Sambungan Artikel:
"MARI
BERTAWASSUL YANG SYAR’I"
Di
susun oleh :
Abu
Haitsam Fakhrurrozie
Cilamaya,
03 Januari 2011 M
----
[33] SARANA TAQORRUB DAN TAWASSUL KAUM MUSYRIKIN ARAB JAHILIYAH DAN LAINNYA.
[34] SARANA KE 1: KUBURAN, TAPAKAN, PEPOHONAN DAN BEBATUAN .
[35] A. Laata (nama tapakan dan kuburan).
[36] B. Uzza (nama pohon kramat).
[37] C. Manaah ( nama patung di pesisir laut merah ).
[38] SARANA KE 2 : TAWASSUL DENGAN PARA MALAIKAT DAN LAINNYA.
[39] SARANA KE 3 : TAWASSUL DENGAN PARA DEWA –DEWI DAN ORANG SUCI.
[40] Perbandingan konsep dewa-dewi arab jahiliyah dengan lainnya .
[41] - Konsep dewa-dewi dalam Hindu – Budha .
[42] - Konsep dewa-dewi dalam Kristen .
[43] ASAL-USUL LAHIRNYA KONSEP DEWA-DEWI.
[44] - Mitology dewa-dewi Yunani .
[45] - Mitology dewa-dewi Benin di benua Afrika .
[46] SARANA KE 4 : TAWASSUL DENGAN JIN , KHODAM & PENGUASA GHAIB.
[47] o Sikap kita kepada makhluk jin.
[48] o Minta bantuan dan perlindungan kepada jin.
[49] o Jin yang beragama Islam menolak di tawassuli.
[50] o Penguasa lembah , gunung dan tanah bertuah.
[51] o Penguasa laut dan Pantai.
[52] BERBAGAI MACAM METOLOGI PENGUASA LAUT DAN ACARA RITUALNYA.
[53] - Metology penguasa sungai Nil di Mesir dan ritualnya.
[54] Kisah ritual di sungai Nil di masa kholifah Umar radhiyallahu 'anhu.
[55] - Metology penguasa laut di Yunani dan ritualnya .
[56] - Metology penguasa laut Nusantara dan ritualnya.
[57] - Dewa laut Bagansiapi-api.
[58] - Penguasa pantai selatan ( Nyi Roro Kidul ).
[59] Sedekah laut .
[60] Acara persembahan bagi sang Nyai Roro Kidul.
[61] - Hukum menghadiri acara ruatan laut.
[62] SARANA KE 5 : TABARRUK DENGAN BENDA-BENDA PUSAKA ATAU KRAMAT.
[63] Hukum bertabarruk dengan jimat dan benda pusaka.
[64] Ruqyah dan syarat-syaratnya.
[65] Hukum tamimah ( wafaq dan isim ).
[66] Perbandingan anatara hajar Aswad dengan benda pusak.
[67] Hukum ngalap barokah.
[68] SARANA KE 6 : TABARRUK DENGAN PESAREAN DAN TEMPAT KRAMAT.
[69] Hukum mengklaim bahwa tempat itu mustajab.
[70] Bukit Ath-Thuur ( gunung Thur Sinai ).
[71] Gunung Uhud.
[72] SARANA KE 7 : TAWASSUL DENGAN API , DUPA DAN KEMENYAN.
[73] Pengaruh agama penyembah api terhadap agama lainnya.
[74] - Api dalam agama Kristen.
[75] - Api dalam agama Hindu – Budha.
[76] - Api dalam agama Shinto Jepang.
[77] SARANA KE 8 : TAWASSUL DENGAN MATAHARI .
[78] o Agama Matahari pertama.
[79] o Obelisk , Kuil dan Menara .
[80] o Dewa Matahari di Mesir.
[81] o Tuhan Matahari agama Shinto Jepang.
[82] o Dewa Matahari dalam Hindu.
[83] Simbol-simbol agama penyembah Matahari.
[84] Pengaruh agama penyembah Matahari terhadap Kristen.
[85] Pengaruh agama dewa-dewi Yunani terhadap Budaya Indonesia.
------
SARANA TAQORRUB DAN TAWASSUL
KAUM MUSYRIKIN ARAB JAHILIAH DAN LAINNYA
Ada beberapa macam sarana yang dijadikan obyek taqorrub atau tawassul kepada Allah SWT oleh kaum musyrikin arab jahiliyah , diantaranya adalah : kuburan , pepohonan , patung dan lain-lain . Berikut ini insya Allah akan saya coba sebutkan beberapa macam sarana itu dengan sekilas penjelasannya .
===***===
SARANA KE 1:
KUBURAN, TAPAKAN, PEPOHONAN DAN BEBATUAN
Dalam surat An-Najm Allah SWT menyebutkan dalam firmanNya :
﴿أَفَرَأَيْتُمُ اللاتَ وَالْعُزَّى. وَمَنَاةَ الثَّالِثَةَ الأخْرَى. أَلَكُمُ الذَّكَرُ وَلَهُ الأنْثَى. تِلْكَ إِذًا قِسْمَةٌ ضِيزَى. إِنْ هِيَ إِلا أَسْمَاءٌ سَمَّيْتُمُوهَا أَنْتُمْ وَآبَاؤُكُمْ مَا أَنزلَ اللَّهُ بِهَا مِنْ سُلْطَانٍ﴾.
Artinya : " Maka apakah patut kamu (hai orang-orang musyrik) menganggap Al Lata dan Al Uzza . dan Manah yang ketiga, yang paling terkemudian (sebagai anak perempuan Allah)? " . ( QS. An-Najm : 19-20 ) .
Dalam ayat ini di sebutkan tiga nama sesembahan kaum musyrikin , yaitu : Al-Lata , Al-Uzza dan Manah . Masing-masing nama tersebut merepresentasikan jenis sesembahan pada masa itu . Siapakah atau apakah hakikat nama-nama itu ?
===
KE 1 : LAATA : ( nama tapakan atau kuburan orang saleh )
Imam Bukhory no. 4859, Ibnu Jarir ath-Thobary dalam tafsirnya 22/523, Ibnu Humeid, Ibnu Mandah dan Ibnu Mardawaih menyebutkan tentang Laata dari Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhu :
" Dulunya dia adalah seorang penumbuk Sawiq ( Tepung ) untuk jemaah haji , maka ketika dia meninggal mereka ber i'tikaf ( nyepi ) di kuburannya ".
Begitu juga yang di riwayatkan Ibnu Jarir dengan sanadnya dari Mujahid .
Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhu juga berkata : " Dulunya dia adalah penjual tepung dan minyak samin di samping batu besar . Maka ketika dia meninggal , penduduk Tsaqif menyembah nya dengan maksud penghormatan dan pengagungan kepada penjual tepung tersebut .
Keterangan ini sama seperti yang di riwayatkan Mujahid dan Said bin Mansur . Dan juga seperti riwayat Ibnu Abi Hatim dari Ibnu 'Abbas . Di dukung pula oleh sekelompok pendapat Ahli Ilmu. ( Lihat : Tafsir Thobari 22/523 dan Ibnu Katsir 7/455).
Ibnu Kalbi dalam Al-Ashnam menyebutkan bahwa : " Al-Laata itu adalah batu besar segi empat , tempat seorang yahudi menumbuk tepung ".
Ibnu Katsir dalam tafsirnya 7/455 berkata : " Laata adalah batu besar berwarna putih berukir , dalam sebuah rumah ( pesarean ) di Thaif , di kelilingi kelambu / tirai dan terdapat para pengabdi / pelayan / kuncen . Di sekelilingnya terdapat halaman yang diagungkan dan dikultuskan bagi penduduk Thaif – mereka adalah kabilah Tsaqif dan para pengikutnya – mereka sangat membanggakan dan mengandalkan nya terhadap suku-suku lainnya di penjuru jazirah arab , selain kepada Qureish " .
Ibnu Hisyam berkata : " Maka Rosulullah ﷺ mengutus Mughiroh bin Syu'bah radhiyallahu 'anhu , maka beliau menghancurkannya serta membakarnya ".
KESIMPULAN : Dari keterangan di atas bisa di simpulkan sbb :
*] Tempat yang di I'tikafinya adalah rumah pesarean didalamnya terdapat kuburan orang saleh yang bernama Al-Laata yang diatasnya terdapat batu besar berwarna putih berukir di kelilingi kelambu / tirai . Dijaga para pengabdi / pelayan / kuncen . Di sekelilingnya terdapat halaman yang diagungkan dan dikultuskan bagi penduduk Thaif.
*] Dalam riwayat lain seperti yang telah disebutkan di atas menunjukkan bahwa tempat itu adalah tapakan Al-Laata , tempat dia berjualan dan menumbuk tepung semasa hidupnya . Ini menunjukkan bahwa pengkultusan terhadap tapakan sudah ada pada zaman jahiliyah .
*] Cara Ibadah mereka adalah dengan cara beri'tikaf atau nyepi . Dan makna I'tikaf itu sendiri dalam bahasa arab adalah : berdiam diri di sebuah tempat karena sesuatu .
*] Mereka menggunakan istilah Taqorrub ( sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah ) namun pada hakikatnya mereka telah menyembah batu dan kuburan sebagai bentuk penuhanan dan pengkultusan keduanya .
*] Dengan demikian menunjukkan bahwa masyarakat Jahiliyah dan umat-umat terdahulu telah menjadikan pula orang-orang saleh yang telah mati sebagai sesembahan dengan menggunakan istilah taqorrub / perantara .
Penyembahan kepada kuburan adalah awal kemusyrikan yang menimpa anak cucu Adam ; penyebabnya adalah pengagungan dan pengkultusan orang-orang saleh dengan cara memuji-mujinya secara berlebihan , mengabadikannya dengan gambar-gambar dan patung-patung kemudian mengi'tikafinya ( nyepi ) di kuburan-kuburannya atau di ruangan yang terdapat gambar-gambar mereka atau nyepi di tapakannya yaitu tempat yang biasa orang saleh tersebut mangkir di sana semasa hidupnya .
Allah SWT berfirman :
﴿كَانَ النَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً فَبَعَثَ اللَّهُ النَّبِيِّينَ مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ وَأَنزلَ مَعَهُمُ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ فِيمَا اخْتَلَفُوا فِيهِ وَمَا اخْتَلَفَ فِيهِ إِلا الَّذِينَ أُوتُوهُ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْهُمُ الْبَيِّنَاتُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ فَهَدَى اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا لِمَا اخْتَلَفُوا فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَاللَّهُ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ﴾
" Telah ada manusia itu adalah umat yang satu , ( setelah timbul perselisihan ) maka Allah mengutus para nabi , sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan . Dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab dengan kebenaran , untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan . Tidaklah berselisih tentang kitab itu melainkan orang yang telah di datangkan kepada mereka Kitab , yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata , karena rasa dengki antara mereka sendiri .
Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkan itu dengan kehendaknya . Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus ". ( QS. Albaqorah : 213 ).
Ibnu Katsir dalam tafsirnya 1/569 berkata mengenai tafsir ayat ini :
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَصَحُّ سَنَدًا وَمَعْنًى؛ لِأَنَّ النَّاسَ كَانُوا عَلَى مِلَّةِ آدَمَ، عَلَيْهِ السَّلَامُ، حَتَّى عَبَدُوا الْأَصْنَامَ، فَبَعَثَ اللَّهُ إِلَيْهِمْ نُوحًا، عَلَيْهِ السَّلَامُ، فَكَانَ أَوَّلَ رَسُولٍ بَعَثَهُ اللَّهُ إِلَى أَهْلِ الْأَرْضِ. وَلِهٰذَا قَالَ: ﴿ وَأَنزلَ مَعَهُمُ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ فِيمَا اخْتَلَفُوا فِيهِ وَمَا اخْتَلَفَ فِيهِ إِلا الَّذِينَ أُوتُوهُ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْهُمُ الْبَيِّنَاتُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ﴾.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas – yang sanad dan maknanya lebih Shahih - : Sesungguhnya para manusia dulunya dalam satu millah / agama Adam ‘alahis salam , sehingga ketika mereka menyembah berhala-berhala , maka Allah SWT mengutus kepada mereka Nuh ‘alahis salam , maka dia adalah Rasul pertama yang Allah utus kepada penduduk bumi . Oleh karena itu Allah SWT berfirman : " Dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab dengan kebenaran .....". ( QS. Al-Baqoroh : 213 ) .
Berhala-berhala yang di sembah oleh kaum Nabi Nuh adalah orang-orang saleh yang sudah meninggal dunia . Allah SWT berfirman tentang mereka :
﴿وَقَالُوا لَا تَذَرُنَّ آلِهَتَكُمْ وَلَا تَذَرُنَّ وَدًّا وَلَا سُوَاعًا وَلَا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسْرًا . وَقَدْ أَضَلُّوا كَثِيرًا وَلَا تَزِدِ الظَّالِمِينَ إِلَّا ضَلَالًا﴾.
" Dan mereka berkata : Janganlah sekali-kali kalian meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kalian , dan jangan pula sekali-kali kalian meninggalkan ( penyembahan ) Wadd , dan jangan pula Suwaa' , Yaghuts , Ya'uq dan Nasr . Dan sesudahnya mereka telah menyesatkan kebanyakan ( manusia ) dan janganlah engkau tambahkan bagi orang-orang yang dzalim itu selain kesesatan " . ( QS. Nuh : 23 ).
Telah ada ketetapan riwayat dalam Shahih Bukhori no. 4920 , serta dalam kitab-kitab tafsir , kisah-kisah para nabi dan lainnya dari Ibnu Abbas dan lainnya dari ulama salaf , mereka berkata tentang tafsir ayat di atas :
هَذِهِ أَسْمَاءُ قَوْمٍ صَالِحِينَ كَانُوا فِي قَوْمِ نُوحٍ فَلَمَّا مَاتُوا عَكَفُوا عَلَى قُبُورِهِمْ ثُمَّ صَوَّرُوا تَمَاثِيلَهُم ، ثُمَّ طَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَعَبَدُوهُمْ، وَأَنَّ هَذِهِ الْأَصْنَامَ بِعَيْنِهَا صَارَتْ إِلَى قَبَائِلِ الْعَرَبِ، ذَكَرَهَا ابْنُ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَبِيلَةً قَبِيلَةً .
" Nama-nama tersebut adalah orang-orang shaleh dari kaum Nuh ‘alahis salam , ketika orang-orang tersebut mati , mereka melakukan i'tikaf ( nyepi ) terhadap kuburan-kuburannya , kemudian lama kelamaan mereka menyembahnya . Dan berhala-berhala tersebut kemudian tersebar ke kabilah-kabilah arab " . Ibnu Abbas dengan terperinci menyebutkan kabilah-kabilah tersebut satu persatu ". ( Lihat : Majmu Fatawa karya Syeikh Ibnu Taymiyah 14/363 , Syarah Aqidah Thohawiyah 1/14 dan Juhud Ulama hanafiyah fi Ibtholil 'aqooidil Quburiyah 1/408 ).
Dan inilah salah satu faktor yang melatar belakangi da'wah Rosulullah ﷺ melarang penghiasan kuburan , bahkan diawal da'wahnya beliau mengharamkan ziarah kubur , seperti dalam sabdanya :
« كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَزُورُوهَا ، فَإِنَّهَا تُذَكِّرُ الآخِرَةَ »
" Sebelumnya aku telah melarang kalian berziarah kubur , maka ( sekarang ) berziarah kuburlah kalian , karena sesungguhnya ziarah kubur itu mengingatkan akhirat ".
( HR. Muslim no. 1977 , Turmudzi no. 1054 dan Ahmad no. 23005 ).
Tambahan kata-kata dalam riwayat Imam Ahmad no. 13487 dan Al-Busyeiry dalam al-Ittihaf no. 3747 :
« ثُمَّ بَدَا أَنَّهُ يُرِقُّ الْقَلْبَ وَيُدْمِعُ الْعَيْنَ ، وَيُذَكِّرُ الآخِرَةَ ، فَزُورُوهَا ، وَلاَ تَقُولُوا هَجْرًا »
" Kemudian nampak bahwa ziarah kubur itu melembutkan hati , melelehkan airmata dan mengingatkan akhirat , maka berziarah kuburlah kalian , dan janganlah kalian mengucapkan kata-kata yang buruk ".
Tambahan lafadz dalam riwayat Imam Muslim no. 976:
«فَقَدْ أُذِنَ لِمُحَمَّدٍ ﷺ فِي زِيَارَةِ قَبْرِ أُمِّهِ، فَزُورُوهَا فَإِنَّهَا تُذَكِّرُ الْآخِرَةَ».
" ( Allah SWT ) telah mengidzinkan Muhammad ﷺ untuk menziarahi kuburan ibunya ; karena sesungguhnya ziarah kubur itu mengingatkan akhirat ".
[Lihat pula : Shahih at-Targhib karya al-Alabni no. 3544].
Tambahan riwayat Ibnu Hibban no. 981 :
«فَإِنَّهَا تُزَهِّدُ فِي الدُّنْيَا وَتُرَغِّبُ فِي الْآخِرَةِ».
" Karena sesungguhnya ziarah kubur itu membuatmu zuhud terhadap dunia , dan menginginkan akhirat".
Tambahan riwayat ath-Thabarani no. 1419 :
«وَاجْعَلُوا زِيَارَتَكُمْ لَهَا صَلَاةً عَلَيْهِمْ وَاسْتِغْفَارًا لَهُمْ».
" Dan jadikanlah ziarah kalian padanya itu dalam bentuk doa untuk mereka dan permintaan ampunan baginya ".
Larangan Nabi ﷺ menghiasi kuburan dan membangunnya :
Dari Jabir beliau berkata :
« نَهَى رَسُولُ اللَّهِ ﷺ أَنْ يُبْنَى عَلَى الْقَبْرِ أَوْ يُزَادَ عَلَيْهِ أَوْ يُجَصَّصَ أَوْ يُكْتَبَ عَلَيْه » .
" Rosulullah ﷺ telah melarang didirikan bangunan di atas kuburan , atau ditambahi di atasnya, atau diplester, atau di beri tulisan di atasnya ".
( HR. Muslim no. 970 , Abu Daud no. 3225 , 3226 dan Al-Hakim 1/525 ).
Dari Abul Hayyaj al-Asady beliau berkata : Ali bin Abi Tholib berkata kepadaku :
«أَلَا أَبْعَثُكَ عَلَى مَا بَعَثَنِي عَلَيْهِ رَسُولُ اللَّه ﷺ أَنْ لَا تَدَعَ تِمْثَالًا إِلَّا طَمَسْتَهُ وَلَا قَبْرًا مُشْرِفًا إِلَّا سَوَّيْتَهُ».
Maukah kau aku utus sebagaimana Rasulullah SAWmengutusku ? Janganlah engkau tinggalkan patung/gambar bernyawa kecuali engkau hapus dan jangan tinggalkan kuburan yang nyumbul kecuali diratakan”. (HR. Muslim).
Dari Aisyah radliyallahu 'anha bahwasannya Rosulullah ﷺ bersabda di saat beliau sakit menjelang akhir hayatnya :
« لَعَنَ اللهُ اليَهُودَ وَالنَّصَارَى، اتَّخَذُوا قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ»، قَالَتْ: "وَلَوْلَا ذَلِكَ لَأُبْرِزَ قَبْرُهُ، غَيْرَ أَنِّي أَخْشَى أَنْ يُتَّخَذَ مَسْجِدًا ".
" Allah melaknat orang-orang Yahudi dan Kristen yang telah menjadikan kuburan para nabinya sebagai masjid-masjid ( tempat-tempat ibadah ) . Aisyah berkata : " Kalau bukan karena itu sungguh akan aku perlihatkan kuburannya , akan tetapi sungguh aku takut dijadikannya sebagai masjid ( tempat ibadah ) . ( HR. Bukhori dan Muslim ).
Dari Aisyah radliyallahu 'anha, dia berkata : ketika Rosulullah ﷺ sedang sakit, sebagian istri-istrinya saling menyebutkan tentang gereja di negeri Habsyah ( Ethiopia) yang di sebut Gereja Maria , dan sungguh Ummu Salamah dan Ummu Habibah kedua-duanya pernah mendatangi Negeri Habsyah itu , maka mereka menyebutkan tentang keindahannya dan gambar-gambarnya . Aisyah berkata : Maka Nabi ﷺ bersabda :
«إِنَّ أُولَئِكَ إِذَا كَانَ فِيهِمُ الرَّجُلُ الصَّالِحُ بَنَوْا عَلَى قَبْرِهِ مَسْجِدًا ثُمَّ صَوَّرُوا فِيهِ تِلْكَ الصُّوَرَ أُولَئِكَ شِرَارُ الْخَلْقِ عِنْدَ اللَّهِ» .
" Sesungguhnya mereka itu , jika ada orang saleh diantara mereka meninggal dunia , mereka membangun di atas kuburannya sebuah masjid ( tempat ibadah ) , kemudian mereka membikinkan didalamnya gambar-gambar orang saleh tadi , mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk di sisi Allah ". ( HR. Bukhori dan Muslim ).
Larangan shalat di kuburan atau shalat menghadapanya , serta pensejajaran antara hukum shalat di kuburan dengan sahalat di WC .
Dalam hadits riwayat Jabir radhiyallahu 'anhu , disebutkan bahwa Rosulullah ﷺ bersabda :
«الْأَرْضُ كُلُّهَا مَسْجِدٌ إِلَّا الْمَقْبَرَةَ وَالْحَمَّامَ»
" Bumi itu semuanya masjid ( tempat shalat ) kecuali kuburan dan kamar mandi".
( HR. Abu Daud no. 492 , Turmudzi no. 317 , Ibnu Majah no. 745 , Darimi no. 1390 dan Ibnu Hibban no. 2321 . Di Shahihkan oleh Al-Hakim , Ad-Dzahabi , Syeikh Al-Albaany , Syueib al-Arnauth dan Husein Salim Asad . Aku katakan : Sebetulnya dalam sanadnya terdapat illah mursal , namun tidak berpengaruh , oleh karena itu Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam kitab A-Talkhish 1/277 cenderung menshahihkannya . Dan Syeikh Ibnu Taimiyah dalam al-Fatawa 22/160 telah menukil pentashihan para huffaadz terhadap hadits ini ) .
Dari Abu Martsad Kanaz bin Husein Al-Ghanawi , dia berkata : aku mendengar Rosulallah ﷺ bersabda:
«لا تُصَلُّوا إِلَى القُبُورِ ، وَلاَ تَجْلِسُوا عَلَيْهَا» .
" Janganlah kalian shalat menghadap kuburan , dan janganlah kalian duduk diatasnya ". (HR. Muslim no. 927).
Dari Ibnu Abbas :
«أَنَّهُ كَرِهَ أَنْ يُصَلِّى إِلَى حُشٍّ أَوْ حَمَّامٍ أَوْ قَبْرٍ».
Bahwasannya dia membenci jika seseorang shalat menghadap wc , kamar mandi dan kuburan . ( Diriwayatkan oleh Imam Baihaqi 2/435 no. 4075 )
Dari Anas radhiyallahu 'anhu dia berkata :
"قُمْتُ يَوْمًا أُصَلِّى وَبَيْنَ يَدَىَّ قَبْرُ لاَ أَشْعُرُ بِهِ ، فَنَادَانِى عُمَرُ : «الْقَبْرَ الْقَبْرَ!» ، فَظَنَنْتُ أَنَّهُ يَعْنِى الْقَمَرَ ، فَقَالَ لِى بَعْضُ مَنْ يَلِينِى : «إِنَّمَا يَعْنِى الْقَبْرَ» فَتَنَحَّيْتُ عَنْهُ ".
Suatu hari aku shalat dan dihadapanku terdapat kuburan tanpa aku sadari , maka Umar memanggil-manggilku : Kuburan ! kuburan ! . Aku kira dia bermaksud mengatakan : " Bulan ! bulan ! " . Lalu sebagian orang yang berada di sampingku berkata padaku : " Yang dia maksud adalah kuburan ". Maka akupun bergeser . ( HR. Bukhori secara mu'allaq / tanpa sanad 1/93 sebelum no. 427 dan Baihaqi no. 4450 dengan sanadnya ).
Kekhawatiran Rosulullah ﷺ terhadap umatnya setelah dirinya wafat , yaitu khawatir jika mereka akan menjadikan kuburan beliau sebagai sarana mondar-mandir dan perayaan dalam rangka pengkultusan pada dirinya dan menjadikannya tempat ibadah . Dan beliau khawatir setelah kepergiannya akan terjadi perubahan yang mestinya mereka menjadikan rumah-rumah mereka masing-masing sebagai sarana ibadah yang utama , akan tetapi mereka malah membalikkannya , kuburanlah yang dijadikan sarana ibadah , sementara rumah-rumah mereka sunyi dari ibadah .
Dalam Hadits Abu Harairah radhiyallahu 'anhu Rosulullah ﷺ bersabda :
« لاَ تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ قُبُورًا وَلاَ تَجْعَلُوا قَبْرِى عِيدًا وَصَلُّوا عَلَىَّ فَإِنَّ صَلاَتَكُمْ تَبْلُغُنِى حَيْثُ كُنْتُمْ ».
" Janganlah kalian jadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan , dan jangalah kalian jadikan kuburanku sebagai sarana Ied ( tempat mondar-mandir , rame-rame atau perayaan ) , dan bersholawatlah kalian kepadaku ( dimanapun kalian berada ) , karena sesungguhnya sholawatkan kalian akan sampai padaku dari manapun kalian berada ". ( HR. Abu Daud no. 2044 dan Baihaqi dalam Sya'bul Iman no. 4162 . Di Shahihkan oleh Syeikh Al-Albaany ).
Rosulullah ﷺ menganjurkan umatnya agar menjadikan rumah-rumahnya sebagai sarana untuk shalat dan membaca Al-Quran , bukan di kuburan-kuburan .
Dari Ibnu Umar radliyallahu 'anhuma , bahwasannya Nabi ﷺ bersabda :
« اجْعَلُوا مِنْ صَلاَتِكُمْ فِى بُيُوتِكُمْ وَلاَ تَتَّخِذُوهَا قُبُورًا ».
" Jadikanlah shalat-shalat kalian di rumah kalian , dan janganlah kalian menjadikannya seperti kuburan-kuburan ". ( HR. Bukhori no. 432 dan Muuslim no. 777-(208) .
Dan dalam hadits riwayat Zaid bin Tsabit di sebutkan bahwa Nabi ﷺ bersabda :
« صَلُّوا أَيُّهَا النَّاسُ فِى بُيُوتِكُمْ. فَإِنَّ أَفْضَلَ صَلاَةِ الْمَرْءِ فِى بَيْتِهِ إِلاَّ الصَّلاَةَ الْمَكْتُوبَةَ ».
" Shalatlah - wahai para manusia - di rumah-rumah kalian , karena sesunguhnya shalat seseorang yang paling utama adalah di rumahnya , kecuali shalat maktubah ( shalat fardlu lima waktu ) ". ( HR. Bukhori no. 6113 , 7290 dan Muslim no. 1-(781) ).
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu , bahwa Rosulullah ﷺ besabda :
« لاَ تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ ، إنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ البَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ البَقرَةِ » .
" Janganlah kalian jadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan-kuburan , karena sesungguhnya syeitan itu akan lari dari rumah yang di bacakan di dalamnya surat Al-Baqarah ". ( HR. Muslim no. 780 dan Ahmad no. 7808 ) .
Dalam kitab INJIL dan TAURET hingga edisi sekarang masih terdapat larangan menghiasi kuburan dan mendirikan bangunan diatasnya , berikut ini nash-nashnya :
[ Mat 23:29] Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu membangun makam nabi-nabi p dan memperindah tugu orang-orang saleh .
[ 2Raj 23:17 ] Ia berkata: "Apakah tanda keramat yang kulihat ini?" Lalu orang-orang di kota itu menjawab dia: "Itulah kuburan abdi Allah yang sudah datang dari Yehuda dan yang telah menyerukan segala hal yang telah kaulakukan terhadap mezbah Betel ini! ".
[ Ul 12:3 ] Mezbah ( bangunan di atas kuburan ) mereka kamu harus robohkan, tugu-tugu berhala mereka kamu remukkan, t tiang-tiang berhala u mereka kamu bakar v habis, patung-patung allah mereka kamu hancurkan, dan nama w mereka kamu hapuskan dari tempat itu.
[ Ul 7:5 ] Tetapi beginilah kamu lakukan terhadap mereka: mezbah-mezbah mereka haruslah kamu robohkan, tugu-tugu berhala mereka kamu remukkan, tiang-tiang berhala mereka kamu hancurkan dan patung-patung mereka kamu bakar habis.
[ Yeh 6:13 ] Dan kamu akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, tatkala orang-orang mereka yang terbunuh berebahan di tengah-tengah berhala-berhala p mereka keliling mezbah-mezbahnya, di atas setiap bukit yang tinggi dan di atas semua puncak-puncak gunung, di bawah setiap pohon yang rimbun dan setiap pohon keramat q yang penuh cabang-cabang, di tempat mana mereka membawa korban persembahan yang harum bagi semua berhala-berhala r mereka.
Subhanallah , coba kita bandingkan dengan sabda-sabda Nabi Muhammad ﷺ !!!.
Syeikh Ibnu Taimiyah berkata dalam Iqtidhaush Shiratil Mustaqiim hal. 338 :
"قَصْدُ الْقُبُورِ لِلدُّعَاءِ عِنْدَهَا، وَرَجَاءِ الْإِجَابَةِ بِالدُّعَاءِ هُنَاكَ رَجَاءً أَكْثَرَ مِنْ رَجَائِهَا بِالدُّعَاءِ فِي غَيْرِ ذٰلِكَ الْمَوْطِنِ: أَمْرٌ لَمْ يَشْرَعْهُ اللَّهُ وَلَا رَسُولُهُ ﷺ وَلَا فَعَلَهُ أَحَدٌ مِنَ الصَّحَابَةِ وَلَا التَّابِعِينَ وَلَا أَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ، وَلَا ذَكَرَهُ أَحَدٌ مِنَ الْعُلَمَاءِ وَالصَّالِحِينَ الْمُتَقَدِّمِينَ، بَلْ أَكْثَرُ مَا يُنْقَلُ مِنْ ذٰلِكَ عَنْ بَعْضِ الْمُتَأَخِّرِينَ بَعْدَ الْمِائَةِ الثَّانِيَةِ. وَأَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ قَدْ أَجْدَبُوا مَرَّاتٍ، وَدَهَمَتْهُمْ نَوَائِبُ غَيْرُ ذٰلِكَ، فَهَلَّا جَاءُوا فَاسْتَسْقَوْا وَاسْتَغَاثُوا عِنْدَ قَبْرِ النَّبِيِّ ﷺ؟! بَلْ خَرَجَ عُمَرُ بِالْعَبَّاسِ فَاسْتَسْقَى بِهِ (أَيْ بِدُعَائِهِ)، وَلَمْ يَسْتَسْقِ عِنْدَ قَبْرِ النَّبِيِّ ﷺ، بَلْ قَدْ رُوِيَ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّهَا كَشَفَتْ عَنْ قَبْرِ النَّبِيِّ ﷺ لِيَنْزِلَ الْمَطَرُ، فَإِنَّهُ رَحْمَةٌ تَنْزِلُ عَلَى قَبْرِهِ، وَلَمْ تَسْتَسْقِ عِنْدَهُ، وَلَا اسْتَغَاثَتْ هُنَاكَ". انتهى.
“ Menjadikan kuburan sebagai tujuan berdoa , dan berkeyakinan bahwa harapan kemustajaban doa di sana lebih banyak dari pada di tempat lainnya , itu adalah perkara yang Allah SWT tidak pernah mensyariatkannya , begitu juga Rosul-Nya , dan tidak ada salah seorang dari para sahabat , tabi’in dan para imam kaum muslimiin yang mengamalkannya . Bahkan tidak ada seorang pun dari kalangan para ulama dan orang-orang shaleh terdahulu yang menyebutkannya , akan tetapi kebanyakan yang menyebutkannya adalah sebagian dari generasi akhir setelah abad ke dua .
Padahal para sahabat Nabi ﷺ berkali-kali ditimpa kekeringan dan ditimpa dengan berbagai macam kesusahan , akan tetapi kenapa mereka tidak beristisqo dan beritighotsah ( dengan cara bertawasul ) di sisi kuburan Rosulullah ﷺ ? Melainkan Umar keluar beristisqo bersama al-‘Abbaas paman Nabi ﷺ ( dan bertawasul ) dengan doanya , dan tidak beristisqo di sisi kuburan Nabi ﷺ . Bahkan telah diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhaa bahwa belia pernah membuka kuburan Nabi ﷺ agar hujan turun , karena sesungguhnya itu adalah rahmat turun diatas kuburannya , akan tetapi beliau tidak berdoa memohon turunnya hujan disisi kuburannya dan juga tidak beritighotsah di sana “.
====
KE 2. AL-UZZA : ( nama pepohonan yang di kramatkan ) :
Ibnu Jarir at-Thobary berkata : Uzza adalah pohon yang di sekelilingnya terdapat bangunan dan di tutupi oleh kain kelambu , yaitu di daerah Nakhlah , sebuah lokasi antara Makkah dan Thaif , dulu masyarakat Qureish mengagungkannya .
