KEAJAIBAN ALQURAN TENTANG
"GRAVITASI ALAM SEMESTA"
DAN
"LAPISAN ATMOSFER".
Di Susun Oleh Abu Haitsam Fakhry
KAJIAN NIDA AL-ISLAM
DAFTAR ISI:
- PENDAHULUAN
- AYAT TENTANG GRAVITASI ALAM SEMESTA
- AYAT TENTANG LAPISAN ATMOSFER
- APA ITU ATMOSFER?
- KEAJAIBAN ALQURAN TENTANG TEORI GRAVITASI ALAM SEMESTA
- SEBAGIAN BENTUK-BENTUK GRAVITASI DARI LANGIT KE BUMI:
- ATMOSFER, LAPISAN UDARA, SANG PELINDUNG BUMI
- PENUTUP:
*****
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
===***===
PENDAHULUAN
Di antara ayat-ayat
al-Qur'an yang mengandung Mukjizat tentang alam semesta adalah sbb:
[1] Firman Allah
Subhaanahu Wa Ta’alaa:
﴿
وَالسَّمَاءِ ذَاتِ الرَّجْعِ ﴾
"Demi langit yang
memiliki daya mengembalikan (menarik kembali)" [QS. Ath-Thoriq: 11]
[2] Firman Allah Subhaanahu Wa
Ta’alaa:
﴿وَجَعَلْنَا
السَّمَاءَ سَقْفاً مَحْفُوظاً وَهُمْ عَنْ آيَاتِهَا مُعْرِضُونَ﴾
“Dan Kami menjadikan langit
itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala
tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang terdapat padanya”. [QS. al-Anbiyaa: 32]
[3] Firman Allah Subhaanahu Wa
Ta’alaa:
﴿أَوَلَمْ
يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا
فَفَتَقْنَاهُمَا﴾
“Dan apakah orang-orang yang
kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah
suatu yang padu, kemudian Kami memisahkan antara keduanya ". (QS.
Al-Anbiyaa: 30).
[4] Firman Allah Subhaanahu Wa
Ta’alaa:
﴿فَالِقُ
الإِصْبَاحِ وَجَعَلَ اللَّيْلَ سَكَناً وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ حُسْبَاناً
ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ﴾
“Dia menyingsingkan pagi dan
menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan dengan
perhitungan. Itulah ketentuan Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha
Mengetahui". [QS. Al-An'aam: 96]
Prof. DR. Karim as-Sayyid
Ghonim dalam "تَوَازُنُ الْأَجْرَامِ السَّمَاوِيَّةِ
مِنْ نَوَامِيسِ اللَّهِ الْكَوْنِيَّةِ" ketika menjelaskan ayat
ini, mengutip perkataan al-Imam al-Fakhrurrozi dalam tafsrinya مَفَاتِيحُ الْغَيْبِ (13/78) yang menyatakan:
وَتَحْقِيقُ الْكَلَامِ فِيهِ
أَنَّهُ تَعَالَى قَدَّرَ حَرَكَةَ الشَّمْسِ مَخْصُوصَةً بِمِقْدَارٍ مِنَ السُّرْعَةِ
وَالْبُطْءِ بِحَيْثُ تَتِمُّ الدَّوْرَةُ فِي سَنَةٍ، وَقَدَّرَ حَرَكَةَ الْقَمَرِ
بِحَيْثُ يُتِمُّ الدَّوْرَةَ فِي شَهْرٍ، وَبِهَذِهِ الْمَقَادِيرِ تَنْتَظِمُ مَصَالِحُ
الْعَالَمِ فِي الْفُصُولِ الْأَرْبَعَةِ، وَبِسَبَبِهَا يَحْصُلُ مَا يُحْتَاجُ إِلَيْهِ
مِنْ نُضْجِ الثِّمَارِ وَحُصُولِ الْغَلَّاتِ، وَلَوْ قَدَّرْنَا كَوْنَهَا أَسْرَعَ أَوْ
أَبْطَأَ مِمَّا وَقَعَ، لَاخْتَلَّتْ هَذِهِ الْمَصَالِحُ فَهَذَا هُوَ الْمُرَادُ
مِنْ قَوْلِهِ: ﴿وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ حُسْباناً﴾.
Penjelasan yang
tepat mengenai ayat ini adalah bahwa Allah Ta'ala telah menetapkan pergerakan
matahari dengan kadar tertentu (kadar gravitasi dan lainnya), baik dari sisi
kecepatan maupun kelambatannya, sehingga matahari menyempurnakan satu putaran
dalam waktu satu tahun. Demikian pula Allah menetapkan pergerakan bulan
sehingga ia menyempurnakan satu putaran dalam waktu satu bulan.
Dengan kadar-kadar tertentu
(kadar gravitasi dan lainnya) yang telah ditetapkan tersebut, berbagai
kemaslahatan alam semesta menjadi teratur, termasuk pergantian empat musim.
Melalui keteraturan itulah terjadi berbagai hal yang dibutuhkan, seperti
matangnya buah-buahan dan berhasilnya hasil-hasil pertanian. Seandainya
pergerakan matahari dan bulan dibuat lebih cepat atau lebih lambat daripada
ketetapan kadar yang telah Allah tentukan, niscaya seluruh kemaslahatan
tersebut akan terganggu.
Inilah yang dimaksud
oleh firman Allah Ta'ala: "Dan (Dia menjadikan) matahari dan bulan
untuk perhitungan (waktu)." [Kutipan Selesai]
AYAT TENTANG GRAVITASI ALAM SEMESTA
https://www.asi.it/en/planets-stars-universe/
Allah Subhaanahu Wa
Ta’alaa Berfirman:
﴿وَالسَّمَاءِ ذَاتِ
الرَّجْعِ﴾
Demi langit yang memiliki
daya mengembalikan [QS. Ath-Thoriq: 11]
Ayat mulia ini, yang berada
di tengah-tengah Surat Ath-Thoriq, merupakan salah satu ayat sumpah dalam
Al-Qur'an, dan sumpah dalam Kitab Allah hadir sebagai cara untuk menyadarkan
kita akan pentingnya hal tersebut yang disumpah oleh-Nya. Karena Allah (Yang
Maha Tinggi) sebenarnya tidak membutuhkan sumpah kepada hamba-hamba-Nya.
Sumpah di sini adalah dengan
menyebut langit, dan dengan menyebut karakter khusus dari karakter-karakter
langit, yaitu bahwa ia yang memiliki daya menarik kembali [gravitasi].
Oleh karena itu para ahli
Tafsir yang terdahulu, mereka mengatakan bahwa yang dimaksud "apa yang
dikembalikan langit" itu adalah hujan. Dan disebut dengan ungkapan
"menarik kembali [الرَّجْعِ]"; karena uap air awalnya
naik dari bumi ke langit, di mana ia menggumpal menjadi awan lalu dengan idzin
Allah ia kembali lagi ke bumi sebagai hujan dengan proses yang terus berulang
dan berulang.
Kata raj’ [رَجْعِ] di sini berasal dari kata kerja raja’a [رَجَعَ], yang berarti [عَادَ وآبَ] yakni: “kembali dan
bertaubat.” Oleh karena itu, hujan disebut dengan kata raj’a, sebagaimana
disebut pula dengan kata [أَوْبٌ]. Dan kata أَوْبٌ sendiri mashdar dari: آبَ – يَؤًوْبُ – أَوْبًا –
وَمَآبًا yang artinya: kembali, pulang dan bertaubat.
Adapun makna khusus الأَوْبُ sendiri adalah: Awan, angin dan pulang kembali.
Meskipun kita mengakui akan
keabsahan makna hujan, namun pertanyaan logisnya masih tetap ada, yaitu:
Jika yang dimaksud dengan
ungkapan “yang dikembalikan langit” itu hanyalah hujan, lalu mengapa Al-Qur'an
lebih memilih kata “رَجْعِ [daya tarik kembali]” daripada
kata “ hujan" yaitu [مَطَرٌ]?
Syeikh Zaglul an-Najjaar
dalam tulisannya "مِنْ أَسْرارِ القُرآن" menguraikan:
وَاضِحُ الْأَمْرِ ــ وَاللَّهُ
تَعَالَى أَعْلَمُ ــ أَنَّ لَفْظَةَ الرَّجْعِ فِي هَذِهِ الْآيَةِ الْكَرِيمَةِ لَهَا
مِنَ الدَّلَالَاتِ مَا يَفُوقُ مُجَرَّدَ نُزُولِ الْمَطَرِ ــ عَلَى أَهَمِّيَّتِهِ
الْقُصْوَى لِاسْتِمْرَارِيَّةِ الْحَيَاةِ عَلَى الْأَرْضِ ــ مِمَّا جَعَلَ هَذِهِ
الصِّفَةَ مِنْ صِفَاتِ السَّمَاءِ مَحَلًّا لِقَسَمِ الْخَالِقِ (سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى)
ــ وَهُوَ الْغَنِيُّ عَنِ الْقَسَمِ ــ تَعْظِيمًا لِشَأْنِهَا وَتَفْخِيمًا.
فَمَا هُوَ الْمَقْصُودُ بِالرَّجْعِ
فِي هَذِهِ الْآيَةِ الْكَرِيمَةِ؟
يَبْدُو ــ وَاللَّهُ تَعَالَى
أَعْلَمُ ــ أَنَّ مِنْ مَعَانِي الرَّجْعِ هُنَا الِارْتِدَادُ، أَيْ: أَنَّ مِنَ
الصِّفَاتِ الْبَارِزَةِ فِي سَمَائِنَا أَنَّهَا ذَاتُ رَجْعٍ، أَيْ: ذَاتُ ارْتِدَادٍ،
بِمَعْنَى أَنَّ كَثِيرًا مِمَّا يَرْتَفِعُ إِلَيْهَا مِنَ الْأَرْضِ تَرُدُّهُ إِلَى
الْأَرْضِ ثَانِيَةً، وَأَنَّ كَثِيرًا مِمَّا يَهْبِطُ عَلَيْهَا مِنْ أَجْزَائِهَا
الْعُلَا يَرْتَدُّ ثَانِيَةً مِنْهَا إِلَى الْمَصْدَرِ الَّذِي هَبَطَ عَلَيْهَا
مِنْهُ.
