَةُ الثَّانِيَةُ تَصْنَعُ السِّلَاحَ.

أَعْجَبُ مَا فِي هَذِهِ الْفِرْقَةِ أَنَّهَا تَتَمَتَّعُ بِذَاكِرَةٍ عَجِيبَةٍ، لَوْ أَنَّ طِفْلًا أَصَابَهُ مَرَضٌ، ثُمَّ أَخَذَ أَفْرَادُ الْفِرْقَةِ الْأُولَى الْمَعْلُومَاتِ الدَّقِيقَةَ عَنْ هَذَا الْجُرْثُومِ، أَعْطَوْهَا لِلْعُقَدِ اللِّمْفَاوِيَّةِ، مَكَانِ تَصْنِيعِ السِّلَاحِ، فَصَنَعَتْ سِلَاحًا مُضَادًّا لِهَذَا الْجُرْثُومِ، أَوْ بِالتَّعْبِيرِ الطِّبِّيِّ: مَصْلًا مُضَادًّا. هَذِهِ الْفِرْقَةُ، فِرْقَةُ تَصْنِيعِ السِّلَاحِ، تَتَمَتَّعُ بِذَاكِرَةٍ عَجِيبَةٍ، فَلَوْ أَنَّ هَذَا الْمَرَضَ شُفِيَ مِنْهُ هَذَا الطِّفْلُ، وَعَادَ إِلَيْهِ بَعْدَ سَبْعِينَ عَامًا أَوْ أَكْثَرَ، فَإِنَّ مَلَفَّ هَذَا الْجُرْثُومِ مَحْفُوظٌ فِي ذَاكِرَةِ هَذِهِ الْفِرْقَةِ، فَلَا يَضْطَرُّ إِلَى أَخْذِ مَعْلُومَاتٍ جَدِيدَةٍ، بَلْ يَسْتَخْدِمُ مَعْلُومَاتِ هَذَا الْمَلَفِّ فِي تَصْنِيعِ مَوَادَّ مُضَادَّةٍ لِهَذَا الْجُرْثُومِ. وَلَوْلَا هَذِهِ الذَّاكِرَةُ الْعَجِيبَةُ لَمَا كَانَ هُنَاكَ مِنْ فَائِدَةٍ إِطْلَاقًا، وَلَأُلْغِيَ التَّلْقِيحُ. فَفَائِدَةُ التَّلْقِيحِ أَنْ يُعْطَى الْإِنْسَانُ جُرْثُومًا مُضَعَّفًا، فَيَصْنَعُ جِهَازُ الْمَنَاعَةِ الْمُكْتَسَبِ مَصْلًا مُضَادًّا لَهُ، فَفِي أَيِّ وَقْتٍ عَادَ الْجُرْثُومُ، فَالْمَصْلُ جَاهِزٌ، وَيُكَافَحُ بِهِ الْجُرْثُومُ مُبَاشَرَةً.

أَمَّا الْفِرْقَةُ الثَّالِثَةُ فَهِيَ فِرْقَةُ الْمُشَاةِ، تَحْمِلُ السِّلَاحَ، وَتُقَاتِلُ بِهِ. هَذِهِ كُلُّهَا كُرَيَّاتٌ بَيْضَاءُ، لَكِنَّهَا مُتَمَايِزَةٌ، بَعْضُهَا اسْتِخْبَارِيَّةٌ، وَبَعْضُهَا لِتَصْنِيعِ السِّلَاحِ، وَبَعْضُهَا مُقَاتِلَةٌ.

بَقِيَتْ هُنَاكَ فِرْقَةٌ أُخْرَى، فِرْقَةُ خَدَمَاتِ سِلَاحِ الْمُهَنْدِسِينَ، مَدُّ الْجُسُورِ، وَتَنْظِيفُ أَرْضِ الْمَعْرَكَةِ مِنَ الْجُثَثِ وَآثَارِ الدِّمَاءِ، هَذِهِ فِرْقَةُ الْخَدَمَاتِ، وَهِيَ الْفِرْقَةُ الرَّابِعَةُ.

