KEAJAIBAN ALQURAN TENTANG FENOMENA GUNUNG WARNA WARNI
----
Di Susun
Oleh Abu Haitsam Fakhri
KAJIAN NIDA
AL-ISLAM
DAFTAR ISI:
- PENDAHULUAN
- BERITA TENTANG RAINBOW MOUNTION [GUNUNG PELANGI]
- FENOMENA GUNUNG WARNA WARNI DALAM AL-QURAN
- KLASIFIKASI GUNUNG BERDASARKAN BATUAN YANG MENDOMINASI KOMPOSISINYA
- KAITAN ANTARA OBJEK WARNA YANG DILIHAT DAN SUBYEK ALAT MELIHAT WARNA [MATA]
- CONTOH WARNA-WARNA GUNUNG DI DUNIA :
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
PENDAHULUAN
Allah SWT
berfirman :
﴿وَمِنَ ٱلْجِبَالِ جُدَدٌۢ بِيضٌ
وَحُمْرٌ مُّخْتَلِفٌ أَلْوَٰنُهَا وَغَرَابِيبُ سُودٌ﴾
" Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis PUTIH dan MERAH yang BERANEKA MACAM WARNA-NYA dan ada (pula) yang HITAM PEKAT. " [ QS. Faathir : 27]
BERITA TENTANG RAINBOW MOUNTION [GUNUNG PELANGI]
Kabar
tentang Gunung Pelangi (Rainbow Mountain) ramai diperbincangkan di media
sosial. Keindahan pegunungan berwarna-warni ini semakin dikenal luas setelah
foto dan video para wisatawan tersebar di internet.
Formasi bebatuan tersebut berada di Zhangye Danxia National Geopark, dekat Zhangye, Provinsi Gansu, di wilayah barat laut China. Kawasan ini terdiri atas perbukitan dan tebing-tebing berlapis dengan warna-warna mencolok yang terbentuk melalui proses geologi selama puluhan juta tahun."
[*] Formasi warna-warni tersebut
merupakan bagian dari bentang alam Danxia (Danxia landform), yang terbentuk
akibat endapan batuan pasir dan mineral selama puluhan juta tahun, kemudian
terangkat oleh aktivitas tektonik dan tererosi oleh angin serta air.
[*] Warna merah, kuning, jingga,
hijau, putih, hingga kecokelatan berasal dari kandungan mineral yang
berbeda-beda, terutama oksida besi.
Meski tanah
di sini tandus, Area seluas 510 km ini begitu indah karena pancaran dari
lapisan tanah yang berwarna warni, coklat , biru , hijau, kuning. Warna warni
pelangi nan indah begitu menakjubkan manakala terlihat dari kejauhan.
Al-Quran al-Karim
telah mengabarkan dalam sebuah ayat Surat Al Fathir [35] ayat 27 di mana Allah
Subhanahu Wata’ala telah lama mengungkap rahasia adanya gunung yang
berwarna-warni.
﴿أَلَمْ تَرَ
أَنَّ ٱللَّهَ أَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً فَأَخْرَجْنَا بِهِۦ ثَمَرَٰتٍ
مُّخْتَلِفًا أَلْوَٰنُهَا ۚ وَمِنَ ٱلْجِبَالِ جُدَدٌۢ بِيضٌ وَحُمْرٌ
مُّخْتَلِفٌ أَلْوَٰنُهَا وَغَرَابِيبُ سُودٌ﴾ .
“Tidakkah
kamu melihat bahwasanya Allah menurunkan hujan dari langit lalu Kami hasilkan
dengan hujan itu buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. Dan di antara
gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya
dan ada (pula) yang hitam pekat.” [QS: Al Fathir [35]: 27]
===***===
FENOMENA GUNUNG WARNA WARNI DALAM AL-QURAN
Di antara fenomena-fenomena
alam yang menjadi perhatian umat manusia yang dikabarkan oleh Al-Qur'an adalah
fenomena warna-warni fisik berbagai jenis makhluk di bumi, baik makhluk yang
hidup maupun yang tidak hidup. Karena di dalamnya mengandung rahasia-rahasia
yang akan meyakinkan manusia akan kemustahilan bahwa makhluk-makhluk ini
diciptakan secara kebetulan, melainkan makhluk-makhluk ini pasti memiliki
Pencipta yang memiliki pengetahuan dan kemampuan yang tidak terbatas .
Sungguh
menakjubkan bahwa Al-Qur'an telah menarik perhatian manusia pada keajaiban ini,
meskipun diturunkan kepada orang-orang yang tinggal di lingkungan gurun di mana
hanya ada beberapa jenis makhluk yang berwarna-warni.
Allah SWT
berfirman :
﴿أَلَمْ تَرَ
أَنَّ ٱللَّهَ أَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً فَأَخْرَجْنَا بِهِۦ ثَمَرَٰتٍ
مُّخْتَلِفًا أَلْوَٰنُهَا ۚ وَمِنَ ٱلْجِبَالِ جُدَدٌۢ بِيضٌ وَحُمْرٌ
مُّخْتَلِفٌ أَلْوَٰنُهَا وَغَرَابِيبُ سُودٌ . وَمِنَ ٱلنَّاسِ وَٱلدَّوَآبِّ
وَٱلْأَنْعَٰمِ مُخْتَلِفٌ أَلْوَٰنُهُۥ كَذَٰلِكَ ۗ إِنَّمَا يَخْشَى ٱللَّهَ مِنْ
عِبَادِهِ ٱلْعُلَمَٰٓؤُا۟ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ﴾
"
Tidakkah kamu melihat bahwasanya Allah menurunkan hujan dari langit lalu Kami
hasilkan dengan hujan itu buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. Dan di
antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam
warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat.
Dan
demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan
binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya).
Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama.
Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun". [ QS. Faathir : 27-28]
Dan Allah
SWT berfirman :
﴿أَلَمْ تَرَ
أَنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَسَلَكَهُ يَنَابِيعَ فِي
الْأَرْضِ ثُمَّ يُخْرِجُ بِهِ زَرْعًا مُخْتَلِفًا أَلْوَانُهُ ثُمَّ يَهِيجُ
فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَجْعَلُهُ حُطَامًا ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَذِكْرَىٰ
لِأُولِي الْأَلْبَابِ﴾
“Apakah
kamu tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit,
maka diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi kemudian ditumbuhkan-Nya
dengan air itu tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya, lalu menjadi kering
lalu kamu melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur
berderai-derai. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat
pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal”. [QS. Az-Zumar : 7]
Dan Allah SWT berfirman:
﴿وَمَا ذَرَأَ لَكُمْ فِي الْأَرْضِ
مُخْتَلِفًا أَلْوَانُهُ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَةً لِقَوْمٍ يَذَّكَّرُونَ﴾
"Dan Dia (menundukkan pula) apa yang Dia ciptakan untuk
kamu di bumi ini dengan berbagai macam warnanya [jenisnya]. Sesungguhnya
pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum
yang mengambil pelajaran". [ QS. An-Nahl : 13]
Dan mungkin
mudah bagi manusia untuk mengamati fenomena warna-warni pada objek-objek yang
hidup seperti tumbuhan dan hewan, terlepas dari jenis lingkungan tempat
tinggalnya, namun untuk memperhatikan warna-warni di pegunungan tidaklah mudah
dan tidak ada kesempatan bagi mereka kecuali bagi mereka yang paling banyak
melakukan perjalanan ke seluruh penjuru dunia.
Betapa
Besar ke Maha Sempurnaan dan Qudrot Allah SWT , dalam menciptakan ciptaan-Nya
yang luar biasa, yang diantaranya adalah Allah menciptakan pegunungan dengan
warna-warna yang berbeda dari putih, merah, dan hitam yang pekat (sangat hitam)
.
Jadi
Al-Qur'an, dengan keajaiban ilmiahnya, memberikan kepada kita sebuah informasi
tentang rahasia rahasia geologi, dan menginformasikan kepada kita tentang jenis
gunung dan membuka jalan bagi kita untuk meneliti ilmu ini.
==**==
KLASIFIKASI GUNUNG BERDASARKAN BATUAN YANG MENDOMINASI KOMPOSISINYA
Ahli
geologi mengklasifikasikan gunung menurut batuan yang mendominasi komposisinya menjadi
tiga bagian utama:
===
Pertama:Pegunungan sedimen bertingkat
جِبَالٌ رُسُوبِيَّةٌ طَبَقِيَّةٌ
Ini yang disebut dalam ayat tersebut sebagai (جُدَدٌۢ بِيضٌ = GARIS-GARIS PUTIH).
Kedua:
Pegunungan dasar yang mengkristal
جِبَالٌ قَاعِدِيَّةٌ مُتَبَلْوِرَةٌ
Ini yang disebut dalam ayat tersebut sebagai (وَحُمْرٌ مُّخْتَلِفٌ أَلْوَٰنُهَا = dan MERAH YANG BERANEKA WARNA ).
Ketiga:
Pegunungan vulkanik berapi
جِبَالٌ بَرْكَانِيَّةٌ نَارِيَّةٌ
Ini
yang dalam ayat tersebut disebut sebagai (وَغَرَابِيبُ سُوْد = dan yang HITAM PEKAT ) dan ( جُدَدٌۢ بِيضٌ = garis-garis putih), yang merupakan kata sifat untuk
pegunungan sedimen yang terbentuk sebagai hasil sedimentasi la[isan-lapisan
(Makna : الجُدُد).
Tekstur
batu hitam pekat batu vulkanik gunung berapi
Kami juga
menyebutkan dari arti verbal dari kata (جُدَدٌۢ) yang disebutkan dalam ayat suci, yaitu
yang berarti : "sesuatu yang diperbarui". Para ilmuwan menyimpulkan
dari pendapat ini bahwa gunung es besar yang membeku jutaan tahun yang lalu
merupakan 90% dari air yang tersimpan di planet Bumi.
Juga (جُدَدٌۢ)
dengan makna kekayaan, dan para ulama menjelaskan hal ini dengan fakta bahwa
pegunungan logam mulia, pualam, dan batu mulia dengan warna berbeda-beda
merupakan salah satu sumber kekayaan bagi manusia.
Ahli
geologi mengatakan bahwa itu perlahan terjadi proses pembaharuan dengan
berlalunya waktu, terlepas dari apa yang diambil darinya melalui faktor alam
atau apa yang diambil oleh tangan-tangan manusia. Maka setiap kali puncak
gunung-gunung ini dikeringkan, maka akarnya naik dari kedalaman, dan ia menggantikan
(yaitu pembaharuan) apa yang dikeringkan darinya, dan ia adalah بِيْضٌ
(berwarna putih). Karena warna dominan di pegunungan ini adalah putih, karena
batuannya itu termasuk dalam keluarga batuan granit, yang sebagian besar
terdiri dari mineral kuarsa putih dan mineral lain dengan warna dan derajat
yang berbeda mirip seperti potasium feldspar, yang mendekati merah, dan biotit,
yang berkisar dari kuning hingga coklat kemerahan dan madu.
Oleh karena
itu, kami menemukan warna yang berbeda dan derajatnya di gunung sebagimana
firman Allah :
﴿وَحُمْرٌ مُّخْتَلِفٌ
أَلْوَانُهَا﴾
(Dan
merah yang beraneka macam warnanya).
Para
ilmuwan menjelaskan warna merah gunung-gunung yang disebutkan dalam ayat mulia
sebagai akibat dari dominasi unsur besi di dalamnya.
Dan itu
yang teroksidasi, sehingga batuan tampak berwarna merah, dan besi menyertai
mineral lain seperti tembaga dan timah, dan persentase keberadaan mineral
tersebut bervariasi, sehingga warna merah muncul dalam derajat yang
berbeda-beda.
Makna وَغَرَابِيبُ سُوْد [Black Crows] adalah gunung-gunung berapi amorf (vulkanik), di
mana warna hitam menyelimuti di atasnya karena bazalt [البَازَلْت], yang merupakan batu api hitam,
mendominasi formasi pegunungan ini dan terbentuk oleh pembekuan al-Avaa [تَجَمُّدُ الأفَا]. Dan itu adalah zat cair yang keluar dari mulut gunung berapi.