فَالرَّجْعُ صِفَةٌ أَسَاسِيَّةٌ
مِنْ صِفَاتِ السَّمَاءِ، أَوْدَعَهَا فِيهَا خَالِقُ الْكَوْنِ وَمُبْدِعُهُ، فَلَوْلَاهَا
مَا اسْتَقَامَتْ عَلَى الْأَرْضِ حَيَاةٌ، وَمِنْ هُنَا كَانَ الْقَسَمُ الْقُرْآنِيُّ
بِهَا تَعْظِيمًا لِشَأْنِهَا، وَتَنْبِيهًا لَنَا إِلَى حِكْمَةِ الْخَالِقِ (سُبْحَانَهُ
وَتَعَالَى) مِنْ إِيجَادِهَا وَتَحْقِيقِهَا.
Yang nampak jelas – wallaahu
a'lam – bahwa kata “رَجْعِ [daya tarik kembali]” dalam
ayat yang mulia ini memiliki konotasi yang lebih dari sekadar terjadinya hujan
[مَطَرٌ] – meskipun hujan itu sangat penting bagi kelangsungan
kehidupan di bumi-.
Kata رَجْعِ ini telah menjadikan karakter langit ini sebagai subjek dari
sumpah Allah Sang Pencipta. Dan sebenarnya Dia tidak memerlukan sumpah
tersebut, namun sumpah di sini bertujuan menunjukkan akan agungnya dan
pentingnya masalah tersebut.
Lalu apa yang dimaksud
dengan “رَجْعِ” dalam ayat yang mulia ini?
Nampaknya – wallahu a'lam –
bahwa salah satu arti “رَجْعِ” di sini adalah " الارْتِدَادُ " [kembali, mundur, berbalik dan mengembalikan]
Artinya: salah satu karakter
yang menonjol pada langit kita adalah "ذَاتُ رَجْعِ", yakni: ذَاتُ ارْتِدَادِ [memiliki daya menarik kembali], dengan artian: bahwa
kebanyakan yang naik ke langit dari bumi, itu dibawa kembali ke bumi lagi.
Sebagaimana kebanyakan dari
apa yang turun pada langit dari bagian-bagiannya yang tinggi [seperti
planet-planet dan tata surya lainnya] maka kembali darinya ke sumber dari mana
ia diturunkan.
Daya menarik kembali adalah
sifat dan karakter utama dari karakter-karakter langit, yang ditetapkan oleh
Allah Sang Pencipta Alam Semesta kepadanya.
Jika bukan karena itu, maka
kehidupan tidak akan tegak di bumi, maka dari sini sumpah Al-Qur'an untuk itu,
bertujuan untuk memuliakan statusnya, dan menyadarkan kita pada hikmah dan
kebijaksanaan Sang Pencipta (Subhaanahu wa Ta'aala) yang terdapat dalam
penciptaan dan realisasinya...!!!
Sumber: "مِنْ أَسْرارِ القُرآن" oleh DR. Zaglul
an-Najjaar. Diterbitkan di surat kabar Al-Ahram pada 27 Agustus 2001 dalam seri
“ مِنَ الْآيَاتِ الْكَوْنِيَّةِ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ / Dari Ayat-Ayat Kosmik dalam
Al-Qur’an”.
AYAT TENTANG LAPISAN
ATMOSFER
[Al-Qur'an menyebutkannya "Atap yang terpelihara" sebagai pelindung bumi]
Allah Subhaanahu Wa Ta’alaa
Berfirman:
﴿وَجَعَلْنَا
السَّمَاءَ سَقْفاً مَحْفُوظاً وَهُمْ عَنْ آيَاتِهَا مُعْرِضُونَ﴾
Dan Kami menjadikan langit
itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala
tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang terdapat padanya. [QS. al-Anbiyaa: 32]
Syeikh Abdullah Mushlih
dalam kitab قَوَاعِدُ تَنَاوُلِ الْإِعْجَازِ الْعِلْمِيِّ وَالطِّبِّيِّ
فِي السُّنَّةِ وَضَوَابِطُهُ hal. 35-36 [al-Maktabah asy-Syamilah] menjelaskan tentang ayat
ini:
وَمِنَ الْإِعْجَازِ أَيْضًا وَصْفُ
الْغِلَافِ الْجَوِّيِّ بِـ(السَّقْفِ الْمَحْفُوظِ)، الَّذِي تَحْفَظُهُ الْأَرْضُ
بِالْجَاذِبِيَّةِ ــ وَلِلْجِبَالِ فِي ذَلِكَ شَأْنٌ طِبْقًا لِبَعْضِ الْآرَاءِ
ــ لِيَحْفَظَ هُوَ بِدَوْرِهِ أُكْسِجِينَ الْحَيَاةِ، وَثَانِيَ أُكْسِيدِ الْكَرْبُونِ
اللَّازِمَ لِعَمَلِيَّاتِ التَّمْثِيلِ الْكُلُورُوفِيلِيِّ وَتَكْوِينِ الْغِذَاءِ
بِالنَّبَاتِ، وَبُخَارَ الْمَاءِ لِدَوْرَةِ الْمَطَرِ، وَلَوْلَا حِفْظُ الْغِلَافِ
الْجَوِّيِّ بِالْجَاذِبِيَّةِ لَتَسَرَّبَ كُلُّ الْهَوَاءِ إِلَى الْفَضَاءِ الْخَارِجِيِّ،
وَلَمَا كَانَتْ حَيَاةٌ ــ كَمَا هُوَ الْحَالُ فِي كَثِيرٍ مِنَ الْكَوَاكِبِ ــ:
﴿وَجَعَلْنَا
السَّمَاءَ سَقْفًا مَحْفُوظًا وَهُمْ عَنْ آيَاتِهَا مُعْرِضُونَ﴾ [الأنبياء:
٣٢].
وَالسَّمَاءُ تَبْدَأُ بِالْغِلَافِ
الْجَوِّيِّ الَّذِي يَحْمِي الْأَرْضَ مِنَ الشُّهُبِ وَالنَّيَازِكِ وَالْأَشِعَّةِ
الْكَوْنِيَّةِ، وَتَحْتَفِظُ بِهِ الْأَرْضُ بِقُوَّةِ الْجَاذِبِيَّةِ (الْمُنْتَخَبُ).
وَالْغِلَافُ الْجَوِّيُّ كَذَلِكَ
يَحُولُ دُونَ تَسَرُّبِ الْحَرَارَةِ مِنَ الْأَرْضِ إِلَى الْفَضَاءِ الْكَوْنِيِّ
شَدِيدِ الْبُرُودَةِ حَوْلَهَا، وَخِلَالَ الْغِلَافِ الْجَوِّيِّ يَتَشَتَّتُ ضَوْءُ
الشَّمْسِ وَيَتَوَزَّعُ، فَنَرَى الْأَرْضَ مُضِيئَةً، وَيَعُمُّ ضِيَاؤُهَا رُبُوعَ
الْأَرْضِ، بَيْنَمَا الْفَضَاءُ الْخَارِجِيُّ مُظْلِمٌ، تُرَى فِيهِ الشَّمْسُ كَمِصْبَاحٍ
بَعِيدٍ مُعَلَّقٍ فِي ظُلْمَةِ السَّمَاءِ.
وَمِنْ آيَاتِ الْغِلَافِ الْجَوِّيِّ
لِلْأَرْضِ أَخِيرًا أَنَّهُ يَحْفَظُهَا مِنَ الشُّهُبِ الَّتِي تَخْتَرِقُ مِنْ خِلَالِهِ،
وَمِنَ الْأَشِعَّةِ الْكَوْنِيَّةِ الَّتِي تُهْلِكُ الزَّرْعَ وَالضَّرْعَ.
وَصَدَقَ اللَّهُ تَعَالَى فِي
قَوْلِهِ: ﴿وَجَعَلْنَا السَّمَاءَ سَقْفًا مَحْفُوظًا﴾.
وَهَذَا الْغِلَافُ الْجَوِّيُّ
مُسْتَمِرٌّ مُتَّصِلٌ، لَا انْفِرَاجَ فِيهِ، إِلَّا مَا قَدْ يَطْرَأُ عَلَيْهِ بِسَبَبِ
سُوءِ اسْتِخْدَامِ الْبِيئَةِ، كَثَقْبِ الْأُوزُونِ.
Di antara mukjizat al-Quran
juga gambaran tentang ATMOSFER (langit-langit atau atap yang terpelihara dan
terjaga), yang dijaga oleh bumi dengan gravitasi - dan menurut sebagian
pendapat gunung-gunung berperan dalam hal ini - sehingga pada gilirannya,
menjaga oksigen dari kehidupan, dan karbon dioksida yang dibutuhkan untuk
metabolisme klorofil dan pembentukan makanan nabati; dan uap air untuk siklus
hujan.
Dan jika bukan karena
penjagaan atmosfer oleh gravitasi, maka semua udara akan lepas ke luar angkasa,
dan tidak akan ada kehidupan - seperti yang terjadi di banyak planet -.
Allah Subhaanahu Wa Ta’alaa
berfirman:
﴿وَجَعَلْنَا
السَّمَاءَ سَقْفاً مَحْفُوظاً وَهُمْ عَنْ آيَاتِهَا مُعْرِضُونَ﴾
Dan Kami menjadikan langit
itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala
tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang terdapat padanya. [QS. al-Anbiyaa: 32]
Dan langit dimulai dengan
atmosfer yang melindungi bumi dari meteor, meteorit, dan sinar angkasa
[kosmik], dan bumi menahannya dengan gaya gravitasi (al-Muntakhob).
Atmosfer juga mencegah panas
keluar dari Bumi ke ruang angkasa [kosmik] yang sangat dingin di sekitarnya,
dan melalui atmosfer.
Dan melalui atmosfer, sinar
matahari terpencar dan tersebar, maka kita melihat bumi diterangi dan cahayanya
menyebar ke seluruh bumi, sedangkan angkasa luar gelap di mana Anda melihat
matahari sebagai lampu jauh yang tergantung di kegelapan langit.
Terakhir, di antara
tanda-tanda atmosfer bumi adalah melindunginya dari meteor yang menembusnya,
dan dari sinar luar angkasa [kosmik] yang merusak tanaman dan ambing.