Ibnu Mundzir berkata : " Tidak ada sesuatu yang sangat di agungkan oleh masyarakat Qureisy Makkah dan masyarkat arab lainnya yang tinggal di Makkah seperti pengagungan mereka terhadap Al-Uzza , kemudian Al-Laata , kemudian Manah. Adapun Al-Uzza sangat di istimewakan sekali oleh masyarakat Qureisy daripada lainnya untuk di ziarahi dan dipersembahkan padanya hadiah sembelihan atau lainnya, mungkin karena lokasinya lebih dekat ke Makkah . Lain halnya dengan kabilah Tsaqif , mereka lebih mengistimewakan Al-Laata , karena kedekatannya . Begitu juga Manah lebih di istimewakan oleh Aus dan Khojroj masyarakat Madinah , karena lebih dekat ke Madinah . Namun demikian semuanya sama-sama mengagungkan serta mengkramatkan Al-Uzza " . ( Lihat Al-Ashnam karya Ibnu Kalbi 1/4 ).
Abu Soleh berkata : " Dulu orang-orang jahiliyah punya kebiasaan menggantungkan tali-tali kekang dan bulu-bulu ke atas pohon-pohon tersebut ". Yang demikian itu sama seperti yang di riwayatkan oleh 'Abd bin Humeid dan Ibnu Jarir.
Imam Nasai dan Ibnu Mardaweh meriwayatkan dari Ibnu at-Thufeil , bahwa beliau berkata :
Ketika Rosulullah ﷺ menaklukkan Makkah , beliau mengutus Kholid bin Walid radhiyallahu 'anhu ke daerah Nakhlah – sebuah tempat di mana Uzza berada – dan di sana terdapat tiga pohon besar yang berduri , oleh Kholid radhiyallahu 'anhu ketiga pohon tersebut ditebangnya , dan dia hancurkan bangunan rumah yang menaunginya . Setelah itu dia kembali menghadap Rosulullah ﷺ serta mengkhabarkannya .
Maka Rosulullah ﷺ berkata : " Kembalilah , sesungguhnya kamu belum melakukan sesuatu ! " .
Kholid pun kembali berangkat , maka ketika para kuncen melihat nya , mereka kabur sambil mengendap-endap ke gunung sembari memanggil-manggil : Ya Uzza ! Ya Uzza ! . Kemudian Kholid mendatangi Uzza , dan tiba-tiba nampak sesosok perempuan telanjang (syeitan) , rambutnya terjurai , kepalanya di penuhi debu , maka Kholid pun segera menebasnya dengan pedang , dengan demikian terbunuhlah , kemudian dia kembali menghadap Rosulullah ﷺ serta menceritaknnya , maka Rosulullah ﷺ berkata : " Itulah Uzza". ( Lihat Bidayah wa Nihayah 2/243 ).
Sesembahan kaum jahiliyah lainnya yang mirip dengan Al-Uzza yaitu Dzatu Anwath di Thaif :
Dari Abi waqid al-Laytsy berkata :
خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ إِلَى حُنَيْنٍ وَنَحْنُ حَدِيثُو عَهْدٍ بِكُفْرٍ، وَقَدْ كَانَتْ لِكُفَّارِ قُرَيْشٍ وَمَنْ سِوَاهُمْ مِنَ الْعَرَبِ شَجَرَةٌ عَظِيمَةٌ يُقَالُ لَهَا: ذَاتُ أَنْوَاطٍ، يَأْتُونَهَا كُلَّ عَامٍ، فَيُعَلِّقُونَ بِهَا أَسْلِحَتَهُمْ، وَيَسْتَرِيحُونَ تَحْتَهَا، وَيَعْكُفُونَ عَلَيْهَا يَوْمًا، فَرَأَيْنَا وَنَحْنُ نَسِيرُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ سِدْرَةً خَضْرَاءَ عَظِيمَةً، فَتَنَادَيْنَا مِنْ جَنَبَاتِ الطَّرِيقِ فَقُلْنَا: يَا رَسُولَ اللَّهِ اجْعَلْ لَنَا ذَاتَ أَنْوَاطٍ، فَقَالَ: «اللَّهُ أَكْبَرُ، وَقُلْتُمْ وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ كَمَا قَالَتْ بَنُو إِسْرَائِيلَ لِمُوسَى: ﴿اجْعَلْ لَنَا إِلَهًا كَمَا لَهُمْ آلِهَةٌ﴾، الآيَةَ، لَتَرْكَبُنَّ سُنَنَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ».
Kami telah keluar bersama Rosulullah ﷺ ke Hunain (untuk berperang), sementara kami masih baru lepas dari kejahilayahan (baru masuk Islam) . Dan sungguh saat itu orang-orang kafir Qureisy dan arab lainnya memiliki sebuah pohon raksasa, yang di sebut " DZATU ANWATH " .
Mereka selalu mengunjunginya setiap tahun , maka mereka menggantungkan senjata-senjata mereka ke pohon tersebut , dan mereka beristirahat di bawahnya sambil beri'tikaf ( nyepi ) kepadanya seharian .
Pada saat kami melintas bersama Rosulullah ﷺ dan kami melihat pohon SIDROH yang hijau dan besar , maka kami pun saling memanggil sesama yang lain dari sisi-sisi jalan , dan kami berkata : Ya Rosulullah , bikinkan lah buat kami DZATU ANWATH , maka beliau terperanjat seraya berkata :
" Allahu Akbar !! kalian telah mengatakan nya , demi Dzat yang jiwa Muhammad di tangan Nya , persis seperti yang di katakan kaum Musa : (( Jadikanlah untuk kami sesembahan seperti halnya mereka (orang-orang kafir) memiliki sesembahan-sesembahan …. )) kemudian beliau ﷺ bersabda : " Sungguh kalian benar-benar akan menapaki tilasi jejak-jejak ( sunah-sunah ) umat sebelum kalian ".
( HR. Turmudzi no. 2181 dan Thabroni 3/244 no. 3290 . Imam Thurmudzi berkata : "Ini hadits Hasan Shahih” ).
Kesimpulan yang di ambil dari bentuk ibadah dengan alasan bertaqorrub dengan Al-Uzza ini adalah sbb :
(*) Al-Uzza adalah tiga pohon besar berduri yang di kramatkan atau dikultuskan, di tutupi oleh kain kelambu dan di sekelilingnya terdapat bangunan .
(*) Di jaga oleh para kuncen .
(*) Cara ibadahnya yaitu dengan berziarah dan mempersembahkan hadiah sembelihan atau lainnya .
(*) Untuk mendapatkan barokah , kesuksesan , kesaktian dan keselamatan dari ke tiga pohon keramat itu , mereka menggantungkan benda-benda pribadinya yang ingin diberkahinya ke dahan-dahan nya , seperti mengantungkan senjata agar sakti mandra guna , tali kekang kuda agar kudanya menjadi kuat serta terpelihara dari mara bahaya dan bulu-bulu agar mendapatkan barokah .
(*) Sudah pasti ibadah dengan cara ber'tikap ( nyepi ) di tempat itu dan haulan tidak bisa lepas dari kebiasaan mereka , sama halnya dengan kebiasan mereka terhadap pohon kramat Dzatu Anwath .
(*) Pada hakikatnya mereka bertaqorrub atau bertawassul dengan pohon-pohon kramat tersebut dan juga tidak menyembahnya , melainkan menyembah jin atau syeitan yang menghuni nya .
Pohon Kramat dalam kitab INJIL :
[ Yes ; 1:29 ] Sungguh, kamu akan mendapat malu a karena pohon-pohon keramat b yang kamu inginkan; dan kamu akan tersipu-sipu karena taman-taman c dewa yang kamu pilih.
[ Yes 57:5 ] hai orang-orang yang terbakar oleh hawa nafsu dekat pohon-pohon keramat, z di bawah setiap pohon yang rimbun, a hai orang-orang yang menyembelih anak-anak b di lembah-lembah, di dalam celah-celah bukit batu.
====
KE 3. MANAH : ( nama patung yang dikultuskan )
Imam Bukhori berkata di dalam hadits 'Urwah dari 'Aisyah radliyaalahu 'anha :
" Sesungguhnya Manah itu adalah berhala yang berada antara Makkah dan Madinah".
Kenapa di namakan Manah ? Ada yang mengatakan karena diambil dari kata Mina ( tempat di tumpahkannya darah ) .
قِيلَ: سُمِّيَتْ "مَنَاةُ" لِكَثْرَةِ مَا يُمْنَى، أَي: يُرَاقُ عِنْدَهَا مِنَ الدِّمَاءِ لِلتَّبَرُّكِ بِهَا.
Artinya : " Dinamakan Manah karena banyaknya darah yang di tumpahkan " , yakni : tempat tersebut adalah tempat menyembelih bintang sembelihan untuk mendapatkan barokah dengannya ". ( Lihat : Taysir Azizil Hamid 4/225 ).
Berhala tersebut terpancang di pantai laut merah arah Musyallal , di daerah Qudeid , lokasinya antara Makkah dan Madinah .
Seluruh mayarakat arab terutama kabilah Khuzaah , Aus , Khojroj dan orang-orang yang berdomisili di Madinah , Makkah dan daerah-daerah sekitarnya sangat mengkultuskannya , mereka mempersembahkan sembelihan dan hadiah-hadiah untuk Manah . Tidak ada yang melibihi kabilah Aus dan Khajraj dalam mengagungkan sesembahan Manah ini . Dan mereka ber ihlal / mulai ibadah haji dari tempat tersebut.
Abu Mundzir meriwayatkan dengan sanadnya dari 'Ammar bin Yasir : " Dulu Kabilah Aus dan Khajraj serta masyarakat arab penduduk Yatsrib ( Madinah ) dan lainnya , mereka ketika berhaji dan selesai menunaikan semua amalan yang berkaitan dengan ibadah haji , mereka tidak langsung menggunduli kepalanya ( Tahallul ) , mereka setelah nafar ( mabit Mina dan melempar jumroh ) datang ke berhala Manah , maka disanalah mereka membotaki kepalanya ( tahallul ) , mereka berkeyakinan hajinya tidak sempurna kecuali dengan itu . ( Lihat Al-Ashnam karya Ibnu Kalby 1/2 ).
Ibnu Hisyam berkata : Rosulullah ﷺ mengutus Ali radhiyallahu 'anhu untuk menghancurkannya ketika penaklukan kota Makkah .
Kesimpulan dari keterangan di atas adalah sbb :
[*] Manah adalah nama sesembahan yang berbentuk patung yang di kramatkan dan di kultuskan . Terpancang di pantai laut merah arah Musyallal , di daerah Qudeid , lokasinya antara Makkah dan Madinah .
[*] Bentuk Ibadah kepadanya adalah dengan cara mengkultuskannya , menjadikannya sebagai miqot haji , tempat tahallul haji dan mempersembahkan sembelihan atau hadiah .
[*] Manah juga di jadikan sebagai pengganti Mina . Yang mestinya menyembelih kurban di Mina , melainkan mereka lakukan di Manah . Mereka sengaja memindahkannya di sisi Manah , karena ingin mendapatkan barokahnya .
*****
SARANA KE 2 :
TAWASSUL DENGAN PARA MALAIKAT DAN LAINNYA
===
SESEMBAHAN-SESEMBAHAN YANG MEREKA ANGGAP SEBAGAI PUTRI-PUTRI ALLAH
( DEWI-DEWI / GODDESS )
Mereka kaum musyrikin arab jahiliyah menganggap sesembahan-sesembahan tersebut sebagai anak-anak perempuan Allah SWT ( dewi-dewi ) , seperti dalam firmanNya :
﴿أَفَرَأَيْتُمُ اللاتَ وَالْعُزَّى. مَنَاةَ الثَّالِثَةَ الأخْرَى. أَلَكُمُ الذَّكَرُ وَلَهُ الأنْثَى. تِلْكَ إِذًا قِسْمَةٌ ضِيزَى. إِنْ هِيَ إِلا أَسْمَاءٌ سَمَّيْتُمُوهَا أَنْتُمْ وَآبَاؤُكُمْ مَا أَنزلَ اللَّهُ بِهَا مِنْ سُلْطَانٍ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلا الظَّنَّ وَمَا تَهْوَى الأنْفُسُ وَلَقَدْ جَاءَهُمْ مِنْ رَبِّهِمُ الْهُدَى﴾
Artinya : " Maka apakah patut kamu (hai orang-orang musyrik) menganggap Al Lata dan Al Uzza . dan Manah yang ketiga, yang paling terkemudian (sebagai anak perempuan Allah)? . Apakah (patut) untuk kamu (anak) laki-laki dan untuk Allah (anak) perempuan? .
Yang demikian itu tentulah suatu pembagian yang tidak adil. Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan bapak-bapak kamu mengada-adakannya; Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun untuk (menyembah) nya. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan, dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka, dan sesungguhnya telah datang petunjuk kepada mereka dari Tuhan mereka. ( QS. An-Najm 19-23 )" .
Al-A'mash berkata : " Mereka menamakannya Laata , bentuk perempuan dari kalimat Ilah , adapun Uzza dari Aziz ".
Ibnu Jarir berkata : " Nama-nama tersebut mereka ambil dari suku kata nama-nama Allah Ta'ala , maka mereka mengatakan Lata adalah nama perempuan dari Allah , maha suci Allah dari apa-apa yang mereka katakan . Begitu pula kata Uzza dari Aziz .
Dalam kitab Talbis Iblis karya Ibul Jauzi 1/57 di sebutkan : bahwa Iblis yang terkutuk telah mengelabui sebagian manusia untuk menyembah para malaikat , dan mereka mengatakan : malaikat-malikat itu adalah anak-anak perempuan Allah ( Maha suci Allah dari apa yang mereka tuduhkan ) ".
Dalam hal ini Allah SWT telah mengecamnya :
﴿وَجَعَلُوا الْمَلائِكَةَ الَّذِينَ هُمْ عِبَادُ الرَّحْمَنِ إِنَاثًا أشَهِدُوا خَلْقَهُمْ سَتُكْتَبُ شَهَادَتُهُمْ وَيُسْأَلُونَ﴾
Artinya : Dan mereka menjadikan malaikat-malaikat yang mereka itu adalah hamba-hamba Allah Yang Maha Pemurah sebagai orang-orang perempuan. Apakah mereka menyaksikan penciptaan malaikat-malaikat itu? Kelak akan dituliskan persaksian mereka dan mereka akan dimintai pertanggungjawaban. (QS. Zukhruf : 19).
Dan mereka juga memberi nama para malaikat dengan nama-nama perempuan , seperti yang di ceritakan dalam Al-Qur'an :
﴿إِنَّ الَّذِينَ لا يُؤْمِنُونَ بِالآخِرَةِ لَيُسَمُّونَ الْمَلائِكَةَ تَسْمِيَةَ الأنْثَى . وَمَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلا الظَّنَّ وَإِنَّ الظَّنَّ لا يُغْنِي مِنَ الْحَقِّ شَيْئًا﴾
Artinya : " Sesungguhnya orang-orang yang tiada beriman kepada kehidupan akhirat, mereka benar-benar menamakan malaikat itu dengan nama perempuan. Dan mereka tidak mempunyai sesuatu pengetahuan pun tentang itu. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan sedang sesungguhnya persangkaan itu tiada berfaedah sedikit pun terhadap kebenaran ". ( QS. An-Najm : 27-28 ).
Telah berkata Juwaibir dari Adl-Dlahak dalam menafsiri firman Allah SWT :
﴿إِنْ يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ إِلا إِنَاثًا﴾
" Yang mereka sembah selain Allah itu, tidak lain hanyalah perempuan-perempuan sesembahan ". ( QS. An-Nisaa : 117 ).
Adl-Dhahak berkata :
قَالَ الْمُشْرِكُونَ: إِنَّ الْمَلَائِكَةَ بَنَاتُ اللَّهِ، وَإِنَّمَا نَعْبُدُهُمْ لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى، قَالَ: اتَّخَذُوهَا أَرْبَابًا وَصَوَّرُوهُنَّ صُوَرَ الْجَوَارِي، فَحَكَمُوا وَقَلَّدُوا، وَقَالُوا: هٰؤُلَاءِ يُشْبِهْنَ بَنَاتِ اللَّهِ الَّذِي نَعْبُدُهُ، يَعْنُونَ الْمَلَائِكَةَ.
" Kaum musyrikin berkata : Sesungguhnya para malaikat itu adalah putrid-putri Allah (dewi – dewi), dan sesungguhnya kami tidak sekali-kali menyembahnya melainkan supaya kami mendekatkan diri kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya .
Lalu Adl-Dlahak berkata : " Mereka menjadikan putri-putri itu sebagai rabb-rabb ( tuhan-tuhan ) , dan mereka menggambarnya dengan gambar putri-putri , kemudian mereka menetapkannya sebagai bentuknya dan mereka tiru secara turun temurun , dan mereka berkata : 'Mereka sangat mirip dengan putri-putri Allah yang yang kami sembah ' , yang mereka maksud adalah para malaikat ". ( Lihat Tafsir Ibnu Katsir 2/414 ).
Dan Ibnu Katsir dalam Tafsirnya 7/83-84 menukil kata-kata Qotadah dalam menafsiri ayat 3 dari surat Az-Zumar :
" Allah Ta'ala mengkabarkan tentang para penyembah berhala dari kaum musyrikin bahwa mereka mengatakan :
﴿مَا نَعْبُدُهُمْ إِلا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى﴾
" Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya".
Lalu Qotadah berkata tentang tafsirnya : " Maksudnya : Sesungguhnya yang mengantarkan dan menggiring mereka ( kaum musyrikin ) kepada penyembahan berhala adalah mereka pada awalnya sengaja membikin patung-patung dalam bentuk dan rupa para malaikat yang paling terdekat ( kedudukannya di sisi Allah ) menurut prasangka mereka , kemudian mereka menyembah patung-patung tersebut itu sebagai bentuk penyembahan terhadap para malaikat agar para malaikat itu memberi syafaat untuk mereka di sisi Allah Ta'ala agar berkenan menolong mereka , memberi rizki pada mereka , dan memenuhi segala kepentingan mereka yang brsifat duniawi , adapun yang berkaitan dengan urusan akhirat mereka menentangnya dan mengingkarinya ."
Pernyataan Qotadah di atas jelas menunjukkan bahwa sejak awal orang musyrik memang tidak merasa kalau dirinya telah menyembah sesembahan selain Allah , diantaranya para malaikat yang di lambangkan dengan patung , mereka mengira apa yang mereka lakukan adalah bentuk taqorrub atau tawassul dengannya agar memberi syafaat untuk mereka di sisi Allah dan agar para malaikat tersebut mendekatkan kedudukan mereka di sisi Nya .
Yang demikian itu sama dengan penafsiran ahli tafsir lainnya seperti yang diriwayatkan Qotadah sendiri dan As-Sudai dari Zaid bin Aslam dan Ibnu Zaid :
﴿إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى﴾ أَيْ: لِيَشْفَعُوا لَنَا، وَيُقَرِّبُونَا عِنْدَهُ مَنْزِلَةً.
" Melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya". Maksudnya : agar mereka ( sesembahan-sesembahan itu ) member syafaat untuk kami dan mendekatkan kedudukan kami di sisi Allah ". ( Tafsir Ibnu Katsir 7/85).
Para malaikat sendiri menyangkal kalau dirinya melakukan kerjasama dengan manusia agar mereka menyembah dirinya , melainkan jin-jin atau syeitan-syeitan lah yang menyuruhnya dan mereka pulalah yang sebenarnya di sembah , bukan malaikat .
﴿وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ جَمِيعًا ثُمَّ يَقُولُ لِلْمَلائِكَةِ أَهَؤُلاءِ إِيَّاكُمْ كَانُوا يَعْبُدُونَ قَالُوا سُبْحَانَكَ أَنْتَ وَلِيُّنَا مِنْ دُونِهِمْ بَلْ كَانُوا يَعْبُدُونَ الْجِنَّ أَكْثَرُهُمْ بِهِمْ مُؤْمِنُونَ﴾.
Dan (ingatlah) hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka semuanya kemudian Allah berfirman kepada malaikat: "Apakah mereka ini dahulu menyembah kalian?". Malaikat-malaikat itu menjawab: "Maha Suci Engkau. Engkaulah pelindung (wali) kami, bukanlah mereka (menyembah kami) : akan tetapi mereka telah menyembah jin; kebanyakan mereka beriman kepada jin itu". (QS. Saba : 40-41).
Kesimpulannya : sesunguhnya mereka sama sekali tidak mengingkari akan adanya Allah sebagai tuhan mereka . Akan tetapi mereka menyekutukan Allah SWT dengan cara berikut ini :
[*] Menjadikan sesembahan-sesembahan selain Allah sebagai sekutu Nya .
[*] Memberi nama sesembahan-sesembahan dan para malaikat dengan nama-nama perempuan dan menisbatkan mereka sebagai anak-anak perempuan Allah Ta'ala atau putri-putri Nya atau dewi-dewi .
[*] Mensifati Allah SWT dengan sifat yang tidak layak untukNya dan Allah tidak pernah menurunkan keterangan tentang sifat tersebut , yaitu mensifatiNya dengan sifat beranak .
[*] Mereka mengira dengan menamakan dan menisbatkan anak-anak perempuan itu bisa mendekat dirinya kepada Allah SWT .
[*] Mereka mengira dengan beribadah kepada para malaikat tersebut bisa mendapatkan syafaat darinya di sisi Allah agar mendapatkan pertolongan , di mudahkan rizkinya dan segala urusan duniawinya .
[*] Mereka mengira dengan beribadah kepada para malaikat tersebut bisa mendekat diri mereka kepada Allah sedekat-dekatnya .
[*] Pada hakikatnya mereka itu tidaklah bertawassul , melainkan menyembahnya dengan cara mengagungkannya , memanggilnya , minta pertolongan dengannya , bergantung padanya di dalam mengharapkan apa yang mereka inginkannya , mengharapkan barokah dan syafaatnya dan lain-lain sebagainya .
****
SARANA KE 3 :
TAWASSUL DENGAN PARA DEWA - DEWI ATAU MAKHLUK SUCI .
====
PERBANDINGAN ANTARA KONSEP DEWI-DEWI ARAB JAHILIYAH DENGAN KONSEP DEWA-DEWI HINDU , BUDHA DAN KRISTEN .
Ada kemiripan dan kesamaan antara konsep dewa-dewi Hindu Budha dan Kristen dengan konsep Dewi-Dewi kaum musyrikin arab jahiliyah .
Dalam lembaran sebelum ini telah di bahas tentang sesembahan kaum musyrikin arab jahiliyah Laata ( nama orang suci / shaleh ) , Uzza ( nama makhluk halus penghuni pohon kramat ) , Manah ( nama patung yang dikultuskan ) , para malaikat dan lainnya , mereka telah menganggap sesembahan-sesembahan tersebut sebagai dewi-dewi / goddess ( putri-putri Allah ) dan mereka memberikan nama padanya dengan nama-nama tuhan perempuan . Mereka berkeyakinan bahwa yang mereka lakukan adalah dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menjadikannya sebagai perantara antara dirinya dengan Allah SWT .
****
Konsep Dewa-Dewi dalam Hindu dan Budha .
Dalam Wikipedia bahasa Indonesia , ensiklopedia bebas di sebutkan bahwa : ajaran agama Hindu, Dewa ( Devanagari: देव ) adalah makhluk suci, makhluk supernatural, penghuni surga, malaikat, dan manifestasi dari Brahman ( Tuhan Yang Maha Esa ). Dalam agama Hindu, musuh para Dewa adalah Asura.
Dalam tradisi Hindu umumnya seperti Advaita Vedanta dan Agama Hindu Dharma, Dewa dipandang sebagai manifestasi Brahman dan enggan dipuja sebagai Tuhan tersendiri dan para Dewa setara derajatnya dengan Dewa lain. Namun dalam filsafat Hindu Dvaita, para Dewa tertentu memiliki sekte tertentu pula yang memujanya sebagai Dewa tertinggi. Dalam hal ini, beberapa sekte memiliki paham monotheisme terhadap Dewa tertentu .
Dewa dalam kitab Weda :
Dalam kitab suci Reg Weda, Weda yang pertama, disebutkan adanya 33 Dewa, yang mana ketiga puluh tiga Dewa tersebut merupakan manifestasi dari kemahakuasaan Tuhan Yang Maha Esa. Dewa yang banyak disebut adalah Indra, Agni, Waruna dan Soma. Baruna, adalah Dewa yang juga seorang Asura.
Menurut ajaran agama Hindu, Para Dewa ( misalnya Baruna, Agni, Bayu) mengatur unsur-unsur alam seperti air, api, angin, dan sebagainya. Mereka menyatakan dirinya di bawah derajat Tuhan yang agung. Mereka tidak sama dan tidak sederajat dengan Tuhan Yang Maha Esa , melainkan manifestasi Tuhan (Brahman) itu sendiri.
Dalam kitab-kitab Veda dinyatakan bahwa para Dewa tidak dapat bergerak bebas tanpa kehendak Tuhan. Para Dewa juga tidak dapat menganugerahkan sesuatu tanpa kehendak Tuhan. Para Dewa, sama seperti makhluk hidup yang lainnya, bergantung kepada kehendak Tuhan .
Dalam kitab suci Bhagawad Gita diterangkan bahwa hanya memuja Dewa saja bukanlah perilaku penyembah yang baik, hendaknya penyembah para Dewa tidak melupakan Tuhan yang menganugerahi berkah sesungguhnya. Para Dewa hanyalah perantara Tuhan.
Tuhan Yang Maha Esa melalui perantara Sri Krishna bersabda:
sa tayā śraddhayā yuktas
tasyārādhanam īhate
labhate ca tatah kaman
mayaiva vihitān hi tān
(Bhagavad Gītā, 7.22)
Artinya :
setelah diberi kepercayaan tersebut,
mereka berusaha menyembah Dewa tertentu
dan memperoleh apa yang diinginkannya. Namun sesungguhnya
hanya Aku sendiri yang menganugerahkan berkat-berkat tersebut.
Keterangan diatas yang di ambil dari ensiklopedia bebas , menunjukkan bahwa mereka para pemeluk Hinduisme mengklaim bahwa agama nya adalah agama tauhid , agama yang mengEsakan Tuhan ( monotheisme ) , dan tidak menyekutukanNya dengan apapun dan siapapun . Mereka mengatakan bahwa dewa tersebut adalah sbb :
1. Simbol atau manifestasi dari kemahakuasaan Tuhan Yang Maha Esa .
( Mungkin yang di maksud adalah Nama-Nama dan Sifat-SifatNya ) .
2. Malaikat , makhluk suci, makhluk supernatural dan penghuni surga .
Mereka meyakini bahwa Para Dewa hanyalah perantara Tuhan . Benarkah itu ?
Yang populer , Hinduisme adalah identik dengan penyembahan patung berbagai dewa yang banyak. Terdapat beberapa tingkatan dewa-dewi mulai dari dewa tritunggal tertinggi Brahma, Wisnu, dan Shiwa sampai dengan dewa-dewi Weda yang lebih kecil seperti Indra dan Agni, kemudian turun sampai kepada sekelompok dewa-dewi dusun, makhluk setengah dewa, roh-roh jahat, dan jin.
Hinduisme yang dianut masyarakat merupakan sebuah agama yang politheistik dan pemberhalaan yang ekstrim, seperti yang terbukti dengan adanya jutaan dewa-dewi dan kuil-kuil dan kelompok kultus yang tak terhitung.
Praktek agama melibatkan ziarah, pelarangan makanan, gaya dan sikap khusus, kerasukan dewa-dewi, tempat-tempat suci, pembacaan mantera suci, lambang-lambang lingga, dan susunan gambar geometris.
India penuh dengan pengajar spiritual (guru) dan orang-orang suci yang berkelana (sadhu dan swami). Orang-orang India dibanjiri oleh dongeng dan legenda mengenai kehebatan pelbagai dewa-dewi.
Banyak orang Hindu ( yang disebut Vaishnavites ) memilih menyembah dewa Wisnu dan 10 inkarnasinya. Inkarnasi-inkarnasi itu disebut avatars, atau keturunan Dewa yang turun ke bumi untuk menyelamatkan dunia dari bahaya menakutkan, yaitu seekor ikan, seekor amphibi, seekor babi, seorang manusia-singa, seorang kerdil, Parasurama, Rama, Krishna, Budha, dan Kalkin, yang akan datang. Inkarnasi Wisnu yang ketujuh dan kedelapan, Rama dan Krishna, merupakan inkarnasi yang terpenting dan lebih banyak disembah dibandingkan dengan Wisnu sendiri.
Kelompok Hindu yang lain ( yang disebut Shaivites ) menyembah dewa Shiwa dan isterinya, yang memiliki macam-macam wujud seperti Durga, Kali, Kali, Parvati, Deva, dan lainnya. Kebanyakan dari wujud tersebut, terutama Kali, sangat menakutkan dan haus darah. Di antara para pemuja Kali ada sebuah kelompok kultus yang dikenal dengan nama Shakti, yang menganjurkan praktek yang begitu amoral seperti prostitusi di kuil.
Kemudian antar sesama dewa sering terjadi kesalah fahaman yang menimbulkan konflik yang berkelanjutan dengan adu jotos dan kesaktian . Seperti perselisihan yang terjadi antara dewa Betara Surya dengan Hanoman dan lainnya .
Beberapa Dewa dan Dewi dalam agama Hindu :
- Agni (Dewa api)
- Aswin kembar (Dewa pengobatan, putera Dewa Surya)
- Brahma (Dewa pencipta, Dewa pengetahuan, dan kebijaksanaan)
- Candhra (Dewa bulan)
- Durgha (Dewi pelebur, istri Dewa Siva)
- Ganesha (Dewa pengetahuan, Dewa kebijaksanaan, putera Dewa Siva)
- Indra (Dewa hujan, Dewa perang, raja surga)
- Kuwera / Kubera (Dewa kekayaan)
- Laksmi (Dewi kemakmuran, Dewi kesuburan, istri Dewa Visnu)
- Saraswati (Dewi pengetahuan, istri Dewa Brahmā)
- Shiwa (Dewa pelebur)
- Sri (Dewi pangan)
- Surya (Dewa matahari)
- Waruna (Dewa air, Dewa laut dan samudra)
- Wayu / Bayu (Dewa angin)
- Wisnu (Dewa pemelihara, Dewa air)
- Yama (Dewa maut, Dewa akhirat, hakim yang mengadili roh orang mati) .
===
KONSEP DEWA-DEWI DAN SANTO-SANTA DALAM KRISTEN :
Ralph Woodrow dalam bukunya Babylon Mystery Religion (ringkasan hal. 3)menyatakan bahwa : " Disamping bunda Maria, orang Roma Katolik juga menghormati dan berdoa kepada orang- orang kudus. Mereka menganggapnya martir-martir atau orang gereja yang terkemuka. Alkitab merekam bahwa semua orang Kristen yang sejati adalah orang kudus. Dan orang-orang kudus adalah orang-orang yang hidup. Karena surat-surat Paulus kepada orang-orang Kristen di Efesus, Filipi, Korintus dan Roma , ditujukan kepada orang- orang kudus , yang tentunya mereka adalah orang-yang masih hidup . (lihat: Ef. 1:1, dsb)".
Kemudian Ralph Woodrow berkata : " Dengan demikian kalau kita ingin agar orang kudus mendoakannya, maka haruslah dia seorang yang hidup. Tetapi bila kita berkomunikasi dengan orang yang telah mati, maka ini semua merupakan spiritisme yang terlarang " .
Lalu Ralph Woodrow melanjutkan penjelasannya , yang ringkasnya seperti berikut ini : " Dalam agama palsu-Babilon orang berdoa kepada bermacam-macam ilah; ada kurang lebih 5000 dewa dewi. Seperti halnya orang Katolik, orang Babilonia juga percaya bahwa ilah mereka pernah hidup di dunia ini, dan sekarang berada pada tingkat yang lebih tinggi.
Setelah mengalami proses asimilasi antara sistem dewa dewi dengan agama kristen , Konsep dewa-dewi ini kemudian dipakai dalam agama Roma Katolik yang kemudian mengenal begitu banyak santo-santa.
Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa orang Kristen berdoa kepada santa, bila sebenarnya bisa berhubungan langsung dengan Tuhan ? .
Orang Katolik diajarkan agar berdoa kepada santo-santa supaya mereka mudah memperoleh pertolongan dari Tuhan.
Dalam peleburan antara kekafiran dan Kekristenan, seringkali seorang santo atau santa diberi nama yang sama dengan nama dewa dewi yang ada. Misalnya dari dewi Victoria diubah menjadi Santa Victoire, Cheron menjadi St. Ceranos, Artemis menjadi St. Artemidos, Dionysus menjadi St. Dionysus. Dewi Brighit, putri dewa matahari yang menggendong seorang anak menjadi St. Bridget. Pura dewi Brighit di Kildare didiami oleh perawan-perawan Vestal yang memelihara api suci.
Pura ini kemudian menjadi biara, dan para perawan menjadi biarawati. Mereka juga memelihara api suci, hanya namanya diganti menjadi ‘Api Santa Bridget’. Salah satu peninggalan pura di Roma adalah Pantheon yang dipersembahkan kepada Jove dan semua dewa dewi. Oleh Paus Bonifasius IV tempat ini dikuduskan kembali dan dipersembahkan kepada Perawan Maria dan semua orang kudus.
Sebuah gua di Betlehem yang diperlihatkan sebagai tempat kelahiran Yesus sebenarnya merupakan tempat penyembahan Tammuz. Alkitab tidak pernah menyatakan bahwa Yesus lahir di gua. Juga patung-patung dewa-dewi dipakai kembali untuk para santa santo. Diperkirakan ada kurang lebih 4000 patung ada dalam gereja-gereja Katolik di Eropa. Orang-orang kafir membuat sinar kemuliaan (aureole) disekeliling kepala dari para dewa-dewi. Hal ini juga dilakukan oleh gereja Roma. Juga dalam agama Budha aureole ini dipakai". ( Babylon Mystery Religion karya Ralph Woodrow ( ringkasan hal. 6 )
===
ASAL-USUL LAHIRNYA KONSEP DEWA-DEWI :
Dalam buku Babylon Mystery Religion karya Ralph Woodrow ( ringkasan hal. 3 ) menyebutkan bahwa : Sistem dewa- dewi menyebar dari Babilon ke bangsa-bangsa lain, karena dari Babilonlah manusia tersebar ke seluruh dunia (Kej. 11:9).