Maka kami
katakan Maha Suci Allah yang menghubungkan antara warna buah yang berbeda dan
warna gunung yang berbeda dalam ayat yang mulia.
Dan
subhanallah , Maha Suci Allah yang mengungkapkan segala sesuatu, dengan
kata-kata singkat yang mengungkapkan keajaiban penciptaan Allah.
Dan Allh
SWT menjelaskan pula tentang pegunungan dengan kata lain:
﴿أَلَمْ نَجْعَلِ
ٱلْأَرْضَ مِهَٰدًا . وَٱلْجِبَالَ أَوْتَادًا﴾
"
Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan? . Dan gunung-gunung
sebagai pasak?" . [
QS. an-Naba' : 6-7]
ni karena
gunung-gunung di dalam tanah mengandung perpanjangannya untuk menstabilkan
kerak bumi dengannya . Sebagaimana sebagian besar pasak bersembunyi di dalam
tanah untuk menstabilkannya, demikian pula sebagian besar gunung bersembunyi di
dalam tanah untuk menstabilkan permukaan kerak bumi.
Sama
seperti halnya kapal yang berlabuh dengan jangkarnya yang tenggelam ke dalam
air cair, maka demikian pula kerak bumi dengan jangkar gunungnya, yang akarnya
menjulur di lapisan semi-cair tempat kerak bumi mengapung.
Inilah
makna yang terkandung dalam al-Quran Surat an-Naba di atas . Dan juga dalam
surat an-Nahl : 15 :
﴿وَاَلْقٰى فِى
الْاَرْضِ رَوَاسِيَ اَنْ تَمِيْدَ بِكُمْ وَاَنْهٰرًا وَّسُبُلًا لَّعَلَّكُمْ
تَهْتَدُوْنَ ﴾
"Dan
Dia melabuhkan gunung-gunung di bumi agar bumi itu tidak goncang bersama kamu,
(dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk". (QS. An-Nahl : 15)
Begitu pula
dalam surat Luqman : 10 :
﴿خَلَقَ
ٱلسَّمَٰوَٰتِ بِغَيۡرِ عَمَدٖ تَرَوۡنَهَاۖ وَأَلۡقَىٰ فِي ٱلۡأَرۡضِ رَوَٰسِيَ
أَن تَمِيدَ بِكُمۡ وَبَثَّ فِيهَا مِن كُلِّ دَآبَّةٖۚ وَأَنزَلۡنَا مِنَ
ٱلسَّمَآءِ مَآءٗ فَأَنۢبَتۡنَا فِيهَا مِن كُلِّ زَوۡجٖ كَرِيمٍ ﴾
"Dia
menciptakan langit tanpa tiang yang terlihat oleh kalian . Dan Dia melabuhkan
gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kalian.
Dan memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang. Dan Kami
turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam
tumbuh-tumbuhan yang baik". [QS. Luqman : 10]
Mungkin
siapa pun yang melihat gunung-gunung di permukaan bumi tidak melihatnya dalam
bentuk baji [pasak] atau dalam bentuk seperti jangkar ini, melainkan melihat
balok-balok menonjol yang menjulang di atas permukaan bumi.
Tidak ada
yang bisa mengetahui bentuk baji [pasak] ini kecuali dia melihat bagiannya yang
tersembunyi di dalam magma vulkanik, dan mustahil bagi manusia mana pun untuk
membayangkan hal itu.
Disebutkannya
fakta-fakta ilmiyah ini dalam ayat-ayat Al-Qur'an yang Mulia menegaskan bahwa
ayat-ayat al-Qura'an tidak pernah dirubah-rubah [distorsi], juga tidak ditulis
oleh Muhammad ﷺ, seperti yang mereka klaim. Ini adalah salah satu kebenaran ilmiyah
yang terkubur di dalam tanah yang telah disebutkan sejak tiga belas abad
sebelum orang mengetahuinya.
[Sumber : الْإِعْجَازُ الْعِلْمِيُّ فِي الْقُرْآنِ وَالسُّنَّةِ / ﴿وَمِنَ الْجِبَالِ
جُدَدٌ بِيضٌ وَحُمْرٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهَا﴾ di share 3 juli 2016]
====
PROF. DR. MANSHUR ABU SYARI'AH AL-'ABBAADI
[Beliau dari
Universitas Sains dan Teknologi Jordan] dalam karya tulis-nya: ﴿وَمِنَ الْجِبَالِ جُدَدٌ بِيضٌ وَحُمْرٌ
مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهَا﴾.
Dia
mengatakan :
هَذِهِ الْآيَةُ لَا تَتَحَدَّثُ فَقَطْ عَنْ
ظَاهِرَةِ اخْتِلَافِ الْأَلْوَانِ الْعَامَّةِ لِلْجِبَالِ، بَلْ تَتَحَدَّثُ عَنْ
أَلْوَانِ الطَّبَقَاتِ الَّتِي يَتَكَوَّنُ مِنْهَا الْجَبَلُ الْوَاحِدُ.
فَقَدْ أَجْمَعَ مُعْظَمُ عُلَمَاءِ تَفْسِيرِ
الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ عَلَى مَعْنَى كَلِمَةِ «جُدَدٌ»، حَيْثُ قَالُوا: إِنَّ «جُدَدًا»
هِيَ جَمْعُ «جُدَّةٍ» بِضَمِّ الْجِيمِ، وَهِيَ الطَّرِيقَةُ وَالْخَطَّةُ فِي الشَّيْءِ
تَكُونُ وَاضِحَةً فِيهِ، فَيُقَالُ لِلْخَطَّةِ السَّوْدَاءِ الَّتِي عَلَى ظَهْرِ
الْحِمَارِ: جُدَّةٌ، وَلِلظَّبْيِ جُدَّتَانِ مِسْكِيَّتَا اللَّوْنِ تَفْصِلَانِ
بَيْنَ لَوْنَي ظَهْرِهِ وَبَطْنِهِ.