Dan maha benar Allah dalam
firman-Nya:
﴿وَجَعَلْنَا
السَّمَاءَ سَقْفاً مَحْفُوظاً﴾
Dan Kami menjadikan langit
itu sebagai atap yang terpelihara. [QS. al-Anbiyaa: 32]
Atmosfer ini
berkesinambungan dan menyambung, tidak ada renggang di dalamnya "kecuali
apa yang mungkin terjadi padanya akibat penyalahgunaan lingkungan seperti
lubang ozon".
[Lihat: kitab الْبُرْهَانُ الْعِلْمِيُّ لِلْإِسْلَامِ / Bukti Ilmiah Islam oleh Dr.
Nabil Abd al-Salam Haroun, hal. 80.]
*******
APA ITU ATMOSFER?
-----
Mengenal Atmosfer, Lapisan Udara Pelindung Bumi.
Atmosfer adalah lapisan
udara yang menyelimuti Bumi mulai dari permukaan hingga jauh ke luar angkasa.
Kata atmosfer berasal dari bahasa Yunani, terdiri dari kata "asmos"
berarti uap atau udara dan "sphere" yang artinya lapisan atau bumi.
Menurut Science Daily:
"Atmosfer adalah lapisan gas yang mengelilingi Bumi, yang ditahan oleh
gravitasi bumi. Tiga perempat massa atmosfer berada dalam jarak 11 km dari
permukaan planet".
Gas yang membentuk lapisan atmosfer adalah udara. Udara yang
dimaksud adalah udara hasil kombinasi atau percampuran berbagai macam unsur,
seperti dikutip dalam modul Geografi Kemendikbud Paket C Setara SMA/MA oleh
Drs. Kustopo, M.Pd.
Atmosfer tersusun dari berbagai macam gas. Beberapa gas dalam
atmosfer antara lain, seperti 78% Nitrogen (N2), 21% Oksigen (O2), 1% Argon 7 %
Air (H2O), 0.01 % Ozon (O), 0,01 hingga 0,1% Karbondioksida (CO2), dan sisanya
adalah gas-gas lain yang jumlahnya sangat sedikit.
******
KEAJAIBAN ALQURAN TENTANG TEORI GRAVITASI ALAM SEMESTA
Syeikh Zaglul
an-Najjaar dalam artikel "مِنْ أَسْرارِ القُرآن" mengatakan:
وَالظَّاهِرُ أَنَّ الْمَقْصُودَ
بِـ«السَّمَاءِ» فِي الْآيَةِ هُنَا هُوَ السَّحَابُ، أَوِ النِّطَاقُ الْمُحْتَوِي
عَلَى السَّحَابِ، وَالْمَعْرُوفُ عِلْمِيًّا بِنِطَاقِ الْمُنَاخِ.
وَإِذَا كَانَ الْمَقْصُودُ بِـ«السَّمَاءِ
ذَاتِ الرَّجْعِ» هُوَ الْغِلَافُ الْغَازِيُّ لِلْأَرْضِ بِنِطَاقٍ مِنْ نُطُقِهِ،
مِثْلَ (نِطَاقِ الطَّقْسِ)، أَوْ بِكُلِّ نُطُقِهِ، فَإِنَّ دِرَاسَةَ ذَلِكَ الْغِلَافِ
الْغَازِيِّ قَدْ أَكَّدَتْ أَنَّ كَثِيرًا مِمَّا يَرْتَفِعُ مِنَ الْأَرْضِ إِلَيْهِ
مِنْ مُخْتَلِفِ صُوَرِ الْمَادَّةِ وَالطَّاقَةِ، مِنْ مِثْلِ: هَبَاءَاتِ الْغُبَارِ
الْمُتَنَاهِيَةِ الدِّقَّةِ فِي الصِّغَرِ، وَبُخَارِ الْمَاءِ، وَغَازَاتِ أَوَّلِ
وَثَانِي أُكْسِيدِ الْكَرْبُونِ، وَأَكَاسِيدِ النِّيتْرُوجِينِ، وَالنُّوشَادِرِ،
وَالْمِيثَانِ وَغَيْرِهَا، وَالْمَوْجَاتِ الْحَرَارِيَّةِ كَالْأَشِعَّةِ تَحْتَ
الْحَمْرَاءِ، وَالرَّادِيُوفِيَّةِ كَمَوْجَاتِ الْبَثِّ الْإِذَاعِيِّ، وَالصَّوْتِيَّةِ،
وَالضَّوْئِيَّةِ، وَالْمِغْنَاطِيسِيَّةِ وَغَيْرِهَا، كُلُّ ذَلِكَ يَرْتَدُّ ثَانِيَةً
إِلَى الْأَرْضِ رَاجِعًا إِلَيْهَا.
Nampaknya yang dimaksud
dengan “langit” dalam ayat tersebut di sini adalah awan, atau wilayah yang
mengandung awan, yang secara ilmiah dikenal sebagai zona iklim.
Dan jika yang dimaksud
dengan “langit memilik daya mengembalikan” adalah selubung gas bumi [Atmosfer]
dengan salah satu jangkauannya, seperti (zona cuaca) atau dengan semua
jangkauannya.
Studi tentang selubung gas
[Atmosfer] tersebut telah memastikan bahwa sebagian besar yang naik dari bumi
lalu kembali lagi ke bumi, itu terdiri dari berbagai bentuk materi dan energi,
seperti: aerosol debu mikro-halus, Uap air, karbon dioksida dan monogas, nitrogen
oksida, amonia, metana dan lain-lain, gelombang panas seperti sinar infra
merah, gelombang radio, seperti siaran radio, suara, cahaya, gelombang magnet,
dan lain-lain, semuanya memantul kembali ke bumi, kembali lagi ke bumi.
كَذَلِكَ، فَإِنَّ كَثِيرًا مِمَّا
يَسْقُطُ عَلَى الْغِلَافِ الْغَازِيِّ لِلْأَرْضِ مِنْ مُخْتَلِفِ صُوَرِ الْمَادَّةِ
وَالطَّاقَةِ، يَرْتَدُّ رَاجِعًا عَنْهَا بِوَاسِطَةِ عَدَدٍ مِنْ نُطُقِ الْحِمَايَةِ
الْمُخْتَلِفَةِ، الَّتِي أَعَدَّهَا سُبْحَانَهُ لِحِمَايَتِنَا، وَحِمَايَةِ مُخْتَلِفِ
صُوَرِ الْحَيَاةِ الْأَرْضِيَّةِ مِنْ حَوْلِنَا.
Demikian pula, banyak dari
apa yang jatuh ke selubung gas bumi [Atmosfer] dari berbagai bentuk materi dan
energi memantul kembali darinya melalui sejumlah zona perlindungan berbeda yang
telah disiapkan Allah Subhaanahu Wa Ta’alaa untuk melindungi kita dan berbagai
bentuk kehidupan duniawi di sekitar kita.
وَإِذَا كَانَ الْمَقْصُودُ بِـ﴿السَّمَاءِ
ذَاتِ الرَّجْعِ﴾ هُوَ كُلُّ السَّمَاءِ الدُّنْيَا الَّتِي زَيَّنَهَا سُبْحَانَهُ
بِالنُّجُومِ وَالْكَوَاكِبِ، فَإِنَّ عُلُومَ الْفَلَكِ قَدْ أَكَّدَتْ لَنَا أَنَّ
كُلَّ أَجْرَامِ السَّمَاءِ قَدْ خَلَقَهَا اللَّهُ تَعَالَى مِنَ الدُّخَانِ الْكَوْنِيِّ
(دُخَانِ السَّمَاءِ)، الَّذِي نَتَجَ عَنْ عَمَلِيَّةِ الِانْفِجَارِ الْعَظِيمِ،
الَّتِي يُسَمِّيهَا الْقُرْآنُ الْكَرِيمُ: عَمَلِيَّةَ الْفَتْقِ، أَوْ (فَتْقَ الرَّتْقِ)،
وَأَنَّ كُلَّ أَجْرَامِ السَّمَاءِ الدُّنْيَا تَمُرُّ فِي دَوْرَةِ حَيَاةٍ، تَنْتَهِي
بِالْعَوْدَةِ إِلَى دُخَانِ السَّمَاءِ عَنْ طَرِيقِ الِانْفِجَارِ، أَوِ الِانْتِثَارِ،
لِتَتَخَلَّقَ مِنْ هَذَا الدُّخَانِ السَّمَاوِيِّ أَجْرَامٌ جَدِيدَةٌ، تُعِيدُ الْكَرَّةَ
فِي دَوْرَاتٍ مُسْتَمِرَّةٍ مِنْ تَبَادُلِ الْمَادَّةِ وَالطَّاقَةِ بَيْنَ أَجْرَامِ
السَّمَاءِ وَدُخَانِهَا.
Dan jika yang dimaksud dengan “langit yang memiliki daya gravitasi” adalah seluruh langit dunia yang dihias oleh Allah Yang Maha Kuasa dengan bintang-bintang dan planet-planet, maka Ilmu Astronomi telah menegaskan kepada kita bahwa semua benda langit diciptakan oleh Allah Yang Maha Esa dari asap alam semesta (asap langit) yang dihasilkan dari proses BIG BANG [ledakan raksasa], Yang Al-Qur'an sebut: proses pembelahan, atau (terbelahnya benda yang rapat dan saling melekat).
BIG BANG
[[Proses BIG BANG
tersebut Sebagaimana termaktub dalam firman Allah Subhaanahu Wa Ta'alaa:
﴿
أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا
رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا ﴾
“Dan apakah orang-orang yang
kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah
suatu yang padu, kemudian Kami memisahkan antara keduanya ". (QS.
Al-Anbiyaa: 30). Pen]]
Dan bahwa semua benda di
langit yang rendah menjalani siklus kehidupan, diakhiri dengan kembalinya asap
langit melalui sebuah ledakan atau hamburan, sehingga benda-benda baru tercipta
dari asap langit ini, mengulangi putaran dalam siklus pertukaran materi dan
energi yang berkelanjutan antara benda-benda langit dan asapnya.