Dalam agama palsu-Babilon orang berdoa kepada bermacam-macam ilah; ada kurang lebih 5000 dewa-dewi.
Ralph Woodrow menyatakan pula dalam BABYLON MYSTERY RELIGION hal. 4 bahwa : Dalam Alkitab , agama misterius yang muncul dari Babilon digambarkan sebagai wanita berpakaian merah darah yang dihiasi dengan emas dan batu permata dan mutiara, sambil memegang cawan yang penuh hujatan dan kenajisan akibat perzinahan (Why. 17:1- 6). Dalam Alkitab "wanita" adalah lambang dari gereja.
Asal-asul agama misterius itu ditulis oleh Yohanes dalam kitab Wahyu , dia menyebutkan bahwa : Babilon -sebagai kota- memang sudah hancur dan runtuh, seperti yang telah dinubuatkan para nabi (Yes. 15:19-22; Yer. 51&52). Tetapi meskipun kota Babilon sudah hancur, konsep dan kebiasaan dari agama Babilon tersebar diantara banyak bangsa di dunia. Tentu timbul pertanyaan bagaimana agama Babilon bisa berkembang ke seluruh dunia ?
Setelah masa banjir berakhir, orang mulai pindah dari Timur menuju ke suatu daerah yang disebut Sinear, dimana mereka kemudian tinggal (Kej. 11:2). Di daerah Sinear inilah kota Babilon berdiri, yang kemudian dikenal sebagai Babilonia atau Mesopotamia. Disini mengalir sungai Euphrat dan Tigris, yang membuat tanah ini menjadi subur. Tetapi, ada suatu masalah yang dihadapi penduduk yaitu bahwa di daerah ini terdapat banyak binatang buas yang selalu mengancam kehidupan penduduk setempat (Kel. 23:29-30).
Dalam keadaan yang parah inilah muncullah seorang laki-laki bertubuh besar dan berkuasa. Namanya Nimrod. Ia terkenal sebagai pemburu yang hebat. Alkitab mengatakan antara lain bahwa ia menjadi pemburu yang penuh kuasa (Kej. 10:8-9). Makin lama makin terkenallah dia. Ia menjadi pemimpin ternama dalam memecahkan masalah-masalah dunia. Akhirnya karena ia begitu disanjung, tidak lagi berjuang melawan binatang buas, melainkan mulai berpikir untuk mengorganisasi manusia supaya tinggal dalam kota serta mengelilingi kota ini dengan tembok sebagai pelindung. Dari sinilah lahir sebuah kerajaan. Demikianlah cara berpikir Nimrod. Kerajaan pertama adalah Babel, Erech, Accad dan Caleh, di daerah Sinear (Kej. 10:10). Kerajaan Nimrod adalah yang pertama, yang disebut Alkitab.
Nama Nimrod berasal dari "marad" yang berarti "ia memberontak kepada TUHAN".
Dalam artikel yang berjudul « Raja Namrud dan kaitannya dengan Illuminati » yang di tulis Ahmad Nizam di sebutkan bahwa :
Kerajaan Namrud ini adalah kerajaan pertama yang tumbuh di muka bumi (2275-1943 SM) di Babylon ( Iraq ). Menurut salah satu pendapat, Namrud memegang tampuk kekuasaan pemerintahannya selama 400 tahun. Dia manusia pertama yang memerintahkan agar membuat bangunan-bangunan besar. Dia telah membangum kota Babylon yang amat mahsyur itu, menara Babylon, kota Nineweh dan kota-kota lainnya.
Konsep dewa-dewi ini berawal dari keinginan Namrud ingin menguasai dunia di bawah satu pemerintahannya , itulah yang kini disebut sebagai New World Order.
Berdasarkan kesimpulan dari sejarah, legenda dan mitologi, maka Alexander Hislop menulis secara rinci bagaimana agama Babilonia berkembang menjadi tradisi yang berkaitan dengan Nimrod, Semiramis (isterinya) dan Tamuz (anak Semiramis, yang kemudian dinikahi oleh Semiramis, ibunya sendiri).
Ketika Nimrod mati, tubuhnya dipotong-potong, kemudian dibakar dan disebar ke berbagai daerah. Praktek serupa juga disebutkan dalam Alkitab (Hak. 19:29; 1Sam. 11:7). Kematiannya sangat menyedihkan masyarakat Babilon. Semiramis lalu menegaskan bahwa Nimrod adalah dewa matahari.
Ahmad Nizam mengatakan : Setelah Namrud meninggal dunia, Semiramis ibu yang merangkap sebagai isteri tersebut menyebarkan ajaran bahwa Roh Namrud tetap hidup selamanya, walaupun jasadnya telah mati. Dia membuktikan ajarannya dengan adanya pohon Evergreen yang tumbuh dari sebatang kayu yang mati, yang ditafsirkan oleh Semiramis sebagai bukti kehidupan baru bagi Nimrod yang sudah mati.
Untuk mengenang hari kelahirannya, Namrud selalu hadir di pohon Evergreen ini dan meninggalkan bingkisan yang digantungkan di ranting-ranting pohon itu. 25 Disember itulah hari kelahiran Namrud. Dan inilah asal usul pohon Natal yang dirayakan oleh orang-orang Kristen pada Hari Raya Natal / Krismas.
http://hikmatun.files.wordpress.com/2009/11/tammuz.jpg
Walaupun dikatakan bahawa Semiramis ialah seorang perawan ketika melahirkan Namrud, dia juga kemudiannya melahirkan seorang lagi anak selepas Namrud mati. Anak itu bernama Tammuz dan dia mengatakan anak itu adalah jelmaan semula Namrud. Tammuz diberi gelaran ‘Orion‘ yang bermaksud ‘benih seorang wanita’. Semiramis pada mulanya dikenali sebagai ‘Ibu perawan’, ‘Ibu suci’ dan ‘Dewi dari syurga’. Dan dari sinilah permulaan penyembahan terhadap Semiramis dan anak tuhan.
Ahmad Nizam menyebutkan : Dari catatan-catatan kuno, jumlah kejahatan dan kezaliman Namrud amat banyak, di antaranya , dia mengawini ibu kandungnya sendiri yang bernama Semiramis. Sementara Ralph Woodrow menyebutkan kejahatan Semiramis ibu Namrud bahwa : Tammuz anak Semiramis, kemudian dinikahi oleh Semiramis, ibunya sendiri.
Melalui pengaruh dan pemujaannya kepada Namrud, Semiramis dianggap sebagai ‘Ratu Langit’ oleh rakyat Babylon. Dengan berbagai julukan, akhirnya Namrud dipuja sebagai ‘Anak Suci dari Syurga’. Melalui perjalanan sejarah dan pergantian generasi dari masa ke masa, dari satu bangsa ke bangsa lainnya, penyembahan berhala versi Babylon ini berubah menjadi Messiah Palsu yang berupa dewa Baal, anak dewa Matahari.
Dalam perkembangan selanjutnya tidak hanya anak yang disembah, tetapi juga sang ibu . Tak mengherankan kalau penyembahan ibu- anak ikut tersebar kemana-mana.
Salah satu contoh kekafiran Babilonia yang masih berlanjut hingga sekarang dan yang dinaut oleh gereja Roma adalah penyembahan kepada Maria, yang menggantikan penyembahan dewi ibu ( mother goddess ) dimasa lalu. Banyak monumen Babilon menggambarkan dewi Semiramis menggendong Tammuz.
Penyembahan ibu-anak ini tersebar ke segala penjuru dunia.
Bangsa Cina mengenalnya sebagai dewi ibu Shingmoo atau ibu yang kudus. Ia menggendong anaknya dan sinar kemuliaan mengitari kepalanya.
Bangsa Jerman menyembah perawan Hertha dengan anaknya. Orang Skandinavia mengenalnya sebagai Disa, yang juga menggendong seorang anak.
Orang Etrucsan menyebutnya Nutri dan orang Druids mengenalnya sebagai Virgo-Patitura. Di India dikenal sebagai Indrani, juga menggendong seorang anak.
Di Yunani sebagai Aphrodite atau dewi Venus atau Fortuna dengan anaknya Jupiter.
Juga Isi, dewi agung dari India, dengan anaknya Iswara disembah di berbagai pura.
Di Asia dikenal Cybelle dengan anaknya Deouis.
Ketika bangsa Israel jatuh ke dalam kekafiran, mereka juga menyembah seorang dewi ibu. ( Baca Hakim-hakim 2:13; 10:6; 1Sam 7:3-4; 12:10; 1Raja-Raja 11:5; 2Raja-Raja 23:13 ). Salah satu sebutan yang diberikan kepada dewi ini adalah "ratu surga" (Yer. 44:17-19).
Di Ephesus, ibu agung dikenal sebagai Diana. Pura yang dipersembahkan kepadanya termasuk dalam tujuh keajaiban dunia yang terkenal.
Di Mesir dewi ibu ini dikenal sebagai Isis dengan anaknya Horus.
Penyembahan ibu- anak ini tidak saja dilakukan di Roma, tapi juga di Afrika, Spanyol, Portugal, Perancis, Jerman dan Bulgaria.
Konsep tawassul dengan payudara :
Pada abad 4 terjadi penyelewengan dari gereja yang murni ini, dimana kekafiran dibaurkan denga kekristenan. Maria menggantikan diri sebagai dewi ibu dari bangsa kafir. Penyembahan Maria ini diresmikan pada konsili Ephesus tahun 431.
Mengapa Ephesus ? Di Ephesuslah dewi Diana disembah sebagai dewi dari keperawanan dan keibuan. Ia menjadi lambang kesuburan dan digambarkan sebagai dewi yang memiliki banyak payudara. Mahkota yang dikenakannya berbentuk menara, lambang dari menara Babel.
Maka tidaklah heran jika ada keyakinan dalam kristen bila si pendosa berdoa kepada sang perawan ( bunda Maria ) , maka ia akan memperlihatkan payudaranya kepada anaknya ( tuhan Yesus ) yang pernah mengisapnya dan kemarahan sang anak akan mereda.
Konsep payudara ini tak asing lagi bagi penyembah-penyembah dewi ibu. Diana, lambang kesuburan digambarkan dengan 100 payudara.
Di dalam Alkitab disebutkan bahwa hanya ada satu perantara antara TUHAN dan manusia, yaitu Yesus (1Tim. 2:5). Tapi bagi orang Roma Katholik, Maria juga merupakan perantara sehingga ia disebut Mediatrix atau perantara. Ia juga sering disebut ratu surga (Yer. 7:18-20).
===
MITOLOGY DEWA –DEWI DI YUNANI .
Yunani memiliki kesinambungan sejarah lebih dari 5.000 tahun. Bangsanya, disebut Hellenes . Yunani terletak di Ujung Selatan Semenanjung Balkan. Selain di daratan tersebut wilayahnya juga meliputi pulau di Laut Aegeia. Batas-batas Yunani sekarang ini di utara berbatasan dengan Albania, Macedonia, Bulgaria dan Turki, di timur adalah Laut Aegeia, di selatan adalah Laut Tengah dan di barat adalah Laut Ionia.
Masyarakat Yunani memuja banyak dewa atau Polytheisme . Kebanyakan dewa Yunani digambarkan seperti manusia, dilahirkan namun tak akan tua, kebal terhadap apapun, bisa tak terlihat, dan tiap dewa mempunyai karakteristik tersendiri. Karena itu, para dewa juga memiliki nama-nama gelar untuk tiap karakternya yang mungkin lebih dari satu seperti Demeter. Dewa-dewi ini terkadang membantu manusia dan bahkan memperistri seorang wanita manusia menghasilkan anak yang setengah manusia setengah dewa. Anak-anak inilah yang kemudian dikenal sebagai pahlawan.
Yunani sendiri terbentuk dari beberapa masa:
* Masa Dewa-Dewi Dasar
* Masa Para Titan
* Masa Dewa-Dewi
* Masa Dewa dan manusia hidup bersama
* Masa Para Pahlawan
---
1. Masa Dewa-Dewi Dasar
*Chaos
*Gaia
*Aether
*Uranus
*Eros
*Erebus
*Nyx
*Hemera
*Ophion
*Tartarus
----
2. Masa Para Titan
*Kronos & Rhea
*Oceanus & Tethys
*Hyperion & Theia
*Coeus & Phoebe
*Mnemosyne
*Themis
*Crius
*Iapetus
*Atlas
*Prometheus
*Epimetheus
*Menoetius
----
3. Masa Dewa-Dewi
*Aphrodite
*Apollo
*Ares
*Artemis
*Athena
*Demeter
*Hades
*Hefestus
*Hera
*Hermes
*Hestia
*Poseidon
*Zeus
* Prometheus (Titan)
----
Beberapa dewa lainnya
* Hebe adalah Dewi masa muda.
* Eileithyia adalah Dewi kelahiran.
* Iris adalah pembawa pesan Hera.
* Eris adalah Dewi perselisihan.
* Kharites adalah Dewi keanggunan.
* Nemesis adalah Dewi pembalasan.
* Horae adalah Dewi musim.
* Moerae adalah Dewi takdir.
* Tyche adalah Dewi keberuntungan.
* Nike adalah Dewi kemenangan.
* Asklepius adalah dewa pengobatan.
----
Para Pahlawan
* Herakles atau Hercules
* Theseus
* Achilles
* Aeneas
* Perseus
* Erechtheus
* Oedipus
* Pelops
* Battus
* Amphiaraus
* Akademos
* Homer
* Alexander Agung
* Odysseus
* Locus
====
MITOLOGY PARA DEWA-DEWI DI NEGARA BENIN , BENUA AFRIKA :
Pantai Benin pertama kali di temukan pada tahun 1470 an, tetapi baru pada tahun 1486 Joao Affoso D,Aveiro seorang utusan Portugis memasuki pedalamannya. D'Aveiro mencoba membangun ikatan diplomatik serta perdagangan dengannya .
Oba Benin adalah seorang raja mutlak di Benin yang dapat memerintahkan apapun yang di kehendaknya . Namun urusan pemerintahannya di serahkan kepada para penasihatnya , karena Oba waktunya habis untuk mengadakan upacara dan persembahan kurban yang tak terhitung banyakya, serta mengurus haremnya yang jumlahnya 100 orang lebih.
Dalam masalah kerohanian, Obalah yang paling tertinggi. Ia tidak hanya wakil semua dewa Benin, melainkan juga ia adalah pengejawantahan dewa . Dan tiap orang yang tidak mempercayainya akan di hukum mati sebagai ahli bid'ah.
Konsep dewa raja dimana raja selain sebagai kepala pemerintahan juga sebagai pemimpin agama, dimana raja mengidentifikasikan dirinya sebagai the holly man
( manusia suci ) , sebetulnya itu adalah bentuk atau cara raja untuk melegitimasi setiap kebijakannya dengan alasan titah raja adalah titah Tuhan , sehingga siapa yang menolak atau melanggar titah tersebut maka dianggap berdosa dan pantas untuk di hukum. Selain itu konsep ini juga sebagai cara untuk mengkekalkan kekuasaan raja sebagai penguasa di mana rakyat akan takut untuk melakukan pemberontakan atau makar karena takut untuk di hukum.
Oleh karena itu tidak lah heran jika masyarakat Benin sangat mempercayai akan adanya para dewa .
Dan mereka percaya pula bahwa Dewa yang tertinggi adalah yang menciptakan dunia . Tetapi mereka menganggap bahwa pemujaan terhadap dewa tertinggi itu sia-sia karena ia sudah sangat baik. Maka mereka memuja sejumlah dewa yang lebih rendah tinggkatannya, yang mereka anggap sebagai perantara kepada dewa tertinggi.
Kurban manusia tidak di persembahkan kepada dewa melainkan kepada setan yang dianggap sebagai biang keladi segala bencana. Jarang ada korban yang melawan bahkan ada kurban yang membantu hukuman dan anehnya ada beberapa orang yang suka rela mau di jadikan korban. Inilah gambaran betapa kuatnya mereka memegang kepercayaan.
Salah satu penguasa kerajaan Benin yang paling berhasil adalah Ewuare yang menjadi raja dari tahun 1440 sampai 1473. Sejarah Iisan mengisahkan bahwa ia adalah seorang tukang sihir yang hebat, seorang dokter dan seorang prajurit dan seorang pemberani dan bijaksana. Munurut cerita ia telah menguasai 201 kota dan desa .
Kesimpulan :
Konsep dewa-dewi , orang suci , orang saleh setelah mati akan menjadi orang suci , dengan anggapan kematiannya itu merupakan proses penyempurnaan kedudukannya , itu semua adalah faham dan akidah agama-agama kafir .
****
SARANA KE 4 :
TAWASSUL DENGAN JIN , KHODAM DAN PENGUASA GHAIB :
Jin dan Syeitan selain qorin ( syeitan yang selalu menyertai masing-masing manusia ) itu ada di mana-mana termasuk di dalam rumah kita .
Sikap kita kepada para Jin .
Dalam Hadits Abu Said al-Khudry radhiyallahu 'anhu Rosulullah ﷺ besabda :
«إِنَّ لِهٰذِهِ الْبُيُوتِ عَوَامِرَ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ مِنْهَا شَيْئًا فَحَرِّجُوا عَلَيْهَا ثَلَاثًا، فَإِنْ ذَهَبَ، وَإِلَّا فَاقْتُلُوهُ، فَإِنَّهُ كَافِرٌ».
" Sesungguhnya di setiap rumah-rumah ini ada 'awamir ( jin penunggu rumah ) nya. Jika kamu mendapati sesuatu di dalamnnya ( ular ), maka berilah ia tangguh tiga hari hingga ia pergi. Jika tidak, maka bunulah ia, karena ia adalah jin kafir ( syetan ) ." (HR. Muslim , Imam Malik dan Abu Daud ).
Dalam riwayat lain beliau ﷺ bersabda :
«إِنَّ بِالْمَدِينَةِ جِنًّا قَدْ أَسْلَمُوا، فَإِذَا رَأَيْتُمْ مِنْهُمْ شَيْئًا فَآذِنُوهُ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ، فَإِنْ بَدَا لَكُمْ بَعْدَ ذٰلِكَ فَاقْتُلُوهُ، فَإِنَّمَا هُوَ شَيْطَانٌ».
" Sesungguhnya di Madinah itu terdapat para Jin yang telah masuk Islam , maka jika kalian melihat sesuatu dari kalangan mereka ( seperti ia menjelma jadi ular atau sejenisnya ), maka berilah ia izin tiga hari , maka jika setelah itu masih nampak pada kalian , bunuhlah , karena sesungguhnya ia adalah Syeitan ". ( HR. Muslim , Imam Malik , Abu Daud dan Turmudzi ).
Dalam hadits dlaif riwayat Abu Daud , Nabi ﷺ bersabda :
«إِنَّ الْهَوَامَّ مِنَ الْجِنِّ فَمَنْ رَأَى فِى بَيْتِهِ شَيْئًا فَلْيُحَرِّجْ عَلَيْهِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ فَإِنْ عَادَ فَلْيَقْتُلْهُ فَإِنَّهُ شَيْطَانٌ».
Hawamm ( binatang-binatang yang berbisa seperti ular ) itu dari jin , barang siapa yang melihat sesuatu dari jenis tersebut di dalam rumahnya , maka berilah ia tangguh tiga kali , jika ia kembali maka bunuhlah , karena sesungguhnya ia adalah syeitan ".
( HR. Abu Daud no. 5258 ) Hadits ini di dlaifkan Syeikh Albany .
Memanfaatkan Jin dalam bentuk apapun tidak di perbolehkan , termasuk mempertontonkannya meskipun dengan tujuan agar manusia bisa mengambil pelajaran serta meningkatkan ketakwaannya kepada Allah SWT . Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda :
« إِنَّ عِفْرِيتًا مِنَ الْجِنِّ تَفَلَّتَ عَلَىَّ الْبَارِحَةَ لِيَقْطَعَ عَلَىَّ الصَّلاَةَ ، فَأَمْكَنَنِى اللَّهُ مِنْهُ فَذَعَتُّهُ ، وَأَرَدْتُ أَنَّ أَرْبِطَهُ إِلَى جَنْبِ سَارِيَةٍ مِنْ سَوَارِى الْمَسْجِدِ حَتَّى تُصْبِحُوا ، فَتَنْظُرُوا إِلَيْهِ كُلُّكُمْ أَجْمَعُونَ قَالَ فَذَكَرْتُ دَعْوَةَ أَخِى سُلَيْمَانَ : ﴿رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَهَبْ لِى مُلْكًا لاَ يَنْبَغِى لأَحَدٍ مِنْ بَعْدِى﴾ [ ص : 35 ]. قَالَ : فَرَدَّهُ خَاسِئًا ».
" Sesungguh Ifrit dari bangsa jin kemarin malam melompat di depanku untuk memutuskan ( kekhusyu'an ) shalatku , maka dengan izin Allah aku sempat mendorongnya dengan keras , dan aku ingin mengikatnya di sisi tiang dari tiang-tiang masjid hingga kalian bangun subuh , dan kalian semua bisa memandanginya " . Lalu beliau berkata : " ( Akan tetapi ) aku teringat doa saudaraku nabi Sulaiman : ' Ya Rabb-ku , ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku " [ QS. Shaad : 35 ] . Maka beliau mengembalikannya dalam keadaan terusir ". ( HR. Bukhori no. 461 dan Muslim no. 541 ).
Minta bantuan dan perlindungan kepada jin dan syeitan :
Tidak di ragukan lagi bahwa minta perlindungan dan pertolongan kepada Jin maupun syeitan merupakan hakikat dari bentuk penyembahan terhadap selain Allah subhanahu wa ta'ala . Namun yang dimaksud dengan jin dan syeitan dalam pembahasan di sini adalah dalam arti yang lebih khusus , yaitu penyembahan langsung kepada makhluk ghaib tanpa melibatkan benda-benda tertentu yang dianggap kramat atau menyebutkan nama makhluk selainnya , seperti wali dsb :
Allah SWT telah menceritaknnya dalam Al-Quran :
﴿أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ أُوتُوا نَصِيبًا مِنَ الْكِتَابِ يُؤْمِنُونَ بِالْجِبْتِ وَالطَّاغُوتِ وَيَقُولُونَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا هَؤُلَاءِ أَهْدَى مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا سَبِيلًا . أُولَئِكَ الَّذِينَ لَعَنَهُمُ اللَّهُ وَمَنْ يَلْعَنِ اللَّهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ نَصِيرًا ﴾
" Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang diberi bahagian dari Al Kitab? Mereka percaya kepada jibt dan thaghut, dan mengatakan kepada orang-orang kafir (musyrik Mekah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya dari orang-orang yang beriman. Mereka itulah orang yang dikutuki Allah. Barang siapa yang dikutuki Allah, niscaya kamu sekali-kali tidak akan memperoleh penolong baginya. ( QS. An-Nisaa : 51-52 ).
Umar bin Khoththob telah menfsiri kalimat « Jibt » dengan sihir , dan kalimat
« Thoghut » dengan Syeitan . Demikian pula penafsiran Ibnu Abbas , Abul 'Aliyah , Mujahid , Atho , 'Ikrimah , Said bin Jubair , Sya'by , Hasan Bashry , Dhohak dan Suday.
Manusia hanya diperbolehkan memohon perlindungan dan pertolongan kepada Allah SWT saja .
Allah SWT berfirman dalam beberapa ayat seperti berikut ini :
﴿وَإِمَّا يَنزغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نزغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ﴾.
" Dan apabila syeitan mengganggumu dengan suatu gangguan , maka mohonlah perlindungan kepada Allah , Sesungguhnya Dialah yang maha mendengar lagi maha mengetahi ". ( QS. Fushshilat : 36 ).
﴿وَقُلْ رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ . وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونِ﴾
" Dan katakanlah : Ya Rabb ku ( Tuhanku ) , aku berlindung kepada Mu dari bisikan-bisikan syeitan . Dan aku berlindung ( pula ) kepada Mu ya Rabbku ( Tuhanku ) dari kedatangan mereka pada ku ". ( QS. Al-Mu'minuun : 97-98 ).
﴿قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ . مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ﴾
" Katakanlah : aku berlindung kepada Rabb ( Tuhan ) yang menguasai subuh , dari kejahatan makhluknya ". ( QS. Al-Falaq : 1-2 ).
﴿قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ . مَلِكِ النَّاسِ . إِلَهِ النَّاسِ . مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ . الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ . مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ﴾.
Katakan : aku berlindung kepada Rabb ( Tuhan yang memelihara dan menguasai ) manusia , Raja manusia , Sesembahan Manusia , dari kejahatan ( bisikan ) syeitan yang biasa besembunyi , yang membisikan kejahatan ke dalam dada manusia , dari golongan jin dan manusia . ( QS. An-Naas : 1-6 ).
Jin yang beragama Islam menolak untuk dijadikan perantara dan pelindung :
Dalam Al-Qura'n Allah SWT menceritakan tentang penolakan para jin setelah masuk Islam untuk dijadikan wasiilah :
﴿قُلِ ادْعُوا الَّذِينَ زَعَمْتُمْ مِنْ دُونِهِ فَلا يَمْلِكُونَ كَشْفَ الضُّرِّ عَنْكُمْ وَلا تَحْوِيلا . أُولَئِكَ الَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَى رَبِّهِمُ الْوَسِيلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُ إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحْذُورًا﴾
Artinya : Katakanlah: "Panggillah mereka ( orang-orang atau sesembahan ) yang kamu anggap ( tuhan ) selain Allah, maka mereka tidak akan mempunyai kekuasaan untuk menghilangkan bahaya dari padamu dan tidak pula memindahkannya".
Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari Wasiilah ( jalan ) kepada Tuhan mereka , siapa di antara mereka yang lebih dekat ( kepada Allah ) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya; sesungguhnya azab Tuhanmu adalah suatu yang ( harus ) ditakuti. ( QS . Al-Israa : 56-57 ).
Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam kitabnya Fathul Bari 8/320-321 berkata : " Maksud ayat tersebut adalah orang-orang yang dulunya telah menyembah para jin , mereka masih terus menerus menyembahnya , padahal jin-jin itu sudah tidak mau dan tidak ridlo jika dirinya di sembah karena mereka sudah masuk Islam , bahkan mereka sendiri ( jin-jin tadi ) sama juga sedang mencari Wasiilah ( cara untuk dapat mendekatkan diri ) kepada Rabb ( tuhan ) mereka ". Kemudian Ibnu Hajar berkata : " Dan inilah yang mu'tamad ( di jadikan pegangan ) dalam menafsiri ayat tersebut ".
Tawassul dengan Penguasa lembah , gunung dan tanah bertuah .
Kaum musyrikin arab jahilyah punya kebiasaan dan tradisi menjalin hubungan dengan Jin dan Syeitan serta minta perlindungan kepadanya , diantaranya dengan jin dan syeitan yang dianggap sebagai penguasa lembah dan tempat-tempat tertentu yang di anggap angker . Yang demikian itu seperti yang di nyatakan dalam ayat berikut ini :
﴿وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ الإنْسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا﴾
Artinya : " Dan bahwasanya telah ada para laki-laki dari kalangan manusia meminta perlindungan kepada para laki-laki dari kalangan jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan ". ( QS. Al-Jinn : 6 ) .
Ibnu Katsir telah menafsiri ayat tersebut dengan mengatakan :
Yakni ( para lelaki dari kalangan Jin itu dengan bangga berkata ) : " Kami lihat bahwa kami ternyata lebih unggul ( mulia ) dari pada manusia , buktinya mereka minta perlindungan pada kami ".
Kemudian Ibnu Katsir melanjutkan perkataannya :
" Sudah menjadi tradisi masyarakat arab jahiliyah mereka jika hendak memasuki sebuah lembah atau tempat yang angker di gurun sahara dan lainnya , mereka terlebih dahulu meminta perlindungan kepada embah atau penguasa tempat itu dari kalangan Jin ( makhluk halus ) agar tidak tertimpa suatu keburukan atau sesuatu yang tidak di inginkan , seolah-olah manusia tersebut memasuki negeri musuh-musuhnya dan dia segera ambil posisi disamping pembesarnya , penanggung jawabnya dan pemilik suaka. Maka Jin-jin itu ketika melihat manusia berlindung kepadanya dari rasa takut darinya, mereka bukannya berusaha mengurangi rasa ketakutannya , malah sebaliknya semakin berusaha menambahi rasa ketakutan, kengerian dan kepanikan hingga seperti orang gila, bahkan terus melakukan upaya agar manusia itu terus menerus dihantui rasa takut yang lebih dasyat, dengan demikian semakin kuatlah keinginannya untuk selalu minta perlindungan kepada jin-jin tadi .
Dan yang paling merugikan dirinya adalah seperti yang di katakan Qotadah yaitu: semakin bertambahnya dosa-dosa mereka dan jin-jin itu akan semakin berani kepada orang-orang tadi ". ( Lihat Tafsir Ibnu Katsir 8/239 ).
Keyakinan lain yang terdapat pada kaum musyrikin arab jahiliyah yaitu keyakinan adanya pertalian nasab antara Allah SWT dengan jin-jin penguasa yang mereka mintai perlindungan ( Maha Suci Allah dari tuduhan tersebut ). Hal tersebut di ungkapkan dalam firman-Nya :
﴿وَجَعَلُوا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجِنَّةِ نَسَبًا وَلَقَدْ عَلِمَتِ الْجِنَّةُ إِنَّهُمْ لَمُحْضَرُونَ. سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يَصِفُونَ﴾
Artinya : " Dan mereka adakan (hubungan) nasab antara Allah dan antara jin. Dan sesungguhnya jin mengetahui bahwa mereka benar-benar akan diseret (ke neraka), Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan". (QS. Ash-Shoffat : 158-159).
===
SARANA TAWASSUL KE 5 :
TAWASSUL DENGAN PENGUASA LAUT DAN PANTAI :
ISTILAH LAIN-NYA :
A. SEDEKAH
LAUT
B. RUATAN
LAUT
C. NGALAP
BERKAH PENGUASA LAUT .
Hakikat penguasa laut dan pantai yang kultuskan
oleh para pemujanya adalah Iblis laknatullah . Rosulullah ﷺ pernah
menceritakan tentang singgasana kerajaan Iblis . Dalam hadits Jabir
radhiyallahu 'anhu , bahwa Rosulullah ﷺ bersabda :
«إِنَّ
إِبْلِيسَ يَضَعُ عَرْشَهُ عَلَى الْمَاءِ، ثُمَّ يَبْعَثُ سَرَايَاهُ،
فَأَدْنَاهُمْ مِنْهُ مَنْزِلَةً أَعْظَمُهُمْ فِتْنَةً يَجِيءُ أَحَدُهُمْ،
فَيَقُولُ: فَعَلْتُ كَذَا وَكَذَا، فَيَقُولُ مَا صَنَعْتَ شَيْئًا. قَالَ:
وَيَجِيءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُولُ: مَا تَرَكْتُهُ حَتَّى فَرَّقْتُ بَيْنَهُ
وَبَيْنَ أَهْلِهِ. قَالَ: فَيُدْنِيهِ مِنْهُ. أَوْ قَالَ: فَيَلْتَزِمُهُ ،
وَيَقُولُ: نِعْمَ أَنْتَ».
قَالَ أَبُو مُعَاوِيَةَ
مَرَّةً : «فَيُدْنِيهِ مِنْه» .
Dari Jabir berkata bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda
: " Sesungguhnya iblis meletakkan singgasananya di atas air
kemudian menyebarkan bala tentaranya dan yang paling dekat kedudukannya adalah
yang paling besar fitnahnya. Salah satunya datang lalu berkata : ' saya telah
melakukan ini dan ini ' , lalu iblis mengatakan : ' kamu tidak berbuat apa-apa'
. Kemudian datang yang lain dan mengatakan : ' tidaklah aku meninggalkan
manusia sehingga dia berselisih dengan keluarganya' . Maka iblis mendekatkan
dia di sisinya , atau menjadikannya sebagai pendampingnya , dan dia
mengatakan : 'kamu adalah sebaik-baik teman' ". ( HR.Muslim no.
2813 ).
Dalam riwayat lain dari Jabir radhiyallahu 'anhu ia
berkata : aku mendengar Nabi ﷺ bersabda :
« إِنَّ عَرْشَ
إِبْلِيْسَ عَلَى الْبَحْرِ. فَيَبْعَثُ سَرَايَاهُ فَيُفتِنُوْنَ النَّاسَ.
فَأَعْظَمُهُمْ عِنْدَهُ أَعْظَمُهُمْ فِتْنَةً ».
“Sesungguhnya singgasana iblis berada dilautan dan
dikirimnya pasukannya, lalu mereka menimbulkan fitnah (kekacauan) antara sesama
manusia. Maka orang yang paling mulia dari pasukan itu dalam pandangan iblis
adalah yang paling besar kemampuannya dalam menimbulkan kekacauan. ( HR. Muslim no. 2812 dan Ibnu Hibban no. 6187 )
Imam Ahmad berkata bahwa telah bercerita kepadaku
Yunus dari Hammad bin Salamah dari Ali dari Abu Nadlrah dari Abu Said
bahwasanya Rasulullah ﷺ berkata kepada Ibnu Shayyad :
«مَا تَرَى ؟»
قَالَ : أَرَى عَرْشًا عَلَى الْمَاءِ ، أَوْ قَالَ : عَلَى الْبَحْرِ حَوْلَهُ
حَيَّاتٌ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ : «ذَاكَ عَرْشُ إِبْلِيس».