وَعَلَى هَذَا، فَإِنَّ الْمَقْصُودَ بِالْجُدَدِ
فِي هَذِهِ الْآيَةِ الْكَرِيمَةِ هُوَ الطَّبَقَاتُ الصَّخْرِيَّةُ الَّتِي تَتَكَوَّنُ
مِنْهَا كَثِيرٌ مِنَ الْجِبَالِ، وَالَّتِي تَتَبَايَنُ فِي أَلْوَانِهَا تَبَعًا
لِنَوْعِ الصَّخْرِ الَّذِي تَتَكَوَّنُ مِنْهُ.
Ayat ini
tidak hanya berbicara tentang fenomena warna gunung yang berbeda secara umum,
tetapi berbicara tentang warna lapisan yang membentuk satu gunung.
Sebagian
besar ulama tafsir Al-Qur'an telah sepakat tentang arti kata “جُدَدٌ”,
karena mereka mengatakan bahwa “جُدَدٌ” adalah bentuk jamak dari “جُدَّةٌ”
dengan membaca dhommah “Jim”, yang berarti :
الطَّرِيْقَةُ والخِطَّةُ فِي الشَّيْءِ تَكُوْنَ
وَاضِحَةً فِيْهِ
"
Jalan dan garis pada sesuatu yang nampak jelas padanya".
Maka
dikatakan pada garis hitam di punggung keledai dikatakan “جُدَّةٌ”,
dan bagi Rusa memiliki dua “جُدَّةٌ” berwarna kusam, memisahkan antara dua warna punggung dan perutnya.
Oleh karena
itu, yang dimaksud dengan “جُدَدٌ” dalam ayat yang mulia ini adalah lapisan-lapisan bebatuan yang
darinya banyak gunung terbentuk, dan warnanya berbeda-beda sesuai dengan jenis
batu yang membentuknya.
لَقَدْ ذَكَرَتِ الْآيَةُ ثَلَاثَةَ أَلْوَانٍ
رَئِيسِيَّةٍ لِلْجِبَالِ، وَهِيَ: الْأَبْيَضُ، وَالْأَحْمَرُ، وَالْأَسْوَدُ، بِالْإِضَافَةِ
إِلَى بَقِيَّةِ الْأَلْوَانِ، فَقَدْ أَجْمَلَهَا قَوْلُهُ تَعَالَى: «مُخْتَلِفٌ
أَلْوَانُهَا».
وَيَقُولُ بَعْضُ الْبَاحِثِينَ: إِنَّ هَذِهِ
الْأَلْوَانَ الثَّلَاثَةَ قَدْ تَرْمِزُ إِلَى الْأَنْوَاعِ الرَّئِيسِيَّةِ الثَّلَاثَةِ
لِلصُّخُورِ.
فَاللَّوْنُ الْأَبْيَضُ يَرْمِزُ لِلصُّخُورِ
الرُّسُوبِيَّةِ (sedimentary
rocks)،
الَّتِي تَتَكَوَّنُ مِنَ الْأَحْجَارِ الْجِيرِيَّةِ أَوِ الْكِلْسِيَّةِ، وَالرَّمْلِيَّةِ،
وَالْجِبْسِ، وَالْفُوسْفَاتِ، وَالسِّيليكا، وَالْمِلْحِ، وَالَّتِي يَغْلِبُ عَلَيْهَا
اللَّوْنُ الْأَبْيَضُ بِدَرَجَاتِهِ الْمُخْتَلِفَةِ.
أَمَّا اللَّوْنُ الْأَحْمَرُ فَقَدْ يَرْمِزُ
لِلصُّخُورِ الْمُتَحَوِّلَةِ (Metamorphic rocks)،
وَالَّتِي تَحْتَوِي عَلَى مُرَكَّبَاتِ الْحَدِيدِ وَالنُّحَاسِ، كَالرُّخَامِ، وَالصَّوَّانِ،
وَالْأُرْدَوَازِ، الَّتِي يَغْلِبُ عَلَيْهَا اللَّوْنُ الْأَحْمَرُ.
أَمَّا اللَّوْنُ الْأَسْوَدُ فَيَرْمِزُ لِلصُّخُورِ
النَّارِيَّةِ (Igneous rocks)، وَالَّتِي تَتَكَوَّنُ
مِنَ الْبَازَلْتِ وَالْجِرَانِيتِ، الَّتِي يَغْلِبُ عَلَيْهَا اللَّوْنُ الْأَسْوَدُ
الْفَاتِحُ، أَوِ الْأَسْوَدُ الْغَامِقُ، أَوِ الْغَرَابِيبُ.
Ayat
tersebut menyebutkan tiga warna utama gunung, yaitu putih, merah dan hitam
dengan diidhofahkan . Adapun warna-warna yang selebihnya, maka dirangkum dalam
firman-Nya:
﴿مُخْتَلِفًا أَلْوَانُهُ﴾
"Yang
bermacam-macam warnanya". [ QS. Faathir : 27-28]
Beberapa
peneliti mengatakan bahwa ketiga warna ini mungkin melambangkan tiga jenis
batuan utama .
Maka Warna
putih adalah melambangkan batuan sedimen [sedimentary rocks], yang terdiri dari
batu kapur, pasir, gipsum, fosfat, silika, dan garam, yang sebagian besar
berwarna putih dalam derajat yang berbeda.
Adapun warna
merah, maka dapat melambangkan batuan metamorf [Metamorphic rocks] yang
mengandung senyawa besi dan tembaga, seperti marmer, batu api, dan batu tulis,
yang sebagian besar berwarna merah.
Adapun
warna hitam melambangkan batu magma dingin [Igneous rocks] yang terdiri dari
basalt dan granit yang didominasi oleh warna hitam muda, hitam tua, atau hitam
pekat.
إِنَّ الْجِبَالَ الْمُكَوَّنَةَ مِنَ الْجُدَدِ
أَوِ الطَّبَقَاتِ غَالِبًا مَا تَتَكَوَّنُ مِنَ الصُّخُورِ الرُّسُوبِيَّةِ، حَيْثُ
تَكَوَّنَتْ هَذِهِ الطَّبَقَاتُ نَتِيجَةً لِعَمَلِيَّاتِ التَّعْرِيَةِ (weathering) وَالتَّرْسِيبِ (sedimentation).