******
SEBAGIAN BENTUK-BENTUK GRAVITASI DARI LANGIT KE BUMI:
Zaglul an-Najjaar dalam artikel "مِنْ أَسْرارِ القُرآن" mengatakan:
بِاعْتِبَارِ أَنَّ الْمَقْصُودَ
مِنَ السَّمَاءِ فِي الْآيَةِ الْكَرِيمَةِ ﴿وَالسَّمَاءِ ذَاتِ الرَّجْعِ﴾ هُوَ الْغِلَافُ
الْغَازِيُّ لِلْأَرْضِ، نَجِدُ الصُّوَرَ التَّالِيَةَ مِنْ رَجْعِ السَّمَاءِ.
Menimbang apa yang dimaksud
dengan langit dalam ayat yang mulia, dan langit yang memiliki daya menarik
kembali [gravitasi] adalah Atmosfer bumi [selubung gas bumi], maka kita dapati
gambar-gambar daya menarik kembali [gravitasi] langit berikut ini:
PERTAMA:
Gravitasi dalam Udara, yaitu: Getaran balik udara (bunyi dan resonansinya):
(الرَّجْعُ الِاهْتِزَازِيُّ لِلْهَوَاءِ (الْأَصْوَاتُ وَصَدَاهَا):
تَحْتَوِي الطَّبَقَةُ الدُّنْيَا
مِنَ الْغِلَافِ الْغَازِيِّ لِلْأَرْضِ (نِطَاقُ التَّغَيُّرَاتِ الْجَوِّيَّةِ) عَلَى
٧٥٪ مِنْ كُتْلَةِ ذَلِكَ الْغِلَافِ، وَتَتَكَوَّنُ أَسَاسًا مِنْ غَازِ النِّيتْرُوجِينِ
(٧٨٪ حَجْمًا)، وَالْأُوكْسِجِينِ (٢١٫٩٥٪ حَجْمًا)، وَآثَارٍ خَفِيفَةٍ مِنْ بُخَارِ
الْمَاءِ، وَثَانِي أُكْسِيدِ الْكَرْبُونِ، وَالْأُوزُونِ، وَبَعْضِ هَبَاءَاتِ الْغُبَارِ،
وَآثَارٍ أَقَلَّ تَرْكِيزًا مِنَ الْإِيدْرُوجِينِ، وَالْأَرْجُونِ، وَالْهِلْيُومِ،
وَبَعْضِ مُرَكَّبَاتِ الْكِبْرِيتِ.
Lapisan bawah Atmosfer Bumi
(kisaran perubahan atmosfer) mengandung 75% massa atmosfer itu. Ini terutama
terdiri dari gas nitrogen (78% volume), oksigen (21,95% volume), jejak cahaya
uap air, karbon dioksida, ozon, beberapa aerosol debu, dan jejak Kurang
terkonsentrasi dari hidrogen, argon, helium, dan beberapa senyawa belerang
وَكُلٌّ مِنَ التَّرْكِيبِ الْكِيمْيَائِيِّ
وَالصِّفَاتِ الْفِيزْيَائِيَّةِ لِهَذَا النِّطَاقِ أَسَاسِيٌّ لِوُجُودِ الْحَيَاةِ
الْأَرْضِيَّةِ، وَمُهِمٌّ لِلِاهْتِزَازَاتِ الْمُحْدِثَةِ لِلْأَصْوَاتِ وَصَدَاهَا،
فَعِنْدَمَا تَهْتَزُّ أَحْبَالُنَا الصَّوْتِيَّةُ تُحْدِثُ اهْتِزَازَاتُهَا ضُغُوطًا
فِي الْهَوَاءِ تَنْتَشِرُ عَلَى هَيْئَةِ أَمْوَاجٍ تَتَحَرَّكُ فِي الْهَوَاءِ فِي
كُلِّ الِاتِّجَاهَاتِ مِنْ حَوْلِنَا، فَتَتَلَقَّى طَبْلَةُ الْأُذُنِ لِأَفْرَادٍ
آخَرِينَ تِلْكَ الِاهْتِزَازَاتِ فَيَسْمَعُونَهَا بِوُضُوحٍ، وَلَوْلَا التَّرْكِيبُ
الْكِيمْيَائِيُّ وَالصِّفَاتُ الْفِيزْيَائِيَّةُ الْمُحَدَّدَةُ لِذَلِكَ النِّطَاقِ
مَا سَمِعَ بَعْضُنَا بَعْضًا، وَلَاسْتَحَالَتِ الْحَيَاةُ.
Komposisi kimiawi dan sifat
fisik zona ini sangat penting untuk keberadaan kehidupan terestrial, dan
penting untuk getaran yang menyebabkan bunyi dan resonansinya.
Saat pita suara kita
bergetar, getarannya menciptakan tekanan di udara yang menyebar dalam bentuk
gelombang yang bergerak di udara ke segala arah di sekitar kita. Maka gendang
telinga individu lain menerima getaran ini dan mereka mendengarnya dengan
jelas, dan jika bukan karena komposisi kimiawi dan karakteristik fisik yang
spesifik untuk rentang itu, kita tidak akan mendengar satu sama lain, dan
kehidupan tidak mungkin terjadi.
فَالصَّوْتُ لَا يَنْتَقِلُ فِي
الْفَرَاغِ، وَذَلِكَ لِعَدَمِ وُجُودِ جُزَيْئَاتِ الْهَوَاءِ الْقَادِرَةِ عَلَى
نَقْلِ الْمَوْجَاتِ الصَّوْتِيَّةِ، وَتَتَحَرَّكُ الْمَوْجَاتُ الصَّوْتِيَّةُ فِي
الْهَوَاءِ بِسُرْعَةِ ١٢٠٠ كِيلُومِتْرٍ فِي السَّاعَةِ، عِنْدَ مُسْتَوَى سَطْحِ
الْبَحْرِ، وَتَزْدَادُ سُرْعَةُ الصَّوْتِ كُلَّمَا زَادَتْ كَثَافَةُ الْوَسَطِ الَّذِي
يَتَحَرَّكُ فِيهِ، وَتَقِلُّ بِقِلَّةِ كَثَافَتِهِ، فَفِي الْمَاءِ تَتَضَاعَفُ سُرْعَةُ
الصَّوْتِ أَرْبَعَ مَرَّاتٍ تَقْرِيبًا عَنْهَا فِي الْهَوَاءِ، وَفِي النُّطُقِ الْعُلْيَا
مِنَ الْغِلَافِ الْغَازِيِّ لِلْأَرْضِ تَتَنَاقَصُ حَتَّى لَا تَكَادُ تُسْمَعُ؛
وَلِذَلِكَ يَتَخَاطَبُ رُوَّادُ الْفَضَاءِ مَعَ بَعْضِهِمْ بَعْضًا بِوَاسِطَةِ الْمَوْجَاتِ
الرَّادِيَوِيَّةِ الَّتِي يُمْكِنُهَا التَّحَرُّكُ فِي الْفَرَاغِ، وَعِنْدَمَا تَصْطَدِمُ
الْمَوْجَاتُ الصَّوْتِيَّةُ بِأَجْسَامٍ أَعْلَى كَثَافَةً مِنَ الْهَوَاءِ، فَإِنَّهَا
تَرْتَدُّ عَلَى هَيْئَةِ صَدًى لِلصَّوْتِ، الَّذِي لَهُ الْعَدِيدُ مِنَ التَّطْبِيقَاتِ
الْعَمَلِيَّةِ.
Suara tidak bergerak dalam
ruang hampa, karena tidak ada molekul udara yang mampu mentransmisikan
gelombang suara, dan gelombang suara bergerak di udara dengan kecepatan 1.200
kilometer per jam, di permukaan laut. Kecepatan suara meningkat dengan
meningkatnya kerapatan medium tempatnya bergerak, dan berkurang dengan
berkurangnya kerapatan Di dalam air, kecepatan bunyi kira-kira empat kali lebih
besar daripada di udara. Dan di wilayah atas Atmosfer bumi, itu berkurang
hingga Anda hampir tidak dapat mendengarnya. Oleh karena itu, astronot
berkomunikasi satu sama lain menggunakan gelombang radio yang dapat bergerak di
luar angkasa [ruang hampa udara]. Ketika gelombang suara bertabrakan dengan
benda yang lebih padat dari udara, mereka memantul kembali dalam bentuk gema
suara, yang memiliki banyak aplikasi praktis.
وَالرَّجْعُ الِاهْتِزَازِيُّ
لِلْهَوَاءِ عَلَى هَيْئَةِ الْأَصْوَاتِ وَصَدَاهَا، هُوَ أَوَّلُ صُورَةٍ مِنْ صُوَرِ
رَجْعِ السَّمَاءِ، وَلَوْلَاهُ مَا سَمِعَ بَعْضُنَا بَعْضًا، وَمَا اسْتَقَامَتِ
الْحَيَاةُ عَلَى الْأَرْضِ.
Dan gravitasi Gema getaran
udara dalam bentuk suara dan resonansinya adalah bentuk pertama dari gravitasi
langit, dan tanpanya, kita tidak akan saling mendengar dan kehidupan di bumi
tidak akan stabil.
KEDUA:
Gravitasi dalam Air, yaitu: arus baliknya air:
(الرَّجْعُ الْمَائِيُّ)
يُغَطِّي الْمَاءُ أَكْثَرَ قَلِيلًا
مِنْ ٧١٪ مِنَ الْمِسَاحَةِ الْكُلِّيَّةِ لِلْكُرَةِ الْأَرْضِيَّةِ، وَتَبْلُغُ كَمِّيَّتُهُ
١٫٣٦ مِلْيَارَ كِيلُومِتْرٍ مُكَعَّبٍ، مِنْهَا ٩٧٫٢٪ فِي الْمُحِيطَاتِ وَالْبِحَارِ،
وَ٢٫١٥٪ عَلَى هَيْئَةِ جَلِيدٍ حَوْلَ الْقُطْبَيْنِ وَفِي قِمَمِ الْجِبَالِ، وَ٠٫٦٥٪
فِي الْمَجَارِي الْمَائِيَّةِ الْمُخْتَلِفَةِ مِنَ الْأَنْهَارِ وَالْجَدَاوِلِ وَغَيْرِهَا،
وَفِي كُلٍّ مِنَ الْبُحَيْرَاتِ الْعَذْبَةِ وَخَزَّانَاتِ الْمِيَاهِ تَحْتَ سَطْحِ
الْأَرْضِ.