فِي عَامِ أَلْفٍ وَتِسْعِمِئَةٍ وَسَبْعَةٍ وَسِتِّينَ اكْتُشِفَتْ فِرْقَةٌ خَامِسَةٌ مِنْ أَخْطَرِ هَذِهِ الْفِرَقِ، اسْمُهَا فِرْقَةُ الْمُغَاوِيرِ، وَبِالتَّعْبِيرِ الْأَجْنَبِيِّ: الْكُومَنْدُوسُ. هَذِهِ الْفِرْقَةُ لَوْلَاهَا لَكَانَ السَّرَطَانُ شَائِعًا فِي كُلِّ النَّاسِ. ثَبَتَ الْآنَ عِلْمِيًّا أَنَّ فِي كُلِّ إِنْسَانٍ خَلَايَا سَرَطَانِيَّةً، لَكِنَّ عَلَيْهَا قَامِعًا يَمْنَعُهَا مِنْ أَنْ تَفْعَلَ فِعْلَهَا الْمُؤْذِيَ، وَهَذِهِ الْفِرْقَةُ تَكْتَشِفُ الْخَلَايَا السَّرَطَانِيَّةَ فِي وَقْتٍ مُبَكِّرٍ جِدًّا، وَتَقْضِي عَلَيْهَا.

لِذَلِكَ حِينَمَا يُصَابُ جِهَازُ الْمَنَاعَةِ الْمُكْتَسَبُ عَنْ طَرِيقِ مَرَضِ الْإِيدْزِ، مَاذَا يَحْصُلُ؟ يَظْهَرُ السَّرَطَانُ، وَتِسْعُونَ بِالْمِئَةِ مِنَ الْمُصَابِينَ بِمَرَضِ الْإِيدْزِ مُصَابُونَ بِالْأَمْرَاضِ الْخَبِيثَةِ؛ لِأَنَّ فِرْقَةَ الْمُغَاوِيرِ تَعَطَّلَتْ عَنِ الْتِهَامِ خَلِيَّةٍ سَرَطَانِيَّةٍ.

Sistem kekebalan tubuh adaptif merupakan suatu sistem yang sangat menakjubkan. Bahkan, tanpa berlebihan dapat dikatakan bahwa sistem ini benar-benar menyerupai sebuah pasukan militer dalam arti yang sesungguhnya, yaitu pasukan yang bertugas mempertahankan manusia, melindungi jaringan-jaringan serta organ-organ tubuhnya.

(Divisi-Divisi Pasukan Sistem Kekebalan Tubuh ketika Bakteri Memasuki Tubuh).

Pasukan militer Sistem Kekebalan Tubuh ini terdiri atas lima divisi.

[1] Divisi pertama adalah divisi pengintai.

Tugasnya semata-mata mengumpulkan informasi. Ketika ada bakteri yang memasuki tubuh, divisi ini segera mendatanginya untuk mengambil "kode kimia" yang dimilikinya, mengenali titik-titik kelemahannya, kemudian kembali ke pusat pembuatan senjata. Selanjutnya divisi ini menyampaikan laporan mengenai karakteristik bakteri tersebut, susunan kimianya, serta berbagai kelemahannya.

[2] Divisi kedua bertugas memproduksi serum atau antibodi yang melawan bakteri.

Divisi ini dapat diibaratkan sebagai pabrik persenjataan.

Dengan demikian, divisi pertama berfungsi sebagai unit intelijen dan pengintaian yang bertugas mengumpulkan informasi. Mereka mendekati bakteri, mengenali kode-kode kimianya, mengetahui titik-titik kelemahannya beserta karakteristiknya, kemudian membawa informasi tersebut ke kelenjar getah bening, yaitu tempat diproduksinya antibodi. Setelah itu, divisi kedua mulai memproduksi senjata.