فَعَوَامِلُ التَّعْرِيَةِ، كَالرِّيَاحِ وَالْمِيَاهِ
الْجَارِيَةِ، تَقُومُ بِنَقْلِ مُخْتَلِفِ أَنْوَاعِ مُرَكَّبَاتِ الْقِشْرَةِ الْأَرْضِيَّةِ
مِنْ رُءُوسِ الْجِبَالِ وَالصَّحَارِي إِلَى أَحْوَاضِ التَّرْسِيبِ، كَقِيعَانِ الْبُحَيْرَاتِ
وَالْأَنْهَارِ وَالْأَوْدِيَةِ، حَيْثُ تَتَرَاكَمُ فَوْقَ بَعْضِهَا الْبَعْضِ، وَتَتَحَوَّلُ
مَعَ مُرُورِ الزَّمَنِ، نَتِيجَةً لِلضَّغْطِ الْوَاقِعِ عَلَيْهَا، إِلَى طَبَقَاتٍ
صَخْرِيَّةٍ رُسُوبِيَّةٍ، تَتَحَدَّدُ خَصَائِصُهَا وَأَلْوَانُهَا مِنْ نَوْعِ الْمُرَكَّبَاتِ
الْمُتَرَسِّبَةِ.
Gunung-gunung
yang terdiri dari garis-garis dan lapisan-lapisan , sering tersusun dari batuan
sedimen, dimana lapisan-lapisan tersebut terbentuk sebagai akibat dari proses
erosi (weathering) dan sedimentasi (sedimentation).
Maka
faktor-faktor penyebab erosi seperti angin dan aliran air mengangkut berbagai
jenis senyawa kerak dari puncak gunung dan gurun ke cekungan sedimentasi
seperti dasar danau, sungai, dan lembah. Di mana semua itu menumpuk di atas
satu sama lain dan berubah seiring waktu sebagai akibat dari tekanan pada nya
menjadi lapisan batuan sedimen yang sifat dan warnanya ditentukan oleh jenis
senyawa yang diendapkan.
فَالصُّخُورُ الرُّسُوبِيَّةُ الْمِيكَانِيكِيَّةُ
(Clastic
Sedimentary Rocks)
تَتَكَوَّنُ مِنْ حُبَيْبَاتِ الْمَوَادِّ النَّاتِجَةِ مِنْ تَفَتُّتِ الصُّخُورِ
النَّارِيَّةِ وَالْمُتَحَوِّلَةِ، كَمَا فِي الْحَجَرِ الرَّمْلِيِّ (sandstone)، وَالْحَجَرِ الْغِرِينِيِّ (Silt Stone)، وَالْحَجَرِ الطِّينِيِّ (mudstone or shale).
أَمَّا الصُّخُورُ الرُّسُوبِيَّةُ الْكِيمْيَائِيَّةُ
(Chemical
Sedimentary Rocks)،
فَتَتَكَوَّنُ مِنْ تَرَسُّبِ الْمُرَكَّبَاتِ الذَّائِبَةِ فِي الْمَحَالِيلِ الْمَائِيَّةِ،
كَالصُّخُورِ الرُّسُوبِيَّةِ الْجِيرِيَّةِ، وَالسِّيلِيكِيَّةِ، وَالْمِلْحِيَّةِ،
وَالْجِبْسِ.
وَأَمَّا الصُّخُورُ الرُّسُوبِيَّةُ الْعُضْوِيَّةُ
(Organic
Sedimentary Rocks)،
فَتَتَكَوَّنُ مِنْ تَحَلُّلِ بَقَايَا الْمَوَادِّ الْعُضْوِيَّةِ لِلنَّبَاتَاتِ
وَالْحَيَوَانَاتِ الْبَرِّيَّةِ وَالْبَحْرِيَّةِ، وَتَحَوُّلِهَا إِلَى طَبَقَاتٍ
صَخْرِيَّةٍ، كَالْفَحْمِ الْحَجَرِيِّ، وَالْبِتْرُولِ، وَالْغَازِ.
Batuan
sedimen mekanis [Clastic Sedimentary Rocks] terdiri dari butiran material yang dihasilkan
dari disintegrasi batuan magma dingin [beku] dan metamorf. Seperti pada
batupasir [sandstone], batulanau [Silt Stone], dan batulumpur atau serpih
[mudstone or shale].
Adapun
Batuan sedimen kimiawi [Chemical sedimentary rocks] maka ia terdiri dari
pengendapan senyawa terlarut dalam larutan berair seperti batuan sedimen
berkapur, silikat, asin, dan gipsum.
Dan adapun
batuan sedimen organik [Organic sedimentary rocks] maka ia terdiri dari
penguraian sisa-sisa bahan organik tumbuhan dan hewan liar dan laut serta
transformasinya menjadi lapisan batuan seperti batu bara, minyak dan gas.
وَعَادَةً مَا تَتَلَوَّنُ هَذِهِ الطَّبَقَاتُ
الصَّخْرِيَّةُ بِأَلْوَانِ مُرَكَّبَاتِ بَعْضِ الْعَنَاصِرِ الذَّائِبَةِ فِي الْمَاءِ،
وَمِنْ أَهَمِّهَا الْحَدِيدُ وَالنُّحَاسُ.
إِنَّ هَذِهِ الْقِيعَانَ الَّتِي تَرَسَّبَتْ
فِيهَا طَبَقَاتُ الصُّخُورِ الرُّسُوبِيَّةِ قَدْ تَحَوَّلَ بَعْضُهَا إِلَى جِبَالٍ
بِمُخْتَلِفِ الِارْتِفَاعَاتِ، نَتِيجَةً لِلْعَمَلِيَّاتِ الْجِيُولُوجِيَّةِ الْمُخْتَلِفَةِ
الَّتِي تَعَرَّضَتْ لَهَا الْقِشْرَةُ الْأَرْضِيَّةُ، كَالتَّصَادُمَاتِ الَّتِي
تَتِمُّ بَيْنَ الصَّفَائِحِ التَّكْتُونِيَّةِ.