“Apa yang kamu lihat ? Dia menjawab : saya
melihat singgasana di atas air , atau dia menjawab : di atas laut yang
dikelilingi oleh ular-ular. Maka Rasulullah bersabda : itu adalah singgasana
iblis.” ( HR.Ahmad 23/356 no. 15165 )
Dalam riwayat Imam Muslim dari Abu Nadhrah dari Abu
Said al-Khudry , dia berkata :
إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ لَقِيَ
ابْنَ صَيَّادٍ وَمَعَهُ أَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ فِي بَعْضِ طُرُقِ الْمَدِينَةِ، فَقَالَ
لَهُ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «أَتَشْهَدُ أَنِّي رَسُولُ اللَّهِ؟»
فَقَالَ هُوَ: «أَتَشْهَدُ أَنِّي
رَسُولُ اللَّهِ؟»
فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «آمَنْتُ
بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ، مَا تَرَى؟»
قَالَ: «أَرَى عَرْشًا عَلَى الْمَاءِ».
فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «تَرَى
عَرْشَ إِبْلِيسَ عَلَى الْبَحْرِ، وَمَا تَرَى؟»
قَالَ: «أَرَى صَادِقَيْنِ وَكَاذِبًا،
أَوْ كَاذِبَيْنِ وَصَادِقًا».
فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «لُبِّسَ
عَلَيْهِ، دَعُوهُ».
Sesungguhnya Rosulullah ﷺ bertemu
Ibnu Shayyad di sebagian jalan-jalan yang ada di Madinah , dan saat itu beliau ﷺ bersama
Abu Bakar dan Umar , maka beliau ﷺ bertanya kepada nya : " Apakah kamu
bersaksi bahwa sesungguhnya aku adalah utusan Allah ? " Ibnu
Shayyad menjawab : Apakah kamu juga besaksi sesungguhnya aku adalah utusan
Allah ? Beliau ﷺ menjawab : " Aku beriman kepada Allah , para malaikatnya dan
kitab-kitabnya , apa yang kamu lihat ?", dia menjawab : Aku
melihat singgasana di atas air . Rosulullah ﷺ bersabda : " Kamu telah melihat
singgasana Iblis di atas laut , apa lagi yang kamu lihat ? ", dia
menjawab : aku melihat dua orang jujur dan seorang pendusta atau dua pendusta
dan seorang yang jujur . Maka Rosulullah ﷺ berkata : " Dia ini kacau balau , maka
kalian tinggalkanlah dia ! ". ( HR. Muslim ) .
Semenjak dahulu di seluruh belahan dunia , para
nelayan dan para penduduk pantai pada umumnya , terutama para penganut faham
animisme ( penyembah roh-roh) menyakini bahwa ada penguasa gaib di laut, yang
kepadanya mesti diberi persembahan agar mereka terhindar dari murkanya, dan
sebaliknya mendapat limpahan berkah. Upaya menghindari kemurkaan penguasa samudera
yang berwujud terhindar dari gulungan ombak besar, terjangan angin badai,
pemangsaan binatang laut, dan sebagainya adalah hal yang penting menurut
keyakinan mereka .
Dasar pemujaan mereka adalah ketakutan akan
kekuatan Penguasa Laut yang konon Maha dahsyat.
Dalam kaitan itu, mereka beranggapan bahwa
kedahsyatan dan keganasan samudera tak selalu mampu ditaklukkan dengan kekuatan
lahiriyah , sehingga perlu ditempuh upaya lain, yakni dengan cara “menjinakkan”
penguasa gaib-nya. Sebagai nelayan, berkah yang berupa melimpahnya ikan
tangkapan di laut tentu amat diharapkannya. Mereka merasa tak cukup hanya
dengan mengandalkan perangkat canggih penangkap ikan, namun perlu pula
menyenangkan hati Si Penguasa Laut atau Pemberi Berkah dengan puja, sesaji
ataupun dengan persembahan korban, yang semuanya ini merupakan "
suap (briber) " terhadapnya. Bukan sekedar suap akan
tetapi juga sebagai ujud nyata pengabdian, penghambaan diri , permohonan
berkah serta perlindungan kepada si penguasa laut Iblis terkutuk tersebut .
Mereka berkilah : bahwa di balik ritus bahari
tersebut tersirat adanya pernyataan syukur, ekspresi rasa terima kasih atas
anugerah yang telah diberikan. Ketika para nelayan mengekspresikan rasa
syukurnya dengan melempar kepala kerbau sembelihan atau melarung sebagian ikan
tangkapannya ke laut, maka sesungguhnya mereka juga sedang berharap agar Sang
Penguasa memberi anugerah yang lebih besar di kemudian hari. Pada ritus Tutup
Layang yang terjadi di Brondong, Lamongan misalnya, salah satu kelengkapan
sesajian yang penting adalah ikan yang telah dimasak, dan tumpeng yang
dilengkapi dengan hiasan berbentuk ikan-ikanan.
Maknanya adalah : mendermakan sebagian dari
rizki kepada Sang Penguasa Alam.
Ritus kebaharian atau ruatan laut , sesungguhnya
sudah ada sebelum hadirnya agama-agama besar , terutama agama Islam . Artinya
ia telah menjadi ritus sedari dulu , dan tradisi tersebut masih berlangsung
hingga kini. Namun di kemudian hari ada upaya kalangan agama-agama tertentu
untuk mengintervensi pada tradisi ini. Misalnya dengan cara menyisipakan doa
menurut agama tertentu, atau menyesuaikan waktu pelaksanaannya dengan hari-hari
besar agama tertentu , agar nampak bahwa ritual tersebut di syariatkan oleh
agama masing-masing.
Saya katakan:
Apapun alasan yang mereka buat untuk melegalisasikan hukum syar'i acara ritual
tersebut, namun tetap saja apa yang mereka lakukan adalah ritual agama berhala.
****
BERBAGAI MACAM METOLOGI PENGUASA LAUT DAN ACARA
RITUALNYA:
---
PENGUASA SUNGAI NIL Dalam Metology Mesir Kuno :
Dalam metology Mesir kuno di sebutkan bahwa
masyarakat Mesir meyakini akan adanya penguasa sungai Nil , yaitu dewa Osiris
dan dewi Isis .
Osiris dalam bahasa Yunani Usiris yang berarti dewa
di alam baka. Osiris tidak hanya menghakimi orang-orang yg sudah mati di alam
baka, tetapi dia juga membuat subur tumbuh-tumbuhan dan menyebabkan
sungai Nil banjir.
Osiris anak Dewa Geb dari bumi dan Dewi Nut dari
langit. Ia mempunyai saudara kembar laki-laki bernama Seth, dan adik perempuan
kembar juga bernama Isis dan Nephthys. Setelah ayahnya pensiun dan tinggal di
langit, Osiris meneruskan mengelola Mesir di muka bumi, dan mengawini adik
perempuannya, Isis, sebagai permaisuri , dan Horus merupakan peranakannya.
Osiris terkenal sebagai firaun yang getol mengajari rakyat Mesir, bagaimana
menanam gandum dan anggur (tanaman) untuk menghasilkan roti dan anggur
(minuman). Di bawah pengelolaannya, Mesir kuno menjadi negeri yang subur
makmur, tata-tenteram, karta-raharja.
Tapi ia juga dimitoskan dibunuh oleh saudara
kembarnya, Seth, yang iri melihat keberhasilannya sebagai firaun. Jenazahnya
disemayamkan dalam piramida, dan ditiupi napas kehidupan oleh Isis . Setelah
merasa segar sejuk , Osiris hidup kembali, dan bisa pulang ke langit, tempat
ayahnya menikmati masa pensiun sebagai dewa. Ia menetap di bintang Alnitak.
Isis adalah dewi di mesir kuno keyakinan agama,
ibadah yang tersebar di seluruh dunia Yunani-Romawi. Dia dipuja
sebagai ibu dan istri yang ideal serta pelindung alam dan sihir. Isis adalah
Dewi keibuan, sihir dan kesuburan.
Di kemudian mitos, Kuno Mesir percaya bahwa
Sungai Nil banjir setiap tahun karena kesedihan air matanya untuk
kematian suaminya , Osiris . Ini terjadinya kematian dan kelahiran
kembali adalah mengenang kembali setiap tahun melalui ritual-ritual.
Penyembahan Isis akhirnya menyebar ke seluruh dunia Yunani-Romawi, berlanjut
hingga penindasan paganisme di era Kristen .
Kisah Ruatan Sungai Nil di Mesir pada masa kholifah
Umar bin Khoththob radhiyallahu ‘anhu.
Ibnu Lahi'ah berkata : dari Qois bin Hajjaj dari
orang yang bercerita padanya , dia berkata :
" Setelah Mesir di taklukkan ( pada masa
Khilafah Umar radhiyallahu 'anhu ) , datanglah masyarakatnya menghadap 'Amr bin
'Ash – saat itu dia sebagai amirnya – ketika memasuki bulan Bauunah salah satu
nama-nama bulan 'Ajam ( non arab ) , lantas mereka berkata :
Wahai Amir , sesungguhnya sungai Nil kami punya
tradisi ( sunnah ) yang tidak akan mengalir airnya , kecuali jika kami
melaksankan tradisi itu .
Beliau 'Amr bin 'Ash bertanya : " Tradisi
apakah itu ? ".
Mereka menjawab : Yaitu setiap tanggal
dua belas malam dari bulan ini lewat , kami mengambil seoarang gadis yang masih
perawan yang berada bersama kedua orang tuanya , maka kami membujuk kedua orang
tua gadis tersebut agar merelakannya , kemudian kami dandani dengan perhiasan
dan pakaian yang terbaik , setelah itu kami melemparkannya ke sungai Nil ini .
Maka Amr bin 'Ash berkata kepada mereka : “ Yang
demikian itu tidak ada dalam Islam , dan sesungguhnya Islam itu menghilangkan
sesuatu yang telah ada sebelumnya".
Setelah mereka menunggu selama bulan Bauunah
ternyata sungai Nil ini tetap tidak mengalir , kemudian akhirnya mereka berniat
hendak melaksanakan tradisi tersebut , maka 'Amr buru-buru menulis surat kepada
Umar bin Khoththob tentang hal tersebut , maka Umar pun menulis surat balasan
yang bunyinya :
" Sesungguhnya apa yang telah kamu lakukan
adalah benar , dan sungguh aku telah mengirimkan kepada mu selembar kartu di
dalam suratku ini , maka lemparkanlah kartu itu ke sungai Nil ".
Setelah kitab itu nyampai , 'Amr pun mengambil
kartu tersebut dan membukannya , ternyata di dalamnya terdapat tulisan yang
kata-katanya :
" Dari hamba Allah , Umar , Amirul Mu'minin
kepada sungai Nil penduduk Mesir. Amma Ba'du ( adapun setelah itu ) : …. Maka
sesungguhnya kamu , jika kamulah yang mengalirkan air itu dari diri kamu maka
kamu tidak akan bisa mengalirkannya . Dan jika Allah yang Maha Tunggal dan Maha
Perkasa yang mengalirkan kamu , maka kami akan memohon kepada Allah agar
mengalirkan kamu".
Maka Amr' pun melemparkan kartu tadi ke sungai Niil
, dan pada hari Sabtu di pagi harinya mereka menemukan sungai Niil dengan izin
Allah telah mengalir dengan ketinggian enam belas hasta dalam satu malam . Dan
Allah Ta'ala telah menghilangkan tradisi tersebut dari masyarakat Mesir hingga
hari ini " .
( Kisah ini di riwayatkan oleh Abul Qosim
Al-Lalakai Ath-Thobary dalam kitabnya As-Sunnah . Di dalam sanadnya ada
kelemahan . Ibnu Katsir dalam Tafsirnya 3/464 berkata : Di sanadnya terdapat
Ibnu Lahi'ah , dan dia itu kodisinya di perdebatkan ". Al-Hafidz Ibnu
Hajar dalam kitabnya At-Taqrib berkata : Dia Shoduq dari thobaqot ke tujuh ,
dia hafalannya suka keliru setelah terbakar kitab-kitabnya ).
----
PENGUASA LAUT Dalam mitologi Yunani :
Poseidon dikenal sebagai dewa
penguasa laut, sungai, dan danau. Poseidon memiliki senjata berupa trisula
yang bisa menyebabkan banjir dan gempa bumi. Poseidon merupakan pelindung bagi
banyak kota di Yunani, meskipun dia gagal mendapatkan Kota Athena. Binatang
kesukaannya adalah kuda dan banteng. Pohon pinus dikeramatkan baginya.
Orang Yunani kuno percaya jika Poseidon adalah dewa
yang menciptakan pulau-pulau baru dan membuat laut menjadi tenang. Tetapi jika
Poseidon sedang marah maka dia akan membenturkan trisulanya dan menyebabkan
banjir, gempa bumi dan kehancuran kapal laut. Para pelaut berdoa pada Poseidon
agar perjalanannya aman, terkadang dengan menenggelamkan kuda sebagai
persembahan.
Tempat pemujaannya ada di seluruh Yunani dan Italia
selatan tetapi Poseidon paling dipuja di Peloponnesia ( yang kemudian disebut
oiketerion Poseidonos ) serta di kota-kota di pesisir Ionia. Yang
dipersembahkan untuknya biasanya adalah banteng, namun babi hutan
dan domba juga sering dikorbankan untuknya. Lomba balap kuda di Korinth dan
Festival Panionia di Micale diselenggarakan untuk memujanya.
Poseidon adalah anak dari Kronus dan Rhea. Istri
Poseidon adalah Amfitrit, seorang nimfa dan dewi laut kuno, anak Nereus dan
Doris. Sebelum mereka menikah, Amfitrit, yang telah mengetahui reputasi buruk Poseidon
mengenai wanita, bersembunyi di Samudera Atlantik. Poseidon mengirim berbagai
makhluk laut untuk mencari Amfitrit tetapi mereka gagal. Poseidon lalu menyuruh
lumba-lumba yang pada akhirnya berhasil menemukan Amfitrit dan membujuknya
untuk menikah dengan Poseidon. Karena keberhasilannya, Poseidon mengangkat
lumba-lumba menjadi konstelasi.
Kejahatan sexsual Poseidon dewa laut Yunani :
Ada seorang wanita bernama Tiro dinikahkan dengan
Kretheus ( mereka mempunyai seorang anak, Aeson ) tetapi Tiro mencintai
Enipeus, seorang dewa laut. Dia mengejar-ngejar Enipeus, yang menolaknya. Suatu
hari, Poseidon bernafsu terhadap Tiro dan mengubah wujudnya menjadi Enipeus.
Dari hubungan mereka lahirlah pahlawan kembar Pelias dan Neleus.
Poseidon juga punya hubungan gelap dengan cucunya
sendiri, Alope yang kemudian melahirkan pahlawan Hippothoon. Kekryon (ayah
Alope) mengubur Alope hidup-hidup namun Poseidon mengubahnya menjadi mata air,
dekat Eleusis.
Poseidon pernah menyelamatkan Amimon dari seorang
satir dan kemudian menzinahinya sampai Animon melahirkan seorang anak,
Nauplius.
Poseidon juga pernah memperkosa seorang wanita
bernama Kaeneus. Setelah melakukannya, Poseidon mengabulkan
keinginan Kaeneus dengan mengubahnya menjadi prajurit pria.
===
MITOLOGY PENGUASA LAUT DI NUASANTARA DAN RITUALNYA
:
---
Dewa
Laut di Bagansiapi-api, Kabupaten Rokan Hilir, Riau :
Jauh sebelum pemerintah Inggris membangun pelabuhan
laut terbesar di Singapura, orang sudah mengenal Pelabuhan Bagansia-piapi
sebagai pusat perdagangan di Nusantara. Pelabuhan tertua ini juga sudah dikenal
saudagar-saudagar dari mancanegara.
Meski kondisinya sekarang tidak sebesar dahulu,
Pelabuhan Bagansiapiapi, khususnya bagi penduduk etnik Tionghoa yang tinggal di
sana, masih dianggap memiliki arti tersendiri bagi kehidupan. Mereka percaya
keberadaan dewa lautlah yang memberikan rezeki dan keselamatan mereka.
Upacara bakar Tongkang dan tari persembahan untuk
Dewa Laut :
Apresiasi yang dilakukan orang untuk menghormati
penguasa laut ini adalah dengan mengadakan setiap tahun upacara bakar tongkang
sebagai wujud syukur dan persembahan dewa laut yang telah memberi
kesejahteraan.
Upacara bakar tongkang itu kini bahkan sudah
menjadi agenda rutin Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir , sekaligus fungsinya
diperluas untuk menarik wisatawan dari mancanegara. Dalam acara tersebut memang
ribuan etnik Tionghoa dari mancanegara seperti Malaysia, Singapura, Thailand,
dan bahkan China hingga Amerika Serikat menghadiri upacara bakar tongkang itu.
Ritual diawali tari persembahan bagi para dewa
khususnya dewa laut yang diyakini menyaksikan kemeriahan ritual setahun sekali
itu. Tari persembahan yang diyakini masyarakat Tionghoa Bagansiapiapi tersebut
diringi musik tradisional khas dari Negeri Tirai Bambu, China, dan beduk yang
ditabuh keras.
Tari persembahan yang diperankan ratusan remaja
Tionghoa itu dibawakan sambil berjalan dari kediaman bupati Rokan Hilir menuju
kelenteng tempat dilakukannya acara puncak pembakaran replika tongkang. Acara
ini diyakini juga dapat menolak bala serta mendatangkan rezeki dari dewa laut .
Setelah acara arak-arakan tarian, ritual ini
biasanya diawali dengan doa memuji para dewa laut. Puncaknya replika kapal laut
yang sudah diarak keliling kota dibakar pada sebuah tanah lapang. Warga
memanjatkan doa kepada dewa laut memohon keberkatan dan rezeki yang melimpah
untuk tahun-tahun berikutnya.
---
Mitology penguasa pantai laut selatan dan ritualnya
:
Kepercayaan akan adanya penguasai lautan di selatan
Jawa (Samudera Hindia) dikenal terutama oleh suku Sunda dan suku Jawa. Orang
Bali juga meyakini adanya kekuatan yang menguasai pantai selatan ini.
Tidak diketahui dengan pasti sejak kapan legenda
ini dikenal. Namun demikian, legenda mengenai penguasa mistik pantai selatan
mencapai tingkat tertinggi pada keyakinan yang dikenal di kalangan penguasa
kraton dinasti Mataram ( Kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta ) bahwa
penguasa pantai selatan, Kanjeng Ratu Kidul, merupakan "istri
spiritual" bagi raja-raja di kedua kraton tersebut. Pada kala-kala
tertentu, kraton memberikan persembahan di Pantai Parangkusuma, Bantul,
dan/atau di Pantai Paranggupita, Wonogiri, kepada sang ratu.
Panggung Sanggabuwana di komplek kraton Surakarta
dipercaya sebagai tempat bercengkerama sang Sunan dengan Kanjeng Ratu.
Konon, Sang Ratu tampil sebagai perempuan muda dan
cantik pada saat bulan muda hingga purnama, namun berangsur-angsur menua dan
buruk pada saat bulan menuju bulan mati.
Dalam keyakinan orang Jawa, Kanjeng Ratu Kidul
memiliki pembantu setia bernama Nyai/Nyi Rara Kidul ( kadang-kadang ada yang
menyebut Nyi Lara Kidul ).
Kalangan masyarakat Sunda menganggap bahwa Ratu
Laut Selatan, dikenal sebagai Ratu Kidul, merupakan titisan dari seorang putri
Pajajaran yang bunuh diri di laut selatan karena diusir oleh keluarganya. Alasan
pengusiran adalah karena ia menderita penyakit yang membuat anggota keluarga
lainnya malu.
Berbagai macam apresiasi dilakukan orang untuk
menghormati penguasa laut ini, diantaranya seperti berikut ini :
Sedekah laut .
Masyarakat nelayan pantai selatan Jawa setiap tahun
melakukan sedekah laut sebagai persembahan kepada sang ratu agar menjaga
keselamatan para nelayan dan membantu perbaikan penghasilan. Upacara ini
dilakukan nelayan di pantai Pelabuhan Ratu, Ujung Genteng, Pangandaran,
Cilacap, dan sebagainya.
Tari Bedaya Ketawang .
Naskah tertua yang menyebut-nyebut tentang tokoh
mistik ini adalah Babad Tanah Jawi.
Panembahan Senapati adalah orang pertama yang
disebut sebagai raja yang menyunting Sang Ratu Kidul. Dari kepercayaan ini
diciptakan Tari Bedaya Ketawang dari kraton Kasunanan Surakarta (pada masa
Sunan Pakubuwana I), yang digelar setiap tahun, yang dipercaya sebagai
persembahan kepada Kanjeng Ratu Kidul.
Sunan duduk di samping kursi kosong yang disediakan
bagi Sang Ratu Kidul. Pengamat sejarah kebanyakan beranggapan, keyakinan akan
Kanjeng Ratu Kidul memang dibuat untuk melegitimasi kekuasaan dinasti Mataram.
Larangan berpakaian hijau .
Peringatan selalu diberikan kepada orang yang
berkunjung ke pantai selatan untuk tidak mengenakan pakaian berwarna hijau.
Mereka dapat menjadi sasaran Nyai Rara Kidul untuk dijadikan tentara atau
pelayannya.
Contoh Proses Acara Persembahan Bagi Sang Nyai
Pesta laut di Pelabuhan Ratu di Kabupaten Sukabumi
adalah sebuah hajatan besar bagi warga setempat yang berlangsung setahun
sekali. Tidak hanya melibatkan nelayan, tapi juga anggota masyarakat lainnya.
Menjelang hari H, berbagai persiapan dilakukan.
Para pengisi acara, termasuk para penari, latihan di tempat upacara, yaitu
Tempat Pelelangan Ikan ( TPI ) Pelabuhan Ratu.
Sementara itu di depan TPI, berlangsung upacara
pemotongan kerbau. Hewan tersebut nantinya akan dibuang ke laut, sebagai
persembahan kepada Nyai Roro Kidul. Uniknya, sebelum dipotong, sang kerbau
dirias terlebih dulu.
Usai doa, hanya dalam hitungan menit, nyawa sang
kerbau sudah melayang. Sejumlah nelayan mengambil darah hewan tersebut ke dalam
gelas, dan menyiramkannya ke perahu mereka.
Mereka percaya, darah tersebut membawa berkah.
Setelah itu, sejumlah orang dengan cekatan langsung menguliti dan
memotong-motong daging kerbau tersebut.
Kurang dari satu jam kemudian, binatang tersebut
telah menjadi potongan-potongan daging. Kepalanya yang utuh, ditaruh terpisah,
sebab akan disatukan dengan sesaji untuk acara puncak labuh saji, yang akan berlangsung
esok harinya. Sedangkan daging dan isi perutnya, disumbangkan kepada masyarakat
setempat.
Ada empat sesaji yang dibuat, masing-masing
dimasukkan ke dalam semacam tandu, atau dalam bahasa setempat, disebut
dongdang. Tiga dongdang yang berisi tumpeng, makanan dan minuman lainnya, dan
tumbuh-tumbuhan, akan dibawa keesokan harinya, untuk dibuang ke laut. Sedangkan
satu dongdang lagi berisi sesaji pendamping kepala kerbau.
Sementara itu, sejak jam 9 malam, dipentaskan
wayang golek. Pementasan ini merupakan hiburan menarik bagi ratusan warga
setempat. Hingga lewat tengah malam, mereka asyik mengikuti pertunjukan wayang
tersebut.
Tepat tengah malam, pementasan wayang golek
dihentikan untuk sementara. Inilah awal dari saat-saat terpenting, dimana
dongdang yang berisi sesaji dan kepala kerbau, didoakan. Siap untuk
dipersembahkan kepada Ratu Kidul esok hari.
Upacara labuh saji
Upacara ini diawali dengan prosesi dari gedung
pendopo ke tempat pelelangan ikan.
Dalam barisan peserta prosesi, selain ada para
penari yang akan mengisi acara, ada seorang perempuan yang berdandan ala Nyai
Roro Kidul. Berpakaian serba hijau, dengan rambut dipenuhi rangkaian melati.
Jarak dari pendopo ke TPI tidak sampai satu
kilometer.
Di TPI, sang ratu disambut dengan tari-tarian.
Tempat upacara dipenuhi oleh para undangan dan masyarakat setempat.
Selesai atraksi kesenian, sampailah acara pada
puncaknya, labuh saji atau pembuangan saji. Di tengah laut, sesaji dan kepala
kerbau di buang sebagai persembahan .
Begitu sesaji dibuang, serentak para nelayan
melompat ke dalam laut. Mereka berebut mengambil air laut tempat sesaji
dibuang, dan menyiramnya ke kapal masing-masing. Harapannya tidak lain, agar
mereka mendapat rezeki lebih banyak, di hari-hari mendatang.
Bagi masyarakat di Pelabuhan Ratu, legenda Ratu
Kidul adalah salah satu penopang bagi mereka untuk tetap percaya laut akan
selalu memberi kehidupan bagi mereka sekeluarga. Dan upacara labuh saji menjadi
manifestasi kepercayaan tersebut.
----
Acara ritul Bekti Jolo Nidhi di
daerah Pantai Samas Yogyakarta .
Upacara ini dilaksanakan oleh para nelayan di
daerah Pantai Samas Yogyakarta pada Bulan Suro. Mereka menggelar upacara ini
untuk mengucapkan terima kasih kepada Tuhan lewat penjaga pantai
selatan atas hasil yang boleh mereka terima selama 1 tahun ini. Selain
itu, mereka juga memohon berkah keselamatn dan rejeki yang melimpah di masa
mendatang.
Seorang
warga desa setempat menyiapkan berbagai macam sesaji yang akan dilarung bersama
dengan kepala kerbau. Ada berbagai macam sesaji yang masing-masing mempunyai
maksud dan tujuan sendiri.
Inilah
kepala kerbau yang akan dilarung dalam upacara Bekti Jala Nidhi. Kerbau menjadi
simbol kemakmuran .
Mesin
tempel kapal ini pun tak luput dari sesaji. Hal ini mereka lakukan sebagai
ucapan terima kasih atas kebersamaan para nelayan dengan alat-alat mereka yang
telah membantu pekerjaan para nelayan. Inilah yang menjadi inti dalam perayaan
Bekti Jala Nidhi ini.
Sesaat
sebelum pelarungan persembahan, tokoh masyarakat dan juru kunci kampung
setempat bersama-sama memanjaatkan doa.
Menaburkan
beras kuning sebelum dimulainya pelarungan kepala kerbau.
Para
Nelayan melarung kepala kerbau ke tengah lautan. Mereka berharap, kurban
persembahan kepada penguasa laut ini akan membawa berkah dan hasil ikan yang
melimpah di tahun mendatang.
---
Penguasa Laut dan ritualnya di pantai Jaring Halus,
Kabupaten Langkat :
Masyarakat di Jaring Halus pada umumnya adalah
nelayan yang banyak bergantung pada keadaan laut. Ketika mereka menghadapi
tantangan laut yang dapat menimbulkan masalah bagi kehidupan mereka, mereka
akan mengadakan ritual (jamuan laut) agar mereka dapat terhindar dari
malapetaka ketika melaut sehingga hasil tangkapan tetap memadai. Upacara ini
dipimpin oleh seorang pawang yang dipercayai mempunyai kemampuan khusus yang
berhubungan alam supranatural. Dengan kemampuan ini melalui mantera-mantera
yang diucapkannya, dia mampu berinteraksi dengan penguasa laut yang tidak kasat
mata. Upacara ini dilakukan dengan memberikan sesajian persembahan kepada
penguasa laut yang dipercayai oleh masyarakat tersebut sebagai suatu kekuasan
yang dapat memberikan keuntungan atau kebahagiaan, dan kemarahan yang dapat mengurangi
rezeki bagi kehidupan mereka.
Benda-benda yang dipersembahkan dalam upacara
jamuan laut oleh masyarakat di Jaring Halus, Kabupaten Langkat :
Persembahan Berupa Makanan dan Jenis Tumbuhan .
Beras Putih , Beras Kuning , Bertih ( padi yang
disangrai, digongseng atau digoreng tanpa menggunakan minyak makan ) , Sembilan
Pohon Bakau , Limau Purut .
Persembahan Berupa Hewan dan lainnya :
[*] Kambing hitam jantan disembelih. Bagian kepala
dan darahnya diambil sebagai pelengkap upacara, sedangkan dagingnya dimasak dan
dimakan bersama sebagai hidangan.
[*] Dua Ekor Ayam Putih. Disembelih dan darahnya
diambil sebagai persembahan dalam upacara. Ayam putih melambangkan penghargaan
terhadap panglima tertinggi mahluk halus laut agar masyarakat nelayan terhindar
dari bahaya laut.
[*] Logam, Cawan dan Pakaian Putih Logam .
[*] Darah, Tulang dan Air
[*] Gambar Ikan
[*] Kemenyan ( asap kemenyan yang dibakar pawang
ketika memulai upacara melambangkan komunikasi antara pawang dengan
mahluk-mahluk halus dengan harapan agar mahluk halus tidak mengganggu
masyarakat ketika melaut ) .
[*] Pawang Berpakaian Serba Putih .
[*] Mantera-mantera berbentuk syair .
Mantera yang diucapkan oleh pawang berupa syair
merupakan media komunikasi antara pawang dengan penguasa laut atau penunggu
laut yang bagian-bagiannya sering diulang-ulang dengan anapora, epifora,
simplok, dan responsi yang tidak saja menggambarkan keindahan berbahasa, tetapi
juga diyaini mengandung kekuatan supranatural.
===
Contoh mantera yang di ucapkan pawang RUATAN LAUT tersebut
:
---
Contoh
pertama :
Assalamu’alaikum alaikumussalam
ampun beribu ampun
maaf beribu maaf
---
nenek air jembalang air
yang duduk di atas air di tepi air
nenek yang alus bahasa alus
anak cucu yang kasar bahasa kasar
maaf beribu maaf
ampun beribu ampun
---
nenek air jembalang air
yang duduk di atas air
jangan diulah-ulahi anak cucu
--
wahai nenek, nenek air jembalang air
yang duduk di atas air di tepi air
ampun beribu ampun
maaf beribu maaf
terimalah persembahan anak cucu
---
wahai nenek air jembalang air
yang duduk di atas tepi air
banyak bertanda ada
sikit tanda terkenang
inilah persembahan anak cucu
hendaklah diterima
---
wahai nenek air jembalang air
yang duduk di atas tepi air
maaf beribu maaf
ampun beribu ampun .
==
Contoh
kedua :
Assalamu’alaikum ‘alaikumussalam
nenek puteri hijau
yang diam di galah jambu air
tempat jin turun berkecimpung
ampai pusat tasek pauh jenggi
galah jambu air
---
yang maha kuasa tanggungjawab
sampai pusat tasik pauh jenggi
mohon beta minta ampun minta maaf
terimalah persembahan anak cucu
---
nenek puteri hijau
banyak tanda ada
sikit tanda terkenang .
---
Saya kira cukup untuk sekedar untuk contah
acara-acara Ritus Bahari atau Ruatan Laut yang ada di Dunia ini .
Kesimpulan :
Penguasa laut adalah iblis yang terkutuk .
Bertawassul dengannya jelas-jelas kemungkaran yang nyata dan merupakan salah
satu bentuk penyekutuan terhadap Allah SWT .
Acara pesta laut atau ruatan atau ritus bahari
adalah tradisi kaum animisme dan para pemeluk agama berhala .
----
Bagaimanakah
hukum menghadiri acara ruatan penguasa laut ?
Dalam hadits riwayat Ibnu Umar radhiyallahu 'anhu ,
disebutkan bahwa Rosulullah ﷺ bersabda :
« مَنْ
تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ, فَهُوَ مِنْهُمْ »
" Barang siapa menyerupai sebuah kaum , maka
dia dari golongan mereka " .
( HR. Abu Daud no. 4033 dan Ibnu Hibban
serta menshahihkannya , dan Syeikh Albany berkata : " Hasan Shahih
".)
Kajian ruatan ini saya tutup dengan beberapa firman
Allah SWT :
a. Perintah memohon kepada Allah dengan menyebut
nama-namaNya yang maha indah (asmaaulhusna), serta ancaman bagi orang yang
berpaling dari Nya.
﴿وَلَقَدْ
ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالإنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لا
يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لا
يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ كَالأنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ
الْغَافِلُونَ. وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا وَذَرُوا
الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُون﴾.
" Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka
Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak
dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata
(tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan
mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar
(ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih
sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.
Hanya milik Allah asmaulhusna, maka bermohonlah
kepada-Nya dengan menyebut asmaaulhusna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang
menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan
mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan ". ( QS. Al-A'raf : 179 – 180 ).
b. Sesembahan-sesembahan yang mereka panggil-panggil
saat berdoa , sebenarnya mereka itu sangat lemah dan tidak punya kemampuan
apa-apa , hanya prasangka manusia saja yang membesar-besarkannya . Allah
berfirman :
﴿إِنَّ
الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ لَنْ يَخْلُقُوا ذُبَابًا وَلَوِ اجْتَمَعُوا
لَهُ وَإِنْ يَسْلُبْهُمُ الذُّبَابُ شَيْئًا لا يَسْتَنْقِذُوهُ مِنْهُ ضَعُفَ
الطَّالِبُ وَالْمَطْلُوبُ﴾
" Sesungguhnya segala yang kamu seru selain
Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalat pun, walaupun mereka
bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka,
tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang
menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah ". ( QS. Al-Hajj : 73 ).