Air menutupi sedikit lebih
dari 71% dari total luas dunia. Kuantitasnya 1,36 miliar kilometer kubik,
dimana 97,2% berada di lautan dan lautan, dan 2,15% berupa es di sekitar kutub.
Dan di puncak gunung, 0,65% di berbagai saluran air sungai, sungai, dll., Dan
di masing-masing danau air tawar dan waduk air di bawah permukaan bumi.
وَهَذَا الْمَاءُ انْدَفَعَ كُلُّهُ
أَصْلًا مِنْ جَوْفِ الْأَرْضِ عَبْرَ ثَوَرَاتِ الْبَرَاكِينِ، وَتَكَثَّفَ فِي الْأَجْزَاءِ
الْعُلْيَا مِنْ نِطَاقِ التَّغَيُّرَاتِ الْجَوِّيَّةِ، وَالَّتِي تَتَمَيَّزُ بِبُرُودَتِهَا
الشَّدِيدَةِ، فَعَادَ إِلَى الْأَرْضِ لِيَجْرِيَ أَنْهَارًا عَلَى سَطْحِهَا، وَيَفِيضَ
إِلَى مُنْخَفَضَاتِهَا، ثُمَّ بَدَأَ فِي حَرَكَةٍ دَائِبَةٍ بَيْنَ الْأَرْضِ وَالطَّبَقَاتِ
الدُّنْيَا مِنَ الْغِلَافِ الْغَازِيِّ، حَفِظَتْهُ مِنَ التَّعَفُّنِ وَمِنَ الضَّيَاعِ
إِلَى طَبَقَاتِ الْجَوِّ الْعُلْيَا.
Semua air ini awalnya
menyembur dari tanah melalui letusan gunung berapi, dan mengembun [menggumpal]
di bagian atas kisaran perubahan cuaca, yang ditandai dengan dinginnya yang
ekstrim. Maka Ia kembali ke bumi untuk mengalirkan sungai di permukaannya dan
meluap ke dalam depresinya, kemudian ia memulai gerakan konstan antara bumi dan
lapisan bawah Atmosfer yang melindunginya dari pembusukan dan hilang ke lapisan
atas atmosfer.
وَمَاءُ الْأَرْضِ يَتَبَخَّرُ
مِنْهُ سَنَوِيًّا ٣٨٠٠٠٠ كِيلُومِتْرٍ مُكَعَّبٍ، أَغْلَبُهَا (٣٢٠٠٠٠ كِم³) يَتَبَخَّرُ
مِنْ أَسْطُحِ الْمُحِيطَاتِ وَالْبِحَارِ، وَالْبَاقِي (٦٠٠٠٠ كِم³) مِنْ سَطْحِ الْيَابِسَةِ،
وَهَذَا الْبُخَارُ تَدْفَعُهُ الرِّيَاحُ وَتَحْمِلُهُ السُّحُبُ إِلَى الطَّبَقَةِ
الدُّنْيَا مِنَ الْغِلَافِ الْغَازِيِّ لِلْأَرْضِ، حَيْثُ يَتَكَثَّفُ وَيَعُودُ
إِلَى الْأَرْضِ مَطَرًا أَوْ ثَلْجًا أَوْ بَرَدًا، وَبِدَرَجَةٍ أَقَلَّ عَلَى هَيْئَةِ
نَدًى أَوْ ضَبَابٍ.
Air bumi menguap darinya
setiap tahun 380.000 kilometer kubik, yang sebagian besar (320.000 km3) menguap
dari permukaan samudra dan laut, dan sisanya (60.000 km3) dari permukaan
daratan. Uap ini didorong oleh angin dan dibawa oleh awan ke lapisan terbawah
Atmosfer bumi, di mana ia mengembun dan kembali ke bumi sebagai hujan, salju,
atau hujan es, dan pada tingkat yang lebih rendah dalam bentuk embun atau
kabut.
وَحِينَمَا تَرْجِعُ أَبْخِرَةُ
الْمِيَاهِ مِنَ الْجَوِّ إِلَى الْأَرْضِ بَعْدَ تَكَثُّفِهَا، يَجْرِي قِسْمٌ مِنْهَا
فِي مُخْتَلِفِ أَنْوَاعِ الْمَجَارِي الْمَائِيَّةِ عَلَى الْيَابِسَةِ، وَتَصُبُّ
هَذِهِ بِدَوْرِهَا فِي الْبِحَارِ وَالْمُحِيطَاتِ، كَمَا يَتَرَشَّحُ جُزْءٌ مِنْهَا
خِلَالَ طَبَقَاتِ الْأَرْضِ ذَاتِ النَّفَاذِيَّةِ لِيُكَوِّنَ الْمِيَاهَ تَحْتَ
السَّطْحِيَّةَ، وَهُنَاكَ جُزْءٌ يُعَاوِدُ تَبَخُّرَهُ إِلَى الْجَوِّ مَرَّةً أُخْرَى.
Dan ketika uap air kembali
dari atmosfer ke bumi setelah kondensasi, beberapa di antaranya mengalir ke
berbagai jenis saluran air di darat, dan ini, pada gilirannya, mengalir ke laut
dan samudra. Sebagian disaring melalui lapisan permeabel bumi untuk membentuk
air di bawah permukaan, dan sebagian lagi menguap kembali ke atmosfer.
وَالْمِيَاهُ تَحْتَ السَّطْحِيَّةُ
ذَاتُهَا فِي حَرَكَةٍ دَائِبَةٍ، حَيْثُ تُشَارِكُ فِي تَغْذِيَةِ بَعْضِ الْأَنْهَارِ
وَالْبُحَيْرَاتِ وَالْمُسْتَنْقَعَاتِ، وَقَدْ تَخْرُجُ إِلَى سَطْحِ الْأَرْضِ عَلَى
هَيْئَةِ يَنَابِيعَ، أَوْ يَنْتَهِي بِهَا الْمَطَافُ إِلَى الْبِحَارِ وَالْمُحِيطَاتِ.
Air bawah permukaan itu sendiri
terus bergerak karena ikut memberi makan beberapa sungai, danau, dan rawa. Dan
mungkin keluar ke permukaan bumi dalam bentuk mata air, atau mungkin berakhir
di laut dan samudra
وَمَاءُ الْمَطَرِ يَسْقُطُ عَلَى
الْمُحِيطَاتِ وَالْبِحَارِ بِمُعَدَّلِ ٢٨٤٠٠٠ كِيلُومِتْرٍ مُكَعَّبٍ فِي السَّنَةِ،
وَعَلَى الْيَابِسَةِ بِمُعَدَّلِ ٩٦٠٠٠ كِيلُومِتْرٍ مُكَعَّبٍ فِي السَّنَةِ، وَذَلِكَ
فِي دَوْرَةٍ مُعْجِزَةٍ فِي كَمَالِهَا وَدِقَّتِهَا، وَمِنْ صُوَرِ ذَلِكَ أَنَّ
مَا يَتَبَخَّرُ مِنْ أَسْطُحِ الْمُحِيطَاتِ وَالْبِحَارِ فِي السَّنَةِ يَفُوقُ مَا
يَسْقُطُ فَوْقَهَا، وَأَنَّ مَا يَسْقُطُ مِنْ مَطَرٍ عَلَى الْيَابِسَةِ سَنَوِيًّا
يَفُوقُ مَا يَتَبَخَّرُ مِنْهَا، وَالْفَارِقُ فِي الْحَالَتَيْنِ مُتَسَاوٍ تَمَامًا،
فَيَفِيضُ إِلَى الْبِحَارِ وَالْمُحِيطَاتِ لِيَحْفَظَ مَنْسُوبَ الْمِيَاهِ فِيهَا
عِنْدَ مُسْتَوًى ثَابِتٍ فِي الْفَتْرَةِ الزَّمَنِيَّةِ الْوَاحِدَةِ.
Dan Air hujan jatuh ke
samudera dan lautan dengan laju 284.000 kilometer kubik per tahun, dan di darat
dengan laju 96.000 kilometer kubik per tahun, dan itu dalam siklus ajaib
[mukjizat] dalam kesmpurnaan dan keakuratannya. Dan salah satu gambarannya
adalah apa yang menguap dari permukaan samudra dan lautan dalam setahun
melebihi apa yang jatuh di atasnya.
Dan jumlah hujan yang jatuh
ke tanah darat setiap tahun melebihi jumlah yang menguap darinya. Perbedaan
dalam kedua kasus ini benar-benar sama, karena meluap ke laut dan samudera
untuk menjaga ketinggian air di dalamnya pada tingkat yang konstan selama
periode waktu yang sama.
هَذِهِ الدَّوْرَةُ الْمُعْجِزَةُ
لِلْمِيَاهِ حَوْلَ الْأَرْضِ هِيَ الصُّورَةُ الثَّانِيَةُ مِنْ صُوَرِ رَجْعِ السَّمَاءِ،
وَلَوْلَاهَا لَفَسَدَ كُلُّ مَاءِ الْأَرْضِ، وَلَتَعَرَّضَ كَوْكَبُنَا لِحَرَارَةٍ
قَاتِلَةٍ بِالنَّهَارِ، وَلِبُرُودَةٍ شَدِيدَةٍ بِاللَّيْلِ.
Siklus ajaib air di sekitar
bumi ini adalah bentuk kedua dari kembalinya langit, dan jika bukan karena itu,
semua air di bumi akan rusak, dan planet kita akan terkena panas yang mematikan
selama siang hari, dan sangat dingin di malam hari.