Hal yang paling menakjubkan dari divisi ini adalah kemampuannya menyimpan memori yang luar biasa. Misalnya, apabila seorang anak terserang suatu penyakit, anggota divisi pertama akan mengumpulkan seluruh informasi mengenai bakteri penyebab penyakit tersebut, kemudian menyerahkannya kepada kelenjar getah bening sebagai tempat pembuatan antibodi. Selanjutnya diproduksilah senjata khusus untuk melawannya, atau dalam istilah kedokteran disebut antibodi.

Divisi pembuat senjata ini memiliki daya ingat yang sangat menakjubkan. Apabila anak tersebut telah sembuh, kemudian penyakit yang sama datang kembali setelah tujuh puluh tahun atau bahkan lebih, seluruh data mengenai bakteri tersebut masih tersimpan dalam memori divisi ini. Karena itu, mereka tidak perlu lagi mengumpulkan informasi baru, tetapi langsung menggunakan data yang telah tersimpan untuk memproduksi antibodi yang sesuai.

Seandainya memori yang luar biasa ini tidak ada, tentu vaksinasi tidak akan memberikan manfaat sama sekali. Hikmah dari vaksinasi adalah memberikan bakteri yang telah dilemahkan kepada tubuh sehingga sistem kekebalan adaptif memproduksi antibodi terhadapnya. Apabila suatu saat bakteri yang sebenarnya masuk ke dalam tubuh, antibodi tersebut telah siap digunakan untuk segera melawannya.

[3] Adapun divisi ketiga adalah divisi infanteri.

Mereka membawa senjata dan menggunakannya untuk bertempur. Semua anggota divisi ini merupakan sel darah putih, namun masing-masing memiliki spesialisasi yang berbeda. Sebagian bertugas sebagai intelijen, sebagian memproduksi antibodi, dan sebagian lagi bertugas sebagai pasukan tempur.

[4] Masih ada divisi lain (keempat), yaitu divisi layanan atau satuan zeni.

Tugasnya membangun "jembatan", membersihkan medan pertempuran dari bangkai sel, sisa-sisa darah, dan berbagai kotoran yang tertinggal setelah pertempuran. Inilah divisi layanan, yaitu divisi keempat.

[5] Pada tahun 1967 ditemukan divisi kelima yang merupakan salah satu divisi paling penting dan paling berbahaya dalam arti strategis.

Divisi ini dikenal sebagai pasukan komando atau pasukan khusus (komando).

Seandainya divisi ini tidak ada, niscaya kanker akan menjadi penyakit yang umum diderita oleh seluruh manusia. Kini telah terbukti secara ilmiah bahwa di dalam tubuh setiap manusia terdapat sel-sel kanker. Akan tetapi, terdapat mekanisme penekan yang mencegah sel-sel tersebut berkembang dan menimbulkan kerusakan.

Tugas divisi komando ini adalah mendeteksi sel-sel kanker sejak tahap yang sangat dini, kemudian segera menghancurkannya.

Oleh karena itu, apabila sistem kekebalan tubuh adaptif mengalami kerusakan akibat penyakit AIDS, apa yang akan terjadi? Kanker pun mulai bermunculan. Sekitar sembilan puluh persen penderita AIDS juga menderita penyakit-penyakit ganas, karena pasukan komando yang bertugas menghancurkan sel-sel kanker tidak lagi mampu menjalankan fungsinya.

-----

Penyiar Radio:

Karena itu, sel-sel tersebut menjadi lemah sehingga sel-sel kanker mulai berkembang.

Ustadz DR. Moh. an-Nabulsi:

Suatu ketika saya berada di Amerika. Salah seorang murid saya, semoga Allah membalasnya dengan kebaikan, adalah seorang spesialis penyakit kelenjar endokrin. Ia menyampaikan kepada saya sebuah fakta yang sangat bermanfaat, yaitu bahwa setiap sel kanker memiliki mekanisme penghambat yang mencegahnya menjadi aktif.