Dan Allah SWT berfirman :
﴿مَثَلُ
الَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ أَوْلِيَاءَ كَمَثَلِ الْعَنْكَبُوتِ
اتَّخَذَتْ بَيْتًا وَإِنَّ أَوْهَنَ الْبُيُوتِ لَبَيْتُ الْعَنْكَبُوتِ لَوْ
كَانُوا يَعْلَمُونَ﴾
" Perumpamaan orang-orang yang mengambil
pelindung-pelindung ( wali-wali ) selain Allah adalah seperti laba-laba yang
membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah ialah rumah laba-laba
kalau mereka mengetahui ". (QS. Al-Ankabut: 41 ).
c. Hati jika sudah buta dan berpaling dari syariat
Allah :
﴿أَفَلَمْ
يَسِيرُوا فِي الأرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا أَوْ آذَانٌ
يَسْمَعُونَ بِهَا فَإِنَّهَا لا تَعْمَى الأبْصَارُ وَلَكِنْ تَعْمَى الْقُلُوبُ
الَّتِي فِي الصُّدُورِ ﴾.
" Maka apakah mereka tidak berjalan di
muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami
atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar ? Karena
sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di
dalam dada ". ( QS. Al-Hajj : 46 )
﴿وَمَنْ يَعْشُ عَنْ ذِكْرِ
الرَّحْمَنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ . وَإِنَّهُمْ
لَيَصُدُّونَهُمْ عَنِ السَّبِيلِ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ مُهْتَدُونَ﴾.
" Barang siapa yang berpaling dari pengajaran
Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Qur'an), Kami adakan baginya setan (yang
menyesatkan) maka setan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.
Dan sesungguhnya setan-setan itu benar-benar
menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka
mendapat petunjuk. ( QS. Az-Zukhruf : 36-37 ).
﴿وَمَنْ
يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ
سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ
مَصِيرًا ﴾.
"Dan barang siapa yang menentang Rasul sesudah
jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang
mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasinya itu ,
dan Kami masukkan ia ke dalam Jahanam, dan Jahanam itu seburuk-buruk tempat
kembali ". ( QS. An-Nisaa : 115 ).
﴿فَلَمَّا زَاغُوا أَزَاغَ
اللَّهُ قُلُوبَهُمْ وَاللَّهُ لا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ﴾
" Maka tatkala mereka berpaling ( dari
kebenaran ), Allah memalingkan hati mereka; dan Allah tiada memberi petunjuk
kepada kaum yang fasik ". (QS. Ash-Shaf : 5).
﴿وَقَيَّضْنَا لَهُمْ قُرَنَاءَ
فَزَيَّنُوا لَهُمْ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَحَقَّ عَلَيْهِمُ
الْقَوْلُ فِي أُمَمٍ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِمْ مِنَ الْجِنِّ وَالإنْسِ
إِنَّهُمْ كَانُوا خَاسِرِينَ﴾.
" Dan Kami tetapkan bagi mereka teman-teman
yang membuat mereka mengira bagus apa yang ada di hadapan dan di belakang
mereka dan tetaplah atas mereka keputusan azab pada umat-umat yang terdahulu
sebelum mereka dari jin dan manusia; sesungguhnya mereka adalah orang-orang
yang merugi ". ( QS. Fushshilat : 25 ) .
****
SARANA KE 6 :
BERTABARRUK DENGAN BENDA PUSAKA DAN BENDA KRAMAT :
Beraneka ragam bentuk sesembahan atau berhala yang
ada di Jazirah Arab diantaranya adalah benda-benda yang di kramatkan . Dulu
masing-masing kabilah memiliki sesembahan atau berhala atau sesuatu yang di
keramatkan di daerahnya . Berhala-berhala yang di kramatkan tersebut ada yang
berupa Pepohonan , Bebatuan , pohon kurma dan lain sebagainya , sehingga dari
semua jenis sesembahan tersebut telah memadati sekeliling Ka'bah yang jumlahnya
saat itu ada 360 sesembahan . Bukan hanya itu saja , bahkan masing-masing orang
di setiap rumah nya memiliki berhala atau sesembahan , kebanyakan berbentuk
benda pusaka yang di keramatkan . ( Lihat kitab Ighotsah Lahfan 2/203 ).
Ibnu Ishaq menceritakan tentang kondisi masyarakat
arab Jahiliyah bahwa :
" Setiap penghuni masing-masing sebuah rumah
telah menempatkan sesembahan
( benda pusaka ) di rumahnya masing-masing . Sudah
menjadi kebiasaan jika salah seorang dari mereka hendak melakukan safar (
perjalanan jauh ) maka sebelum keluar dia lakukan terlebih dahulu mengusap-usap
sesembahan ( benda pusaka ) tersebut , begitulah dan seterusnya dia awali
sebelum berangkat dengan melakukan hal tersebut , dan di akhiri dengan itu pula
saat datang atau tiba ".
Kemudian Ibnu Ishak berkata pula : " Dan
sudah menjadi tradisi pula jika seseorang bepergian jauh kemudian singgah di
sebuah persinggahan , dia akan memungut empat batu , maka dia pilih mana yang
paling bagus ( antik ) kemudian menjadikannya sebagai tuhan ( benda kramat.
pen) , dan menjadikan ketiga batu sisanya sebagai tungku api untuk tempat panci
alat masaknya . Dan ketika hendak meninggalkan persinggahan tersebut , maka ia
tinggalkan pula batu yang di jadikan tuhan tersebut , kemudian dia mengulangi
lagi perbuatan tersebut setiap kali singgah di sebuah persinggahan . ( Lihat
Mukhtashar Ma'arij Qobul 1/79 ).
*****
Hukum bertabarruk dengan jimat dan benda pusaka .
Dari Abdullah bin 'Ukaim , bahwa Rosulullah ﷺ bersabda
:
« مَنْ تَعَلّقَ
شَيْئاً وُكِلَ إِلَيْهِ" »
" Barangsiapa menggantungkan sesuatu benda ( dengan
anggapan bahwa benda itu bermanfaat atau dapat melindungi dirinya ) , niscaya
Allah menjadikan dia
selalu bergantung ( bertawakkal ) kepada benda
tersebut."
Tingkatan hadits adalah Hasan . ( HR. Ahmad 4/130 ,
311 , Turmudzi no. 2072 , Hakim 4/216 , Abdurrazaq 11/17 no. 1972 dari Hasan
Bashry secara mursal . Akan tetapi hadits ini di hasankan oleh Syeikh
Al-Albaany dalam Shahih Turmudzi no. 1691 . Dan Syeikh Al-Banna dalam kitab
Al-Fathur Rabbany 17/188 berkata : " Hadits ini derajatnya tidak kurang dari
hasan , apalagi banyak saksi-saksi yang menguatkannya . Wallohu a'lam " ).
Dari Uqbah bin 'Amir radhiyallahu 'anhu bahwa
Rosulullah ﷺ bersabda
:
« من تعَلَّق
تَمِيمَةً فقد أشْرك »
“Barang siapa yang menggantungkan tamimah maka ia
telah berbuat kesyirikan”.
Hadits Shahih . ( HR. Ahmad 4/156 dan Al-Hakim
4/219 . Al-Haitsami berkata : "Hadits ini di riwayatkan Ahmad dan Tabroni
, dan semua orang-orang Imam Ahmad adalah para perawi tsiqoot ( di percaya )
" . Al-Mundziry dalam At-Targhiib 4/307 berkata : " Perawi Imam Ahmad
semuanya tsiqoot ( dipercaya ). Hadits ini di Shahihkan oleh Al-Hakim dan
Syeikh Al-Albaany di Shahihah no. 492 ).
Dari Uqbah bin 'Amir Al-Juhany radhiyallahu 'anhu
dia mendengar Rosulullah ﷺ bersabda :
« مَنْ عَلَّقَ
تَمِيمَةً فَلاَ أَتَمَّ اللَّهُ لَهُ ، وَمَنْ عَلَّقَ وَدَعَةً فَلاَ وَدَعَ
اللَّهُ لَهُ »
"Barang siapa yang menggantungkan tamimah maka
Allah tidak akan mengabulkan keinginannya, dan barang siapa yang menggantungkan
Wada’ah maka Allah tidak akan memberikan ketenangan kepadanya
" .
Hadits hasan . (
HR. Ahmad 4/154 dan Al-Hakim 4/216 , dan dia menshahihkannya serta di setujui
Adz-Dzahaby . Telah berkata Ibnu Hajar Al-Haitsami dalam Majma' Zawaid 5/103 :
" Haditst ini diriwayatkan Ahmad , Abu Ya'la dan Tabrony , para perawinya
dipercaya ( Tsiqoot ). Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalany berkata dalam kitab
Ta'jil : " Rijal haditsnya orang-orang yang dipercaya ". Dan telah
berkata Al-Mundziry : " Sanadnya Bagus ".
Dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu menuturkan :
Aku telah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
«إنّ الرّقَى
وَالتّمائمَ وَالتّوَلَةَ شِرْك » .
" Sesungguhnya ruqyah, tamimah, dan tiwalah
adalah syirik."
Hadits Shahih . (HR Imam Ahmad 1/381 , Abu Dawud
no. 3883 , Ibnu Majah no. 3530 , Al-Baghowi di Syarhus Sunnah 12/156-157 dan
Al-Hakim 4/217-218 , dan dia berkata : " Ini hadits Shahih sanadnya sesuai
syarat Bukhory dan Muslim " dan disetujui oleh Dzahaby . Dan hadits ini di
Shahihkan syeikh Al-Albaany dan di hasankan sanadnya oleh syeikh Ahmad Syakir ).
Tamimah :
asalnya adalah sesuatu yang dikalungkan di leher anak anak sebagai penangkal
atau pengusir penyakit, pengaruh jahat yang disebabkan oleh rasa dengki
seseorang atau rasa kagum , dan lain sebagainya. Dan terkadang di kalungkan
pada orang dewasa , baik lelaki maupun perempuan . ( Pembahasannya menyusul ).
Wada’ah
: sesuatu yang diambil dari laut, menyerupai rumah kerang ; menurut anggapan
orang orang jahiliyah dapat digunakan sebagai penangkal penyakit. Termasuk
dalam pengertian ini adalah jimat .
Tiwalah :
sesuatu yang dibuat dengan anggapan bahwa hal tersebut dapat membikin seorang
istri mencintai suaminya atau seorang suami mencintai istrinya
( di sebut pula pengasihan ) dan tiwalah ini
sejenis sihir .
Ruqyah : yaitu yang disebut pula
Azimah. Ruqyah adalah : penyembuhan suatu penyakit dengan pembacaan ayat-ayat
suci Al-Qur'an atau doa-doa atau mantra-mantra.
Ruqyah ini khusus diizinkan selama penggunaannya
bebas dari hal-hal syirik . Di riwayatkan dari Auf bin Malik , dia berkata :
Kami dulu di masa Jahiliyah biasa meruqyah , maka kami bertanya : Wahai
Rosulullah , bagaimana menurut engkau dalam hal demikian ? Beliau bersabda :
« اعْرِضُوا
عَلَىَّ رُقَاكُمْ لاَ بَأْسَ بِالرُّقَى مَا لَمْ تَكُنْ شِرْكًا ».
" Perlihatkanlah padaku ruqyah-ruqyah kalian ,
tidak mengapa (boleh-boleh saja) dengan ruqyah yang tidak terdapat kesyirikan
". ( HR. Abu Daud 4/13 no. 3888 , dan di Shahihkan
oleh Syeikh Al-Albaany).
Syarat-syarat Ruqyah yang di bolehkan :
1- Bacaanya dari Al-Qur'an atau
dzikir-dzikir dan do'a-do'a yang di syariatkan .
2- Menggunakan bahasa arab atau bahasa yang
jelas dan di fahami .
3- Tidak mengandung kesyirikan .
4- Berkeyakinan hanya sebagai sebab tanpa
mengurangi rasa tawakkal kepada Allah.
5- Yang meruqyah bukan seorang dukun .
( Pembahasan yang lebih rincinya insya Allah pada
kesempatan lain ).
Tamimah
:
Tamimah juga identik dengan Jimat atau Pusaka :
yaitu segala sesuatu yang di gantungkan atau sesuatu yang digunakan dengan
tujuan untuk menyempurnakan suatu kebaikan bagi hamba tersebut atau untuk
menolak bala dan mara bahaya .
Termasuk Tamimah adalah suatu benda yang diambil
dari kulit atau kertas terdapat tulisan dzikir-dzikir , doa-doa dan
mantra-mantra yang di gantungkan di dada atau di ikat di lengan tangan .
Dan termasuk tamimah adalah suatu benda yang di
letakkan di atas pintu , di kendaraan atau di tempat mana saja dengan tujuan
seperti di atas .
Tamimah yang di haramkan
Yaitu jimat , isim atau wafaq yang didalamnya
terdapat ungkapan minta pertolongan kepada selain Allah , seperti memohon kepada
para Malaikat , para Nabi , para sahabat , para wali , para leluhur atau
makhluk halus , meskipun hanya mencantumkan nama-namanya saja . Dan termasuk
yang di haramkan adalah bebatuan , batu merjan , batu aqiq , tali busur ,
benang , benda pusaka , keris , tulang belulang , tulang harimau dan lain
sebagainya dengan tujuan untuk mendatangkan manfaat dan keberuntungan , atau
menolak kesialan dan mara bahaya . Padahal Allah SWT tidak pernah menetapkan
pada benda-benda tersebut sebagai sebab untuk tujuan tertentu semenjak awal
penciptaanya , dan Allah Ta'ala sama sekali tidak pernah menurunkan syariat
tersebut kepada Rosul Nya ﷺ .
Kemudian jika pemakainya berkeyakinan bahwa itu
hanya sebagai sababiyah , hakikatnya Allah yang menentukkan , maka ia telah melakukan
syirik kecil , ia berdosa tapi tidak membuatnya keluar dari Islam , dan tidak
membuatnya kekal dalam Nereka , dia masih ada harapan untuk diampuni dosanya
jika Allah menghendakinya .
Tapi jika ia berkeyakinan bahwa benda-benda
tersebut memiliki kekuasaan gaib yang bisa memenuhi harapannya seperti
kekuasaan Allah subhanahu wata'ala , maka ia telah melakukan
syirik besar , yang bisa menghapus semua amalannya dan mengekalkan dirinya
dalam api nereka jika ia mati belum sempat bertaubat dan masih dalam kondisi
seperti itu .
Tamimah
dari ayat-ayat Al-Quran dan Hadits Nabi ﷺ :
Apabila yang digantungkan itu berasal dari
ayat-ayat Al-Qur'an , seperti meletakkan Al-Quran di rumahnya dengan tujuan
untuk menolak 'ain ( pengaruh jahat yang disebabkan oleh pandangan mata yang
disertai rasa dengki seseorang atau rasa kagum ) atau mengalungkan sesuatu di
dadanya seperti surat Al-Ikhlas , ayat Kursi , atau Asmaul Husna untuk menolak
'ain atau mara bahaya , maka ini juga termasuk katagori Tamimah , dan apakah yang
seperti ini di bolehkan atau tidak ?
Para ulama salaf ada dua pendapat :
Pertama :
pendapat yang membolehkan . Yaitu pendapat sahabat Nabi ﷺ Abdullah
bin 'Amr bin 'Ash dan riwayat yang nampak dari 'Aisyah istri Nabi ﷺ .
Pendapat Abu Ja'far Al-Baqir dan Ahmad bin Hanbal dalam satu riwayat .
Mereka mengarahkan hadits-hadits yang berkaitan
dengan larangan menggantungkan tamimah kepada tamimah yang mengandung unsur
kesyirikan.
Kedua : pendapat yang melarang .
Yaitu pendapat dua orang sahabat Nabi ﷺ Ibnu Mas'ud dan Ibnu 'Abbas . Dan pendapat ini
adalah yang nampak dari pendapat para sahabat Nabi ﷺ lainnya Hudzaifah , Uqbah bin 'Amir dan Ibnu 'Ukaim
. Dan juga pendapat segolongan para tabiin , diantaranya sahabat-sahabat Ibnu
Masud seperti Ibrahim An-Nakhoi , 'Alqomah , Ubeidah , Robi' bin Khutseim ,
Al-Aswad dan semua sahabat-sahabat Ibnu Masud . Sahabat-sahabat Imam
Ahmad juga berpendapat demikian . Dalam satu riwayat di sebutkan bahwa
kebanyakan sahabat-sahabtnya telah memilih pendapat ini . Dan telah menjadi
ketetapan ulama-ulama Hanbali yang datang akhir kemudian .
Mereka berhujjah dengan keumuman hadits-hadits
larangan tamimah .
( Lihat : At-Tamhid li Syarhi Kitabit Tauhid 1/148
).
Sebaiknya Tamimah yang dari ayat Al-Qur'an atau
hadits Nabi ﷺ juga
ditinggalkan, karena tidak ada dasarnya dari syara'; bahkan hadits yang
melarangnya bersifat umum, tidak seperti halnya ruqyah, ada hadits lain yang
membolehkan. Disamping itu apabila dibiarkan atau diperbolehkan akan membuka
peluang untuk menggunakan tamimah yang haram. Wallahu a'lam .
Imam Waki' guru Imam Syafii meriwayatkan bahwa
Sa'id bin Jubair berkata: "Barangsiapa memutus suatu tamimah dari
seseorang , maka tindakannya itu sama dengan memerdekakan seorang budak."
Dan Waki' meriwayatkan pula bahwa Ibrahim (
An-Nakha'I ) berkata : " Mereka ( para sahabat Abdullah bin Mas'ud )
membenci segala jenis tamimah, baik dari ayat-ayat Al-Qur'an atau bukan
dari ayat-ayat Al-Qur'an."
Kata-kata Ibrahim An-Nakha'i tersebut tidaklah
bertentangan dengan perbedaan pendapat yang telah disebutkan, karena yang
dimaksud Ibrahim adalah para sahabat 'Abdullah bin Mas'ud, antara lain:
'Alqamah, Al-Aswad, Abu Wa'il, Al-Harits bin Suwaid, 'Ubaidah As-Salmani,
Masruq, Ar-Rabi' bin Khaitsan, Suwaid bin Ghaflah. Mereka ini adalah tokoh
generasi Tabi'in.
Dalil
- dalil lain yang erat kaitannya dengan masalah jimat dan benda pusaka :
Hadits Abu Basyir Al-Anshary :
Dari Abu Basyir Al-Anshary radhiyallahu 'anhu :
أَنَّهُ كَانَ مَعَ رَسُولِ
اللهِ ﷺ فِي بَعْضِ أَسْفَارِهِ، وَالنَّاسُ فِي مَبِيتِهِمْ ، فَأَرْسَلَ رَسُولُ
اللهِ ﷺ رَسُولاً أَنْ لاَ يَبْقَيَنَّ فِي رَقَبَةِ بَعِيرٍ قِلاَدَةٌ مِنْ
وَتَرٍ أَوْ قِلاَدَةٌ إِلاَّ قُطِعَتْ .
Sesungguhnya dia pernah bersama Rasulullah SAWdalam
salah satu perjalanan beliau, lalu beliau mengutus seorang utusan ( untuk
memaklumkan ): "Supaya tidak terdapat lagi di leher unta kalung
dari tali busur panah atau kalung apapun, kecuali harus diputuskan."
( HR. Al-Bukhari no. 3005 , Muslim ,
al-libas no. 105 dan Abu Daud no. 2552 ).
Dari Imran bin Husein radhiyallahu 'anhu menuturkan
bahwa Rasulullah ﷺ melihat seorang
laki-laki memakai gelang yang terbuat dari kuningan, kemudian
beliau bertanya :
«مَا هَذِهِ؟» قَالَ:
هَذِهِ مِنَ الْوَاهِنَةِ. فَقَالَ: «انْزِعْهَا، فَإِنَّهَا لَا تَزِيدُكَ إِلَّا
وَهْنًا، فَإِنَّكَ لَوْ مُتَّ وَهِيَ عَلَيْكَ، مَا أَفْلَحْتَ أَبَدًا».
“Apakah itu ?”,
orang laki-laki itu menjawab : “gelang penangkal penyakit”, lalu Nabi bersabda
: “lepaskan gelang itu, karena sesungguhnya ia tidak akan menambah
kecuali kelemahan pada dirimu, dan jika kamu mati
sedangkan gelang ini masih ada pada tubuhmu maka kamu tidak akan
beruntung selama-lamanya ".
( HR. Ahmad 4/445 , Ibnu Majah no. 3531 dan
Ibnu Hibban no. 1410 .
Hadits ini di Shahihkan oleh Al-Hakim dan di
setujui oleh Adz-Dzahaby . Akan tetapi di dlaifkan oleh Syeikh Al-Albaany
di Silsilah ahaadits Dlaifah no. 1029 . Yang rajih adalah yang di katakana
Al-Busyeiry dalam kitabnya az-Zawaid : " Isnadnya hasan , karena orang
yang bernama Mubarok ini adalah ibnu Fadlolah ".
Imam Ahmad 28/205 , 210 , Abu Daud no. 36 dan
An-Nasai no. 5067 meriwayatkan dari Ruwaifi', katanya : " Rasulullah ﷺ telah
bersabda kepadaku :
« يَا
رُوَيْفِعُ ، لَعَلَّ الْحَيَاةَ سَتَطُولُ بِكَ فَأَخْبِرْ النَّاسَ أَنَّهُ مَنْ
عَقَدَ لِحْيَتَهُ ، أَوْ تَقَلَّدَ وَتَرًا ، أَوْ اسْتَنْجَى بِرَجِيعِ دَابَّةٍ
أَوْ عَظْمٍ فَإِنَّ مُحَمَّدٌا مِنْهُ بَرِيءٌ »
" Hai Ruwaifi', semoga engkau berumur panjang;
untuk itu, sampaikan kepada orang-orang bahwa siapa saja yang menggelung
jenggotnya atau memakai kalung dari tali busur panah atau beristinja' dengan
kotoran binatang ataupun dengan tulang, maka sesungguhnya Muhammad lepas dari
orang itu ".
Haditst ini di Shahihkan oleh Syeikh Albany dalam
kitab Ta'liq Misykatul Mashobih 1/75 no. 351 .
Istinja': bersuci atau membersihkan diri setelah
buang hajat kecil atau
besar.
Ibnu Abi Hatim meriwayatkan
dari Hudzaifah radhiyallahu 'anhu bahwa ia melihat seorang
laki-laki yang ditangannya ada benang untuk mengobati sakit panas, maka dia
putuskan benang itu seraya membaca firman Allah Ta'ala .
﴿وَمَا يُؤْمِنُ
أَكْثَرُهُمْ بِاللَّهِ إِلَّا وَهُمْ مُشْرِكُونَ﴾
" Dan sebagian besar dari mereka tidak beriman
kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah ( dengan sesembahan
sesembahan lain )". ( QS. Yusuf, 106).
----
Perbandingan antara Hajar Aswad dengan benda-benda
pusaka :
Hajar Aswad adalah batu hitam yang paling mulia di
Dunia ini , dan semua umat Islam mengetahui akan kemuliannya , bahkan
masyarakat arab jahiliyah hampir saja terjadi pertumpahan darah , mereka
berebutan , masing-masing kabilah merasa berhak untuk mengembalikan Hajar Aswad
pada tempatnya semula setelah selesai merenovasi Ka'bah yang roboh diterjang
banjir dan menghanyutkan Hajar Aswad , mereka bukan berebutan untuk memiliki
nya , tetapi untuk memuliakannya .
Batu apakah Hajar Aswad itu ?
Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu meriwayatkan bahwa
Rosulullah ﷺ bersabda
:
« نَزَلَ
الحجَرُ الأسودُ من الجَنَّةِ وهو أشَدُّ بَيَاضا من اللَّبَنِ ، وإنما سَوَّدَتْه
خَطايا بني آدَمَ » .
" Hajar Aswad itu turun dari Syurga , ia lebih
putih dari pada air susu , dan sesungguhnya kesalahan-kesalahan anak cucu
Adamlah yang menghitamkannya ".
( HR. Ahmad 1/307 no. 2796 , Turmudzi no.
877 dan Nasai no. 2733 . Abu Isa At-Turmudzi berkata : " Sanadnya Hasan
Shahih ". Dan di Shahihkan Syeikh Al-Albaany )
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu dia berkata :
« إِنَّ
الرُّكْنَ يَمِينُ اللَّهِ فِي الأَرْضِ يُصَافِحُ بِهَا عِبَادَهُ مُصَافَحَةَ
الرَّجُلِ أَخَاهُ » .
" Sesungguhnya Rukun ( Hajar Aswad ) itu
tangan kanan Allah di bumi , yang dengannya Dia menyalami hamba-hamba Nya ,
seperti seseorang menyalami saudaranya ".
( HR. Abdurrazaq dalam Al-Mushonnaf 5/39 no. 8919
dan Al-Fakihi dalam kitab Akhbar Makkah 1/89 , melalui Muhammad bin bin 'abbad
bin Ja'far . Dan sanadnya di hasankan oleh Al-Fakihi . Dan Al-Hafidz Ibnu Hajar
dalam kitab Al-Matholibul 'Aliyah 6/432 no. 1223 berkata : " Ini adalah
mauquf yang Shahih ". Begitu juga Al-Busyeiry dalam kitabnya Ittihaful
Khiyarotul Maharoh 3/190 no. 2524 berkata : Atsar ini diriwayatkan oleh
Muhammad bin Yahya bin Abu Umar secara mauquf dari Ibnu Abbas dengan sanad yang
Shahih " . Di Shahihkan pula sanadnya oleh Ash-Shan'ani dalam Subulussalam
2/206 ) .
Atsar ini di riwayatkan pula dari Jabir
radhiyallahu 'anhu oleh Khoththoby 6/328 dan Ibnu 'Asaakir . ( Lihat : Kanzul
'Ummal 12/215 no. 34729 ). Namun riwayat Jabir radhiyallahu 'anhu ini di anggap
mungkar oleh Syeikh Al-Albaany dalam Silsilah Ahadiits Dloifah 1/390 no. 223
serta di dlaifkan dalam Dloif al-Jami' ash-Shogiir no. 2772 ).
Setelah kita mengetahui akan keistimewaan Hajar
Aswad ini , bagaimanakah para sahabat Nabi ﷺ memperlakukannya ?
Imam Muslim dalam Shahihnya no. 1270 meriwayatkan
dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhu bahwa ayahnya Umar bin Khoththob radhiyallahu
'anhu suatu ketika mencium Hajar Aswad , lalu berkata :
« أَمَ
وَاللَّهِ لَقَدْ عَلِمْتُ أَنَّكَ حَجَرٌ – وفي رواية عبد الرزاق (9034) :
وأَنَّك لا تَضُرُّ وَلا تَنْفَع - وَلَوْلَا أَنِّي رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يُقَبِّلُكَ
مَا قَبَّلْتُكَ »
" Demi Allah , sungguh aku tahu bahwa kamu
adalah batu , dan sesungguhnya kamu tidak bisa menghilangkan madlorot dan tidak
bisa mendatangkan manfaat , kalau seandainya aku tidak melihat Rosulullah ﷺ menciummu
maka akupun tidak sudi menciummu ".
Jelaslah jika Umar bin Khoththob mau mencium hajar
karena beliau sengaja mengikuti sunnah Rosulullah ﷺ , bukan karena faktor lain . Dan mencium Hajar
Aswad termasuk ibadah jika menciumnya dengan niat mengikuti sunnah Nabi ﷺ ,
tapi jika karena niat selainnya maka bukan termasuk ibadah .
Oleh karena itu termasuk yang di syariatkan adalah
bertawassul kepada Allah dengan mencium Hajar Aswad , karena mengikuti sunnah
Nabi ﷺ itu
adalah amal saleh, akan tapi tidaklah di syariatkan bertawassul dengan Hajar
Aswad secara fisiknya .
----
Jika
bertabarruk dengan Hajar Aswad saja tidak di syariatkan dan tidak pernah
dilakukan oleh para sahabat , maka bagaimana jika bertabarruk dengan selainnya
?
Hukum Ngalap Barokah ( bertabarruk ) :
Syariat Islam tidak menafikan adanya barokah ,
dalam Al-Quran dan hadits-hadits nabawi banyak sekali bebicara masalah barokah
dan menyebutkan sesuatu yang diberkahi oleh Allah SWT , namun kalau kita
telusuri dan kita kaji secara seksama akan kita temui ada dua syarat
mutlak agar kita boleh bertabarruk kepada sesuatu , yaitu :
Pertama : harus ada keterangan dari
Allah dan Rosulnya bahwa sesuatu itu ada barokahnya .
Kedua : harus ada keterangan dari
Allah dan Rosulnya yang membolehkan atau menganjurkan ngalap barokah dari
sesuatu tersebut .
Contoh :
Air Zamzam adalah air yang di berkahi oleh Allah SWT , kemudian Nabi ﷺ menganjurkan
umatnya untuk bertabarruk dengannya untuk keperluan apa saja dengan cara
meminumnya . Dalam Hadits Jabir radhiyallahu 'anhu di sebutkan bahwa Rosulullah
ﷺ bersabda
:
« مَاءُ
زَمْزَمَ لَمَّا شُرِبَ لَهُ » .قَالَ : ثُمَّ أَرْسَلَ النَّبِىُّ ﷺ وَهُوَ
بِالْمَدِينَةِ قَبْلَ أَنْ تُفْتَحَ مَكَّةَ إِلَى سُهَيْلِ بْنِ عَمْرٍو أَنِ
أَهْدِ لَنَا مِنْ مَاءِ زَمْزَمَ وَلاَ تَتِرُكْ قَالَ فَبَعَثَ إِلَيْهِ
بِمَزَادَتَيْنِ.
" Air Zamzam sesuai dengan tujuan meminumnya
". Jabir berkata : Kemudian Nabi ﷺ ketika
beliau di Madinah sebelum penaklukan Makkah mengutus Suhail bin Amr agar
membawakan hadiah kepada kami berupa air Zamzam , maka ia mengirimnya kepada
beliau dua mazadah . ( HR. Baihaqi no. 10280 . Dan di riwayatkan pula oleh Ibnu
Majah no. 3062 tanpa adanya kisah tambahan , dan di Shahihkan oleh syeikh
Al-Albaany ).
Lain halnya dengan Hajar Aswad , meski ia ini penuh
berkah serta berada di Ka'bah yang penuh berkah dan di negeri Makkah yang di
berkahi namun kita tidak boleh bertabarruk dengannya kecuali jika menciumnya
atau menyentuhnya dengan niat bertabarruk dengan sunnah Nabi ﷺ ,
seperti yang di ungkakan oleh Umar bin Khoththob radhiyallahu 'anhu diatas .
Begitu juga dengan Ka'bah , siapapun dari umat Islam
tidak akan ada yang meragukan akan ketumaan Ka'bah al-Musyarrofah serta
keberkahannya , bagaimana kerinduan Rosulullah ﷺ terhadap Kabah setelah beliau hijrah ke Madinah
sehingga beliau sering menengadahkan mukanya ke langit sambil berharap kepada
Allah SWT agar bekenan memindahkan kiblat shalatnya ke arahnya , bukan lagi ke
arah Baitul Maqdis , akhirnya Allah SWT mengabulkannya , akan tetapi
bagaimanakah Rosulullah ﷺ dan para sahabat memperlakukan Ka'bah selain Qiblat shalat ? Berikut ini
kisah Ibnu Abbas dan Mu'awiyah bin Abu Sufyan yang saat itu menjabat sebagai
khalifah .
Telah Shahih di riwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa
beliau berthawaf dengan Mu'awiyah . Ketika berthawaf Mu'awiyah menyalami (
istilam ) sudut-sudut Ka'bah semuanya termasuk Rukun Syami dan Rukun Iraqi,
padahal Nabi ﷺ ketika thawaf hanya menyalami dua sudut yaitu rukun Yamani dan rukun
Hajar Aswad , maka Ibnu Abbas menegurnya dengan mengatakan :
«لِمَ
تَسْتَلِمُ هَذَيْنِ الرُّكْنَيْنِ وَلَمْ يَكُنْ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَسْتَلِمُهُمَا
فَقَالَ مُعَاوِيَةُ لَيْسَ شَيْءٌ مِنْ الْبَيْتِ مَهْجُورًا ؟». فَقَالَ ابْنُ
عَبَّاسٍ: ) لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ
حَسَنَةٌ (، فَقَالَ مُعَاوِيَةُ : صَدَقْتَ.
" Kenapa kau mengusap dua sudut ini ,
sementara Rosulullah ﷺ tidak mengusap dua-duanya ?" Maka Mu'awiyah menjawab : " Tidak
ada sesuatu apa pun dari Al-Bait ini yang di sia-siakan " .
Lalu Ibnu Abbas membacakan ayat yang artinya
: " Sungguh dalam diri Rosulullah ﷺ terdapat teladan yang baik bagi
kalian " . Maka Mu'awiyah berkata : " Kamu
benar ".
(HR. Bukhory no. 1608 , Muslim no. 1269 , Ahmad no.
1877 dan Tirmidzy no. 858 . Lafadz tersebut adalah lafadz Imam Ahmad )
Dalam atsar lain Imam Ahmad no. 4672 dan Abu
'Awaanah no. 3691 meriwayatkan dari Jureij atau Ibnu Jureij , bahwa dia
bertanya kepada Ibnu Umar :
وَرَأَيْتُكَ تَسْتَلِمُ
هَذَيْنِ الرُّكْنَيْنِ الْيَمَانِيَيْنِ لَا تَسْتَلِمُ غَيْرَهُمَا ؟ فقال :
" َأَمَّا اسْتِلَامُ هَذَيْنِ الرُّكْنَيْنِ فَإِنِّي رَأَيْتُ رَسُولَ
اللَّهِ ﷺ يَسْتَلِمُهُمَا لَا يَسْتَلِمُ غَيْرَهُمَا ".