Lapisan
batuan ini biasanya terwarnai oleh warna senyawa dari beberapa unsur yang
terlarut dalam air. Dan yang terpenting adalah dari unsur besi dan tembaga.
Bagian
bawah ini, di mana lapisan batuan sedimen diendapkan, dapat mengubah beberapa
di antaranya menjadi pegunungan dengan ketinggian berbeda sebagai akibat dari
proses geologis yang berbeda yang dialami kerak bumi, seperti tumbukan antar
lempeng-lempeng tektonik. [SELESAI KUTIPAN]
===***===
KAITAN ANTARA OBJEK WARNA YANG
DILIHAT
DAN SUBYEK ALAT MELIHAT WARNA
[MATA]
Prof. DR.
Manshur Abu Syariah al-'Abbaady [dari Universitas Sains dan Teknologi Jordan]
ketika berbicara tentang warna-warna alam semesta termasuk yang warna warni,
beliau membahas pula kaitannya antara objek warna alam semesta dengan retina
mata sebagai alat untuk melihat warna warni .
[ QS.
Faathir : 27-28] [ QS. An-Nahl : 13] az-Zumar 21
Setelah
menyebutkan ayat 27-28 dari surat Faathir , ayat 21 dari surat , beliau berkata
:
إِنَّ السِّرَّ الْأَعْظَمَ فِي ظَاهِرَةِ
الْأَلْوَانِ لَا يَكْمُنُ فِي الْأَلْوَانِ نَفْسِهَا، بَلْ يَكْمُنُ فِي الطَّرِيقَةِ
الَّتِي أَبْدَعَهَا اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فِي أَعْيُنِ الْبَشَرِ لِكَيْ يُدْرِكُوا
هَذِهِ الْأَلْوَانَ، فَأَلْوَانُ الْأَجْسَامِ مَا هِيَ إِلَّا طَيْفٌ مِنَ الْمَوْجَاتِ
الضَّوْئِيَّةِ الَّتِي تَنْعَكِسُ عَنْ سُطُوحِهَا.
Rahasia
terbesar dalam fenomena warna tidak terletak pada warna itu sendiri, melainkan
terletak pada metode yang Allah SWT ciptakan pada mata manusia agar mereka
dapat melihat warna-warna tersebut.
Warna benda
tidak lain adalah spektrum gelombang cahaya yang dipantulkan dari permukaannya.
فَشَبَكِيَّةُ الْعَيْنِ تَتَكَوَّنُ مِنْ
نَوْعَيْنِ مِنَ الْخَلَايَا الْحَسَّاسَةِ لِلضَّوْءِ، فَالنَّوْعُ الْأَوَّلُ هُوَ
الْعَصِيَّاتُ (Rods)، وَالَّتِي تَسْتَجِيبُ
لِشِدَّةِ الضَّوْءِ فَقَطْ بِغَضِّ النَّظَرِ عَنْ لَوْنِهِ، وَهِيَ شَدِيدَةُ الْحَسَاسِيَّةِ
لِلضَّوْءِ الْخَافِتِ، وَكَذَلِكَ لِحَرَكَةِ الْأَجْسَامِ، وَيَبْلُغُ عَدَدُهَا
مِائَةً وَثَلَاثِينَ مِلْيُونَ خَلِيَّةٍ تَقْرِيبًا، وَهِيَ تَرْسُمُ صُورَةَ الْأَجْسَامِ
بِلَا أَلْوَانٍ، كَمَا فِي تِلْفِزْيُونَاتِ الْأَبْيَضِ وَالْأَسْوَدِ.
RETINA
terdiri dari dua jenis sel peka cahaya :
Jenis
pertama : adalah sel batang [Rods], yang hanya merespons intensitas cahaya, apa
pun warnanya. Retina sangat sensitif terhadap cahaya redup. Serta untuk
pergerakan objek yang jumlahnya kurang lebih seratus tiga puluh juta sel, dan
mereka melukis gambar objek tanpa warna, seperti pada televisi hitam putih.
أَمَّا النَّوْعُ الثَّانِي فَهِيَ الْمَخَارِيطُ
(Cones)، وَالَّتِي تَسْتَجِيبُ
لِلضَّوْءِ الشَّدِيدِ، أَيْ إِنَّهَا مُنْخَفِضَةُ الْحَسَاسِيَّةِ، وَلَكِنَّهَا
فِي الْمُقَابِلِ قَادِرَةٌ عَلَى تَمْيِيزِ الْأَلْوَانِ، حَيْثُ يُوجَدُ مِنْهَا
ثَلَاثَةُ أَنْوَاعٍ تَسْتَجِيبُ لِلْأَلْوَانِ الرَّئِيسِيَّةِ الثَّلَاثَةِ، وَهِيَ:
الْأَحْمَرُ، وَالْأَخْضَرُ، وَالْأَزْرَقُ، وَيَبْلُغُ عَدَدُهَا سَبْعَةَ مَلَايِينَ
خَلِيَّةٍ تَقْرِيبًا، مُوَزَّعَةً بِنِسْبَةِ 64٪ لِلْحَمْرَاءِ، وَ32٪ لِلْخَضْرَاءِ،
وَ4٪ لِلزَّرْقَاءِ.
Adapun
jenis kedua : ia adalah kerucut [Cones] , yang bereaksi terhadap cahaya yang
kuat, yaitu sensitivitasnya rendah, tetapi sebagai gantinya mereka mampu
membedakan warna. Dimana ada tiga jenis yang merespon tiga warna utama yaitu
merah, hijau dan biru, dan jumlahnya kurang lebih tujuh juta sel yang
terdistribusi sebesar 64% untuk merah, 32% untuk hijau, dan 4% untuk biru.