Lalu, apa yang dapat menghilangkan mekanisme penghambat tersebut?

Salah satunya adalah zat-zat yang berasal dari minyak bumi. Oleh karena itu, orang yang bekerja memperbaiki kendaraan bermotor, apabila makan ketika masih ada sisa bensin atau bahan-bahan petroleum di tangannya, maka risiko terkena kanker menjadi sangat besar. Sebab, senyawa-senyawa petroleum dapat menghilangkan mekanisme penghambat pada sel kanker.

Hal kedua adalah plastik. Apabila plastik terkena panas sehingga sebagian komponennya meleleh, misalnya minum teh panas menggunakan gelas plastik, maka hal itu sangat berbahaya. Demikian pula jika plastik bersentuhan dengan bahan yang bersifat asam, misalnya salad yang ditempatkan dalam wadah plastik. Zat asam dapat melarutkan sebagian komponen wadah tersebut. Begitu pula ketika kita mengikis atau mengerok kantong plastik berisi yoghurt atau susu menggunakan pisau, tanpa disadari serpihan-serpihan kecil plastik dapat ikut tercampur. Oleh karena itu, plastik tidak boleh digunakan untuk makanan atau minuman panas, makanan yang bersifat asam, ataupun mengalami gesekan mekanis yang dapat melepaskan partikel-partikelnya. Semua hal tersebut dapat menyebabkan hilangnya mekanisme penghambat pada sel kanker.

(Plastik yang Terkena Panas dapat Menyebabkan Kanker).

Selain itu, radiasi nuklir juga berhubungan dengan hilangnya mekanisme penghambat tersebut. Setiap tempat yang masih mengandung sisa-sisa radiasi dapat memengaruhi tubuh manusia sehingga meningkatkan risiko terkena kanker.

Akan tetapi, faktor yang paling kuat adalah tekanan psikologis, seperti rasa takut dan kecemasan. Kondisi-kondisi tersebut dapat menjadi penyebab timbulnya kanker karena rasa takut dan kecemasan melemahkan sistem kekebalan tubuh adaptif.

(Tekanan Psikologis berupa Rasa Takut dan Kecemasan Melemahkan Sistem Kekebalan Tubuh).

Oleh sebab itu, tauhid membawa kesehatan, sedangkan syirik membawa kelemahan. Syirik menjadikan seseorang selalu takut kepada sesama manusia, takut terhadap ancaman atau gangguan dari orang lain. Apabila rasa takut itu terus-menerus berlangsung, maka sistem kekebalan tubuh akan melemah.

Sebaliknya, apabila seseorang mentauhidkan Allah dan meyakini bahwa seluruh urusan berada di tangan Allah semata, serta yakin bahwa Allah tidak akan menyerahkannya kepada makhluk yang jahat, karena segala urusannya berada di tangan-Nya, maka Allah Azza wa Jalla berfirman:

﴿ وَإِلَيْهِ يُرْجَعُ الْأَمْرُ كُلُّهُ فَاعْبُدْهُ وَتَوَكَّلْ عَلَيْهِ ﴾

"Maka hanya kepada-Nya segala urusan dikembalikan. Maka sembahlah Dia dan bertawakallah kepada-Nya." (QS. Hud: 123).

Keyakinan inilah yang memenuhi hati manusia dengan ketenangan, sehingga kesehatannya pun berada dalam kondisi yang stabil.

Kini telah terbukti bahwa orang yang seimbang jiwanya, dekat dengan Allah Azza wa Jalla, meyakini janji Allah tentang perlindungan dan pemeliharaan-Nya, serta memahami firman Allah:

﴿ فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَى ﴾

"Maka barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka." (QS. Thaha: 123),

dan juga membaca firman-Nya:

﴿ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوْا ﴾

"Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa." (QS. An-Nahl: 128),

kata "bersama" di sini bermakna bahwa Allah menyertainya dengan penjagaan, pertolongan, dan taufik-Nya. Nilai-nilai keimanan seperti ini akan melahirkan optimisme dan kesehatan.