" Aku melihat engkau mengusap dua sudut ini ,
tapi engkau tidak mengusap selain dua sudut tersebut ?" . Maka beliau
menjawab : " Adapun mengusap dua sudut ini karena aku melihat
Rosulullah ﷺ mengusap keduanya , beliau tidak mengusap selain dua sudut tsb".
Imam Syafii menjawab terhadap orang yang berkata :
" Tidak ada sesuatu apa pun dari Al-Bait ini yang di sia-siakan "
dengan jawaban berikut ini :
"إِنَّا
لَمْ نَدَعْ اسْتِلَامَهُمَا هَجْرًا لِلْبَيْتِ، وَكَيْفَ يُهْجَرُهُ وَهُوَ
يَطُوفُ بِهِ؟ وَلَكِنَّا نَتَّبِعُ السُّنَّةَ فِعْلًا أَوْ تَرْكًا، وَلَوْ
كَانَ تَرْكُ اسْتِلَامِهِمَا هَجْرًا لَهُمَا لَكَانَ تَرْكُ اسْتِلَامِ مَا
بَيْنَ الْأَرْكَانِ هَجْرًا لَهَا، وَلَا قَائِلَ بِهِ".
" Sesungguhnya dengan adanya kami tidak
mengusap dua rukun tersebut , bukanlah termasuk tindakan menyia-nyiakan
terhadap Al-Bait , dan bagaimana bisa dia di katakan menyia-nyiakannya ,
sementara dia menthawafinya ? Akan tetapi kita mengikuti Sunnah , baik dalam
berbuat maupun meninggalkan perbuatan , dan kalau seandainya dengan tidak
mengusap itu dianggap menyia-nyiakannya , maka dengan tidak mengusap dinding
Ka'bah diantara dua sudut juga termasuk menyia-nyiakan , dan tidak ada orang
yang berkata seperti itu ". ( Lihat Fathul Bari karya Ibnu Hajar 3/444 ,
Tuhfatul Ahwadzi 3/505 dan Syarah Az-Zarqony 2/331 ).
Dari sahabat Nabi ﷺ , Hudzaifah bin al-Yaman , dia berkata :
(كُلُّ
عِبَادَةٍ لَا يَتَعَبَّدُهَا أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ؛ فَلَا تَتَعَبَّدُوهَا،
فَإِنَّ الْأَوَّلَ لَمْ يَدَعْ لِلْآخِرِ مَقَالًا، فَاتَّقُوا اللَّهَ يَا
مَعْشَرَ الْقُرَّاءِ، وَخُذُوا طَرِيقَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ).
" Semua ibadah yang tidak pernah di amalkan
oleh para sahabat Rosulullah ﷺ , maka jangan lah kalian mengamalkannya, karena sesungguhnya generasi
pertama tidak akan menyisakan satu perkataan pun untuk generasi sesudahnya.
Maka dari itu bertaqwalah, wahai para qoori, ambillah jalan orang-orang sebelum
kalian".
( Diriwayatkan oleh Abu Daud dalam Sunannya
, dan lihat pula Ushulul Iman 1/180 no. 100 ).
Jika dengan Ka'bah para sahabat melakukannya
demikian , penuh kehati-hatian jangan sampai terpeleset keluar dari Sunnah
Rosulullah ﷺ ,
maka bagaimana kira-kira sikap mereka terhadap selain Ka'bah ? .
Dalam riwayat Imam Bukhory no. 6739 Hudzaifah
radhiyallahu 'anhu pernah berkata pula :
« يَا مَعْشَرَ
الْقُرَّاءِ اسْتَقِيمُوا فَقَدْ سَبَقْتُمْ سَبْقًا بَعِيدًا فَإِنْ أَخَذْتُمْ
يَمِينًا وَشِمَالًا لَقَدْ ضَلَلْتُمْ ضَلَالًا بَعِيدًا».
" Wahai para Qoori , ikutilah jalan lurus ,
maka sungguh kalian telah membalap dengan balapan yang jauh . Akan tetapi jika
kalian mengambil jalan kanan dan kiri , maka sungguh kalian telah tersesat
dengan kesesatan yang jauh ".
Kesimpulan :
Dari semua keterangan diatas berkesimpulan bahwa
menggunakan benda-benda apapun bentuknya dan namanya sebagai sarana tabarruk
atau tawassul untuk mencapai sebuah tujuan atau keinginan , hanya berdasarkan
sebuah prasangka yang semu yang bersifat I'tiqodi ( keyakinan ) yang tidak ada
hubungannya dengan hukum alam ( sunnah kauniyah ) atau tidak ada dalil syar'i
yang mensyariatkannya , maka yang demikian itu hukumnya tidak di perbolehkan .
Kemudian jika berkeyakinan bahwa benda-benda
tersebut hanya sebatas di jadikan sababiyah dan wasilah , yang mana pada
hakikatnya Allah lah yang menentukan dan mengabulkan , maka hukumnya hanya
sebatas di haramkan .
Tapi jika berkeyakinan bahwa benda-benda tersebut
memiliki kemampuan mendatangkan manfaat serta maslahat dan mampu menolak bala
dan mara bahaya atau menyembuhkan penyakit , maka dia telah melakukan dosa
kesyirikan . Dosa yang bisa menghapus semua pahala amal baiknya yang pernah ia
lakukan selama hidupnya dan jika dia mati dan masih dalam keadaan melakukan
perbuatan itu , maka dia akan kekal dalam api neraka selama-lamanya dan
diharamkan baginya masuk syurga .
*****
SARANA KE 7 :
BERTABARRUK DENGAN PESAREAN DAN TEMPAT KERAMAT :
Ibnu Ishak dalam kitab Sirohnya berkata :
" Dulu masyarakat Arab ( Jahiliyah ) selain
menjadikan Ka'bah sebagai sarana ibadah , mereka juga telah menjadikan
Thoghut-Thoghut sebagai sarana semisalnya. Thoghut-Thoghut tersebut berupa
rumah – rumah ( pesarean ) yang mereka kultuskan dan mereka kramatkan, memiliki
para juru kuncen dan para penjaga, mereka juga mempersembahkan hadiah-hadiah
(sesajen) seperti halnya mereka mempersembahkannya pada Ka'bah , mereka berthawaf
seperti thawaf mengelilingi Ka'bah , menyembilih sembelihan di sisinya seperti
halnya menyembelih di sisi Ka'bah . Padahal mereka tahu akan keutamaan dan
kelebihan Ka'bah atas yang lainnya , karena mereka telah lama mengenalnya
sebagai rumah Nabi Ibrahim AS dan Masjidnya " . ( Lihat : Mukhtashar
Ma'arij Qobul 1/79 , Taysir Azizil Hamid 1/146).
====
Hukum menentukan atau mengklaim bahwa lokasi
tersebut mustajab dan kramat .
Mustajab dan kramat adalah perkara ghaib , akal
manusia tidak bisa di jadikan standar dan tidak berhak untuk menentukannya ,
hanya wahyu Allah yang bisa di jadikan patokan , karena Dia adalah 'Allaamul
Ghuyuub ( Yang Maha Mengetahui Perkara-Perkara Ghaib ) dan Dia adalah pemilik
dan penentu semua syariat atas segala umat hingga Hari Kiamat . Termasuk Nabi
Muhammad ﷺ beliau
juga tidak mengetahui perkara ghaib termasuk yang berkaitan dengan
tempat-tempat mustajab , apalagi menentukan dan mengklaimnya .
Allah SWT berfirman :
﴿قُلْ لا
أَقُولُ لَكُمْ عِنْدِي خَزَائِنُ اللَّهِ وَلا أَعْلَمُ الْغَيْبَ وَلا أَقُولُ
لَكُمْ إِنِّي مَلَكٌ إِنْ أَتَّبِعُ إِلا مَا يُوحَى إِلَيَّ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي
الأعْمَى وَالْبَصِيرُ أَفَلا تَتَفَكَّرُونَ (50)﴾.
" Katakanlah ( wahai Muhammad ) : "Aku
tidak mengatakan kepada kalian , bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan
tidak (pula) aku mengetahui yang gaib dan tidak (pula) aku
mengatakan kepada kalian bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti
kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Katakanlah: "Apakah sama orang
yang buta dengan orang yang melihat?" Maka apakah kamu tidak memikirkan
(nya)? ". ( QS. Al-An'am : 50 )
Bagaimana kalau seandainya Nabi Muhammad ﷺ mengetahui
perkara ghaib ? Allah telah menyatakan dalam firman Nya :
﴿قُلْ لا
أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلا ضَرًّا إِلا مَا شَاءَ اللَّهُ وَلَوْ كُنْتُ
أَعْلَمُ الْغَيْبَ لاسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ إِنْ
أَنَا إِلا نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ﴾
Katakanlah ( wahai Muhammad ) : " Aku tidak
berkuasa mendapatkan kemanfaatan untuk diriku dan tidak (pula) menolak
kemudaratan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku
mengetahui yang gaib, tentulah aku telah memperbanyak kebajikan
dan aku tidak akan pernah ditimpa keburukan . Aku tidak lain hanyalah pemberi
peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman". ( QS. Al-A'raf : 188 ).
Hanya milik Allah kunci-kunci semua perkara ghaib ,
Allah SWT berfirman :
﴿وَعِنْدَهُ
مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لا يَعْلَمُهَا إِلا هُوَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ
وَالْبَحْرِ وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَرَقَةٍ إِلا يَعْلَمُهَا وَلا حَبَّةٍ فِي
ظُلُمَاتِ الأرْضِ وَلا رَطْبٍ وَلا يَابِسٍ إِلا فِي كِتَابٍ مُبِينٍ﴾.
Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang
gaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa
yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan
Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi
dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab
yang nyata (Lohmahfuz). ( QS. Al-An'am : 59 ).
Jika manusia memaksakan diri mengaku-ngaku bahwa
dirinya mampu mengungkap informasi gaib , maka bisa di pastikan bahwa itu
adalah dusta atau prasangka yang dibisikkan syeitan dan jin yang biasa
mencampur aduk satu informasi kebenaran dengan seratus kebohongan .
Padahal Allah SWT sama sekali tidak pernah menurunkan pengetahuan tentang itu ,
mereka hanya mengikuti hawa dan prasangka yang mereka duga . Jika kita
mengikuti kebanyakan mereka , pasti kita akan ikut dalam kesesatan . Allah SWT
berfirman :
﴿وَإِن تُطِعْ
أَكْثَرَ مَن فِي الْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَن سَبِيلِ اللَّهِ ۚ إِن يَتَّبِعُونَ
إِلَّا الظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ. إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ
مَنْ يَضِلُّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ ﴾
Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang
di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka
tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain
hanyalah berdusta (terhadap Allah). Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah yang lebih
mengetahui tentang orang yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia lebih mengetahui
tentang orang-orang yang mendapat petunjuk. [QS.
Al-An’am : 116-117]
Iblis dan bala tentaranya tiada henti-hentinya
berusaha menyesatkan anak cucu Adam agar melakukan kemaksiatan , terutama dosa
kesyirikan. Allah SWT menceritakan dalam Al-Quran tentang sumpah dan tekad
mereka :
﴿قَالَ
فَبِعِزَّتِكَ لأغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ (82) إِلا عِبَادَكَ مِنْهُمُ
الْمُخْلَصِينَ (83) قَالَ فَالْحَقُّ وَالْحَقَّ أَقُولُ (84) لأمْلأنَّ
جَهَنَّمَ مِنْكَ وَمِمَّنْ تَبِعَكَ مِنْهُمْ أَجْمَعِينَ (85)﴾.
Iblis menjawab : "Demi kekuasaan Engkau aku
akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara
mereka. Allah berfirman: "Maka yang benar (adalah sumpah-Ku) dan hanya
kebenaran itulah yang Ku-katakan". Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi
neraka Jahanam dengan jenis kamu dan dengan orang-orang yang mengikuti kamu di
antara mereka kesemuanya. ( QS. Ash-Shaad : 82 – 85 ).
Mereka tahu betul , jika induk segala dosa adalah
dosa syirik , karena dosa ini akan membatalkan semua amal baik pelakunya serta
membuatnya kekal selama-lamanya dalam api neraka jika ia mati sebelum bertaubat
dan dalam kondisi seperti itu .
﴿وَلَقَدْ
أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ
لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ﴾
" Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu
dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu: "Jika kamu mempersekutukan (Tuhan),
niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi ". ( QS. Az-Zumar : 65 ).
﴿ ... إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ
بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا
لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ (72)﴾
" Sesungguhnya orang yang mempersekutukan
(sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan
tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang lalim itu seorang
penolong pun" . ( QS. Al-Maidah : 72 ).
Kalau kita telusuri sabda-sabda Rosulullah ﷺ ,
akan kita temukan bahwa beliau tidak pernah berbicara tentang tempat-tempat
mustajab , apalagi tempat yang di kramatkan . Kecuali jika penyebutan tempat
tersebut di kaitkan dengan zaman tertentu seperti sabda beliau tentang hari
Arafah :
« خَيْرُ
الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّونَ
مِنْ قَبْلِي لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ
وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ » .
" Sebaik-baiknya doa adalah doa hari Arafah ,
dan sebaik-baiknya doa yang aku dan para nabi sebelumku ucapakan adalah : Tidak
ada Ilah ( sesembahan ) yang berhak di sembah kecuali Allah , tidak ada sekutu
baginya , dan baginya seluruh kekuasan serta segala pujian , dan Dia berkuasa
terhadap segala sesuatu ". ( HR. Turmudzi no. 3538 . Di
hasankan oleh Syeikh Al-Albaany ).
Selain hari Arafah Rosulullah ﷺ tidak
pernah mengatakan bahwa tempat itu mustajab , padahal Arafah itu telah di
ketahui akan keutamaannya semenjak zaman nabi Adam u, dan semua para nabi pasti
pernah menjejakkan kakinya di atas tanah Arafah tersebut , apalagi orang-orang
saleh dan para wali . Apa tidak sebaiknya jika Rosulullah ﷺ menjadikannya
sebagai tapakan kramat atau pesarean ? Jawabannya pasti tidak masuk akal jika
beliau melakukannya , hanya pengikut hawa saja yang mau melakukannya .
Ketika Rosulullah ﷺ melintasi puing-puing perkampungan umat nabi Soleh
, beliau memerintahkan para sahabatnya agar mempercepat jalannya , bukannya
menyuruh mencari kuburan nabi Saleh atau tapakannnya . Dalam hadits yang
diriwayatkan Ubay bin Ka'ab radhiyallahu 'anhu bahwa Rosulullah ﷺ melintasi
( perkampungan ) Hijr di lembah Tsamud , maka beliau berkata :
« أَسْرِعُوا
السَّيْرَ ، وَلاَ تَنْزِلُوا بِهَذِهِ الْقَرْيَةِ الْمُهْلَكِ أَهْلُهَا » .
" Percepatlah jalannya , dan janganlah kalian
singgah di desa ini yang penduduknya pernah di binasakan ". ( Haditst ini di sebutkan Al-Busyeiry dalam kitab Ittihaf Khiyaratul
Maharoh 2/517 no. 2017 , dan dia berkata : Ahmad bin Manii' meriwayatkannya
dengan sanad yang Shahih ) .
----
Bukit ath-Thuur :
Diriwayatkan oleh Umar bin Abdurrahman bin
Al-Harits , dia mengatakan :
" Bahwa Abu Bashroh Al-Ghifaary berjumpa
dengan Abu Hurairah yang baru pulang dari Ath-Thur ( gunung di lembah Sinai
tempat Nabi Musa menerima kitab Taurat dan saat itu Allah SWT berbicara
langsung kepadanya ) . Maka bertanyalah Abu Bashrah kepada Abu Hurairah :
" Dari mana kamu datang ? " , Dia menjawab : " Dari Ath-Thur ,
dan aku sholat di sana ". Lalu Abu Bashrah berkata : " Kalau
seandainya aku ketemu kamu sebelum berangkat , kamu pasti tidak jadi berangkat
, karena sesungguhnya aku telah mendengar Rosulullah ﷺ bersabda :
« لَا تُشَدُّ
الرِّحَالُ إلَّا إلَى ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ : الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ,
وَمَسْجِدِي هَذَا , وَالْمَسْجِدِ الْأَقْصَى »
" Janganlah kalian bersusah payah melakukan
perjalanan kecuali menuju ke tiga masjid , Masjidil Haram , Masjidku ini dan
Masjidil Aqsha ".
( HR. Imam Ahmad 39/270 no. 23850 . Hadits
ini sanadnya Shahih )
Di sini Abu Hurairah menerima teguran Abu Bashrah
yang sama-sama sahabat Nabi ﷺ setelah mendengar sabda Nabi ﷺ tadi , bahkan setelah itu Abu Hurairah ikut
meriwayatkan haditst tersebut .
Ibnu Hajar dalam kitab Fathul Bari 3/78 berkata :
" Maka menunjukkan bahwa Abu Bashrah memahami makna hadits tersebut adalah
umum atau menyeluruh , yang demikian itu di benarkan oleh Abu Hurairah
".
Di riwayatkan pula dari Qoza'ah , dia berkata :
سَأَلْتُ ابْنَ عُمَرَ: آتِي
الطُّورَ؟ فَقَالَ: «دَعِ الطُّورَ وَلَا تَأْتِهَا!»، وَقَالَ: «لَا تُشَدُّ
الرِّحَالُ إِلَّا إِلَى ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ».
Aku bertanya kepada Ibnu Umar radhiyallahu 'anhu :
Bolehkah aku mendatangi Ath-Thur ? beliau menjawab : " Tinggalkan Ath-Thur
itu , dan janganlah kamu mendatanginya ! " lalu dia berkata : "
Janganlah kalian bersusah payah melakukan perjalanan kecuali menuju ke tiga
masjid ".
Atsar ini di riwayatkan Ibnu Abi Syaibah dalam
Mushannaf nya 2/374 no. 7621 dan Al-Azroqy dalam kitabnya Akhbar Makkah hal.
304 . Dan sanadnya di Shahihkan oleh Al-Albaany dalam kitab Tahdzirus
Saajid ha. 139 . Dan perawi yang bernama Qoza'ah adalah Ibnu Yahya Al-Bashry ,
dan dia adalah Tsiqoh ( dipercaya ) seperti yang dikatakan Al-Hafidz Ibnu Hajar
dalam kitab At-Taqrib hal. 801 .
Begitulah amalan para sahabat , tabiin dan tabiit
tabiin , mereka tidak pernah melakukan bepergian ke tempat-tempat yang dianggap
kramat .
Padahal bukit Thur Sinai ini sangat terkenal
semenjak zaman Musa hingga zaman Nabi Muhammad ﷺ , bahkan Allah SWT berkali-kali mengisyaratkan dan
menyebutkannya dalam Al-Quran , diantaranya .
﴿فَلَمَّا
أَتَاهَا نُودِيَ يَا مُوسَى . إِنِّي أَنَا رَبُّكَ فَاخْلَعْ نَعْلَيْكَ إِنَّكَ
بِالْوَادِ الْمُقَدَّسِ طُوًى . وَأَنَا اخْتَرْتُكَ فَاسْتَمِعْ لِمَا يُوحَى﴾.
Maka ketika ia datang ke tempat api itu ia
dipanggil : " Hai Musa, Sesungguhnya Aku inilah Tuhanmu, maka
tanggalkanlah kedua terompahmu ( sandalmu ) ; sesungguhnya kamu berada di
lembah yang suci, Thuwa. Dan Aku telah memilih kamu, maka dengarkanlah apa
yang akan diwahyukan ( kepadamu ). (
QS. Thoha : 11-13 ).
Dalam surat lain jelas-jelas di sebutkan namanya :
﴿فَلَمَّا قَضَى
مُوسَى الأجَلَ وَسَارَ بِأَهْلِهِ آنَسَ مِنْ جَانِبِ الطُّورِ نَارًا
قَالَ لأهْلِهِ امْكُثُوا إِنِّي آنَسْتُ نَارًا لَعَلِّي آتِيكُمْ مِنْهَا
بِخَبَرٍ أَوْ جَذْوَةٍ مِنَ النَّارِ لَعَلَّكُمْ تَصْطَلُونَ (29) فَلَمَّا
أَتَاهَا نُودِيَ مِنْ شَاطِئِ الْوَادِ الأيْمَنِ فِي الْبُقْعَةِ الْمُبَارَكَةِ
مِنَ الشَّجَرَةِ أَنْ يَا مُوسَى إِنِّي أَنَا اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ (30)﴾
Maka tatkala Musa telah menyelesaikan waktu yang
ditentukan dan dia berangkat dengan keluarganya, dilihatnyalah api di lereng (
bukit ) Ath-Thur , ia berkata kepada keluarganya:
"Tunggulah (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku
dapat membawa suatu berita kepadamu dari (tempat) api itu atau (membawa)
sesuluh api, agar kamu dapat menghangatkan badan". Maka tatkala Musa
sampai ke
( tempat ) api itu, diserulah dia dari
(arah) pinggir lembah yang diberkahi, dari sebatang pohon kayu, yaitu: "Ya
Musa, sesungguhnya aku adalah Allah, Tuhan semesta alam . ( QS. Al-Qoshosh
: 29-30 ).
Bahkan Allah SWT telah bersumpah dengan menyebutkan
Ath-Thur ini , dalam surat At-Tiin Allah berfirman :
﴿وَالتِّينِ
وَالزَّيْتُونِ (1) وَطُورِ سِينِينَ (2) وَهَذَا الْبَلَدِ
الأمِينِ (3)﴾
" Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun , dan demi
bukit Thur Sinai , dan demi kota (Mekah) ini yang aman ".
( QS. At-Tiin : 1- 3 )
Dengan ayat-ayat diatas , maka tidak di ragukan
lagi akan keistimewaan lembah Sinai tersebut yang mana di sana terdapat bukit
Ath-Thuur , dengan tegas Allah SWT menyatakannya sebagai tempat yang di sucikan
dan di berkahi , bahkan Nabi Musa diperintahkan untuk mencopot kedua sandalnya
.
Namun demikian Nabi ﷺ tidak mengunjunginya , tidak menjadikannya pesarean
dan tempat kramat , bahkan tidak pernah menyuruh para sahabat-sahabatnya untuk
menziarahinya apalagi menyuruh nyepi atau I'tikaf di dalamnya .
Ini adalah sebuah pelajaran dan peringatan bagi
orang-orang yang punya hati nurani , sesuai yang Allah firmankan :
﴿إِنَّ فِي
ذَلِكَ لَذِكْرَى لِمَنْ كَانَ لَهُ قَلْبٌ أَوْ أَلْقَى السَّمْعَ وَهُوَ شَهِيدٌ
(37)﴾
" Sesungguhnya pada yang demikian itu
benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang
menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya ".( QS. Qoof : 37 ).
---
Gunung uhud :
Gunung Uhud adalah nama salah satu gunung yang ada
di Madinah , gunung yang paling dan terpanjang di sana . Gunung tersebut banyak
memiliki keistimewaan dan nilai-nilai sejarah .
Imam Bukhori no. 2889 , 4422 dan Imam Muslim no.
1393 , 1392 dalam Shahihnya meriwayatkan dari Anas bin Malik dan Abu
Humeid bahwa Nabi ﷺ ketika melihat gunung Uhud berkata :
« وَهَذَا
أُحُدٌ جَبَلٌ يُحِبُّنَا وَنُحِبُّهُ » .
" Dan ini adalah Uhud , gunung yang mencintai
kami , dan kami pun mencintainya ".
Di lereng gunung Uhud pernah di jadikan lokasi
pertempuran antara pasukan kaum muslimin yang dipimpin langsung oleh Rosulullah
ﷺ melawan
kaum musyrikin Qureish , yang kemudian di kenal dengan perang Uhud . Dalam
peperangan tersebut telah gugur sebagai dari pasukan kaum muslimin tujuh puluh
sahabat Nabi ﷺ termasuk diantaranya adalah paman kesayangan Nabi ﷺ Hamzah
bib Abdul Mutholib , dan saat itu pula beliau sempat terluka . Mereka para
suhada Uhud telah di jamin masuk syurga atas kesaksian Allah dan Rosulnya , dan
di sana pula para syuhada Uhud di makamkan .
Tidak ada keraguan sedikit pun bagi umat Islam akan
keutamaan gunung Uhud tersebut , bahkan mencintai gunung Uhud termasuk yang di
syariatkan , namun demikian adakah Rosulullah ﷺ dan para sahabatnya bertabarruk dengannya atau
mendirikan tempat-tempat pesarean di sekitar para syuhada Uhud ?
Gunung Uhud adalah salah satu gunung yang
akan ada di syurga kelak , Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 7/378 berkata
:
ثَبَتَ فِي حَدِيثِ أَبِي
عَبْسٍ بْنِ جَبْرٍ مَرْفُوعًا: "جَبَلُ أُحُدٍ يُحِبُّنَا وَنُحِبُّهُ،
وَهُوَ مِنْ جِبَالِ الْجَنَّةِ"، أَخْرَجَهُ أَحْمَدُ، وَلَا مَانِعَ فِي
جَانِبِ الْبَلَدِ مِنْ إِمْكَانِ الْمَحَبَّةِ مِنْهُ كَمَا جَازَ التَّسْبِيحُ
مِنْهَا، وَقَدْ خَاطَبَهُ ﷺ مُخَاطَبَةَ مَنْ يَعْقِلُ، فَقَالَ لَمَّا
اضْطَرَبَ: «اسْكُنْ أُحُدُ» الحَدِيثُ.
((Telah ada ketetapan (validasi) dalam hadits Abu
Abes bin Jabr hadits marfu'
( dari sabda Rosulullah ﷺ) :
" Gunung Uhud mencintai kami , dan kami
mencintainya , dan ia termasuk dari gunung-gunung yang ada di syurga "
Hadits tersebut di riwayatkan Imam Ahmad.
Dengan demikian tidak menutup kemungkinan adanya
rasa cinta yang datang dari sisi sebuah daerah , seperti halnya ucapan tsabih
darinya , dan sungguh Nabi ﷺ telah berbicara kepada Uhud seperti pembicaraanya terhadap orang yang
berakal , maka beliau pernah berkata kepada Uhud ketika ia bergetar : "
Tenanglah Uhud ! " . Al-hadits)).
Yang di maksud Al-Hafidz Ibnu Hajar adalah hadits
Anas radhiyallahu 'anhu , dia berkata:
صَعِدَ النَّبِيُّ ﷺ أُحُدًا
وَمَعَهُ أَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ وَعُثْمَانُ فَرَجَفَ وَقَالَ : « اسْكُنْ أُحُدُ
! - أَظُنُّهُ ضَرَبَهُ بِرِجْلِهِ - فَلَيْسَ عَلَيْكَ إِلَّا نَبِيٌّ وَصِدِّيقٌ
وَشَهِيدَانِ » .
Nabi ﷺ beserta Abu Bakar , Umar dan Utsman rodliyallahu
'anhum mendaki gunung Uhud , maka ia bergetar , lalu beliau berkata
: " Tenanglah Uhud ! – aku mengira beliau sambil
menjejakkan kakinya – jangan kau lakukan itu karena ada Nabi , Shiddiq
dan dua orang ( calon mati ) syahid ". ( HR. Imam Bukhory no. 3699 ).
Dengan demikian sudah bisa dipastikan jika
kedudukan gunung Uhud di sisi Allah SWT jauh lebih mulia dari pada gunung
Merapi , Kemukus , Kawi dan gunung Sembung .
Sarana Mustajab yang syar'i :
Sarana-sarana mustajab yang Rosulullah ﷺ sebutkan
kebanyakan berkaitan dengan waktu , kondisi orang yang berdoa dan
kalimat-kalimat tertentu dalam berdoa .
Contoh waktu-waktu mustajab : pada Hari Arafah dan
di Arafah , malam Laylatul Qodar, setiap sepertiga malam akhir , setiap hari
Jum'at terdapat satu saat mustajab , doa setelah adzan , doa setelah minum air
Zamzam dan lain-lain .
Contoh kondisi orang yang Mustajab : doanya orang
yang di dzalimi , doa orang tua untuk anaknya , doa orang saleh , doa
saudaranya dari kejauhan dan lain-lain .
Contoh lafadz doa-doa mustajab seperti yang telah
saya sebutkan pada pembahasan tawassul dengan amal saleh .
Islam mengajarkan kemandirian dalam berdoa dan
bertawakkal kepada Allah Ta'ala, tanpa harus adanya bantuan dan ikatan dengan
tempat-tempat tertentu . Kapan saja dan di mana saja adanya , tanpa mengganggu
aktifitas dan mengurangi kwalitas kemustajaban , praktis , simple dan sederhana
.
****
SARANA KE 8 :
TAWASSUL DENGAN API , DUPA , KEMENYAN DAN
SEJENISNYA .
Penggunaan api atau segala sesuatu yang mengandung
unsur api , seperti dupa , kemenyan dan sejenisnya sebagai sarana ibadah
merupakan syarat mutlak dan utama dalam ritual ibadah penganut agama Majusi dan
sekte-sekte nya .
Majusi atau Zoroastrianisme adalah
sebuah agama purba Parsi yang diasaskan oleh Zarathustra. Ia juga bukan sahaja sebuah agama, tetapi sebuah falsafah kehidupan,
sama seperti taoisme dari China.
Sebelum kelahiran nabi Muhammad ﷺ , agama ini merupakan agama yang utama di Timur
Tengah dan Asia Tengah, namun pada hari ini, penganutnya adalah minoriti dimana
kebanyakan mereka bertumpu di India.
Diperkirakan Agama Majusi ini pada awalnya adalah
agama tauhid , agama yang meng Esakan Allah Ta'ala' , dalam ensiklopedia
bebas di sebutkan :
Bahwa Zoroastrianisme adalah
sebuah agama dan
ajaran filosofi yang didasari oleh ajaran nabi Zoroaster. Zoroastrianisme dahulu kala adalah sebuah agama yang dominan dianut di
daerah Iran,
disebarkan pertama kali di Balkh, sebuah kota di utara Afganistan.
Prinsip Dasar
[1] Hanya ada satu Tuhan yang
universal dan Maha Kuasa, Ahura Mazda, sang Maha Pencipta dan Dia
yang satu-satunya segala puja dan sembah ditujukan.
[2] Ciptaan Ahura Mazda, adalah antitesis dari
kekacauan. Hasil dari konflik meliputi segala alam semesta, termasuk umat manusia,
yang memainkan peran utama dalam konflik.
[3] Partisipasi aktif dalam kehidupan lewat
pikiran baik, perkataan baik, dan perbuatan baik diperlukan untuk menciptakan
kebahagiaan dan menghindari kekacauan.
[4] Ahura Mazda, akan pada saatnya berkuasa penuh,
pada saat alam semesta diperbaiki dan waktu akan berhenti. Dalam masa terakhir,
semua ciptaan, termasuk jiwa orang mati, akan bersatu kembali dengan Tuhan.
[5] Dalam tradisi Zoroastrianisme, yang jahat
diwakili oleh Angra Mainyu, sedangkan yang baik diwakili oleh Spenta
Mainyu. Melalui Spenta Mainyu, Ahura Mazda menjalin hubungan dengan manusia
dan berinteraksi dengan dunia.
[6] Dalam urusan penciptaan, Ahura Mazda
menghasilkan enam cahaya, Amesha Spantas, yang setiap elemennya
mewakili satu aspek dari penciptaan.
Abul Fatah Asy-Syahristany menyebutkan dalam
kitabnya Al-Milal wan Nihal 2/257 : bahwa para raja-raja ajam ( non arab , pada
awalnya ) mereka semua memeluk agama Ibrahim 'alaihissalam ,
agama hanif ( agama yang akidahnya masih lurus bersih, yaitu meng Esakan Allah
Ta'ala ) , dan semua bangsa yang hidup di zaman tertentu di setiap negeri ,
mereka memeluk agama rajanya masing-masing . Dulu pada masa nabi Ibrahim semua
aliran dan sekte agama berporos dan menginduk kepada dua agama : pertama agama
Ash-Shabiah ( agama yang akidah dan syariatnya berubah-rubah seperti para
penyembah bintang ) , kedua : Agama Hanif ( yang syariat dan akidahnya tetap
masih bersih dan lurus).
Majusi ini diperkirakan sempalan dari Agama Hanif (
Tauhid ) , maka pada awalnya ia adalah agama yang tauhid hingga kemudian para
ulamanya menetapkan dua sumber di balik pengendalian alam . Yang pada akhirnya
mereka berkeyakinan bahwa Alam ini memiliki dua unsur qadim , terang dan gelap
. Terang adalah sumber kebaikan, manfaat dan maslahat . Sementara gelap adalah
sumber keburukan , marabahaya dan kerusakan . Semua topik perdebatan antar
sekte-ekte Majusi berkisar tentang dua kaidah berikut ini , yaitu : penjelasan
tentang sebab tercampur baurnya cahaya dengan kegelapan , dan sebab lepasnya
cahaya dari kegelapan . Dan mereka menjadikan campur baur adalah awal permulaan
, sementara pelepasan adalah tempat atau masa kembali . ( Lihat : Al-Milal wan
Nihal 2/261 ).
Maniwisme salah satu sekte Majusi menjelaskan
proses awal kejadian Alam Semesta hingga Alam itu berakhir , yaitu seperti
berikut ini :
Katika Raja Cahaya melihat terjadinya percampur
bauran (antara cahaya dan kegelapan) , Ia memerintahkan salah satu malaikat nya
untuk menciptakan Alam ini pada kondisi seperti itu , agar jenis-jenis cahaya
bisa lepas dari jenis-jenis kegelapan . Dan sebenarnya bisanya Matahari , Bulan
dan semua bintang-bintang beredar , itu di sebabkan karena dalam proses
pemurnian diri bagian-bagian cahaya dari bagian-bagian kegelapan . Maka
Matahari memurnikan cahaya yang tercampur baur dengan syeitan-syeitan panas .