KETIGA:
Gravitasi Hawa Panas, yaitu
kembalinya suhu panas [Termal] ke bumi dan dari bumi ke ruang angkasa melalui
awan:
(الرَّجْعُ الْحَرَارِيُّ
إِلَى الْأَرْضِ وَعَنْهَا إِلَى الْفَضَاءِ بِوَاسِطَةِ السُّحُبِ)
يَصِلُ إِلَى الْأَرْضِ مِنَ الشَّمْسِ
فِي كُلِّ لَحْظَةِ شُرُوقٍ كَمِّيَّاتٌ هَائِلَةٌ مِنْ طَاقَةِ الشَّمْسِ، وَيَعْمَلُ
الْغِلَافُ الْغَازِيُّ لِلْأَرْضِ كَدِرْعٍ وَاقِيَةٍ لَنَا مِنْ حَرَارَةِ الشَّمْسِ
أَثْنَاءَ النَّهَارِ، كَمَا يَعْمَلُ لَنَا كَغِطَاءٍ بِاللَّيْلِ يُمْسِكُ بِحَرَارَةِ
الْأَرْضِ مِنَ التَّشَتُّتِ.
فَذَرَّاتُ وَجُزَيْئَاتُ الْغِلَافِ
الْغَازِيِّ لِلْأَرْضِ تَمْتَصُّ وَتُشَتِّتُ وَتُعِيدُ إِشْعَاعَ أَطْوَالِ مَوْجَاتٍ
مُحَدَّدَةٍ مِنَ الْأَشِعَّةِ الشَّمْسِيَّةِ فِي كُلِّ الِاتِّجَاهَاتِ.
Energi matahari dalam jumlah
besar mencapai bumi dari matahari pada setiap saat matahari terbit, dan
Atmosfer bumi bertindak sebagai perisai pelindung bagi kita dari panas matahari
di siang hari. Sebagaimana juga bertindak sebagai penutup bagi kita di malam
hari, menahan panas bumi dari dispersi.
Maka Atom dan molekul
Atmosfer Bumi menyerap, menyebarkan, dan memancarkan kembali radiasi gelombang
panjang yang spesifik dari radiasi-radiasi matahari ke segala arah.
وَمِنَ الْأَشِعَّةِ الشَّمْسِيَّةِ
الْقَادِمَةِ إِلَى الْأَرْضِ يُمْتَصُّ وَيُشَتَّتُ وَيُعَادُ إِشْعَاعُ ٥٣٪ مِنْهَا
بِوَاسِطَةِ الْغِلَافِ الْغَازِيِّ لِلْأَرْضِ، وَتَمْتَصُّ صُخُورُ وَتُرْبَةُ الْأَرْضِ
٤٧٪ مِنْهَا، وَلَوْلَا هَذَا الرَّجْعُ الْحَرَارِيُّ إِلَى الْخَارِجِ لَأَحْرَقَتْ
أَشِعَّةُ الشَّمْسِ كُلَّ صُوَرِ الْحَيَاةِ عَلَى الْأَرْضِ، وَلَبَخَّرَتِ الْمَاءَ
وَخَلْخَلَتِ الْهَوَاءَ.
Dari radiasi matahari yang
masuk ke bumi, 53% diserap, dihamburkan dan dipancarkan kembali oleh Atmosfer
bumi, dan 47% diserap oleh batuan dan tanah bumi. Jika bukan karena panas ini
kembali ke luar, sinar matahari akan membakar semua bentuk kehidupan di bumi,
dan akan menguapkan air dan mengganggu udara.
وَعَلَى النَّقِيضِ مِنْ ذَلِكَ،
فَإِنَّ السُّحُبَ الَّتِي تَرُدُّ عَنَّا وَيْلَاتِ حَرَارَةِ الشَّمْسِ فِي نَهَارِ
الصَّيْفِ هِيَ الَّتِي تَرُدُّ إِلَيْنَا أَشِعَّةَ الدِّفْءِ بِمُجَرَّدِ غُرُوبِ
الشَّمْسِ (٩٨٪). فَصُخُورُ الْأَرْضِ تَدْفَأُ أَثْنَاءَ النَّهَارِ بِحَرَارَةِ الشَّمْسِ
بِامْتِصَاصِ ٤٧٪ مِنْ أَشِعَّتِهَا، فَتَصِلُ دَرَجَةُ حَرَارَتِهَا إِلَى ١٥ دَرَجَةً
مِئَوِيَّةً فِي الْمُتَوَسِّطِ، وَبِمُجَرَّدِ غِيَابِ الشَّمْسِ تَبْدَأُ صُخُورُ
الْأَرْضِ فِي إِعَادَةِ إِشْعَاعِ حَرَارَتِهَا عَلَى هَيْئَةِ مَوْجَاتٍ مِنَ الْأَشِعَّةِ
تَحْتَ الْحَمْرَاءِ، الَّتِي تَمْتَصُّهَا جُزَيْئَاتُ كُلٍّ مِنْ بُخَارِ الْمَاءِ
وَثَانِي أُكْسِيدِ الْكَرْبُونِ، فَتُدَفِّئُ الْغِلَافَ الْغَازِيَّ لِلْأَرْضِ،
كَمَا تَعْمَلُ السُّحُبُ عَلَى إِرْجَاعِ غَالِبِيَّةِ الْمَوْجَاتِ الطَّوِيلَةِ
(٩٨٪) إِلَى سَطْحِ الْأَرْضِ، وَبِذَلِكَ تَحْفَظُهَا مِنَ التَّجَمُّدِ بَعْدَ غِيَابِ
الشَّمْسِ.
Sebaliknya, awan yang
memantulkan kerusakan akibat panas matahari selama hari musim panas adalah awan
yang mengembalikan sinar kehangatan kepada kita dengan segera setelah matahari terbenam
(98%). Maka batuan bumi dihangatkan pada siang hari oleh panas matahari dengan
menyerap 47% sinarnya, sehingga suhunya rata-rata mencapai 15 derajat Celcius.
Dan dengan segera setelah matahari terbenam, bebatuan bumi mulai memancarkan
kembali panasnya dalam bentuk gelombang infra merah. Yang diserap oleh molekul
masing-masing uap air dan karbon dioksida, lalu memanaskan Atmosfer bumi.
Awan juga mengembalikan
sebagian besar gelombang panjang (98%) ke permukaan bumi, sehingga mencegahnya
membeku setelah matahari terbenam.
وَلَوْ لَمْ يَكُنْ لِلْأَرْضِ
غِلَافٌ غَازِيٌّ، لَتَشَتَّتَتْ هَذِهِ الْحَرَارَةُ إِلَى فُسْحَةِ الْكَوْنِ، وَلَتَجَمَّدَتِ
الْأَرْضُ وَمَا عَلَيْهَا مِنْ صُوَرِ الْحَيَاةِ فِي نِصْفِ الْكُرَةِ الْمُظْلِمِ
بِمُجَرَّدِ غِيَابِ الشَّمْسِ.
وَهَذَا الرَّجْعُ الْحَرَارِيُّ
بِصُورَتَيْهِ، إِلَى الْخَارِجِ وَإِلَى الدَّاخِلِ، مِمَّا يُحَقِّقُ صِفَةَ الرَّجْعِ
لِسَمَاءِ الْأَرْضِ.
Dan jika bumi tidak memiliki
Atmosfer, panas ini akan menyebar ke bentangan alam semesta, dan bumi serta
bentuk kehidupan di atasnya akan membeku di belahan bumi yang gelap segera
setelah matahari menghilang.
Pengembalian termal ini,
dalam dua bentuknya ke luar dan ke dalam, yang mencapai karakteristik kembali
ke langit bumi.
KEEMPAT:
Gravitasi dalam Gas, Asap
dan Asap, yaitu: kembalinya gas, asap, dan debu yang naik dari permukaan bumi:
(٤) رَجْعُ الْغَازَاتِ وَالْأَبْخِرَةِ وَالْغُبَارِ الْمُرْتَفِعِ
مِنْ سَطْحِ الْأَرْضِ:
عِنْدَمَا تَثُورُ الْبَرَاكِينُ تَدْفَعُ بِمَلَايِينِ الْأَطْنَانِ
مِنَ الْغَازَاتِ وَالْأَبْخِرَةِ وَالْأَتْرِبَةِ إِلَى جَوِّ الْأَرْضِ، الَّذِي
سُرْعَانَ مَا يَرُدُّ ذَلِكَ إِلَى الْأَرْضِ. كَذَلِكَ يُؤَدِّي تَكَوُّنُ الْمُنْخَفَضَاتِ
وَالْمُرْتَفَعَاتِ الْجَوِّيَّةِ إِلَى دَفْعِ الْهَوَاءِ فِي حَرَكَةٍ أُفُقِيَّةٍ
تَنْشَأُ عَنْهَا الرِّيَاحُ، الَّتِي يَتَحَكَّمُ فِي هُبُوبِهَا ـ بَعْدَ إِرَادَةِ
اللَّهِ تَعَالَى ـ عِدَّةُ عَوَامِلَ، مِنْهَا مِقْدَارُ الْفَرْقِ بَيْنَ الضَّغْطِ
الْجَوِّيِّ فِي مَنْطِقَتَيْنِ مُتَجَاوِرَتَيْنِ، وَمِنْهَا دَوَرَانُ الْأَرْضِ
حَوْلَ مِحْوَرِهَا مِنَ الْغَرْبِ إِلَى الشَّرْقِ، وَمِنْهَا تَنَوُّعُ تَضَارِيسِ
الْأَرْضِ وَالْمَوْقِعُ الْجُغْرَافِيُّ لِلْمِنْطَقَةِ.
Ketika gunung - gunung
berapi meletus, maka ia mendorong jutaan ton gas, asap, dan debu ke atmosfer
bumi, yang segera kembali ke bumi dengan cepat.
Demikian pula pembentukan
depresi dan elevasi di udara mendorong udara dalam gerakan mendatar,
mengakibatkan angin yang hembusannya dikendalikan (sesuai kehendak Allah Yang
Maha Esa) oleh beberapa faktor, antara lain besarnya perbedaan tekanan atmosfer
di dua lingkungan yang berdekatan.
Termasuk perputaran bumi
pada porosnya dari barat ke timur. Dan diantaranya adalah keragaman topografi
bumi serta letak geografis wilayah tersebut.