Lalu, apa yang menguatkan sistem kekebalan tubuh adaptif?

Yaitu kasih sayang, cinta, dan perasaan aman. Allah Ta'ala berfirman:

﴿ فَأَيُّ الْفَرِيقَيْنِ أَحَقُّ بِالْأَمْنِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ ﴾

"Maka siapakah di antara kedua golongan itu yang lebih berhak memperoleh rasa aman, jika kamu mengetahui?" (QS. Al-An'am: 81).

Hanya orang-orang yang beriman yang benar-benar menikmati nikmat rasa aman. Nikmat ini merupakan salah satu konsekuensi dari keimanan. Adapun orang yang tidak beriman, sekalipun ia menjadi orang yang paling kuat di muka bumi, Allah tetap menanamkan rasa takut ke dalam hatinya karena kesyirikannya. Oleh sebab itu, tidak ada nikmat yang dapat menyamai nikmat rasa aman. Nikmat ini merupakan karunia khusus bagi orang-orang yang beriman.

﴿ فَأَيُّ الْفَرِيقَيْنِ أَحَقُّ بِالْأَمْنِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ * الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ ﴾

"Manakah di antara kedua golongan itu yang lebih berhak memperoleh rasa aman jika kamu mengetahui? Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (kesyirikan), mereka itulah yang memperoleh rasa aman dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS. Al-An'am: 81–82).

(Tauhid Memenuhi Jiwa Manusia dengan Ketenangan dan Kesehatan).

----

Penyiar Radio:

Nikmat iman bukan hanya merupakan nikmat spiritual, tetapi juga membawa manfaat bagi kesehatan jasmani. Iman menguatkan sistem kekebalan tubuh, bukan melemahkannya. Oleh karena itu Allah berfirman:

﴿ أَلاَ بِذِكْرِ اللهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ﴾

"Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra'd: 28).

Apabila hati seorang muslim dan mukmin menjadi tenteram karena keimanan, maka tubuhnya pun akan ikut merasakan ketenteraman.

Ustadz DR. Moh. an-Nabulsi:

Sebagian dokter mengatakan bahwa kehidupan generasi salaf dahulu bersifat sederhana dan penuh kerja fisik, namun mereka menikmati ketenangan jiwa. Ketenangan jiwa dan aktivitas fisik merupakan dua faktor utama yang menunjang kesehatan.

Adapun pada masa sekarang, hampir segala sesuatu dilakukan hanya dengan menekan tombol: ada lift, kendaraan, mesin cuci, dan berbagai peralatan lainnya. Akibatnya aktivitas fisik menjadi sangat sedikit, sementara tekanan psikologis justru semakin besar. Sebagian besar penyakit muncul karena minimnya aktivitas fisik dan olahraga, sementara pada saat yang sama manusia dipenuhi rasa takut, cemas, tertekan, iri hati, ghibah, adu domba, serta berbagai ancaman.

Inilah persoalan besar yang dihadapi manusia modern. Ketika seseorang beriman kepada Allah, Allah akan menanamkan ketenangan ke dalam hatinya, sehingga ia akan menikmati kesehatan jasmani yang sangat baik.

===

PENUTUP

Penyiar Radio:

Saudara-saudara sekalian, kita telah bersama Dr. Muhammad Ratib An-Nabulsi. Kami mengucapkan terima kasih atas kelapangan hati beliau serta berbagai pelajaran yang telah menguatkan dan membuka wawasan kita, agar kita merenungkannya dan mengambil manfaat darinya.

Sampai berjumpa pada episode berikutnya dalam Program Mukjizat Ilmiah dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah. Kami titipkan Anda semua kepada penjagaan Allah. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

[Mausu'ah Al-I'jaz Al-'Ilmi fi Al-Qur'an wa As-Sunnah (Al-Maktabah Asy-Syamilah, 2/11)]