Sedangkan bulan memurnikan cahaya yang tercampur baur dengan syeitan-syeitan
dingin . Dan angin sepoi-sepoi yang ada di bumi akan terus bergerak naik ,
karena memang aktivitasnya naik ke alamnya . Dan demikian pula semua
bagian-bagian cahaya selamanya selalu dalam kondisi naik dan keatas , sementara
bagian-bagian kegelapan akan terus bergerak turun dan kebawah , sehingga pada
akhirnya secara perlahan bagian-bagian tersebut terlepas , dan berakhirlah percampur
bauran , dan terbebaslah susunan-susunan tersebut , dan masing-masing kembali
ke alamnya , dan itulah yang di sebut hari Kiamat dan Saat Kembali .
Dan mereka berkata pula : " Diantara hal-hal
yang bisa membantu dalam proses pelepasan dan pemisahan serta pengangkatan
bagian-bagian cahaya adalah dengan bertasbih ( mensucikannya ) , bertaqdis (
mengagungkannya ) , ucapan-ucapan yang baik , amal-amal kebajikan , dengan itu
semua terangkatlah bagian-bagian bercahaya melalui pilar pagi menuju orbit bulan
. Bulan tersebut akan terus menerus menerimanya dari awal bulan hingga
pertengahan , maka jadi penuhlah bulan tersebut dan berubah menjadi bulan
purnama , kemudian dia mengantarkannya kepada Matahari hingga akhir bulan,
setelah itu Matahari mendorongnya kepada Cahaya yang di atasnya , maka cahaya
itu berjalan pada alam tersebut hingga sampai pada Cahaya yang Maha
Tinggi lagi Murni . Dan seterus nya saperti itu hingga tidak ada yang tersisa
dari bagian-bagian cahaya tersebut sedikitpun di alam ini " . (Lihat :
Al-Milal wan Nihal 2/271-272 ).
Di ceritakan dari kaum pemeluk Tsanwiyah ( salah
satu sekte Majusi ) : bahwa terang dan gelap terus menerus hidup , akan tetapi
terang itu sensitif dan berpengatahuan , sementara gelap itu bodoh dan buta.
Terang itu bergerak rata , lurus dan tegak ,
sementara gelap itu bergerak kasar tidak beraturan , kencang seperti badai dan
bengkok-bengkok . ( Lihat kitab al-Milal wan Nihal karya Syahristani 1/251 ) .
Mereka melambangkan cahaya tersebut dengan api
abadi , pada awalnya mereka hanya sebatas menjadikannya wasilah atau perantara
dan kiblat ibadah mereka , yang kemudian mereka sangat mengagungkannya , yang
pada akhirnya menyembahnya .
Begitulah jika masalah agama dan perkara ghaib
ditentukan oleh pemikiran akal manusia atau filsafat , maka yang dihasilkannya
adalah kekeliruan lagi sesat dan menyesatkan , mereka mengikuti khayalan dan
prasangka-prasangka yang dibisikan syeitan kepadanya , kemudian mereka mengira
bahwa itu adalah sebuah penemuan yang di benarkan . Dalam hal ini Allah SWT
berfirman :
﴿وَمَا لَهُمْ
بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِنْ يَتَّبِعُونَ إِلَّا الظَّنَّ وَإِنَّ الظَّنَّ لَا يُغْنِي
مِنَ الْحَقِّ شَيْئًا﴾
" Dan mereka tidak mempunyai sesuatu
pengetahuan pun tentang itu. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti
prasngka-prasangka sedang sesungguhnya persangkaan itu tidak memberikan sedikit
pun terhadap kebenaran. ( QS. An-Najm : 28 ).
Dalam kitab Nihayatul Arb 1/107 Sheikh Mas'udy
berkata : " Pertama kali di temukan hikayat manusia yang berkaitan dengan
sejarah Majusi ( agama penyembah apai ) adalah Raja Afredon , yaitu suatu
ketika dia menemukan kobaran api yang diagungkan oleh para pemujanya , dan
mereka beribadah kepadanya dengan cara mengi'tikafinya ( nyepi ) , maka Raja
tadi menghampirinya dan meminta kepada mereka penjelasan tentang api tersebut
serta hikmah apa saja yang diperoleh dari praktek ibadah kepadanya . Maka para
pemuja api tersebut menjelaskannya dengan argument-argument yang membuat dia
tertarik untuk beribadah kepada api tsb, diantaranya :
(*) Sesungguhnya api itu adalah perantara (
wasilah ) antara Allah SWT dan antara makhluknya .
(*) Dan sesungguhnya api itu satu jenis dengan
tuhan-tuhan yang bersifat cahaya.
(*) Dan mereka juga menyebutkan
argument-argument lainnya kepadanya .
Mereka berkeyakinan pula bahwa nur itu terdiri dari
tingkatan-tingkatan dan aturan-aturan . Mereka membedakan antara tabiat api dan
tabiat cahaya . Mereka mengira bahwa hewan akan tertarik oleh gaya tarik cahaya
, sehingga hewan tersebut membakar dirinya sendiri seperti kupu-kupu yang
beterbangan di malam hari . Adapun binatang yang fisiknya halus dan lembut , ia
akan melemparkan dirinya pada lampu hingga terbakar . Dan selain hewan-hewan
itu masih banyak lagi : seperti yang terjadi pada binatang buruan di malam hari
, misalnya rusa , binatang buas dan burung . Begitu juga bermunculannya
ikan-ikan di air jika dekat dengan lampu yang berada di atas prahu kecil ,
seperti yang terjadi ( pada masyarakat ) di negeri Bashrah saat mereka berburu
ikan , mereka meletakkan lampunya di sisi perahu , maka ikan-ikan pun
berloncatan ( menghampirinya ) dari air menuju lampu .
Dan sesungguhnya dengan adanya cahaya maka alam
menjadi baik . Dan api lebih mulia dari pada kegelapan dan lain sebagainya .
Maka setelah mereka selesai memberikan keterangan
dan penjelasan kepada Raja Afredon tadi , dia memerintahkan untuk membawa bara
api dari kobaran tersebut ke kota Khurasan , maka di angkut lah , dan disiapkan
untuk api tersebut sebuah rumah ( ibadah ) di kota Thous , di siapkan pula
rumah lain untuknya di kota Bukhoro yang kemudian di kenal dengan Bardasurah
dan di sediakan pula rumah lain di kota Sajistan ( Kawakir ) yang kemudian
menjadikannya Bahman bin Asfandiyar . ( Lihat pula Al-Milal wan Nihal karya
Syahristany 2/282 ).
Ada beberapa faktor lain yang mendorong mereka
kepada penyembahan api , faktor-faktor tersebut menunjukkan bahwa mereka pada
awalnya hanya sebatas menjadikan api sebagai perantara atau wasilah . Diantara
faktor-faktor tersebut adalah sbb :
(*) Karena api itu adalah elemen yang mulia
lagi tinggi .
(*) Api itu tidak mau membakar Nabi Ibrahim
'alaihis salam .
(*) Mereka berkeyakinan dengan mengagungkan
api , mereka akan terbebaskan dari api neraka di akhirat kelak .
(*) Kesimpulan umum bahwa api itu adalah
kiblat ibadah mereka , perantara (wasilah) dan petunjuk . ( Lihat : kitab
al-Milal wan Nihal karya Syahristani 1/251 ) .
Mereka berkeyakinan saat berdoa , api berfungsi
sebagai kiblat dan asapnya berfungsi sebagai pengangkat doa tersebut serta
penghubung kepada Allah SWT.
Api juga merupakan simbol dari pada para penyembah
tuhan Matahari . Ralph Woodrow dalam BABYLON MYSTERY RELIGION hal. 4 menyatakan
bahwa :
"Api adalah lambang dari raja Namrud yang
diyakini oleh pengikutnya sebagai dewa matahari atau baal . Jadi , lilin dan
lain-lain kebiasaan yang berkenaan dengan api dimaksudkan sebenarnya sebagai
penyembahan kepada Nimrod ". (Baca Roma 1:21-26 ).
----
Sekte-sekte Majusi :
- Kyumartisme atau Jyumartisme .
- Razwan atau Zoroastrianisme ( Saxonisme ) .
- Tsanwiyah atau Dualisme .
- Maniwiyah .
- Mazdekisme ( Kudzikisme , Abu Muslimesme , Mahanisme ,
Esbidjamakisme ).
- Dexanisme .
- Markunisme .
- Kinowisme .
- Shiyamisme .
- Dan lain lain .
-----
Masih adakah sekarang penganut Majusi atau
Zoroastrianisme ?
Sampai tahun 2007,
jumlah penganut Majusi atau Zoroastrianisme telah menurun banyak, dan
diperkirakan tinggal berjumlah 200.000. Akan tetapi, beberapa sumber telah
mengoreksi perkiraan tersebut dan menyatakan bahwa jumlah penganutnya masih
mencapai 2 juta orang.
Namun demikian pengaruh dari ajaran Majusi ini
masih mewarnai berbagai macam agama yang ada di muka bumi ini , terutama
penggunaan api atau sejenisnya yang merupakan symbol utama dalam segala acara
ritual ibadah mereka .
Pengaruh ajaran dan simbol agama majusi ini semakin
meluas , terus berlanjut dan melekat pada agama-agama berhala lainnya hingga
saat ini , serta masih terus mewarnai kebudayaan-kebudayaan dan adat istiadat
kafir , bahkan mewarnai sebagian adat istiadat umat Islam sampai sekarang .
---
Contoh-contoh pengaruh Majusi terhadap umat manusia
di dunia hingga kini :
- Penggunaan kemenyaan dan dupa untuk acara ritual keagamaan dan adat
istiadat .
- Penggunaan lilin saat acara ulang tahun .
- Menyalakan lampu cempor dalam kurungan saat ada kematian , yang
konon katanya sebagai penunjuk jalan sang arwah agar tidak tersesat .
- Obor abadi yang di gunakan dalam acara peresmian olimpiade olahraga
.
====
Sejarah olimpiade :
Dalam buku Sejarah Peradaban Yunani Kuno
, di sebutkan bahwa Olimpiade itu diadakan untuk
menghormati dewa Zeus . Sejak tahun 776 sebelum
Masehi (SM) diselenggarakan pesta olah raga selama 5 hari di gunung Olymphus
yang disebut Olympiade. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh polis baik didataran
Yunani maupun daerah - daerah koloninya. Cabang olah raga yang dipertandingkan
meliputi: lari. loncat, lempar lembing, lempar peluru, lempar cakram, gulat,
pacuan kuda dan lomba kereta kuda.
Zeus ini adalah dewa Yunani kuno
, pemimpin para dewa, penguasa Olimpus yang bertahta di Olimpus pula
, dewa iklim dan cuaca. Dewa ini juga dikenal di Roma kuno dan India kuno.
Dalam bahasa Latin disebut Iopiter sedangkan dalam bahasa Sansekerta disebut Dyaus-pita.
Zeus menikah dengan adik perempuannya, Hera yang
menjadi Dewi Penikahan.
Istri kedua Zeus bernama Leto ,
yang kelak melahirkan dua anak kembarnya dewi Artemis dan dewa Apollo
( Dewa Matahari ) . Dan Aphrodite adalah Dewi Cinta
dan Kecantikan , Ia dilahirkan dari buih di laut yang berasal dari sperma
Zeus. Aphrodite menikah dengan Hefestus dan memiliki seorang putra, Eros yang
menjadi Dewa Asmara. Aphrodite juga diceritakan berselingkuh dengan
Ares, Dewa Perang.
PATUNG LIBERTY :
Statue
of Liberty
Patung Statue of Liberty itu merupakan lambang
Semiramis yang membawa obor cahaya, yang konon katanya obor cahaya itu adalah
roh anaknya Namrud yang senantiasa berada di dunia ini. Statue of Liberty
bukan saja ada di Amerika Syarikat, tetapi juga di Perancis, Austria,
Germany, Italy, Japan, China, Brazil and Vietnam. Dan simbol seperti
Statue of Liberty ada dalam logo Columbia Pictures yang mana
ia adalah bagian dari Columbia TriStar Motion Picture Group, yang
dimiliki oleh Sony Pictures Entertainment.
===
PENGARUH AGAMA PENYEMBAH API TERHADAP AGAMA LAIN .
----
API DALAM AGAMA KRISTEN :
Dalam Kitab Suci Kristen ( Imamat 10:1, 2 ) di
sebutkan bahwa : dalam Kemah Suci setiap hari harus ada asap yang
keluar dari bakaran ukupan . Kelalaian melakukan ibadah ini akan menyebabkan
hukuman. Bahkan salah mengambil api saja akan
mengakibatkan kematian, seperti yang dilakukan oleh Nadab dan Abihu.
Dan api untuk membakar ukupan itu
berasal dari lampu dian dengan tujuh cabang yang berada di dalam ruang suci
bersama-sama dengan mezbah ukupan tersebut. Dan lampu dian itu
berbicara mengenai Roh Kudus. Dan api yang benar berasal
dari Roh Kudus. Penyembahan yang benar harus keluar dari hati yang
apinya dibarakan dengan kuasa Roh Kudus .
----
API DALAM AGAMA HINDU DAN BUDHA :
Dalam semua kegiatan ibadah dan ritual keagaaman
penganut Hindu dan Budha tidak bisa lepas dari penggunaan api sebagai salah
satu sarananya . Karena Api itu menurut mereka adalah lambang dewa Agni ( dewa
Api ).
Dalam ajaran agama Hindu, Agni adalah dewa yang bergelar sebagai pemimpin upacara, dewa api, dan duta para
Dewa.
Kata Agni itu sendiri berasal dari
bahasa Sanskerta (अग्नि) yang berarti 'api'. Konon Dewa
Agni adalah putra Dewa Dyaus dan Pertiwi.
Dalam kitab suci Hindu, Weda : Dewa Agni disebut sebagai
Dewa pemimpin upacara. Dewa Agni bergelar sebagai Dewa pemimpin upacara karena
dia ahli dalam segala hal yang berkaitan dengan upacara keagamaan.
Dewa Agni pula yang diminta hadir dalam suatu
upacara (terutama Agnihotra) sebagai duta para Dewa yang mempersembahkan sesuatu kepada-Nya (Tuhan).
Dalam melaksanakan suatu upacara, Dewa Agni pula yang menjadi pendamping para
pendeta.
Dalam candi-candi
dan lukisan-lukisan, dia digambarkan sebagai Dewa yang memiliki rambut api yang
berkobar dan kepalanya selalu bersinar. Dalam kitab Mahabharata, Dewa Agni adalah dewa yang
membakar hutan Kandhawa.
Upacara Api Homa dalam tradisi Hindu dan Budha :
Sejak jaman Hindu dahulu tradisi Api Homa atau
pemujaan terhadap Agni (Api) telah lama diadakan. Dalam tradisi Buddhis,
tercatat dalam Sutra MahaCundi Dharani, disebutkan jika kita mengalami
kemalangan, ditinggalkan keluarga, bertempat tinggal ditempat yang kurang
beruntung, mengalami penyakit dan penderitaan secara duniawi, dan ingin
melakukan persembahan kepada para makhluk Suci lainnya, seperti Alam Brahma, 8
Kelompok Suci, Para Dewa, Naga yang dekat dengan alam manusia,
maka upacara Api Homa adalah sarana / alat "pemusatan pikiran dan
permohonan / persembahan " yang paling efektif untuk mengikis karma buruk
dan menolak bala, serta memohon pemberkatan dari para Makhluk Suci tersebut
.
Dalam tradisi Buddhis Esoterik Vajrayana disebutkan
konon pahala dari memberikan persembahan dalam 1x upacara Api Homa setara
memberikan persembahan kepada para Makhluk Suci selama 1 (365) tahun.
Dalam Sutra Maha Cundi juga disebutkan katanya jasa
pahala yang dihasilkan dari upacara Api Homa sangat luar biasa jika dilakukan
dengan sungguh-sungguh, kita mengkonsentrasikan pikiran untuk memohon
berkah dari para Adinata Buddha / Bodhisattva dan juga melakukan
persembahan sebagai simbol penyatuan pikiran, ucapan, dan perbuatan diri
seperti menolak bala, mendatangkan berkah, harmonis, dan juga memberikan
kelancaran peruntungan kita sehari-hari. Persembahan diberikan berupa
obat-obatan (untuk kesehatan), makanan vegetarian, bunga, dupa (
kayu cendana, gaharu,dll), teh, buah, maupun madu nectar, susu, dan berbagai
makanan biji-bijian yang ada di bumi ini, dan berbagai persembahan yang sangat
bermutu untuk dipersembahkan kepada Makhluk Suci sekalian. Sehingga seering
disebut "Manunggal Kawula Gusti" atau penyatuan
antara Pikiran, Persembahan, Gatha, Mantra Permohonan, yang sangat sakral
dengan para Makhluk Suci ( Para Bodhisattva, Para Dewa, Naga )
lainnya.
-----
API DALAM AGAMA SHINTO JEPANG :
Menurut tradisi Shinto , Izanagi (イザナギ) dan Izanami (伊弉冉尊) adalah saudara kandung sekaligus suami istri.
Mereka sudah eksis sebelum dunia ada.
Tragedi terjadi saat Izanami melahirkan Kagutsuchi,
dewa api . Kobaran apinya membakar Izanami ( ibunya ) dengan sangat
parah hingga meninggal. Di depan makam , Izanagi ( bapaknya ) menebas kepala
Kagutsuchi. Izanami pergi ke Yomi ( alam kematian / alam kubur ) . Izanagi
memutuskan untuk membawa isterinya kembali. Tetapi ketika dia mengunjungi Yomi, Izanagi menemukan bahwa istrinya telah menyantap
kematian. Izanami tidak akan dan tidak bisa kembali bersamanya. Izanagi tidak
menyerah. Dia masuk kedalam istana tempat istrinya berada. Dia menggunakan
sisirnya sebagai lilin, dan menjumpai cacing yang merangkak di sekujur tubuh
istrinya yang membusuk. Izanagi merasa ngeri dengan keadaan istrinya tersebut ,
kemudian memutuskan untuk meninggalkan tempat tersebut.
Analisa dan kesimpulan :
Dengan adanya banyak versi tentang tuhan api atau
dewa api beserta kisahnya dan latarbelakangnya , ini merupakan salah satu bukti
kongkrit akan kebenaran firman Allah SWT yang berbunyi :
﴿وَلَوْ كَانَ
مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلافًا كَثِيرًا ﴾
" Kalau kiranya itu bukan dari sisi Allah,
tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya ". ( QS. An-Nisaa : 82 ) .
****
SARANA KE 9 :
TAWASSUL DENGAN MATAHARI DAN TATA SURYA:
Ketika manusia belum memiliki pengetahuan tentang
alam semesta , dan belum pula menemukan alat peneropong planet dan gugusan
bintang , mereka mengagumi benda-benda angkasa seperti : BULAN , MATAHARI dan
BINTANG-BINTANG. Dengan bisikan filsafat Iblis , mereka mulai mereka-reka bahwa
benda-benda tersebut memiliki kelebihan dan kedudukan di sisi Sang Penciptanya
yang menurut perkiraannya bisa di jadikan penghubung atau perantara antara
dirinya dengan Rabb nya . Bahkan mereka tidak hanya berhenti disitu, tetapi
lebih lanjut lagi, mereka pada akhirnya menganggap benda-benda itu mempunyai
kuasa , lalu mereka sembah menjadi sesembahan mereka. Penyembahan kepada
benda-benda angksa ini berkembang terus keberbagai negara, yang dimulai dari
Babilonia, menyebar ke Selatan ke Mesir, ke Barat ke Eropa, ke Timur ke India
dan Jepang.
Dr. Robert Morey dalam artikelnya Mohammad wrote ,
mengatakan :
" MATAHARI telah disembah sebagai sesembahan,
dipelbagai negara, dan ditiap negara disebut dengan sebutan yang berbeda-beda :
Di Babilonia, dewa MATAHARI, disebuat SHAMASH
Di Mesir, dewa MATAHARI, disebut RA-AMON
Di Roma, dewa MATAHARI, disebut MITHRAS
Di India, dewa MATAHARI, disebut BETARA SURYA
Di Jepang, dewa MATAHARI, disebut AMATERAZU
Di Peru, dewa MATAHARI, disebut INTI ".
Dalam mitologi Yunani : Sang Matahari di
sebut Huitzilopochtli , dia adalah dewa nasional Aztek dan dia
adalah Dewa Perang dan Dewa Matahari. Dia menuntut darah manusia. Di hari-hari
perayaan ibadah, korban-korban dirobek dadanya dan direnggut jantungnya untuk
dipersembahkan kepada sang Matahari ( Huitzilopochtli ) dan
lalu dilemparkan ke dalam api. Tubuh korban lalu dilempar ke tangga kuil dan
bergulir ke bawah, lalu dipotong-potong dan dimakan. Kulitnya digunakan sebagai
baju perayaan agama.
Penyembahan kepada Matahari , Bulan dan lainnya
jelas-jelas di larang dan termasuk perbuatan syirik . Allah
SWT berfirman :
﴿لا تَسْجُدُوا
لِلشَّمْسِ وَلا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِنْ
كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ﴾.
Janganlah kalian bersujud kepada matahari dan
janganlah (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah Yang
menciptakannya, jika kalian ( benar-benar ) hanya kepada-Nya saja
menyembah. ( QS. Fushshilat : 37 )
Dalam kitab Ma'arij Qobul 2/470 di sebutkan sebab
dan awal mula adanya penyembahan Matahari bahwa : mereka Para penyembah
matahari pada awalnya berkeyakinan bahwa : Matahari itu adalah malaikat , ia
memiliki jiwa dan akal , ia adalah sumber cahaya bulan dan bintang-bintang .
Semua yang berada di bawahnya berasal mula darinya . Ia adalah penguasa dan
raja tatasurya yang berhak mendapat pengagungan , sujud dan doa.
Salah satu syariat mereka di dalam melakukan
praktek ibadah kepadanya adalah menjadikan untuk matahari sebuah patung yang di
tangannya terdapat bola permata berwarna api , dan berhala tersebut ditempatkan
dalam rumah ibadah yang mereka bangun dengan di beri nama matahari . Mereka
banyak melakukan wukuf ( berdiam diri ) dihadapan berhala tersebut , mereka
berdatangan dari desa-desa dan daerah-daerah terpencil . Berhala Matahari
tersebut memiliki para juru kuncen , penanggung jawab dan para centeng , mereka
berdatangan ke rumah ibadah tersebut dan di dalamnya mereka melakukan
sembahyang kepada matahari tiga kali sehari . Dan berdatangan pula kepadanya
orang-orang yang menderita sebuah penyakit . Mereka berpuasa untuk berhala
matahari tersebut , sembahyang , berdoa dan minta hujan .
Di saat matahari terbit mereka
semua bersujud , begitu juga saat terbenam dan juga
saat tengah hari , oleh karena itu syaitan ( sengaja
muncul ) membarengi tiga waktu tersebut , agar berketepatan ibadah mereka dan
sujud mereka tertuju kepadanya . Maka dari itu Nabi ﷺ melarang umatnya sholat di waktu-waktu tersebut ,
karena jelas-jelas akan nampak menyerupai ibadahnya orang kafir tadi , dengan
larangan tersebut berfungsi untuk menutup rapat-rapat jalan yang akan
menggiring mereka kepada kemusyrikan dan penyembahan kepada berhala " .
Dari keterangan di atas nampak jelas jika mereka
hanya menganggapnya sebagai malaikat , bukan sebagai tuhan pencipta langit dan
bumi serta isinya . Sudah di pastikan pada awalnya tujuan mereka adalah
bertwassul dengannya kepada Allah SWT agar mudah di kabulkan segala
keinginannya , akan tetapi pada akhirnya mereka menyembahnya .
===
AGAMA PENYEMBAH MATAHARI PERTAMA :
Dalam buku BABYLON MYSTERY RELIGION karya Ralph
Woodrow hal. 3-4 di nyatakan bahwa : BABILONIA adalah Sumber Agama Yang Semu ,
dan dari sinilah lahir agama penyembah Dewa Matahari , dia adalah Raja Nimrod (
atau Namrud ) yang beristrikan ibunya sendiri yang bernama Semiramis dan Tamus
juga adalah anak Semiramis , yang dinikahinya setelah Namrud meninggal dan di
yakini sebagai titisan Dewa Matahari .
Aku katakan : Raja Namrud ini adalah raja yang di
isyaratkan dalam Al-Quran sebagai penentang da'wah Nabi Ibrahim alaihissalam :
﴿أَلَمْ تَرَ
إِلَى الَّذِي حَاجَّ إِبْرَاهِيمَ فِي رَبِّهِ أَنْ آتَاهُ اللَّهُ الْمُلْكَ
إِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّيَ الَّذِي يُحْيِي وَيُمِيتُ قَالَ أَنَا أُحْيِي
وَأُمِيتُ قَالَ إِبْرَاهِيمُ فَإِنَّ اللَّهَ يَأْتِي بِالشَّمْسِ مِنَ
الْمَشْرِقِ فَأْتِ بِهَا مِنَ الْمَغْرِبِ فَبُهِتَ الَّذِي كَفَرَ وَاللَّهُ لا
يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ﴾
Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mendebat
Ibrahim tentang Tuhannya (Allah) karena Allah telah memberikan kepada orang itu
pemerintahan (kekuasaan). Ketika Ibrahim mengatakan: "Tuhanku ialah Yang
menghidupkan dan mematikan," orang itu berkata: "Saya dapat
menghidupkan dan mematikan". Ibrahim berkata: "Sesungguhnya Allah
menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat," lalu
heran terdiamlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada
orang-orang yang lalim. ( QS. Al-Baqoroh : 258 )
Dalam ayat lain Allah Ta'ala mengisyaratkan tentang
Namrud dan kaum yang menyembah matahari pada masa Nabi Ibrahim :
﴿فَلَمَّا رَأَى
الشَّمْسَ بَازِغَةً قَالَ هَذَا رَبِّي هَذَا أَكْبَرُ فَلَمَّا أَفَلَتْ قَالَ
يَا قَوْمِ إِنِّي بَرِيءٌ مِمَّا تُشْرِكُونَ﴾
Kemudian tatkala dia ( Ibrahim ) melihat matahari
terbit, dia berkata: "Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar", maka
tatkala matahari itu telah terbenam, dia berkata: "Hai kaumku,
sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan. ( QS. Al-An'am 78 ).
Dan dialah Namrud beserta kaumnya yang berusaha
membakar nabi Ibrahim alaihissalam hidup-hidup , namun Allah
SWT menyelamatkannya :
﴿قَالُوا
حَرِّقُوهُ وَانْصُرُوا آلِهَتَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ فَاعِلِينَ . قُلْنَا يَا نَارُ
كُونِي بَرْدًا وَسَلامًا عَلَى إِبْرَاهِيمَ . وَأَرَادُوا بِهِ كَيْدًا
فَجَعَلْنَاهُمُ الأخْسَرِينَ﴾.
Mereka berkata: "Bakarlah dia ( Ibrahim ) dan
bantulah tuhan-tuhan kamu, jika kamu benar-benar hendak bertindak". Kami
berfirman: "Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi
Ibrahim". mereka hendak berbuat makar terhadap Ibrahim, maka Kami
menjadikan mereka itu orang-orang yang paling merugi. (
QS. Al-Anbiya : 68-70).
BABILONIA di sebutkan dalam Al-Quran sebagai pusat
dan puncak merajalelanya ilmu-ilmu sihir dan tenung , sehingga Allah SWT
mengutus Harut dan Marut untuk memberi peringatan kepada mereka bahwa perbuatan
tersebut adalah bentuk kekufuran .
﴿وَلَكِنَّ
الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَا أُنزلَ عَلَى
الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى
يَقُولا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلا تَكْفُرْ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا
يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ وَمَا هُمْ بِضَارِّينَ بِهِ مِنْ
أَحَدٍ إِلا بِإِذْنِ اللَّهِ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلا يَنْفَعُهُمْ
وَلَقَدْ عَلِمُوا لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنْ خَلاقٍ
وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْا بِهِ أَنْفُسَهُمْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ﴾.
" Hanya setan-setan itulah yang kafir
(mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang
diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babylon yaitu Harut dan Marut,
sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorang pun sebelum
mengatakan: "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah
kamu kafir". Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang
dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan
istrinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudarat dengan sihirnya
kepada seorang pun kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu
yang memberi mudarat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya
mereka telah meyakini bahwa barang siapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan
sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat dan amat jahatlah perbuatan
mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui " . ( QS. Al-Baqoroh : 102 ) .
Berdasarkan kesimpulan dari sejarah, legenda dan
mitologi, maka Alexander Hislop menulis secara rinci bagaimana agama Babilonia
berkembang menjadi tradisi yang berkaitan dengan Nimrod, Semiramis (isterinya)
dan Tamuz (anak Semiramis, yang kemudian dinikahi oleh Semiramis, ibunya
sendiri).
Ketika Nimrod mati, tubuhnya dipotong-potong,
kemudian dibakar dan disebar ke berbagai daerah. Praktek serupa juga disebutkan
dalam Alkitab (Hak. 19:29; 1Sam. 11:7). Kematiannya sangat
menyedihkan masyarakat Babilon. Semiramis lalu menegaskan bahwa Nimrod
adalah dewa matahari.
Ketika Semiramis melahirkan seorang anak laki-laki,
ia mengatakan bahwa anaknya, Tamus, adalah titisan Nimrod. Kemungkinan besar
Semiramis sudah mendengar nubuatan mengenai Mesias yang akan dilahirkan oleh
seorang wanita. Kebenaran mengenai hal ini sudah diketahui sejak semula (Kej.
3:15). Itu sebabnya Semiramis berani mengatakan bahwa anaknya dikandung secara
supranatural dan merupakan juru selamat. Dalam perkembangan selanjutnya tidak
hanya anak yang disembah, tetapi juga sang ibu. Banyak dari penyembahan
Babilonia diteruskan melalui lambang-lambang yang misterius. Misalnya anak-sapi
yang dibuat dari emas (golden calf) merupakan lambang dari Tammuz, anak dari
dewa matahari.
Karena Nimrod merupakan dewa matahari atau baal,
maka api juga merupakan lambang dari Nimrod.
Jadi, lilin dan lain-lain kebiasaan yang berkenaan
dengan api dimaksudkan sebenarnya sebagai penyembahan kepada Nimrod.
Nimrod juga sering dilambangkan sebagai matahari,
ikan, pohon, pilar dan binatang. ( Baca Roma 1:21-26 , dan sampai disini kata2
Ralph Woodrow ).
Setelah Namrud meninggal dunia, Semiramis ibu yang
merangkap sebagai isteri tersebut menyebarkan ajaran bahwa Roh Namrud tetap
hidup selamanya, walaupun jasadnya telah mati. Dia membuktikan ajarannya dengan
adanya pohon Evergreen yang tumbuh dari sebatang kayu yang mati, yang
ditafsirkan oleh Semiramis sebagai bukti kehidupan baru bagi Nimrod yang sudah
mati. Untuk mengenang hari kelahirannya, Namrud selalu hadir di pohon Evergreen
ini dan meninggalkan bingkisan yang digantungkan di ranting-ranting pohon itu.
25 Disember itulah hari kelahiran Namrud. Dan inilah asal usul pohon
Natal yang dirayakan oleh orang-orang Kristen pada Hari Raya
Natal / Krismas.
http://hikmatun.files.wordpress.com/2009/11/tammuz.jpg
Walaupun dikatakan bahawa Semiramis ialah seorang
perawan ketika melahirkan Namrud, dia juga kemudiannya melahirkan seorang lagi
anak selepas Namrud mati yang kemudian di nikahi pula oleh Semiramis , ibunya
sendiri . Anak itu bernama Tammuz dan dia mengatakan anak itu
adalah jelmaan semula Namrud. Tammuz diberi gelaran ‘Orion‘ yang
bermaksud ‘benih seorang wanita’. Semiramis pada mulanya
dikenali sebagai ‘Ibu perawan’, ‘Ibu suci’ dan ‘Dewi dari syurga’. Dan
dari sinilah permulaan penyembahan terhadap Semiramis dan anak tuhan.
Melalui pengaruh dan pemujaannya kepada Namrud, Semiramis
dianggap sebagai ‘Ratu Langit’ oleh rakyat Babylon. Dengan berbagai julukan,
akhirnya Namrud dipuja sebagai ‘Anak Suci dari Syurga’. Melalui perjalanan
sejarah dan pergantian generasi dari masa ke masa, dari satu bangsa ke bangsa
lainnya, penyembahan berhala versi Babylon ini berubah menjadi Messiah Palsu
yang berupa dewa Baal, anak dewa Matahari.
===
Pengaruh budaya agama matahari Babylonia kepada
agama lain .
----
OBELISK
( lambang alat kelamin pria ), KUIL DAN MENARA
Ralph Woodrow menyatakan dalam BABYLON MYSTERY
RELIGION hal. 5 bahwa : Salah satu bentuk penyembahan matahari ( agama kafir )
yang mempunyai pengertian yang tersembunyi adalah Obelisk. Ratu Semiramis
mendirikan sebuah obelisk yang tingginya 130 kaki. Di Mesir terdapat banyak
Obelisk dan beberapa diantaranya telah dipindahkan ke lain tempat, yaitu
Central Park di New York, London dan Roma.