وَالْغَالِبِيَّةُ الْعُظْمَى
مِنَ الْمُنْخَفَضَاتِ الْجَوِّيَّةِ تَتَحَرَّكُ مَعَ حَرَكَةِ الْأَرْضِ (أَيْ مِنَ
الْغَرْبِ إِلَى الشَّرْقِ) بِسُرَعٍ تَتَرَاوَحُ بَيْنَ ٢٠ وَ٣٠ كِيلُومِتْرًا فِي
السَّاعَةِ. وَعِنْدَمَا تَمُرُّ الْمُنْخَفَضَاتُ الْجَوِّيَّةُ فَوْقَ الْيَابِسَةِ
تَحْتَكُّ بِهَا، فَتُبَطِّئُ حَرَكَتَهَا قَلِيلًا، وَتَحْمِلُ بِشَيْءٍ مِنَ الْغُبَارِ
الَّذِي تَأْخُذُهُ مِنْ سَطْحِ الْأَرْضِ، وَإِذَا صَادَفَ الْمُنْخَفَضُ الْجَوِّيُّ
فِي طَرِيقِهِ سَلَاسِلَ جَبَلِيَّةً مُعْتَرِضَةً، فَإِنَّهُ يَصْطَدِمُ بِهَا، مِمَّا
يَزِيدُ عَلَى إِبْطَاءِ سُرْعَتِهِ، وَيُقَوِّي مِنْ حَرَكَةِ صُعُودِ الْهَوَاءِ
إِلَى أَعْلَى.
وَلَمَّا كَانَ ضَغْطُ الْهَوَاءِ
يَتَنَاقَصُ بِالِارْتِفَاعِ إِلَى وَاحِدٍ مِنْ أَلْفٍ مِنَ الضَّغْطِ الْجَوِّيِّ
الْعَادِيِّ عِنْدَ سَطْحِ الْبَحْرِ إِذَا وَصَلْنَا إِلَى ارْتِفَاعِ ٤٨ كِيلُومِتْرًا
فَوْقَ ذَلِكَ السَّطْحِ، وَإِلَى وَاحِدٍ مِنْ مِائَةِ أَلْفٍ مِنَ الضَّغْطِ الْجَوِّيِّ
إِذَا وَصَلْنَا إِلَى ارْتِفَاعِ أَلْفِ كِيلُومِتْرٍ فَوْقَ سَطْحِ الْبَحْرِ، فَإِنَّ
قُدْرَةَ الْهَوَاءِ عَلَى الِاحْتِفَاظِ بِالْغُبَارِ الْمَحْمُولِ مِنْ سَطْحِ الْأَرْضِ
تَضْعُفُ بِاسْتِمْرَارٍ، مِمَّا يُؤَدِّي إِلَى رُجُوعِهِ إِلَى الْأَرْضِ، وَإِعَادَةِ
تَوْزِيعِهِ عَلَى سَطْحِهَا بِحِكْمَةٍ بَالِغَةٍ، وَتُعِينُ عَلَى ذَلِكَ الْجَاذِبِيَّةُ
الْأَرْضِيَّةُ.
Sebagian besar dari
udara-udara yang rendah [depresi] bergerak mengikuti pergerakan bumi (yaitu,
dari barat ke timur) dengan kecepatan berkisar antara 20 dan 30 kilometer per
jam.
Dan ketika udara-udara yang
rendah melewati tanah, maka ia bergesekan dengannya, sehingga gerakan mereka
sedikit melambat, dan membawa sebagian debu yang mereka ambil dari permukaan
bumi.
Dan jika udara-udara yang
rendah dalam perjalanannya berpapasan dengan pegunungan yang melintang dan
menghalangi perjalanannya, maka ia bertabrakan dengan nya, yang selanjutnya
memperlambat kecepatannya dan memperkuat pergerakan naiknya udara ke atas.
Dan ketika tekanan udara
berkurang dengan ketinggian seperseribu dari tekanan atmosfer normal di
permukaan laut jika kita mencapai ketinggian 48 kilometer di atas permukaan
itu, dan pada satu dari seratus ribu tekanan atmosfer, jika kita mencapai
ketinggian seribu kilometer di atas permukaan laut, maka kemampuan udara untuk
menahan debu yang terbawa dari permukaan bumi terus melemah, yang
menyebabkannya kembali ke bumi. Dan mendistribusikannya kembali di permukaannya
dengan kebijaksanaan luar biasa, dan gravitasi bumi membantu hal itu.
KELIMA:
Gravitasi dalam Ozon, yaitu: Sinar ultraviolet dikembalikan oleh lapisan ozon:
(٥) رَجْعُ الْأَشِعَّةِ
فَوْقَ الْبَنَفْسَجِيَّةِ بِوَاسِطَةِ طَبَقَةِ الْأُوزُونِ:
تَقُومُ طَبَقَةُ الْأُوزُونِ
فِي قَاعِدَةِ نِطَاقِ التَّطَبُّقِ بِامْتِصَاصِ وَتَحْوِيلِ الْأَشِعَّةِ فَوْقَ
الْبَنَفْسَجِيَّةِ الْقَادِمَةِ مَعَ أَشِعَّةِ الشَّمْسِ بِوَاسِطَةِ جُزَيْئَاتِ
الْأُوزُونِ (O₃)، وَتَرُدُّ نِسَبًا كَبِيرَةً مِنْهَا إِلَى خَارِجِ ذَلِكَ النِّطَاقِ.
Lapisan ozon di dasar zona
tertutup menyerap dan mengubah sinar ultraviolet yang datang bersama sinar
matahari oleh molekul ozon (O3), dan sebagian besar dikembalikan ke luar zona
itu.
KEENAM:
Gravitasi dalam sinyal
Radio, yaitu mengembalikan sinyal radio melalui zona atau pita peng-ion
[ionisasi]:
(٦) رَجْعُ الْإِشَارَاتِ
الرَّادِيُوِيَّةِ بِوَاسِطَةِ النِّطَاقِ الْمُتَأَيِّنِ:
فِي النِّطَاقِ الْمُتَأَيِّنِ
(بَيْنَ ١٠٠ وَ٤٠٠ كِيلُومِتْرٍ فَوْقَ مُسْتَوَى سَطْحِ الْبَحْرِ) تَمْتَصُّ الْفُوتُونَاتُ
النَّشِطَةُ الْقَادِمَةُ مَعَ أَشِعَّةِ الشَّمْسِ، مِنْ مِثْلِ الْأَشِعَّةِ السِّينِيَّةِ،
فَتُؤَدِّي إِلَى رَفْعِ دَرَجَةِ الْحَرَارَةِ وَزِيَادَةِ التَّأَيُّنِ، وَنَظَرًا
لِانْتِشَارِ الْإِلِكْتُرُونَاتِ الطَّلِيقَةِ فِي هَذَا النِّطَاقِ، فَإِنَّهَا تَعْكِسُ
الْإِشَارَاتِ الرَّادِيُوِيَّةَ (ذَاتَ الْأَمْوَاجِ الطَّوِيلَةِ)، وَتَرُدُّهَا
إِلَى الْأَرْضِ، فَتُيَسِّرُ عَمَلِيَّاتِ الْبَثِّ الْإِذَاعِيِّ وَالِاتِّصَالَاتِ
الرَّادِيُوِيَّةِ، وَكُلُّهَا تُمَثِّلُ صُوَرًا مِنَ الرَّجْعِ إِلَى الْأَرْضِ.
Dalam pita peng-ion (antara
100 dan 400 km di atas permukaan laut), foton energik yang datang bersama sinar
matahari, seperti sinar-X, diserap, yang menyebabkan peningkatan suhu dan
ionisasi. Karena penyebaran elektron bebas dalam rentang ini, mereka
memantulkan sinyal radio (dengan gelombang-gelombang yang panjang).
KEDELAPAN:
Gravitasi dalam Sinar kosmik
[alam semesta], yaitu dikembalikannya Sinar kosmik oleh masing-masing sabuk
radiasi dan medan magnet Bumi:
(٧) رَجْعُ الْأَشِعَّةِ
الْكَوْنِيَّةِ بِوَاسِطَةِ كُلٍّ مِنْ أَحْزِمَةِ الْإِشْعَاعِ وَالنِّطَاقِ الْمَغْنَاطِيسِيِّ
لِلْأَرْضِ:
يُمْطَرُ الْغِلَافُ الْغَازِيُّ
لِلْأَرْضِ بِوَابِلٍ مِنَ الْأَشِعَّةِ الْكَوْنِيَّةِ الْأَوَّلِيَّةِ الَّتِي تَمْلَأُ
فُسْحَةَ الْكَوْنِ، فَتَرُدُّهَا إِلَى الْخَارِجِ كُلٌّ مِنْ أَحْزِمَةِ الْإِشْعَاعِ
وَالنِّطَاقِ الْمَغْنَاطِيسِيِّ لِلْأَرْضِ، فَلَا يَصِلُ إِلَى سَطْحِ الْأَرْضِ
مِنْهَا شَيْءٌ، وَلَكِنَّهَا تُؤَدِّي إِلَى تَكَوُّنِ أَشِعَّةٍ ثَانَوِيَّةٍ، قَدْ
يَصِلُ بَعْضُهَا إِلَى سَطْحِ الْأَرْضِ، فَتُؤَدِّي إِلَى عَدَدٍ مِنْ ظَوَاهِرِ
التَّوَهُّجِ وَالْإِضَاءَةِ فِي ظُلْمَةِ اللَّيْلِ، مِنْ مِثْلِ ظَاهِرَةِ الْفَجْرِ
الْقُطْبِيِّ.
Atmosfer menghujani bumi
dengan rentetan sinar kosmik primer yang memenuhi luasnya alam semesta dan
mengembalikannya ke luar:
Baik sabuk radiasi maupun
medan magnet bumi, tidak ada yang mencapai permukaan bumi, namun, itu mengarah
pada pembentukan sinar sekunder, sebagian di antaranya dapat mencapai permukaan
bumi, sehingga menyebabkan sejumlah fenomena penyalaan dan penerangan di
kegelapan malam, seperti fenomena fajar kutub.