وَتَقُومُ الْعِصِيُّ وَالْمَخَارِيطُ، كَخَلَايَا
حَسَّاسَةٍ لِلضَّوْءِ، بِتَحْوِيلِ شِدَّةِ الضَّوْءِ وَكَذَلِكَ لَوْنِهِ إِلَى إِشَارَاتٍ
كَهْرَبَائِيَّةٍ، يَتِمُّ إِرْسَالُهَا مِنْ خِلَالِ الْعَصَبِ الْبَصَرِيِّ الْمُكَوَّنِ
مِنْ مَا يَزِيدُ عَلَى مِلْيُونِ لِيفٍ عَصَبِيٍّ إِلَى الدِّمَاغِ، لِيَقُومَ بِرَسْمِ
صُورَةٍ مُلَوَّنَةٍ لِلْأَجْسَامِ الْمَرْئِيَّةِ فِي خَلَايَاهُ الْعَصَبِيَّةِ.
Batang dan
kerucut, berfungsi sebagai sel fotosensitif, mengubah intensitas cahaya . Serta
warnanya untuk sinyal listrik yang dikirim melalui saraf optik, yang terdiri
dari lebih dari satu juta serabut saraf, ke otak untuk membuat gambar berwarna
dari objek yang terlihat di sel sarafnya.
وَتَسْتَجِيبُ الْعِصِيُّ لِلْمَوْجَاتِ الضَّوْئِيَّةِ
الَّتِي تَمْتَدُّ أَطْوَالُهَا مِنْ 380 إِلَى 740 نَانُومِتَرًا، بَيْنَمَا يَسْتَجِيبُ
كُلُّ نَوْعٍ مِنَ الْمَخَارِيطِ إِلَى طَيْفٍ أَضْيَقَ يَقَعُ ضِمْنَ طَيْفِ الْعِصِيِّ،
يَتَمَرْكَزُ حَوْلَ طُولٍ مَوْجِيٍّ مُعَيَّنٍ، وَهُوَ 420 نَانُومِتَرًا لِلَّوْنِ
الْأَزْرَقِ، وَ534 نَانُومِتَرًا لِلَّوْنِ الْأَخْضَرِ، وَ564 نَانُومِتَرًا لِلَّوْنِ
الْأَحْمَرِ.
وَعِنْدَمَا يَسْقُطُ الضَّوْءُ الْمُنْعَكِسُ
عَنِ الْأَجْسَامِ عَلَى الشَّبَكِيَّةِ، فَإِنَّ أَنْوَاعَ الْمَخَارِيطِ الثَّلَاثَةَ
تَقُومُ بِتَوْلِيدِ إِشَارَاتٍ تَعْتَمِدُ شِدَّتُهَا عَلَى طَبِيعَةِ طَيْفِ الْمَوْجَاتِ
الْمَوْجُودِ فِي الضَّوْءِ السَّاقِطِ عَلَى الشَّبَكِيَّةِ.
Batang
merespons gelombang cahaya yang panjangnya berkisar antara 380 hingga 740
nanometer, sementara setiap jenis kerucut merespons spektrum yang lebih sempit
dalam spektrum batang yang berpusat di sekitar panjang gelombang tertentu,
yaitu 420 nanometer untuk biru, 534 nanometer untuk hijau, dan 564 nanometer
untuk merah.
Ketika
cahaya yang dipantulkan dari objek jatuh ke retina, maka ketiga jenis kerucut
menghasilkan sinyal yang intensitasnya bergantung pada sifat spektrum gelombang
dalam cahaya yang jatuh di retina.
وَمِنْ خِلَالِ دَمْجِ هَذِهِ الْإِشَارَاتِ
فِي الدِّمَاغِ، فَإِنَّهُ يُعْطِي الْإِحْسَاسَ بِلَوْنٍ مُحَدَّدٍ يَعْتَمِدُ عَلَى
قِيَمِ الْإِشَارَاتِ الثَّلَاثِ.
وَقَدْ وَجَدَ الْعُلَمَاءُ أَنَّ الْعَيْنَ
الْبَشَرِيَّةَ قَادِرَةٌ عَلَى تَمْيِيزِ مَا يَزِيدُ عَلَى عَشَرَةِ مَلَايِينَ دَرَجَةٍ
مِنْ دَرَجَاتِ اللَّوْنِ.
وَمِنَ الْجَدِيرِ بِالذِّكْرِ أَنَّ الْبَشَرَ
فِي هَذَا الْعَصْرِ قَدِ اسْتَخْدَمُوا نَفْسَ التِّقْنِيَّةِ الْمُسْتَخْدَمَةِ فِي
الْعَيْنِ الْبَشَرِيَّةِ لِإِظْهَارِ الصُّوَرِ عَلَى شَاشَاتِ التِّلْفِزْيُونَاتِ
الْمُلَوَّنَةِ، مِنْ خِلَالِ تَحْلِيلِ الصُّورَةِ إِلَى ثَلَاثِ صُوَرٍ تُمَثِّلُ
الْأَلْوَانَ الثَّلَاثَةَ، وَهِيَ: الْأَحْمَرُ، وَالْأَخْضَرُ، وَالْأَزْرَقُ.
Dan dengan
mengintegrasikan sinyal-sinyal ini di otak, memberikan rasa warna tertentu yang
bergantung pada nilai dari ketiga sinyal tersebut.
Para
ilmuwan telah menemukan bahwa mata manusia mampu membedakan lebih dari sepuluh
juta derajat warna.
Perlu
diketahui bahwa manusia di era ini telah menggunakan teknologi yang sama dengan
yang digunakan pada mata manusia untuk menampilkan gambar pada layar televisi
berwarna dengan menganalisis gambar tersebut menjadi tiga gambar yang mewakili
tiga warna yaitu merah, hijau dan biru.
إِنَّ طَبِيعَةَ الْأَجْسَامِ هِيَ الَّتِي
تُحَدِّدُ طَيْفَ الْمَوْجَاتِ الْمُنْعَكِسَةِ عَنْهَا، وَبِالتَّالِي لَوْنَهَا،
فَفِي الْمَوَادِّ الطَّبِيعِيَّةِ يَعْتَمِدُ الطَّيْفُ الْمُنْعَكِسُ عَلَى نَوْعِ
ذَرَّاتِهَا وَجُزَيْئَاتِهَا، وَكَذَلِكَ تَرْكِيبِهَا الْبَلُّورِيِّ، حَيْثُ تَتَفَاعَلُ
مَوْجَاتُ الضَّوْءِ السَّاقِطِ مَعَ هَذِهِ الْمَوَادِّ، فَتَمْتَصُّ بَعْضَهَا، وَتَسْمَحُ
لِبَعْضِهَا بِالنَّفَاذِ مِنْ خِلَالِهَا، وَتَعْكِسُ الْبَاقِيَ، الَّذِي يُحَدِّدُ
لَوْنَ الْجِسْمِ.