Asal mulanya sebuah Obelisk dikaitkan dengan
penyembahan matahari, lambang dari Baal, yang merupakan sebutan dari Nimrod. Mereka telah menolak pencipta sebenarnya dan menganggap mataharilah
yang memberikan kehidupan kepada tanaman dan manusia. Obelisk juga
merupakan lambang dari phallus ( alat kelamin pria ). Melalui hubungan
kelamin, sebuah kehidupan dimulai, karena itu phallus juga merupakan lambang
dari kehidupan. Supaya obelisk ini betul-betul melambangkan suatu kehidupan,
maka obelisk ini harus berdiri tegak. Obelisk ini ditempatkan di halaman masuk
sebuah kuil.
Obelisk
Obelisk
di Vatican City
Gedung
Obelisk
Di halaman gereja Santa Petrus di Roma berdiri
sebuah obelisk. Obelisk ini pernah berdiri di Mesir. Antara tahun 37-41
Catigula memindahkan obelisk dari Heliopolis, Mesir, ke halaman gereja St.
Petrus di Vatikan. Heliopolis adalah nama Yunani untuk Bethshemesh ( Rumah
Matahari ) yang merupakan pusat penyembahan matahari di Mesir. Dalam Perjanjian
Lama disebutkan bahwa obelisk-obelisk ini adalah images os Betshemesh (Yer.
43:13).
Ketika pada tahun 1586, Paus Sixtus V, memindahkan
obelisk ke gereja St. Petrus, ia mengancam para pengangkut obelisk itu dengan
hukuman mati bila obelisk itu jatuh dan patah. Perlu diketahui bahwa tinggi
obelisk seluruhnya adalah 132 kaki dengan berat 320 ton. Ribuan orang
menyaksikan penegakan obelisk ini dan setelah berhasil berdiri, diadakan misa
dan paus memberkati para pekerja dan kuda-kuda yang dipakai.
Di halaman kuil yang terletak di Hierapolis,
tertulis: “Saya, Dionysus, mempersembahkan phalli ini kepada Hera, ibu tiriku.”
Selama ini orang berusaha untuk memperindah gedung
gereja dengan segala macam hiasan. Alkitab merekam bahwa yang dimaksud dengan
gereja adalah sekumpulan orang-orang yang didiami Roh Kudus dan tubuh mereka
merupakan Bait Tuhan. Jadi yang perlu diperindah adalah manusianya, bukan
gedung gerejanya
Salah satu ciri khas dari gedung gereja adalah
menara. Padahal Yesus sendiri tidak pernah membangun atau memerintahkan
pembangunan gereja.
Salah satu arti dari dewi Astarte (Semiramis)
adalah “Perempuan yang membuat menara”. Di gereja Katolik, menara merupakan
lambang dari Perawan Maria. Pada waktu kerajaan Babilonia masih ada, terdapat
banyak menara yang bersifat religius. Dalam agama orang Cina, menara juga
memegang peranan penting. Salah satunya adalah pagoda di Nanking. Menara-menara
ini cukup tinggi, sehingga dari jauh sudah kelihatan. Ingat menara Babel (Kej.
11:3-4).
Dalam agama Islam menara juga memegang peranan
dalam pembangunan mesjid dengan banyak menara. Juga gereja St. Sophia di
Constantinopel memiliki banyak menara. Demikian pula gereja-gereja Katolik dan
Protestan mengenal menara. ( Hingga di sini keterangan dari buku BABYLON
MYSTERY RELIGION ).
===
Dewa Matahari di Mesir :
Pada zaman Mesir Kuno, Dewa yang banyak dipuja dan
dianggap sebagai Dewa tertinggi adalah Dewa matahari, Ra ( Amon-Ra ). Ia merupakan Dewa yang banyak
disembah di daratan Mesir. Kuil Abu Simbel didirikan untuk memujanya. Setelah itu, Dewa yang banyak dipuja
adalah Osiris,
Dewa kehidupan alam, penguasa akhirat. Selain itu, juga ada Anubis,
Dewa kegelapan
Phoenix
Phoenix (Ph艙nix) dalam mitologi Mesir adalah
burung legendaris yang keramat. Burung Api ini digambarkan memiliki bulu yang
sangat indah berwarna merah dan keemasan.
Phoenix menjadi simbol suci pemujaan terhadap Dewa
matahari di Heliopolis, Mesir. Burung Phoenix simbol dari " Dewa
Matahari – radhiyallahu ‘anhu ". Dalam mitologi hindu phoenix juga digambarkan
sebagai Garuda .
Phoenix dikatakan dapat hidup selama 500 atau 1461
tahun. Setelah hidup selama itu, Phoenix membakar dirinya sendiri. Setelah itu,
dari abunya, munculah burung Phoenix muda. Siklus hidup burung Phoenix seperti
itu (regenerasi), bangkit kembali setelah mati, lalu muncul sebagai sosok yang
baru.
Phoenix merupakan simbol dari keabadian, lambang
dari siklus kehidupan setelah mati, dan simbol dari kebangkitan tubuh setelah
mati.
Dalam Al-Kitab Injil (Keluaran 10:21-23) di
sebutkan :
Pada zaman Nabi Musa alaihissalam ,
Allah ta'ala pernah memberi Musa mu'jizat berupa Gelap gulita ,
yaitu kegelapan yang pekat meliputi Mesir selama tiga hari, namun terang tetap
bersinar di daerah orang Israel tinggal . Tulah ini merupakan pukulan telak dan
serangan langsung terhadap kekuasaan tertinggi dewa Mesir, Dewa Matahari
radhiyallahu ‘anhu atau Amon-Ra.
----
Tuhan Matahari agama Shinto di Jepang :
Amaterasu (天照) atau Amaterasu-ōmikami (天照大神) , merupakan dewa
matahari dari kepercayaan Shinto, dan merupakan figur terpenting dalam
Phanteon Shinto , atau kumpulan dewa bangsa Jepang. Dia merupakan leluhur dari
kaisar Jepang secara tradisi, penguasa surga , tapi bukan maha kuasa.
Menurut mitos penciptaan Shinto, Amaterasu terlahir
ketika Izanagi kembali dari usaha
menyelamatkan istrinya Izanami yang menemui kegagalan, dari Yomi , tanah
kematian. Amaterasu terlahir dari salah satu matanya. Disaat bersamaan ,
saudaranya , dewi bulan , Tsukiyomi ( yang juga merupakan pria dalam berbagai
hikayat) dan juga Susano-Wo terlahir.
Izanagi memberi Amaterasu benda mustika , Yasakani
no Magatama , dan mengatakan bahwa dia , Amaterasu , akan berkuasa atas Surga.
Izanagi juga memberikan kekuasaan terhadap Susano-Wo atas seluruh lautan,
tetapi Susano-Wo iri dengan saudarinya , dan berkata terhadap ayahnya bahwa dia
akan menyusul ibunya , Izanami , di Yomi. Ini membuat Izanagi amat marah dan
mengusir Susano-Wo.Susano-Wo pergi menjumpai saudarinya , Amaterasu , untuk
mengucapkan selamat tinggal, tetapi Amaterasu mencurigai tipu dayanya.
Susano-Wo berusaha meyakinkan Amaterasu bahwa dia tidak bermaksud
mencelakainya. Tetapi kemudian Susano-Wo menunjukkan kecemburuannya. Dia
mengusulkan suatu kontes untuk menunjukkan siapa yang lebih berkuasa. Siapapun
yang dapat menciptakan lebih banyak dewa , menjadi pemenang. Amaterasu membelah
pedang saudaranya menjadi tiga kepingan dan memakannya. Ketika meludahkan
kepingan tersebut dan kabut terbentuk di udara , tiga dewi tercipta.Susano-Wo
tidak terkesan. Dia mengambil manik-manik saudarinya dan mengunyah dengan
giginya , kemudian lima dewa muncul.
“Saya menang” dia berkata kepada Amaterasu.
“Tidak” Amaterasu menjawab. “Dewa dewa muncul dari
batu permataku. Saya pemenangnya , sejak pedangmu hanya menghasilkan tiga dewa
, dan kesemuanya adalah wanita.”
Susano-Wo mengamuk disepanjang bumi, mengklaim
bahwa dia adalah pemenang. Dia membanjiri lahan pertanian dan menyebabkan
kehancuran besar. Akhirnya dia mengambil kuda poni dan menguliti hidup-hidup
dan melemparkan sang binatang ke ruangan sakral tempat Amaterasu sedang bersama
para pelayannya. Salah satu pelayan tewas seketika.
Amaterasu menyelamatkan diri ke suatu gua yang
gelap dan meninggalkan bumi dalam kegelapan dan menolak untuk terlibat.
Akhirnya para dewa memancing kemunculannya. Mereka mengatur Yata no Kagami,
yang dibuat oleh Ama Tsu Mara dan Ishi Kori dome didepan goanya. Mereka juga
meminta dewi Uzume untuk menari didepan goanya. Uzume memulai tarian dengan
lambat tetapi perlahan semakin cepat dengan ritmenya , menanggalkan baju dan
menari dengan liar , membuat para hadirin tertawa terbahak.
Amaterasu mendengarkan hal tersebut dan ingin tahu
apa yang sedang terjadi. Ketika dia memeriksa mulut goa , dia melihat pantulan
cermin . Kemudian penasaran dan bertanya siapa gerangan dewi yang sedemikian
cantiknya. Dewa lain berkata bahwa itu adalah penggantinya. Kecantikan yang
dimiliki kemudian merasukinya dan dia menampakkan diri secara perlahan untuk
mempelajari imaji tersebut. Dunia sekali lagi terang benderang oleh cahayanya.
Tajikawa dengan cepat menutup pintu goa sehingga
Amaterasu tidak dapat kembali. Dengan kembalinya cahaya, dunia mendapatkan
kembali keseimbangan.
Susano-Wo , sementara itu , dihukum oleh dewa yang
lain. Janggut dan kukunya dienyahkan dan kemudian di usir dari surga. Susano-Wo
kemudian berkelana di bumi. Dia membunuh ular berkepala delapan dan dari
ekornya muncul pedang. Menyesali permusuhan dengan saudarinya, dia mengirim
pedang sebagai tanda tunduk pada kekuasaan Amaterasu. Pedang itu disebut , Ama
no Murakumo no Tsuguri. Amaterasu kemudian meminta anaknya , Ame no Oshido Mimi
untuk memerintah bumi. Kemudian mengutus cucunya , Ninigi no Mikoto. Kaisar
Jepang merupakan keturunan dari Ninigi dan juga Amaterasu.
===
DEWA
MATAHARI DALAM HINDU :
Surya ( Sanskerta: सूर्य; Surya ) adalah nama dewa
matahari menurut kepercayaan umat Hindu. Surya juga diadaptasi ke dalam dunia
pewayangan sebagai dewa yang menguasai atau mengatur surya atau matahari, dan
diberi gelar "Batara". Menurut kepercayaan Hindu, Surya mengendarai
kereta yang ditarik oleh 7 kuda. Ia memeiliki kusir bernama Aruna, saudara
Garuda, putra Dewi Winata.
Dewa Surya dalam pewayangan :
Batara Surya ini adalah Dewa yang menjadi tumpuan
mahluk hidup di alam dunia ini terutama tumbuhan dan hewan, Batara Surya
terkenal sangat sakti mandraguna dan menjadi salah satu Dewa andalan di
kahyangan. Batara Surya terkenal senang memberikan pusaka-pusaka atau ajian-ajian
yang dimilikinya terhadap orang-orang yang dipilihnya.
Dewa ini terkenal mempunyai banyak anak dari
berbagai wanita ( tukang kawin ) diantaranya dari Dewi Kunti yang melahirkan
Adipati Karna dalam kisah Mahabharata.
Batara Surya kena batunya ketika Anoman menyalahkan
Batara Surya atas kejadian yang menimpa Ibunya Dewi Anjani dan neneknya yang
dikutuk menjadi tugu oleh suaminya sendiri. Anoman merasa Batara Surya harus
bertanggung jawab sehingga Anoman dengan ajiannya mengumpulkan awan dari
seluruh dunia untuk menutupi alam dunia sehingga sinar sang surya tidak bisa
mencapai bumi. Untungnya kejadian ini dapat diselesaikan secara baik-baik
sehingga Anoman dengan sukarela menyingkirkan kembali awan-awannya sehingga
alam dunia terkena sinar mentari kembali.
===
Pemujaan
kepada Matahari Sangat Penting bagi pemeluk agama Hindu .
Salah satu ritual yang penting dalam Hindu adalah
ritual Surya Namaskara Puja. Kata ini diambil dari Bahasa Sanskrit yang berarti
puja penghormatan kepada matahari. Ritual ini dilakukan setiap pagi oleh
orang-orang Hindu di Tanah India dengan mempersembahkan air berisi
bunga-bungaan segar kepada matahari.
Mengapa pemujaan ini begitu penting bagi mereka ?
Karena Matahari dipuja dalam kitab suci Weda sebagai
Surya yang cemerlang. Ia dikatakan mengendarai sebuah kereta beroda satu yang
ditarik tujuh ekor kuda putih. Oleh karena itu Ia disebut Ekacakra Ratha. Kusir
Dewa Surya adalah Aruna, kakak burung ilahi garuda (
tuhan garuda ) , tunggangan Wisnu yang memiliki tubuh tidak normal karena dilahirkan
secara paksa. Aruna inilah yang bersinar merah di pagi hari tepat sebelum
matahari terbit.
Kitab suci Weda menguraikan
ada dua belas aspek matahari dengan fungsi-fungsi yang berbeda. Kedua belas
aspek itu adalah:
1. Mitra : Ia sebagai sinar persahabatan
universal.
2. Rawi : Ia sebagai sinar yang mengandung
kekuatan.
3. Surya : Ia sebagai sinar pemusnah
kegelapan dan kebodohan.
4. Bhanu : Ia sebagai sumber cahaya.
5. Khaga : Ia sebagai sinar yang menembus
segalanya.
6. Pusa : Ia sebagai sinar mistis dari api
suci.
7. Hiranyagarbha: Ia sebagai sinar penyembuh
berwarna keemasan.
8. Marici : Ia sebagai sinar halus di pagi dan
senja hari.
9. Aditya : Ia sebagai sinar dari para guru
suci; juga adalah aspek dari Wisnu.
10.Sawitra: Ia sebagai sinar yang mencerahkan.
11. Arka : Ia sebagai sinar yang menghancurkan
kecemasan dan ketakutan.
12. Bhaskara : Ia sebagai sinar dari
kecerdasan.
Singkatnya matahari begitu penting sehingga
mendapat kedudukan khusus dalam ayat-ayat mantra Weda. Mantram Gayatri adalah
salah satu mantra yang ditujukan kepada matahari (Surya).
Cara
mereka melakukan penyembahan Dewa Matahari ( ber-Surya Namaskara Puja ).
Langkah pertama adalah bangun pagi-pagi sebelum
matahari terbit , kemudian mempersiapkan bejana, yang tidak berbahan tanah liat
, akan tetapi memakai bejana tembaga, emas, perak, atau kuningan. Lalu bejana
diisi dengan air bersih (bukan tirtha), lalu berdiri menghadap ke timur (
ke arah matahari ) , atau ke barat pada sore hari. Air di tuangkan
perlahan-lahan dari ketinggian setinggi dahi. Sambil melihat dan berkonsentrasi
kepada matahari yang terbias melalui cucuran air itu. Sembari menuangkan air,
seluruh nama matahari harus disebutkan.
Ada satu mantra yang diambil dari Gayatri Sadhana
untuk pemujaan matahari:
Aum Sri savitre surya narayanaya namah
Mitra Ravi Surya Bhanu Khaga
Pusa Hiranyagarbha Maricyaditya
Savitrarka Bhaskarebhyo namo namah.
Setelah itu, melantunkan
mantra-mantra lain seperti Aum loka samasta sukhino bhavantu, sarva
jana sukhino bhavantu. Jika untuk kedua orang tua masing-masing dengan
mantra: Aum svasti maata uta pitra no astu, svasti gobhyo jagate
purusebhyah.
===
SIMBOL-SIMBOL DAN TRADISI AGAMA PENYEMBAH MATAHARI
BABYLONIA , ROMA DAN MESIR TELAH DIAMBIL ALIH OLEH AGAMA KRISTEN.
Diantaranya :
- Hari Sabtu adalah hari Yesus
beribadah , namun umat Kristen merubahnya pada Hari AHAD , yaitu hari
penyembahan tuhan matahari . Makanya hari Ahad itu dalam bahasa Inggrisnya
dikatakan SUN DAY artinya HARI MATAHARI .
- Obelisk yang dipuja oleh para
penyembah tuhan Matahari, telah diambil alih lokasinya oleh gereja Vatican City
.
Obelisk
di Vatican City
- 25 Disember ,
musim salju adalah hari kelahiran Dewa Matahari dan sangat berkaitan dengan
PENYEMBAHAN TUHAN MATAHARI , namun umat Kristen menjadikannya hari kelahiran
Yesus dan di rayakannya sebagi hari Natal . Padahal Yesus lahir di musim panas
, dan bunda Maria melahirkannya di bawah pohon kurma yang sedang berbuah dan
buahnya hampir masak ( ruthob ), oleh karena itu beliau setelah melahirkannya
memakan ruthob dari pohon kurma tadi . Dan semua orang tahu jika buah kurma
akan menjadi matang , ketika terik matahari pada puncaknya .
- Lambang salib juga sebenarnya simbol kepada PENYEMBAH tuhan matahari , tetapi umat kristen menggunakan salib sebagai simbol untuk mengenang Yesus disalib.
Ankh – simbol penyembah dewa matahari di Mesir
-
Cara pemakaian Osiris tidak ubah seperti Pope di Vatican
Osiris
( Dewa Matahari di Mesir )
Pope
di Vatikan
Mithra
( dewa matahari Roma ) & Statue of Liberty ( Patung Semiramis )
Perhatikan logo Matahari di atas kepalanya
masing-masing !!!
====
KRISTEN DIPENGARUHI KONSEP TUHAN MATAHARI ROMA
No MITHRA DEWA MATAHARI
ROMA
1
Baal ditangkap.
2
Baal didengar perkaranya di dalam rumah di atas gunung.
3
Baal dipukuli (dilukai).
4
Baal dibawa ke gunung.
5
Maka beserta dengan Baal ada seorang penyamun dibawa dan dibunuh. Ada seorang
terdakwa penyamun dilepaskan dari hukumannya. Oleh sebab itu ia tiada dibawa
beserta Baal.
6
Sesudah Baal pergi ke gunung, dalam kota timbul huru-hara dan terjadilah di
sana peperangan.
7
Pakaian Baal dibawa lari.
8
Seorang perempuan membasuh darah Baal yang keluar dari jantungnya sebab kena
senjata.
9
Baal pergi turun ke Gunung terjauh dari matahari dan terang, lenyap dari
pemandangan manusia dan dipegang keras-keras di dalam gunung sebagai orang
tawanan.
`10 Orang-orang
pengawal menunggu Baal dipenjarakan dengan keras di dalam gunung.
11 Seorang
Dewi duduk dengan Baal; ia datang untuk memelihara Baal.
12 Mereka
mencari Baal ke tempatnya dipenjarakan. Terutama seorang perempuan mencari dia
dengan tangisnya di pintu kubur. Ketika sudah nyata bahawa ia dibawa lari,
perempuan itu pun menangis, katanya: “O, saudaraku laki-laki! O, saudaraku
laki-laki!
13 Baal
dihidupkan kembali (sebagai matahari musim semi), ia datang keluar dari gunung.
14 Ia
mempunyai pesta perayaan yang terbesar, yaitu tahun baru bangsa Babylon jatuh
pada bulan Maret musim semi, pada hari itu dirayakan pula sebagai peringatan
bagi kemenangan atas kuasa kegelapan.
----
No YESUS KRISTUS
1
Yesus ditangkap.
2
Yesus didengar perkaranya di dalam rumah Imam Besar dan di dalam gedung pengadilan
Pilatus.
3
Yesus disiksa.
4
Yesus dibawa ke Golgota akan dipalangkan.
5
Maka serta dengan Yesus ada dua orang penyamun dibawa dan dipalangkan. Ada
seorang (Barabas namanya) dilepaskan dari hukumannya atas permintaan orang
banyak. Oleh sebab itu ia tiada dibawa beserta Yesus.
6
Pada ketika Yesus mati, tirai rumah Allah pun cariklah dan bumi gempa, dan
gunung-gunung batu berbelah, dan kubur-kubur terbuka, dan beberapa tubuh orang
mati bangkit dari dalam kubur lalu masuk ke dalam kota suci.
7
Jubah Yesus dibahagi-bahagikan di antara askar (Synoptic: Yahya, Mazmur 22: 19)
8
Lambung Yesus ditikam dengan tombak lalu keluar darah, dengan air (Yahya) Maria
Magdalena dan dua orang perempuan yang lain pergi merempah-rempahi tubuh Yesus
(Markus; Lukas).
9
Yesus dalam kubur bukit batu (Synoptic); turun ke kerajaan orang mati (Ipetrus
3: 19; Matius 12: 40; Kisah Rasul-rasul 2: 24) masuk ke dalam neraka (Dogma).
`10 Kubur Yesus
ditunggui oleh orang pengawal (Matius).
11 Maria
Magdalena dan Maria lainnya duduk bertentangan dengan kuburan itu (Matius;
Markus).
12
Orang-orang perempuan terutama Maria Magdalena datang ke kubur mencari Yesus
dan ia terdapat di belakang pintu kubur. Maria adalah berdiri di luar hampir
dengan kubur itu dengan tangisnya, karena tuhannya sudah diangkat orang
(Yahya).
13 Yesus
hidup kembali, bangun dari kubur (pada hari Ahad waktu pagi).
14 Ia
mempunyai pesta perayaan jatuh kurang lebih pada musim semi, pada hari itu juga
dirayakan sebagai peringatan bagi kemenangannya atas kuasa kegelapan.
===
KRISTEN JUGA DIPENGARUHI AGAMA-AGAMA PENYEMBAH
MATAHARI LAINNYA
[1] Dianggap Tuhan atau Dewa
- Yesus —> Tuhan Kristian
- Mithra —> Dewa Parsi Kuno
- Osiris —> Dewa Mesir Kuno
- Baachus —> Tuhan Yunani Kuno
==
[2] Tanggal Kelahiran
- Yesus —> Tanggal 25 Disember
- Mithra —> Tanggal 25 Disember
- Osiris —> Tanggal 25 Disember
- Baachus —> Tanggal 25 Disember
===
[3] Pengharapan manusia
- Yesus —> Mesiah yg ditunggu
- Mithra —> Perantara yg ditunggu
- Osiris —> Pembebas yg ditunggu
- Baachus —> Pembebas yg ditunggu
===
[4] Lahir dari Ibu Perawan
- Yesus —> Seorang perawan Maria
- Mithra —> Seorang perawan Aishev
- Osiris – –> Seorang perawan Naeith
- Baachus —> Seorang perawan Demeter / Semele
===
[5] Kematian
- Yesus —> Mati Disalib
- Mithra —> Mati Dibunuh
- Osiris —> Mati Dibunuh
- Baachus —> Mati Dibunuh
===
[6] Tujuan Kematian
- Yesus -> Menebus dosa manusia
- Mithra -> Menebus dosa manusia
- Osiris -> Menebus dosa manusia
- Baachus -> Menebus dosa manusia
[7] Kebangkitan
- Yesus -> 3 hari dari penyaliban
- Mithra -> 3 hari dari pembunuhan
- Osiris -> 2 hari 3 malam dari pembunuhan
- Baachus -> 3 hari dari pembunuhan
===
[8] Triteisme
- Yesus -> Oknum dari Triniti (Anak,Bapa,Roh
Kudus)
- Mithra -> Oknum dari Tridewa
(Mitra,Ahirman,Ohrzmad)
- Osiris -> Oknum dari Tridewa
(Osiris,Isis,Horus)
- Baachus -> Oknum dari Tridewa
(Baachus,Apolos,Yupiter)
===
[9] Kedatangan kedua kali ke dunia
- Yesus -> Menjelang kiamat
- Mithra -> Menjelang kiamat
- Osiris -> Menjelang kiamat
- Baachus -> Menjelang kiamat
Dan masih banyak lagi konsep dalam PENYEMBAHAN
TUHAN MATAHARI yang di adopsi menjadi konsep agama Kristen. Umat Kristiani terpedaya
dengan istilah, god of sun, kemudian mereka katakan son of god dan
lain-lain .
****
PENGARUH AGAMA PARA DEWA-DEWI YUNANI TERHADAP
BUDAYA INDONESIA
1. Bentuk bangunan Museum Nasional yang diadopsi
dari bentuk kuil partenon
2. Bentuk bangunan Gelora Bung Karno yang mengikuti
konsep amphiteater
3. PON ( Pekan Olahraga Nasional ) yang
terinspirasi dari Olimpiade Athena .
4. Seni teater pada masa Pericles yang
menginspirasi dibentuknya kelompok-kelompok teater besar di Indonesia seperti
Teater Koma
TAMAT AL-HAMDU LILLAH , SEMOGA BERMANFAAT , AMIIIN
!!!
Cilamaya , 03 Januari 2011 .
===
-
====
---
Kuburan Dan WC Bukan Tempat Ibadah :
Allah telah menganugerahi umat Islam ini
kemudahan-kemudahan , diantaranya adalah kemudahan di dalam melaksanakan ibadah
sholat . Allah telah menjadikan untuk umat ini semua permukaan bumi , baik di
daratan maupun dilautan adalah tempat ibadah shalat , kecuali dua tempat
: kuburan dan kamar mandi atau yang sejenisnya , seperti yang
di sebutkan dalam hadits berikut ini :
Dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhu , bahwa
Rosulullah ﷺ bersabda
:
«
أُعْطِيتُ خَمْسًا لَمْ يُعْطَهُنَّ أَحَدٌ مِنْ الْأَنْبِيَاءِ قَبْلِي : فذكرها
، منها : ... وَجُعِلَتْ لِي الْأَرْضُ مَسْجِدًا وَطَهُورًا وَأَيُّمَا رَجُلٍ
مِنْ أُمَّتِي أَدْرَكَتْهُ الصَّلَاةُ فَلْيُصَلِّ ...» .
" Aku di anugerahi lima ( perkara ) yang belum
pernah di berikan kepada seorang pun dari para nabi sebelumku ", kemudian beliau menyebutkan lima perkara tadi , diantaranya adalah :
" Telah di jadikan
untukku seluruh bumi sebagai masjid ( tempat shalat ) dan suci mensucikan , dan
siapapun orangnya dari umatku bertemu waktu shalat , maka shalatlah ( di tempat
itu ) ". ( HR. Bukhori 1/95 no. 438 ).
Abu Isa Turmudzi dalam Sunannya berkata : Hadits
ini di riwayatkan pula dari Abdullah bin 'Amr , Abu Hurairah , Ibnu Abbas ,
Anas , Abu Umamah dan Abu Dzar radliyallahu 'anhum .
Hadits riwayat Jabir radhiyallahu 'anhu :
Bahwa Rosulullah ﷺ bersabda :
الْأَرْضُ
كُلُّهَا مَسْجِدٌ إِلَّا الْمَقْبَرَةَ وَالْحَمَّامَ
" Bumi itu semuanya masjid ( tempat shalat )
kecuali kuburan dan kamar mandi ".
( HR. Abu Daud no. 492 , Turmudzi no. 317 ,
Ibnu Majah no. 745 , Darimi no. 1390 dan Ibnu Hibban no. 2321 . Di Shahihkan
oleh Al-Hakim , Ad-Dzahabi , Syeikh Al-Albaany , Syueib al-Arnauth dan Husein
Salim Asad . Aku katakan : Sebetulnya dalam sanadnya terdapat illah mursal ,
namun tidak berpengaruh , oleh karena itu Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam kitab
A-Talkhish 1/277 cenderung menshahihkannya . Dan Syeikh Ibnu Taimiyah dalam
al-Fatawa 22/160 telah menukil pentashihan para huffaadz terhadap hadits ini )
.
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma:
أَنَّهُ كَرِهَ أَنْ يُصَلِّى إِلَى
حُشٍّ أَوْ حَمَّامٍ أَوْ قَبْرٍ .
Bahwasannya dia membenci jika seseorang shalat
menghadap wc , kamar mandi dan kuburan . (Diriwayatkan oleh Imam Baihaqi 2/435
no. 4075 )
Kekhawatiran Rosulullah setelah beliau wafat ﷺ terhadap
umatnya , khawatir jika mereka akan menjadikan kuburannya sebagai sarana
mondar-mandir dan perayaan dalam rangka pengkultusan pada dirinya dan
menjadikannya tempat ibadah . Beliau khawatir setelah kepergiannya akan terjadi
perubahan yang mestinya mereka memperbanyak ibadah di rumah-rumah mereka
masing-masing agar tidak seperti kuburan yang sunyi dari ibadah , akan tetapi
mereka malah membalikkannya , kuburan di jadikan sarana ibadah , sementara
rumah-rumah mereka sunyi dari ibadah .
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu , bahwa
Rosulullah ﷺ bersabda
:
« لاَ
تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ قُبُورًا وَلاَ تَجْعَلُوا قَبْرِى عِيدًا وَصَلُّوا
عَلَىَّ فَإِنَّ صَلاَتَكُمْ تَبْلُغُنِى حَيْثُ كُنْتُمْ ».
" Janganlah kalian jadikan rumah-rumah kalian
seperti kuburan , dan jangalah kalian jadikan kuburanku sebagai sarana Ied (
tempat mondar-mandir , rame-rame atau perayaan ) , dan bersholawatlah kalian
kepadaku ( dimanapun kalian berada ) , karena sesungguhnya sholawatkan kalian
akan sampai padaku dari manapun kalian berada ". ( HR. Abu Daud no. 2044
dan Baihaqi dalam Sya'bul Iman no. 4162 . Di Shahihkan oleh Syeikh Al-Albaany
).
Rosulullah ﷺ menganjurkan umatnya membaca Al-Quran di
rumah-rumah mereka agar tidak seperti kuburan . Dari Abu Hurairah radhiyallahu
'anhu , bahwa Rosulullah ﷺ besabda :
« لاَ
تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ ، إنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ البَيْتِ
الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ البَقرَةِ » .
" Janganlah kalian jadikan rumah-rumah kalian
seperti kuburan-kuburan , karena sesungguhnya syeitan itu akan lari dari rumah
yang di bacakan di dalamnya surat Al-Baqarah ". ( HR. Muslim no. 780 dan Ahmad no. 7808 ) .
Dari Anas radhiyallahu 'anhu dia berkata :
قُمْتُ يَوْمًا أُصَلِّى
وَبَيْنَ يَدَىَّ قَبْرُ لاَ أَشْعُرُ بِهِ ، فَنَادَانِى عُمَرُ : الْقَبْرَ
الْقَبْرَ ، فَظَنَنْتُ أَنَّهُ يَعْنِى الْقَمَرَ ، فَقَالَ لِى بَعْضُ مَنْ
يَلِينِى : إِنَّمَا يَعْنِى الْقَبْرَ فَتَنَحَّيْتُ عَنْهُ.
Suatu hari aku shalat dan dihadapanku terdapat
kuburan tanpa aku sadari , maka Umar memanggil-manggilku : Kuburan ! kuburan !
. Aku kira dia bermaksud mengatakan : " Bulan ! bulan ! " . Lalu
sebagian orang yang berada di sampingku berkata padaku : " Yang dia maksud
adalah kuburan ". Maka akupun bergeser . ( HR. Bukhori secara mu'allaq /
tanpa sanad 1/93 sebelum no. 427 dan Baihaqi no. 4450 dengan sanadnya ).
Larangan sholat menghadap kuburan dan duduk-duduk
di atasnya .
Dari Abu Martsad Kanaz bin Husein Al-Ghanawi , dia
berkata : aku mendengar Rosulallah ﷺ bersabda:
« لا تُصَلُّوا
إِلَى القُبُورِ ، وَلاَ تَجْلِسُوا عَلَيْهَا » .
" Janganlah kalian shalat menghadap kuburan,
dan janganlah kalian duduk diatasnya".
( HR. Muslim no. 927 ).
Dari Jabir radhiyallahu 'anhu , dia berkata :
«نَهَى رَسُولُ
اللَّهِ ﷺ أَنْ يُبْنَى عَلَى الْقَبْرِ أَوْ يُزَادَ عَلَيْهِ أَوْ يُجَصَّصَ
أَوْ يُكْتَبَ عَلَيْه » .
" Rosulullah ﷺ telah melarang didirikan bangunan di atas kuburan , atau ditambahi di
atasnya , atau diplester , atau di beri tulisan di atasnya ".
( HR. Muslim no. 970 , Abu Daud no. 3225 ,
3226 dan Al-Hakim 1/525 ).
Dari Ibnu Umar radliyallahu 'anhuma ,
bahwasannya Nabi ﷺ bersabda :
« اجْعَلُوا
مِنْ صَلاَتِكُمْ فِى بُيُوتِكُمْ وَلاَ تَتَّخِذُوهَا قُبُورًا ».
" Jadikanlah shalat-shalat kalian di rumah
kalian , dan janganlah kalian menjadikannya seperti kuburan-kuburan ". ( HR. Bukhori no. 432 dan Muuslim no. 777-(208) .
Di dalam hadits riwayat Zaid bin Tsabit di sebutkan
bahwa Nabi ﷺ bersabda
:
« صَلُّوا
أَيُّهَا النَّاسُ فِى بُيُوتِكُمْ. فَإِنَّ أَفْضَلَ صَلاَةِ الْمَرْءِ فِى
بَيْتِهِ إِلاَّ الصَّلاَةَ الْمَكْتُوبَةَ ».
" Shalatlah - wahai para manusia - di
rumah-rumah kalian , karena sesunguhnya shalat seseorang yang paling utama
adalah di rumahnya , kecuali shalat maktubah
( shalat fardlu lima waktu ) ". ( HR. Bukhori no. 6113 , 7290 dan Muslim no. 1-(781) ).
0 Komentar