وَالْأَشِعَّةُ الْكَوْنِيَّةُ
بِأَنْوَاعِهَا الْمُخْتَلِفَةِ تَتَحَرَّكُ بِمُحَاذَاةِ خُطُوطِ الْمَجَالِ الْمَغْنَاطِيسِيِّ
لِلْأَرْضِ، وَالَّتِي تَنْحَنِي لِتَصُبَّ فِي قُطْبَيِ الْأَرْضِ الْمَغْنَاطِيسِيَّيْنِ،
وَذَلِكَ لِعَجْزِهَا عَنْ عُبُورِ مَجَالِ الْأَرْضِ الْمَغْنَاطِيسِيِّ، وَيُؤَدِّي
ذَلِكَ إِلَى رَدِّ الْمَزِيدِ مِنَ الْأَشِعَّةِ الْكَوْنِيَّةِ الْقَادِمَةِ إِلَى
خَارِجِ نِطَاقِ الْغِلَافِ الْغَازِيِّ لِلْأَرْضِ، وَهِيَ صُورَةٌ مِنْ صُوَرِ الرَّجْعِ.
Sinar kosmik [alam semesta]
dari berbagai jenis bergerak di sepanjang garis medan magnet Bumi, yang
membengkok untuk mengalir ke kutub magnet Bumi. Ini karena ketidakmampuannya
untuk melintasi medan magnet bumi, dan ini menyebabkan kembalinya lebih banyak
sinar kosmik yang masuk di luar cakupan selubung gas bumi [Atmosfer], yang
merupakan bentuk dari bentuk-bentuk ar-Raj' [daya pengembalian].
هَذِهِ الصُّوَرُ الْمُتَعَدِّدَةُ
لِرَجْعِ الْغِلَافِ الْغَازِيِّ لِلْأَرْضِ لَمْ تُعْرَفْ إِلَّا فِي الْعُقُودِ الْمُتَأَخِّرَةِ
مِنَ الْقَرْنِ الْعِشْرِينَ، وَوَصْفُ السَّمَاءِ بِأَنَّهَا ذَاتُ رَجْعٍ فِي الْقُرْآنِ
الْكَرِيمِ مِنْ قَبْلِ أَلْفٍ وَأَرْبَعِمِائَةِ سَنَةٍ هُوَ شَهَادَةُ صِدْقٍ بِأَنَّ
الْقُرْآنَ الْكَرِيمَ كَلَامُ اللَّهِ الْخَالِقِ، وَأَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا
ﷺ الَّذِي تَلَقَّى هَذَا الْوَحْيَ الْحَقَّ هُوَ خَاتَمُ أَنْبِيَاءِ اللَّهِ وَرُسُلِهِ
ﷺ، وَأَنَّهُ ﷺ كَانَ مَوْصُولًا بِالْوَحْيِ، وَمُعَلَّمًا مِنْ قِبَلِ خَالِقِ السَّمَاوَاتِ
وَالْأَرْضِ». انْتَهَى.
Ini adalah bentuk-bentuk
yang terhitung akan daya pengembalian dalam selubung gas bumi [Atmosfer] yang
baru diketahui pada dekade akhir abad ke-20. Dia menyebutkan dalam Al-Qur'an
sejak seribu empat ratus tahun yang lalu bahwa langit memiliki kemampuan
menarik kembali. Dan ini sebagai saksi akan kebenaran bahwa Al-Qur'an adalah
firman Allah Sang Pencipta dan bahwa junjungan kita Muhammad SAW menerima wahyu
yang hak ini. Dia adalah penutup para nabi dan rasul Allah alaihum as-salaam.
Dan Beliau SAW terhubung dengan wahyu dan diajarkan oleh Allah Pencipta Langit
Dan Bumi. [KUTIPAN SELESAI]
[Sumber: "مِنْ أَسْرارِ القُرآن" oleh DR. Zaglul an-Najjaar.
Diterbitkan di surat kabar Al-Ahram pada 27 Agustus 2001 dalam seri “ مِنَ الْآيَاتِ الْكَوْنِيَّةِ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ / Dari Ayat-Ayat Kosmik dalam
Al-Qur’an”].
*******
ATMOSFER, LAPISAN UDARA, SANG PELINDUNG BUMI
|
|
FUNGSI ATMOSFER:
Atmosfer berfungsi
melindungi kehidupan di bumi dengan cara menyerap radiasi ultra violet matahari
yang berbahaya bagi kehidupan, serta mengurangi suhu ekstrem antara siang dan
malam.
Melansir
laman Sumber Belajar Kemendikbud, adanya lapisan atmosfer juga yang
mengakibatkan munculnya berbagai fenomena alam, seperti terjadinya angin
kencang, hujan deras, petir, yang awalnya ditandai dengan awan tebal.
Atmosfer
juga mampu melindungi Bumi dari benda-benda luar angkasa yang jatuh seperti
meteor, dengan cara menguraikannya.
Selain
itu, atmosfer juga memiliki peran yang sangat penting bagi kelangsungan para
makhluk hidup yang ada di Bumi. Macam-macam gas yang ada di dalamnya, memiliki
kandungan yang dibutuhkan oleh para makhluk hidup.
Apakah
detikers pernah membayangkan jika atmosfer tidak ada? tentunya kita tidak bisa
melangsungkan hidup, karena jika tidak adanya udara pada lapisan atmosfer maka
semua makhluk hidup di Bumi tidak bisa bernapas.
BAGIAN LAPISAN-LAPISAN ATMOSFIR:
Lapisan atmosfer terdiri
dari beberapa lapis, yaitu troposfer, stratosfer, mesosfer, termosfer, dan
eksosfer. Lapisan-lapisan atmosfer tersebut, memiliki karakteristik yang
berbeda-beda untuk setiap ketinggian.
LAPISAN-LAPISAN ATMOSFER:
https://www.thinglink.com/scene/659758625421524992
PERTAMA: Lapisan Troposfer
Troposfer adalah lapisan
terbawah dari atmosfer, yang berada di ketinggian antara 0 - 8 km di daerah
kutub, dan antara 0 - 15 km untuk daerah khatulistiwa. Kandungan unsurnya
didominasi oleh unsur Nitrogen (N) dan Oksigen (O2).
Bagian
teratas dengan ketinggian di atas 8 km dari lapisan troposfer disebut lapisan
tropopause yang mengandung air (berupa titik-titik air, uap air maupun es).
Pada lapisan ini akan terjadi peristiwa-peristiwa cuaca seperti awan, hujan,
dan konveksi.
Apabila
suhu udara pada lapisan tropopause semakin tinggi maka akan semakin dingin,
suhu lapisan ini bisa mencapai -60°C. Hal tersebut disebabkan karena lapisan
ini menyerap gelombang radiasi dari matahari.
KEDUA: Lapisan Stratosfer
Stratosfer adalah lapisan
kedua pada atmosfer, dengan ketinggian rata-rata antara 15 - 50 km. Pada
lapisan stratosfer akan terjadi peristiwa inversi suhu, yakni terjadinya
kenaikan suhu menurut ketinggiannya.
Bagian
paling atasnya menjadi tempat konsentarasi ozon, yang disebut dengan lapisan
ozonosfer. Ozon yang terdapat pada lapisan stratosfer ini berfungsi melindungi
bumi dari radiasi sinar ultraviolet (UV) yang berlebihan, sehingga ozon
memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan di bumi.
KETIGA: Lapisan Mesosfer
Mesosfer adalah lapisan
ketiga atmosfer, yang terletak di ketinggian antara 50 - 80 km. Lapisan paling
atasnya disebut lapisan mesopause, pada lapisan ini meteor akan terbakar dan
terurai. Temperatur pada lapisan ini tidak stabil, bahkan bisa menurun secara
tajam mencapai -100ºC.
KEEMPAT: Lapisan Termosfer
Termosfer berada di
ketinggian antara 80 km - 500 km di atas permukaan bumi. Pada bagian bawah
lapisan ini dengan ketinggian 85 km - 375 km, terjadi sebuah peristiwa
pembentukan ion (ionisasi).
Sehingga,
lapisan termosfer juga dikenal dengan lapisan ionosfer. Lapisan ionosfer
berfungsi untuk memantulkan gelombang radio. Suhunya bisa naik hingga mencapai
120ºC, pada ketinggian 480 km.
KELIMA: Lapisan Eksosfer
Eksosfer adalah lapisan
terluar dari atmosfer, yang berada pada ketinggian 500 - 1.000 km di atas
permukaan bumi. Semakin tinggi lapisan ini atau makin mendekati luar angkasa,
maka udara yang ada semakin sedikit.
===***===
PENUTUP:
Abdur Rahimm Khoirullah
Syarif dalam شُبُهَاتٌ حَوْلَ رَجْعِ السَّمَاءِ mengatakan:
فَاللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى
ذَكَرَ رَجْعًا عَامًّا لِلسَّمَاءِ، وَلَمْ يُخَصِّصْهُ بِمَطَرٍ أَوْ غَيْرِهِ، فَلَوْ
كَانَ كَلَامُ بَشَرٍ لَخَصَّهُ بِمَا لَدَيْهِ مِنْ مَعَارِفَ وَعُلُومٍ كَسْبِيَّةٍ
مُتَوَافِقَةٍ مَعَ زَمَنِهِ، وَلِهَذَا مِنَ الظُّلْمِ تَضْيِيقُ الْوَاسِعِ بِلَا
مُسَوِّغٍ.
وَلَا يُسْتَبْعَدُ أَنْ يَكْشِفَ
الْعِلْمُ مَزِيدًا مِنَ الرَّجْعِ مِنَ السَّمَاءِ إِلَى الْأَرْضِ، وَكُلُّهُ يَدْخُلُ
تَحْتَ عُمُومِ الرَّجْعِ فِي الْآيَةِ الْكَرِيمَةِ.
Allah Subhanahu wa Ta'ala
menyebutkan Roj' [daya mengembalikan] secara umum bagi langit dan tidak
mengkhususkannya dengan hujan atau yang lainnya.
Jika seandainya itu adalah
ucapan manusia, maka dia akan menyimpulkannya dengan apa yang dia miliki
tentang ilmu pengetahuan dan ilmu yang didapat yang sesuai dengan zamannya.
Berdasarkan ini maka
termasuk kedzaliman menyempitkan makna yang luas tanpa tuntutan yang
dibenarkan.
Tidak menutup kemungkinan
bahwa ilmu pengetahuan akan mengungkap lebih banyak tentang daya pengembalian
langit ke bumi, dan semua itu termasuk dalam keumuman kembalinya ayat yang
mulia.
----
AL-HAMDULILLAH
0 Komentar