Sifat benda
inilah yang menentukan spektrum gelombang yang dipantulkan darinya dan juga
warnanya. Dalam bahan alami, spektrum pantulan bergantung pada jenis atom dan
molekulnya. Dan begitu pula struktur kristalnya, di mana gelombang cahaya yang
datang berinteraksi dengan bahan-bahan ini, menyerap sebagian darinya dan membiarkan
sebagian melewatinya, dan memantulkan sisanya yang menentukan warna tubuh.
أَمَّا فِي الْكَائِنَاتِ الْحَيَّةِ، فَإِنَّ
لَوْنَ أَجْسَامِهَا يَتَحَدَّدُ مِنْ خِلَالِ طَرِيقَتَيْنِ رَئِيسِيَّتَيْنِ، وَهُمَا:
إِمَّا بِاسْتِخْدَامِ الصِّبْغِيَّاتِ (pigments)، أَوْ مِنْ خِلَالِ الْبُنَى الْهَنْدَسِيَّةِ
الدَّقِيقَةِ (microstructures)، كَمَا شَرَحْنَا
ذَلِكَ فِي مَقَالَةِ: (سِرُّ أَلْوَانِ الْفَرَاشَاتِ).
فَفِي الطَّرِيقَةِ الْأُولَى يَتِمُّ إِنْتَاجُ
صِبْغِيَّاتٍ مُحَدَّدَةٍ فِي جُلُودِ الْحَيَوَانَاتِ، وَحَرَاشِفِ الْأَسْمَاكِ،
وَأَجْنِحَةِ الطُّيُورِ، وَفِي أَوْرَاقِ النَّبَاتَاتِ وَأَزْهَارِهَا وَثِمَارِهَا.
وَيُحَدِّدُ التَّرْكِيبُ الذَّرِّيُّ أَوِ
الْبَلُّورِيُّ لِهَذِهِ الصِّبْغِيَّاتِ، وَهِيَ عِبَارَةٌ عَنْ جُزَيْئَاتٍ بُرُوتِينِيَّةٍ،
طَيْفَ الْمَوْجَاتِ الَّتِي تَمْتَصُّهَا هَذِهِ الْجُزَيْئَاتُ، بَيْنَمَا تَعْكِسُ
بَقِيَّةَ الْمَوْجَاتِ الَّتِي تُحَدِّدُ لَوْنَ الصِّبْغِيَّاتِ.
Adapun
objek-objek [organisme] hidup, warna tubuhnya ditentukan melalui dua metode
utama:
Metode
Pertama : yaitu dengan menggunakan pigmen [pigments] atau melalui struktur
mikro [microstructures], seperti yang kami jelaskan dalam artikel ( سِرُّ أَلْوَانِ الفَرَاشَاتِ = Rahasia Warna Kupu-Kupu). Maka pada metode pertama, kromosom
spesifik diproduksi di kulit binatang, sisik ikan, sayap burung, dan di daun,
bunga, dan buah tanaman.
Struktur
atom atau kristal kromosom ini, yang merupakan molekul protein, menentukan
spektrum gelombang yang diserap oleh molekul-molekul ini, sedangkan gelombang
lainnya yang menentukan warna kromosom dipantulkan.
وَأَمَّا الطَّرِيقَةُ الثَّانِيَةُ، وَالَّتِي
تَسْتَخْدِمُ مَا يُسَمَّى بِالْأَلْوَانِ الْبِنَائِيَّةِ (structural colors) فِي تَحْدِيدِ أَلْوَانِ
بَعْضِ الْكَائِنَاتِ الْحَيَّةِ، كَالْفَرَاشَاتِ وَبَعْضِ أَنْوَاعِ الطُّيُورِ،
فَهِيَ تَخْتَلِفُ تَمَامًا عَنِ الطُّرُقِ الْمُسْتَخْدَمَةِ فِي بَقِيَّةِ أَنْوَاعِ
الْكَائِنَاتِ الْحَيَّةِ.
فَالْأَلْوَانُ فِي هَذِهِ الطَّرِيقَةِ يَتِمُّ
الْحُصُولُ عَلَيْهَا مِنْ خِلَالِ عِدَّةِ آلِيَّاتٍ، يَلْزَمُهَا وُجُودُ بُنًى هَنْدَسِيَّةٍ
دَقِيقَةٍ عَلَى سَطْحِ الْجَنَاحِ، لَهَا أَشْكَالٌ وَأَبْعَادٌ مُحَدَّدَةٌ، وَهَذِهِ
الْبُنَى الْهَنْدَسِيَّةُ ذَاتُ أَبْعَادٍ بَالِغَةِ الصِّغَرِ، تُقَاسُ بِالنَّانُومِتَرِ.
Adapun
metode kedua : yaitu menggunakan apa yang disebut warna struktural untuk
menentukan warna sebagian objek [organisme] hidup, seperti kupu-kupu dan
beberapa jenis burung , maka ia sama sekali berbeda dari metode yang digunakan
pada jenis organisme [objek-objek] lain.
Maka
warna-warna pada metode ini diperoleh melalui beberapa mekanisme yang
mensyaratkan adanya struktur geometris yang presisi pada permukaan sayap yang
memiliki bentuk dan dimensi tertentu, dan struktur geometris tersebut memiliki
dimensi yang sangat kecil yang diukur dalam nanometer.
[Lihat : ﴿وَمِنَ الْجِبَالِ
جُدَدٌ بِيضٌ وَحُمْرٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهَا﴾ oleh Prof. DR. Masour Abu Syariah
al-'Abbaady [ dari Universitas Sains dan Teknologi Jordan] ]
0 Komentar